S.P.I.C.A [ Chap.11 ~ The Truth ]

Author | Babyrosse | Tittle | S.P.I.C.A

Cast | Bae Soo Ji | Byun Baekhyun

Rated | Teens | Length | Chaptered

Disclaimer

The case belong to Aoyama Gosho sensei

But storyline is mine ^^

Keep Calm

Just read and comment

If you find some typo correct me please..

.

.

.

.

Story 11 ~ The Truth

.

.

Hanya  suara kaki melangkah yang terdengar sepanjang koridor gelap Penjara Khusus S.P.I.C.A . Tak ada ketakutan sedikitpun pada yoeja itu  ekspresinya datar meskipun dari balik jeruji besi terdengar jeritan tragis dan tangisan yang memilukan.

Langkahnya baru terhenti di depan jeruji besi yang terletak di ujung, gelap dan lembab. Di dalam jeruji besi, duduk dengan tangan terikat dan mata tertutup. Rambut panjangnya yang merah terlihat berantakan. Dia mengangkat wajahnya menyadari bahwa ada yang datang, memperlihatkan wajahnya yang penuh luka cakaran.

“ Bae Soo Ji … “ gumamnya dengan suara serak.

“ Aku belum bicara, tapi kau sudah mengenali ku padahal matamu sedang tertutup… “ kata Suzy setengah memuji salah satu anggota RED – Rein.

Rein menyeringai, mana bisa dia melupakan orang yang telah membuatnya berada disini ?  “ Aku tidak akan pernah melupakan suara langkah kakimu Nona Bae… “

“ Kau terlihat menyedihkan. “ komentar Suzy menatap musuh lamanya dari balik jeruji besi. Tangannya sengaja di ikat agar dia tidak melakukan hal apapun, juga matanya yang diberi kain penutup untuk menghindari kontak mata langsung. Dia adalah salah satu Ace dari RED yang mengusai hipnotis dengan hanya menatap matanya.

“ Benarkah… ? “ gumam Rein lamat-lamat.

“ Aku tak menyangka kau masih berada di sini setelah bertahun-tahun. Kau tidak mempunyai rencana melarikan diri ? “ kata Suzy sarkatis.

“ Hmm… segera. “ balas Rein.

Suzy mengepalkan kedua tangannya, ingatannya kembali terbawa ke tahun-tahun yang lalu. Bagaimana rasanya dia begitu menjadi bodoh saat mengikuti skenario yang dibuat oleh RED, betapa bodohnya dia saat itu terjebak dalam trik mereka.

“ Silahkan… sebagai hadiah karna mengunjungiku. Kau boleh bertanya satu hal padaku. “ kata Rein yang sudah tahu tujuan dari Suzy.

“ Kau masih sangat pintar rupanya… “ Suzy tersenyum smirk. “ Tapi sayang sekali … aku sedang tidak tertarik untuk melakukan negosiasi apapun denganmu , aku juga tidak suka berbasi-basi pada orang sepertimu. “

“ Ck…ck… arogan seperti dulu… “ Rein menggeleng-gelengkan kepalanya. Untuk ukuran seorang terpidana dia terlihat bahagia tanpa kesuraman.

Suzy sudah menduga ini akan percuma. Rein tidak akan mau untuk membuka mulut begitupun dengan anggota RED yang sudah tertangkap lainnya. Mereka seolah terikat janji mati dengan organisasinya.

“ Baiklah…aku hanya akan menunggu bagaimana cara kau bisa kabur dari Penjara ini… “ kata Suzy tersenyum menantang.

“ Oh… kau tak perlu repot-repot menunggu lama Nona Bae. “ balas Rein.

.

.

.

.

.

“ Ketua sudah melarangmu untuk menemuinya bukan ?! “ sahut Baekhyun saat Suzy mengunjunginya di Rumah Sakit dan mengatakan bahwa dia baru saja datang dari Penjara Khusus S.P.I.C.A

“ Iya… “

“ Oii… oii… santai sekali jawabanmu ! “

“ Berisik. Habiskan saja makananmu ! “ suruh Suzy tak kalah sewot dengan Baekhyun.

Suzy menuang lebih banyak air ke gelas Baekhyun. Dia baru di ijinkan pulang dua hari lagi setelah kondisinya benar-benar pulih. Saat ini Baekhyun sudah bisa makan sendiri meskipun masih diatas ranjang seperti sekarang.

