The New Neighbor Chapter 5 Final

© Cafe Poster Art by: G.Lin

Title : The New Neighbor | Author : dindareginaa | Genre : Comedy, Romance | Rating : General | Main Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo | Other Cast : Jung Soo Jung, Oh Sehun

Read Before

1 | 2 | 3 | 4

Gomawo,” ujar Suzy saat Myungsoo mengantarnya sampai ke depan pintu rumahnya.

Myungsoo mengangguk. “Masuklah,” suruhnya.

Suzy menggumam lalu membuka pintu rumahnya dengan kunci yang diambilnya dari dalam tasnya. Ia kemudian menoleh pada Myungsoo,”Kau tidak pulang?”

“Kau masuk maka aku akan pulang,” ujarnya.

“Oh, baiklah.” Suzy melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya. Ia masih sempat tersenyum sebelum akhirnya Suzy menutup pintu rumahnya rapat-rapat.

Suzy tersenyum seraya bersandar dibalik pintu. Ia benar-benar tak menyangka bahwa Myungsoo adalah sosok yang romantis. Ternyata dibalik sifat dinginnya, Myungsoo sangat perhatian padanya. Kenapa ia baru menyadarinya sekarang?

Hiks… Hiks…

Suzy tertegun begitu mendengar suara isakan tangis. Siapa yang menangis? Selain dirinya, hanya Soo Jung yang ada dirumah ini. Jangan-jangan…

Suzy langsung bergegas menuju kamar Soo Jung yang berada tepat disebelah kamarnya. Ia membuka pintu kamar Soo Jung – yang ternyata tak dikunci – perlahan.

Benar. Soo Jung menangis. Gadis itu menangis sesunggukkan seraya berbaring di ranjang.

Ya! Ada apa denganmu?” tanya Suzy seraya menghampiri gadis itu.

Soo Jung mengangkat kepalanya. Melihat Suzy, gadis cantik itu langsung menghambur ke pelukan sahabatnya itu. “Sehun…”

“Ada apa dengan lelaki itu? Apa dia mencoba untuk melecehkanmu?”

Soo Jung sontak menggeleng. Bagaimana bisa Sehun yang ternyata penyuka sesama jenis itu melecehkannya? Soo Jung yakin memegang tangannya saja Sehun tak bisa. Seelah terdiam beberapa saat, berusaha menenangkan dirinya, Soo Jung akhirnya melepaskan pelukannya pada Sooji.

“Sehun… gay.”

Sooji sontak menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Apa? Sehun gay? Bukankah berarti Myungsoo normal? Assa! Sooji terdiam sejenak menyadari pikiran konyolnya. Bodoh! Kenapa gadis itu malah bahagia diatas penderitaan Soo Jung?

“Kau yakin? Maksudku… dari mana kau tahu bahwa dia gay?”

“Kau ingat waktu aku mengatakan padamu bahwa hubungan Sehun dengan kekasihnya tak direstui orangtuanya?”

Sooji mengangguk.

“Wajar saja orangtua Sehun tidak merestui hubungan mereka, ternyata pacar Sehun itu pria! Namanya Xi Luhan. Aku bertemu dengannya tadi.” Soo Jung malah mengeraskan tangisannya.

Sooji hanya diam mendengar ocehan Soo Jung. Jujur saja, ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Soo Jung karena ini kali pertama ia menghadapi kasus percintaan seperti ini.

“Lebih baik kau tidur. Aku akan memasakkanmu makan malam. Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku.” Hanya itu yang akhirnya Suzy lontarkan.

Soo Jung mengusap pipinya lalu menuruti perintah Suzy. Ia segera menarik selimut kesayangannya, menutupi seluruh bagian tubuhnya. Setelah yakin Soo Jung benar-benar tidur, barulah Suzy meninggalkannya setelah sebelumnya mematikan lampu kamar Soo Jung.

Bel rumah Suzy berbunyi membuat gadis itu yang tadinya sibuk di dapur segera berlari ke depan untuk membuka pintu.

