[Freelance/Oneshot] Dark Chocolate

Dark Chocolate

 Title : Dark Chocolate| Author : Junee Yoo | Genre : Drama, Fluff, Romance| Main Cast : Miss A’s Suzy, Actor Yoon Gyun Sang, After School’s Raina | Other Cast : Actor Kang Ha Neul, 15&’s Baek Ye Rin, JYP

Summary:

Like a Dark Chocolate, in the beginning you will feel a bitter story, but the end you get is a sweet ending.“

 

-Dark Chocolate-

“ASTAGA!”

Bae Soo Ji tidak henti-hentinya mengucapkan ‘Astaga’ saat mengetahui uang dalam rekeningnya menyusut hingga tidak bersisa. Ia segera menyambar ponselnya dan menelpon satu-satunya orang yang masih peduli dengannya di dunia ini—Manajer Han Koong untuk memberitahu hal ini sebelum ia benar-benar jatuh miskin dalam sehari.

 “Koong-a!”

Yeoboseyo, Oh, Soo Ji-ya, ada apa?”

“Koong-a, tolong akuuu…” rengek Soo Ji. Ia benar-benar tidak bisa membayangkan dirinya yang akan jatuh miskin dan kehilangan kilau panggung entertainment seketika.

Han Koong diam sejenak, sepertinya pria gemuk itu sedang berpikir dan beberapa detik kemudian, seolah mengerti apa yang ingin Soo Ji bicarakan, ia berkata, “Aku tahu, Bae Soo Ji. Sepertinya berita tentang rekeningmu itu sudah menyebar hingga ke majalah.”

“Apa?!”, Soo Ji memegang keningnya yang tiba-tiba merasa pening. Ini sungguh keterlaluan. Bagaimana berita kemiskinannya menyebar secepat itu?

“Untuk meredakan kasus ini, aktivitas entertainmentmu sudah ku hentikan semua. Kau tenangkan diri saja, berliburlah ke…”

“Koong-a! Bagaimana aku bisa berlibur jika uangku tersisa hanya 1000 won! Han Koong, apakah kau tidak berpikir untuk membawa kasus ini ke ranah hukum? Pasti ada banyak oknum yang ingin menjatuhkanku dengan menjebol rekening itu dan menyebarkan berita kemiskinanku! Kita harus menindak lanjuti ini.” Celoteh Soo Ji.

Dari ujung sana, terdengar helaan napas berat. “Saat ini aku benar-benar tidak bisa mengurusi hal itu, Soo Ji-ya. Ada banyak urusan yang harus kuselesaikan.”

“Han Koong, kau manajerku, mana mungkin kau melupakanku seperti ini?!”

Han Koong tidak menjawab. Samar-samar terdengar ribut-ribut dan Koong sedang berbicara sebentar dengan seseorang di seberang sana. Soo Ji mulai curiga. Apakah…

“Yaa~ Han Koong! Apakah kau punya artis baru sekarang?”

Tut. Tut. Tut.

Sambungan telpon terputus. Soo Ji mengerang kesal, lalu beranjak berdiri dan bersiap-siap untuk pergi ke tempat dimana Han Koong berada.

Lihat saja, aku akan menghajarmu Han Koong!

***

Dengan perasaan penuh amarah, Soo Ji melangkahkan kakinya dengan lebar di sepanjang lorong gedung CK Entertainment menuju ruangan Han Koong. Tidak peduli banyak orang yang memandanginya ataupun membicarakannya di sekelilingnya, ia tetap melangkahkan kakinya keras hingga menimbulkan bunyi ketukan akibat wedge boots Gucci-nya. Hanya dengan beberapa menit, gadis itu sudah berada di depan kantor Han Koong. Tanpa basa-basi, ia membuka pintu itu dengan hempasan keras.

Oops!

Sepertinya Soo Ji sedang mengganggu acara rapat-dengan-calon-artis di ruangan Han Koong. Ia bisa melihat manajernya itu sedang duduk berhadapan dengan seorang gadis berpenampilan mencolok, bisa dibilang norak yang sedang berharap menjadi artis dengan dampingan Han Koong.

Melihat kedatangan Soo Ji, Han Koong segera berdiri seperti di sengat listrik dan menghampiri Soo Ji masih dengan ekspresi tersengat listrik tadi.

“Bae Soo Ji! A-ada perlu apa kau kemari?”

