[Freelance] L’Histoire et L’Art Chapter 2

PhotoGrid_1431258861961

Title : L’Histoire et L’Art (History and Art are The Best Partner) | Author : kawaiine | Genre : Family, Marriage Life, Romance | Rating : PG-15 | Main Cast : Bae Soo Ji (Suzy) , Kim Soo Hyun | Other Cast : Kim Sang Bum, Kim So Eun, Jang Wooyoung, Lee Ji Eun ,etc (find by your self)

Disclaimer :

This Fan Fiction is Fiction and this cast belong to god. This plot is mine. Sorry for typo. Happy reading guys^^,

 

To: Soo Hyun Oppa
From: Suzy
“Ah, pernah Oppa.”
To:Suzy
From:Soo Hyun Oppa
“Lalu bagaimana perasaanmu?Campur adukkah? Ketika di dekatnya, apa kamu merasa nyaman?.”
Oppa..Mengapa kau seperti mendeskripsikan perasaanku.
To:Soo Hyun Oppa
From:Suzy
“Ya,begitulah..Sangat nyaman. Oppa, aku mengantuk.”
To :Suzy
From:Soo Hyun Oppa
“Ne, selamat tidur Bae Agasshi.”
Akupun menyimpan handphone ku, dapat kurasakan detak jantungku semakin tak beraturan. Aku memutuskan untuk menarik selimut yang terlipat rapi,kututup sebagian dari tubuhku. Tak terasa, akupun terpejam.

Kim Soo Hyun POV

Aku menunggunya. Seperti yang ku katakan tadi malam, aku menunggunya dibawah bangunan tua ini. Bangunan yang sangat aku sukai.
“Oppa!” ia berlari menghampiriku, dengan setelan mantel tebal dan rambut yang terurai. Cantik
“Suzy-ah.” aku segera melangkah membawanya berjalan ke lapangan.
“Oppa, semalam itu..Maaf aku tertidur lebih dulu.”
“Gwenchana, aku mengerti kamu pasti sangat lelah sehabis berkeliling Paris.”
“Apakah Oppa menyukai seseorang?” tak ku sangka ia mampu melayangkan pertanyaan seperti itu.
“Ne, aku sedang menyukainya, namun kurasa aku akan terlalu cepat jika menyatakannya sekarang, bukankah wanita seperti itu? Jika pria terlalu cepat menyatakan cintanya kepada wanita yang baru saja ia temui, wanita tak akan percaya. Begitukan?.” jawabku
“Oh,ne Oppa.. Tapi jika kau terlalu lambat menyatakan juga tidak baik. Waktu itu adalah sesuatu yang sangat berharga. Manfaatkan waktumu sebaik mungkin Oppa.” jawabnya
“Untuk?.”
“Untuk segala hal. Tapi, dalam kasus ini ku rasa Oppa harus cepat menyatakannya.”
Haruskah secepat ini Suzy-ah?
“Oh, ne.. Arra..Gomawo Suzy-ah.” jawabku dengan sedikit gugup.
Tiba-tiba 1 orang pria dan 1  wanita menghampiri kami. Tak asing bagiku, tapi pasti asing bagi Suzy. Ku lihat tatapan Suzy yang bingung.
Salut* Soo Hyun.” pria itu menghampiriku.
“Oh, Salut!” ucapku
Tu t’appelles comment?” wanita di sebelahnya bertanya pada Suzy.
“Oh, Je m’appelle Suzy” Suzy menjawab pertanyaan wanita itu.