“Kau?” tanya Suzy saat melihat Myungsoo sudah berdiri tegak dihadapannya.

Myungsoo hanya tersenyum. “Sedang apa?”

“Memasak. Krystal sedang uhm… sakit. Jadi aku harus memasakkannya sesuatu. Mau bergabung?”

“Tentu saja. Kalau kau memaksa.”

“Dia sakit apa?” Myungsoo menatap heran kearah Soo Jung yang kini sedang terlelap dibalik selimutnya.

“Hati,” jawab Suzy enteng seraya meletakkan makan malam Soo Jung dimeja yang berada disamping tempat tidur Soo Jung.

“Hati?”

Suzy mengangguk cepat. “Sebaiknya kita bicara diluar saja. Ayo.”

Myungsoo segera mengikuti langkah Suzy, keluar dari kamar Soo Jung.

“Jadi Soo Jung menyukai Sehun?”

Suzy mengangguk sambil mengunyah pangsitnya. “Dia cukup kecewa saat mengetahui bahwa Sehun sudah mempunyai kekasih. Tapi, sebenarnya bukan itu yang membuatnya kecewa. Fakta bahwa Sehun ternyata penyuka sesama jenis, itu yang membuat Soo Jung benar-benar terpukul.”

Myungsoo sedikit kaget mendengar Suzy mengetahui penyakit Sehun. “Kau sudah tahu?” tanyanya.

“Ya. Soo Jung melihat sendiri Sehun bertengkar dengan seorang pria bernama Luhan. Ya! Kenapa kau tidak menceritakannya padaku?”

“Apa? Tentang Sehun yang sebenarnya gay? Kau tahu, hal itu tidak mudah untuk diceritakan.”

Mendengar jawaban Myungsoo, Suzy jadi merasa bersalah. Ya, benar. Bagaimanapun juga itu adalah aib Sehun dan sebagai sahabat yang baik, Myungsoo berusaha untuk tidak membuka rahasia terbesar sahabatnya. “Bolehkah aku jujur?” tanya Suzy kemudian setelah terdiam cukup lama.

“Tentu saja,” Myungsoo masih asik melahap makan malam yang Suzy hidangkan.

“Sebenarnya, aku sempat mengira kau itu seorang gay.”

Myungsoo sontak tersedak mendengar apa yang baru saja Suzy lontarkan. Dengan cepat, Suzy segera memberikan minum kepada Myungsoo yang langsung Myungsoo habiskan dengan sekali teguk.

Ya! Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?!” tanyanya masih tak percaya.

Suzy terkekeh dengan pipi yang memerah. Jujur saja ia kini merutuki pikiran konyolnya itu. “Aku pernah melihatmu berpelukan dengan Sehun waktu itu.”

“Jangan karena kami berpelukan, kau berpikir bahwa aku gay, Bae Suzy!” tegas Myungsoo seraya berpura-pura marah. “Lalu, jika aku melihat kau dan Soo Jung berpelukan, apakah itu artinya kalian penyuka sesama jenis?”

”Aku dan Soo Jung sudah bersahabat sejak kecil. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

“Aku dan Sehun juga sama. Dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri.”

“Tapi aku juga pernah melihat kau mempunyai foto lelaki topless!” Suzy masih tak mau kalah.

Oh tidak! Wajar saja Suzy bersikeras bahwa Myungsoo adalah seorang gay. Ternyata karena foto itu. “Itu punya Sehun. Berhubung Sehun tinggal dirumahku, dia memajang foto kesayangannya itu di kamarku. Tentu saja aku sudah melarangnya terlebih dahulu. Jadi…”

“Jadi?”

“Jadi aku tidak gay.”

“Baguslah,” ujar Suzy tenang.

“Bagus?” Alis Myungsoo terangkat sebelah seraya tersenyum nakal membuat Suzy ingin mencubit pipinya gemas.

Sekarang apa yang harus dijawabnya? “Tentu saja bagus! Kau pikir aku mau berteman dengan lelaki penyuka jenis huh?” Suzy menjulurkan lidahnya.