Hah! Sekarang nada bicara manajernya itu seperti pria yang ketahuan selingkuh oleh istrinya. Pria di depan Soo Ji itu bahkan tidak berani memandang matanya.

Soo Ji melirik sekilas gadis norak di belakang Han Koong yang kini juga melihat ke arahnya dengan ekspresi sama terkejutnya dengan Han Koong.

“Oke, Han Koong-ssi,” bahkan sekarang Soo Ji sudah memanggil manajernya itu menjadi ‘Han Koong-ssi.’ Bukan ‘Koong-a’. “Semuanya sudah jelas dan kita tidak perlu bicara lagi. Jika memang seperti ini pekerjaan yang kau mau, ya sudah. Lagipula aku bisa mengurus kehidupanku sendiri. Kau kupecat sekarang juga.”

“Soo Ji-ya…”, Han Koong jelas-jelas berbohong dengan memasang wajah memelas di depan Soo Ji. Namun gadis itu mengabaikannya lalu meninggalkan ruangannya dengan gerakan yang begitu cepat hingga membuat pintunya hampir lepas akibat bantingan gadis itu.

***

Oke, Soo Ji harus membuktikannya. Ia memberanikan diri untuk masuk ke sebuah toko majalah dan mendapati sebuah majalah yang menjadikan kasus bangkrutnya dirinya sebagai Headline. Ia menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya, jangan sampai emosinya meledak di depan umum.

Satu-persatu halaman dibukanya hingga terhenti di halaman tempat kasusnya berada. Ia tertegun beberapa saat memandangi judul artikel itu—‘Artis multitalenta Suzy Bae mendadak miskin’. Ia menghela napas sekali lagi ketika melihat tulisan, ‘saat ini belum ada tindakan tegas dari pihak entertainment untuk menangani kasus pembobolan rekening ini.’ Hah! Tentu saja, ia tidak punya manajer sekarang. Orangtuanya ada di Jepang dan ia tidak mungkin merengek minta uang pada orangtuanya. Ia benar-benar sendiri dan tidak mungkin ia menangani kasus ini seorang diri.

Seandainya saja ada teman yang ingin membantunya. Batin Soo Ji seraya membalik halaman dan mendapati sebuah artikel yang menarik.

‘Tips Untuk Bangkit Dari Keterpurukan Keuangan.’

Oke, itu judul artikel yang menarik sekaligus menyindir kasus Soo Ji. Tertera jelas stage name ‘Suzy Bae’ dan kasus pembobolan rekening tertulis di sana untuk membuka artikel itu. Tapi… walaupun begitu, tips-tips yang diberikan boleh juga dicoba…

Tips 1: Mulai dari awal, mencari kerja seperti kerja paruh waktu di kafe atau minimarket.’

***

“Hidup itu adalah sebuah kejutan. Jika kau tidak pernah mendapat kejutan, berarti kau tidak hidup.”

Yoon Gyun Sang menghela napas lalu mengalihkan pandangan ke arah jendela—memandangi hujan yang tak henti-hentinya turun. Yaaahh.. bagaimana pun juga kutipan itu benar. Ia memang hidup sekarang, dan kejutan itu kini menunggu di depannya.

“Saya serius. Apakah saya diterima bekerja di sini?”

Gadis di depannya adalah artis papan atas Suzy Bae dan semua orang tahu itu. yang membuat ia terkejut adalah gadis itu sedang melamar pekerjaan! Menjadi seorang pelayan kafe! Ha! Apa yang sedang dilakukannya itu? Apa gadis itu ingin mendapat masalah dengan menambah rumor menjadi pelayan kafe?

“Begini, Suzy-ssi. Aku tahu kau sedang berada di dalam keterpurukan sekarang. Tapi… apakah tidak ada cara lain untuk menyelesaikan kasus itu? Melaporkannya? Atau…”

“Saya tidak bisa melakukannya itu. Karena itu saya ingin mencari uang dengan ini.”, sela Soo Ji. Oke, ini sedikit memalukan karena harga dirinya sebagai artis papan atas menguap dalam sekejap.

Gyun Sang terdiam. Tidak tahu harus bagaimana menanggapi gadis ini. Heol… bagaimana bisa seorang gadis cantik seperti Suzy Bae menjadi seorang pelayan kafe? Itu… itu adalah pekerjaan yang benar-benar tidak bisa ia bayangkan.

