[94Line Boy] Happy Fic Ep. 2/2

94line-boy-happy-fic6

credit poster by => Xilverspear @ Hospital Art Design

 

A Fanfiction by Fanficfunny

.

Tittle : Happy Fic Ep. 2/2|| Author  : Fanficfunny || Main Cast :Jackson, Junior, Ilhoon, J-Hope, Suzy|| Genre : comedy, fluff, fluffy|| Duration : -|| Rating : T
Disclaimer : Semua tokoh dalam fic ini milik agency mereka masing-masing tapi alurnya sepenuhnya milik saya.

****

.

.

.

.

.

.

…|94Line Boy|…

 Part 1

 

GOT7 Jacskon X Miss A’ Suzy
|| Sungjae BTOB, Mark GOT7, Jimin BTS, Sulli [94line] F(x), Taehyung BTS ||
Cr: BBM

 

 

Suzy lekas-lekas meliukan sebelah alisnya janggal, mendapati Jackson tengah berdiri di depan kelas dengan selimut yang menggantung di pundaknya. Tangannya yang acap kali bersentuhan dengan bola basket telah terisi seikat dandelion—yang biasanya tumbuh di belakang sekolah.

 

“Ayolah, Jackson ini bukan rumah sakit jiwa,” sindir Sungjae kembali mendapati tingkah ajaib si hyperaktif.

 

Oke. Suzy yakin jika dirinya berada di tengah-tengah hari Selasa. Hari dimana Jackson akan mengeluh mati-matian serta menyeretnya untuk menemaninya piket. Ralat! Ia menyuruh Suzy untuk membersihkan penghapus sedang dirinya asik bermain-main dengan angin di atap. Well, biasanya sih pemuda itu tak mempunyai selera bertingkah abnormal di hari terkutuk—baginya—seperti hari ini. Tapi hari ini lelaki itu berbeda dari biasanya. Ia berangkat empat menit sebelum bel, menyisir rambutnya, berseragam rapih, dan ajaibnya ia tak mengusik Suzy sama sekali.

 

Tidak ada tape rusak di kantin.

 

Tidak ada penyeretan.

 

Tidak ada dancer jungkir balik di kelas.

 

Tidak ada gangguan.

 

Dan tidak ada perhatian berlebihan lagi.

 

Harus Suzy akui, ia sedikit—tak lebih kok. Merindukan hal itu.

 

“Apa besok akan kiamat?” pertanyaan sinis terlontar dari bibir Mark.  Ia mendengus sebelum mendudukan dirinya di atas meja.

 

Sepertinya esok matahari benar akan terbit di sebelah barat—sama halnya yang diapriorikan Mark. Buktinya Jackson sudah memberikan tanda-tanda ‘Normal di pagi hari’ dan ‘Abnormal di jam tiga’

 

Hey! I wanna be a superhero, guess my name!!”

 

Seketika ruangan menjadi sarang tawa setelah Jackson berteriak dengan gaya ‘Superman’ dengan tambahan bunga dandelion di tangan kanannya.

 

“Superman!” teriak Taehyung kelewat keras.

 

“Ironman!!” pekik Jimin.

 

“Sailormoon” teriak Sulli paling keras.

 

“Tentu saja, Crazyman,” ucap teman sebangkunya—Mark.

 

Seketika itu juga, tawa kian pecah. Memenuhi isi ruangan segi empat bertittle 2-1.

 

“Kapan anak itu menjadi waras,” tutur Suzy hampir tak percaya.

 

“Suzy! Kau bisa menebaknya?” Sejurus kemudian semua pasang mata menaruh fokus pada sosok yang tengah berdiam diri di bangkunya. Bukan suatu hal istimewa keduanya dekat, hanya saja mereka penasaran dengan jawaban yang akan di berikan Suzy.

 

“Power ranger?” ucap Suzy lebih ke nada bertanya.

 

Jackson mendekat dua langkah—Suzy duduk di bangku paling depan—lantas tersenyum sebagai opsi terakhirnya.

 

Yourman,” ucapnya sembari menyerahkan seikat dandelion.

 

Ugh Cheesy.

 

Dan keadaan kelas kembali riuh.