“ Kurasa Ketua sudah mengingatkanmu berulang kali untuk jangan ikut campur lagi… “ kata Baekhyun lagi.

“ Kau masih belum mengerti ? Kita tidak pernah tahu kasus yang kita hadapi berasal dari otak RED atau bukan … aku mungkin saja terlibat dengan mereka tanpa sengaja seperti yang terjadi di Meiou School. “

“ …… “

Baekhyun terdiam tak mengatakan apapun lagi , dia pura-pura sibuk dengan makanannya. Atau hanya perasaan Suzy saja tapi dia merasa kalau Baekhyun menjadi sedikit pendiam dan agak murung. Dia tak secerewet biasanya, dia juga tak lagi menggoda Suzy padahal mereka sedang berduaan.

“ Kau baik-baik saja bukan ? “ tanya Suzy khawatir.

“ Aku baik-baik saja… “ balas Baekhyun menyuap potongan kubis banyak-banyak seolah mengisyaratkan dia sedang tak ingin bicara.

Cukup lama Suzy hanya menonton Baekhyun makan, tak ada yang menyinggung masalah hubungan mereka selanjutnya atau apa status hubungan mereka sekarang. Suzy terlalu malu dan canggung untuk mengungkitnya. Baekhyun pun tak berkata apapun tentang hal itu.

“ Sreeegg…” pintu ruangan Baekhyun terbuka.

Seseorang baru saja masuk. Seorang yoeja. Ekspresi di wajah Baekhyun mendadak kaku melihat siapa yang datang. Suzy segera bangkit dari kursinya.

“ Haloo… “ sapanya ramah pada Suzy, Suzy membungkuk pelan padanya. Dia masuk dengan santai kemudian beralih menatap Baekhyun dan tersenyum cerah mengabaikan ekspresi tak menyenangkan Baekhyun.

“ Maafkan Oemma karna baru bisa menjengukmu Baekhyun… “ katanya mendekat kearah Baekhyun dan mengusap pundaknya.

Oemma ? Baekhyun Oemma ? ‘

Suzy menatap tak percaya pada gadis muda itu, dia tak menyangka Oemma Baekhyun semuda dan secantik itu ! Tapi dia juga merasa lega kalau wanita cantik ini adalah Oemmanya.

Baekhyun tak membalasnya, dia mengulas sebuah senyum terpaksa.

“ Apa dia temanmu ? “ tanya orang yang ternyata Oemma Baekhyun menoleh kearah Suzy. Sebelum Baekhyun menjawabnya, Suzy sudah membungkuk lagi dan memperkenalkan diri.

“ Aku Bae Soo Ji. Salam kenal… “

“ Sangat cantik… “ puji Oemma Baekhyun, “ Aku Eunjung . Baekhyun Oemma… “ balasnya.

Baekhyun masih tak merespon apapun, selain menatap ke meja tempatnya makan. Matanya tampak memerah.

“ Suzy~a… “ panggil Baekhyun.

“ Ah nee… ? “ Suzy jadi merasa canggung dengan kehadiran Oemma Baekhyun.

“ Bisakah kau keluar sebentar ? “

“ …… “

“ Oh ? T-tentu saja ! Aku akan membeli makanan kalau begitu … “ kata Suzy maklum.

Baekhyun baru menatap Oemmanya saat Suzy sudah pergi. Tatapan mengintimidasi yang hanya dia berikan pada seorang tersangka.

“ Sejak kapan kau menjadi Ibuku ? “ ujar Baekhyun datar.

Eunjung membungkuk pelan menampilkan wajah bersalahnya, “ Maafkan aku Tuan muda… aku tak punya pilihan. “

“ Aku tak pernah menyuruhmu untuk melakukan hal seperti itu. “

“ Maafkan aku Tuan Muda, aku hanya menjalankan perintah. “ katanya lagi mengucapkan permintaan maaf.

“ Aku tidak suka kau melakukan itu lagi, berusahalah untuk tidak muncul di depan teman-temanku … “ kata Baekhyun memperingatkan.

“ Teman ya… “ gumam Eunjung lalu mengangguk dan tersenyum manis. Tapi Baekhyun tahu itu adalah senyum palsu. Eunjung adalah salah satu pengasuh Baekhyun ketika kecil dan salah satu tangan kanan Kakeknya yang selama ini merawatnya.

