The Moribund [Chapter 2]

HYUNFAYOUNGIE & JALILFUNNY
PRESENT

starring Suzy, Chanyeol, Sehun & Myungsoo support cast Lee Min Ho genre Romance, Angst length Chaptered rating PG

Previous: [Prolog] [1]

Credit: SpringSabila by CafePoster

Sial, Myungsoo lebih dulu menemukan Suzy ketimbang dirinya.


Jarum pendek jam merujuk pada angka 9, menandakan sudah cukup malam bagi seorang gadis sepertinya. Suzy baru saja tiba di depan rumah, tungkainya mulai merajut langkah masuk ke dalam. Ia sempat berpapasan dengan sang kakak. Tepat sasaran, kakaknya bertanya hal yang sudah diduganya.

“Baru pulang?” Minho membuat gesture menghadap Suzy; mungkin lebih terlihat seperti menginterogasi. Sedangkan yang bersangkutan hanya menggeleng pelan, ia menatap kakaknya, Minho, sebentar lalu kembali melangkah menuju kamarnya.

Sedangkan Minho yang notabene seorang kakak dibuat bingung adiknya sendiri. Minho sebenarnya ingin menyusul Suzy, namun melihat Suzy dengan penampilan seperti itu membuatnya mengurungkan niat awalnya. Rambut yang berantakan, bajunya yang lusuh, serta terdapat jejak airmata di sekitar wajahnya. Tidak biasanya Minho melihat adiknya seperti itu, walau ia tahu adiknya mengidap suatu gangguan jiwa—tapi tidak separah itu. Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.

Suzy langsung menjatuhkan dirinya diatas ranjang. Ia mematikan lampu kamar sebelumnya dan keadaan gelap langsung mendominasi ruangannya. Lalu disusul dengan suara isakan beberapa detik setelahnya. Perasaan dalam hatinya mulai berkecamuk dan menggebu sampai-sampai membuat lubangan kecil dalam hatinya yang berisi ratusan jarum; menusuk relung hatinya yang paling dalam.

Jadi.. selama ini ia salah persepsi? Bukan Sehun yang membuatnya tidak suci lagi. Mungkin dirinya tak sampai hati jika harus menuduh mantan kekasihnya yang berbuat demikian. Tapi kenyataan tidak sependapat dengannya. Karena ternyata Myungsoo yang melakukan ini, beliau yang membuatnya kotor.

Wajahnya kini penuh dengan airmata yang belum berhenti mengalir sejak tadi. Rasa bersalah terus menggebu dalam hatinya. Suzy berada dalam dua sisi saat ini; disatu sisi ia harus meminta maaf pada Sehun karena telah membuat asumsi yang salah tentangnya dan disisi lain, ia tidak harus mempercayai perkataan Sehun sepenuhnya karena jauh di lubuk hatinya ia masih menyimpan perasaan pada Myungsoo.

Lalu beberapa saat kemudian, tubuhnya mendadak bergetar hebat, Suzy bahkan sampai memeluk dirinya sendiri untuk menenangkan jiwanya.

Penyakitnya kambuh.

‹›‹›‹›

Sebenarnya, Chanyeol tidak ada mata pelajaran hari ini. Namun ada yang menyeretnya untuk segera kembali ke kampus. Ia lupa jika meninggalkan sepeda motornya di kampus. Mendapat respon yang tidak baik dari wanita yang kemarin ditemuinya membuatnya lupa akan segalanya—termasuk kali ini.

Setelah ia mendapati dimana sepeda motornya berada, ia bergegas untuk pulang. Namun ada suatu pemandangan yang berhasil menggagalkan rencananya. Di sudut terdapat kelas yang di dalamnya ada seorang wanita dan seorang pria. Yang membuatnya menarik untuk mengetahui perbincangan mereka adalah wanita yang berdiri disana; wanita yang kemarin ditemui sekaligus ditolongnya.

Chanyeol kemudian meniti jalan menuju kelas itu. Langkahnya yang lebar membuatnya tak butuh waktu lama untuk mencapai tujuan. Ia langsung sedikit menunduk untuk mengintip melalui jendela.

