[Freelance] L’Histoire et L’Art Chapter 3

Title : L’Histoire et L’Art (History and Art are The Best Partner) | Author : kawaiine | Genre : Family, Marriage Life, Romance | Rating : PG-15 | Main Cast : Bae Soo Ji (Suzy) , Kim Soo Hyun | Other Cast : Kim Sang Bum, Kim So Eun, Jang Wooyoung, Lee Ji Eun ,etc (find by your self)

Disclaimer :

This Fan Fiction is Fiction and this cast belong to god. This plot is mine. Sorry for typo. Happy reading guys^^,

 

“Sejarah dan Seni saling menguatkan satu sama lain untuk tetap bertahan.”—Bae Suzy

Author POV
Hawa dingin menusuk kota Seoul hari ini,membuat sepasang pengantin baru ini enggan untuk terbangun dari tidurnya yang nyenyak,perlahan yeoja itu tersenyum dengan tangan yang meraih bahu namja di sampingnya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang namja itu,namja yang berada disampingnya kini menyadari apa yang yeoja itu lakukan, ia pun tersenyum dengan tangan yang semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh yeoja yang telah resmi menjadi istrinya.
“Yeobo..” ucap yeoja yang kini tengah menutup matanya sembari berbicara. Sementara namja disampingnya sudah terlebih dahulu terbangun dan mengelus rambut dan pipi yeoja itu
Suzy POV
Hari ini hari pertamaku menjadi seorang istri dari Kim Soo Hyun. Ani, lebih tepatnya kemarin. Akupun membuka mataku, melihat Soo Hyun Oppa yang tengah sibuk mengelus rambut dan pipiku.
“Soo Hyun Oppa..” ujarku
“Ne, Suzy-ah..” jawabnya.
“Saranghae,jeongmal.”
“Nado saranghae Kim Suzy.” ujarnya sambil mengecup kening dan pipiku. Dan aku hanya memejamkan mata menerima perlakuan suamiku.Kini tanganku sibuk meraih handuk yang berada di pinggiran ranjang kami, setelah berhasil mengambilnya, akupun memakainya.
“Aku mandi terlebih dahulu ya,Oppa.” ujarku meninggalkan Oppa yang tengah terduduk di ranjang, lalu aku berjalan lurus ke arah kamar mandi. Setibanya di kamar mandi, aku langsung dihadapkan dengan kaca-kaca antik bergaya eropa, akupun melihat pantulan diriku disana, tanpa disadari senyum malu-malu itu menghiasi wajahku dan membuat pipiku menjadi merah merona. Kejadian tadi malam yang selalu hinggap di pikiranku, akupun berjalan kearah bathtub dan menyalakan keran air lalu masuk kedalam bathtub tersebut.
30 Menit kemudian…
Aku melangkahkan kaki ku keluar kamar mandi, ku lihat ranjang yang tadinya berantakan dan tidak beraturan telah rapi dengan seprai baru berwarna merah darah berhiaskan bunga mawar. Aku mencari-cari Soo Hyun Oppa yang tidak tampak disana. Mungkin ia sedang mandi di kamar mandi bawah,akupun segera membuka lemari untuk mengambil baju yang akan kupakai,setelahnya aku berdandan dan turun kebawah. Aku melihat Oppa yang sedang duduk di kursi Armchair bergaya klasik dengan gelas di tangannya dan menghadap ke kaca besar yang diluarnya terdapat pemandangan kota Seoul.
“Oppa, mau sarapan apa?” tanyaku membuatnya menoleh padaku dan tersenyum.
Egg Roll saja,yeobo.” ucapnya,sementara aku melangkahkan kaki ke dapur untuk membuat pesanannya pagi ini. Selesai aku memasakkan sarapan, akupun menghampirinya dan duduk di kursi Armchair bersebelahan dengannya  dan memberikan Egg Roll dan piringnya ke tangan Oppa.
“Suzy-ah, hari ini Eomma dan So Eun Noona akan mengunjungi kita,kau bisa memasak Escargot*dan menu menu lainnya untuk mereka kan.?” Tanya Oppa
“Tentu Oppa, sewaktu di Paris juga aku belajar memasak dengan Mam Vander, aku diajarkan memasak Escargot.” jawabku yang dijawab kembali dengan pandangan Oppa yang membuatku tertunduk malu. Lalu, Soo Hyun Oppa menghampiriku dan berlutut di depanku.
“Suzy-ah, gomawo.. telah menjadi istriku. Aku menjadi namja yang paling beruntung karena bisa melihat senyuman Bidadari setiap harinya.” ujar Oppa sambil meletakkan tangan kanannya di pipiku, lalu tangan kirinya menggenggam tanganku. Akupun menatap matanya, yang tersimpan ketulusan untuk mengatakan hal ini. Tak ada yang bisa aku jawab selain tersenyum dan mencondongkan tubuhku untuk memeluknya. Aku mencoba merangkai kata untuk bisa menjawab apa yang Oppa katakan.
“Tak usah berterimakasih,Oppa. Takdir yang menyatukan kita berdua. Bukankah aku pernah bilang jika Sejarah selalu ada dimanapun seni berada. Kita pernah terpisah untuk sekian tahun lamanya, namun takdir kembali mempertemukan kita. Bukankah itu berarti Sejarah tak akan pernah bisa jauh dari seni dan sebaliknya?.” tanyaku.
“Ne,walaupun mereka  terpisah jauh dan terpisah untuk waktu yang lama, takdir akan menyatukan dan mempertemukannya kembali.” jawabnya yang disertai dengan melepaskan pelukanku, lalu meraih tanganku dimana cincin Emerald* ini terpasang di jari manisku, ia pun mencium tanganku.
“Aku harap kau selalu berada bersamaku..” ungkapnya
“Dan suatu hari.. dia akan bersama kita..” sambung Oppa sembari meletakkan tangannya di perutku, mengusapnya dengan pelan.Aku hanya bisa tertawa kecil, diikuti oleh tawa Oppa yang menggema.
“Oppa sangat ingin memiliki seorang anak dariku?” tanyaku
“Ani, lebih dari satu.” jawabnya, sementara aku hanya tersenyum
“Lalu, mau berapa.?” tanyaku
“Sebanyak-banyaknya.” jawab Oppa diikuti oleh tawanya, sementara aku hanya mengerucutkan bibirku.
“Ah, kalau tidak sebanyak-banyaknya aku rasa dua saja sudah cukup, daripada melihat istriku yang cantik ini mengerucutkan bibirnya, aku menjadi ingat kejadian tadi ma—“ ucapnya dengan nada bicara yang cepat lalu aku mencubit perutnya.
“Aw, Appo.” katanya sambil mengelus perutnya.
“Oppa sih,jika masih pagi atau siang hari jangan menyangkut-nyangkutkan itu.”
“Ne, ne, ne.. Mian Suzy-ah, hehe. Lalu kau ingin memiliki berapa anak Suzy-ah?” Tanya Oppa
“Seperti yang Oppa katakan, dua saja.” jawabku yang dijawab kembali dengan tawa dari Oppa.
Setelah berbincang ria, kami hampir lupa akan nasib Egg Roll ini, kami langsung melahapnya. Lalu setelah habis, aku mencuci piring ke dapur dilanjutkan dengan memasak masakan untuk Eommonim dan Eonni yang akan datang kesini, sementara Soo Hyun Oppa tengah sibuk membersihkan patung-patung Yunani Kuno dan Eropa yang tertata rapi di setiap sudut rumah sembari bersiul-siul tak lupa memasang lukisan-lukisan yang aku buat selama aku dikaruniai anugerah melukis dengan baik. Selesai memasak, aku duduk di ruang televisi, melihat Oppa yang kini tengah menaruh penghargaan yang kami dapat selama kuliah di Paris.