“ ……… “

“ Kalian sudah berjanji untuk tidak menganggu teman-temanku, ingat itu. “

Senyun di wajah Eunjung sedikit memudar, “ Jika saja anda tidak mencoba untuk melindungi apa yang Tuan Muda sebut ‘ teman ‘ tidak akan terjadi hal seperti ini. “ ujarnya melirik kearah luka Baekhyun.

Baekhyun ingat saat itu pelaku mencoba menyerang Ji Yong tapi gagal karna Baekhyun melindunginya terlebih dahulu.

“ …… “

“ Selain itu… anda tidak bisa mendustai apa yang sudah ditakdirkan pada diri anda. “

“ Khhh… “ Baekhyun meremas selimutnya geram. “ Pergilah… aku sedang tidak ingin bicara apapun. “

Eunjung kembali tersenyum, “ Baiklah. Tugasku hanya memastikan bahwa anda selamat tidak lebih… “ lalu dia membungkuk pelan, tapi sebelum dia pergi dia masih sempat untuk meletakkan buket bunga lily yang dia bawa di samping meja Baekhyun. “ Sampai bertemu di rumah lagi Tuan Muda… “

Eunjung pun keluar dari ruangan Baekhyun, dia berpapasan dengan Suzy yang menenteng tas plastik penuh makanan. Suzy melempar senyumnya. Eunjung tak berkata apapun selain membalas senyum Suzy dan terus berjalan dengan anggun.

Suzy memandang punggung ‘ Oemma ‘ Baekhyun . Bukankah … Oemma Baekhyun dikabarkan pergi meninggalkannya ? Ahh… Suzy jadi merasa tak enak berada diantara mereka tadi dan pastinya mood Baekhyun sedang tidak baik saat ini .

.

.

.

.

.

“ Kudengar Ibu dan Ayahnya sudah meninggal. “ kata Ji Eun sembari melepas pelindung telinga yang digunakan untuk latihan menembak. “ Tapi itu hanya gossip lhoo… “ ujar Ji Eun menambahkan cepat- cepat.

“ Oeh. Kau tidak akan percaya… Ibunya masih sangat muda ! “ sahut Suzy memberitahu. “ Kau benar-benar tidak pernah melihatnya ? “

“ Tentu saja ! Kami ini beda Divisi dan tidak pernah satu team … dasar. “ sungut Ji Eun. “ Kalau kau ingin tahu tanyakan saja pada Taeyoon dia pasti tahu ! “ saran Ji Eun.

“ Huuh… “ Suzy tak mau bersusah payah bertanya pada Taeyoon, kemampuan mencari informasinya memang tak bisa diragukan tapi Suzy malas berurusan dengannya karna dia terlihat akrab dengan Baekhyun.

“ Aku duluan nee… kau masih mau latihan ? “ tanya Ji Eun.

Suzy tak menyahut, dia terdiam. Sembari memandang Ji Eun yang mulai membereskan tasnya bersiap pergi. Apa Ji Eun terlibat dalam S Mission ? – mungkin saja mengingat dia adalah snipper  andalan S.P.I.C.A .

“ Tenang ! Jika ada waktu aku pasti akan menanyakannya untukmu ! “ teriak Ji Eun sebelum keluar dari ruang latihan menembak.

“ Aku tidak memintamu melakukan itu ! “ balas Suzy.

Ruangan Team Tujuh terasa lebih sepi dari biasanya. Tanaman tomat yang berjejer rapi dijendela tampak mengering dan beberapa buahnya berguguran dalam keadaan keriput jelas sekali tanaman itu kurang dirawat. Suzy mendesah di baliknya mejanya, dia sangat merindukan kehadiran Baekhyun .

Suzy baru kembali ke apartementnya setelah berbelanja bahan makanan yang banyak, rencananya dia akan membuatkan Baekhyun sup karna hari ini adalah hari terakhirnya di Rumah Sakit.

Tapi rencananya sepertinya gagal, karna Baekhyun sudah pulang dari Rumah Sakit dalam keadaan sehat. Kalau tidak bagaimana dia bisa berada di lift apartementnya seperti sekarang ini bukan ?

“ Baekhyun ? “

“ Eh ? “

Suzy terkejut mendapati Baekhyun berada di lift apartement yang akan dia naiki juga.

“ Kapan kau pulang ? Kau sudah baikan bukan ? Jangan bilang kau mengendarai mobil sendiri he ? “ cecar Suzy setelah masuk ke dalam lift.

Baekhyun tersenyum geli. “ Booya ? Kau seperti nenek-nenek yang mengkhawatirkan cucunya… “ ledek Baekhyun.

