The Memories Chapter 1

the-memories-dindareginaa-jalilfunnyart-hsg

© High School Graphics by: jalilfunny

Title : The Memories  | Author : dindareginaa | Genre : Angst, Married Life, Romance | Rating : PG-15| Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo | Other Cast : Find by yourself!

Hujan turun dengan derasnya. Angin berhembus dengan kencang. Kilat pun ikut meramaikan suasana malam itu, seakan bisa membaca situasi. Tak biasanya rumah sakit yang berada di pinggir jalan Kota Seoul itu ramai. Para dokter dan suster sibuk mengurusi pasien yang berbondong-bondong datang dengan kondisi yang mengenaskan.

1 jam yang lalu.

“Wah, filmnya seru sekali!” seru gadis itu kepada lelaki yang kini menggendeng tangannya lembut, seakan jika lelaki itu lengah sedetik saja, gadis itu akan kehilangan arahnya.

Lelaki disampingnya tersenyum hangat seraya mengangguk kemudian menengadah menghadap langit. “Sepertinya akan turun hujan. Sooji-ah, sebaiknya kita segera pulang.”

“Baiklah, yeobo,” gadis itu semakin mengeratkan gandengan lelaki yang sudah sah menjadi suaminya itu, Kim Myungsoo. Ia segera mengikuti langkah Myungsoo menuju mobil mereka yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

Setelah memastikan keduanya memasang sabuk pengaman, barulah Myungsoo menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya perlahan. Jalanan Seoul malam itu cukup ramai. Bukankah memang begitu seharusnya? Hari ini tahun baru, pantas saja semua penduduk Seoul sibuk merayakannya. Myungsoo kemudian mengerem mobilnya ketika lampu lalu lintas berwarna merah.

 “Ramai sekali,” gumam Sooji seraya memandangi banyaknya mobil yang berada dihadapan mereka.

“Begitulah,” jawab Myungsoo. “Jangan khawatir. Kita tidak akan terlambat sampai ke rumah,” Myungsoo menyelipkan rambut ikal Sooji ke belakang daun telinganya.

Sooji dapat merasakan pipinya memerah mendapat perlakuan sederhana –  namun mampu membuat jantungnya berdegup kencang – dari Myungsoo. Walaupun ia sudah menikah dengan lelaki itu kurang lebih 2 tahun, tapi tetap saja ia tak bisa mengendalikan debaran jantungnya. Ia hanya bisa berharap bahwa Myungsoo tak bisa mendengarnya.

“Oh, hujan,” gumam Sooji begitu melihat tetesan hujan menyerbu mobilnya.

Myungsoo tersenyum melihat tingkah Sooji. Gadis itu memang berbeda. Myungsoo suka melihat binar mata Sooji seperti saat ini. Murni, tanpa ada dusta.

Sooji tersentak saat Myungsoo menyapu bibir plumnya dengan lembut. Sedetik kemudian, gadis itu mulai memejamkan matanya, membalas ciuman Myungsoo.

 Hujan mulai turun dengan derasnya. Petirpun ikut menyambar. Tak jauh dari mobil Myungsoo, tepatnya 5 meter dari belakang,  sebuah truk besar melaju dengan kecepatan tinggi. Sang supir yang tertidur saat sedang mengemudikan truk besar itu mengakibatkan truk tersebut melaju tak tentu arah hingga akhirnya ia menabrak mobil yang berada 10 baris dibelakang mobil Myungsoo. Myungsoo tak begitu tahu apa yang terjadi. Yang ia tahu, mobil yang berada dibelakangnya saling menabrak, termasuk menabrak mobilnya, membuat tubuh Sooji terpental kedepan hingga memecahkan kaca depan mobil.

“Kim Myungsoo! Kim Myungsoo! Apa kau mendengarku?”

Myungsoo membuka matanya perlahan. Hal yang pertama bisa ia lihat adalah sebuah ruangan putih. Apa yang terjadi? Apa ia sudah berada di Surga? Merasakan nyeri, lelaki itu sontak memegang kepalanya. Oh, perban? Kenapa kepalanya di perban? “Aku… dimana?” tanya lelaki itu dengan susah payah.

Oh Sehun menghembuskan nafasnya perlahan, lega karena akhirnya sahabatnya itu bangun dari tidurnya. “Kau ada dirumah sakit,” jawabnya.

Rumah sakit? Kenapa ia berada dirumah sakit? Kemudian ia teringat apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Ah, kecelakaan beruntun itu. Tunggu! Bae Sooji! Apa yang terjadi dengan gadis itu? “Bae Sooji… Dimana dia?”

Sebenarnya Myungsoo tak mengalami luka yang serius. Kepalanya hanya sedikit terbentur dan ia pingsan karena terkejut. Yang parah tentu saja Sooji. Kepalanya menabrak kaca depan mobil, membuat kepalanya harrus segera dijahit.

Myungsoo masih memandang Sooji dengan tatapan tak percaya. Padahal baru tadi mereka bersenang-senang, sekarang gadis itu harus terbujur kaku. Di kamar tempat Sooji menginap, sudah ada kedua orang tua Sooji, Jung Soojung – sahabat Sooji sejak kecil dan juga Sehun yang mengantar Myungsoo dengan kursi rodanya. Orang tua Myungsoo? Keduanya sudah meninggal jauh sebelum Sooji dan Myungsoo memutuskan untuk menikah.

“Bagaimana keadaannya?”

