Mentira -2

Mentira poster 1

Title: Mentira

Author: luhanwifey

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Kim Myungsoo (Infinite)

Support Cast: Baekhyun (EXO-K) | Krystal Jung f(x) | other infinite members

Genre: romance, comedy

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Disclaimer: The plot and the story is pure mine. All casts belong to their own parents and agency. If you want to share my story, ask me first.

Thanks to Flickerbeat @artfantasy for this beautiful poster!❤

STORY

Saat Myungsoo menge-rem mobilnya, kepalanya hampir menumbur stir. Sebelum turun dari mobil untuk memeriksa kondisi pengemudi motor yang ia tabrak itu, ia menyempatkan diri untuk memasang mantel, topi, dan kacamata hitam yang disimpannya dalam dashboard mobilnya.

Myungsoo bersyukur ia tidak sedang menggunakan mobil yang biasanya ia pakai. Mobil yang dipakainya saat ini adalah ‘mobil cadangan’ yang sengaja jarang ia pakai sehingga fans dan paparazzi tidak akan mengenalnya saat menggunakan mobil ini.

Sudah banyak orang yang berkerumun mengelilingi pengemudi motor yang ia tabrak.

“YA! TUAN! CEPAT ANTARKAN YEOJA INI KE RUMAH SAKIT! KALAU TIDAK NYAWA NYA TIDAK AKAN TERTOLONG!” teriak salah seorang halmonie yang mengerumuni pengemudi motor itu.

Si pengemudi motor yang Myungsoo tabrak adalah yeoja yang kelihatannya masih sangat muda.

“tapi, aku lihat yeoja ini yang menerobos lampu lalu lintas” celetuk salah seorang lainnya yang mengerumuni yeoja itu.

Sebelum Myungsoo mengangkat yeoja yang ia tabrak ke dalam mobilnya, orang-orang yang berkerumun sudah lebih dulu mengangkatnya ke dalam mobil Myungsoo.

Myungsoo pun ikut masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Untungnya, tadi tidak ada seorangpun yang mencurigai Myungsoo ataupun mengenalinya.

***

Myungsoo POV

Aku kebingungan harus membawa yeoja ini kemana. Jika aku bawa ke rumah sakit, tidak mungkin tidak ada headline “L Infinite Menabrak Seorang Pengendara Motor” atau jika yeoja ini meninggal headline nya akan berjudul “L Infinite Membunuh Seorang Yeoja”

Ah, ini tidak boleh terjadi. Lebih baik aku membawa yeoja ini ke apartemenku dan memanggil dokter Kang kesana.

Ya, dokter Kang adalah dokter langganan keluargaku. Beliau adalah dokter ahli penyakit dalam. Jika aku memanggil dokter lainnya, mungkin mereka akan berkhianat dan memberi tahu media bahwa L Infinite baru saja menabrak seorang pengendara motor. Kalau dokter Kang, beliau sudah sangat akrab dengan keluargaku dan bahkan ia sudah seperti bagian dari keluargaku jadi kemungkinan kecil ia akan memberi tahu media masa.

Sebelum sampai diapartemen, aku menelefon dokter Kang agar saat aku sampai dokter Kang juga sudah ada disana.

“yeobose…”

Belum sempat dokter Kang menyelesaikan satu kata, aku langsung memotong “uisa-nim, apa aku boleh minta tolong?”

“apa itu, Myungsoo?” kata suara di sebrang sana.

“cepatlah datang ke apartemenku, aku baru saja menabrak seorang gadis. Jebal, uisa-nim. Aku membutuhkan pertolonganmu” jelasku.

“ne, lima menit lagi aku akan sampai”

Tiittt.

Telfon ditutup olehnya. Dokter Kang memang sangat sigap dan tangkas kalau soal pasien. Aku kagum dengan beliau.

Sesampainya diapartemen, dokter kang sudah ada didepan apartemenku. Ia langsung membantuku membawa yeoja ini masuk.

Dokter Kang membawa masuk yeoja yang sudah aku tabrak ini ke dalam kamarku. Ia menyuruhku untuk menunggu diluar saja.

Satu Menit.

Dua Menit.

Lima Menit.

Sepuluh Menit.

Dua puluh menit.

Akhirnya, dokter kang keluar dari kamarku.

“uisa-nim, bagaimana keadaan yeoja itu?” tanyaku khawatir.

“tenang saja, Myungsoo. Ia hanya mengalami syok ringan sehingga ia pingsan begitu. Selebihnya, hanya kakinya yang keseleo dan lecet terkena aspal. Itu saja, aku sudah mengoleskan kakinya salep dan membersihkan luka di kakinya” jelas dokter kang panjang lebar.