“Haruskah aku berkata jujur padamu juga?”

“Tentang apa?”

“Tentang kita.”

“Kita?”

Myungsoo tersenyum simpul lalu menggenggam tangan Suzy. “Aku mencintaimu.”

“Sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak kita duduk di bangku sekolah dasar. Kau tahu, hanya kau satu-satunya orang yang mau menyapaku meski dengan penampilan anehku. Kau tahu, bertingkah seperti wanita.”

Suzy tersenyum seraya membelai rambut Myungsoo yang kini sedang berbaring dipangkuannya. “Kenapa dulu kau berpenampilan seperti wanita?”

Myungsoo menarik nafas panjang sebelum akhirnya mulai bercerita,”Aku punya kakak perempuan bernama Sohyun. Dia meninggal sebelum aku lahir. Ibuku berharap bahwa aku adalah anak perempuan dan dia sempat kecewa mengetahui bahwa aku bukanlah anak perempuan seperti yang diidam-idamkannya,” oceh Myungsoo. Ia lalu beranjak duduk dan menghadap Suzy lalu menatap gadis itu dengan tatapan penuh kasih sayangnya.

“Jadi, apa yang membuatmu berubah menjadi lelaki sejati seperti ini?” Suzy mulai tersenyum nakal.

“Ibuku menyadari bahwa ia tak seharusnya melakukan hal itu padaku dan menyuruhku melakukan apapun yang kusuka, selama itu baik untukku.”

“Begitukah?”

“Hmm…” Myungsoo menggumam seraya mengsusap pipi bulat Suzy. Sedetik kemudian ia sudah mencium lembut bibir plum milik gadis itu.

“Kurasa kau benar-benar tidak gay,” ujar Suzy terkekeh saat Myungsoo mengakhiri ciumannya.

“Dari mana saja kau?”

Sehun tersentak begitu mendapati Myungsoo sedang duduk diatas sofa saat dirinya pulang. Bukankah ini sudah larut? Ia pikir Myungsoo sudah asik bermimpi dikamarnya.

“Berbicara dengan Luhan,” Sehun duduk disamping Myungsoo.

“Apa kalian memutuskan untuk memulainya kembali?”

Sehun memukul kepala Myungsoo dengan lumayan keras. “Kau bodoh! Tidak mungkin aku berkencan dengannya lagi. Aku sadar semua itu salah. Aku juga ingin mempunyai anak dan membangun keluarga yang harmonis.”

“Syukurlah,” ujar Myungsoo lega. “Kau tidak tahu kau sudah membuat seseorang patah hati?”

Kening Sehun berkerut mendengar ucapan Myungsoo. “Siapa?”

“Jung Soo Jung! Siapa lagi?”

“Memangnya ada apa dengan gadis itu?” tanya Sehun lagi, masih tak mengerti dengan arah pembicaraan Myungsoo membuat Myungsoo mendengus kesal.

“Kau bodoh atau apa? Kau benar-benar tidak tahu kalau dia menyukaimu?”

“Menyukaiku?” Sehun tersenyum lirih. “Gadis baik sepertinya tak pantas dengan lelaki brengsek sepertiku.”

“Dia bilang dia tidak pantas dengan Soo Jung?”

Myungsoo mengangguk seraya menyeka sudut bibir Suzy yang terkena saus. Saat ini mereka sedang menikmati kencan pertama mereka sebagai sepasang kekasih.

“Bagaimana kalau kita menjodohkan mereka berdua?”

“Bagaimana caranya?”

“Aku tidak mau!” tolak Soo Jung langsung saat gadis itu mengajak dirinya untuk ikut tamasya. Tentunya saja tidak hanya mereka berdua yang pergi. Myungsoo dan Sehun juga ikut bergabung.

Ya! Kau benar-benar menganggapku sehabatmu bukan? Anggap saja ini untuk merayakan hubunganku dan Myungsoo.”

“Tapi kenapa Sehun harus ikut?”

