[ONE SHOOT] COLD AT NIGHT

large (111)

Author : ohohmr || Main Cast : Kim Myungsoo INFINITE as Myungsoo – Bae Suzy MISS A as Suzy || Genre : Romance, Sad || Rating : PG-15 || Length : One Shoot || Disclaimer : Cast adalah milik Tuhan dan cerita adalah milik saya. Thanks.

Summary : Angin malam menerpaku, aku menggigil di buatnya. Bisakah kau memelukku seperti dahulu saat kita bersama?

(VIXX-Cold at Night)

Lagu Cold at Night ada di dalam album VIXX yang berjudul “Love Equation”. Silahkan mendownload lagu ini. Di jamin kalian bakal suka deh😀

Happy Reading~

.

.

.

.

Cold at Night

.

.

.

Apa yang telah terjadi di masa lalu telah membawa Suzy kepada mimpi buruknya. Ia terlihat seperti orang gila yang selalu kambuh di setiap waktunya. Hari-harinya terus-menerus kelam.

Gadis itu kini sedang duduk bersandarkan tembok, tangannya menggenggam erat sebuah foto yang di dalamnya terdapat seorang lelaki yang sedang tersenyum ceria bersama seorang gadis yang tak lain dan tak bukan adalah dirinya.

Gadis itu tak henti-hentinya menatap lekat foto lelaki yang saat itu berfoto di sebelahnya sambil menggenggam erat tangannya. Kim Myungsoo, lelaki yang ada di foto itu merupakan kekasih Suzy. Wajah Suzy yang saat ini terlihat letih menjadi semakin kelam ketika tiba-tiba saja air matanya perlahan mulai berjatuhan, makin lama menjadi semakin deras tanpa dapat ia bendung. Tangisan itu terdengar hampa karena tak sedikit pun terdengar suara isakkan. Suzy menangis tanpa ekspresi, ia menatap ke dalam foto yang di genggamnya dan entah kenapa pikirannya malah menyusur ke masa lalu.

FLASHBACK ON

“Sebenarnya apa yang kau rahasiakan?” Suzy menatap lekat-lekat wajah Myungsoo. Ia tak sabar mendengar sebuah jawaban, ia berharap penantiannya selama beberapa tahun belakangan ini tidak sia-sia. Ia ingin sebuah jawaban, jawaban yang tentu saja tidak mengecewakan.

Mereka sedang berada di sebuah cafe outdoor yang berada di seberang jalan raya Seoul. Kedua orang itu saling duduk berhadap-hadapan. Suzy melemparkan tatapan menginterogasi kepada Myungsoo.

Lelaki itu berdeham, kemudian ia memperbaiki posisi duduknya. Dengan penuh kelembutan Myungsoo meraih tangan Suzy yang terkepal erat. Semacam ada perlawanan, Suzy tak mengijinkan Myungsoo meraih tangannya. Padahal.. jauh di lubuk hati yang terdalam, Suzy sangat membutuhkan hal itu, namun kekuatan gengsi mengalahkan segalanya.

Myungsoo menyerah, ia menghembuskan napas dengan sedikit kasar, agak kesal mungkin terhadap sikap Suzy yang sensitif.

“Kutanya sekali lagi, sebenarnya apa yang selama ini kau rahasiakan dariku?” ujar Suzy, nada suaranya terkesan tak sabaran karena memang itulah yang ia rasakan. Ia ingin Myungsoo memberitahukan semuanya, semua yang telah lelaki itu sembunyikan dari padanya.

“Tidak ada rahasia. Yang ada hanya sesuatu yang tidak kau ketahui.”

“Aku tahu kau merahasiakan sesuatu. Sudahlah, jangan bertele-tele. Cepat katakan yang sejujurnya. Kemana saja kau selama ini hm? Apa kau sudah mempunyai seorang gadis baru?” Suzy tersenyum kecut.

“Bukan seperti itu, hanya saja aku sedang sibuk.”

“Hanya itukah yang dapat kau katakan padaku setelah sekian lama penantianku ini? Sudah 2 tahun aku menunggumu. Aku tahu kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi setelah kau memutuskan hubungan secara sepihak lewat pesan singkat.”

“Aku.. aku tidak mengerti maksudmu. Aku tidak pernah mengakhiri hubungan kita. Kau sudah salah paham..”

