Mentira -6

Mentira poster 3

Title: Mentira

Author: luhanwifey

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Kim Myungsoo (Infinite)

Support Cast: Baekhyun (EXO-K) | Krystal Jung f(x) | other infinite members

Genre: romance, comedy

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Disclaimer: The plot and the story is pure mine. All casts belong to their own parents and agency. If you want to share my story, ask me first.

Thanks to LEESINHYO@DRAMAFANFICTION for the poster.

 

 

STORY

Suzy menghempaskan tubuhnya ditempat tidur nya yang tidak terlalu empuk itu.

Apa yang sudah aku lakukan ini benar? tanya Suzy pada dirinya sendiri.

Suzy tampak lelah, tapi bukan fisiknya yang lelah melainkan mentalnya. Satu jam yang lalu ia mengikuti konferensi pers yang mengkonfirmasi hubungannya dengan Myungsoo. Setelah itu, ia menandatangani perjanjian yang sudah Youngjun perbarui.

Ia akan menjadi pacar pura-pura Myungsoo selama satu tahun dan sebagai imbalannya, ia akan dibayai untuk kuliah lagi dan mereka juga akan menggaji pegawai untuk toko Suzy. Suzy sudah bisa bersekolah besok karena ia tidak perlu daftar ulang yang ribet, toh dulunya ia juga sudah berkuliah di Universitas Jungnang.

Satu tahun memang bukanlah waktu yang singkat –Suzy bahkan tak yakin dengan keputusan yang sudah ia buat sendiri, tapi ia juga tak bisa menolak karena agensi akan tetap setia membujuknya untuk menyetujui perjanjian.

Suzy tidak tahu bagaimana kehidupannya akan berjalan setelah ini. Dulu, yang Suzy tahu hanyalah dia tetap harus menjaga toko lalu mengurus eomma dan Baekhyun. Ia pikir kehidupannya akan begitu-begitu terus.

Ternyata, dugaanya salah. Ia tidak mungkin bisa kuliah dengan tenang kalau statusnya saat ini adalah yeojachingu seorang idola populer nam tampan, Kim Myungsoo. Jadi, Suzy sudah mengambil keputusan kalau ia akan mengambil jam kuliah yang agak jarang diambil orang. Seperti jam kuliah yang dimulai pagi-pagi sekali.

Tiba-tiba Suzy teringat sesuatu “ah, aku harus menjemput Baekhyun!” ia menepuk keningnya sendiri.

 

Suzy POV

Tak perlu waktu lama, kini aku sudah sampai didepan sekolah Baekhyun dan tak aku duga semua murid yang ada disekolah itu langsung memperhatikanku begitu aku sampai.

“bukankah itu pacar L Infinite?” seorang murid menunjuk-nunjukku.

Aku pura-pura tidak mendengar. Cepat atau lambat, aku harus terbiasa dengan situasi seperti ini karena aku akan menjadi yeojachingu Myungsoo dalam waktu setahun.

Tiba-tiba ada seorang yeoja yang beberapa hari lalu aku lihat menghampiriku “eonnie” sapanya ramah.

Aku membalas sapaannya dengan senyum simpul. Tak lain ia adalah teman Baekhyun yang mengantarkanku ke ruang guru beberapa hari yang lalu.

“temanku ini mau mengajak eonnie berfoto bersama, apa eonnie bersedia?” ajaknya sopan. Aku tak tega menolak permintaan yeoja kecil ini.

Dengan sekali anggukan, langsung banyak murid yang menyerbu ku dan sibuk mengajakku berfoto. Aku menikmati waktuku bersama mereka ini. Aku merasa bahwa sekarang ini aku juga…. seorang idola.

Setelah tidak ada lagi yang ingin mengajakku berfoto, aku baru sadar bahwa Baekhyun sudah menungguku sejak tadi.

“Hyun-ah, kajja” aku mengajaknya untuk pulang.

“apa benar noona berkencan dengan L Infinite?” tanya Baekhyun tak percaya.

