Mentira -3

Mentira poster 2

Title: Mentira

Author: luhanwifey

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Kim Myungsoo (Infinite)

Support Cast: Baekhyun (EXO-K) | Krystal Jung f(x) | other infinite members

Genre: romance, comedy

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Disclaimer: The plot and the story is pure mine. All casts belong to their own parents and agency. If you want to share my story, ask me first.

Thanks to Azalea Art for this awesome poster

 

 

 

STORY

Suzy masuk ke dalam rumah dengan dibantu dongsaengnya, Baekhyun.

“noona, gwenchana?” tanya Baekhyun. Anak itu terlihat sangat cemas dan mengkhawatirkan noona nya. Ia juga merasa bingung dengan kondisi noona nya saat ini.

Apa yang terjadi pada noona? tumben sekali ia pulang dengan taksi, kemana motornya? Baekhyun bertanya dalam hati kecilnya, tapi pertanyaan itu tidak penting untuk dilontarkan sekarang karena yang lebih penting adalah memastikan keadaan noona nya.

“apa kau kira aku baik-baik saja kalau kaki ku seperti ini?” Suzy balik bertanya. Ia masih sangat kesal dengan kejadian barusan, kelakuan L Infinite yang sangat dingin dan diluar dugaannya. Ia juga merasa sedikit kesal dengan Baekhyun, tapi ia rasa kekesalannya dengan Baekhyun akan cepat menghilang karena Baekhyun sudah meminta maaf berkali-kali padanya. Ia juga tidak tega dengan dongsaeng satu-satunya yang sangat ia cintai itu.

Dengan polosnya, Baekhyun memegang kaki Suzy yang sedang dibalut perban. Sontak, Suzy langsung menjerit kesakitan “appo…” erangnya “YA! BAEKHYUN! kau ini penasaran atau mau mempermainkanku? kakiku sedang sakit sekali! kenapa kau memegangnya?!”

“penasaran” jawab Baekhyun singkat tanpa merasa bersalah. Wajahnya terlihat sangat polos. Mendengar jawaban Baekhyun, Suzy menjitak kepala dongsaeng nya itu “appo, noona!” keluh Baekhyun saat mendapat jitakan gratis dari Suzy.

“itu balasan karena kau telah memegang kakiku yang terluka!” seru Suzy. Ia merasa puas sudah membalas perbuatan Baekhyun.

“kakimu sepertinya hanya keseleo sedikit, noona. Dengan aku memegangnya, tidak akan membuat tulangmu patah” jawab Baekhyun santai. Terkadang, tingkah laku dongsaeng Suzy memang menyebalkan.

Tapi L jauh lebih menyebalkan, ucap Suzy dalam hati.

Suzy hanya diam saja, duduk manis disofa yang berada diruang tamu sekaligus ruang keluarga dirumah ini. Sementara, Baekhyun ikut duduk disamping Suzy dan menghidupkan televisi yang ada didepan mereka.

“ngomong-ngomong kenapa noona seperti ini?” tanya Baekhyun penasaran. Sepertinya, omelan Suzy tadi siang sudah dilupakan Baekhyun.

Suzy hanya bisa mendengus sebal, Baekhyun memang seperti itu anaknya. Jika ia dimarahi, ia terlihat sangat sedih dan menyesal lalu berusaha memohon maaf sehingga bisa membuat hati setiap orang luluh –kecuali Suzy karena ia sudah tahu persis bagaimana sifat dongsaeng nya itu. Tak bisa dipungkiri karena Suzy pun juga masih sering luluh dengan sikap Baekhyun itu. Tapi, setelah selesai dimarahi, Baekhyun akan bersikap acuh tak acuh seperti tidak ada yang terjadi.

“ini semua gara-gara kau, Hyun-ah!” jawab Suzy kesal.

“kenapa gara-gara aku?” kata Baekhyun tak terima.

“sehabis memarahimu tadi siang, aku tidak bisa konsentrasi mengendarai motor….” jelas Suzy. Ia enggan melanjutkan penjelasannya entah karena apa, tapi ia rasa Baekhyun tak perlu mengetahui kelanjutannya.

“mungkin Tuhan sedang menghukum noona karena sudah memarahi adik noona” ujar Baekhyun. Suzy hampir saja menjitak kepala Baekhyun lagi, tapi Baekhyun dengan tangkas menangkap kepalan tangan Suzy.

“aish” desah Suzy pelan “besok terpaksa toko ditutup dulu” ujar Suzy pada dirinya sendiri.

“waeyo?” tanya Baekhyun bingung.

“aku tidak mungkin menjaga toko jika aku sulit berjalan, Hyun-ah” jawab Suzy.

