The Moribund [Chapter 1]

HYUNFAYOUNGIE & JALILFUNNY
PRESENT

starring Suzy, Chanyeol, Sehun & Myungsoo
support cast Lee Min Ho
genre
 Romance, Angst
length Chaptered
rating PG

Credit: SpringSabila by CafePoster

DILARANG PLAGIAT!

Credit: SpringSabila by CafePoster

Credit: SpringSabila by CafePoster

“Sehun yang telah melakukan itu, Sehun adalah pria bajingan, Sehun adalah pria yang berlaku keji kepada teman sekelasnya.” Sehun terkekeh ketika berkata demikian, dirinya mulai duduk di satu bangku yang ia tarik, entah kenapa dengan menjelaskan masalah dua tahun lalu itu sekarang membuatnya menjadi lebih menarik menurut Sehun.


Apa yang harus Chanyeol gambarkan dari sosok wanita itu? Bukan, bukan dalam bentuk fisiknya yang memang sudah cantik. Ini soal kesendirian dan juga misteriusnya wanita itu membuat Chanyeol memiliki rasa penasaran yang tinggi. Hal yang selalu Chanyeol ingat ketika bertemu wanita itu di kampus adalah saat wanita itu duduk sendiri di satu kursi dalam perpustakaan sambil membaca sebuah buku yang Chanyeol sendiri tidak tahu jenis buku apa itu, kemudian wanita itu melipat sedikit ujung halaman buku ketika sudah cukup baginya membaca dan kembali merapikannya di rak.

Chanyeol bertanya dalam hatinya, apakah wanita itu tidak memiliki teman? menutup dirinya? atau apa? Sudah hampir kesekian kalinya Chanyeol melihat wanita itu hanya diam membaca buku di perpustakaan kampus tanpa bergabung dengan yang lain. Bahkan Chanyeol tidak melihat wanita itu -luangkan waktu- hanya sekedar menyapa atau tersenyum pada orang lain saat di kampus. Sedikit aneh memang, bahkan saat Chanyeol mencari tahu siapa nama wanita itu dengan bertanya pada teman-temannya namun hasilnya nihil; Yang lebih parahnya sebagian besar temannya di kampus menjawab kalau mereka saja baru pertamakali melihat wanita yang Chanyeol maksud itu.

Suatu ketika saat Chanyeol berjalan di koridor bermaksud untuk menuju loker, ia tak sengaja bertemu sosok wanita misterius itu di satu ruang kelas dengan label kayu di depan pintu bertuliskan ‘Bisnis Menejemen‘. Chanyeol sekarang tahu ternyata wanita itu masuk dalam bidang bisnis di kampus. Chanyeol pun tidak mau melewatkan kesempatan untuk bisa melihat wanita itu ketika sedang belajar di kelas; Dirinya melihat sampai kira-kira setengah jam, dirinya menjadi mata-mata di jendela besar kelas bisnis. Tapi hasilnya sama saja, bahkan gerak-gerik saat belajar pun wanita itu tetap sama seperti saat dia sedang di perpustakaan–bedanya sekarang dia mencatat–. Terlalu serius sampai Chanyeol bosan menunggu ekspresi lain dari wanita itu.

“Membosankan sekali … Apa wanita itu adalah robot?” Gumam Chanyeol yang sungguh tak masuk akal, ia sedikit menyibak ponin rambutnya yang sedikit turun karena terlalu lama menetap di balik jendela itu. Bahkan Chanyeol sempat mengira kalau wanita itu adalah sejenis makhluk halus yang menyerupai manusia.

Setiap hari, setiap saat, bahkan selama Suzy masih diberikan pemikiran layaknya manusia, yang hanya bisa Suzy pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya dia bisa hidup layaknya masyarakat sosial pada umumnya. Menyapa tetangga, teman, atau mungkin menyapa orang yang belum ia kenal saat di luar rumah. Tapi, sekeras apapun Suzy berusaha menjadi dirinya yang dulu tetap saja rasa trauma yang pernah ia alami membawanya untuk tetap diam dan menutup diri tanpa merusak kegiatan sehari-harinya, contohnya kuliah.