“Te-tenang saja, saya tidak akan menimbulkan masalah dengan status saya,” Soo Ji mengeluarkan sebuah kacamata gaya berbingkai hitam dan memakainya untuk membuat penampilannya berbeda. “Lihat? Saya bisa bekerja dengan penampilan ini dan…”, ia mengeluarkan sebuah karet rambut dan mengikat rambutnya dengan acak-acakan. Kini penampilannya sangat kontras dengan pakaiannya yang mewah dan wedge boots yang ia kenakan. “Lihatlah? Sekarang saya terlihat berbeda, kan?”

Gyun Sang bangkit dari kursi kerjanya dan berdiri di dekat jendela membelakangi Soo Ji. Pikirannya serasa ingin meledak hanya untuk membuat keputusan. Tentu tidak ada salahnya jika ia menerima Soo Ji di sini asal ia dan pegawai kafe yang lain bisa menjaga identitasnya. Ia tersenyum kecil, ini sangat menarik.

“Baiklah. Kau kuterima dan kau bisa kembali besok.” Gyun Sang ternyata memilih keputusan yang tidak terduga.

“Ah… benarkah? Gamsahamnida.” kata Soo Ji sambil membungkuk hormat. Entah mengapa hatinya merasa sangat bahagia seolah-olah ia baru saja dapat peran di sebuah drama baru.

***

“Kau sedang membaca apa? Serius sekali.” Tanya Raina pada adik angkatnya yang sedaritadi terlihat sangat serius membaca sebuah majalah yang tadi baru saja di belinya.

Gyun Sang lalu menutup majalah itu dan meletakkannya di atas meja. Ia baru saja membaca artikel tentang kasus rekening Soo Ji yang sampai saat ini belum mengambil tindakan apa pun.

Noona, apakah noona tahu artis Bae Suzy itu? mengapa kasusnya belum ada tindakan?”, tanya Gyun Sang.

“Entahlah… aku  merasa kasihan dengan Suzy Bae itu. Ia baru saja memecat manajernya tadi pagi dan sekarang ia pasti tidak punya siapa-siapa. Aku rasa itu yang membuatnya tidak bisa berkutik”

Gyun Sang mengernyit. “Darimana noona tahu ia memecat manajernya?”

“Aku bertemu dengannya tadi pagi setelah audisi. Dan… Yaa~ untuk apa kau menanyakan tentangnya? Lebih baik kau menanyakan audisiku, karena tadi pagi aku berhasil lolos audisi dan masuk CK Entertainment. Keren, bukan?”

Raina memandangi Gyun Sang untuk melihat reaksi adik angkatnya itu. Namun.. kelihatannya pria itu tidak tertarik dengan kabar baiknya. Pria itu tidak bereaksi dan ekspresinya terlalu serius seperti memikirkan sesuatu. Apakah itu ada hubungannya dengan Suzy Bae? Daritadi pria itu terus menanyakan tentang Suzy Bae dan kasusnya. Tiba-tiba ada kecurigaan yang muncul di hatinya.

Gyun Sang menggeleng pelan, lalu akhirnya memberikan ucapan selamat pada Raina. “Dan… noona.” Gyun Sang ingin menanyakan sesuatu, tapi diurungkannya lagi karena ia berpikir pertanyaan itu mungkin akan menimbulkan masalah besar.

Apakah orang yang menghadapi kasus keuangan seperti Suzy Bae dapat menyelesaikan kasus hanya dengan menjadi pelayan kafe?

Raina menghela napas, lalu berkata. “Sepertinya aku akan pindah dari sini, Gyun Sang-a. Aku butuh apartemen yang dekat dengan tempat kerjaku jadi kurasa… aku akan sering-sering mengunjungimu di kafe ketika jam makan siang. Tidak apa, kan?”

Gyun Sang tidak menjawab karena lagi-lagi pikirannya disibukkan dengan Suzy Bae. Ia benar-benar takut suatu saat nanti identitas gadis itu akan terbongkar dan kafenya mendapatkan masalah besar, tidak bukan kafe, tapi ia yang akan mendapatkan masalah besar karena mempekerjakan seorang artis di kafenya. Untuk mencegah terjadinya hal itu, tentu ia harus melindungi gadis itu. Ya, ia harus melindunginya.

Gyun Sang beranjak menuju kamar tidurnya dan menelpon seseorang secara personal.

“Yaa~, Kang Ha Neul, apakah kau bisa membantuku?”