Tidak ada lagi kata-kata yang bisa aku ucapkan sehingga aku hanya mengangguk ringan. Tentu saja aku merasa bersalah karena sudah membohongi dongsaengku sendiri, tapi mau bagaimana lagi.

Aku sudah menandatangani perjanjian konyol itu dan salah satu isi perjanjian itu menyebutkan aku dan Myungsoo tidak boleh membongkar kepada siapapun bahwa kami hanya pura-pura berpacaran. Termasuk, pada keluarga kami. Yang tahu bahwa hubungan kami hanya pura-pura adalah Youngjun oppa, Tuan Kim, aku dan Myungsoo tentunya.

”ya! kenapa noona tidak pernah memberitahuku? aku malah tahu kalau noona berpacaran dengannya dari teman sekelasku” kata Baekhyun kesal.

Muka Baekhyun yang kesal bukan membuatku merasa bersalah, tapi gemas. Aku mencubit pipi Baekhyun “yang penting sekarang kau sudah tahu”

“noona, ini disekolah. Bagaimana jika ada temanku yang melihat?” gerutu Baekhyun. Rasa kesalnya padaku makin bertambah.

“apa kau malu?” cibirku.

Baekhyun terdiam dan hanya menggeleng begitu memastikan tidak ada orang yang berada disekitar kami.

Sebelum kami pulang ke rumah, aku mampir dulu ke toko. Benar saja, disana sudah ada tiga orang pegawai.

“annyeonghaseyo” pegawai itu menyapaku dan Baekhyun.

Entah apa perasaan yang aku alami saat ini, tapi yang jelas aku merasa senang. Semoga saja keputusanku kali ini tidak salah dan bisa membawa dampak baik untuk kami –aku, eomma dan Baekhyun.

Baekhyun tampak heran “noona, sejak kapan pegawai itu ada disini?” bisik Baekhyun.

“sejak hari ini” jawabku santai.

Baekhyun hanya mengangguk dan tak berniat menanyakan lagi.

Aku mengamati toko sebelum beberapa saat. Tepat sebelum aku ingin melangkahkan kaki keluar dari toko, empat orang yeoja yang sudah tidak asing lagi menghampiriku.

“Suzy-ah!” mereka semua tampak senang melihatku. Aku sendiri juga senang sekaligus kaget.

“Miyoung, Sooyoung, Yoona, Seohyun, apa yang kalian lakukan disini?” tanyaku heran.

“apa salah kami menemui sahabat kami?” Sooyoung mewakili.

“aniyo, aku sangat senang bisa bertemu kalian” tidak bisa kupungkiri, aku ingin menangis haru jika melihat mereka. Sudah lama sekali aku tidak melihat keempat sahabatku ini.

“ayo kita pergi ke cafe itu! ppalli!” ajak Yoona tak sabaran.

Kami berempat mengangguk sembari mengikuti langkah kaki Yoona.

“Hyun-ah, kau tunggu disana saja dulu. Aku tidak akan lama” pesanku pada Baekhyun yang dijawab Baekhyun dengan acungan jempolnya.

Sembari menyesap capuccino yang aku pesan, keempat orang ini sibuk menatapiku dan menghujamiku dengan berbagai pertanyaan. Semua pertanyaan mereka tidak jauh-jauh mengenai hubunganku dengan Myungsoo yang baru beberapa jam ini diumumkan pada publik.

Tapi, walaupun baru beberapa jam, sepertinya semua orang di Seoul sudah mengetahuinya.

“ceritakan pada kami bagaimana kau mengenal Myungsoo oppa” desak Yoona padaku. Ia menyebut nama ‘Myungsoo oppa’ seolah-olah ia sangat akrab dengan Myungsoo dan sejujurnya itu membuatku agak kesal dengan Yoona.

Aish kenapa aku bisa kesal pada sahabatku sendiri? ia kan memang seperti itu sejak dulu.