Suzy ingat bagaimana caranya menyapa, Suzy juga masih ingat caranya tersenyum, tapi saat dirinya mengingat semua maka kejadian kelam yang telah membuatnya kotor itupun kembali teringat. Itulah yang Suzy takutkan, ketika dirinya mengingat hal itu maka kepala akan terasa sakit; Tubuhnya berkeringat, bahkan saat ini bibirnya bergetar tak henti-hentinya. Kakinya pun susah untuk melangkah, padahal jarak rumahnya sudah dekat, saat ia mendongakkan kepalanya pun gambaran bulan di malam itu terasa berbayang. Tubuhnya pun mulai lemas dan ia pun terjatuh.

Tidak terasa hamparan aspal di jalan itu, tubuhnya pun tidak terasa ambruk. Suzy merasakan ada sesuatu yang menahannya untuk terjatuh. Rabun di pandangannya pun perlahan mulai jelas kembali dan Suzy mendapati sosok pria asing berambut ikal dengan surai coklat sedang menahan tubuhnya. Pria itu menatapnya, lantas Suzy segera ambil tindakan untuk sekedar meronta agar pria itu melepaskannya.

“Maaf… Apa kau tidak apa-apa?” Pria itu bertanya, membuat gerak-gerik gugup yang membuat Suzy merasa risih, “A-aku Park Chanyeol, kita kuliah di satu kampus …” Chanyeol melanjutkan; Berharap setidaknya Suzy mengenal dirinya walau tidak banyak.

Tapi ternyata tak banyak respon yang di dapat oleh Chanyeol dari Suzy, padahal Chanyeol sudah memperkenalkan dirinya, tapi Suzy tidak balas mengenalkan diri, malah Suzy kembali meniti langkah untuk menuju rumahnya yang sudah tak jauh dari daerah(gang) tersebut.

Chanyeol menggerutu dalam hatinya, bahkan sempat kesal dengan sikap yang ia terima dari wanita itu padahal Chanyeol rela meninggalkan sepeda motornya di kampus untuk mengikuti wanita misterius itu. Tapi setidaknya Chanyeol senang karena pasti wanita misterius itu sudah mengenali wajahnya sekarang. Awalnya memang tak terlalu nyaman, tapi Chanyeol berpikir bahwa dirinya harus berusaha sedikit lagi agar bisa lebih kenal dekat dengan wanita itu.

Suzy membasuh wajahnya ketika air di wastafel mengalir, dirinya menatap sosok aku di dalam cermin ketika dirinya berkaca di dalam kamar mandi. Tak ada yang berubah, pandangan itu sudah bisa Suzy terima sekarang, wajah sedikit pucat tanpa olesan gincu dan bedak yang membuat Suzy merasa kalau dirinya bukanlah seorang wanita normal. Setidaknya Suzy berharap agar wajahnya tidak terlihat kusam agar dirinya tidak di bilang wanita jelek.

“Bagaimana kuliahmu hari ini?”

Suara itu menggema ketika terdengar di dalam kamar mandi, bahkan Suzy terkejut dan segera menyadari suara yang berat dan tak asing itu adalah suara kakaknya yang tiba-tiba muncul karena pintu kamar mandi yang Suzy biarkan terbuka.

“Kenapa tidak ketuk pintu dulu sih?!” Jerit Suzy dengan spontan.

Akhirnya kakaknya, Minho, kembali mengetuk pintu itu dan mengulang ucapannya lagi, “Halo, Adikku. Bagaimana kuliahmu hari ini?” Yang berbeda kali ini Minho mengucapkannya sedikit menggunakan nada menggelitik agar terkesan lucu.

“Apa sih kak? Kau bukan anak-anak lagi, tidak pantas seperti itu …” Suzy sedikit memekik, meskipun agak kesal tapi Suzy tetap tersenyum menyambut interaksi kakaknya. “Seperti biasanya, sebentar lagi akan ada peraktik.” lanjutnya dan mulai mendekati sang kakak yang berdiri di ambang pintu.

“Berarti kau harus belajar … Oh iya, tadi siapa? Aku tak sengaja melihat kau bertemu dengan seorang pria di gang. Siapa pria itu?” Pertanyaan Minho kali ini memang seperti sedang menjebak adiknya. Bahkan Suzy saja tidak tahu ternyata kakaknya melihat kejadian tadi saat dirinya bertemu dengan seorang pria berambut ikal.

“Aku hanya tak sengaja bertemu. Pria itu saja yang tiba-tiba muncul, aku samasekali tidak mengenalnya …. Aku lelah, ini sudah malam. Sebaiknya kakak segera tidur karena besok masih hari kerja.” Suzy mengerutkan sedikit keningnya sambil berjalan keluar dari ruangan itu, ia berusaha menutupi rasa malunya karena sumpah dia samasekali tidak mengenali pria berambut ikal itu ketika bertemu di gang tadi.

