Mentira -4

Mentira poster 2

Title: Mentira

Author: luhanwifey

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Kim Myungsoo (Infinite)

Support Cast: Baekhyun (EXO-K) | Krystal Jung f(x) | other infinite members

Genre: romance, comedy

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Disclaimer: The plot and the story is pure mine. All casts belong to their own parents and agency.

Thanks to Azalea Art for this awesome poster

 

 

 

 

STORY

Dikantin universitas Jungnang –kampus Suzy dulu, semua mahasiswa yang berada dikantin maupun kelas yang belum dimulai sibuk membicarakan tentang yeoja yang berkencan dengan Myungsoo.

“kira-kira siapa yeoja itu?” tanya salah seorang yeoja pada temannya, yeoja itu tak lain adalah teman Suzy sendiri. Namanya Sooyoung. Tak pernah terlintas dibenak Sooyoung kalau yang diberitakan berkencan dengan L adalah temannya sendiri.

“kurasa aku mengenalnya, tapi siapa ya? dia sempat kuliah disini” sahut teman Suzy yang lain bernama Miyoung. Ia membaca berita tentang kencan L berkali-kali hanya untuk mencari tahu siapa yeoja itu.

“huaaaa…. lihat saja! jika aku tahu yeoja itu aku akan langsung membunuhnya walaupun dia temanku sendiri!” seru Yoona, diantara mereka berempat Yoona adalah penggemar setia L. Ia sangat menyukai L, ia rela membeli ini itu demi L. Tiap ada merchandise baru yang berhubungan dengan L pasti selalu ia beli. Ia juga berusaha untuk menjadi tipe ideal L yang biasa L sebutkan di reality show.

“kalau yeoja itu aku kau tetap akan membunuhku?” tanya Sooyoung tak percaya. Yoona biasanya hanya berani bicara saja, jika ia berhadapan langsung dengan yeoja yang berkencan dengan L itu mungkin sebelum membunuh ia akan terbunuh duluan. Ya, sebenarnya hati Yoona sangat lembut.

“aniyo, tidak mungkin kau berkencan dengan Myungsoo oppa!” dengus Yoona sambil menunjuk-nunjuk Sooyoung “kalian semua juga tidak mungkin berkencan dengan oppa. Miyoung tidak mungkin, Seohyun juga tidak….” kalimat Yoona terpotong saat Seohyun yang diam sedari tadi mengeluarkan suaranya.

Ia sebenarnya ingin melanjutkan kalimatnya dengan perkataan ‘….Suzy sama juga tidak mungkin berkencan dengan namja seperti Myungsoo oppa. Aku tahu persis tipe ideal oppa, diantara kita yang paling cocok untuk masuk kriterianya adalah aku’

“aku tahu siapa yeoja ini!” seru Seohyun sambil menatap foto L yang sedang menggendong seorang yeoja. Raut wajah Seohyun tidak terlihat sedang bercanda, ia selalu serius dan adalah yang paling serius setiap saat diantara mereka berlima –termasuk Suzy.

“nugu?” tanya Yoona tak sabaran.

“Bae Suzy!” Seohyun menyebut nama lengkap Suzy.

Mata Miyoung, Sooyoung, dan Yoona langsung membulat semua. Yoona yang terlihat paling kaget.

“jinjja?” kata Miyoung tak percaya, lalu ia kembali menatap layar ponselnya “aku juga sempat mengira kalau yeoja ini adalah Bae Suzy, tapi aku berpikir bagaimana bisa ia mengenal L?” lanjut Miyoung.

“tidak ada yang tidak mungkin” Sooyoung mengendikkan bahunya “kita harus segera memberikan ucapan selamat pada Suzy!” sahut Sooyoung bersemangat, ia telah lupa bagaimana besarnya rasa suka Yoona terhadap L.

“ini tidak mungkin! Bae Suzy jauh dari tipe ideal oppa, aku yang paling mendekati tipe ideal oppa diantara kita!” Yoona kembali mengulangi perkataannya tadi, tapi kali ini nada suaranya meninggi.

“mungkin saja tipe ideal yang ‘oppa mu’ katakan di televisi itu bohong belaka” tukas Seohyun. Ia menekankan kata ‘oppa mu’ di kalimatnya. Kata itu sebenarnya terdengar agak meledek Yoona.

