누나 — Chapter 9

image

This poster is created by flamintskle @ Poster Channel

Title: 누나 (Sister)
Author: flcevtp
Main Cast: Bae Suzy, Do Kyungsoo
Genre: Family, Sad, School Life, Romance
Rating: G

Jadi aku ada rencana buat bikin part flashback Suzy sendiri & Kyungsoo sendiri. Di part itu juga aku ceritain semua flashback mereka masing-masing dari awal smp akhir. Biar kalian ga bingung pas baca juga. Gimana menurut kalian? Apa flashback nya diputus-putusin kayak aku biasa bikin? Jadinya masih gabung sama cerita present nya. Tolong kasih pendapat kalian lewat komen kalian. Terima kasih.

누나: Chapter 9

1021

Kumpulan yang berawalan dengan angka paling awal, kemudian berakhiran dengan angka yang sama. Itulah susunan angka yang dipikirkan Suzy sedari tadi dia bangun. Tengah malam dia tidak bisa tidur. Merutuki angka itu, dan bertanya-tanya mengapa Kyungsoo bisa mengingatnya.

Dirinya melirik untuk melihat keadaan sang pemilik smartphone itu. Pemilik benda tersebut sedang tidur dengan pulas. Sangat pulas.

Pikiran Suzy tiba-tiba ingin mengutak-atik smartphone adiknya. Lalu hatinya mengatakan untuk membuka gallery sang adik.

“Buka tidak ya?”

“Tapi selama ini aku tidak pernah melihat isi handphone Kyung. Begitu pula sebaliknya.”

“Apa sopan?”

Dirinya terus bergulat dengan pikirannya hanya menanyakan dirinya akan membuka gallerynya apa tidak.

Akhirnya Suzy pun bertekad membuka gallery foto milik adiknya.

Gallery itu berisi penuh dengan foto adiknya dengan dirinya, Suzy. Bahkan foto candid Suzy pun, Kyungsoo mengabadikannya di smartphonenya. Suzy tersenyum salah tingkah melihat isi gallery itu. Banyak foto dirinya dengan Kyungsoo. Banyak sekali.

Foto Suzy dan Kyungsoo saat berlibur ke New York 6 bulan lalu. Dirinya berdiri tegap sambil senyum unjuk gigi memaksa, kemudian terlihat Kyungsoo memeluk Suzy dari belakang sambil menunjukkan jari berlambang peace itu.

Foto Suzy sedang mengarahkan para panitia lainnya saat bazaar anniversary sekolahnya. Suzy terlihat sedang menunjuk ke arah atas kanan, dengan rambut dikuncir ponytail.

Foto Suzy sedang memakan ramyun pedas itu. Suzy terlihat lahap di foto itu.

Foto Suzy dan Kyungsoo bersama eomma dan appa mereka di Busan. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia dan sempurna. Senyuman mereka merekah dan tak terlihat ada masalah di balik senyuman mereka.

Dan terakhir, foto Kyungsoo saat kecil. Memperlihatkan seorang bocah laki-laki dengan mata Pororo sedang memeluk boneka teddy bear erat.

Suzy tidak kuat melihat foto Kyungsoo saat kecil. Dia tidak mau mengulang rasa pedihnya saat dia mengingat masa kecilnya bersama Kyungsoo. Masa kecil yang harusnya bahagia harus menjadi kelam statusnya.

Kemudian Suzy meletakkan kembali smartphone Kyungsoo ke meja, lalu berusaha mengistirahatkan dirinya untuk esok hari.

‘Apapun yang kau ingat,’

‘Kapanpun kau akan mengingatnya kembali,’

‘Bagaimanapun caranya kau akan ingat semuanya,’

‘Di manapun kau mengingatnya,’

‘Dengan siapa kau akan mengingat itu kembali,’

‘Yang kupedulikan hanya,’

Mengapa hanya aku saja yang kau lupakan?’

***

Nuna! Ireona!”seru Kyungsoo pagi-pagi.

Orang yang dipanggil hanya menggeliat sebentar, lalu melanjutkan tidurnya kembali.

Ppali! Yak! Ini di rumah sakit, apa aku harus berteriak seperti aku di rumah?!”

Nuna!”

“Apa?”tanya Suzy yang akhirnya menjawab respon Kyungsoo.

“Kau sudah boleh pulang!”jawab Kyungsoo sambil menarik tubuh Suzy ke pelukannya erat.