“Wow!.. Bagus, kau itu tetap cantik dan suaramu indah.. Bae Suzy.”

Oh, namanya Suzy.

Chanyeol lalu beralih pada laki-laki lain yang memuji pada laki-laki yang memuji Suzy. Kemudian ia kembali mendengarkan untuk waktu yang cukup lama. Telinganya yang lebar mampu menangkap setiap pembicaraan mereka secara rinci. Dan tiba-tiba tubuhnya mendadak kaku ketika laki-laki yang sedang berbicara pada Suzy mengatakan bahwa wanita itu tidak suci lagi. Apa maksudnya? Lagi-lagi telinganya menangkap sesuatu yang selalu membuatnya bingung.

Lalu Chanyeol memutuskan untuk berhenti menguntit mereka. Ada banyak pertanyaan yang menumpuk di kepalanya. Dan tak satu pun dari pertanyaan-pertanyaan itu terjawab.

Yang pertama adalah siapa laki-laki yang bernama Sehun (Suzy sempat menyebut nama Sehun pada laki-laki itu sehingga Chanyeol mengetahui namanya) itu? Dia tampak seperti kekasih Suzy—namun Chanyeol menepis kenyataan itu, tidak mungkin. Lalu.. bagaimana bisa Kim Myungsoo menyetubuhi Suzy? Siapa dia?

‹›‹›‹›

Hari itu Sehun tidak pergi ke kampus, ia lebih memilih bersantai dengan mengunjungi coffee shop dekat rumahnya. Kaki panjangnya menuju meja yang terletak di pinggir, dekat jendela—spot favoritnya jika berkunjung kesini.

Ketika sedang menikmati pemandangan indah melalui jendela, pandangannya tertuju pada sesosok laki-laki tinggi yang sedang merangkul mesra wanita disampingnya. Wajahnya cukup tampan dan Sehun mengenalinya—Myungsoo.

Sontak kaki panjangnya beranjak dan bergegas mengikuti Myungsoo, melupakan bubble tea yang baru saja ingin ia pesan; bubble tea merupakan minuman favoritnya.

Sehun mulai berlari kecil. Matanya memicing, memfokuskan perhatiannya pada Myungsoo. Dan tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah lorong kecil yang terhimpit diantara dua toko.

Sehun langsung berdiri di balik tembok—bersembunyi. Sesekali ia gunakan untuk melihat aktivitas yang mereka lakukan. Kemudian matanya terbelalak. Ada adegan yang membuat matanya panas; mereka berciuman.

Sehun bisa menyimpulkan bahwa mereka adalah sepasang kekasih—atau parahnya, mungkin wanita itu hanyalah boneka Myungsoo yang bisa dimainkan sesuka hati. Tungkainya merajut langkah, mendekati Myungsoo dan wanita tak dikenal itu. Dan wow! Tinjuan keras Sehun layangkan pada wajah Myungsoo dan hal itu mampu membuat mereka berhenti melakukan hal tidak terpuji itu; berciuman di tempat sepi memang perilaku buruk, kan?

Myungsoo lantas memegangi pipinya yang baru saja terkena pukulan, ada memar biru disana. Dia tertawa setelah melihat siapa yang berani meninjunya.

“Oh.. Sehun? Teman baikku, kenapa kau memukulku, huh?” Myungsoo memberi isyarat pada wanitanya untuk mundur beberapa langkah. Namun mata elangnya tetap tertuju pada lawannya. Kemudian mulutnya terus mengatakan hal yang membuat Sehun muak. Sehun bersumpah, ia ingin menghabisi laki-laki bajingan ini sekarang juga.

“Brengsek! Kau meninggalkan Suzy hanya karena wanita murahan seperti dia?!” Satu tangannya mengarah pada wanita dibelakang Myungsoo. Lalu dijawab anggukkan oleh Myungsoo. “Memang kenapa, hmm?” Myungsoo membuat smirk di sudut bibirnya.

Sehun tidak bisa lagi menahan amarahnya. Rasa panas mulai menjalar melalui tubuhnya lalu berkumpul di ubun-ubun. Ia menghempaskan satu pukulan lagi namun kali ini Myungsoo bisa menangkisnya. Sialan, batinnya.

