Promise (Chapter 3)

promise

Poster by Gitahwa @ Diamond of Paradise

Tittle: Promise

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Shin Won Ho (Cross Gene)

Other Cast:
Find By Yourself

Gendre: Romance, School life, Comedy

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story is pure by me. All casts belong to God, their parent, and agency.

Prev:

[Teaser] | [Chap 1] | [Chap 2] | …

Keesokan harinya di Hades Senior High School. Myungsoo hari ini bahkan tidak masuk dari jam pertama. Sooji tentu mengetahuinya, karena dia memiliki schedule Infinite F.

Sebenarnya Sooji merasa kasihan dengan Myungsoo. Karena schedulenya yang padat membuatnya jadi jarang masuk sekolah, bahkan mungkin hanya sedikit memiliki kenangan dengan teman sekolahnya atau mungkin bahkan tidak ada. Padahal kalau dilihat tadi malam ternyata Myungsoo cepat nangkap, tapi sayangnya setiap masuk sekolahpun kerjaannya hanya tertidur.

 

Tet… Tet… Tet…

 

Bel istirahatpun memecahkan lamunan Sooji. Seongsaenimpun selesai mengajar dan pergi keluar kelas, begitupula dengan beberapa murid mulai berhamburan keluar. Tentu saja Sooji dan Soojung juga keluar kelas menuju ke ruang makan.
“Neo wae? Dari tadi kuperhatikan hanya melamun saja” ujar Soojung.

PicsArt_1430648734967

 

 

 

 

 

“Aku melamun? Annieyo” kelak Sooji.
“Tidak usah berbohong. Jelas-jelas tadi aku melihatmu sedang melamun”
“Jinjja?”
“Aih pabo-ya. Ada apa? Ada masalah?”
“Eobseo. Tapi aku penasaran dengan satu hal”
“Mwo?”
“Kim Myung Soo dan Kim Won Ho, mereka tidak aku?” tanya Sooji teringat kejadian tadi malam saat Myungsoo mendengar nama Wonho, ekspresinya berubah.
“Molla. Wae? Kamu kenapa tiba-tiba tertarik dengan mereka?” tanya Soojung curiga.
“Annie. Geunyang, aku penasaran saja”
“Emm… Molla, aku pernah melihatnya beberapa kali ke ruangan Wonho. Jadi kurasa tidak ada apa-apa”
“Ah begitu”

Sesampainya di ruang makan, mereka mengambil makanan mereka kemudian duduk di meja yang kosong. Sooji mencicipi cream soup di mangkoknya.
“Mwoya igge?” tanya Sooji merasa aneh dengan rasanya.
“Cream soup” jawab Soojung.
“Arra. Maksudku ini cream soup apa? Ayam?”
“Sepertinya ayam, ditulisannya seperti itu” ujar Soojung menunjuk ke papan yang bertuliskan menu hari ini.
“Jinjja?”

Sooji masih merasa aneh dengan cream soup itu. Tapi yasudahlah, akhirnya dia menghabiskannya. Setelah selesai makan, merekapun menuju ke loker untuk mengambil buku. Ditengah perjalanan, Sooji merasakan dadanya sesak dan kepalanya terasa berat.

 

Brug!

 

Tiba-tiba Sooji terjatuh dilantai.
“Bae Soo Ji!” ujar Soojung kaget, sambil mencoba membangunkan Sooji.

Murid-murid dikoridor situpun kaget melihat Sooji pingsan. Wonho yang tak jauh dari sanapun melihat kearah belakang ada ribut-ribut dan langsung menghampiri mereka.

big2

 

 

 

 

 

 
“Mwoya” ucap Wonho juga kaget begitu melihat Sooji pingsan.
“Nan molla Wonho-ah. Eottoke?” Soojung panik.

Wonho mengecek denyut nadi di leher Sooji berdetak sangat cepat.
“Habis dari mana kalian?” tanya Wonho.
“Hanya makan” jawab Soojung.
“Sooji makan cream soupnya?”
“Ne?”
“Aih jinjja. Dia alergi dengan kepiting, tadi itu cream soup kepiting” jelas Wonho.
“Bukan ayam? Ah cangkaman! Neo eottoke arraseo kalau Sooji memiliki alergi?”