Suzy POV
Seorang pria dan seorang wanita menghampiri kami, wanita itu bertanya padaku, aku tahu ia menanyakan kepadaku siapa aku. Untunglah aku bisa menjawabnya. Tapi kulihat Soo Hyun Oppa membisikkan sesuatu kepada pria dan wanita itu, dan kulihat pria dan wanita tersebut mengangguk-angguk.
“Oh, Suzy. I’m Joseph from Historical Departement, and she is my wife Gloria from Art Departement.”
“Nice too meet you Joseph, nice too meet you Gloria. Gloria are you my senior?.”
“Yes, I’m your senior Suzy. You are so beautiful.”
“Thank you Gloria.”
Setelah pertemuanku dengan Joseph dan Gloria, aku belajar banyak dari seniorku, Gloria. Menyenangkan, itulah kesan pertamaku yang aku rasakan disini. Menyenangkan belajar di kota ini. Aku memiliki banyak teman yang sangat baik dan juga peduli. Akupun tak lupa dengan pria yang membuatku lebih banyak mengenal sejarah kota ini. Kim Soo Hyun, nama yang sangat berpengaruh di kampus ini karena keahliannya mengetahui banyak sejarah dunia,nama yang sangat berpengaruh juga terhadap perkembanganku di kota ini. Selesai mengikuti perkuliahan, pukul 5 sore aku memutuskan untuk membeli makanan ke supermarket, ini adalah langkah pertamaku tanpa Soo Hyun Oppa.  Setelah membeli makanan,aku memutuskan untuk kembali ke asrama, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 7 malam. Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang tidak enak di hatiku, pada saat aku hendak memasuki asrama dari pintu belakang, ku rasa ada yang mengikutiku. Tiba-tiba…..
“Ah, lihatlah kawan. Gadis yang sangat cantik bukan? Rasanya akan sangat menyesal jika aku tak berkenalan dengannya.” ujar seorang pria gendut sambil mendekatiku, benar saja.. aku di hadang oleh preman-preman yang sepertinya berkeliaran setiap malam.
“Jangan mendekat, atau aku akan berteriak.” jawabku
“Silahkan berteriak, jika ada yang mendengarmu kau akan ku beri hadiah.” ujar seorang pria kurus dengan gelak tawanya. Sesudah itu,mereka mendekatiku, berusaha untuk membawa diriku.Namun,aku tak kehabisan akal, aku melempar semua barang yang aku beli tadi kepada mereka yang jumlahnya memang bisa mengalahkanku. Tapi, tiba-tiba seorang pria yang ku kenal menghajar mereka satu persatu,sementara aku hanya duduk terdiam, tak bisa berkata apa-apa. Trauma, hanya bisa memikirkan dan menyusun kata yang akan aku ucapkan setelah pria ini menyelamatkanku. Ku lihat dari sudut sini, para preman-preman itu lari terbirit-birit. Dan, pria yang ku kenal ini menghampiriku.

Kim Soo Hyun POV
Ku lihat gadis yang ku tolong ini, sedang menatap kosong. Sepertinya sedang berusaha merangkai kata-kata. Akupun menghampirinya.
“Suzy-ah, gwenchana?.” tanyaku khawatir sembari membantunya untuk berdiri.
“Gwenchana Oppa. Terimakasih telah menyelamatkanku. Aku tidak tau jika Oppa tidak cepat datang, apa yang akan terjadi pada diriku.”
“Aku sudah bilang, aku akan melindungimu, aku juga akan menemanimu. Maka dari itu, jangan berpergian sendiri Suzy-ah. Aku mohon.” ujarku, yang tak disadari mengatakan hal yang tak seharusnya.
“Oppa…” sementara dia hanya menatapku. Tak percaya
“Aku merasa nyaman jika kau berada di sampingku,aku senang melihatmu tersenyum,tertawa. Maka dari itu, janganlah jauh dari diriku.Aku khawatir jika kau sendiri.” tanpa disadari aku menggenggam tangannya.
“Maafkan aku Oppa,aku terlalu percaya diri untuk berpergian sendiri. Maaf Oppa, telah membuatmu khawatir. Aku tidak akan melakukannya lagi. Oppa pasti kesulitan mencariku. Maaf, Oppa.”
Tidakkah sedikitnya kau menjawab apa yang aku harap dari perkataanku Suzy-ah.
“Aku senang jika melihatmu baik-baik saja sekarang, Suzy-ah. Aku akan mengantarmu ke asrama.”
Akupun menuntunnya, lalu kulihat ia yang sedang menatap barang-barang yang sudah kotor.
“Itu punyamu kan? Akan ku belikan esok.” sementara ia hanya mengangguk pelan lalu tersenyum.Kami pun berjalan untuk segera ke asrama putri,tentunya mengantar Suzy pulang.
“Oppa, apa yang akan terjadi jika wanita yang kau sukai mendengar apa yang kau katakan padaku tadi.”Ujarnya membuka percakapan.
“Lalu, apa yang kau rasakan setelah mendengarnya Suzy-ah.” jawabku, sementara langkah kami terhenti. Ia pun menatapku. Bingung
“Aku? Mengapa aku Oppa? Bukankah wanita yang kau sukai itu yang harus men.”
“Aku akan menunggu jawabanmu, apa yang akan kau katakan. Jika aku mengatakan itu pada dirimu sendiri.” ujarku
“Apakah, orang yang Oppa sukai itu
”Ne,itu adalah kau Suzy-ah, kurasa aku menyukaimu. Aku tau,terlalu cepat mungkin menyatakannya kepadamu. Namun,bukankah kau bilang jika harus cepat mengatakannya kan?.”
“Oppa, aku tidak merasa ini suatu yang terlalu cepat. Sejarah selalu ada dimanapun seni berada. Aku menyukai Oppa,ketika aku berada di sampingmu aku merasakan nyaman. Aku menyukaimu, Oppa.”
Akupun tersenyum, diikuti oleh senyumannya. Aku menyebutkan namanya, lalu memeluk dirinya. Kata “Oppa” itu yang ia sebutkan terakhir sebelum aku berhasil menciumnya.