 

 

||.||

GOT7 Jinyoung X Miss A Suzy
|| Hyeri Girls day [94 line] ||

Songfic :Stop stop it GOT7

Tiga tahun Suzy mengenal Jinyoung, orang itu selalu mengatakan hal yang sama berkali-kali berulang-ulang hingga Suzy ingin sekali menendangnya. Ia ingat minggu lalu Jinyoung kembali mengatakan kata menjengkelkan itu lagi ketika dirinya melihat etalase toko tas keluaran terbaru. Dia bilang dirinya seperti anak kecil, tidak mau pergi meskipun tidak akan membelinya. Oke Suzy tidak tersinggung dengan kata-kata itu, tapi kenapa harus ada kata ‘Hajimmaa’ di depannya. Lalu saat ia menarik lengan Jinyoung saat ia akan berkelahi dengan kakaknya Jimin ia malah marah-marah dan bilang, ‘Hajimma. Sudah kubilang aku tidak suka di sentuh lengannya.’ Membuat Suzy jegkel setengah mati. Suzy tak tahu sejak kapan Jinyoung begitu menjengkelkan seperti itu, ia selalu protes dengan apa yang di lakukannya. ‘Hajimma, jangan makan es krim seperti orng kelaparan.’ ‘Hajimma. Itu hanya drama, kenapa kau terus menangis’ ‘Hajimma! Sudah kubilang Hajimma! Jangan melakukan aegyo yang menjijikan itu padaku’ Yang terakhir Suzy menjitak kepala Jinyoung dengan sendok.

 

Hajimma

 

Hajimma

 

Hajimma

 

Memangnya dia baru belajar bicara. Sehingga kata itu yang terus di katakan Jinyoung.

 

“Hajimma.”

 

Suzy mendongak pada Jinyoung sarkatis.  Sekarang apalagi?!!! Ia bahkan tidak melakukan apa-apa!! Ia hanya duduk dan tiba-tiba Jinyoung datang mengatakan itu lagi?!! SEBENARNYA ADA APA DENGAN HAJIMMA!!

 

Mwo!! Wae?!! Hajimma Mwo!!

 

Jinyoung hanya mencibir mendengar teriakan Suzy.

 

“Kita sudahi saja. kalau kau tidak ingin berteman dneganku. Kita sudahi sampai di sini.”

 

“A-apa m-maksudmu?”

 

“Kau selalu mengatakan hajimma, hajimma, hajimma. Bahkan saat aku memandnagmu kau juga mengatakannya. Oke kau membenciku kan? Kenapa tidak mengatakannya? Kenapa kau berpura-pura masih mau berteman dneganku.”

 

Jinyoung terdiam,maniknya memilih bersiborok dengan meja cafe.

 

“Lihatlah, kau bahkan tidak bisa menyangkalnya. Terimakasih sudah mau menjadi temanku. Selamat tinggal.”

 

Suzy membungkuk pelan sebelum berbalik. Sejujurnya Suzy tak sampai hati mengatakan demikian hanya saja melihat Jinyoung ketika bersamanya terlihat tidak nyaman membuat hatinya tersakiti. Meskipun Suzy menyukainya, toh Jinyoung tidak. Lagipula akhir-akhir ini dia terlihat bahagia bersama Hyeri.

 

Suzy menghela nafas kasar sebelum melanjutkan langkahnya. Patah hati di umur delapan belas tahun ternyata jauh menyakitkan ketimbang patah hati di umur dua belas tahun.

 

“Hajimma.”

 

Hajimma?

 

Lagi?

 

“Hajimma.”

 

Suzy benar-benar ingin membakar kata itu.

 

“Yaa!! Park Jinyoung jika kau mengatakannya lagi, kubunuh kau!!” teriak Suzy begitu berbalik memandang Jinyoung.

 

“Untuk itu, jangan pernah berkata selamat tinggal padaku.”

 

“Lalu kenapa kau selalu mengatakan kata itu?!! Hajimma.. hajimma.. hajimma.”

 

Karena—karena—Eumm…

 

Oke Jinyoung sudah tak tahan lagi.

 

“Ketika kau tersenyum padaku, memegang lenganku seperti ini—“ Jinyoung memeragakan tangannya seolah-olah ia sedang memegang tangan orang lain “—Berbicara padaku, menangis di depanku, tertawa di depanku, cemberut di depanku, melakukan aegyo padaku, bertindak konyol, bertindak menjengkelkan. Hajimma!!”

 

Semua orang tanpa terkecuali kini menatap Jinyoung aneh karena dia berbicara—ralat! Berteriak-teriak.

 

“Kau tidak pernah tahu aku emnahan mati-matian untuk tidak memelukmu. Kau tidak tahu rasanya kan? Tentu saja karena kau menganggap kita teman, tapi bagaimana dneganku?!! Aku mempraktekannya setiap hari!! Setiap hari Suzy-ah!! Kau tidak tahu bagaimana sulitnya bertindak sok keren di depanmu kan? Padahal saat itu juga jantungku sedang jumpalitan!! Kau—!! Kau—!! Kau membuatku seperti orang gila Suzy-ah!!”

 

Jinyoung mencambak rambutnya frustasi, sedangkan Suzy memandang Jinyoung ragu.