“ya begitulah, itu sudah dijelaskan pada konferensi pers kami” jawabku tenang. Saat konferensi pers tadi, Myungsoo mengarang tempat kami pertama bertemu adalah di gym lalu dari situlah kami berkenalan dan menjadi akrab. Alasan yang konyol karena sebetulnya aku belum pernah ke gym sama sekali.

“tapi kami ingin mendengar langsung dari mulutmu” tambah Seohyun.

Aku kembali menyesap cappuccino ku “ayolah jangan paksa sahabat kalian ini untuk bercerita, aku sedang malas” aku mengeluarkan aegyo ku.

“tapi aku ingin bertanya sejak kapan kau sering pergi ke gym Suzy-ah?” tanya Miyoung. Pertanyaan Miyoung ini membuatku agak gugup. Aku sulit berbohong pada sahabatku sendiri, orang yang sudah sangat dekat denganku.

“sejak aku tidak kuliah lagi di Jungnang, tapi baru-baru ini aku berhenti” jawabku berbohong. Miyoung dan yang lainnya mengangguk mengerti, tidak tampak kecurigaan dalam raut wajah mereka sama sekali.

Tiba-tiba handphone ku berbunyi. Ada sebuah pesan masuk dari ‘Kim Myungsoo’.

Ini pertama kalinya Myungsoo mengirimiku pesan.

Kau dimana?

Pesannya hanya berisi dua kata, tapi dua kata itu sukses membuatku tak berkedip serta tanganku bergetar saat menulis pesan balasan untuk Myungsoo.

Aku ada di cafe depan toko ku, waeyo?

Pesan terkirim. Aku kembali mengalihkan perhatianku pada keempat sahabat yang ada didepanku ini.

“pasti dari Myungsoo?” tebak Sooyoung.

“cieeee” goda Miyoung, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun bersamaan.

“aku sudah mengikhlaskan Myungsoo oppa untukmu, Suzy. Jangan kau sia-siakan Myungsoo oppa dan jaga dia baik-baik” pesan Yoona.

Aku terkekeh pelan “ne” hanya kata-kata itu yang sekarang dapat kubalas.

“mianhae Myungsoo oppa, mulai sekarang aku akan beralih mencintai Sunggyu oppa rekan satu grupmu sendiri” gumam Yoona yang masih dapat kami dengar dengan jelas. Gumaman Yoona itu sontak membuat kami tersenyum geli. Yoona masih saja bertingkah seperti anak SMA padahal umurnya sudah hampir ¼ abad.

“kalian tahu aku akan kuliah lagi di Jungnang” sahutku, sukses membuat mata mereka berbinar-binar.

“dijurusan yang sama?” Seohyun memastikan.

“ne, untuk apa aku mengambil jurusan yang lain?” balasku.

“ah senangnya~” Sooyoung bersenandung.

“kalau begitu kita akan sering berkumpul lagi seperti dulu, Suzy-ah!” sahut Miyoung bersemangat.

Tapi, begitu menyebutkan jadwal kuliahku senyum mereka agak pudar “YA! kenapa kau memanggil jadwal sepagi itu? jarang orang yang mengambil jadwal itu” celoteh Yoona.

“aku ingin ketenangan” jawabku sambil terkekeh pelan.

“kebetulan aku dan Miyoung punya jadwal yang sama denganmu, tapi hanya dua hari” tukas Seohyun.

Entah kenapa tiba-tiba keempat sahabatku ini terdiam dan malah memfokuskan perhatian mereka ke arah belakangku.

Aku pun ikut menoleh ke belakang “Myungsoo?” aku menutup mulutku tak percaya, tak ku kira ia menanyakan keberadaanku karena ingin menjemputku.

“aku mencarimu ditoko, tapi rupanya kau ada disini Suzy-ah” nada suara Myungsoo terdengar ramah dan menyenangkan.

Aku menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal “ne” Myungsoo tidak biasanya bersikap seperti ini dan aku baru saja menyadari sesuatu… ya, mungkin Myungsoo bersikap manis karena ada keempat orang ini.