“Kim Soo Hyun kau membawa putri cantikku ini kemana?.” Terdengar suara wanita setengah baya di depanku dan Suzy. Mrs.Vander, sedang menunggu Suzy kembali ke Asrama.
“Ah, aku hanya membawanya jalan-jalan, Miss. Maafkan aku, putrimu tadi ku pinjam sebentar. Tapi,sejak kapan Suzy kau panggil putrimu?”
“Pria muda ini, aku menjadi ibu asuh Suzy sekarang. Dia tanggung jawabku selama dia disini.” jawab Mrs.Vander  sembari mengelus lembut pipi dan rambut Suzy.
“Mam, aku baik-baik saja. Maaf telah mengkhawatirkanmu.” jawab Suzy.
“Sekarang,masuklah kedalam dan bersihkan dirimu,sayang. Aku akan membuatkan Sup untuk makan malam kita.” ujar Mrs.Vander  kepada Suzy, sangat tenang melihatnya. Mrs.Vander  memang seorang dosen dan ibu asuh asrama yang sangat perhatian, beruntunglah Suzy di pilih oleh Mrs.Vander  menjadi anak asuhnya. Di universitas ini, semua penghuni asrama memiliki ibu asuh, dimana ibu asuh itu adalah dosen sekaligus pengurus asrama. Dosen yang tinggal di asrama memilih anak asuhnya sendiri,dan mengurus mahasiswanya sebagaimana kepada anak semata wayangnya. Sepengetahuanku, Mrs.Vander  adalah seorang ibu yang di pisahkan dengan anaknya, suaminya dikenal sebagai pejabat Paris bernama Alex Vander  yang telah di eksekusi mati karena penghianatan kepada Kepala pejabat,sementara anak Mrs.Vander  diculik oleh Kepala Pejabat itu. oleh sebab itu, Mrs.Vander  tidak tau anaknya ada dimana, dan yang aku dengar anaknya seorang perempuan lebih muda 1 tahun dariku, pantas saja ia sangat menyayangi Suzy.
“Soo Hyun, kau kembalilah ke asrama. Terimakasih telah menjaga putriku.” itu kata terakhir yang Mrs.Vander  ucapkan yang aku jawab dengan anggukan lalu berjalan menuju asrama putra sebelum ia masuk kedalam asrama putri.

Paris, 12 Juli 2011
Pada musim panas kali ini, seorang gadis berlari menuju koridor dimana kelasnya berada, gadis itu tampak sangat terburu-buru karena kabar yang mengejutkan baru saja sampai di telinganya.

Suzy POV
Musim panas ini membuatku sangat haus, karena matahari berada di ujung.Kini,aku telah fasih berbahasa Prancis. Sejak di kelas tadi, aku tak berhenti menggoyangkan pensilku di kertas yang berada di atas meja kelasku. Namun, suatu suara orang yang sedang berlari menghentikan aktivitasku, pasti itu adalah Jane, gadis yang paling heboh di kelas departemen seni B. Semua orang memanggilnya Miss News,karena apa yang terjadi di kampus, Jane selalu mengetahuinya. Dari mulai perceian antara Kepala Departemen Komunikasi , perselingkuhan antara mahasiswa,hingga kematian Valsque mahasiswi geografi yang sangat cantik karena di perkosa oleh Dosen Statistika, lalu di bunuh, sehingga menyebabkan dosen statistika itu di hukum berat. Kali ini,berita apalagi yang akan kau bawa Jane..
“Teman-temanku…hhh…hhh.” ucapnya sembari dengan nafas yang terengah-engah. Sementara Robin, pria yang paling mengerti Jane ini langsung membawakan minum untuk Jane yang telah diberi sedotan, lalu Jane meminum air mineral yang dibawakan Robin.
“Katakanlah sekarang,Miss Everything. Semoga saja berita yang kau sajikan kali ini bukan tentang percintaan.” ujar salah seorang pria yang sedang duduk di ujung bernama Marvley.
“Bukan, kali ini berita yang sangat mengejutkan. Dari direktur utama, bulan depan adalah wisuda untuk angkatan 2007.” ujar Jane, sementara para penghuni kelas mendesah kecewa, ada pula yang mendecak sebal.
“Jane, kau ini. Kau kira kami bodoh? Kami juga tahu, setiap tahun selalu ada wisuda untuk mahasiwa tingkat akhir. Kau ini benar-benar menyebalkan.” timpa Dave, seorang pria yang dikenal usil.
“Masih ada kelanjutannya, karena sebulan lagi adalah wisuda untuk angkatan 2007. Direktur utama mengumumkan bahwa ada 10 orang mahasiswa  angkatan 2009 akan ikut wisuda juga, dengan kata lain lulus lebih cepat karena prestasinya selama disini dan kepintarannya juga.” jawab Jane.

