What My Heart Wants To Say (chp 2)

love-quotes2

What My Heart Wants To Say

Written by Nidhyun

 

***

Chp 1

….

Is the way to break up?

 

“Saranku, kau putuskan saja dia,” kata Jimin sambil lalu. jimin sebenarnya agak bosan mendengar cerita Jungkook soal pacarnya yang akan kuliah di Seoul sebentar lagi. dan menurutnya, melakukan hubungan jarak jauh bukan hal mudah –dan Jimin hanya bisa tertawa sampai terpingkal saat Jungkook yang bahkan masih suka menangis di pelukan ibunya, tiba-tiba membahas tentang sebuah hubungan jarak jauh.

Jungkook langsung memelototkan matanya tidak terima. Ap akatanya? Pututskan saja? oh, Jimin pasti sudah mulai gila. Bagaimana bisa ia memutuskan Sooji begitu saja setelah semua yang mereka lalui? Yeah, Jungkook tidak yakin dengan apa yang dimaksud dengan kalimat “semua yang telah mereka lalui. Tapi Jungkook terlanjur menyukai Sooji, ia terlanjur nyaman dan tidak yakin bis aterbiasa tanpa Sooji.

“Tapi aku menyukainya, Hyung,” Jungkook pun menyahut dengan nada rendah. Dan hal itu berhasil membuat Jimin mengabaikan bola basketnya yang menggelinding jauh karena ia meleset memasukannya ke dalam ring.

“Dia juga menyukaiku. Jika dia tidak menyukaiku, harusnya kami sudah putus sejak kencan pertama kami,” Jungkook kembali mengemukakan alasan. Menurutnya itu alasan yang cukup kuat untuk membuktikan, bahwa hubungan mereka tidak salah. Dan artinya tidak harus ada pihak yang saling memutuskan seperti itu.

Jimin langsung tertawa keras mendengar ucapan Jungkook. Naif sekali –oh, biarkan saja. Jungkook baru saja merasakan jatuh cinta. Hanya saja, yang membuat Jimin tidak habis pikir, kenapa harus Sooji? Bae Sooji yang merupakan teman satua ngkatannya di sekolah, dan tentu saja Jimin tidak langsung mau percaya dengan semua kenyataan itu. Kenyataan bahwa Sooji berkencan dengan Jungkook setelah ia dikhianati oleh Shin Dongho, lelaki yang disukainya sejak zaman SMP –Jimin dengar mereka pacaran, tapi banyak juga yang mengatakan mereka tidak pacaran.

Tapi bukan itu yang menjadi masalah, yang jadi masalah kenapa harus Jungkook yang dikencani Sooji setelah gadis itu mempertahankan cintanya untuk Dongho selama 4 tahun ini? Dan juga, apa yang dipikirkan Sooji saat gadis itu memutuskan untuk mengajak Jungkook berkencan setelah satu bulan dicampakkan Dongho –yang menurut kabar tengah mendekati gadis lain di sekolahnya. Ah, Jimin lupa menjelaskan jika Dongho dan Sooji tidak berada dalam satu sekolah.

“Tapi menjadi mahasiswa itu berbeda, Kookie,” Jimin pun mulai memberi pengertian, “Mungkin benar dia mencintaimu dan menyukaimu saat ini. Tapi kau baru berumur 16 tahun. Kau baru saja merasakan permukaan cinta, tapi Sooji tidak.”

Jungkook masih memperhatikan Jimin yang mulai duduk di sampingnya, “Dia sudah berusia 19 tahun. Dia juga masih naif dalam masalah percintaan, tapi setidaknya dia sudah mengecap pahit manis ebuah hubungan semacam ini. Setidaknya, dia tahu banyak tentang cinta, relationship, dan laki-laki,” Jimin mendesah panjang, ia pun menarik botol mineralnya, “Belum lagi, saat kuliah nanti ia akan menemukan banyak laki-laki yang pasti akan jauh lebih baik darimu…jangan menyela Jeon Jungkook. Akui saja begitu. Kau tidak sempurna, oke?”