“Bae Suzy tidak mungkin mengkhianati temannya sendiri, aku sudah mengenalnya lebih dari lima tahun sejak kami masuk sekolah menengah atas” Yoona memijat pelipisnya sambil memejamkan kedua kelopak matanya. Ia tampak frustasi saat ini.

“cari saja idola yang jauh lebih tampan, keren, dan terkenal dibanding Kim Myungsoo” saran Sooyoung “gampang kan?”

“kalian tidak berada diposisiku saat ini, kalian tidak mengerti bagaimana perasaanku dengan Myungsoo oppa. Perasaanku padanya bukan perasaan fans terhadap idola lagi, tapi perasaan yeoja terhadap namja” penjelasan Yoona terdengar berlebih-lebihan dan kekanak-kanakan. Miyoung dan Sooyoung tertawa geli saat mendengar penjelasan Yoona tersebut.

Tiba-tiba mereka mendengar obrolan sunbae mereka yang mejanya berada didekat meja mereka.

“yeoja ini namanya Bae Suzy, dia dulunya memang sempat kuliah disini”

“darimana kau tahu?”

“satu universitas ini sudah tahu dia adalah Bae Suzy”

“di internet datanya juga sudah ada tapi belum dikonfirmasi oleh agensi Infinite?”

“jinjjayo? apa dulunya ia terkenal?”

“nampaknya tidak”

“kenapa bisa Myungsoo oppa berkencan dengan yeoja sepertinya?” nada bicara sunbae itu terdengar meledek.

“agensi bahkan belum mengkonfirmasinya, ini belum resmi” sahut sunbae lainnya. Mereka semua bertiga.

“jika aku bertemu dengan Bae Suzy dijalan, aku akan memakinya dan melemparnya dengan telur busuk”

Mendengar percakapan sunbae itu, Yoona, Soyoung, Miyoung, dan Seohyun bergidik ngeri. Kehidupan Suzy benar-benar terancam saat ini kalau ternyata memang dia yang berkencan dengan Myungsoo.

“apa kau masih ingin membunuh yeoja yang berkencan dengan Kim Myungsoo, Yoona-ya?” Sooyoung bertanya.

“molla” jawab Yoona tak bersemangat.

“kita harus bertemu dengan Suzy secepat mungkin” kata Miyoung tiba-tiba.

“dia kan tiap hari bekerja ditoko. Apa kita akan bertemunya di malam hari atau subuh?” sela Sooyoung.

“kita temui saja langsung ditokonya” saran Seohyun. Ia memang yang terbaik dan otaknya selalu berjalan dengan lancar dibanding ketiga orang temannya yang lain.

“kita temui hari ini juga” putus Miyoung. Mereka semua pun setuju untuk menemui Suzy ditokonya hari ini.

 

 

Myungsoo POV

Manajer kami dan Tuan Kim sudah menungguku diruang pimpinan redaksi.

“silahkan duduk, Myung-ah” sambut Tuan Kim dan mempersilahkanku duduk disofa yang ada didepannya.

“ada perlu apa memanggilku, Tuan Kim, hyung?” tanyaku sekedar berbasa-basi. Tentu saja aku tahu apa maksud mereka memanggilku kesini. Tak lain pasti membahas berita konyol yang membuat heboh masyarakat Korea itu.

“siapa yeoja yang ada difoto ini, Myung-ah? aku yakin dia bukanlah yeojachingu mu yang lama” Youngjun hyung yang tak lain adalah manajerku mulai menginterogasiku.

“ini hanya salah paham, hyung. Saat aku mengendarai mobil kemarin siang, aku tidak sengaja tertabrak yeoja itu tapi disini bukan aku yang bersalah. Yeoja itu yang sudah menabrak lampu merah, lalu aku memutuskan membawanya ke apartemenku saja karena jika aku membawanya ke rumah sakit aku takut akan ada rumor tak enak muncul. Aku memanggil dokter langganan keluargaku untuk mengobatinya, jika kalian tidak percaya carilah dokter itu diklinik nya dekat daerah Yangcheon. Malamnya, yeoja itu baru sadar dan aku mengantarkannya ke tempat taksi saat itu juga” jelasku panjang lebar.