 

“A-apa yang kau katakan?”

 

Dia baru saja menyatakan perasaannya di depan belasan orang dan Suzy bilang apa yang kau katakan?!! Siapapun bunuh Jinyoung sekarang jugaa!!

 

“Hajimma!! Hajimma!! Hajimma!!”

 

“Hajimma untuk apa?” tanya Suzy semakin tak mengerti.

 

“Untuk tidak peka!!”

 

Semua orang di dalam cafe tersebut hanya mengehala nafas jengkel. Rupanya drama wanita tidak peka dan pemuda tak pandai mengungkapkan perasaan telah mencapai konflik.

 

“Peka? A-ap-apa maksudmu.. Park Jinyoung?”

 

“Aku benar-benar akan masuk rumah sakit jiwa.”

 

“Yaa!! Apa sih yang kau katakan. Jelaskan maksudnya.”

 

“Molla. Molla. Molla.”

 

“Yaa!! Park Jinyoung.”

 

“Katakan padaku Park Jinyoung?! Apa maksudmu?!”

 

“Park Jinyoung?!!”

 

Ugh Suzy benar-benar polos atau bodoh??

 

“Park Jinyoung!!”

 

Dia bodoh.

 

 

||.||

BTOB Ilhoon X Miss A Suzy
|| Bae Jinhye Laboum[94line], Minzy 2NE1 [94line]||
Cr: BBM

 “Ilhoon, apa aku gadis yang menyebalkan?”

 

Ilhoon mendongak dari buku sejarahnya. Alisnya berjenggit, melihat pandangan Suzy yang menusuknya serius. Ilhoon berpikir sebentar. Ya. Terkadang Suzy sangat menyebalkan. Dan sangat merepotkan. Ia pernah memaki Jinhye—temannya—hanya karena salah paham. Ia mengira Jinhye sedang menggodanya tetapi ia dan Jinhye hanya sedang berlatih drama yang akan di tampilkannya di acara perpisahan. Lalu ia pernah menyeret Ilhoon yang sedang bermain basket bersama teman-temannya, hanya untuk menamaninya ke mall untuk membeli kado. Dan ia pernah marah besar hanya karena Ilhoon melupakan ulang tahun anjing kesayangannya—damon.

 

“Sedikit.”

 

“Apa selama ini, aku sering menyusahkanmu?”

 

Ilhoon mengusap lehernya. Dari awal tahun mereka kekasihan. Suzy selalu menyusahkannya. Ia selalu memaksa Ilhoon untuk kerumahnya di hari Minggu sedangkan ia mempunyai jadwal yang padat bersama teman-temannya. Ia juga sering meminta Ilhoon menjemputnya jika sehabis dari mall. Yang paling menyusahkannya adalah berjalan-jalan bersama teman-temannya yang super cerewet. Mereka akan menggodanya dengan sikap yang demi Tuhan sangat berlebihan.

 

“Begitulah.”

 

“Kau tidak ingin mencari gadis lain?” Ilhoon mengernyit. “Kudengar Minzy menyukaimu.”

 

Minzy? Memang benar gadis itu menyukainya. Ia gadis yang sangat lembut dan penuh pengertian. Berbanding terbalik dengan Suzy yang selalu penuh semangat dan sedit errr—kasar? Mungkin. Dia juga orang yang sangat dewasa. Hal kontradiktif dengan Suzy. Ia akan bertanya pada seluruh orang dan membuat heboh hanya karena Ilhoon menghilang tiga hari ke tempat neneknya di Busan tanpa memberitahunya. Ia juga tipe gadis yang cengeng jika sedang merindukan Ilhoon. Terkadang juga ia akan meminta maaf tiada henti jika Ilhoon marah padanya. Bisa di bilang Suzy adalah tipe gadis yang ceria dan berlebihan. Terlalu berlebihan.

 

“Ilhoon?”

 

“Tidak.”

 

“Kau pernah menyesal menjadi kekasihku?”

 

Ilhoon menghela napas kasar.