“Tentu, ada apa?” tanya sebuah suara di seberang sana.

“Ceritanya panjang, jadi tolong dengarkan baik-baik…”

***

Hari pertama bekerja di kafe.

Kafe itu adalah kafe favorit Soo Ji ketika ia menjalani aktivitasnya sebagai artis dulu. Sepulang syuting, ia akan berkunjung ke kafe itu dan memesan pesanan kesukaannya, Dark Choco Latte. Namun, sekarang ia bukan lagi seorang artis yang akan meminum Dark Choco Latte saat pulang syuting, kini ia adalah pelayan kafe yang akan menyajikan Dark Choco Latte itu sendiri.

Seharian itu, ia bekerja dengan didampingi salah satu pelayan kafe yang kini menjadi temannya—Baek Ye Rin.

“Ini,” Ye Rin memberikan sebuah nametag bertuliskan ‘Yoon Re Yi’ pada Soo Ji. Tentu nama yang ada di nametag itu bukan namanya. “Itu milik temanku yang bekerja disini dulu. Lalu ia berhenti. Kau bisa memakainya untuk merahasiakan identitasmu.”

Gomawo, Ye Rin-a.” Soo Ji lalu menyematkan nametag itu di bajunya. “Bagaimana penampilanku? Aku adalah Yoon Re Yi sekarang!”

Ye Rin tersenyum mengiyakan. Lalu ia menarik tangan Soo Ji ke dapur kafe. Di situ terlihat semua pegawai berkumpul. Di tengah-tengah mereka terdapat sebuah kue tart siap dengan lilin di atasnya. Ye Rin lalu menjelaskan bahwa hari itu semua pegawai kafe akan merayakan ulang tahun manajer mereka, Yoon Gyun Sang yang berulang tahun hari ini. Soo Ji memandangi kue tart itu dengan kagum, ia tidak percaya hari pertamanya bekerja adalah hari ulang tahun manajer Yoon. Ia merasa… hari ini benar-benar spesial.

Dan ketika kafe sudah tutup, semua pegawai kafe memberi kejutan besar pada manajer Yoon.

***

Hari demi hari terlewati, Soo Ji merasa senang bekerja sebagai pelayan kafe karena tidak ada orang yang tahu identitasnya. Walaupun banyak antifan yang terus menghujatnya karena tidak mengurusi kasus rekening itu, ia tetap merasa tenang ketika bekerja di kafe dan menganggap kafe adalah rumah keduanya. Ia benar-benar bisa melupakan sejenak masalah di dunia nyata dan tidur dengan nyaman di dunia barunya.

Hari ini pelanggan yang datang tidak terlalu banyak. Mungkin karena cuaca yang tidak bersahabat. Angin musim gugur tahun ini benar-benar kencang dan sukses merontokkan semua daun pada pohon di pinggir jalan. Jadi, hari ini Soo Ji dan pegawai kafe yang lain bersama-sama membersihkan dapur yang terbilang sangat kotor karena jarang dibersihkan.

“Oh, Manajer Yoon.”

Seluruh pegawai kafe membungkuk hormat ketika mendapati manajer mereka sedang berdiri di ambang pintu dapur dengan tangan terlipat di dada. Tidak, manajer tampan yang satu itu tidak sedang marah dengan pegawai mereka yang beramai-ramai membersihkan dapur, namun tatapan Manajer Yoon terlihat khawatir. Dan beberapa detik setelah kemunculannya, manajer tampan itu menghampiri Soo Ji yang sibuk mencuci piring dan membawanya ke ruangannya.

Oke, kali ini Gyun Sang benar-benar khawatir. Beberapa menit yang lalu kakak angkatnya menelpon ingin makan siang di kafenya dengan membawa beberapa teman artisnya. Tentu ketika kakak angkatnya mengatakan itu, pikirannya segera terarah pada Soo Ji. Bahaya jika gadis itu menarik perhatian kakak angkatnya. Jadi, untuk mengatasi kekhawatirannya, ia segera menarik gadis itu dari dapur dan mengajaknya berbicara.

“Manajer, ada apa membawa saya kemari?”, tanya Soo Ji ketika ia dan Gyun Sang sudah berada di ruang manajer.