“Bagaimana aku bisa salah paham!? Kau berkata ‘Sebaiknya kita tak usah saling bertemu lagi’. Kau ingin bukti? Aku masih menyimpan pesan itu di ponselku!” Suzy merogoh ke dalam tasnya, mencoba meraih poselnya yang tertimbun dengan barang-barang lain.

Myungsoo memegang pergelangan tangan Suzy, “Sudahlah.. tidak usah, aku akui itu memang benar. Aku memang mengirimu pesan itu, tapi itu tidak berarti aku memutuskan hubungan kita. Percayalah!”

“Ya, anggap saja kau tidak benar-benar mengakhiri hubungan, tapi kenapa kau tidak pernah menghampiriku dan menjelaskan semuanya? Jika seperti itu sejak lama, aku tidak akan salah paham terus. Selama 2 tahun ini kau menggangtungku. Tak ada kabar, dan tiba-tiba saja kemarin kau mengirimiku SMS untuk bertemu disini. Sebenarnya kenapa tidak sejak lama kau mengajakku bertemu?” mata Suzy mulai berkaca-kaca. Suaranya bergetar saat berbicara tadi.

“Aku.. aku..” Myungsoo berkata dengan terbata-bata. Lelaki itu menundukkan kepalanya, sesekali ia memijit pelipisnya. Kepalanya mulai sakit sekarang, sebenarnya keputusannya untuk bertemu Suzy hari ini adalah kesalahan terbesarnya. Seharusnya ia tak usah bertemu Suzy jika keadaannya sedang seperti ini.

“Setidaknya bisakah pertama kali kau mengucapkan permintaan maaf kepadaku?!”

“Maaf,” lirih Myungsoo. “Aku juga tak ingin seperti ini, tapi keadaanlah yang membuat semuanya menjadi rumit. Rencananya aku akan menemuimu hari ini dan tak akan pernah menemuimu kembali..”

Suzy tersentak kaget. Ia ingin memprotes, namun Myungsoo mengisyaratkan Suzy untuk diam. Lelaki itu menaruh telunjukknya di depan bibirnya.

Wajah Myungsoo terlihat berat untuk meneruskan perkataannya, sempat beberapa kali ia menarik kemudian menghembuskan napas panjang. Lelaki itu mencoba untuk yang kedua kalinya, ia kembali meraih sebelah tangan gadis di depannya lalu kemudian menggenggam erat ujung jemari Suzy.

“Aku sungguh-sungguh mencintaimu Bae Suzy,” Myungsoo mengecup punggung tangan Suzy dengan lembut. Ia menaruh tangannya di pipi Suzy. Ah.. sudah lama sekali ia tak merasakan lembutnya kulit Suzy. “Percayalah..”

Suzy terenyuh sesaat, ia tak memberikan perlawanan ketika tadi Myungsoo sempat mengecup tangan serta menyentuh pipinya. Biarkanlah semua seperti ini, Suzy terlalu merindukan lelaki itu serta sentuhan tangannya yang membuat Suzy terbuai dan melupakan masalahnya sejenak.

“Aku butuh sebuah penjelasan Myungsoo-ya,” Suzy mencoba untuk berbicara setelah sempat bungkam sejenak karena sentuhan Myungsoo.

“Aku akan memberitahukan semuanya, jadi dengarlah baik-baik dan kuharap kau tak mengasihaniku.”

“Apa maksudmu?!” seru Suzy, wajah gadis itu terlihat bingung ketika mendengar perkataan Myungsoo.

“Tenanglah.. aku hanya akan memberitahukanmu sekali saja. Sebenarnya selama ini aku sedang dalam masa terapi. 2 tahun lalu Dokter memvonisku mengidap penyakit Alzheimer. Otakku mengalami suatu gangguan dan selama 2 tahun itu aku sama sekali tak dapat mengingatmu, itulah mengapa aku tak pernah muncul lagi di hadapanmu. Aku mengalami demensia, dan aku bersyukur seminggu yang lalu terapiku mulai bereaksi. Aku kembali mengingat memoriku yang sempat hilang, dan aku kembali mengingatmu.” Myungsoo tersenyum, mata lelaki itu memancarkan kejujuran. Suzy tahu Myungsoo tidak akan berbohong.

“Lalu apakah kau sudah sembuh sepenuhnya sekarang?”