 

“Dengar. Kau memang menyebalkan dan  menyusahkan. Tapi aku tidak ingin mencari gadis yang jauh lebih sempurna darimu. Entah itu Minzy atau artis sekalipun. Dan aku juga tidak pernah menyesal menjadi kekasihmu. Aku sangat bahagia. Jika kau bertanya kenapa? Aku bahagia karena mempunyai gadis yang hebat. Gadis yang egois luar biasa karena tidak ingin kehilanganku. Gadis yang tidak bisa menahan cemburunya karena rasa sayangnya yang begitu besar. Gadis yang mencariku mati-matian ketika aku menghilang. Gadis yang menangis seharian hanya karena merindukanku. Gadis yang selalu meminta maaf tiada henti hanya karena masalah yang sepele. Kau gadis yang istemewa untukku. Bukan. Tapi kau kekasih yang luar biasa sangat istimewa untukku”

 

 

||.||

 

BTS J-Hope X Miss A Suzy
|| Jung Soyeon Laboum [94line], Heo Youngji Kara [94line]||

Jadi siang itu Hoseok berlari-lari ke kelasnya sembari bersiul. Suzy hanya memandangnya datar setelah Hoseok mendaratkan bokongnya pada meja tempat Suzy duduk. Teman sebangkunya—Youngji—secara otomatis akan menyingkir jika batang hidung Hoseok sudah muncul di balik pintu. Karena secara sopan atau tidak, ia akan mengusir Youngji untuk duduk jauh-jauh darinya. Seperti aktivitasnya minggu-minggu lalu.

 

“Hey aku dapat surat lagi, loh.”

 

Suzy tak tahu Hoseok sedang memamerkannya atau memberitahunya? Toh ia sudah tahu surat itu berwarna pink dengan stiker pororo yang menempel di pojok kiri surat. Ia sudah menjumpai Hoseok beserta ‘masalah-suratnya’ sekitar tiga bulan lalu. Tapi Hoseok baru meributkannya sebulan kemudian.

 

“Ya, lalu?”

 

“Tebak isinya apa?”

 

“Palingan ucapan selamat atas kemenanganmu di lomba dance.”

 

“Seperti biasa. Kau memang selalu tahu bahkan sebelum aku menceritakannya.”

 

Suzy tersenyum timpang mendapat pujian tak mutu dari Hoseok.

 

“Tapi, minggu lalu dia mengungkapkan perasaannya padaku. Padahal aku belum tahu siapa dia sebenarnya. Dia hanya bilang dia seangkatan dengan kita, murid perempuan di sini kan banyak sekali, jadi mana kutahu dia orang yang mana.”

 

Oooh.”

 

“Hanya itu responmu?”

 

“Memangnya apalagi?”

 

“Yaaa… setidaknya kau ikut membantuku mencari siapa gadis yang selalu mengirimiku surat.”

 

“Kau ingin tahu siapa dia?”

 

“Kau tahu dia siapa?” Kini Hoseok sudah berteriak heboh menyebabkan seluruh kelas memandangnya. Membuatnya menjadi pusat perhatian. Seperti hari kemarin, Hoseok hanya bisa memberikan senyuman tengilnya kepada seisi kelas. Oh benar-benar siswa kelas Suzy sudah bosan dengan teriakan dan senyumannya.

 

“Dia—“

 

“—Jangan bilang itu kau.”

 

“Itu memang aku,” jawab Suzy datar.

 

“Dari kemarin kau selalu bercanda. Serius sedikit Bae Suzy!!”

 

“Oke terserah.”

 

Hey aku curiga dengan Soyeon. Jangan-jangan dia yang mengirimiku surat.”

 

“Soyeon?” tanya Suzy bingung.

 

“Iya, kemarin saat aku membuka lokerku. Dia menahan tawanya sambil meliriku. Jangan-jangan dia.”

 

“Itukan karena ada permen karet di bokongmu.”

 

“Mungkin saja bukan itu alasannya.”

 

Suzy memutar maniknya. “Ayo Youngji.”

 

Youngji yang berada agak jauh dari Suzy mendongak begitu mendengar namanya di panggil.

 

“Hey Hoseok.” Kini Suzy sudah berdiri di samping Hoseok, dia mencondongkan badannya untuk lebih dekat dengan dengan telinga Hoseok, “Bagaimana jika aku pelaku sebenarnya.” Bisikan Suzy sudah membuat tubuh Hoseok meremang, entah dasar apa kata-kata Suzy barusan terliaht sedikit errr—menakutkan? Tidak! Tidak! Serius? Tidak! Tidak! Atau—

 

“Youngji ayo ke depan sekolah sebentar. Aku harus membeli stiker pororo yang banyak.”

 

Hoseok masih memproses ucapan terakhir Suzy pada Youngji sebelum keduanya hilang dari lingkup pandangnya.

 

“Kenapa dia membeli stiker pororo?—Hey?!! Bagaimana dengan suratku?!! Hey!!”

 

.END.

 

LUNAS. Finally FF yang bertema cowok 94L boy lengkap sudah. NEXT -> Maknae Line Version. Tapi entah itu kapan wkwkwk😛 Maaf karena WB dan feel nulis ilang makanya aku udah engga ON di dunia Fanfic😄

 

MANA COUPLE FAVORITMU????

11 responses to “[94Line Boy] Happy Fic Ep. 2/2

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s