Kim Soo Hyun POV
Aku kini tengah asyik menata rumah serapi mungkin, dengan patung-patung dan barang antik yang aku beli di Champ Elysees. Tak lupa untuk memasang lukisan yang dibuat oleh Suzy juga penghargaan yang kami dapat selama kuliah di Kota Paris. Selesai menata, aku menepukkan tanganku dan menyuarakan “fffhhh” dari mulutku, tanda aku kelelahan namun puas dengan tataanku. Lalu akupun terduduk di samping Suzy,rasanya sangat berat punggungku ketika duduk, akupun memutuskan untuk berbaring di kursi dengan paha Suzy sebagai bantalnya. Tangannya yang lembut mengusap pelan rambut dan wajahku.
“Oppa,lihatlah..rumah menjadi indah karenamu.” ucapnya
“Ani, bukan karena ku saja sayang. Karenamu juga, aku yakin jika tak ada dirimu disini, suasana rumah akan berbeda.” jawabku.
“Oppa selalu saja menggombal” ujarnya
“Aku tidak menggombal, tapi ini kenyataan Suzy-ah.” jawabku kembali, tak lama kemudian terdengar suara bel dari luar dan suara membuka pintu begitu jelas di telingaku. Akupun bangkit dari “tempat permanjaanku”, lalu terduduk rapi.
“Soo Hyun,Suzy-ah..Kami datang.” ucap Eomma memasuki rumah kami dengan diikuti oleh Appa dan Hyung yang mengekor di belakangnya, tak lupa juga So Eun Noona.
“Ne, Eommonim..” ucap Suzy sembari berjalan kea rah Eomma.
“Oh, rupanya Appa dan Hyung juga ikut, Eomma bilang hanya Eomma dan Noona yang akan kesini.” ujarku
“Appa dan Sang Bum Oppa ingin sekali melihat rumah bergaya Eropa kalian, jadi..mereka terpaksa meliburkan diri dari kantor.” ucap Noona,sementara yang lain hanya sibuk memandangi seisi rumahku dan Suzy.
“Ah, begitu.. kemarilah Eomma,Appa,Hyung,Noona..kita berbincang di taman belakang saja.” ucapku sembari memboyong mereka keluar melalui  pintu belakang sementara Suzy berjalan ke dapur untuk membuat minuman lalu aku menyarankan mereka untuk duduk di kursi taman antik yang dikelilingi oleh banyak pepohonan,bunga,taman kecil dan juga kolam ikan. Aku dan Suzy  memang sengaja membuat ini, untuk anak-anak kami bermain nanti. Tak lupa juga Gazebo yang berada di atas kolam ikan dan ayunan besar yang terletak di sebelahnya.
“Daebak,rumahmu sangat indah Soo Hyun.” ujar Hyung
“Iya,rumahmu sangat menawan Soo Hyun.” sambung Noona
“Dan patung-patung yang di tata rapi di rumahmu sangat luar biasa.” ujar Appa.
“Ya,karena aku dan Suzy selalu mengidamkan rumah seperti istana Eropa modern. Dulu sewaktu kami kuliah, kami selalu mengunjungi perpustakaan untuk mencari-cari arsitektur yang bagus untuk membangun rumah,beruntunglah aku memiliki arsitektur seperti Suzy. Suzy yang memilihkan semua material untuk membangun rumah ini.” jawabku
“Jinja? Daebak sekali menantuku itu,selain dia cantik dia juga pintar.. Soo Hyun, kau sangat beruntung memiliki dia.” ujar Eomma dengan matanya yang berbinar-binar menunjukkan kekaguman pada Suzy yang dijawab oleh senyumanku, tak lama kemudian Suzy mendorong roda bertingkat yang di atasnya terdapat makanan dan minuman.Namun, bangkitnya Eomma dari duduk dan menghampiri Suzy membuat Suzy menghentikan aktivitasnya.
“Aigoo Aigoo, biar kubantu sayang. Mau dibawa kemana semua ini?.” Tanya Eomma
“Ke Gazebo sana Eommonim, kita akan makan bersama disana.” jawab Suzy
“Ah,biar aku saja yang mendorongnya. Kau ajaklah mereka untuk segera pindah kesana.”
“Ne,Eommonim.” Suzy pun menghampiri kami, dibelakangnya terdapat Eomma yang sedang mendorong roda bertingkat ke arah Gazebo.
“Appa,Sang Bum Oppa, Eonni, mari kita kesana untuk makan bersama. Aku telah memasak Escargot untuk makan kita dan menu lainnya.” Ujar Suzy yang dibalas oleh teriak kemenangan Appa dan Hyung. Sementara Noona tampak tersenyum getir.
“Noona, gwenchanayo?.” tanyaku
“Gwenchana Soo Hyun-ah, aku akan kesana untuk makan bersama. Ayo Suzy-ah,Soo Hyun.” jawabnya yang diikuti dengan langkahnya menuju Gazebo dan diikuti pula denganku dan Suzy. Sesampainya kami disana,kami segera makan bersama.
“Makanlah yang banyak Suzy-ah, agar kau sehat dan cepat-cepat memiliki anak. Aigoo,aku tak bisa membayangkan bagaimana jika aku menimang cucuku di depan teman-temanku yang belum mendapat cucu.” ujar Eomma membuka pembicaraan, sementara Noona berhenti dari kegiatan memasukkan isi sendok ke mulutnya dan menatap ke arah depan dengan tatapan kosong. Dapat kulihat hyung yang tengah menggenggam tangan Noona, akupun merasa ada sesuatu yang mungkin menyinggung perasaan Noona, aku berusaha mengalihkan topik.
“Appa,bagaimana perusahaanmu? Berjalan lancar kan?” tanyaku pada Appa.
“Soo Hyun kau benar-benar mengingatkanku pada satu hal,ada sesuatu yang penting yang ingin ku sampaikan.” ujar Appa.
“Katakanlah ,Appa.”
“Aku akan menunjukmu sebagai penggantiku di kantor,untuk beberapa waktu. Namun,jika menunjukkan perubahan perusahaan akan ada di tanganmu.”
DEG—“ perkataan Appa membuat jantungku terhenti. Aku sekilas melirik kepada hyung yang sepertinya kaget dengan ucapan Appa.
“Appa, itu bukanlah bidangku. Aku tak bisa mengurus perusahaan.” jawabku
“Bergurulah pada menantuku yang cantik ini, Suzy. Bukankah ia berpengalaman memimpin perusahaan ayahnya dahulu. Benarkan Suzy?”
“Ah..N..Ne Appa.” jawab Suzy. Aku kembali menoleh kepada hyung dan noona, yang tampaknya sedang tidak dalam keadaan yang baik. Tadinya aku ingin mengalihkan topik pembicaraan Eomma yang menyinggung masalah cucu, kini topik yang aku pilih tampaknya salah. Aku malah menyebabkan hati hyung dan noona mungkin sedikit tersinggung. Wajar jika hyung tersinggung, ia hanya dijadikan Middle Manager di kantor Appa. Sementara aku yang tidak tahu menahu soal perusahaan tiba-tiba di haruskan memimpin perusahaan.
“Sang Bum, So Eun.. Soo Hyun cocok kan untuk menjadi seorang pimpinan?” Tanya Eomma pada hyung dan noona
“Ne, Eomma..” jawab hyung dan noona bersamaan dengan senyuman yang sedikit dipaksakan. Tak terasa kami telah selesai makan, Eomma dan Appa memaksaku juga Suzy untuk menunjukkan kamar kami di lantai atas, mau tidak mau kami mengantarkan mereka,meninggalkan hyung dan noona yang terduduk di kursi taman.