Sementara semua penghuni kelas menatap ke arahku, aku hanya menatap kebingungan ke arah mereka, lalu Marvley menghampiriku.
“Suzy, sepertinya kebersamaan kita denganmu hanya sampai di tahun kedua.” ujarnya dengan wajah yang sangat penuh dengan kesedihan yang dibuat-buat, Marvley adalah seorang playboy kampus, mahasiswi tingkat berapapun pasti mengenalnya, dan dibuat bertengkar karena Marvley. Terakhir kudengar, mahasiswi departemen komunikasi dan mahasiswi departemen sejarah.
Aku memang telah mendapat banyak prestasi selama disini, dari mulai lomba internasional melukis pasir, lomba menciptakan lagu, lomba melukis dinding, lomba mendesain baju,mendapat juara pertama sudah tak asing lagi bagiku. Semua ku atas namakan kampus, aku tidak pernah mengatasnamakan sendiri, karena aku juga tidak akan bisa menjadi juara jika aku tidak belajar kembali disini. Semua piala dan medali yang aku dapat, menjadi “mainan” baru Mrs.Vander  di kamar asramaku yang selalu ia bersihkan setiap hari. Belum di dalam bidang akademik, aku sangat menyukai mata kuliah umum seperti statistika,sosiologi,komunikasi, sehingga nilaiku selalu mendapat yang paling bagus.
“Marvley, kau ini berlebihan.” jawabku
“Hei, Marvley. Jika senior Soo Hyun melihatmu, kau akan dijadikan bahan penelitian dengan cara di hajar terlebih dulu.” timpa Robin. Aku hanya tertawa kecil.Sementara Marvley hanya tersenyum lebar ke arahku,menampilkan barisan giginya yang putih.
“Lalu, Jane. Kapan list mahasiswa terbaik itu akan di umumkan?.” Tanya Dave.
“Kudengar lusa list itu akan di tempelkan di mading dekat departemen sejarah.”

Kim Soo Hyun POV
Aku sedang berbahagia mendengar kabar itu, kabar yang mungkin akan membuatku dan Suzy lulus bersamaan karena Suzy memang gadis yang cerdas. Aku berjalan ke arah perpustakaan. Aku menyusuri buku dimana seni berada, disitu pula pasti ada dirinya.
“Suzy.” akupun berbisik di telinganya, mengganggu dia yang sedang asyik membaca buku. Ia pun menoleh ke arahku, membalikkan badannya yang dibalut oleh dress merah muda dengan cardigan hijau.
“Wae, Oppa? Kau pasti sedang bahagia karena mendengar kabar direktur utama,bukan?.”
“Kau ini, tahu saja. Aku harap namamu masuk kedalam list mahasiswa terbaik.” Dapat kulihat senyumannya.
“Bukankah Oppa calon lulus cumlaude? aku dengar Oppa sangat menguasai sejarah dunia.Oppa.,Aku juga sangat mengharapkan itu, agar Oppa lebih cepat menepati ini.” jawabnya sambil menunjukkan sebuah cincin yang ku berikan padanya. Cincin permata hijau harmonis seperti batu permata yang ada di mahkota istri Napoleon III. Akupun segera menarik tangannya dan mencium tangannya.
“Aku mengerti nyonya Kim. Jangan khawatir.” jawabku.
“Oppa, berapa banyak buku yang ada disini? Kudengar kau selalu menghabiskan waktu disini, aku saja pusing melihatnya.”
“Sekitar 3 juta buku, Suzy-ah. 17.500 diantaranya berisi tentang bidang kita,Humaniora.” jawabku yang diikuti dengan anggukannya.
“Oppa, kemarin tak sengaja aku melihat di laptopmu, foto keluargamu. Kau memiliki seorang kakak laki-laki dan kakak perempuan.?” Tanya Suzy kembali ketika kami duduk di bangku perpustakaan.
“Ne, tapi yang perempuan adalah kakak iparku, namanya Kim So Eun, dan hyung ku, bernama Kim Sang Bum.”