“Oh, ternyata kau mau berurusan denganku, ya? Baiklah—“ Ucapan Myungsoo tertahan karena, sekali lagi, Sehun melayangkan pukulan kerasnya pada wajah Myungsoo; membuat lebih banyak memar di sekitar wajahnya. Satu-dua pukulan lagi ia berikan untuk Myungsoo. Batinnya pun tersenyum karena bisa menghajar laki-laki bajingan di hadapannya ini.

Sehun berhenti memukuli Myungsoo beberapa detik kemudian, setelah ia merasa cukup Myungsoo telah menderita atas pukulannya. Lalu Myungsoo bangkit, ia membawa wanitanya itu entah kemana. Namun sebelum dirinya menghilang dari pandangan Sehun, iris hitamnya menatap tajam Sehun.

Akan kubalas kau.

‹›‹›‹›

Suzy segera merapikan peralatan penting kuliahnya. Kelasnya sudah berakhir, yang menandakan bahwa ia sudah bebas untuk pulang. Kaki kurusnya melangkah keluar—seperti biasa, tujuannya hanya rumah. Ia tidak punya acara untuk dilaksanakan karena memang ini rutinitasnya, setelah kuliah langsung pulang.

Namun sebelum kakinya mencapai gerbang kampus, tiba-tiba ada sesosok laki-laki tinggi menghadangnya. Tubuh tinggi tegap. Surai coklat dan poni yang hampir menutupi matanya. Perfect. Seperti sudah pernah ketemu, tapi Suzy tidak mengenalinya.

“Hei..” Laki-laki itu menegurnya. Dan yang bisa ia lakukan hanya berdiri di tempat tapi sesekali melangkah mundur satu langkah; antisipasi jika saja orang ini melakukan kejahatan padanya.

“Aku Chanyeol. Park Chanyeol.” Laki-laki itu melanjutkan, berharap Suzy dapat mengingatnya. “Kau masih ingat aku? Dan oh ya, namamu Suzy, ‘kan?”

Suzy menaikkan sebelah alisnya, dahinya mengkerut, bagaimana orang ini bisa tahu namanya? Seolah tahu apa yang dipikirkan Suzy, Chanyeol lalu menimpalkan. “Aku tahu namamu karena kemarin aku sempat mendengar percakapanmu dengan seorang laki-laki, namanya Sehun—“ Chanyeol memberi jeda sebentar, lalu melanjutkan, “—dan ada yang ingin aku tanyakan. Kau tidak lagi suci dan kotor, apa maksudnya?”

Entah memang bodoh atau memang benar-benar bodoh, pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Chanyeol. Dia tidak tahu perempuan itu sedang merasakan panas yang luar biasa di seluruh tubuhnya. Suzy merasa seperti ada aliran listrik yang menjalari tubuhnya, menembus ribuan syarafnya hingga ia merasa hampir mati.

Chanyeol mengungkitnya.

Suzy sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Tubuhnya membeku, matanya memanas, bahkan hampir meneteskan air mata. Mengapa Chanyeol mengungkitnya lagi? Setelah ratusan kali ia mencoba melupakan kejadian itu tapi Chanyeol justru mengungkitnya.

Sedangkan laki-laki jangkung itu ada yang merasa aneh dengan gadis di depannya itu. Chanyeol lalu memberanikan diri untuk bertanya, “Kau tidak apa-apa?” Sebelah tangannya menepuk pelan bahu Suzy, sekedar memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.

Namun Suzy tidak menganggap sedemikian rupa. Ia langsung merasakan panik saat Chanyeol menyentuhnya. Dan otaknya lantas mengingatkan pada kejadian dua tahun lalu, dimana Myungsoo—tidak, Suzy belum terlalu percaya—yang melakukan hal keji itu padanya.

“Lepaskan.” Suzy menepis tangan Chanyeol dari bahunya. Ia tidak mau ambil resiko jikalau laki-laki ini mau melakukan hal yang sama seperti apa yang Myungsoo lakukan. Namun tampaknya Chanyeol tidak menggubris perkataan Suzy untuk melepas tangannya dari bahu Suzy. Dengan spontan, tangan Suzy menghempaskan satu tamparan pada Chanyeol. Ia diam setelahnya, berpikir apa yang baru saja dilakukannya benar atau tidak.