Kim Sang Bum POV
Yang aku takutkan pun sepertinya akan terjadi, dunia serasa membenciku dan istriku hari ini. Dibalik senyum dan canda tawa mereka, tidakkah mereka sadar bahwa ada hati yang sedih? Tidakkah mereka lihat bahwa ada hati yang terluka ketika mereka mengatakan tentang “cucu dan jabatan”?. Darahku seperti naik keatas kepala,ingin rasanya aku berteriak pada dunia, mengapa tidak adil kepadaku? Ani,kepada istriku juga? Namun, kemarahanku luluh ketika melihat istriku tengah menutup wajahnya menahan isakan kecil di mulutnya,dan menahan Kristal air di matanya.
“So Eun-ah, uljima..” bujukku pada istriku.
“Oppa, hatiku..hatiku sangat hancur..” jawabnya,akupun hanya menariknya untuk segera berada di pelukanku, yang katanya pelukan dapat menenangkan jiwa yang terluka.
“Aku juga merasakannya, oleh sebab itu..kau jangan menangis, kita hanya perlu memikirkan bagaimana caranya untuk mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milik kita.” ucapku dengan sedikit mengepal tanganku menahan rasa kesal yang bergelora di dalam hati.
“Bagaimana caranya,Oppa? Eommonim dan Appa sepertinya sangat menyayangi Suzy dan Soo Hyun.Mentang-mentang kau adalah—“
“sssstt,Kita pikirkan nanti di rumah saja, sayang.” jawabku
Seketika kami sedang berpelukan, tibalah mereka di hadapan kami. Akupun segera melepaskan pelukanku, So Eun segera menyapu wajahnya dengan telapak tangannya.
“So Eun, Sang Bum, mari kita pulang. Sepertinya aku harus memberikan mereka waktu berdua,agar dalam kurun waktu sebulan dapat memiliki seorang cucu.” ujar Eomma, yang lagi lagi membuat mataku memerah menahan kesal.
“Ah, Ne..Sepertinya itu harus, Soo Hyun, Suzy, kami pulang dulu. Kasihan Juni di rumah jika ia ditinggalkan sendiri, ia belum terlalu mengerti tinggal di Korea.” ucap So Eun.
“Juni?” Tanya Suzy
“Ne, Juni.. ia adalah assisten rumah tangga kami yang baru, ibunya Mei sedang pulang ke China, tak aku sangka Mei menikah dengan pria Indonesia yang membuat Juni sangat sopan seperti orang-orang Indonesia.” jawab Eomma.
“Dari Indonesia? Lain kali aku akan menemui Juni untuk mengobrol dengannya Eommonim, pada saat aku kuliah di Paris,aku memiliki teman bernama Marine, dia dari Indonesia, dan aku sangat tertarik dengan segala yang ia ceritakan tentang negaranya.” ucap Suzy
“Ah, jika kau ingin menemui Juni..datanglah ke rumahku sayang.” ujar Eomma sembari mengelus lembut pipi dan rambut Suzy. Aku tau ini pemandangan yang sangat tidak menyenangkan untuk So Eun. Masih teringat jelas,3 tahun lalu ketika So Eun resmi menjadi istriku, Eomma sangat perhatian padanya, mengelus lembut rambut dan pipi bulat So Eun adalah kebiasaan Eomma jika memuji seseorang. Dan kini, perhatian itu hilang sejalan dengan adanya Suzy, istri Soo Hyun.
Kamipun segera pamit kepada pemilik rumah, lalu meninggalkan rumah ini. Aku tak henti memandangi rumah Soo Hyun yang benar-benar indah. Aku juga sangat ingin memiliki rumah sendiri, karena jika masih menumpang di rumah orang tua jika kita sudah menikah mencirikan bahwa kita bukan orang yang mandiri.