“kenapa kau harus menggendongnya ke tempat taksi?” tanya Youngjun hyung sedikit curiga.

“kakinya terkilir dan ia tak bisa berjalan saat itu” jawabku jujur.

Tuan Kim menganggukan kepalanya “penjelasanmu masuk akal, Myung-ah” komentar Tuan Kim “tapi, semuanya sudah terlanjur terjadi dan kami berdua telah memutuskan tindakan selanjutnya” lalu, Tuan Kim memberikanku sebuah map berwarna cokelat.

“igeo mwoya?” tanyaku sambil menerima map yang diberikan Tuan Kim.

“kau akan mengetahui semuanya saat membaca isi map itu” jawab Tuan Kim.

Aku menatap Tuan Kim sekilas sebelum membaca isi map itu. Alangkah terkejutnya aku saat selesai membacanya “tidak bisakah kita menyelenggarakan konferensi pers saja? aku bisa menjelaskan semuanya” kataku berusaha tenang.

“masyarakat tidak akan percaya begitu saja dengan penjelasanmu, Myungsoo. Lagipula aku dan Tuan Kim berdua mempunyai alasan yang kuat memutuskan hal itu” tolak Youngjun hyung.

“aish….” desisku “apa hyung tega mengorbankanku? jebal, hyung, Tuan Kim. Tolong pikirkan lagi keputusan yang sudah kalian buat” aku memohon pada mereka berdua.

“kami sudah memutuskannya dengan matang, Myung-ah” sahut Tuan Kim.

“ya sudah kalau kau tidak mau melakukannya, berarti kau ingin Infinite hancur hanya karena dirimu. Kau egois, Kim Myungsoo. Kami masih punya banyak trainee berbakat yang selalu siap untuk kami debutkan kapanpun” ancam Youngjun hyung dan sialnya ancaman itu sukses membuatku setuju dengan permintaan mereka. Youngjun hyung adalah orang yang sangat tegas dan idealis, harus kuakui.

“baiklah” jawabku akhirnya.

“nah, kenapa tidak begitu dari tadi? aku yakin kau pasti akan menerima permintaan kami” Youngjun hyung tersenyum senang sambil menepuk pundakku.

Aku pun ikut tersenyum, terpaksa.

Kami berdua langsung dialihkan oleh perkataan Tuan Kim “cepat kau temui yeoja itu, Myungsoo-ya. Berikan lembaran terakhir dimap itu padanya dan suruh ia menandatanganinya. Jika sudah, kalian bisa menemuiku lagi” perintah Tuan Kim.

Aku mengangguk “bagaimana jika ia tidak mau?” tanyaku. Secercah harapan muncul. Aku bisa saja mengatakan pada Youngjun hyung dan Tuan Kim kalau yeoja itu tidak setuju lalu rencana ini akan gagal.

“siapa yeoja yang tidak tertarik denganmu dan dengan perjanjian itu?” Youngjun hyung mengeluarkan seringainya. Namja itu memang selalu optimis terhadap segala yang ia kerjakan.

Aku mengangguk lemah “aku permisi dulu hyung, tuan kim” aku berdiri lalu menundukkan badanku pada mereka.

***

 

Suzy POV

Aku merasa sangat bosan dirumah ini. Kegiatanku hanya memeriksa keadaan eomma, menonton televisi, membaca koran, memainkan ponsel, dan menunggu Baekhyun pulang.

Aku sengaja menyuruh Baekhyun untuk menutup toko sore hari. Aku tidak mau jika ia menutup toko seperti jadwal biasanya karena itu sangat malam. Bisa-bisa ada sesuatu yang buruk terjadi padanya.

Aku sudah memutuskan bahwa besok aku yang akan menjaga toko itu. Besok Baekhyun sudah harus sekolah, lagipula keadaan kakiku sudah agak membaik karena seharian terus dirumah. Aku sengaja duduk diteras menunggu Baekhyun pulang.

Tak aku sangka, ada dua orang yeoja lewat didepan pekarangan rumahku dan berkata “bukankah itu Bae Suzy?” aku bahkan tidak mengenal mereka berdua sama sekali.