“Kau beruntung sekali,Oppa. Keluargamu tampak harmonis. Aku senang melihatnya.” ujar Suzy
“Ya,sangat beruntung sekali. Tapi, hyung-ku ini sudah menikah 3 tahun, namun belum memiliki anak. Terkadang aku sangat merasa kasihan padanya.” jawabku.
“Mungkin belum waktunya saja,Oppa. Jika aku ada kesempatan untuk bertemu dengan So Eun Eonni,akan ku semangati dia untuk terus berusaha.” ujarnya yang diikuti oleh tawaku.
Sedikit ku ceritakan tentang keluargaku, keluarga Kim. Perusahaan Asuransi terbesar se-Korea selatan “Shinhan Financial Group” adalah perusahaan yang di pimpin oleh ayahku,Kim Cheong Hoon. Kini, Kim Sang Bum kakak laki-laki ku, tengah membantu Appa memimpin perusahaannya. Kim Sang Bum kakakku menikahi seorang wanita bernama Kim So Eun, namun mereka belum saja dikaruniai seorang anak. Terkadang, aku juga merasakan kesedihan dan kekesalan hyung ketika Eomma dan Appa selalu bertanya tentang cucu. Apalagi, sekarang Eomma selalu mengiming-imingkan warisan yang akan diserahkan kepada hyung jika hyung cepat memiliki anak.

Paris, 14  Juli 2011
Hari ini adalah pengumuman mendebarkan untuk seluruh keluarga mahasiswa University of Paris, pasalnya.. pengumuman mahasiswa yang akan wisuda cepat di umumkan hari ini, sebelum di pasangkan di mading, mahasiswa yang penasaran telah bergerumul memadati mading. “Trap..Trap..” pertemuan antara sepatu dan lantai keramik itu membuat suasana yang awalnya gaduh menjadi tentram.

Suzy POV
Akupun melihat Mrs.Paul berjalan menuju mading, lalu ia menunjukkan senyuman manisnya pada semua mahasiswa. Dan ia langsung menempelkan selembar kertas list di mading, setelahnya ia langsung meninggalkan daerah departemen seni.Akupun melihat sesuatu yang sangat menggembirakan di kertas itu, serasa hatiku ingin saja keluar menari bersamaku. Dalam kebahagiaanku, ku sebut namanya, Kim Soo Hyun. Namaku tertera di lembaran kertas yang Mrs.Paul tempelkan, berada di peringkat satu. Kabarnya, peringkat satu adalah mahasiswa yang paling terbaik. Akupun melihat ia dari jendela atas gedung departemen sejarah, Soo Hyun Oppa yang sedang berjalan ke gedung olah raga. Aku berlari menghampirinya.
“Oppa…” Akupun menatapnya dalam-dalam.
“Suzy-ah, apa yang ter—“ sebelum ia menyelesaikan perkataannya, aku memeluknya.
“Oppa,aku terpilih untuk wisuda bersamamu. Aku sangat senang,Oppa..Sangat senang.” ujarku menangis bahagia.
“Jinja?Suzy-ah, chukkae. Aku sangat senang mendengarnya.” Iapun mengeratkan pelukannya kepadaku,tak ada kata-kata yang dapat kami ungkapkan. Bahagia,benar-benar bahagia.

Selesai mengikuti kuliah, aku segera menuju Asrama, kulihat Mrs.Vander  yang sedang menatap fotoku bersamanya dengan tatapan sedih dikamarku. Bahkan, ia sama sekali tak menyadari bahwa aku berada di dekatnya.
“Kecantikanmu berkurang Mam, jika kau bersedih seperti itu.” ujarku sambil memeluknya
“Kau sedang merayuku, sayang. Selamat atas keberuntunganmu hari ini yang menentukan masa depanmu bersama Soo Hyun.” jawabnya diikuti elusannya di puncak kepalaku.