“ Itu karna aku memang mengkhawatirkanmu tahu ! “ aku Suzy jujur, baginya tak ada gunanya dia menyembunyikan perasaannya lagipula Baekhyun sudah mengetahuinya meskipun Suzy tak tahu bagaimana perasaan Baekhyun terhadapnya.

Miann aku tak memberitahumu karna aku tidak ingin merepotkan mu lagi… “ ujar Baekhyun lembut. “ Aku sudah pulih dan sudah bisa menerima tugas lagi. “

“ Syukurlah… “ desah Suzy.

Kemudian tak ada yang bicara lagi sepanjang perjalanan di lift yang sebentar tapi terasa menjadi terasa sangat lama.

Sepi. Tak pernah se-sepi ini saat bersama Baekhyun. Biasanya dia pasti akan mengeluarkan bunyi-bunyian untuk menganggu Suzy. Diam-diam Suzy melirik Baekhyun dengan ekor matanya.

Ekspresinya datar menatap entah kemana – tak jelas. Suzy jadi makin khawatir dan penasaran, apa yang sebenarnya terjadi pada Baekhyun.

“ Ting ! “ keheningan sesaat itu dipecahkan oleh suara denting lift yang menandakan mereka sudah sampai. Pintu lift pelan-pelan terbuka.

Baekhyun melangkah duluan bahkan tanpa salam, seolah tak memperdulikan kehadiran Suzy. Tapi insting Suzy yang bergerak lebih dulu.

“ Greep ! “ Suzy menarik Baekhyun kembali masuk ke dalam lift. Memeluknya dari belakang, mengabaikan kantung belanjaannya yang jatuh.

“ Deg ! “

“ Kumohon… kumohon padamu… berhenti untuk membuatku seperti ini… kumohon… “

Demi apapun, Baekhyun tak tega mendengarnya dia merasa bersalah saat merasakan sesuatu yang hangat membasahi punggungnya.

“ … kembalilah menjadi Baekki yang dulu… ada apa denganmu ? … kumohon… kumohon dan kita akan bekerja bersama-sama lagi… “ isak Suzy.

Baekhyun memejamkan matanya menahan segala emosinya. Kemudian menghela nafas.

“ Berhentilah untuk menangisiku… “ ujar Baekhyun meminta.

.

.

.

.

Baekhyun tersenyum terus dan bersandung riang sepanjang memotong sayuran di pantry Suzy. Dan Suzy merasa lega saat melihatnya kembali seperti semula.

“ Potong yang benar ! “ suruh Suzy memukul pundak Baekhyun pelan saat Baekhyun kedapatan memotong tomat dengan asal.

“ Aakkh… aku ini lapar dan baru saja pulang dari Rumah Sakit tapi kau menyuruhku memasak ?! “ protes Baekhyun.

“ Aissh … bukannya kau yang bilang bahwa kau sudah sehat he ? “

“ Aa…tapi aku lapar dan tidak ingin ma- “

“ Praang ! “ terdengar suara vas bunga keramik di dekat pantry yang pecah karna jatuh tersenggol Baekhyun . Baiklah harusnya Suzy sadar resiko mengajak Baekhyun ke rumahnya adalah keselamatan benda pecah belahnya yang tercancam.

“ Ups… miann… “

Jinjja… sebaiknya kau tunggu di meja makan saja. “ suruh Suzy mengusir Baekhyun dari dapur.

“ Kalau begitu cepatlah… aku sangat lapaar… “ rengek Baekhyun.

Nee…nee… “

“ Prang ! “ botol bumbu dapur yang tepat berada di belakang Suzy ikut jatuh juga, tapi ini bukan karna pengaruh Baekhyun atau apapun. Suzy terpaku saat mendengar sesuatu berdesing melewati telinganya dengan cepat.

“ Menunduk ! “ seru Baekhyun tanggap berlari meraih Suzy dan berlindung di balik pantry.

“ Dor ! Dor ! Dor ! Dor ! “ bersamaan dengan itu bombardir peluru menghunjam kearah dapur Suzy memecahkan lebih banyak bumbu dapur dan melubangi dindingnya.

“ Tetap menunduk ! “ suruh Baekhyun saat Suzy mencoba melihat keadaan, di tangan Baekhyun sudah bersiap sebuah revolver. Kaca di beranda kamar Suzy sudah pecah dan hancur tertembus peluru.