“Sebelumnya, kau tidak perlu bicara formal padaku, mengerti?”, entah mengapa telinganya terasa aneh ketika mendengar seorang Suzy Bae berbicara formal padanya. Ya… walaupun kini ia adalah manajer gadis itu, tapi setidaknya gadis itu berbeda di matanya. Gadis itu tentu boleh berbicara apa pun dan melakukan apa pun padanya. Karena ia menganggap gadis itu… spesial?

“Ya?” Soo Ji terlihat salah tingkah, lalu mulai berbicara informal. “Baiklah, sekarang apa yang ingin kau katakan?”

“Kakak angkatku akan datang,”

“Lalu?”

“Aku ingin kau bersembunyi. Kakakku akan membawa teman artisnya dan bahaya jika ia mencurigaimu.”, kata Gyun Sang.

“Sembunyi? Aku tidak mau,” jawab Soo Ji. “Aku sudah bekerja di kafe ini selama seminggu sebagai Yoon Re Yi dan selama itu tidak ada orang yang mengenaliku. Tentu kakakmu juga tidak akan mengenaliku.”

Benar juga. Namun, walaupun begitu tetap saja ada rasa khawatir dalam diri Gyun Sang yang terus mendesaknya untuk menyembunyikan Soo Ji. “Soo Ji-ssi, aku mohon. Aku tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan ketika kau melayani mereka.”

Ani. Aku tidak bisa membiarkan Ye Rin melayani mereka sendiri. Aku akan tetap bekerja. Percayalah, Manajer Yoon. Aku bisa mengatasi ini.”, setelah mengatakan itu, Soo Ji melenggang pergi dari ruangan Gyun Sang.

Tepat saat itu, pintu kafe terbuka lebar—menandakan kedatangan Raina dan teman-temannya yang siap-siap berpesta di kafe Gyun Sang.

***

Saengilchukkae, Gyun Sang-a. Mian, karena aku baru bisa mengunjungimu hari ini. Kemarin adalah syuting drama debutku yang pertama dan aku benar-benar sibuk saat itu.”

Gyun Sang hanya tersenyum manis pada Raina yang membuat segenap teman-teman Raina tiba-tiba memekik keras karena senyum mempesona yang di keluarkan Gyun Sang.

“Ina-ya, apakah ini adik angkatmu yang kau ceritakan itu? Aigoo~ ia tampan sekali!”, kata salah satu teman artis Raina.

“Benar! Ia sangat tampan dan… tinggi!”

“Kurasa adik angkatmu benar-benar cocok jadi aktor.”

“Mengapa adikmu tidak mengikuti audisi agensi saja?”

Gyun Sang tidak bisa mendengar beribu-ribu pujian dari teman-teman artis Raina karena kini perhatiannya tertuju penuh pada Soo Ji. Ya, gadis itu sedang berjalan ke arah meja yang ditempatinya dan teman-teman Raina dengan tangan penuh nampan. Ia menghela napas berat, tentu gadis itu akan mudah dikenali karena auranya terasa sangat berbeda dari orang-orang sekitarnya. Badan tingginya… cara berjalannya… wajah angkuhnya… senyumnya…

“Yaa~ Chamkkanman.” Salah satu teman artis Raina terkejut melihat kemunculan Soo Ji yang kini sedang meletakkan pesanan ke atas meja. “Yoon… Yoon Re Yi kah namamu? Mengapa kau terlihat mirip dengan Suzy Bae?”

Oops!

Gyun Sang mematung ketika mendengar pertanyaan itu, begitu juga dengan Soo Ji dan Ye Rin. Selama beberapa detik, keheningan menyelimuti mereka semua.

“Ya? Be-benarkah?”, akhirnya Soo Ji bersuara. Tatapan Gyun Sang tidak pernah lepas darinya.

Geurae! Suara mereka benar-benar mirip. Aku jadi teringat Suzy Bae. Bagaimana ya keadaannya dengan kasus itu? Setelah kasus itu keluar, ia benar-benar hilang seperti di telan bumi.”, kata teman artis Raina yang lain. Sepertinya mereka tidak mengenali Soo Ji.

Namun Gyun Sang belum bisa bernapas lega. Karena kelihatannya kakak angkatnya seperti mencurigai sesuatu. Raina terlihat terus memandangi Soo Ji dengan teliti, lalu menyeringai kecil yang membuat jantung Gyun Sang berdetak beberapa kali lebih cepat. Sepertinya ia dalam masalah besar. Dan acara makan siang itu benar-benar makan siang terburuk dalam hidupnya.