“Belum, maksudku tidak akan pernah. Alzheimerku tak dapat dimusnahkan, penyakitku ini tidak dapat sembuh karena sudah terlalu parah. Dokter hanya dapat memperkecil tingkat demensiaku, semakin bertambahnya umurku, maka Alzheimer akan cepat berkembang ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Aku akan melupakan segalanya, dan mungkin tak dapat mengingat kembali. Sebelum hal itu terjadi, aku ingin berterimakasih kepadamu karena telah menungguku selama ini. Aku tahu bahwa kau sempat berpikiran yang tidak-tidak tentangku, dan hari ini aku akan meluruskan semua itu, inilah kebenarannya.”

Myungsoo menatap Suzy, ia segera menghapus air mata gadis itu ketika dilihatnya derai air mata terus berjatuhan di pipinya. Myungsoo tahu bahwa Suzy sangat terpukul mendengar kebenaran ini. Tapi ia harus memberitahukannya sekarang atau tidak selamanya. Lelaki itu berdiri dari tempatnya duduk, ia berjalan kemudian berdiri di belakang Suzy yang masih duduk di kursinya. Myungsoo memeluk Suzy, ia melingkarkan kedua tangannya di leher Suzy. Pelukan itu bukannya membuat Suzy menjadi baikan melainkan membuat Suzy tambah menangis. Ada sedikit penyesalan dalam hati Suzy, masalah ia mencap Myungsoo sebagai seorang lelaki brengsek yang meninggalkannya begitu saja beberapa tahun lalu.

“Maafkan aku, aku tidak tahu bahwa kau sakit. Aku memang egois, hanya memikirkan perasaanku sendiri tanpa memikirkan perasaanmu. Aku pantas di hukum!” Suzy kembali terisak, gadis itu menggenggam tangan Myungsoo yang melingkari lehernya. “Kau tidak salah.. akulah yang harus di salahkan!”

“Sudahlah,” Myungsoo menepuk pundak Suzy beberapa kali, ia sedang mencoba menenangkan gadis itu. “Jangan seperti ini, kau tidak boleh menyalahkan dirimu. Tidak ada yang perlu di salahkan. Yang terpenting saat ini adalah.. kita sudah bersatu kembali dan kuharap selama-lamanya akan seperti ini… aku sungguh-sungguh dan sangat-sangat mencintaimu Bae Suzy,” bisik Myungsoo di sebelah telinga Suzy. Kata-kata itu menggelitik ke dalam telinga Suzy. Gadis itu kini sudah menghentikan tangisannya.

“Ya.. aku juga mencintaimu Myungsoo-ya!” Suzy berdiri dan langsung menghambur ke pelukan Myungsoo. “Kumohon jangan tinggalkan aku lagi..”

“Baiklah,” Myungsoo menepuk pelan punggung Suzy sambil mengecup pipi gadisnya itu berkali-kali.

Namun tiba-tiba sesuatu terjadi..

Firasat buruk menghantui pikiran Suzy ketika gadis itu melihat Myungsoo yang tiba-tiba saja melepaskan pelukan dengan cepat lalu meronta kesakitan sambil memegangi kepalanya.

“Kau kenapa?!” Suzy histeris ketakutan.

Ini sudah larut malam dan cafe sepi pengunjung sementara para pelayan berada di dalam ruangan.

Urat-urat mulai bermuculan di sekitar wajah Myungsoo dan seketika itu juga lelaki itu terjatuh dan tak sadarkan diri.

Suzy menjerit dan berteriak, namun tak ada jawaban.

FLASHBACK OFF

Myungsoo-ya… malam itu kau pergi tanpa pamit terlebih dahulu. Padahal jelas-jelas kau sudah berjanji bahwa kau tidak akan pernah meninggalkanku seorang diri. Saat itu aku hanya bisa menangis dan menjerit minta tolong, tak ada yang bisa kulakukan selain dua hal itu. Aku terlalu panik saat itu dan seketika otakku kosong, aku jadi seperti orang bodoh yang tak tahu harus berbuat apa. Maaf… Di tambah lagi malam semakin larut dan angin malam menerpa tubuhku, aku menggigil di buatnya. Bisakah kau memelukku seperti dahulu saat kita masih bersama? Kumohon…



Hai??? Maaf aku belum sempet ngepost Melody of Love episode selanjutnya. Mohon di tunggu. Aku ngebuat FF ini hanya untuk selingan aja sambil menunggu post’an Melody of Love selanjutnya. Mohon kritik dan sarannya ^^

30 responses to “[ONE SHOOT] COLD AT NIGHT

  1. Duh, sedih 😭
    Sad ending, atitnya disini 😫
    MyungZy 😭
    Baguuuus 👍
    Fighting aja deh buat authornya 😘

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s