Mendengar pertanyaan lelaki itu, ibu Sooji menarik nafas panjang. “Sooji sudah di operasi. Tapi keadaannya masih kritis. Kita berdoa saja semoga keadaannya cepat membaik.”

Myungsoo menggenggam erat tangan Sooji. “Cepatlah sadar, Sooji-ah. Kumohon.”

Ini sudah sebulan semenjak kejadian kecelakaan beruntun itu. Beberapa hari setelah Myungsoo sadar, Myungsoo sudah diperbolehkan untuk pulang. Tapi, Sooji… Tak ada perkembangan yang berarti pada gadis itu. Sudah sebulan lamanya gadis itu tertidur panjang. Dan sudah sebulan lamanya juga Myungsoo tak henti-hentinya menjaga Sooji.

Myungsoo berjalan di lorong-lorong rumah sakit. Beberapa perawat dan dokter yang berjalan melewatinya tersenyum ramah. Ya, Myungsoo memang cukup terkenal dikalangan para perawat dan dokter sebagai suami yang sangat menyayangi istrinya. Mereka sering melihat Myungsoo dengan setia menjaga Sooji, menyanyikan gadis itu sebuah lagu, membaca cerita pengantar tidur walaupun tahu Sooji tak akan menyadari perbuatannya itu.

“Selamat pagi, Sooji-ah,” sapa Myungsoo.

Myungsoo menarik nafasnya panjang begitu melihat Sooji terbaring ditempat tidurnya, sama seperti sebulan yang lalu. Myungsoo kemudian erjalan mendekati Sooji dan meletakkan barang bawaannya ke meja yang berada tepat disamping ranjang Sooji. Myungsoo menggenggam tangan Sooji.

“Kapan kau akan sadar? Apa kau tidak merindukanku?” Myungsoo menatap Sooji dengan tatapan sendunya.

Tia-tiba saja, Myungsoo dapat merasakan tangan Sooji bergerak. Hal itu tentu saja membuat Myungsoo tersentak kaget. Ia bisa melihat Sooji mulai berusaha membuka matanya. Myungsoo lalu bergegas keluar, mencari dokter. Baru saja Myungsoo keluar dari pintu, Soojung yang baru saja ingin menjenguk Sooji sudah menghentikannya.

“Apa yang terjadi?” tanya gadis itu.

Myungsoo tersenyum lebar. “Sooji sudah bangun. Kau temanilah dia. Aku akan segera memanggil dokter.”

Soojung mengangguk mengerti. Gadis itu segera masuk keruangan inap Sooji sedang Myungsoo berusaha memanggil Dokter Park, dokter yang biasanya merawat Sooji.

“Dokter!” panggil Myungsoo begitu ia melihat Dokter Park sedang berbicara dengan perawat.

Lelaki paruh baya itu sontak menolah. “Oh, Myungsoo-ssi, ada apa?”

“Sooji… Sooji sudah sadar.”

Dokter Park yang mendengar perkataan Myungsoo sontak mengikuti langkah lelaki itu menuju kamar Sooji. Saat membuka pintu, mereka dapat melihat Sooji kini asik tertawa dengan Soojung.

“Syukurlah kau baik-baik saja.”

Sooji yang tadinya sibuk berbicara dengan Soojung lalu menoleh kearah Myungsoo. Ia mengerutkan keningnya. “Kau… siapa?”

TO BE CONTINUED

Hello! I’m comeback!! Bukannya ngelanjutin My Princess malah buat ff baru lagi -_- Sorry ya buat yang nungguin My Princess, itupun kalo ada ._. Kebetulan otakku buntu banget buat ngelanjutin ff satu itu. Oiya ini kali kedua aku nulis ff angst-married life chapter setelah It’s Hurt. Hope you like it ^^

100 responses to “The Memories Chapter 1

  1. Oooooo myungzy kecelakaan dan suzy koma,kasian bgt mereka baru nikah tp udah kena musibah,bgt suzy sadar dia amnesia,yg sabar myung

  2. like it, beberapa hari ini di time line ada yang bicarain ff thw memories, karena penasaran jd ngobrak ngabrik beberapa wp khusus myungzy dan saat ktemu seperti nemuin swkarung beras klo emas kyaknya terlalu hiperbola kan. yyah baru liat moment myungzy yg sweet tp udah hrus nrima knuataan klo suzy hilang ingtan, nrima Kok kan jdulnya aja the memory pasti berhubunagn dg hal hal semacam ingatan. myungsoo yang tabah dan selalu cinyai sooji ya. ijin baca ya thor, gomawo

  3. Hola.. sudah lama aku tak muncul.
    Skrg aku lbh suka baca chapter yang sudah tamat. Soalnya aku suka lupa saking banyaknya yang udah dibaca. Belum kalo aku jrg mampir..

    Pas aku liat ff ini udah ada finalnya, baru deh aku baca. Maaf yah..

    Baiklah, aku mau komen. Aku suka genre married life. Suzy yang bangun dr kecelakaan lupa siapa Myungsoo, tapi dia inget Soojing. Nah loh? Pdahal udah lam ditungguin biar bangun, tapi dia lupa suami sendiri.. Nyesek. Tapi paling gak, Suzy udah sadar.

    Apakah Myungsoo bakal mengulang semua memorinya bersama Suzy untuk membuat Suzy mengingat kembali dirinya?
    Semoga Myung kuat menghadapinya..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s