Jungkook memutar bola matanya kesals aat Jimin mengahalanginya untuk bicara, “Belum lagi, ini adalah Seoul. Ayolah. Laki-laki Seoul tidak punya dialek aneh seperti kita, mereka keren, dan pasti mereka akan jauh lebih mudah untuk membuat Sooji terpesona. Cinta bisa berubah seiring waktu.”

“Kenapa kau yakin begitu? Kau sendiri tidak punya pacar,” Jimin mungkin saja mengahjar bocah menyebalkan di sampingnya, tapi akhirnya Jimin berkata, “Karena Sooji pernah memiliki hubungan spesial dengan seseorang. Mereka dekat, mereka serasi, dan siapapun mendukung hubungan mereka. Tapi orang itu pindah sekolah ke Seoul. Dan hasilnya? Sooji dicampakkan.”

Jungkook masih mengerjapkan matanya, ia masih belum paham dengan keseluruhan cerita Jimin barusan. Jadi, sebelumnya Sooji sudah memiliki kekasih? Dan akhirnya Sooji…

“Kapan kejadian itu?”

“Sekitar satu bulan semenjak kalian berkencan,”

“Darimana kau tahu?”

Jimin mengetuk-ngetukan kakinya ke tanah, “Dia seornag blogger. Dia menuliskan semuanya disana. Dan temanku, Hoseok, merupakan penggemar tulisan Sooji. Dia follower blog-nya, dan dia membaca semua isi cerita Sooji, lalu menceritakannya padaku.”

 

***

 

“Dia hanya anak kecil, Bae Sooji. Lagipula apa yang kau cari dari anak kecil sepertinya?” Eunji menggelengkan kepalanya tak habis pikir. Sahabatnya ini benar-benar aneh, dulu gadis itus angat terobsesi pada Shin Dongho –si peraih nilai ujian tertinggi se-Seoul, sekarang gadis itu malah mengeluhkan anak SMP yang menurutnya, adalah kekasihnya.

Sooji menggaruk kepalanya dan bangun dari posisi tidurnya di atas ranjang, “Tapi aku tidak meungkin memutuskannya begitu saja Jung Eunji! Mana mungkin aku tiba-tiba menemuinya dan berkata semua ini berakhir?” katanya dengan nada sangat frustasi.

Eunji tertawa mengejek, “Dia masih muda. Saat ini dia hanya belum melihat dunia lebih luas lagi, dia belum melihat banyak jenis perempuan di luar sana. Mungkin saja saat ini kau menjadi arah pandangnya, tapi saat kau pergi nanti, dia pasti akan melihat banyak gadis lagi yang pastinya akan lebih baik darimu,”

Sooji tersenyum miris, “Tapi…aku menyukainya,”

Eunji yang tengah menghadap cermin langsung memutar tubuhnya dan menatap Sooji kesal, “Tapi hubungan jarak jauh dengan jarak umur yang jauh juga tidak menjadi jaminan. Toh, jika dia berjodoh denganmu…ah! sudahlah! Saranku kau putuskan saja dia. aku tidak yakin kau benar-benar menyukainya. bahkan diam-diam kau malah menyapa Dongho di Instagram!” Eunji berdecak kesal yang langsung dibalas lemparan bantal oleh Sooji, “Jangan bercanda Jung Eunji!”

Sooji merasa seperti dituduh berselingkuh. Tapi…bagaimana semua itu bisa dibilang selingkuh? Dongho bukan siapa-siapanya, dan Sooji juga hanya menyapa biasa saja. dan….ah! entahlah! Sooji benar-benar tidak tahud engan perasaannya yang kacau balau semenjak Dongho memberi respon baik terhadapnya di Instagram tempo hari!

 

***

 

Sooji tengah menikmati menu makan siangnya saat Jimin dan Hoseok tiba-tiba mendatangi mejanya. Dengan agak bingung, ia memandangi kedua pria yang diketahuinya teman seangkatannya. Mereka berbeda kelas. Karena Sooji mengambil jurusan IPS sedangkan mereka mengambil jurusan IPA.