Soo Hyun POV

“Suzy-ah,kemari..” Akupun menarik tangan Suzy dan segera duduk di kursi Settee.
“Wae, Oppa?.” tanyanya dengan wajah polosnya
“Kurasa, hyung dan noona tidak suka jika Eomma menyinggung soal cucu. Dan kau tau,kan? tadi aku di suruh untuk memimpin perusahaan Appa,ini benar-benar membingungkan.” ujarku
“Ne,Oppa..aku juga merasakan hal itu. Tapi, siapa yang tak akan tersinggung jika Eommonim mengatakan hal itu pada wanita yang belum bisa memiliki keturunan..Jika aku menjadi Eonni, aku juga sedih.”
“Tapi kenapa aku merasakan udara kebencian di mata hyung? Atau memang perasaanku saja,Suzy-ah?”
“Mungkin perasaanmu saja,Oppa. Oh ya,Oppa..bukankah Oppa mau berguru denganku?”
“Ya, aku ingin berguru bagaimana caranya memimpin perusahaan pada Nyonya Kim.”
“Baiklah, kita mulai nanti ya. Oh ya,Oppa.. Aku tidak sabar untuk bertemu Juni.”
“Mengapa kau sangat antusias ingin bertemu dengan Juni?”
“Karena aku suka akan Negara Indonesia, yang kaya akan sejarah dan seni,Oppa. Temanku pernah bercerita tentang itu, aku menjadi tertantang.”
“Ne,Indonesia.. lain kali kita akan mengunjunginya,jika ada waktu. Ku lihat juga Indonesia memang Negara yang indah, sayang.” ujarku sembari tersenyum ke arah Suzy,dan menatap lalu memeluknya
Tiba-tiba suara bel menghentikan aktivitas kami, Suzy segera bangkit dari duduknya. Setelah Suzy membukakan pintu,terlihat Wooyoung,Ji Eun,dan seorang anak laki-laki di pangkuan Wooyoung.
“Hei,man.Rumahmu dari luar tampak indah sekali, dan ketika aku masuk kedalam tak kalah indah.” ujarnya
“Ne, karena aku dan istriku sangat menyukai gaya ini.” jawabku diikuti dengan langkahku mendekati Wooyoung,sementara Suzy dan Ji Eun masih berpelukan. Akupun segera untuk membawa Wooyoung dan keluarga kecilnya ke taman belakang.
“Daebak, Suzy-ah..rumahmu sangat-sangat indah.” ujar Ji Eun pada Suzy.
“Ne,Ji Eun-ah, gomawo.” jawab Suzy.
“Suzy-ah,sebaiknya kau antar aku untuk berjalan-jalan menyusuri rumahmu yang indah ini,Ne? dan Oppa, kau jagalah Ji Woo.”
“Arra..Arra..berjalan-jalanlah saja kalian.. Aish, lupa ku perkenalkan. Suzy-ah,Soo Hyun, ini adalah Ji Woo,anakku.” sementara Ji Woo hanya tersenyum menampilkan wajahnya yang lucu dan tampan, dapat kulihan Suzy yang sangat senang akan kehadiran Ji Woo.
“Annyeong haseo ajusshi,ahjumma.” buka Ji Woo di iringi dengan bungkukan badannya yang sangat lucu.
“Ah, Annyeong Ji Woo.. kau sangat tampan dan lucu sekali.” jawabku dan Suzy.
“Kau mendidik anak dengan baik juga Wooyoung.” ujarku,sementara Suzy dan Ji Eun sepertinya sudah masuk kedalam,dan Ji Woo sedang asyik berlari lari kecil di taman.
“Yak! kau kira aku tidak akan berhasil dalam mendidiknya?”
“Kau tidak akan bisa, tanpa Ji Eun.” sementara Wooyoung menjawabnya dengan tersenyum lebar.
“Wooyoung, ada yang harus aku ceritakan kepadamu.”
“Ceritakanlah, tapi ini bukan tentang malam pertama kalian kan?” jawabnya
“Aish, bukan. Ini menyangkut keluargaku,Hyung dan Noona.”
“Apa yang terjadi Soo Hyun?”
“Appa menunjukku sebagai penggantinya sementara waktu,sedangkan kau tahu kan? hyung sudah lama membantu Appa di perusahaannya. Tapi Appa tidak memilih hyung,malah memilihku yang tidak tau apa-apa tentang memimpin perusahaan.”
“Kau harusnya senang Soo Hyun, kurasa hyungmu juga akan biasa saja dengan ini.Bukankah dia orang yang baik?”
“Ini yang menjadi masalah, tadi pagi keluargaku datang,dan Appa membicarakan ini, kulihat hyung dan noona yang tampaknya tidak senang. Kau tau? ketika Eomma membahas cucu, noona dan hyung juga menampilkan sikap yang sama.”
“Jadi maksudmu? Mereka iri?”
“Bisa di bilang begitu, namun istriku bilang bahwa itu hanya perasaanku saja.”