“ A-apa yang terjadi ? Pelaku pasti berada di gedung sebelah ! “ kata Suzy di tengah gempuran peluru yang belum berhenti.

Sepanjang sejarah menjadi Anggota S.P.I.C.A dia pernah diteror dengan berbagai macam cara. Tapi menghancurkan rumahnya ? Suzy rasa ini sudah kerterlaluan.

Dia bersiap merangkak ke ruang tengah mengambil snipper yang dia simpan disana. Tapi Baekyun mencegahnya untuk bergerak lagi.

“ Jangan bergerak. “

Suzy menurut, memandang Baekhyun yang mengawasi keadaan dengan awas. Dia tak membalas serangan itu namun revolvernya dalam keadaan siaga.

Bombardir peluru baru berakhir setelah beberapa menit dan meninggalkan efek kehancuran parah di dapur Suzy, bukan hanya itu berandanya sudah tak berwujud lagi kacanya telah pecah karna hujaman peluru.

Suzy tak berani bergerak sebelum Baekhyun memberi kode tanda aman.

“ Kau baik-baik saja ? “ tanya Baekhyun cemas.

Suzy mengangguk. Beruntung mereka masih bisa berlindung di meja pantry dan tidak terluka sedikitpun.

“ Sial… “ geram Baekhyun, memandang ke luar beranda. Dia tahu kebersamaannya dengan Suzy akan dibayar mahal karna mereka tidak akan tinggal diam setelah mengetahui keberadaan seorang yoeja di hidupnya.

“ Apa kau tahu sesuatu ? “ tanya Suzy curiga.

Baekhyun tak menjawabnya melainkan menarik tangan Suzy. “ Disini sudah tidak aman, ayo pergi ! “

“ ? ? ? “

Suzy lebih heran lagi saat Baekhyun membawanya ke kamar apartementnya. Apa bedanya jika hanya bersebelahan ? Setidaknya Suzy kira mereka akan pergi ke tempat yang jauh.

“ Maafkan aku… “ Baekhyun baru angkat bicara lagi setelah menutup pintu kamar ekspresinya terlihat muram Suzy bisa merasakannya walaupun Baekhyun tengah memunggunginya.

“ Kenapa… ? Hal seperti itu sudah biasa terjadi, kau tak perlu cemas. “ kata Suzy meskipun dia sendiri tak mengerti dengan maksud Baekhyun.

“ Tentang perasaanmu padaku… “

“ Deg ! “ aliran darah Suzy berdesir lebih cepat begitu Baekhyun menyinggungnya.

“ … kita tidak akan bisa bersama dan aku tidak bisa menjanjikan kebahagiaan padamu karna aku tidak akan bisa melakukannya. “

“ …… “

“ Aku tidak bermaksud untuk mempermainkan perasaanmu tapi aku tidak bisa… “ bahu Baekhyun tampak bergetar.

“ Apa maksudmu … ? Aku benar-benar tidak mengerti… “ Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya antara tidak ingin mendengar lebih lanjut lagi.

“ Aku tidak seperti yang kau pikirkan… aku bukan orang yang tepat untukmu … aku lebih buruk dari yang pernah kau bayangkan.. “

“ Byun Baekhyun ! Tatap aku saat bicara ! “ tuntut Suzy.

Saat Baekhyun membalikkan badannya, Suzy terenyuh.

“ K-kenapa kau menangis ? “ Suzy meraih wajah Baekhyun dan menatap matanya dalam. Tak hanya masalah perasaan Suzy tapi ada yang lain di mata itu, Suzy bisa merasakannya.

Baekhyun menangis, dia meremas kemeja di bagian dada.

“ Rasanya sangat sakit… sakit sekali… sakit sekali… “ rintih Baekhyun pertahannya melemah dan kakinya tak bisa lagi menopang beban yang selama ini dia tanggung sendiri. Dia jatuh berlutut.

“ Ba-baekhyun ? Baekhyun ? A-ada apa ? “ Suzy jadi ikut terbawa emosi melihat Baekhyun yang rapuh seperti ini.

“ Apa yang harus aku lakukan ? … tolong aku … kumohon… “ isaknya.

Suzy tak bisa berbuat apapun selain hanya mengelus punggung Baekhyun lembut, perasaannya campur aduk. Baekhyun terlihat sangar rapuh dan lemah saat ini .

“ Menangislah… menangislah… keluarkan semuanya … “ kata Suzy meskipun hatinya ikut teriris mendengar jeritan Baekhyun yang seolah menahan sakit .