Jujur, selain Soo Hyun Oppa yang membuatku nyaman dan teman-temanku yang baik, Ibu asuhku ini juga merasakan bahwa aku memiliki seorang ibu di Paris.
“Kau tidak bahagia jika aku berhasil wisuda tahun ini, Mam?”
“Untuk keberhasilan putriku, dan kecerdasannya apa yang membuatku tak bahagia. Aku sangat bahagia, sayang..tapi,aku akan kesepian disini. Siapa yang akan menemaniku dan siapa yang akan aku urus.” jawabnya, tak terasa mataku menitikkan air berharganya, diikuti oleh isakan kecil dari Mrs.Vander.
“Mam, maafkan aku jika aku membuatmu bersedih.”
“Tidak, putriku. Aku tidak sedih, aku hanya akan merindukanmu..”

Paris,20 September 2011
Kim Soo Hyun POV

“Kim Soo Hyun, dengan ini saya Luerdge de Louis menyatakan,meresmikan, bahwa anda mahasiswa  University of Paris, lulus cumlaude dengan nilai akhir yang sempurna bergelar sarjana. Terimalah penghargaan dari saya,selaku direktur utama.”
Suara riuh tepuk tangan dan teriakan menyambut akhir dari kata yang di ucapkan pria bernama Luerdge de Louis itu. Dapat ku lihat orang-orang tersayangku, Eomma, Appa, Hyung, Noona, menghadiri upacara wisudaku. Tak lupa dengan, keluarga baru yang akan menyambutku, Tuan Bae, Nyonya Bae, dan Calon Iparku. Tak lama kemudian setelah aku menerima penghargaan dan duduk di kursi depan,kulihat ia yang begitu cantik dalam balutan baju toga.
“Bae Suzy, dengan ini saya Luerdge de Louis menyatakan,meresmikan, bahwa anda mahasiswa  University of Paris, lulus cumlaude dengan nilai akhir yang sempurna bergelar sarjana,lulus dengan cepat,menempuh pendidikan 2 tahun. Terimalah penghargaan dari saya,selaku direktur utama.”
Aku bisa melihat kebahagiaan terpancar di wajah keluargaku dan keluarganya, aku memang sudah mengenalkan Suzy kepada Eomma dan Appa juga Hyung dan Noona, mereka tampak setuju dan menyukai Suzy. Begitupun sebaliknya, Suzy telah mengenalkanku pada keluarganya dan keluarganya menunjukkan respons positif padaku. Tak lupa, kebahagiaan dari Mrs.Vander, ibu asuh Suzy. Setelahnya, aku dan Suzy duduk bersebelahan, lalu kami merencanakan sesuatu.
“Kau masih ingat restoran tempat Tom Cruise melamar istrinya?.” ujarku
“Tentu, tapi aku sudah tak mau dilamar disana. Pasti Oppa akan membahas tentang aku yang ingin dilamar disana,kan?” jawabnya
“Heem, kenapa kau sudah tak mau.?” tanyaku kembali
“Karena,dimanapun Oppa akan melamarku, tak peduli dengan suasananya. Aku pasti akan menerimanya”jawabnya yang diikuti oleh tawaku. Kamipun segera bangkit dari duduk,lalu segera berfoto wisuda bersama keluarga dan teman-temanku.
Siang ini, aku akan mengajak keluargaku dan keluarga Suzy untuk mengunjungi Taman Nasional Mercantour.Sesampainya disana……
“Suzy, Soo Hyun,ini tempat apa?.” Tanya Ny. Bae
“Ini pertama bagiku mengunjungi tempat seluas dan seindah ini.” Ucap Eomma terpana melihat pemandangannya.
“Ini adalah Taman Nasional Mercantour Eomma,Eommonim. jantung puncak pegunungan ini terdapat monumen bersejarah, Vallee des Merveilles”. Ujar Suzy menerangkan kepada mereka
“Dan di kaki Mont Bego, para pendakidapat melihat 37.000 petroglif*.” Ujarku menyambung jawaban Suzy.
“Ah, kalian ini benar-benar cocok untuk menjadi sepasang suami istri, lihatlah, walaupun kalian mengambil konsentrasi Sejarah atau Seni, Sejarah akan mengetahui Seni, dan Seni akan mengetahui Sejarah.” ujar Appa.
“Ne, itu benar kawanku. Cepat,tentukan saja tanggalnya.” ujar Tn.Bae sambil merangkul bahu Appa,seperti anak muda saja. Hehe
“Betul hyung  yang dikatakan oleh Tn.Kim, aku jadi tidak sabar menunggu dimana sejarah dan seni akan bersatu.” ucap Bae Sang Moon, adik Suzy.
“Dan, kami juga menunggu apa yang akan di lahirkan oleh sejarah dan seni ketika di persatukan.” ujar hyung dan noona.