Aku menghela nafas panjang. Kini, perasaanku sangat lega “jeongmal gomawo, uisa-nim” aku membungkuk dalam-dalam pada dokter kang.

“cheonma, Myung” jawabnya.

Saat aku ingin memberikannya uang, ia mencegahku “ya! untuk apa ini? kau sudah ku anggap seperti anakku sendiri, tak usah repot-repot membayar” tolak dokter kang.

“terima saja, uisa-nim. Aku tidak enak karena sudah merepotkanmu” bujukku.

“gwenchana, Myungsoo-ya. Lagipula aku senang menolong pasien” dokter kang kembali menolak secara halus “aku ingin bertanya sesuatu” lanjutnya mengalihkan pembicaraan.

Aku kenal betul dengan dokter kang. Ia selalu teguh pada pendiriannya jadi tidak ada gunanya membujuk dokter kang untuk menerima bayaranku, padahal bayaran ini juga termasuk uang tutup mulut untuknya.

“tanyakan saja, uisa-nim” kataku sambil mempersilahkannya untuk duduk.

“bagaimana bisa kau menabrak yeoja itu?” tanyanya penasaran.

“ah, aku kurang berhati-hati mengendarai mobil dan lagi tadi yeoja itu menerobos lampu merah” jelasku sesuai dengan kenyataan.

Uisa-nim mengangguk-anggukan kepalanya “kenapa kau sampai kurang berhati-hati begitu? Myungsoo yang aku kenal selalu berhati-hati membawa mobil” ya, uisa-nim sudah terlalu mengenalku.

“aku lelah sekali dengan jadwalku, uisa-nim” jawabku sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.

“jinja? ini baru pertama kali aku mendengarmu mengeluh tentang jadwalmu” ujar dokter kang.

Aku hanya bisa terkekeh pelan.

“Myung, aku sudah mengenalmu sejak kau kecil. Kau tidak bisa membohongiku. Jika kau ada masalah, ceritalah denganku. Anggap aku seperti appamu sendiri” dokter Kang menepuk-nepuk pundakku pelan. Caranya berbicara persis sekali layaknya seorang appa yang bijaksana.

Aku menggelengkan kepalaku “ani, uisa-nim. Aku hanya sedikit stress dan kelelahan dengan pekerjaanku. Kami baru saja mengeluarkan album baru” sangkalku berusaha meyakinkan dokter kang.

“apa ini karena yeojachingu mu?”

Nafasku terasa tercekat. Bagaimana mungkin tebakan dokter kang bisa setepat itu?

“bagaimana uisa-nim tahu…. kalau aku punya yeojachingu?” tanyaku tak percaya.

Dokter kang malah tertawa “tentu saja aku tahu, kau itu namja yang sangat tampan dan baik. Dan lagi kau seorang idola. Tidak mungkin kau belum mempunyai yeojachingu” tebak dokter kang. Memang, cara berpikir dokter kang terdengar sangat logis dan masuk akal.

Aku menundukkan kepalaku “tapi sekarang sudah tidak lagi….” lirihku.

“ah, ya, sekarang aku sudah tahu masalahmu….” potong dokter kang. Kemudian, ia melirik jam tangan yang ada di pergelangan kirinya “mianhae, Myung. Aku ada janji praktek dengan pasienku” lanjut dokter kang.

“ne, gwenchana” aku menemaninya sampai ke daun pintu.

Seolah mengerti sorot mataku, dokter kang berkata kepadaku sebelum pulang“aku tidak akan mengatakannya pada publik dan fans mu” ia bercanda.

“apa itu termasuk eomma dan appa, uisa-nim?” tanyaku setengah bercanda “mereka juga publik, kan?”

“jika kau ingin” jawab dokter kang sambil tertawa pelan.

“uisa-nim, jangan ceritakan kejadian aku menabrak yeoja ini pada eomma dan appa ne?” pintaku sedikit memelas pada dokter kang.

“apa aku dibayar untuk ini?” canda dokter kang. Dari raut wajahnya dan caranya berbicara, dapat kupastikan ia sebenarnya menjawab ‘iya’.

“aku pergi dulu. Jaga yeoja itu baik-baik” pesan dokter kang yang aku jawab dengan anggukan kepala.

Setelah batang hidung dokter kang tidak terlihat lagi, aku menutup pintu apartemen dan melihat keadaan yeoja yang berada dikamarku.