.

.

.

.

Suzy tak menuntut banyak penjelasan meskipun dia tahu Baekhyun mengetahui kebenaran insiden penembakan tadi. Dia lebih memilih membiarkan Baekhyun tertidur tenang setelah menangis cukup lama.

Matanya beralih dari Baekhyun yang tidur tenang pada sekeliling kamar. Terkesan klasik, Suzy pikir kamar Baekhyun pasti sama berantakannya dengan ruangan lain di rumahnya yang dipenuhi mainan. Suzy meraih sebuah frame foto di nakas.

Foto seorang yoeja cantik, bukan ini bukan Oemma Baekhyun yang Suzy liat di Rumah Sakit beberapa hari yang lalu. Dia jauh terlihat lebih muda tersenyum cerah bersama orang yang tak asing bagi Suzy- Baekhyun. Hati Suzy sedikit tercubit melihat foto Baekhyun bersama yoeja lain.

“ Cantik bukan ? “

“ Eh ? “ Suzy sampai tak sadar bahwa Baekhyun terbangun.

“ A…nee sangat cantik… “ komentar Suzy meletakkan frame itu ketempatnya lagi.

Baekhyun tersenyum kecil melihat raut kecemburuan di wajah Suzy.

“ Wanita yang kau lihat di Rumah Sakit kemarin itu bukan Ibuku… “ kata Baekhyun tiba-tiba berganti topik.

“ ? ? “

“ Dia adalah salah satu pengasuhku sejak Ayah dan Ibuku berpisah… “

“ Tapi kenapa kau berbohong … ? “

“  Aku tidak pernah bermaksud melakukannya. “ kata Baekhyun.

Suzy mendengus, dia yakin masih banyak kebohongan dalam diri Baekhyun. Wajah ceria dan kekanakan yang selama ini dia perlihatkan pasti itu hanyalah topeng.

“ Siapa kau sebenarnya ? “

“ Apakah kau berjanji tidak akan memotong ceritaku ? “

“ ? ? “

“ Berjanjilah… kau tidak akan menyela apapun selama aku mengatakannya. “

Akhirnya Suzy mengangguk.

Baekhyun menghela nafasnya berat, menguatkan hatinya. Tapi Baekhyun percaya Suzy akan mengerti dan memahaminya.

“ Ceritakanlah… percaya padaku semuanya akan lebih baik saat kau mengatakannya. Aku ada disini… “ ujar Suzy meyakinkan meremas lembut jari jemari Baekhyun.

Baekhyun menghela nafasnya sekali lagi.

“ Aku dibesarkan oleh Kakek setelah Ayahku meninggal dalam perang, Ibuku ? Aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi sejak perceraiannya dengan Ayah. Kakek adalah orang jenius yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya dan dia percaya bahwa kejeniusannya menurun padaku.. “

Suzy baru saja akan mengatakan bahwa itu Baekhyun memang jenius tapi dia teringat janjinya, jadi dia hanya mengangguk.

“ … tak sepenuhnya di besarkan olehnya tapi oleh para pengasuh… dingin… hanya itu yang bisa kuingat tentang Kakek, aku dibesarkan dengan cara seperti itu tapi Kakak ku bukan tipe yang suka hidupnya diatur jadi dia memilih untuk hidup dengan caranya sendiri. “

‘ Kakak ? Kau punya seorang Kakak ? ‘

Baekhyun bisa melihat tatapan bertanya Suzy, “ Benar. Aku punya Kakak laki-laki dan kurasa kau pernah bertemu dengannya… “

“ Saat itu aku masih kecil dan tidak tahu apapun jadi aku tetap tinggal bersama Kakek… sejak kecil aku sudah belajar banyak  bahasa asing, kasus pembunuhan dan kasus kriminal lainnya. Kau pasti bertanya kenapa aku belajar hal seperti itu ? Aku juga bertanya-tanya tapi akhirnya aku mengerti kalau Kakek ingin aku masuk S.P.I.C.A dan saat berumur sebelas tahun  aku direkrut S.P.C.A sampai sekarang. “

Suzy menelengkan kepalanya, ‘ Apa hubungannya Kakek mu dengan semua ini ? Kenapa jadi membahas tentang Kakekmu ? ‘

Mengerti apa yang Suzy pikirkan, Baekhyun pun menjawabnya. “ Aku sudah bilang bahwa dia orang jenius yang tak pernah kau bayangkan bukan ? Dia punya andil besar disini. Apa yang Kakek ajarkan padaku tak berbeda dengan apa yang kudapat di S.P.I.C.A tapi jujur aku lebih menyukai S.P.I.C.A aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus berpura-pura sampai aku sadar aku terlalu mencintai pekerjaanku sebagai Anggota S.P.I.C.A dan melupakan apa yang sudah ditakdirkan padaku… “

Suzy menatap Baekhyun penuh tanya.