Peluh mulai memenuhi sekitar keningnya, tidak ada jalan lain selain menjauhi Chanyeol. Sedangkan Chanyeol hanya mematung di tempatnya berdiri, mencerna apa yang baru saja terjadi padanya. Suzy menamparnya?

‹›‹›‹›

Sehun berjalan di trotoar dengan diiringi angin sore yang menerpa setiap inchi kulitnya. Mulutnya bersenandung, mengalunkan beberapa lagu slow yang dihafalnya. Ia belum pernah merasa sedamai ini sebelumnya—karena, Suzy masih menuduhnya yang melakukan hal tidak senonoh pada Suzy. Tapi sekarang, ia cukup merasa lega. Pertama karena ia berhasil memberitahu Suzy yang sebenarnya dan yang kedua adalah ia juga bisa menghajar Myungsoo.

Tapi rasa lega itu seketika musnah saat maniknya mendapati            segerombolan laki-laki—mungkin semacam gangster atau mungkin juga bukan—di sudut lorong dekat sebuah klub. Yang menariknya untuk mengetahui apa yang mereka perbincangkan adalah laki-laki yang tampak mengatur anggotanya, Kim Myungsoo.

Sehun lalu mengintipnya dengan sembunyi—sembunyi. Telinganya ia buka lebar-lebar supaya dapat mendengar seluruh yang mereka bicarakan. Pasti ada sesuatu yang direncanakannya dengan segerombolan pria itu, ada sekitar15-20 orang disana.

Satu-dua menit berlalu, Sehun pun masih tetap pada posisinya. Kemudian matanya mendadak memanas. Ia langsung berlari menjauhi tempat itu.

Benar dugaannya, Myungsoo akan membalasnya; tapi ia tidak menyangka jika Myungsoo akan membentuk suatu geng besar untuk menghabisinya. Parahnya, Myungsoo memberikan sebuah foto dirinya agar anak buahnya mengahajar orang yang tepat. Sehun juga masih ingat betul penjelasan Myungsoo yang berisi rencananya.

‘Kita akan membuat rencana dan bagi tugas. Aku sendiri yang akan menculik Suzy—oh, kalian tidak perlu tahu bagaimana rupanya. Lalu kalian hanya perlu menghabisi laki-laki bernama Sehun itu, jika perlu buat dia sampai sekarat. Atau jika kalian mau, bunuh dia sekalian.’ Lalu suara tawa Myungsoo turut menghiasi ujung kalimatnya.

Dan sialnya, rencana besar itu akan dilaksanakan malam ini juga.

‹›‹›‹›

Sehun menatap kosong ke depan, pikirannya pun ikut kosong. Perasaannya mulai tidak enak, ditambah jarum pendek jam mulai mengacu angka 7 malam.

Sehun beranjak dari bangku, figur tegapnya menjulang tinggi. Kakinya mulai membuat langkah. Tujuannya hanya satu, Suzy—ia ingin memastikan gadis itu baik-baik saja. Ia tidak mau Myungsoo menyentuh apalagi menyakiti Suzy.

Namun rencananya gagal—karena saat di tengah jalan, seseorang memukul tengkuknya dari belakang. Sehun spontan memegangi tengkuknya yang terasa nyeri. Kemudian ia melipat kaos panjangnya sampai sikut, tangannya mulai mengepal.

Pandangannya pun melihat ke sekitar; ada sepuluh orang yang mengepungnya. Sudut bibirnya tertarik keatas, ternyata lawannya tidak sebanyak yang ia lihat sore tadi.

Sehun mulai menghempaskan beberapa pukulan pada setiap anak buah Myungsoo. Dan dalam waktu sepuluh menit, ia mampu menaklukan kesepuluhnya tanpa terlewat satu pun.