Aku melihatnya sedang terbaring diatas kasurku dengan posisi tangan melipat didadanya. Matanya tertutup rapat dan dadanya naik-turun dengan teratur. Itu tandanya ia masih bernafas.

Memang, keadaannya terlihat baik-baik saja. Hanya kakinya yang dibalut dengan perban dan ada beberapa luka goresan di kakinya. Selain itu, semuanya terlihat normal.

“kira-kira kapan yeoja ini akan bangun?” tanyaku sambil menatapi yeoja itu dari ujung rambut sampai ujung kaki berkali-kali.

Tatapanku berhenti agak lama saat melihat wajah yeoja itu “hmmm, manis juga” gumamku.

Kamar diapartemenku ini hanya satu, jadi mau tak mau aku harus beristirahat disofa ruang tamu. Siang sampai malam nanti aku tidak punya jadwal jadi aku bisa tinggal diapartemenku sementara waktu sambil menunggu yeoja ini bangun.

Walaupun dokter kang sudah berkata kalau ia hanya syok dan kakinya yang terluka, tapi aku tetap mengkhawatirkannya. Jika terjadi apa-apa pada yeoja ini, aku juga yang repot.

***

Suzy POV

Aku mengerjapkan mataku perlahan. Merasa ada yang aneh, aku terus mengedipkan mataku beberapa kali.

“dimana ini?” gumamku.

Aku langsung mengedarkan pandangan ke seluruh sudut. Kamar ini seperti kamar apartemen mewah seperti yang biasa muncul di drama.

Tiba-tiba aku teringat sesuatu, aku baru saja mengalami kecalakaan. Apa mungkin aku sedang tidak ada didunia lagi? ah, tapi mustahil, rasanya aku masih benar-benar hidup dan semua terasa nyata. Aku pun menepuk pipiku dengan keras “appo!” ya, aku masih hidup.

Saat aku ingin beranjak dari tempat tidur, kakiku terasa sangat sakit. Aku tak mampu menggerakkan kaki ku sendiri “argh, apa jangan-jangan aku lumpuh? andwe!” aku memegangi kaki kiriku yang saat ini mati rasa.

“kau tidak lumpuh, kau hanya keseleo” jawab seseorang yang baru saja membuka pintu kamar.

“nugu? apa kau orang yang menabrakku tadi?” nada suaraku meninggi.

“ne” jawabnya santai. Ia semakin mendekat ke arahku.

Aku hampir saja menelontarkan kata-kata makian pada orang yang telah menabrakku itu, tapi lidahku terasa kelu saat orang itu berada disampingku mukanya terlihat sangat jelas.

“L Infinite?” ujarku tak percaya “a-a….” saking terkejutnya, aku tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Padahal, aku sudah berencana untuk memaki siapapun orang yang telah menabrakku. Aku sama sekali tidak menyangka orang yang menabrakku adalah namja tampan, keren, terkenal, dan idola remaja korea saat ini.

“aku sudah bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan, aku sudah memanggilkan dokter dan dokter bilang kau pingsan hanya karena syok. Selebihnya, kakimu yang keseleo dan sedikit lecet” tidak salah lagi, suaranya sudah tidak asing lagi didengar oleh telingaku. Hampir tiap hari aku mendengarkan lagu yang ia nyanyikan, meskipun aku bukan penggemarnya ataupun penggemar Infinite.

Aku hanya menganggukan kepalaku sebagai balasan ucapannya.

“apa kau kurang puas, nona? jika kau ingin melaporkanku ke polisi silahkan saja, toh kau yang menerobos lampu merah dan aku berada dijalan yang benar” nada suaranya terdengar sangat dingin dan datar. Ya, kurang lebih sama seperti ‘image’ nya di masyarakat selama ini.

Entah kenapa ucapannya ini membuatku agak jengkel. Walaupun image nya di masyarakat memang dingin, tapi tidak seharusnya ia berbicara sedingin itu padaku. Suaranya juga terdengar menyebalkan. Seharusnya, ia tetap bersikap ramah dan sopan seperti idola lainnya. Eits, tapi apakah semua idola bersikap sedingin dia didunia nyata atau tetap bersikap ramah seperti yang ditampilkan di televisi?

Rasa kagetku belum hilang karena ini adalah pertama kalinya aku bertemu seorang idola yang sedang digemari masyarakat, tapi ada sesuatu yang baru saja aku ingat “dimana motorku?”

Aku tidak akan berlama-lama disini dan sepertinya dari raut wajahnya L juga tidak ingin aku berlama-lama. Caranya menatapku dan gestur tubuhnya sudah cukup menunjukkan kalau ia sedang ‘mengusirku’. Aku tidak peduli kalaupun kakiku terasa sangat sakit. Aku sudah terbiasa menjalani kehidupan keras seperti ini.