“ Benar. Takdir bahwa di dalam darahku mengalir darah pendiri RED musuh besar S.P.I.C.A … Kakek ku adalah pendiri Organisasi RED . “

Suzy membeku, genggaman tangannya pada tangan Baekhyun perlahan melemah. Baekhyun sudah yakin akan reaksi Suzy sepeti ini.

“ Hanya satu yang tak kumengerti alasan kenapa Kakek membiarkan S.P.I.C.A untuk merekrutku dan membiarkan ku hidup seperti ini … aku masih belum mengerti… “ gumam Baekhyun pada dirinya sendiri.  “ Aku baru menyadari bahwa selama ini aku melawan Kakek ku sendiri… aku baru mengetahui kenyataan pahit ini saat dia sendiri yang memberitahuku. Dia melakukannya seolah ingin menguji kemampuanku… “

Air mata Suzy mengalir, ingatan tentang teman-teman seperjuangannya saat S mission kembali berputar penuh dengan pengorbanan dan darah.

Baekhyun meremas rambutnya dan menggeram, “ Aku malu sekali ! Sampai aku ingin mati – Aarrghh…! “

“ Baekhyun tenanglah… “

Suzy yakin bahwa Baekhyun berpihak pada S.P.I.C.A dan dia menanggung beban berat karnannya. Apa yang lebih buruk selain melawan keluarga sendiri ?

“ Arrgghh… ! “ Baekhyun mengerang lebih keras.

“ Baekhyun… tenang aku percaya padamu. Ini bukan salahmu… hanya karna kau cucu dari seorang RED bukan berarti kau juga seorang penjahat… “ Suzy kembali mengeratkan genggaman tangannya, sedikit menyesal karna sempat melepasnya.

“ Aku tidak bisa berbuat apapun… “ kata Baekhyun setelah sedikit tenang, “ Aku tidak bisa melakukan apapun… “

“ Tidak . Kau sudah melakukan banyak hal untuk S.P.I.C.A kau salah satu Ace  yang kami punya . “ bantah Suzy.

“ Kakek tidak percaya dengan cinta… persahabatan dan hal lainnya. Penembakan tadi hanya sebagaian kecil dari apa yang bisa mereka lakukan setelah mengetahui kedekatanku denganmu… mencintai orang sepertiku bukanlah keputusan yang tepat… “

Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya, meraih wajah Baekhyun mengelusnya dengan kedua ibu jarinya. “ Kau adalah namja terbaik yang pernah ku kenal dan aku tidak akan pernah menyesali keputusanku . “ kata Suzy menekan tiap perkataannya.

Baekhyun tersenyum melihat kesungguhan Suzy, “ Aku sangat mencintaimu… “

“ Hmmph… aku tahu. “ balas Suzy percaya diri.

“ Cih… dasar… “ dengus Baekhyun tersenyum geli. Menempelkan keningnya ke kening Suzy. Perasaan Suzy mulai menghangat dia tak ingin ini berakhir. Baekhyun pun begitu dia lega Suzy bisa menerimanya dengan baik.

Serasa ada puluhan ribu kupu-kupu terbang memenuhi perutnya saat Suzy merasakan sesuatu yang hangat menyentuh bibirnya lembut. Baekhyun menciumnya.

.

.

.

.

.

Suzy terbangun dengan suara alarm handphone di sakunya.

“ Nghh… ? “ Suzy mengucek-ngucek matanya, dia tak berada di kamarnya . Ah~ otaknya mengsinkronkan kejadian semalam. Ini kamar Baekhyun !

Tapi seingatnya dia tidur di kursi empuk kamar Baekhyun bukan di ranjangnya. Suzy menoleh ke sebelah mendapati Baekhyun  tidak ada disana.

Baekhyun tengah menyiram pot tanamannya di beranda saat Suzy datang mendekat.