“maksudmu Bae Suzy, yeojachingu Kim Myungsoo Infinite itu?” tanya temannya sambil melirik kearahku. Aku berpura-pura tidak menyadari kehadiran mereka.

“ne”

“aku tidak yakin. Masa yeojachingu Kim Myungsoo selusuh dia?” perkataan yeoja itu membuat darahku naik. Apa dia bilang barusan? lusuh?

Tapi, aku berusaha untuk tetap tenang karena tidak ingin membuat masalah baru.

“ne, sepertinya kita salah orang” lalu, mereka berlalu begitu saja dari hadapanku.

Jujur, aku merasa agak terbebani saat ini. Semua orang menganggapku yeojachingu Kim Myungsoo atau L yang menyebalkan itu. Aku juga merasa bingung dan ingin rasanya aku bertemu L lagi untuk menanyakan apa yang harus aku lakukan sekaligus menyuruhnya untuk memberitahu pada publik bahwa ini hanya kesalah pahaman.

Tadi siang motorku sudah kembali. Aku berharap yang mengantarkannya adalah L langsung. Tapi, harapanku tidak tercapai. Yang mengantarkannya adalah tukang bengkel. Memang, mustahil jika L yang mengantarkan motor ke rumahku. Ia adalah seorang idola dan jadwalnya sangat padat. Tidak mungkin ia mengorbankan waktunya yang berharga hanya untuk mengantarkan motor seorang yeoja ‘lusuh’ sepertiku.

Tiba-tiba seseorang membuyarkan lamunanku “noona! aku sudah pulang!” Baekhyun sudah ada dihadapanku saat ini.

“eotte? apa kau mengalami kesusahan tadi?” tanyaku bersemangat.

“ani, hari ini banyak pelanggan datang. Mungkin karena hari libur” jawab Baekhyun.

“besok noona yang akan menjaga toko” kataku.

“apa noona sudah membaik?” tanya Baekhyun memastikan.

Aku menjawab dengan mantap “tentu saja, noona mu ini sangat kuat”

“oh ya, tadi ada empat orang yeoja yang mencarimu. Aku lupa namanya siapa saja, yang pasti mereka bilang kalau mereka adalah temanmu dari Jungnang University. Kalau tidak salah seseorang dari mereka bernama Im… Yoona. Katanya, mereka ingin menemuimu lagi ditoko besok” jelas Baekhyun.

Ada perlu apa mereka menemuiku? ah pasti mereka ingin bertanya mengenai L, pikirku.

Hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Baekhyun sudah tertidur karena kelelahan. Sedangkan aku masih mengurusi beberapa hal mengenai toko. Besok akan ada stok barang yang masuk.

Konsentrasiku buyar saat ada orang yang mengetuk pintu rumah.

“nugu?” teriakku, tapi tak ada jawaban.

Aku menebak-nebak siapa orang yang berkunjung ke rumah kami karena jarang sekali ada orang yang berkunjung.

“apa mungkin Miyoung, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun?” aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, tapi firasatku mengatakan tidak. Jika mereka berempat mengunjungi rumahku, mereka mengedor pintuku dengan keras lalu berteriak sangat kencang jika aku lama membukakan pintu.

Aku hanya bisa menganga saat melihat siapa yang datang “Kim Myungsoo….” decakku tak percaya. Aku bahkan menampar diriku sendiri untuk menyadarkan diriku kalau ini mimpi. Tapi, ini bukan mimpi. Ini kenyataan.

Tak kusangka ia tersenyum manis padaku “would you be my girlfriend?” tanyanya dengan bahasa inggris yang sangat fasih, seraya memberiku sebuket bunga mawar yang sangat indah.

To be continued

 

Ini dia chapter 4 nya!

Kira-kira ada yang bisa nebak alur ceritanya kemana?

Btw, minggu depan author mau ujian nih tapi tenang kok author bakal tetep update ff nya karena next chapter udah ada di laptop author hihi. Doain yaa, bagi yang doain semoga doa kalian berbalik semua ke diri kalian J

32 responses to “Mentira -4

  1. Yaampun myungsoooo, masa dipertemuan keduanya dgn suzy udh asal nembak aja-_-
    Bakalan diterima suzy nggk yaaaa?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s