Suzy POV
Aku dan Ji Eun kini sedang melihat-lihat lantai satu rumah kami, yang dimana terdapat banyak lukisan dan patung-patung disana. Akupun segera menarik kursi yang ada di depan kami, lalu Ji Eun juga melakukan hal yang sama.
“Ji Eun-ah,aku ingin bertanya padamu.” ucapku membuka percakapan
“Tanyakanlah Suzy-ah.”
“Kau tau dimana tempat membeli ramuan untuk menyuburkan kandungan?” tanyaku, lalu Ji Eun tertawa yang membuatku bingung
“Aigoo.rupanya kau sudah tidak sabar untuk memiliki anak,eoh?”
“Aniya, bukan untukku..namun untuk So Eun Eonni, kakak ipar suamiku”
“Memangnya apa yang terjadi Suzy-ah?”
“Eonni dan Oppa sudah menikah selama 3 tahun, namun Eonni tak kunjung hamil. Tadi keluarga suamiku mengunjungi rumah, Eomma banyak menyinggung tentang cucu. Suamiku bilang bahwa Eonni seperti yang tersinggung dengan perkataan Eomma.”
“Ah,begitu.. lalu So Eun Eonni menunjukkan sifat-sifat aneh?”
“Ne, ia melamun ketika Eomma membahas itu, belum lagi.. Suamiku yang akan ditunjuk untuk menggantikan Appa di perusahaannya,sementara Oppa yang sudah lama membantu Appa tidak dipilih untuk memimpin perusahaan.”
“Suzy-ah, kau harus berhati-hati.”
“Untuk apa? Aku rasa tak akan ada sesuatu yang membahayakan.”
“Jelas ada, kau tau orang yang sangat ambisius untuk meraih apa yang ia mau, ia akan melakukan segala hal.”
“Pikiranmu terlalu jauh Ji Eun-ah. Jadi apakah kau tau ramuan yang bagus untuk menyuburkan kandungan?”
“Suzy-ah, tapi ini besar kemungkinan akan terjadi. Mollayo, setauku jika ingin subur berolah ragalah dengan rutin dan bergaya hidup sehat.”
“Baiklah, nanti akan aku sarankan pada Eonni.”
Setelah kami selesai berbincang,kami langsung turun kebwah untuk membuat minuman dan kue beras. Selesai membuat, kami langsung melangkah ke taman belakang, melihat Oppa dan Wooyoung Oppa yang sedang mentertawakan Ji Woo. Ji Woo memang anak yang lucu,tingkahnya membuat orang tertawa.
“Oppa,minumlah..akan menjadi dingin tehnya jika tidak diminum.” tawarku
“Ne,Suzy-ah, gomawo.” jawab Soo Hyun Oppa diikuti oleh Wooyoung Oppa yang meminum teh tersebut.
Waktu menunjukkan pukul 3 sore, Wooyoung Oppa dan Ji Eun pamit pulang. Sementara aku sibuk membereskan gelas dan piring-piring kotor sepulangnya mereka. Akupun kini berada di depan washtafel dan kembali sibuk dengan pekerjaanku. Tak kusadari,sebuah tangan melingkar indah di pinggangku, dan dagunya diletakkan di bahuku.
“Oppaaaa, lepaskan. Aku mau mencuci piring dulu.” ujarku
“Sehabis mencuci piring, kau tidak akan beraktivitas apa-apa lagi kan?Suzy-ah, kurasa aku perlu menyewa pembantu untuk membantumu disini.”
“Iya,tidak akan. Aku juga memikirkan itu Oppa.”
“Baiklah,sehabis kau cuci piring nanti kita mandi bersama. Dan aku akan mencarikan pembantu lewat Eomma.” ucapnya dengan cara berbisik di telingaku,membuatku merasa sedikit geli. Akupun hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban,diikuti dengan teriak kemenangan Oppa. Setelah aku beres mencuci piring aku dan Oppa segera menuju kamar mandi dan aku berlari-lari ketika Oppa hampir menggendongku, lalu Oppa mengejarku.
1 jam kemudian kami keluar dari kamar mandi, aku dan Oppa segera dibaju dan turun kebawah. Akupun mengambil kanvas dan alat melukis lainnya di dekat ruang televisi,lalu aku ditemani Oppa ke taman belakang dan aku duduk di kursi taman, sementara Oppa sibuk bermain bersama ikan-ikannya.
Akupun menggoyangkan kuas diatas kanvas, dengan serius aku melukiskan bunga teratai dan warna merah sebagai latarnya.
“Suzy-ah..kau tau filosofi bunga teratai?” Tanya Oppa
“Hanya sedikit, Oppa..bunga teratai itu selalu dipandang bunga yang kotor.” jawabku
“Ne, dan karena pandangan orang seperti itu,banyak orang tak menyadari betapa indahnya bunga teratai ini ketika berwarna merah muda. Mungkin jika bunga teratai ini bisa berbicara, kurasa ia akan berteriak jangan memandangku sebagai bunga yang kotor.”
“Maka dari itu,Oppa..aku mewarnai latarnya dengan warna merah, walaupun ia tumbuh di lingkungan kotor, namun ia selalu berani menunjukkan keindahannya agar tak dipandang sebagai bunga yang kotor.” jawabku yang diikuti dengan usapan tangan Oppa di bahuku.
Sore pun berganti malam, lukisan yang aku lukis kini terpajang di dinding kamar kami, lalu malam berganti pagi, tadi malam sebelum tidur Eomma menyuruhku untuk datang kerumah dan Oppa mulai besoko bekerja di perusahaan Appa. Akupun segera bangun lebih pagi untuk menyiapkan segalanya, dari mulai jas dan kemeja Oppa, sarapannya juga tak lupa. Oppa mungkin sudah terbangun, karena aku mendengar gemericik air dari kamar mandi utama. Tak lama kemudian Oppa turun kebawah dengan dasi yang menggantung di kerah kemejanya, akupun segera menghampirinya dan memasangkan dasinya.
“Kau bisa memasang dasi dan membuat simpulnya, Nyonya Kim? belajar darimana? “ ujarnya
“Oppa, aku belajar ketika Eomma sakit, tak ada yang menyimpul dan memasang dasi Appa, lalu aku yang memasang dan menyimpul dasi Appa.” jawabku yang dibalas oleh senyuman Oppa dan tatapannya yang membuat pipiku bisa menjadi semerah cabai.
“Ayo sarapan,Oppa.” tawarku kepadanya, sementara ia menarik kursinya dan segera melahap makanan di depannya. Selesai sarapan, aku mengantar Oppa sampai daun pintu rumah kami, dapat kurasakan ciuman hangat Oppa mendarat di kening,pipi,dan terakhir di bibirku.
“Cepat berangkat,atau kau akan terlambat Oppa.” ujarku sambil merapikan jasnya.
“Ne,aku berangkat ya yeobo.Kau jika mau ke rumah Eomma telepon saja supir Eomma untuk menjemputmu.” jawabnya yang dibalas dengan anggukan dan senyumanku, tak lama kemudian Oppa meninggalkan rumah dengan melajukan mobilnya yang sudah tak terlihat. Kini hanya aku yang berdiri mematung di daun pintu, lalu masuk ke rumah untuk segera bersiap ke rumah Eommonim.