“Dia itu sahabat Myungsoo! Tentu saja Myungsoo mengajaknya! Lagi pula kau mau jadi obat nyamuk diantara kami berdua? Ikutlah dengan kami, Soo Jung-ie. Aku mohon,” Suzy mulai mengeluarkan jurus rayuan mautnya.

Soo Jung menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya mengangguk. “Baiklah. Tapi, dengan satu syarat! Kau tidak boleh meninggalkanku! Mengerti?”

“Kalau itu, tenang saja.”

“Kenapa kau tak mengatakan padaku kalau gadis itu juga ikut?” bisik Sehun pada Myungsoo saat keduanya sibuk memasukkan barang kedalam mobil.

“Aku lupa,” bohong Myungsoo.

“Apa semuanya sudah dimasukkan kedalam mobil?” tanya Suzy, mengagetkan Myungsoo dan Sehun.

“Sudah.”

“Kalau begitu ayo,” ajak Suzy. “Oh, Sehun-ah, kau tidak apa bukan satu mobil dengan Soo Jung? Kau tahu, aku dan Myungsoo itu pasangan baru jadi kami membutuhkan waktu lebih banyak untuk berdua? Tidak apa bukan? Kau bisa memakai mobilku,” Suzy melemparkan kunci mobilnya yang dengan cepat ditangkap Sehun.

“Tidak apa,” ujarnya tak rela. Harusnya ia tahu pasti ada sesuatu dibalik ini semua.

 ∞

Sehun kini melajukan mobil Suzy dengan perlahan. Disampingnya Soo Jung sibuk dengan ponselnya. Sebenarnya Soo Jung hanya bertingkah seolah ia sibuk dengan ponselnya. Ia hanya ingin menghindari percakapan yang mungkin terjadi diantara mereka berdua.

Di mobil lainnya, Suzy sibuk memperhatikan mobil Sehun dan Soo Jung yang berada didepan mereka. “Apa menurutmu mereka akan saling berbicara?”

Myungsoo menggeleng. “Mengingat sifat Sehun yang pendiam, kurasa tidak.”

“Ch. Temanmu itu payah sekali.”

“Wah, indah sekali pemandannya! Bukankah begitu?” Suzy menoleh kearah Myungsoo, Sehun dan juga Soo Jung yang kini sibuk membuka perlengkapan mereka.

Soo Jung hanya mengangguk malas tanpa menanggapi pertanyaan Suzy.

“Oh, Oppa, bagaimana kalau kita mengambil gambar disana?” tanya Suzy seraya menunjuk kearah taman yang dipenuhi bunga yang sedang bermekaran.

“Tapi…” Myungsoo tak melanjutkan ucapannya begitu melihat Suzy mengedip-ngedipkan matanya. Oh, sepertinya ia tahu mengapa Suzy menyuruhnya untuk mengambil gambar. “Baiklah, ayo,” Myungsoo segera menggandeng tangan Suzy.

“Kalian bisa memanggang dagingnya terlebih dahulu,” pesan Suzy sebelum pergi.

“Dasar,” gerutu Sehun melihat Suzy dan Myungsoo mulai menjauh. “Bagaimana bisa mereka menyuruh kita mengerjakan semuanya sedangkan mereka asik berkencan?”

“Hmm…” Soo Jung tak menjawab, ia hanya menggumam.

Sebenarnya Sehun tahu Soo Jung mungkin sedikit risih dengannya setelah mengetahui kebenaran tentang dirinya. Tapi, mau bagaimana lagi? Memang begitulah kenyataannya.

“Bukan begitu caranya!” seru Sehun begitu melihat cara memanggang Soo Jung. Lelaki imut itu segera memegang tangan Soo Jung untuk mengajarkan bagaimana cara memanggang yang baik.

Soo Jung dapat merasakan dadanya bergetar hebat. Tapi kemudian ia tersadar. Bodoh! Mengapa ia menyukai pria yang tidak mungkin jatuh hati padanya?

“A… aku akan memotong sayurnya,” ujar Soo Jung terbata lalu segera melepaskan genggaman Sehun.