Yoona menyenggol lenganku, sedangkan Sooyoung berbisik “Suzy-ah, kenalkan kami padanya”

Fiuh dasar mereka memanfaat kesempatan dalam kesempitan, gumamku dalam hati. Walau begitu, aku tidak merasa kesal sama sekali pada mereka.

“Myungie, kenalkan mereka ini adalah sahabatku. Dari kanan itu Miyoung, Sooyoung, Seohyun, dan Yoona” aku menggunakan nada semanis mungkin pada Myungsoo, lalu aku berbalik menoleh pada keempat sahabatku “hei! sepertinya aku tidak perlu mengenalkan Myungsoo lagi pada kalian” candaku.

“annyeong” Myungsoo tersenyum hangat, sepertinya ia belum hafal keempat nama yang aku sebutkan tadi.

“ANNYEONG” balas keempat sahabatku dengan bersemangat, terutama Yoona.

Dengan malu-malu, mereka berempat kembali memanfaatkan kesempatan lagi. Mereka mengajak Myungsoo selfie bersama. Aku sebenarnya sedikit malu dengan tingkah mereka, tapi untung saja Myungsoo tetap ramah.

“Myungsoo tampak sangat berbeda” gumamku pelan sampai-sampai tidak ada yang mendengarkannya.

Memang, saat ini Myungsoo sangat ramah dan manis. Aku berharap Myungsoo akan tetap seperti ini walau kami hanya berdua.

“boleh aku pinjam Suzy dulu?” tanya Myungsoo sambil menyunggingkan senyuman khasnya.

“ne, silahkan” sahut Yoona terlebih dahulu. Ia memang terlihat yang paling senang karena bertemu dengan idolanya selama ini, meskipun baru saja ia bilang kalau mulai sekarang ia akan beralih mencintai Sunggyu.

“kajja, Suzy-ah” ajak Myungsoo seraya menarik pelan tangan kiriku.

Wussss…

Seperti ada sengatan listrik yang menjalar diseluruh tubuhku saat Myungsoo memegang tanganku.

Kupikir ini wajar saja karena Myungsoo adalah seorang namja dan aku seorang yeoja. Perasaan yang wajar.

“Myungsoo-ssi, kita akan pergi kemana?” tanyaku bingung. Baru beberapa jam kami menyelenggarakan konferensi pers.

“lihat saja nanti” jawab Myungsoo datar.

Jika Myungsoo sudah bilang begitu, Suzy tak berani bertanya-tanya lagi.

Beberapa menit kemudian, kami sudah sampai disebuah gedung apartemen mewah yang sebenarnya tak begitu jauh dari gedung agensi Infinite.

Jangan-jangan Myungsoo akan membawaku ke apartemennya, pikirku. Pikiranku ini makin liar saat memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi. Ah, Myungsoo tidak mungkin akan melakukan hal yang tidak-tidak kepadaku. Aku berusaha menepis semua pikiran burukku.

“bersikaplah seolah kita pasangan sungguhan” bisik Myungsoo sebelum ia membuka salah satu pintu apartemen.

Begitu Myungsoo sudah membuka pintu apartemen itu, semua pikiran burukku langsung hilang.

“woah….” mulutku menganga lebar saat menyadari ternyata Myungsoo mengajakku ke dorm Infinite.

“annyeong hyung, saeng” sapaan Myungsoo yang singkat itu sukses membuat semua mata tertuju pada kami.

Seseorang dari mereka mendekat ke arah kami “saeng, kenapa kau baru mengenalkannya pada kami sekarang?” protesnya.

“mianhae, hyung” Myungsoo terkekeh pelan.

“annyeonghaseyo, naneun Nam Woohyun imnida. Kau bisa memanggilku oppa karena kudengar umur mu lebih muda dari maknae kami, Sungjong” Woohyun menunjuk seorang namja yang sedang asyik berkutat dengan video game nya. Begitu namanya disebutkan oleh Woohyun oppa, ia sedikit menoleh “annyeong, aku Sungjong. Terserah mau panggil aku apa”

“annyeong Woohyun oppa, Sungjong” balasku seramah mungkin. Sejujurnya, aku sangat gugup bertemu dan berbicara langsung dengan idola yang sedang dipuja remaja Korea seperti mereka.