Kim Soo Hyun POV
Kini aku telah sampai di kantor Shinhan Financial Group, perusahaan Appa ini memang besar dan terkenal. Ketika aku melangkahkan kaki menuju ruangan dimana Appa bekerja keras membangun perusahaan ini, aku disambut baik oleh karyawan-karyawan disini. Semua membungkukkan badan tanda memberi salam padaku, aku hanya membalas dengan senyuman. Sementara dapat kulihat yeoja-yeoja yang berpakaian seksi,Oh Tuhan.. jika Suzy melihat ini ia pasti akan marah atau jika Suzy memimpin perusahaan ini, ia akan memecat mereka. Aku masuk kedalam ruangan Direktur Utama, dapat kulihat hyung yang sedang terduduk di sofa panjang,sepertinya menungguku.
“Oh,hyung..ku kira kau tidak ada disini.” ujarku menghampirinya
“Ada sesuatu yang ingin ku katakan Soo Hyun.” jawabnya dengan menatap sinis ke arahku
“Katakan padaku,hyung.”
“Kau tau kan aku sudah lama membantu jalannya perusahaan Appa?”
“Ne,aku sangat tau dan aku berpikir bahwa kau berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan ini,hyung.”
“Lalu, kau tau jika Appa lebih mempercayakan Tuan Min sebagai seorang Top Manager disini?”
“Aku tau,karena sewaktu Appa mengangkat Tuan Min sebagai Top Manager aku melihat perayaannya,hyung.”sementara hyung hanya tersenyum sinis ke arahku.
“Menjadi Middle Manager itu sulit bertahan Soo Hyun. Aku mengalami fase dimana aku ingin menyerah.”
“Jangan seperti itu,hyung.” jawabku, sementara pikiranku terus menerka lebih dalam apa maksud dari pembicaraan ini.
“Tuan Min dan aku merangkak seperti bayi untuk bisa berjalan mendapatkan posisi yang kami dapat sekarang ini.” ujarnya,sementara aku mengerti kemana arah percakapan ini. Dia ingin menjadi pimpinan utama di perusahaan ini.
“Lalu,hyung—”
“Dan kau mendapatkan posisi pimpinan utama dengan mudahnya. Sementara kau buta untuk memimpin perusahaan,dan harus berguru pada istrimu yang sangat Eomma banggakan.” ujarnya,kini pembicaraannya telah melebihi batas, yaitu membawa istriku dalam masalah ini. Sudah kuduga akan begini jadinya.
“Hyung,aku mohon jangan membawa istriku dalam masalah perusahaan.” ujarku dengan sedikit geram
“Aku tidak akan membawa istrimu,adikku. Tenang saja. Istriku hanya sedikit cemburu dengan perlakuan Eomma kepada istrimu.” jawabnya,sementara aku hanya bisa menarik nafas dan menghembuskannya dengan tenang,sedikitnya meredakan amarahku.
“Apa yang kau mau sekarang,hyung?”
“Sebelum kau menghancurkan perusahaan Appa dengan kebutaanmu terhadap kepemimpinan, mundurlah dan berikan posisi itu padaku.” ujarnya yang membuatku tersenyum mengangguk
“Aku awalnya berpikir begitu, hyung. Namun, seseorang berkata padaku untuk tidak mengecewakan ketika orang memberi kepercayaan pada kita. Oleh sebab itu, ketika aku dipercaya oleh Appa untuk memimpin perusahaan ini,aku akan berusaha memberikan yang terbaik. Dan kau,hyung  orang yang Appa percaya untuk melakukan tugasmu sebagai Middle Manager,lakukan yang terbaik,untuk Appa dan untuk perusahaan ini.” jawabku.Sementara hyung hanya menatapku dengan tatapan tidak suka,dan bangkit lalu menarik kerah kemejaku.
“Serahkan posisimu atau aku akan melakukan sesuatu padamu.” ujarnya dengan terus menatap geram padaku.
“Lepaskan kerah kemejaku, istriku yang menyetrikanya di pagi buta. Dan ia susah payah membuat simpul di dasiku.” jawabku dengan tenang sementara hyung melepas cengkraman tangannya di kerah kemejaku. Lalu aku membenarkan kemeja dan dasiku yang sedikit kusut.
“Kau terlihat seperti Baladewa yang akan membunuh Narayana untuk mendapatkan tahta,hyung. Tak ku sangka,kau berani melakukan ini pada adikmu sendiri.” ujarku,sementara hyung hanya terdiam.
“Sekali lagi aku tekankan padamu, aku tak akan pernah menyerah untuk memimpin perusahaan ini karena Appa yang telah memberinya padaku,kini ruangan ini adalah milikku walau untuk sementara waktu, keluarlah dari sini hyung. Aku tak ingin melihat sesuatu yang lebih mengerikan yang kau lakukan pada adikmu sendiri.” ujarku, sementara hyung langsung keluar meninggalkan ruangan ini,dan aku hanya terduduk memejamkan mataku. Apa yang harus aku perbuat,ternyata tahta mampu membutakan hubungan keluarga.Tak lama kemudian seorang pria mengetuk pintu ruangan.
“Masuklah.”
“Sajangnim, ini ada penawaran kerja sama dari Hyunjae Group.” ujar pria yang kukenal bernama Woon sekretaris Appa.
“Ne,terimakasih Woon. Letakkan saja berkas penawaran itu di atas meja.” jawabku,sementara Woon membungkukan badannya dan berlalu pergi. Akupun melangkahkan kaki menuju kursi dan duduk disana.
[FLASHBACK]
“Suzy-ah..”
“Ne Oppa? ini sudah malam, kau tidurlah..kau tidak mendengar apa yang Eommonim ucapkan tadi di telepon? Besok Oppa akan mulai bekerja di kantor Appa.” jawabnya sambil menyelimutiku.
“Ani, aku tidak bisa melakukan ini semua. Suzy-ah” jawabanku mampu membuat Suzy terlonjak kaget.
“Mwo? Oppa, kau tau arti sebuah percaya?.” tanyanya padaku,sementara aku hanya menganggukkan kepala.
“Kau tau kenapa para seniman dengan mudahnya membuat kuas menari di atas kanvas dan menciptakan karya yang indah?” Tanya Suzy padaku,sementara aku menatapnya.
“Karena mereka percaya pada dirinya sendiri bahwa mereka mampu menciptakan karya yang indah,Oppa. Dan kepercayaan diri itu bukan dituntut,melainkan berasal dari sini.” ujarnya sambil mendaratkan telunjuknya tepat di dadaku.
“Hatimu, Oppa.” sambungnya dengan tersenyum padaku. Akupun hanya terpaku dengan jawabannya dan menyadari bahwa Eommonim dan Appa berhasil dalam mendidik seorang anak.
“Tapi, aku hanya takut tidak bisa memimpin perusahaan dengan baik,Suzy.”
“Oppa, Appa telah memberi kepercayaannya padamu, jangan kecewakan Appa.” jawab Suzy yang membuatku semakin malu karena sempat kehilangan kepercayaan diri.
“Dulu, Gustave Eiffel menuai berbagai kecaman bahwa Menara Eiffel tidak bisa di bangun karena protes dari beberapa pakar intelektual yang menyebutkan bahwa takut akan menara tersebut berbahaya dan akan roboh.”
“Lalu mereka tetap membangunnya dan diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889.” sambungku
“Dan, kau lihat Oppa? sekarang Menara Eiffel menjadi Landmark kota Paris, dan menjadi ikon kebanggaan Paris.Begitupun denganmu, Oppa..Walau banyak yang mengatakan bahwa Oppa tidak bisa memimpin perusahaan, Oppa jangan menyerah. Sejarah dan Seni saling menguatkan untuk tetap bertahan. Itu yang akan terus aku lakukan untukmu, Soo Hyun Oppa.” jawabnya, sementara aku tak bisa menahan tanganku yang berusaha keras untuk memeluknya, akupun memeluk erat istriku, kepercayaan diriku muncul ketika ia mengatakan hal ini.
“Gomawo,Suzy-ah.. dapat kau ajarkan bagaimana memimpin perusahaan?” Pintaku.
[FLASHBACK END]
Mengingat apa yang Suzy katakan membuatku semakin tertantang untuk bergelut dalam dunia bisnis ini, akupun mengambil berkas yang Woon berikan tadi, yang katanya adalah penawaran kerja sama.
“Pertama, jika Oppa ditawari untuk kerja sama, Oppa harus menyelidiki terlebih dahulu asal usul perusahaan itu. Apalagi jika itu adalah perusahaan baru yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Appa,maka Oppa perlu menyelidiki lebih dalam. Apa yang akan dijanjikan jika kerjasama itu berhasil, dan pastikan juga Perusahaan itu tidak pernah terkait kasus yang menyangkut dengan korupsi atau penggelapan dana.Lalu, perhatikan juga kurva permintaan kerja sama perusahaan itu,ini memang rahasia perusahaan dan hanya sedikit yang berani mempublishnya,jika ini tidak dipublish, Oppa tanyakan langsung pada Direksi perusahaan tersebut.Dan jika perusahaan itu telah menjalin hubungan dengan Perusahaan Appa, lihat berkasnya. Apakah sejak menjalin hubungan itu membuat perusahaan beruntung atau rugi.Jika kerugian mencapai lebih dari 50%,batalkan saja Oppa.”
Saran dari Suzy membuatku semakin gigih dalam melakukan pekerjaan ini.Aku berusaha mencari tau tentang perusahaan ini, ternyata perusahaan yang baru menjalin hubungan dengan perusahaan Appa. Akupun melakukan apa yang Suzy sarankan.