Seoul, 18 Maret 2012
Author POV
Menikmati panorama alam yang begitu indah. Dengan balutan musim semi yang disambut gembira,dengan kegembiraan yang sama di gereja ini. Untuk sang pria yang memakai tuxedo berwarna putih suci, untuk sang wanita yang memakai gaun seputih dan sehalus salju,dengan mahkota kecil bertahta berlian seperti mahkota ratu inggris pada zaman Ratu Victoria.
Setelah saling mengucapkan janji suci, sang pria menyematkan cincin berlian merah muda 24.78 karat dengan potongan emerald. Sang pria mengakhiri janji dengan berciuman manis dengan sang wanita.
Kim Soo Hyun POV
Hari ini, hari bahagiaku dimana aku berhasil mempersunting putrid sulung dari keluarga Bae. Bae Suzy, yang kini akan menjadi Kim Suzy ini tengah berdiri di hadapanku, tak menyangka bahwa ia sudah menjadi milikku,seutuhnya. Kamipun keluar dari gereja, lalu memasuki mobil yang dihias dengan penuh bunga untuk mengadakan pesta di ballroom hotel. Setibanya kami di ballroom hotel, banyak petugas catering dan dekor disana, sesuai dengan yang aku dan istriku inginkan, suasana yang sangat mengandung seni dan sejarah, dimana lukisan banyak terpampang disana, dan sejarah yang selalu mengikuti lukisan itu dibawahnya. Kamipun duduk di kursi pengantin.
“Oppa, gomawo..” ucapnya.
“Ani, jeongmal saranghae Suzy,Kim Suzy.” ujarku menatapnya,lalu menuntun tangannya untuk bangkit karena tamu sudah berdatangan.Dan Jang Wooyoung sahabatku datang bersama wanita yang kini menjadi istrinya.
“Soo Hyun, rupanya kau mendapatkan apa yang kau mau, chukkae,brother.” ujarnya
“Ah, kau ini. Bagaimana dengan Ji Eun? Kau tentunya mengenal Suzy,kan?”tanyaku pada Ji Eun
“Ne, Suzy-ah, kita pernah satu kelas sewaktu kelas 1 SMA, lalu ketika aku pindah ke London, aku tak tau jika pria ini suka sekali membicarakanmu dengan Soo Hyun.” jawabnya
“Ne, Ji Eun-ah. Aku tak menyangka kita akan bertemu lagi disini. Kau menetap di Korea atau akan menetap di London?” Tanya Suzy
“Aku akan menetap disini, karena aku mengajar sebuah TK. Dan Wooyoung Oppa juga bekerja menjadi seorang guru di SMA.” jawabnya mantap.
“Ah, Ne.. Ji Eun, apakah kau sudah memiliki anak?” Tanya Suzy kembali
“Ne,aku dan Wooyoung Oppa sudah memiliki anak, bernama Jang Ji Woo.” jawaban Ji Eun semakin terdengar samar karena Wooyoung membisikkan sesuatu kepadaku.
“Lakukan yang terbaik,man.Buktikan kalau kau hebat malam ini.” ujarnya dengan mengepalkan tangan kebawah.
“Ah, jangan diragukan kembali.” jawabku dengan diikuti tertawaanku dan Wooyoung.
Pesta pun berlangsung dengan meriah, dengan berkesan, aku tidak bisa melepas pandanganku kepada Suzy. Ia sangat cantik. Setelahnya, kami bergegas untuk pulang ke rumah baru yang aku bangun selama satu tahun ini. Suzy dan aku memasuki mobil, lalu aku mengendarainya. Berbagai macam masukkan dari Eomma, Appa,Eommonim,membuat kami tertawa dan menjadi bahan perbincangan kami sepanjang jalan. Setibanya kami di rumah bergaya eropa ini, dengan arsitektur bergaya renaissance dengan material marmer pada pilar,dinding,dan lantai. Setelah memasukkan mobil ke garasi, aku dan Suzy memasuki rumah kami, Suzy tampaknya terkesima dengan furniture antik yang ku taruh di rumah kami.
“Oppa,sangat bagus sekali rumahnya,dan kursi ini kan kursi Bergere yang dipakai pada tahun 1725.”
“Bingo! Dan Suzy,lihatlah kursi Armchair ,Settee itu.” ujarku menunjuk 3 buah kursi di dekat kaca yang memperlihatkan keindahan kota Seoul.
“Oppa, warna putih emas ini melambangkan kepribadian kita. betulkan?.”
“Ne, dan ini dipakai di Perancis pada saat pemerintahan Louis XV.” ujarku
Setelah puas mengitari seisi rumah, akupun memutuskan untuk mandi di kamar mandi bawah, sementara Suzy di kamar mandi yang ada di kamar utama kami. Selesai mandi, aku melihat Suzy yang sedang merias diri di depan cermin klasik bergaya eropa itu sambil terduduk di kursi.
Suzy POV
Hari ini hari yang membahagiakan untukku, aku menikah dengan Kim Soo Hyun, pria yang aku cintai. Kami disatukan karena Sejarah dan Seni, atau karena kecocokan. Aku merias diriku di kamar, cermin dan segala furniture ini ditata sedemikian rupa rapi dan bergaya eropa, aku merasa seperti seorang ratu. Akupun dapat melihat jelas dimana Soo Hyun Oppa sedang menatapku dengan senyum di belakangku, perlahan ia mendekat, menempelkan tangannya di bahuku.
“Kau sudah sangat cantik,yeobo.” ujarnya sambil menggerakkan tangannya di sekitar rambutku,menyibakkan rambutku dengan halus ke sisi kiri. Lalu akupun berdiri.
“Oppa..” akupun berjalan ke arah tempat tidur, lalu terduduk di sisi tempat tidur.
“Kau siap?. Tidak terpaksa kan untuk melakukannya?.” tanyanya
“Ani,aku tidak terpaksa. Aku sekarang adalah—”sebelum aku melanjutkan kalimatku, Oppa telah melanjutkan aktivitasnya sebagai suamiku, begitupula denganku sebagai istrinya. Rasanya aneh, namun kami berusaha untuk menikmatinya. Tertawa adalah cara kami untuk meluluhkan kegugupan.
===================================TBC===============================
Hello Readers yang baik hati, ini kelanjutan dari FF yang pertama. Aku udah tepati janjiku kan :3 ditunggu komentarnya lagi ya, aku seneng ff pertamaku kalian sambut dengan komentar yang baik, jadi aku juga ga males buat ngelanjutinnya,sedikit clue nih, di chapter 3 nanti banyak banget kontroversinya. Makasih ya udah pada komentar tentang FF aku, makasih banyak ^^,
Salut*:hai
Petroglif*:gambar yang dibuat dengan membuang bagian permukaan batu dengan mengukir. banyak petroglif yang menggambarkan senjata,ternak,dan figur manusia yang kadang kadang misterius.