“di bengkel” jawab L singkat. Ini membuatku makin jengkel dan kesal padanya. Apa dia tidak bisa bersikap sedikit lebih ramah saja padaku?

Ini memang pertama kalinya aku bertemu dan berbicara langsung dengan L, bukan saat acara fanmeeting lagi. Dipertemuan pertama kali, aku bisa menilai bagaimana L sebenarnya. Ia dingin seperti image nya, tapi ia kelewat dingin dan tidak bisa ramah. Ia sepertinya juga sombong, aku sering melihat di internet kalau kebanyakan idola jaman sekarang sangat sombong dan bersikap berlawanan dengan sikapnya di televisi.

Dunia benar-benar kejam.

“mwo? kalau begitu, bagaimana aku pulang?” tanyaku tak percaya. Ada harapan dihatiku kalau L yang akan mengantarkanku pulang.

Kapan lagi bisa diantar pulang oleh seorang idola yang tampan, batinku. Tapi, tak mungkin aku mengucapkannya langsung kepadanya. Bahkan, aku saja sudah menyesal sudah menampakkan rasa kagetku diawal karena tahu dia adalah L Infinite. Harusnya, aku bersikap biasa saja saat melihatnya. Suzy pabo!

“naik taksi saja sana!” serunya –yang makin membuat rasa kesalku bertambah, bahkan kurasa aku mulai tidak menyukainya.

“aku tidak bisa berjalan sekarang!” bentakku. Aku terlalu kesal padanya. Jika dia tidak mau beramah tamah denganku, aku juga tidak akan mau beramah tamah dengannya.

“aish…..”

Walaupun selama menggendongku menuju tempat taksi yang ada diapartemennya ia selalu mengeluh, tapi akhirnya kami sampai.

Apartemen ini benar-benar apartemen elit dan tidak ada satupun orang yang mengusik L walaupun dia seorang idola. Jika ia tinggal dilingkungan rumahku, sudah pasti tiap hari hidupnya tidak akan tenang. Semua orang yang ada disana akan selalu mengerumuninya.

“igeo” L memberikan 500 ribu won padaku.

“untuk apa ini?” tanyaku bingung.

“uang taksi dan uang tutup mulut” jawab L blak-blakan “kuharap jika ada orang yang bertanya padamu, kau akan menjawab yang sebenarnya kalau kau lah yang bersalah karena telah menerobos lampu merah. Jika tidak ada yang bertanya, tidak usah diberi tahu” lanjut L yang lebih terdengar seperti perintah.

Aku menganggukan kepalaku malas. Apa semua idola seperti dia? biaya taksi dari sini ke rumahku bisa sampai 300 ribu won jika tidak macet. Tapi, ini memang tengah malam jadi sepertinya jalanan agak sepi. Tapi, tetap saja tindakannya ini sangat menjengkelkan.

Jika aku mau, aku bisa saja berbohong dan mereka semua kejadian lalu menunjuk L yang bersalah atas semuanya. Saham agensi Infinite bisa langsung turun.

Author POV

Tidak mau berlama-lama lagi, Suzy menutup pintu taksi dengan cukup keras lalu meminta supir taksi itu agar langsung mengantarnya.

L pun juga sama. Ia tidak mau berlama-lama. Saat ia memberikan uang itu ke Suzy, ia langsung masuk kembali ke apartemen tanpa rasa bersalah sedikitpun.

L merasa cukup aman sehingga ia tidak menggunakan masker, topi, dan syal seperti biasanya saat ia keluar. Apalagi, hari ini sudah malam sehingga tidak mungkin ada fans ataupun wartawan yang berkeliaran.

Sungguh.

Baik Suzy maupun L tidak menyangka bahwa sedari tadi ada kamera yang mengarah pada mereka.

To be Continued

Mianhae buat yang salah pengertian karena di chapter 1 ada kesalahan kosakata korea ‘yeodongsaeng’ yang seharusnya ‘namdongsaeng’ dan ‘eonnie’ yang seharusnya ‘noona’. Author benar-benar lupa karena sudah lama nggak bikin ff dan nggak nonton dramkor hehe.

Buat yang nanya arti dari judul ff ini, artinya masih rahasia *authorsokmisterius* author baru mau kasih tau arti dari judul ff ini pas chapter akhir wkwk

Jangan lupa kasih kritik, saran, atau sekedar tinggalin jejak di kolom komentar ya!❤

41 responses to “Mentira -2

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s