Baekhyun menggelengkan kepalanya “besok kan aku libur, noona” tukas Baekhyun.

“jinjjayo? besok bukan tanggal merah, jangan-jangan kau membohongiku ya? kau ingin bolos dari sekolahmu? cih” Suzy terlihat sedikit marah dengan Baekhyun.

“aniyo, telfon saja sekolahku kalau tidak percaya besok libur. Besok memang bukan tanggal merah, tapi sunbae kelas 3 sedang ujian” jelas Baekhyun dengan tenang. Penjelasan Baekhyun terdengar begitu meyakinkan dan sorot matanya tidak menunjukkan adanya kebohongan. Rasa marah Suzy yang sedikit tadi langsung menghilang begitu saja.

“oh begitu…..”

“noona, aku memang memukul temanku duluan tadi tapi…..” Baekhyun berkata tiba-tiba, Suzy menunggu Baekhyun melanjutkan perkataannya “ia yang membuatku kesal duluan dan aku memukulnya karena alasan” lanjut Baekhyun.

“aku tahu kau anak yang baik dan cerdas, bahkan disekolah yang buruk pun saat aku masih seumur mu aku tidak bisa mendapat nilai bagus sepertimu Hyun-ah. Seharusnya, kau tidak usah memukul temanmu walaupun dia membuatmu kesal. Kau harus belajar bersabar karena orang sukses adalah orang yang bisa bersabar. Jadi, jangan kau ulangi lagi perbuatanmu itu. Aku tidak mau melihat dongsaeng ku menjadi anak brutal” nasihatku.

Baekhyun menunduk saat mendengarkan nasihatku, lalu ia mengangguk pelan.

“sebaiknya kau tidur dulu karena besok kau harus menjaga toko, kau tahu kan cara naik bus menuju toko?” Suzy memastikan, Baekhyun kembali menganggukan kepalanya. Sebenarnya, ini baru pertama kali Baekhyun menjaga toko sendirian. Biasanya, Baekhyun hanya menemani Suzy menjaga toko.

Dia harus belajar, gumam Suzy.

***

 

Suzy POV

Awalnya, aku berubah pikiran dan ingin ikut Baekhyun menjaga toko. Aku takut ia salah memberi harga dan toko kami malah rugi. Atau mungkin ia salah menggunakan mesin kasir. Tapi, Baekhyun meyakinkanku berkali-kali dan aku terpaksa mengizinkannya sendirian menjaga toko.

Kalau dipikir lagi, jika aku ikut itu akan cukup merepotkan. Kakiku masih sakit dan aku harus selalu dibantu jika ingin berjalan. Jarak halte dari rumah kami cukup jauh sehingga Baekhyun mungkin akan kelelahan.

Dirumah, aku susah payah menuju dapur dan menuju ruangan lainnya. Hal pertama kali yang aku lakukan setelah Baekhyun pergi adalah mengecek keadaan eomma.

Eomma terbaring lemas ditempat tidurnya seperti biasa. Aku masih bersyukur karena sampai saat ini eomma masih bisa bertahan dan menemaniku dengan Baekhyun. Aku sama sekali tidak kerepotan walaupun kondisi eomma seperti ini.

Pertama, aku menyuapi eomma makan. Aku sengaja membuatkan eomma bubur hari ini agar mudah dicerna. Kian hari porsi makan eomma makin sedikit, aku jadi sedikit khawatir. Eomma menuruti saat aku menyuapinya bubur, tapi seperti biasa eomma tidak bisa menghabiskan buburnya.

“eomma, makanlah bubur ini sampai habis. Aku sudah membuatkannya spesial untuk eomma. Masa tidak dihabiskan?” bujukku pada eomma.

Eomma diam tak bergeming tapi matanya menatap wajahku dan mulutnya seakan-akan ingin bergerak.

“aku begitu mengkhawatirkan eomma….” sambungku. Ya, memang benar. Aku sangat mengkhawatirkan eomma.

Tapi, eomma tak kunjung membuka mulutnya untuk menerima suapanku.

“hmm baiklah….” kataku pasrah “aku ingin bercerita sesuatu pada eomma?” aku meminta persetujuan eomma.

Eomma menganggukan kepalanya sangat pelan, bahkan hampir tak kelihatan.

“mungkin eomma agak tidak percaya tapi kemarin aku bertemu dengan seorang idola, namanya L. Apa eomma pernah mendengar namanya?” aku tidak tahu kenapa aku bercerita tentang kejadian semalam, tapi hatiku sangat ingin menceritakannya pada eomma. Padahal tadinya aku berencana untuk menceritakan kenakalan Baekhyun kemarin, tapi aku takut eomma khawatir.