***

“Apa yang akan kau lakukan ketika mimpi burukmu menjadi kenyataan?”

Soo Ji terpaku ketika pagi itu wartawan tiba-tiba mengerubunginya saat ia bekerja. Tunggu dulu… apakah mereka mengenali Soo Ji sebagai seorang Suzy Bae? Di antara wartawan itu, muncul kakak angkat Gyun Sang yang tidak lain adalah Raina—gadis norak yang mengambil manajernya. Ia benar-benar tidak percaya bahwa Raina adalah kakak angkat Gyun Sang. Untungnya mereka hanya sebatas kakak-adik angkat.

“Astaga, coba lihat pelayan  bernama Yoon Re Yi ini. Ia terlihat mirip dengan Suzy Bae! Apakah ini hebat?”

Kelihatannya Raina sedang syuting acara pribadinya. Hah! Soo Ji dulunya juga memimpin acara pribadi, kok. Malah kemampuan memimpin reality show milik dirinya lebih baik daripada artis newbie seperti Raina. Heol.. entah mengapa ia jadi membenci Raina karena telah mengambil manajernya seolah-olah artis newbie itu telah merontokkan seluruh kekayaannya.

Untung saja, saat itu Gyun Sang muncul dan menghalau kamera serta wartawan yang memenuhi kafenya.

Noona?” manajer tampan itu kini terlihat terkejut mendapati kakak angkatnya sedang menjalani syuting di kafenya.

Raina tidak menggubris Gyun Sang dan tetap melanjutkan syuting dengan fokus pada Soo Ji yang kini terpaku di tempatnya. Gyun Sang menghampiri gadis itu lalu menariknya. Namun pria itu kalah cepat dengan kakaknya, Raina lebih dulu menarik ikat rambut Soo Ji dan kini tergerailah rambut panjang gadis itu.

Seluruh kafe terkejut melihat penampilan ‘Yoon Re Yi’ yang kini berubah menjadi seorang Suzy Bae yang cantik. Sangat cantik.

Raina memekik terkejut. “Lihatlah, apa ia Suzy Bae? Apakah kini Suzy Bae beralih profesi menjadi seorang pelayan kafe karena kasus itu? oh, oh, tunggu dulu… aku benar-benar tidak sengaja melakukan ini karena nona Yoon Re Yi ini benar-benar mirip seperti Suzy Bae!”

Para wartawan kembali mengepung Soo Ji dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan tidak berguna ke arahnya. Sepertinya identitas dirinya mulai terbongkar dan gossip buruk tentang dirinya akan bertambah satu. Perasaan bencinya pada Raina kini benar-benar memuncak. Ia tidak boleh membiarkan emosinya meledak di depan kamera. Ia harus tetap tenang dan meninggalkan gerombolan orang yang tidak berguna itu.

Noona. Ini benar-benar keterlaluan.”

Gyun Sang tidak ingin mempedulikan kakak angkatnya itu dan memilih mengejar Soo Ji yang mungkin sedang bersembunyi di suatu tempat. Perasaannya benar, hal ini akan terjadi cepat atau lambat dan ini sudah benar-benar terjadi. Mimpi buruknya menjadi kenyataan dan ini benar-benar pahit.

***

“Soo Ji-ssi, kita perlu bicara.”

Kafe sore itu sudah sepi. Semua pegawai kafe sudah pulang selain Soo Ji. Jadi, Gyun Sang bisa mengajaknya bicara dengan leluasa karena tidak ada yang mengawasi mereka.

“Kau tidak apa?”, tanya Gyun Sang untuk memulai pembicaraan yang canggung itu.

“Hmm-Mmh”, Soo Ji mempererat genggamannya pada segelas Dark Choco Latte yang tadi dibuatnya sebelum Gyun Sang mengajaknya bicara.

Ani, geojitmal. Kau terlihat penuh masalah.”

Soo Ji menghela napas berat. “Geurae. Aku minta maaf jika membuat kafe ini jadi bahan gossip, aku minta maaf karena bekerja tanpa memikirkan resiko, aku minta maaf karena menyeret namamu karena kejadian tadi pagi. Sepertinya aku harus kembali ke duniaku. Dunia nyataku.

Gwaenchana. Tenanglah, sebentar lagi uangmu di rekening itu kembali.”, kata Gyun Sang tiba-tiba.

Soo Ji yang mendengar itu sambil meneguk Dark Choco Latte-nya hampir tersedak. “Apa maksudmu?”