“annyeong Suzy-ah, sepertinya aku tidak perlu lagi memperkenalkan diriku karena kau pasti sudah mengenalku” sahut salah satu member yang tak lain adalah Sunggyu. Aku tahu sang leader Infinite ini dengan baik karena tadi Yoona baru saja menunjukkan fotonya padaku.

“annyeong Sunggyu-ssi” aku menundukkan kepalaku.

“haha, benar kan? ia pasti mengenalku” kata Sunggyu bangga, aku hanya tersenyum untuk menanggapinya sementara member yang lain menatapnya jijik.

“hyung pede sekali” tukas member Infinite yang adalah rapper –aku lupa siapa namanya. Seharusnya, sebelum aku menjadi pacar pura-pura Myungsoo, aku harus melihat dulu biodata member Infinite di internet agar aku tahu mereka lebih banyak. Myungsoo sih tidak memberitahu dulu bahwa ia akan mengajakku ke dorm Infinite sehingga aku tidak ada persiapan sama sekali.

“oh iya Suzy-ah, jangan panggil aku formal begitu. Panggil saja Sunggyu oppa” tambahnya.

Aku mengangguk menuruti permintaannya “baiklah, Sunggyu oppa”

“kalau aku, apakah kau mengetahui namaku juga Suzy-ah?” tanya seorang namja bersemangat. Suzy yakin ia pernah mengingat nama namja berwajah imut ini sebelumnya, tapi Suzy lupa.

“mianhae, aku lupa” Suzy menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sedikit merasa bersalah pada namja imut itu.

Rapper Infinite yang juga aku lupa namanya siapa menertawakannya “makanya jangan terlalu percaya diri” ucapnya sambil mengupas kacang, lalu melemparkan kulitnya ke arah namja itu.

Muncul senyum jahil diwajahnya “Suzy-ah, apa kau tahu nama namja ini?” ia menunjuk si rapper.

Sontak aku menggeleng “aku hanya tahu dia adalah rapper” jawabku jujur.

“hahaha” kini namja itu menertawakan si rapper dan yang ditertawakan pasrah karena ejekannya berbalik pada dirinya sendiri. Sesudah namanya reda, ia memperkenalkan dirinya pada Suzy “panggil aku Sungyeol oppa dan rapper itu namanya Lee Howon”

“aniyo, panggil aku Hoya oppa saja Suzy-ah” selanya.

“senang mengenal kalian Sungyeol oppa, Ho..ya oppa” kataku sedikit terbata.

Tiba-tiba sebuah pintu terbuka, itu adalah pintu kamar.

“jadi ini yeojachingu mu yang baru, Myung? kukira kau belum bisa melupakan yeoja itu….”

Yeoja itu? Siapa?

To be continued

 

Wahhh, akhirnya sampai juga dipertengahan cerita *lapingus*

Oke, author mau ngasih tau apa sebenarnya arti judul ff ini “Mentira” penasaran nggak? #readers:nggak:p Mentira itu bahasa Spanyol yang artinya kebohongan. Nggak tau kenapa tapi author suka banget nyebut Mentira jadi deh judul ff ini Mentira, lagian juga cocok sih sama cerita ff nya.

Soal mantan yeojachingu Myungsoo yang ada di ff ini, kalau kalian baca ff dari atas sampai bawah dengan teliti dan cermat pasti udah tau siapa yeoja nya wkwk. Kalau nggak tau juga yaudah, bentar lagi yeoja nya keluar kok #eh

See you all in the next chapter ya!

33 responses to “Mentira -6

  1. Zebel kezel sma sikap myung yg baik cuma dihadapan org lain doang-_-
    Makin penasaran sama mantan myung itu?
    Kira2 siapa ya?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s