Aku yakin pada Baekhyun. Aku yakin ia tidak akan berkelahi lagi disekolah karena ia sudah janji padaku. Aku tahu selama ini Baekhyun tidak pernah mengingkari janjinya. Aku juga yakin Baekhyun mempunyai alasannya sendiri, seperti yang dikatakannya tadi malam.

“…….. ia sangat menyebalkan eomma. Apa eomma berpikir begitu juga?” aku menyelesaikan ceritaku.

Eomma malah tersenyum menanggapi ceritaku ini.

“kenapa eomma malah senang?” aku langsung cemberut.

Tapi, eomma malah tetap tersenyum dan tangannya seperti ingin menggapai wajahku. Aku membantu eomma untuk menggerakkan tangannya lalu meletakkan tangan eomma dipipiku.

Eomma menggerakan tangannya sangat pelan seperti ingin mengelus pipiku. Entah kenapa melihat eomma seperti ini aku ingin menangis.

Andaikan saja appa masih hidup eomma tidak akan sakit seperti ini, pikirku.

Aku cepat-cepat menghapus pikiranku. Aku tidak boleh berpikir seperti itu lagi. Aku harus mensyukuri semua yang aku miliki.

Kurasa aku tidak dapat menahan air mataku lagi “eomma, aku pergi dulu” kataku. Aku berjalan dengan pincang dan memegangi dinding agar aku tidak jatuh tersungkur.

Setelah aku keluar dari kamar eomma, air mataku langsung jatuh.

Tangisku mereda beberapa menit kemudian. Aku tidak mau menangis terlalu lama hanya karena hal sepele.

Aku memutuskan untuk menyalakan televisi saja karena aku sangat bosan. Sebelumnya, aku tidak pernah berada dirumah seharian seperti saat ini.

Betapa terkejutnya aku saat membuka televisi, berita pertama yang aku lihat berjudul “L Infinite Berkencan Dengan Seorang Yeoja Non-idol”

Sebenarnya, aku malas melihat L walau hanya sekedar ditelvisi tapi rasa penasaran mengalahkan rasa malasku.

“siapa yeoja malang itu? apa mungkin ada yang suka dengan L yang menyebalkan itu? ah, ya, dia seorang idola yang sangat tampan. Dan mungkin dia memperlakukan yeoja yang ia sukai tidak seperti memperlakukanku kemarin” celotehku sendiri.

“…… L keluar dengan yeoja itu dari apartemennya saat tengah malam. Berikut ini adalah beberapa foto yang berhasil ditangkap netizen

“woah, mereka pasti sudah pernah tidur” aku berkomentar.

Sesaat kemudian aku menyesali komentarku barusan. Aku mengetahui siapa yeoja malang yang dimaksud “i…itu aku”

Foto yang berhasil ditangkap netizen tak lain adalah fotoku dan L saat tadi malam, lebih tepatnya saat L menggendongku. Difoto itu, bahkan terlihat L menggendongku sampai ke taksi. Memang, siapapun yang melihat foto itu akan salah paham. Aku pun akan salah paham jika yeoja yang ada difoto bukanlah aku.

“Dari info yang kami temukan, yeoja itu berinisial BS. Yeoja itu lulusan dari Yongsan High School dan sempat melanjutkan studinya di Jungnang University”

Aku langsung menekan tombol ‘power’ dan layar televisi langsung gelap. Mereka benar-benar gila. Bagaimana mungkin mereka mengira yeoja yang sangat sederhana sepertiku bisa berkencan dengan L? Aku dan L bahkan baru sekali bertemu, aku tidak menyukai sikap L padaku dan L juga nampaknya tidak begitu menyukaiku.

“identitasku sudah terbongkar di media massa. Untung saja hari ini aku tidak keluar rumah. Huft” aku menghela nafas lega, tapi aku berpikir lagi “bagaima mungkin aku bisa keluar rumah besok? bisa-bisa Infinity mencakar wajahku!” aku membayangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi padaku.

“ANDWE!!!”

 

 

Myungsoo POV

Aku baru saja sampai di dorm Infinite dan semua member langsung menatapku dengan tatapan curiga.

“Myungsoo-ya, kenapa kau tidak kembali ke dorm tadi malam?” tanya leader kami, Sunggyu hyung.

“aku ada urusan tadi malam” jawabku sedikit ragu “memangnya kenapa, hyung? kita kan tidak ada jadwal tadi malam”

“memang benar kita tidak ada jadwal tadi malam” Sunggyu hyung berbasa-basi “apa kau menikmati tidurmu?” tanyanya.