“ Ohh… kau sudah bangun ? “ sapa Baekhyun. Tak ada kasus untuk team mereka dan belum ada panggilan mendadak untuknya jadi Baekhyun bisa bersantai sedikit.

“ Hmm… “

Dari beranda Baekhyun, Suzy bisa melihat beranda rumahnya disamping yang hancur berantakan. Tirainya yang terkoyak melambai tertiup angin.

“ Haah… “ Suzy mendesah, dia akan membutuhkan sebuah renovasi.

“ Ngg… maaf dengan apa yang terjadi di rumahmu, kau bisa tinggal disini bersamaku itu akan jauh lebih aman. Mereka tidak akan menyakitimu selama kau bersamaku… “ kata Baekhyun.

“ Huh… aku bisa melindungi diriku sendiri.. “ ujar Suzy.

Satu hal yang tak berubah dari Bae Soo Ji, dia masih mempertahankan sifat angkuhnya.

“ Apa Ketua Choi tahu … maksudku adalah ngg… “

“ Dia sudah mengetahuinya… bahkan sejak awal aku masuk S.P.I.C.A dia mengetahuinya terlebih dahulu daripada aku dan yaah… sama seperti mu dia mempercayaiku. “ kata Baekhyun santai.

“ Kau ikut dalam S mission, pasti sangat berat bagimu… “

“ Hmm… itu benar meskipun Kakek ku adalah RED aku tak mendapatkan informasi sedikitpun tentang mereka dari Kakek atau dari Eunjung – wanita yang kau temui di Rumah Sakit. “

“ Apa dia anggota RED juga – Eunjung itu ? “ tanya Suzy.

“ Sepertinya begitu tapi aku tak pernah melihatnya terlibat dalam sebuah kasus selain sebagai pengasuh di rumah. “ jawab Baekhyun, “ Naah…apa pertanyaan selanjutnya Nona Bae ? “ goda Baekhyun.

Suzy sedikit merengut tapi kemudian dia kembali bertanya, “ Siapa gadis yang bersamamu di foto itu ? “ dengan nada menuntutnya.

Baekhyun tertawa kecil, “ Aigoo… are you jealous ? “ Baekhyun meletakkan alat penyiram tanamannya dan berjalan masuk kedalam rumah.

“ Aaa … yaak ?! Jawab dulu pertanyaanku ! “

“ Makan dulu sarapanmu, diluar dugaan ternyata kau ini sangat cerewet… “ Baekhyun menyodorkan sepiring sandwich dan mendudukkannya di kursi meja makan.

“ Aahh… untung saja tidak terjadi kepanikan saat penembakan itu ya ? “ gumam Baekhyun. Wajar karna sebagain besar penghuni apartement adalah Anggota S.P.I.C.A yang sudah terbiasa dengan suara tembakan.

Baekhyun kembali seperti biasa itu sudah cukup bagi Suzy, hal seperti ini tidak akan bisa berlangsung selamanya. Atau mungkin di luar dugaan bahwa mereka akan baik-baik saja. Satu yang pasti bahwa keadaan setelah ini tidaklah baik. Tapi Suzy tak memperdulikannya setidaknya Baekhyun ada bersamanya.

.

.

.

.

To be continued~

Baby note

Eaaa… chapter paling plat nih kayaknya ehe -_-

Romancenya gak berasa ? miann Baby akan berusaha lebih baik lagi >_<

Baekhyun ama Suzy pacaran ? yaahh begitulah kayaknya *lho?

Ceritanya masih aja njelimet ? sekali lagi miann … Baby akan berusaha untuk membuatnya lebih jelas dan teratur scenenya ^^

Jadi sekarang sedikit ngerti kan ? Baekhyun itu siapa dan kenapa dia bilang ‘ Mencintai orang yang salah .. ‘  ehehe😀

Kakaknya Baekhyun kalian juga udah pernah liat kok  ? Hayooo siapa ?

Terimakasih untuk yang meninggalkan jejak berupa comment, like dan lain-lain😀

Terimakasih untuk dukungannya juga >_<

Baby masih amatir dalam hal tulis menulis jadi maafin kecacatan dalam FF ini nee.. ?😀

Bye… see you in the next chap😀

Ohh iya boleh minta review kan ? *winkz

29 responses to “S.P.I.C.A [ Chap.11 ~ The Truth ]

  1. gatau harus komen apa, bagus bgt cerita baby.. yaampun akhirnya jadian juga baekzy wkwkwk. lanjutin dong baby jangan lama lama kkkk

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s