Wonho menghiraukan Soojung, dan menggotong Sooji dengan kedua tangannya buru-buru ke klinik sekolah. Soojung yang panik pun, tidak begitu memperpanjang hal tadi. Setelah sampai disana Wonho meletakkan Sooji di salah satu kasur yang kosong. Dokter yang sedang jaga pun langsung menghampiri mereka.

fullsizephoto457892

 

 

 

 

 

“Ada apa ini?” tanya dokter sembari mengecek keadaan Sooji.
“Dia… Alerginya kambuh. Alergi kepiting” jawab Wonho masih sedikit terengah-engah.

Dokterpun paham setelah selesai mengecek Sooji.
“Bagaimana keadaan Sooji? Tidak apa-apa kan?” tanya Soojung masih panik.
“Tidak apa-apa. Dia hanya sedikit shock saja tadi. Biarkan dia beristirahat sebentar” jelas dokter.

Soojung dan Wonhopun akhirnya merasa sedikit lega.
“Sebaiknya kalian kembali ke kelas, karena sepertinya sebentar lagi bel akan berbunyi. Nanti dia biar aku yang mengurusnya” ujar dokter.

Soojung dan Wonhopun berjalan kembali ke kelas mereka.
“Soojung, nanti ambil di ruanganku kertas data diri untuk Sooji. Yang isinya minat, bakat, dan masalah penyakit itu. Aku lupa memberinya kemarin” ucap Wonho.
“Sooji belum mengisinya? Ah patta! Kalau begitu, kenapa kamu bisa tahu kalau Sooji ada alergi dengan kepiting?” tanya Soojung curiga kembali.

 

Tet… Tet… Tet…

 

Bel sekolah tanda masuk kelas pun berbunyi.
“Sebaiknya aku buru-buru. Annyeong” ujar Wonho kemudian berlari menuju ke kelasnya.
“Heol… Dia belum menjawab pertanyaanku tadi” ucap Soojung sambil menggelengkan kepalanya melihat Wonho berlari.

 

***

 

Sooji mengerjap-ngerjapkan matanya. Melihat kondisi sekitarnya terasa asing. Seingatnya tadi dia lagi berjalan di koridor, kemudian dadanya sesak dan kepalanya terasa berat, setelah itu tiba-tia dia terbangun disini.
“Sooji-ah, kamu sudah sadar?” tanya Soojung yang ternyata duduk di sebelah kasurnya.
“Eoh apa yang terjadi?” tanya Sooji yang masih setengah sadar.
“Alergimu kambuh setelah makan kepiting” jelas dokter sambil menghampiri begitu menyadari Sooji sudah sadar.

Dokter menyerahkan pil vitamin dan segelas air untuk Sooji, dan Soojipun langsung menegaknya.
“Kepiting?” tanya Sooji.
“Ne, tadi ternyata cream soup kepiting bukan ayam. Mian Sooji-ah, aku tidak tahu” ujar Soojung.
“Annieyo gwaenchana”
“Aku saja baru tahu, setelah diberi tahu oleh Wonho”
“Wonho? Kim Won Ho?!”
“Ne, dia tau kalau kamu alergi kepiting”
“Mwo?! Dia mengetahuinya?!”

 

=Flashback=
Sooji kecil terbangun mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Gwaenchana?” tanya namja kecil itu.

Namja kecil itu terlihat bersama dengan dengan namja paruh baya, yang Sooji ingat namja paruh baya adalah sopir dari namja kecil itu. Kemana pun namja itu berada pasti selalu ditemani sopir sekaligus penjanganya itu.
“Ini dimana?” tanya Sooji dengan polosnya melihat keadaan berwarna putih.
“Rumah sakit, tadi kamu pingsan”
“Pingsan? Karena apa?”
“Kata dokter, kamu alergi dengan kepiting. Kalau makan kepiting dadamu akan sesak dan pusing, lalu pingsan”

Sejak saat itu Sooji sangat teliti dengan apa yang dia makan. Tapi beberapa kali juga dia tetap saja pingsan karena tidak menyadari makanannya terdapat kepiting.
=Flashback End=

 

Seolma… Namja itu Kim Won Ho?” batin Sooji kebayang namja teman kecilnya yang memberikannya kalung itu.