Minho terkekeh pelan, dirinya berpikir panjang soal pria dan adiknya ketika di gang tadi, kejadian itu terjadi ketika dirinya pulang dari mini market, dan tak sengaja melihat kejadian itu. Apakah pria itu adalah pacar adiknya? Minho hanya penasaran, Kalau pria itu pacarnya, kenapa Suzy tidak pernah cerita?

Padahal baru di semester dua, tapi entah kenapa kesibukannya sebagai mahasiswa membuat Sehun terkadang susah untuk keluar rumah hanya untuk sekedar hang-out bersama teman-temannya yang lain. Bahkan  di siang bolong seperti ini Sehun masih berada di kelas untuk sekedar menulis note tugas agar sesampainya di rumah Sehun tidak lupa mengerjakan tugas kuliahnya itu.

“Buku besar halaman 205 … Pajak Pph berpasal … dan mengelola kartu piutang untuk di kalkulasikan kembali.” Mengulang pelajaran mata kuliah dalam lisan memang membosankan, bahkan hal itu di alami Sehun saat ini. Jari-jemarinya sibuk menggoyangkan pena di atas kertas note, sedangkan bibirnya komat-kamit.

kemudian setelah pena itu tegap dan berhenti, itu menandakan bahwa kegiatan menulis Sehun sudah selesai. Ia segera bangkit dari kursi sambil membereskan barang-barangnya. Kelas tentu sudah kosong, pelajaran sudah selesai satu jam yang lalu. Dengan cepat Sehun meniti langkah untuk keluar dari ruang kelas, tapi suara seseorang menghentikannya. Namun Sehun tidak yakin kalau suara ini hanya sekedar asal ucap, nyatanya Sehun mendengar suara dengan sedikit alunan nada berdinamika. Ya, tepatnya Sehun mendengar suara orang bernyanyi.

Sehun melangkah, terpesona dengan suara indah itu yang sepertinya ia mengenalinya dengan jelas. Suara yang terkadang membuatnya merasa sakit, sedih, bahkan senang dan juga suka bercampur ketika Sehun mendengar suara tersebut.

Dirinya berdiri di ambang pintu ketika Sehun berhasil mempergoki seorang wanita yang tengah duduk di depan kelas sambil bernyanyi, sebuah lagu yang berjudul ‘Only U’ yang di populerkan oleh TaeTiSeo. Sebuah ungkapan hati mendalam. Dan yang lebih membuat Sehun berselera mendengarkan lagu yang dinyanyikan wanita itu sampai habis adalah ketika Sehun menatap jelas wajah wanita itu, Sehun mengenalnya.

“Wow!! … Bagus, kau itu tetap cantik dan suaramu indah … Bae Suzy.” Ketika mendengar suara orang yang tiba-tiba berada di ambang pintu, itu membuat Suzy terperanjat. Suara Sehun seperti terdengar kasar di telinga Suzy, “Sudah lama ya kita tidak bertemu dan bertatao muka … Aneh memang, padahal kita satu kampus.” lanjut Sehun yang mulai melangkah mendekati Suzy.

Mata Suzy memperjelas sosok itu, seorang pria kurus yang berparas tampan sedang mendekatinya. Tapi karena Suzy enggan melihat pria yang ia kenal bernama Sehun itu, maka Suzy bergegas bangkit untuk berusaha pergi darinya.

“Kenapa? Apa kau takut? Tenang saja …” Entah kenapa Sehun mulai jengkel sekarang, sebenarnya ini pasti masih menyangkut kejadian dua tahun lalu tentang sebuah opini yang tersebar saat itu. “Apakah kau masih menyangka kalau aku adalah seorang pelaku keji yang berbuat tidak senonoh padamu dua tahun lalu?” Sehun melanjutkan ucapannya yang membuat Suzy mematung pada posisinya sekarang.

Suzy benar-benar tak bergerak dan hanya memandang Sehun yang semakin mendekatinya, “Sehun …. Jangan mendekat.” Suzy bergetar, keringat dengan cepat mulai membasahi keningnya.