Gyun Sang menunduk. “Maaf, aku berusaha untuk membantumu karena kebetulan ada temanku yang bisa mengurus hal seperti itu. dan… pelakunya sudah ditemukan. Tinggal menunggu peresmian darimu apakah kau ingin menindak lanjuti atau tidak.”

“A-apa? Mengapa kau membantuku seperti itu?”

“Karena aku tidak tega melihatmu bekerja seperti ini…”

“Apakah kau merasa kasihan padaku?”, sela Soo Ji. “Dengar, aku tidak perlu merasa dikasihani hingga merepotkan orang seperti ini.”

“Ti-tidak. Bukan maksudku seperti itu, Soo Ji-ssi. Aku bahkan tidak tahu perasaan apa yang mendorongku untuk membantumu dan aku tidak merasa direpotkan karena itu.”

“Tentu itu perasaan kasihan, Gyun Sang-ssi. Aku tidak perlu berutang budi padamu seperti ini, tapi karena sudah terlanjur, aku  harus mengucapkan banyak-banyak terima kasih padamu.” Soo Ji beranjak berdiri. “Kalau begitu sampai di sini, aku pulang dulu. Dan… tentu kau tidak perlu mengantarku.”

***

Soo Ji tidak terlihat senang ketika mengetahui Gyun Sang membantunya. Gyun Sang jadi merasa bersalah karena berhasil menambah hutang budi gadis itu padanya. Tapi mengapa gadis itu terlalu pusing-pusing ingin membalas budi padanya padahal ia sendiri sama sekali tidak merasa terbebani dengan bantuan itu. Sungguh, ia melakukannya dengan hati yang tulus.

Langkah Gyun Sang terhenti seiring dengan langkah Soo Ji yang juga terhenti di depan pintu apartemen sederhana di pinggiran kota. Ya, sedaritadi Gyun Sang mengikuti gadis itu pulang, tentu tanpa sepengetahuan Soo Ji. Ia penasaran, tempat mewah macam apa yang ditempati Suzy Bae. Namun…

Apartemen itu tidak seperti yang Gyun Sang bayangkan. Bukan kata ‘mewah’ yang mewakili apartemen yang Suzy Bae tinggali. Tapi… ternyata kata yang hanya bisa Gyun Sang bayangkan adalah ‘parah’. Bagaimana tidak, pintu depan apartemen milik Soo Ji benar-benar kotor, kau bisa mencium bau telur busuk yang terlempar di depan pintu apartemen dan tembok lorongnya, kau bisa melihat coretan-coretan di sepanjang lorong menuju pintu apartemen bertuliskan ‘Suzy Bae yang jatuh miskin kkk~’ yang tentu saja ditulis oleh beberapa antifan.

Dari balik tembok tempatnya bersembunyi, ia bisa melihat Soo Ji sedang mengerang kesal sambil memunguti beberapa kado dan bunga yang terlihat mengerikan dan membuangnya ke tong sampah dengan kasar. Setelah gadis itu masuk ke dalam apartemennya, ia melangkahkan kakinya mendekati pintu apartemen Soo Ji, mengeluarkan sapu tangan dan mulai membersihkan bekas lemparan telur yang menjijikkan. Ia memang tidak bisa berbuat banyak, tapi setidaknya pintu apartemennya harus bersih untuk menyambutnya.

Setelah menghabiskan waktunya untuk membersihkan pintu apartemen, Gyun Sang tidak pulang. Ia duduk terdiam di depan pintu apartemen Soo Ji dengan ponsel di telinganya. Pikirannya tiba-tiba tertuju pada kata-kata Soo Ji tadi sore, “—Sepertinya aku harus kembali ke duniaku. Dunia nyataku.”

Yeoboseyo?”, akhirnya orang itu mengangkatnya.

“JYP-ssi, ini aku.” Kata Gyun Sang.

“Yoon Gyun Sang-ssi! Ada apa?”

“Aku ingin meminta bantuanmu…”

***

Soo Ji masih tidak percaya ketika pagi itu dirinya dikejutkan dengan Baek Ye Rin yang heboh bertingkah seperti seorang stylist professional dengan beberapa gaun mewah di tangannya. Ye Rin berkata padanya bahwa sebentar lagi ia akan comeback segera. Awalnya Soo Ji tidak percaya bahkan tidak mengerti, namun ketika seorang musisi legendaris—JYP muncul di depannya saat itu ia percaya bahwa ia benar-benar akan kembali ke dunianya.