“Wae? Ada apa emangnya?” tanya Soojung bingung.
“Annie… Annie”

Soojipun beranjak turun dari kasurnya.
“Kajja” ajak Soojung.
“Eoddie?”
“Pulang pabo-ya. Pelajaran sudah selesai semua, kamu mau kembali ke kelas?”
“Ah jinjja? Lama sekali aku pingsan. Kalau begitu dokter jinjja gamsahamnida” ujar Sooji.

Dokter hanya terkekeh melihat Sooji dan Soojung. Merek berduapun keluar dari klinik itu.
“Aku akan mengantarkanmu pulang, aku tidak mau terjadi apa-apa di tengah jalan, arra?” ujar Soojung.

Sooji hanya mengangguk menuruti permintaan Soojung. Sampai di lobby sekolah, mobil Sojung sudah menunggu di situ. Mereka pun masuk ke dalam mobil itu, sopirnya pun menggas menuju ke appartement Sooji setelah diberitahu alamatnya.
“Igge, data diri nanti kamu isi” ucap Soojung member selembar kertas.

Sooji menerimanya dan melihat isi kertas itu.
“Besok kalau sudah diisi serahkan ke Wonho. Ah jadi inget! Kenapa Wonho bisa tau kalau kamu alergi kepiting?” tanya Soojung.
“Nado molla. Aku akan menanyainya besok sekalian menyerahkan data diri ini”
“Apa kamu mengenalnya sebelumnya?”
“Sepertinya tidak. Wae? Kamu tertarik dengan Wonho?” goda Sooji.
“Heol… Annie. Aku hanya penasaran saja. And sorry I’m not interested on Wonho, for me only one person in my heart
“Nugu?”
“Kang Min Hyuk, wakil presiden komite. He’s so cool” ujar Soojung seperti membayangkan wajah Minhyuk tepat didepannya.

Sooji hanya terkekeh melihat temannya yang satu ini. Tak berapa lama kemudian, sampailah di appartement Sooji. Diapun turun di lobby.
“Gomawo Soojung-ah” ucap Sooji.
“Jangan pingsan lagi, aku memperingatkanmu. Arraseo?” ujar Soojung
“Ne ne”

Setelah Soojung pergi, Sooji menuju ke ruangannya. Sampai diruangannya dia langsung menuju ke kamarnya merebahkan badannya diatas kasur.
“Kim Won Ho?” ujarnya sambil mengingat kejadian tadi.

“Annie… Aku tidak boleh terlalu cepat menyimpulkan. Tapi bisa saja sih” ujarnya lagi.

Tiba-tiba hp Sooji berdering, dia langsung mengecek hpnya itu. Terdapat notif dari line dari Myungsoo.

Screenshot_2015-05-06-11-23-06

 

 

 

 

 

Myungsoo: Nanti malam jam 7? Arraseo?

Sooji membalas line itu, dengan singkat

Sooji: Arraseoyo.

Sooji melihat jam dindingnya menunjukkan pukul 3 sore.
“Setidaknya ada waktu untuk istirahat” ujarnya.

Diapun memejamkan matanya, kemudian lelap tertidur.

 

***

 

Jam 7 malam. Sooji baru sampai di depan gedung WL Entertainment, seperti kemarin terdapat beberapa fans yang menunggu Infinite F itu. Sooji menghiraukan mereka, dan menaiki tangga gedung tersebut. Sampai di depan pintu, dia menggesek WLCardnya itu, dan pintupun terbuka. Dia pun langsung naik lift menuju ke lantai 5. Sesampainya diisana dia melihat dari pintu kaca di ruangan dance, Myungsoo dan Sungyeol lagi berlatih ngedance.

Sungyeol begitu menyadari kehadiran Sooji langsung mematikan music, dan memanggil Sooji masuk dengan melambaikan tangannya. Sedangkan Myungsoo duduk dilantai sambil menyandar di tembok. Soojipun masuk ke ruangan itu.
“Annyeong” sapa Sungyeol.
“Ne, annyeong haseyo” balas Sooji.
“Myusoo-ah, aku pindah latihan di ruang vocal ne” ujar Sungyeol.
“Eoh” jawab Myungsoo.