Soo Jung memotong sayuran dengan cepat hingga tak sadar tangannya teriris. “Aw!”

“Ada apa?” tanya Sehun langsung. Melihat tangan Soo Jung yang terluka, Sehun sontak mengisap darah Soo Jung. Layaknya adegan film Vampire.

“Kalau tidak begini, nanti akan infeksi…” Sehun tertegun begitu mendapati Soo Jung  menatapnya lekat. Sehun juga tak tahu mengapa ia tak bisa melepaskan pandannya pada Soo Jung. Ia baru sadar bahwa Soo Jung memiliki mata yang indah. Mungkin lebih indah dari mata Luhan.

Sedetik kemudian, Soo Jung tersadar. Ia segera menarik tangannya dari Sehun dan beranjak berdiri. “Kurasa aku meninggalkan sesuatu didalam mobil,” bohongnya.

“Mengapa kau menghindariku?”

Soo Jung menghentikan langkahnya begitu mendengar pertanyaan Sehun. Ia sontak membalikkan badannya. “Apa maksudmu?” tanya berpura-pura tak mengerti.

Sehun beranjak berdiri dan menatap Soo Jung tajam. “Kau pikir aku tak tahu? Sedari tadi kau mencoba menghindariku. Kau bahkan tak berani menatap mataku. Apakah ini karena aku seorang gay? Apakah ini karena kau…” Sehun menggantung ucapannya sejenak. “… menyukaiku?”

Soo Jung mengepalkan kedua tangannya sebelum menjawab. “Benar! Aku menyukaimu! Tapi apa yang harus aku lakukan? Kau bahkan tak pernah menatapku!” Soo Jung mulai menangis.

Jujur saja. Sehun memang sangat menyukai Luhan. Tapi, ia tahu tak selamanya ia bisa seperti ini. Apalagi setelah hari ini, ia sadar bahwa Soo Jung mungkin bisa menyembuhkannya. “Maukah kau memberiku kesempatan?”

“Kesempatan?”

“Izinkan aku untuk belajar mencintaimu. Aku tahu mungkin tidak sekarang. Tapi, cepat atau lambat aku pasti jatuh untukmu.”

Soo Jung tersenyum lalu mengangguk. Sehun kemudian mengsusap lembut kedua pipi Soo Jung dan mendekatkan wajahnya.

“Cepat ambil gambar mereka,” bisik Suzy pada Myungsoo yang kini seibuk mengutak-atik kemeranya.

Sehun yang mendengar keributan yang dibuat oleh Suzy dan Myungsoo akhirnya mengurungkan niatnya. “Apa yang kalian lakukan?” tanya Sehun pada Suzy dan Myungsoo yang kini bersembunyi dibalik pohon yang tak jauh dari tempat Sehun dan Soo Jung.

Suzy dan Myungsoo hanya tersenyum tanpa rasa bersalah. “Aku baru ingat kalau aku meninggalkan sesuatu,” bohong Suzy. “Tapi seperinya kalian sedang asik. Jadi… ayo, Oppa!” Suzy langsung menarik lengan Myungsoo seraya berlari kecil.

YAK! TUNGGU!”

THE END

Hello! Ada yang masih ingat fanfictionku yang satu ini nggak? Chapter terakhir aku post kira-kira satu setengah tahun yang lalu wow -_- Aku ngelanjutin ff ini biar nggak ada ffku yang ngegantung aja sih. Karena aku tahu rasanya digantungin itu nggak enak :’) *eh Tapi bagi yang masih mau baca, aku harap meninggalkan komentar ya. Terimakasih ^^

37 responses to “The New Neighbor Chapter 5 Final

  1. Wahhh author emang hebat !!jd cari2 trs ff nya nihh nulis lg thor aku pasti bca ff nya fighting!!

  2. Woahh happy ending.. cm agak sedih dg karakter Sehun. Knp hrs gay… TT TT kan sayang barang bagus gitu hehehe…. mmg diapa2in Myungzy ttp the winner♡♡♡
    Thanks karyanya☆☆☆

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s