Suzy POV
Aku melangkahkan kaki menuju dapur,setelah percakapan pendek dengan Eommonim, aku memutuskan untuk bertemu dengan gadis yang bernama Juni. Ketika aku masuk ke dapur,dapat kulihat jelas Juni yang sedang membuatkan minuman yang sepertinya untukku.
“Juni-ssi, biar aku saja yang membawanya kedepan.” tak aku sangka perkataanku mampu membuat dirinya kaget.
“Oh, Agasshi..anda tamu disini, biar aku saja.” ujarnya
“Ani, aku bukan tamu.. aku istri dari putra bungsu tuan Kim. Biar aku saja yang membawanya.” Setelah itu,Juni  menyerahkan nampannya padaku, lalu akupun membawanya kepada Eommonim.
“Eommonim, So Eun Eonni dimana? Aku tidak melihatnya.” tanyaku pada Eommonim.
“So Eun baru saja pergi saat kau datang Suzy.” sementara aku hanya menganggukkan kepala.
“Eommonim, bolehkah Juni duduk bersama kita? Aku ingin tau tentang Indonesia lebih jauh.” ujarku
“Tentu,untuk menantu tersayangku.” Akupun memanggil Juni, tak lama Juni berada di sebelahku, akupun mempersilahkannya duduk.
“Juni-ssi, dapatkah kau ceritakan sedikit tentang negaramu?” pintaku, sementara Eommonim izin untuk meninggalkan kami karena Appa meminta untuk menemaninya berjalan-jalan.
“Agasshi, kau terlalu tua untuk aku panggil Nyonya, jika aku memanggilmu Agasshi tak apa kan?” pintanya
“Ne, tidak apa-apa Juni, ayo ceritakanlah.”
“Negaraku adalah Negara yang terkenal sangat subur dan berbudaya Agasshi, banyak sekali sejarah dan seni yang ada disana. Lalu negaraku itu sangat kaya akan rempah-rempah Agasshi.” jawabnya
“Rempah-rempah? Bagaimana dengan ramuan agar cepat hamil?” tanyaku.
“Ne,aku diajarkan ayahku untuk mengenal berbagai macam ramuan herbal untuk berbagai penyakit, Agasshi, untuk masalah penyubur kandungan itu dibuat dari Kunyit Asam.” jawabnya
“Ah,daebak! Apakah jika membuat herbal bahannya harus dari Indonesia?” tanyaku
“Sebenarnya,jika kandungan yang ada sama saja Agasshi, namun khasiatnya akan berbeda.”
“Juni-ah, buatkan aku ramuan itu untuk So Eun Eonni,jebal.” ucapku sambil memegang tangan Juni, namun Juni hanya menatapku dengan ekspresi yang terkejut dan seolah berkata “mengapa”
“Wae Juni-ah? Kau tak mau membantuku agar So Eun Eonni cepat memiliki keturunan?” tanyaku,sementara ia seperti yang ketakutan.
“Gwenchana Agasshi, aku..aku akan membuatkannya.” jawab Juni. Akupun senang melihat Juni yang siap memenuhi permintaanku.
“Gomawo Juni-ah.” ucapku
“Ne,sama-sama Agasshi.. ku dengar Agasshi sangat berbakat dalam melukis, betulkah? Aku sangat suka melukis, di negaraku banyak sekali lukisan yang bersejarah dan memiliki arti yang sangat dalam Agasshi. Agasshi mau mengajarkanku melukis,kan?” pintanya
“Apapun untukmu,Juni-ah. Aku akan mengajarkanmu. Ceritamu tentang negaramu membuatku semakin ingin mengunjungi Indonesia bersama Soo Hyun Oppa.” ucapku yang dijawab oleh tawa kami berdua.