Kyungsoo sangat senang mendapati hasil kalau kakaknya itu sudah diperbolehkan pulang. Dokter Song tadi pagi-pagi memeriksa keadaan Suzy, kemudian menyatakan keadaannya sudah membaik. Lalu dokter Song itu mengatakan kalau Suzy sudah boleh pulang hari ini.

Adegan Kyungsoo memeluk kakaknya itu berlangsung lama. Kyungsoo menenggelamkan kepalanya ke dalam pundak Suzy. Perasaan dan perlakuan Kyungsoo kepada Suzy mulai berubah saat dirinya mengingat sepenggal memori itu. Di mana Kyungsoo bermain ke taman bersama yeoja itu.

Suzy memang senang diperlakukan Kyungsoo seperti itu, kemudian dia merasa rasa canggung menyelimutinya. Pelukan Kyungsoo makin lama makin erat, membuat dirinya merasa kehabisan nafas.

Yak! Lepaskan aku!”

Wae? Aku sedang menikmati momen seperti ini. Jarang adikmu ini memperlakukanmu seperti itu!”tanya Kyungsoo sambil mengeratkan pelukannya lebih erat.

Yak! Percuma aku boleh pulang, kalau kau membunuhku seperti ini pelan-pelan!”

Kyungsoo langsung melepaskan pelukannya, lalu menatap Suzy tajam.

“Kenapa, akhir-akhir ini nuna tambah cantik?”tanya Kyungsoo dengan suara hampir seperti bisikan.

“Hah?”tanya Suzy balik.

Ani.”jawab Kyungsoo dingin.

“Sudah, rapikan bajumu itu sendiri. Aku tunggu kau di lobby.”kata Kyungsoo sambil jalan menuju pintu kamar pasien itu.

Y–y–yak! Kau tidak memba–”

Klek

Kyungsoo hanya mengacuhkan Suzy, meninggalkan Suzy bersumpah serapah akan kelakuannya barusan. Kyungsoo tercengar-cengir, menahan tawanya sedari tadi.

Suzy yang masih di dalam merutuki kelakuan Kyungsoo yang tidak membantunya sama sekali dan juga saat Kyungsoo memeluk erat tubuhnya. Sungguh, dirinya tidak bisa bernafas saking eratnya.

Kemudian dia bangun dari ranjangnya, hendak membereskan pakaiannya. Suzy tersenyum salah tingkah sedari tadi mengingat apa yang dilakukan Kyungsoo padanya.

Namun senyum bahagia itu berubah menjadi kemurungan ketika dia menemukan sebuah kertas memo yang sudah diremas, dengan huruf hangeul yang dibaca ‘Bae’ yang ditulis dengan pulpen.

“Apa, jangan-ja–”

“Kau sudah mengingatnya?”

Margaku…

Jebal…”

“Jangan sekarang”

***

–Flashback ON (Suzy’s side)–

Dirinya dan panitia lainnya hendak pulang setelah rapat mengenai bazaar anniversary SIHS. Suzy pulang sendirian, tanpa ditemani Kyungsoo. Kyungsoo pulang bersama Chanyeol lagi, dan Suzy sendirian mengendarai mobil.

Suzy mengendarai mobil buru-buru. Dirinya memiliki jadwal penting hari ini. Ya, pemeriksaan ulang.

19.05 @ Seoul Hospital

“Permisi. Aku ada jadwal untuk bertemu dokter Kim Soo-hyun.”sapa Suzy pada suster.

“Ah, anda nona Bae Suzy? Iya, dia sedang menunggu nona di dalam. Silahkan.”tuntun suster itu menuju ruangan sang dokter.

Kamsahabnida.

Suster itu meninggalkan Suzy di dalam ruangan itu bersama dokter Soo-hyun itu.

“Ah, 8 tahun, Suzy-ssi. Aku masih ingat kau masih kecil menangis meminta pertolonganku untuk menyembuhkan pacarmu itu. Seka–”

“Ehm, dokter? Bisa kita langsung to the point?”tanya Suzy gugup. Tangannya gemetar sedari tadi.

“Ah, aku minta maaf. Jadi,”

“Sudah 8 tahun sejak kejadian itu, nona. Apa ada tanda-tanda janggal?”

“Ah, dia suka menanyakan aku tentang kalungku ini.”jawab Suzy sambil menunjukkan kalungnya.

“Apa kalungmu berhubungan dengan masa lalunya saat bersamamu?”

“Iya.”