16 responses to “[Freelance] L’Histoire et L’Art Chapter 2

  1. Wahh senangnya akhirnya di update… aq suka ceritanya,,, jadi belajar sejarah juga..hhh… aq penasaran dengan kontroversi yg dimaksud author untuk next chapternya.. dan penasaran juga dengan kehidupan pernikahan mereka..ditunggu next chapternya ne.. hwaiting 6^.^9

    • makasih yaaa, oke nanti secepatnya chapter 3 di kirim untk segera di post. Penasaraaan? pantengin terus yaaa🙂

  2. Astagaaa akhirnya merka nikah. Kisah cinta yg mulus ya. Hemmm apa yg terjadi setelah mereka menikah??? Ditunggu nextnya

  3. So sweet dan suasananya begitu romantis…. Bikin adem dan senyum2 pas baca…. Memberi kebahagiaan tersendiri.
    Penasaran…. Kontroversi apa yang akan terjadi next chapter… dan kehidupan pasangan ini setelah menikah. Next…. Sangat2 di tunggu, author hwaiting… Gomawoyo.

    *BOW*🙂

    • iya dong.. setelah mereka menikah juga banyak keromantisannya, tunggu chapter 3 yaa.😀 makasih udah comment😉

  4. omg, so sweet banget thor smp takut diabetes gegara baca ni ff, suka thor apalagi ff hyunzy udah hmpir punah sekarang, so author ini harus di lestarikan hahahaha #plak ngomong apaan sih ane

    so ditunggu next chap nya yaa
    hwaiting^^

  5. omg, so sweet banget thor smp takut diabetes gegara baca ni ff, suka thor apalagi ff hyunzy udah hmpir punah sekarang, so ff author ini harus di lestarikan hahahaha #plak ngomong apaan sih ane

    so ditunggu next chap nya yaa
    hwaiting^^

  6. Sohyun n suzy wisuda bareng. Akhir’y mreka menikah. Berkat seni n sejarah. Tinggasl menunggu eagi kim yg menyusul jiun kkk

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s