Juni POV
Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus membiarkan ini terjadi? Disaat seseorang ingin membantu kesulitannya, ia malah ingin menghancurkan hidup seseorang yang berniat baik membantunya.
[FLASHBACK]
Aku sedang menyapu di dekat kamar Ny So Eun dan Tuan Kim Sang Bum, pintunya yang terbuka sedikit membuatku mendengar samar percakapan keduanya. Akupun mendengar bahwa Ny.So Eun sedang menangis di dalam kamarnya.
“Kita harus melakukan sesuatu Oppa, atau tidak semua harta kekayaan Appa akan jatuh di tangan putra bungsunya.” begitu yang ku dengar dari mulut seorang Ny.So Eun
“Ne, chagi-ya. Aku juga tidak akan membiarkan itu terjadi, jika seluruh harta Appa dijual, kita bisa membeli proyek dan rumah mewah yang berada di Jeju dan Busan. Tak lupa juga dapat membantu mengeluarkan Appa mu dari kebangkrutan usahanya.”
“Ne,Oppa.. dan apa yang harus kita lakukan? Bukankah Eommonim menyuruh kita untuk segera memiliki anak? Dan bagaimana jika Suzy lebih dahulu memiliki anak? Kita tidak akan mendapat bagian apapun dari harta Appa.” Ucap Ny.So Eun yang tanpa ku sadari aku membelalakkan mata,terkejut. Walaupun aku tak mengenal siapa itu Suzy, yang jelas aku sangat tidak suka dengan apa yang dikatakan mereka. Ibuku adalah teman curhat Ny.Kim, Ny.Kim selalu bilang bahwa ia ingin sekali memiliki cucu. Dan ia mengeluh akan penyakit anaknya ini yang tidak diketahui oleh Tn.Kim,Tn.muda Kim Soo Hyun, bahwa anaknya divonis mengidap infertile karena suka bermabuk-mabukkan dan menjadi perokok berat.
“Kita tidak boleh membiarkan Suzy hamil,jika ia hamil..maka kita harus menggugurkan kandungannya.”
ucapan terakhir Tuan Kim Sang Bum membuatku tak percaya dan semakin membenci rencana mereka berdua.
[FLASHBACK END]
Kini aku telah bertemu dengan wanita bernama Suzy yang sedari tadi pagi aku pikirkan, ku kira Suzy ini orang yang jahat sehingga membuat mereka mampu membencinya. Namun, aku salah. ternyata seorang wanita bernama Suzy ini wanita yang baik,pintar,dan hangat. Aku tak habis pikir bahwa mereka gelap oleh harta. Dan baru saja, aku diminta oleh wanita baik ini membuatkan ramuan herbal cepat hamil untuk orang yang jelas ingin menghancurkan hidupnya. Aku tidak tau terbuat dari apa hati seorang Suzy ini,hatinya sangat lembut dan orang tua hebat mana yang mendidiknya hingga berhasil seperti ini.
Aku hanya perlu memikirkan cara untuk melindungi Suzy Agasshi dan Tuan Muda Kim Soo Hyun. Walaupun kurang lebih satu jam aku mengenal Suzy Agasshi, tapi aku tau bahwa usahaku untuk melindungi mereka tak akan sia-sia.
==========================TBC==================
Hai readers, kali ini di chapter 3 udah nemu kontroversinya belum? Pada nyangka ga sih kalau ternyata Kim Bum dan Kim So Eun itu jadi antagonis disini?😀 maaf ya kalau ffnya kurang menarik dan terlalu panjang, tapi ini planning ku di chapter 3 memang sudah ditetapkan harus seperti ini. Hehe. Next chapter 4 akan semakin greget mungkin, hihi. Don’t forget to comment ya J comment kalian bener-bener buat aku semangat! Gomawo😀 J
Escargot*:makanan prancis yang bahan bakunya dari siput
Emerald*:gaya potongan cincin yang melengkung

10 responses to “[Freelance] L’Histoire et L’Art Chapter 3

  1. Aahh aku g nyangka ternyata kimbum dan soeun bs seperti itu.. mudah2an nanti mereka sadar.., aku akan menunggu next chapternya authornim.. semangatt.. ^.^9

  2. Sohyun dikasih kepercayaan meminpin perusahaan appanya. Tp kayaknya saudara sohyun [ñg̲̅g̲̅α̲̅k̲̅] setuju. Sampe ♏αϋ melakukan ªª ja demi kkekuasaan. Saumi istri itu uda dibutan oleh harta.

  3. Aigoo Kim bum dan istrinya, sudah di buta kan dengan harta. Semoga Suzy dan Soo Hyun baik2 saja. Suka sekali sama moment2 Hyunzy, Soo Hyun yang begitu seakan memuja, mencintai istrinya, sampai berucap tak ingin baju dan dasinya rusak, karena istrinya sudah menyatrika baju dan dasinya, hal kecil namun begitu sangat di hargainya…

    Ff yang bagus…. Next sangat2 di tunggu. Author hwaiting…. Gomawoyo.

    *BOW*🙂

  4. Nggak nyangka kim bum am so eun bakal jadi tokoh antagonis di sini aku kira konfliknya bukan yg kek gituan
    Tega banget kim bum ngomong kek gitu padahalkan suzy mau bantuin so eun biar cepet hamil
    Tambah romantis aja kim soo hyun ama suzy🙂

  5. Ternyataaa
    astaga kimbum soeun aigooi
    harta tahta dan wanita. Itu yg paling ditakutin bikin orang buta. Aigoo
    hemm jd kimbum bukan anak kandung kel kim. Hem juni harus bisa ngelindungin suzy yaa

  6. huah daebak setlah bca ff ini pengetahuan saya akan seni dan sejarah bertambah,dan yang paling aku suka authornim juga memasukkan negara indonesia di dalam cerita nya,,kim boem sama so eun jahat bnget,pdhal suzy sma sohyun selalu ingin berbuat baik ke mereka,,semoga rencana mereka ngk pernah brhsil,,di tunggu momen romantis suzy sama so hyun ya thor..next gomawo..

  7. heii makasih udah baca ff aku yaa , chapter 4 coming soon!😀 karena minggu2 ini lagi banyak kegiatan kampus. hehe. Makasih yaa comment2 kalian readersku yang baik hatinya. Next chapter bakalan lebih gereget mungkin🙂 gomawoooooo🙂

  8. Hyung n nona myung bner2 mo mrencana’in hal yg jhat kpd suzy n sohyun. Akankah berhsil rencana hyung n nona, myung akan mencralakakan?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s