“Hm, ada yang lain?”tanya dokter itu ramah.

“Tidak. Tapi dia suka menanyakan kalungku ini dan terus bilang kalau dia ingin sekali punya kalung sepertiku.”jawab Suzy.

“Sudah kuduga. Perkiraan ku tepat sekali.”kata dokter itu serius.

Ne?”

“Kau tau, Kyungsoo menderita Dissociative Amnesia setelah kejadian itu. Dan memori yang dilupakannya adalah memori saat bersamamu. Hanya memorimu saja yang dilupakannya.”

“Kabar baiknya, sesuai perkiraanku, dan setelah mendengar tanda-tanda yang kau ceritakan tadi, dirinya akan mulai mengingat kembali.”

Deg.

Suzy mendengar ‘kabar baik’ itu bukannya dengan meresponnya senang, malah sebaliknya. Dirinya tentu mau Kyungsoo mengingatnya. Hanya, dia tidak mau kejadian itu terulang kembali.

“Buruknya,”

“Kemungkinan juga dia hanya mengingat 1 inti memori saja. Seperti dia hanya mengingat kalungmu itu. Sisanya tidak.”

Jujur, Suzy lebih menganggap ‘kabar buruk’ itu adalah kabar baiknya. Lebih baik dia dianggap kakaknya, dan hidup selamanya bersama dia. Daripada Kyungsoo harus berusaha keras mengingat memori tentang Suzy.

“Dan kau, nona.”kata Soohyun yang kemudian membuyarkan lamunan Suzy.

“Kau mengidap trauma cukup hebat saat itu. Aku mohon dengan sangat, jangan memikirkan hal ini dengan serius. Jika kau memikirkan hal ini terus menerus, kau bisa stress, dan dampak paling buruknya kau bisa mati.”jelas Soohyun.

Suzy hanya menatap kosong ke arah depannya. Dirinya hanya mendengar penjelasan dokter itu dengan hati yang tersayat. Dia ingin hidup seperti ini. Tidak mau mengulang lagi kejadian itu.

“Jika kau ingin mengetahui lebih lanjut, bacalah hasil yang sudah kuketik rapi di amplop ini.”kata Soohyun sambil menyodorkan amplop itu.

Suzy kemudian meninggalkan ruangan dokter Kim itu, mengucapkan terima kasih.

“Ingat, jangan pikirkan apapun yang berkaitan dengan hal ini”saran Soohyun.

Suzy hanya mengangguk kepalanya pelan, lalu berpamitan.

Kyung, jebal. Aku mohon lupakan kejadian itu. Aku ingin hidup sebagai kakakmu saja. Itu sudah cukup.

–Flashback OFF–

***

Suzy berjalan gontai ke arah Kyungsoo yang sedang menunggunya mengingat penjelasan dokter Kim itu. Trauma yang dialaminya saat kecil itu menjadi penyebab mengapa dirinya harus dirawat di rumah sakit kemarin. Trauma yang dideritanya kembali menyerang. Mungkin itu akan menyiksa dan membunuh Suzy pelan-pelan.

Yak! Ppali!”seru Kyungsoo dari lobby.

Suzy hanya mengangguk. Dirinya tak sanggup mengucapkan satu suku kata apapun.

***

Kyungsoo dan Suzy kini berada di dalam mobil, hendak menuju pulang ke rumah mereka. Kyungsoo yang mengendarai mobilnya menuju pulang, sedangkan Suzy hanya duduk manis menikmati pemandangan.

Nuna, besok aku ada camp remaja. Hanya angkatanku saja yang ikut camp. Mungkin kau sendirian di rumah. Apa aku tidak ikut saja agar–”

“Kau ikut saja. Aku sudah sembuh kok. Lagian kau sudah tidak masuk selama 3 hari.”potong Suzy.

“Tapi–”

“Sudah, ikut saja. Kau tidak lihat aku sudah bisa cerewet seperti dulu lagi?”jawab Suzy memastikan.

Kyungsoo melihat Suzy sejenak, kemudian menganggukkan kepalanya pelan.

“Berapa lama kau akan camp? Ke mana?”

“5 hari, ke daerah Ilsan.”jawab Kyungsoo.

“Ah, sendirian juga. Enaknya~”lega Suzy sambil merentangkan tangannya ke atas.

Tsk. Senang sekali kau, nuna. Kau mau aku pergi selamanya? Supaya ka–”

Andwae!”teriak Suzy.