Sungyeolpun keluar dari ruangan.
“Sooji-ah, tolong ambilkan air mineralku di atas meja sebelahmu” pinta Myungsoo.
“Arraseo”

Sooji mengambil botol air mineral yang letaknya di atas meja itu, dan meletakkan tasnya diatas meja tersebut. Dia menghampiri Myungsoo.
“Igge” ujar Sooji menyerahkan ke Myungsoo.
“Gomawo” ujar Myungsoo mengambil, langsung menegak air mineralnya.

Sooji melihat Myungsoo seperti kelelahan, bahkan kalau diperhatikan lingkar mata Myungsoo lebih hitam dibandingkan dengan kemarin. Diapun bersandar di tembok tersebut dan menjongkokkan diri.

unnamed (6)

 

 

 

 

 

“Setelah dipikir-pikir, neo wae berusaha sangat keras? Bukan cuma kamu, Sungyeol dan Sungjong juga. Kurasa semua idol” tanya Sooji penasaran.
“Karena mereka tau betapa susah dan kerasnya saat masa training. Masih banyak juga idol di luar sana yang lebih berusaha keras lagi. Groupku masih belum seberapa” jelas Myungsoo.
“Tapi kamu kan anak dari pemilik Ark Company and Group, kenapa harus susah payah? Ah ya, appaku kerja disana juga”
“Arra”
“Mwoga arra?” tanya Sooji bingung.
“Kapan kita mulai belajar?” tanya Myungsoo mengubah topik.
“Semangat sekali belajar” ejek Sooji.

Mereka berduapun duduk di kursi yang mejanya Sooji letakkan tasnya tadi. Sooji mengeluarkan buku-bukunya.
“Tenang kali ini aku bawa buku” ujar Myungsoo.
“Wah jinjja?” ucap Sooji tidak percaya.

Myungsoo mengambil tasnya yang terletak dibawah meja tersebut dan mengeluarkan bukunya. Merekapun mulai belajar. Kali ini Sooji mengajarkan matematika, aljabr. Myungsoo memperhatikan dengan seksamat. Tidak seperti dugaan Sooji, awalnya Sooji pikir Myungsoo tidak akan mendengarkannya sama sekali, tetapi malah kebalikannya. Sampai pada soal, Sooji mengerjakan soal itu sebagai contoh. Kemudian soal-soal berikutnya Myungsoo mengerjakannya sendiri. Selagi Myungsoo mengerjakan soal, Sooji mengeluarkan kertas yang tadi disuruh Soojung untuk mengisi -data diri-.
“Mwoya iggo?” tanya Myungsoo.
“Kertas tentang data diri” jawab Sooji.

Myungsoo kembali melanjutkan mengerjakan soal, dan Sooji mengisi kertas tentang data dirinya itu.

bae suzy fansign

 

 

 

 

 

 
“Nama? Bae Soo Ji. Lahir? Seoul. Blaa… Blaa… Blaa…” ucap Bae Sooji sambil mengisi data diri tersebut.

“Alergi?” ucap Sooji lagi.
“Kepiting” timbrung Myungsoo, tapi Sooji tidak begitu menanggapinya.
“Warna favorite?” Sooji heran membacanya, karena menurutnya hal yang tidak penting.
“Pink!” ujar Sooji dan Myungsoo bersamaan.

 

=Flashback=
Sooji kecil memakai sebuah pita berwarna pink di rambut samping kirinya.
“Pink lagi?” ujar namja teman kecilnya itu yang selalu memperhatikan Sooji pasti memakai warna pink disalah satu pakaiannya.
“Aku suka warna pink” jawab Sooji.
“Wae?”
“Karena menurutku warna pink membuat semuanya indah, dan juga warna pink melambangkan perempuan”
=Flashback End=

 

“Eottoke arraseo?” tanya Sooji begitu menyadari.

Myungsoo tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke depan wajah Sooji.

Screenshot_2015-04-29-02-23-34

 

 

 

 

 

 
“Neo jinjja… Kamu benar-benar tidak ingat?” tanya Myungsoo.

 

=To Be Continue=

 

Jreeeeeeeeeeeeeeng!!! Hayo tebak siapatuh yang kira-kira janji sama Sooji? Siapa #teamMyungsoo? Siapa #teamWonho? Kekekeke. Mian tbcnya selalu dipart yg penting *sengaja*😛 Next part ditunggu aja ya hihihi.
Jangan lupa ya… Comment and likenya, kalau bisa sarannya yaa ^^❤

56 responses to “Promise (Chapter 3)

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s