Tapi, tunggu dulu…

“Mengapa anda tiba-tiba datang kemaridan mempersiapkan panggung comeback? Ani, ani. Tentu bukan anda, kan yang memiliki ide ini? Apakah Gyun Sang yang menyuruh anda kemari JYP-ssi?”

JYP kelihatan salah tingkah. Semalam ketika Gyun Sang menelponnya, pria itu tidak boleh membocorkan bahwa ini kejutan yang dipersiapkan Gyun Sang. Namun kelihatannya, seorang Suzy Bae memiliki insting yang sangat peka. Ia memang pernah bermain sebuah drama dengan Suzy Bae dan gadis itu memang sangat cerdas.

“Ah… jangan memusingkan hal itu. Sekarang dengar arahanku, dan tampilkan yang terbaik…”

Soo Ji terdiam.

“Jika kau bisa membuatku bertepuk tangan sambil berdiri dengan penampilanmu, malam ini kau akan langsung diterima sebagai bagian dari JYP Nation!”

Latihannya seharian itu dengan JYP ternyata tidak sia-sia. Soo Ji bisa melihat tepuk tangan dan sorak-sorai penonton yang memenuhi kafe dengan antusias. Ia tersenyum dan membungkuk sekali lagi ke arah penonton, lalu pandangannya tertuju pada JYP yang kini sedang bertepuk tangan sambil berdiri. Ia tersenyum puas, dengan ini ia bisa membangun kembali dunia entertainmentnya yang sempat terpuruk.

Dengan perlahan, Soo Ji turun dari panggung dengan niat ingin bertemu JYP yang duduk di salah satu kursi penonton. Namun, langkahnya malah terhenti di depan seorang pria tinggi bertuksedo hitam yang kini tersenyum manis ke arahnya. Ia membalas senyuman pria itu dan berterimakasih padanya. Lalu beberapa detik kemudian, ia sudah berada di dalam pelukan pria itu.

“Aku benar-benar berterimakasih dan… maaf karena terlalu berprasangka buruk terhadapmu.” Ucap Soo Ji ketika pria itu masih mendekapnya erat.

Gwaenchana. Aku benar-benar tulus membantumu, Suzy-ssi. Karena…”, Gyun Sang berhenti sejenak, Soo Ji terkesiap ketika mendengar detakan jantung pria itu yang samar-samar berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. “Karena aku menyukaimu?”

Soo Ji mengerjap dan melepaskan pelukan dengan cepat. “Mwo? Kau tidak menyukaiku karena aku seorang artis, kan?”

Geureom anieyo! Aku menyukaimu setulus aku membantumu.” Kata Gyun Sang tersipu.

Kali ini Soo Ji tidak bisa menahan senyumnya, mengapa seorang Yoon Gyun Sang bisa berubah semanis ini. “Kalau begitu…”

“Yaaa~ Suzy Bae!” Soo Ji dan Gyun Sang lalu menoleh kesumber suara dan mendapati JYP dengan excited menghampiri mereka berdua. “Oh, Suzy Bae. You’re really something! Tentu aku tidak akan menyesal karena memasukkanmu sebagai artis JYPent! Chukkahamnida.

Perhatian Soo Ji seketika teralih pada JYP. “Ah, gamsahamnida, JYP-ssi. Gamsahamnida!

“Ini semua tidak akan terjadi jika Gyun Sang tidak menelponku.” Kata JYP seraya menepuk-nepuk bahu Gyun Sang pelan. “Pria yang satu ini benar-benar luar biasa. Tapi tunggu dulu… kalian tidak pacaran, kan?”

“Tidak.”

“Iya.”

Mwo?”, Soo Ji menoleh ke arah Gyun Sang yang baru saja mengatakan ‘iya’ pada JYP. “Yaa~ aku baru saja comeback dan tidak ingin menambah gosip pacaran!”

Ani.” Gyun Sang menarik tangan gadis itu mendekat padanya. “Kau tentu tidak akan menolak jika digosipkan pacaran denganku.”

Soo Ji terbelalak, jantungnya berdetak kencang ketika Gyun Sang menggenggam tangannya erat. Ya… aku benar-benar tidak akan menolak gosip itu.

FIN

6 responses to “[Freelance/Oneshot] Dark Chocolate

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s