Kyungsoo yang mendengar teriakan Suzy yang cukup kencang langsung mengerem mobilnya mendadak karena kaget.

“Yak! Nuna kau ini kenapa? Aku kan hanya bercanda, kenapa kau menganggap itu serius? Dan juga kenapa kau harus berteriak? Ka–”

“Maaf. Aku tadi melamun, memikirkan hal aneh-aneh. Sudah, jalankan mobilnya.”perintah Suzy.

Kyungsoo menatap Suzy cemas. Biasanya nuna tidak seperti ini, pikirnya.  Lalu dia mulai menjalankan mobilnya kembali.

Jebal. Tolong jangan biarkan hal itu terjadi.“lirih Suzy dalam hati sambil menggigit jarinya gugup.

***

Keesokan harinya, Suzy mengantarkan Kyungsoo ke sekolah. Suzy tidak memiliki jadwal belajar, karena para guru akan menemani angkatan Kyungsoo yang pergi camp.

“Kyung-ah, hati-hati kau disana. Jaga perilakumu, jangan berkelakuan seperti cacing kepanasan. Arraseo?”

“Kau juga nuna. Jangan mentang-mentang tidak ada aku di rumah kau keluyuran saja. Jaga kesehatanmu. Jangan pergi bersama Jongin. Ja–”

“Sudah sana masuk bis. Bawel sekali. Siapa kakaknya?”

Tsk. Ya sudah. Aku pergi dulu. Bye“pamit Kyungsoo sambil melambaikan tangannya ke arah Suzy dengan senyum.

Suzy kemudian melambaikan tangannya kembali ke arah Kyungsoo. Lalu menunggu bis yang dinaiki Kyungsoo menjalankan rodanya. Dilihatnya bis itu mulai bergerak meninggalkan sekolahnya, lalu dirinya kembali ke mobil untuk pulang.

***

“AAAAAH”teriak Suzy setelah dirinya menginjakkan kakinya di rumah. Akhirnya Suzy bisa mengistirahatkan pikirannya selama 5 hari ke depan. Jujur, melihat Kyungsoo terus menerus membuat memori akan masa lalu nya terus diputar kembali oleh otaknya.

Dirinya lalu merebahkan dirinya di atas kasurnya, hendak menutup matanya sejenak.

Tok tok tok

“Aduh, aku baru saja merebahkan diriku sebentar.”

Tok tok tok

Aish, jinjja! Tunggu sebentar!”

Suzy menuruni tangga hendak membukakan pintu untuk tamu yang tak diundang itu.

Nuguse–

“Suzy-ah! Aku sangat merindukanmu!”sapa tamu itu yang langsung memeluk dirinya erat.

Suzy yang dipeluk itu mengernyitkan alisnya bingung. Dia tidak mengenal siapa tamu itu yang seenaknya memeluknya tanpa izin.

Tamu itu lalu melepaskan pelukannya. Menatap Suzy dengan tatapan bingung.

“Kau, tidak mengingatku? Ah, bodoh. Kita sudah hampir 10 tahun tidak bertemu!”seru tamu itu yang ternyata seorang perempuan.

Perempuan itu kemudian membuka tas slempangnya, mengobok-obok tas itu sampai dia menemukan barang yang dicarinya.

Igeo! Lihatlah dengan teliti.”kata perempuan itu sambil menyodorkan sebuah bingkai foto. Terdapat foto 2 perempuan kecil yang saling merangkul. 2 anak itu memakai baju dengan inisial nama mereka masing-masing. 1 anak itu memakai baju berinisial I, 1 nya lagi S.

“Bagaimana? Kau sudah ingat?”

Suzy menjawab perempuan itu dengan gelengan pelan. Suzy memang mengingat foto itu, dan salah 1 anak dr foto itu adalah dirinya.

Aish. 10 tahun aku tidak bertemu denganmu, kau sudah lupa? Bahkan namaku saja kau lupa?”tanya perempuan itu tidak percaya.

Perempuan itu lalu membuka sebuah kotak kecil berisi kartu nama orang itu, lalu menyodorkan kartu namanya.

Suzy menerima kartu itu, membaca tulisan yang tertera di kartu itu. Ekspresi Suzy kemudian berubah menjadi tidak percaya kartu nama tersebut.

“I–I–I–Irene eonni?”

-rcl as always-

12 responses to “누나 — Chapter 9

  1. Pingback: 누나 (Sister) — Chapter 11 | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s