“tentu. Tidurku sangat nyenyak tadi malam hyung” jawabku sambil terkekeh pelan. Sunggyu hyung memang leader yang sangat perhatian. Ia mendahulukan kepentingan member lain dibanding dirinya sendiri.

“pantas saja……” Sunggyu hyung tidak melanjutkan perkataannya lagi sehingga membuatku penasaran.

“pantas saja kenapa hyung?” tanyaku. Aku tidak mengerti kenapa semua member hanya diam, selain aku dan Sunggyu hyung tentunya. Mereka terlihat sangat mencurigakan.

“ani, kau terlihat sangat sehat dan segar Myungsoo-ya!” Sunggyu hyung menepuk-nepuk pundakku.

“sudahlah hyung, tidak usah berbelit-belit” sela Hoya hyung.

“waeyo, Howon… eh maksudku Hoya hyung?” aku hampir saja memanggil Hoya hyung dengan nama aslinya. Hoya hyung tidak suka jika ada member yang memanggilnya nama asli. Ia bilang ia tidak begitu menyukai namanya itu.

“igeo” tiba-tiba Hoya hyung menyodorkan ponselnya padaku.

Aku langsung melihat layar ponsel Hoya hyung dan mataku langsung terbelalak saat melihat berita yang berjudul “L Infinite Berkencan Dengan Yeoja Non-idol?” aku membaca judul berita tersebut “apa-apaan ini” desisku pelan.

Aku membaca berita itu dari awal sampai akhir dengan tidak sabaran. Ini sebuah kesalah pahaman!

“kau harus bercerita tentang yeoja itu pada kami, Myungsoo-ya” celetuk Woohyun hyung.

“aniyo, ini tidak seperti yang kalian lihat. Aku sama sekali tidak berkencan dengan yeoja ini. Bahkan, aku tidak tahu siapa nama yeoja ini. Aku baru mengenalnya kemarin” aku berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada seluruh member.

“woah, jadi maksudmu kau hanya menidurinya? aku tidak tahu uri dongsaeng berubah sangat banyak setelah putus dari…” mulut Dongwoo hyung langsung disumbat roti oleh Sungjong “Jong-ah, kau sangat tidak sopan dengan orang yang lebih tua darimu!” bentak Dongwoo hyung pada maknae kami itu.

Tapi, Dongwoo hyung langsung terdiam saat melihat perubahan ekspresi wajahku “mianhae Myungsoo-ya, aku tidak bermaksud mengingatkanmu…”

“gwenchana hyung, aku sudah melupakannya” jawabku sambil membuat senyum palsu. Aktingku ini membuat Dongwoo hyung dan member lainnya percaya bahwa aku baik-baik saja.

Tentu saja aku berbohong. Tidak mungkin aku melupakan yeoja yang sudah aku cintai selama tiga tahun lebih dalam waktu sehari. Tapi, yang semua member tahu, aku sudah putus dari yeoja itu sejak dua bulan yang lalu.

Selama dua bulan ini kami memang menjalani hubungan backstreet karena agensiku menentang hubungan kami.

“baguslah, jadi siapa yeoja itu Myung-ah? apa dia yeoja barumu? aku yakin kau tidak seperti yang Dongwoo bilang barusan” Woohyun hyung mengalihkan pembicaraan.

“aku bisa menjelaskannya…..” kata-kataku terpotong saat Sungyeol hyung baru masuk ke dalam dorm.

“Myung, manajer dan tuan kim mencarimu!” teriak Sungyeol hyung. Tuan Kim adalah pimpinan agensi kami.

“nanti aku akan jelaskan pada kalian semua” aku menatap semua member, lalu aku bergegas menemui manajer dan tuan kim digedung utama agensi.

To be continued

ini ff sebenarnya udah mau end loh di laptop author wkwk makanya update nya bisa cepet

mianhae gak bisa balesin koment kalian satu satu soalnya laptop author suka nge hang sendiri kalo bikin koment ugh >,<

btw author mau buat ff baru genre nya married life, eotte? couple nya yg lebih cocok KaiZy atau HunZy ya?

39 responses to “Mentira -3

  1. aigoo suzy bakalan kena masalah besar nih, gara-gara gosip ini.. bagaimana nasib suzy selanjutnya??
    author jjang
    myungzy jjang

  2. Pingback: Mentira -8 | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  3. Nasibnya suzy gimana terusan? Apa inspirit bakalan ngamuk ke suxy? Dan kputusan agensinya sendiri bakalan nerima skandal itu atau malah ga ngakui? Penasaran….

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s