Tungkainya membuat langkah lagi—kali ini ia sedikit berlari guna tidak membuang waktu. Kadang kepalanya menoleh ke belakang, memastikan bahwa anak buah Myungsoo tidak mengejarnya. Sambil berlari, pikirannya teringat Suzy; apa Myungsoo berhasil menangkap gadis itu?

Sebenarnya, kakinya sudah membawanya cukup jauh. Tapi rumah Suzy seolah menghilang, karena sedari tadi ia berlari, matanya belum mendapati rumah Suzy.

Tiba-tiba tubuhnya ambruk di jalan, setelah ia mendapat pukulan keras. Ternyata ada yang memukulnya dari belakang. Kemudian ia berdiri, seketika instingnya mengatakan bahwa segerombolan manusia ini suruhan Myungsoo—dan mungkin tebakannya benar.

Sehun membuat gestur kuda-kuda; antisipasi jika orang-orang itu mulai memukulnya. Dan benar saja, ia bisa menangkis salah seorang yang mencoba memukulnya. Tapi justru yang lainnya yang memukulnya dari segala arah.

Kemudian Sehun terjatuh, tubuhnya ambruk. Rasa perih langsung dirasakan pada seluruh tubuhnya. Orang-orang itu menghajarnya tanpa ampun—seolah Sehun adalah seorang psikopat yang membunuh ratusan orang.

Memar langsung terbentuk di beberapa bagian tubuhnya setelah sekumpulan orang itu berhenti memukulinya. Kemudian mereka membawanya entah kemana. Ia tak banyak berontak kala itu, karena tenaganya sudah habis akibat benturan keras yang didapatnya. Dahinya pun mengeluarkan darah yang tak kunjung berhenti, bercampur dengan peluh yang membanjiri keningnya.

Mereka berhenti di sebuah tempat. Sehun mengerjapkan mata beberapa kal, alisnya menyatu—tempat apa ini? Irisnya tidak dapat melihat sekitar ruangan kecuali kegelapan yang menyerangnya, tidak ada penerangan disana.

Salah seorang anak buah Myungsoo memberi isyarat supaya Sehun maju beberapa langkah. Sehun tidak langsung menggubrisnya, namun ia menyerah pada akhirnya. Lagipula tubuhnya telah mengeluh lelah. Tungkainya membawanya beberapa langkah ke depan.

Matanya baru saja ingin terpejam ketika sebuah cahaya menerobos masuk melalui netranya. Alih-alih memejamkan mata, manik tajamnya justru terbuka lebar-lebar. Mulutnya sedikit terbuka. Pemandangan di depannya terlihat sangat jelas—tentu, karena cahaya terang itu membantu indera penglihatannya—dan membuatnya kembali emosi.

Di seberang sana, Myungsoo tersenyum licik ke arahnya. Dan jangan lupakan seorang gadis yang tengah disekap dibelakang Myungsoo. Kedua tangannya diikat ke belakang serta sebuah tali mengikat badannya dan dikaitkan pada kursi.

Sehun bahkan bisa melihat wajah gadis itu sangat jelas—ia bahkan bisa melihat matanya berair dan wajahnya memerah menahan tangis.

Sial, Myungsoo lebih dulu menemukan Suzy ketimbang dirinya.

.

.

.

—To Be Continue

Chapter 2 already published! Sebelumnya mau minta maaf atas keterlambatan publishnya readers TT Gimana chapter 2 nya? Semoga nggak mengecewakan ya🙂 Well, enjoy the read! We’re waiting for your comments to continue the next chapter😉

Just for note: italic sentence is flashback.

46 responses to “The Moribund [Chapter 2]

  1. Astaga sehun… bikin terharu. Udah dituduh sama suzy tapi tetep aja mau nyelamatin suzy. Myungsoo jahat banget -_- ini ada baiknya kalo endingnya suzy-sehun hibihi

  2. ya ampun myungsoo cocok jadi jahat matanya tajam banget haha,kasian suzy ayo dong ada yg bantuin ;”)

  3. Pingback: The Moribund [Chapter 4] | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  4. Pingback: The Moribund [Chapter 5] | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  5. Pingback: The Moribund [Fraction Next Chapter] – Ulasan | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  6. Pingback: The Moribund [Chapter 6] | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s