Sehun hanya bisa menyunggingkan senyum jahat kali ini. “Sehun yang telah melakukan itu, Sehun adalah pria bajingan, Sehun adalah pria yang berlaku keji kepada teman sekelasnya.” Sehun terkekeh ketika berkata demikian, dirinya mulai duduk di satu bangku yang ia tarik, entah kenapa dengan menjelaskan masalah dua tahun lalu itu sekarang membuatnya menjadi lebih menarik menurut Sehun. “Kau masih ingat ‘kan, semua orang mencibirku dan menuduhku sembarangan, karena dirimu yang seenaknya menyangka bahwa dirikulah yang telah menyetubuhimu sewaktu SMA.”

Pandangan Suzy mulai terambang di suatu waktu, dimana ketika dirinya terhimpit di suatu masalah dan tanpa sengaja dirinya mengkambing hitamkan Sehun pada masalah tersebut, masalah tragis yang membuat dirinya mengidap penyakit berbahaya sampai sekarang.

“Oke … Tentu saja kau masih ingat. Dan karena kejadian itu kau sampai mengidap penyakit Panic Disorner, iya ‘kan?”

“Sehun … Sudah cukup! Aku tidak mau membahas itu lagi!.” Suzy mulai merintih, air matanya masih tertahan pada kantungnya. Dan tubuhnya masih bergetar dan keringatnya mulai membasahi pipi.

“Oke baiklah, aku tidak mau bertele-tele. Pada intinya di kesempatan ini, Aku mau memberitahu dan menegaskan padamu kalau bukan aku yang melakukan pelecehan dua tahun lalu itu padamu, tentang masalah itu aku berani bersumpah bahwa bukan aku yang melakukannya. Sudah cukup aku menderita dan aku malu pada keluargaku atas kasus yang memfitnahku itu.”

“Tolong jangan berbohong … Sehun …” Kali ini Suzy mulai sesenggukan, air matanya pun mulai jatuh perlahan. Sehun yang melihat itu pun sebenarnya tidak tega, sepertinya penyakitnya mulai kambuh.

“Huh! Ck …. Apa yang kau katakan! Siapa yang berbohong, kaulah yang merasa takut pada kejadian waktu itu. Aku mengerti perasaanmu. Dulu aku jujur kalau aku cinrta padamu, suka padamu, bahkan sayang padamu, tapi apa? Kau malah menuduhku yang bukan-bukan. Bahkan aku sempat hampir gila karena ternyata kau telah menjadi kekasih pria lain, bahkan pria itu adalah dulunya sebagai temanku sendiri… Oh! Atau jangan-jangan kau menuduhku agar aku bisa jauh-jauh darimu karena kau tidak suka padaku? Benar begitu?” Sehun mulai agak emosi ketika menyimpulkan pendapatnya sendiri, ingin sekali rasanya ia mendekap tubuh Suzy karena ia semakin tidak tega melihat Suzy yang bercucuran air mata, tapi Sehun yakin dan mengenal Suzy kalau dia adalah wanita yang kuat. Ini bukan dendam, tapi Sehun ingin memberi tahu kejujuran.

“Kalau kau lebih dewasa lagi kala itu, kau pasti akan mengerti…” Sehun mulai lagi dengan nada datar namun menekan. “Temanku itu yang harusnya di sebut bajingan, bukan aku, dia pria populer di sekolah dan dia menjadikanmu kekasihnya karena dia tahu kalau kau masih polos… Dan pada suatu ketika pacarmu itu mengikutimu dan melakukan hal keji itu padamu di saat area sedang sepi. Kekasihmu yang menceritakan hal itu sendiri padaku ketika aku dan dia masi menjadi teman. Dan maaf, aku sungguh minta maaf karena di saat kejadian itu aku tidak ada karena harus cepat kembali ke rumah, karena nenekku meninggal dunia.”

Suzy merasakan pukulan yang kencang sekali dalam hatinya ketika perlahan ia mendengar penjelasan dari Sehun.

“Dia yang meniggalkanmu setelah kejadian itu, dia yang mempermainkan cintamu sejak awal, dia yang harusnya kau jauhi, dia adalah temanku yang sekarang menjadi musuhku. Dia juga  yang membuatmu seperti sekarang… Dan dia jugalah yang telah menyetubuhimu dua tahun lalu saat di kelas… Dialah orangnya, kekasihmu yang meninggalkanmu, Kim Myungsoo.”

—To Be Continue


77 responses to “The Moribund [Chapter 1]

  1. Pingback: The Moribund [Chapter 6] | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s