“Apa?” tanya Sooji dengan nada ketus. Ia sedang ingin sendiri –bahkan ia mengusir Eunji yang ingin duduk makan bersamanya. Tapi kedua laki-laki yang ia ketahui lewat club dance di sekolahnya tiba-tiba mendatanginya.

“Sebenarnya, apa tujuanmu berkencan dengan Jungkook?” tanya Jimin langsung.s ia tidak mau berbelit-belit, ia khawatir adik sepupunya hanya dijadikan boneka oleh Sooji.

Sooji menatap Jimin bingung, kemudian beralih menatap Hoseok, “Apa urusan kalian dengan semua itu? Itu urusanku. Aku berkencan dengan siapa dan dengana lasan apa sama sekali bukan urusan kalian,”

“Tapi Jungkook adalah adikku. Dia adiks epupuku, dan kau tiba-tiba mengencaninya setelah kau patah hati karena diabaikan Dongho?” Jimin sedikit menaikkan suaranya kesal.

“Kami tahu, kau bukan tipe gadis yang akan mudah berpaling. 4 tahun, kau melaluinya 4 tahun dnegan Dongho, dan dalam satu bulan kau sudah berpaling pada Jungkook?” timpal Hoseok.-

“Dia masih kecil! Meskipun dia sudah berusia 16 tahun, dia masih terlalu lugu untuk menjalin hubungan semacam ini. Bahkan dia amsihs uka menangis di pelukan ibunya. Dan sekarang kau membuatnya harus memikirkan hubungan semacam ini, dia bahkan masih harus memikirkan remedial matematikanya.” Sahut Jimin menambahkan.

“Kalau kau tidak serius, lebih baik akhiri saja Sooji-ya. jalan kalian asih sama-sama panjang, dan juga sebentar lagi kau akan pindah ke Seoul.” Dan Hoseok kembali ikut menimpali.

“Jungkook juga masih belum bisa membedakan hitam dan putih. Mungkin saja kau bis aseia padanya, tapi Jungkook belum tentu bisa begitu. Mungkin saja dia mengkhianatimu setelah dia melihat gadis lain yang…”

BRAAK!

Jimin dan Hoseok langsung mengunci mulut mereka saat Sooji menggebrak meja mereka tiba-tiba. Sooji pun mendesah panjang, “Dengar ya. ini urusanku dan Jungkook. Terimakasih elah peduli dan mengatakan jika Jungkook harus memikirkan remedialnya. Tapi kumohon, ini benar-benar urusanku dan aku tidak ingin siapapun –termasuk kalian—ikut campur dalam masalah ini.” Setelah itu, sooji pun melenggang pergi meninggalkan dua laki-laki itu. Mood makannnya langsung hilang sepenuhnya.

 

***

 

20150519

 

hai…i’m back -_- maaf ya kalau lagi-lagi pendek. hihi…

tapi aku emang sengaja bikin tiap chapternya pendek-pendek, entah kenapa. dan maaf juga kalau ini lamaaa.

thanks for reading ya ^^

9 responses to “What My Heart Wants To Say (chp 2)

  1. Ahhh Akhirnya di update juga,,, penasaran apa yg akan diputuskan sm sooji dan juga jungkook, apakah usia dan jarak dapat memisahkan mereka?ditunggu next partnya authornim… hwaiting

  2. wahh lama gak update thor,ampe lupa cerita di chap sebelumnya xD aigoo jimin sama hoseok cari garagara ke suzy ,jadi kena amukan singa betina kan!😀 sempilin taehyung juga dong thor😉 nextnya ditunggu!JjangJjang

  3. akhirnyaaa…
    gimana ya jungkook-suzy nanti,ldr-an kah?
    ditunggu chap selanjutnya ya thor!!
    fighting!!

  4. Ihh sedih aku sama hubungan suzy-jungkook, masih muda banget mereka jalin hubungan. Rentan berpaling sama yang lain. Ditunggu nextnya

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s