The Moribund [Chapter 3]

HYUNFAYOUNGIE & JALILFUNNY

PRESENT

starring Suzy, Chanyeol, Sehun & Myungsoo
Support Cast Lee Min Ho, Kris Wu
genre Romance, Angst
length Chaptered
rating PG-15

Previous: [Prolog] [1] [2]

DILARANG PLAGIAT!

Credit: SpringSabila by CafePoster

Credit: SpringSabila by CafePoster

“Kau harus pergi … Cepatlah!… Mungkin saja Myungsoo dan anak buahnya akan kembali.”


**

Pandangannya lurus untuk sekedar melihat jalanan yang sepi di pagi itu, manik matanya pun mulai fokus menunjuk arah jalan menuju ‘Jegguk Hospital’. Wajahnya sedikit mendongak ke atas hanya untuk sekedar mengecek parasnya yang masih -dibilang- tampan di kaca spion atas mobil, terlihat di belakang olehnya ada beberapa mobil yang juga sudah beroperasi di pagi buta seperti ini. Matahari saja belum tampak walau sedikit.

Pria yang sedang mengendari mobilnya saat ini berpakaian rapi dengan kemeja putih polos lengkap dengan celana bahan berwarna hitam kilap, tentu dirinya bukan seorang dokter meski tujuannya saat ini adalah rumah sakit Jegguk. Orang di sekitar rumahnya bisa saja tidak percaya bahwa pria berparas Kanana ini bukanlah warga asli, ya memang benar, pria yang memiliki nama Kris Wu ini bisa dibilang adalah seorang turis yang sementara menetap di negeri orang untuk sekedar berobat sang ayah yang sedang di rawat saat ini. Dan kegiatan Kris di pagi hari sebelum dirinya pergi ke kantor adalah dirinya menyempatkan waktu untuk bisa melihat keadaan ayahnya di Rumah sakit Jegguk. Meskipun tidak setiap hari.

Untung atau memang Kris yang sigap menginjak rem mobilnya, dirinya terkejut ketika tiba-tiba ia mengambil arah kanan sontak dikejutkan dengan sosok wanita. Awalnya Kris mengira kalau wanita itu hanya gelandangan saja yang hampir tertabrak, tapi ternyata wanita itu menggedor sambil mengetuk jendela mobil tepat setelah wanita itu berada di sebelah –dan hal itu mengurungkan niat Kris untuk melaju lagi–, Kris paham kalau wanita itu sedang panik dan dalam kondisi gawat(Terlihat sekali dari rautnya yang tergopoh). Karena penasaran, Kris pun keluar dari mobil untuk sekedar bertanya pada wanita yang tak ia kenal itu, ‘Apa yang terjadi?’.

Mungkin kalau bisa dirinya mati saat ini dan hanya itu pilihannya, maka Sehun tidak akan meminta pilihan lain dan akan tetap memilih mati karena saat ini dirinya pikir kalau mati adalah pilihan yang baik, atau bahkan sangat baik baginya. Pelipis matanya membengkak dan mengeluarkan darah yang saat ini sudah mengering karena saking lamanya darah itu mendiami pelipisnya, bahkan banyak goresan luka lain yang Sehun dapat dari teman bajingannya itu di sekitar wajah, lebih banyaknya di bagian bibir dan pipi, kedua sisi itu memar tak berbentuk.

Manik matanya perlahan kembali melihat jelas meski kelopaknya tak sempurna terbuka karena bengkak, Sehun tak ingat sudah berapa lama dirinya disini. Bahkan ia tak perduli kalau nantinya tubuh dan jasadnya di makan belatung sekalipun disini, di tempat ini, tempat kumuh dan ruang kecil macam bak sampah.

Tapi saat Sehun melihat dan pandangannya menyapu sosok wanita yang terduduk lemas di sebuah kursi tua, Sehun pun menggusar. Sebelum dirinya mati, setidaknya, Suzy, wanita yang ia pandang terduduk di kursi itu -harus- bisa selamat. Entah bagaimana caranya.

“Heuh … Su-…Zy” Suaranya tak jelas, Sehun bermaksud untuk bersuara agar Suzy melihatnya. Dan beruntung, kepala Suzy sedikti terhuyung dan sadar akan bola matanya yang tertuju pada Sehun.

Suzy sadar meski dikedua tangannya membuat ia sulit bergerak bahkan lemas karena tubuhnya sulit bergerak. Lengannya pun kaku karena ternyata para bajingan semalam termasuk Myungsoo telah memplester erat lengannya. Suzy menatap lemas ke arah Sehun yang berusaha mendekatinya kali ini dengan merangkak seperti tentara yang sedang latihan militer, Suzy miris memandang Sehun yang hampir tidak berdaya itu. Dirinya baru tahu ternyata manusia macam Myungsoo seharusnya tidak ia kenal sejak awal, bahkan masalah yang seharusnya di selesaikan secara dua pihak malah dia libatkan anak buah dan dirinya sebagai sandera agar mudah menjebak Sehun. Seperti ironi di dunia nyata.

Meskipun agak memapah dirinya untuk terduduk setelah sampai di dekat Suzy, Sehun mulai lelah dan berusaha bernafas lega sementara agar sedikit dari tenaganya bisa terkumpul kembali, “Kau tidak apa-apa?” Sehun bertanya, ia membelakangi Suzy untuk bisa bersandar di sisi kursi.

“Ya, Aku baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana?” Kata Suzy dengan suaranya yang kembut, Suzy pun balik bertanya.

“Aku sedikit baik.” Sehun mulai menghadap Suzy dengan perlahan, ia mulai berusaha membuka plester yang melingkar erat di lengan Suzy, dengan sekuat tenaga yang masih Sehun miliki, ia berhasil merobek plester itu dengan agak menggigit sisi yang tipis lebih dulu. Tapi, saat Sehun berusaha membuka beberapa ikatan lagi pada bagian Suzy yang lain, sungguh cerdas, ikatan itu seperti sudah melekat, sepertinya Myungsoo dan para anak buahnya yang bajingan itu cerdas dalam hal mengikat. Sehun kesulitan untuk membuka ikatan itu, seperti ikatan mati yang tak bisa di buka. Bahkan saat Sehun sadari, beberapa bagian kulit Suzy memerah karena kuatnya ikatan itu.

Sehun mulai melihat ke sekelilingnya, dengan cepat ia menggapai sebuah pecahan botol kaca agar sekiranya bisa menjadi sebuah benda tajam layaknya pisau agar dirinya dengan mudah membebaskan Suzy dari ikatan itu.

Perlahan Sehun mulai menggesekkan benda tajam itu pada ikatan Suzy, talinya tebal, mungkin Sehun harus punya tenaga lebih untuk memutusnya. Dan itulah, Sehun mengeluarkan segenap tenaganya untuk membuka ikatan itu, sampai dirinya tak perduli dengan apa yang terjadi pada tangannya sendiri.

“Se-Sehun … Kau, Berdarah…” Suzy menitikan air mata tanpa sadar, ia ingin sekali menyudahi kegiatan Sehun kala itu, Suzy tahu kalau maksud Sehun adalah agar dirinya selamat, tapi kalau harus membuat telapak tangan pria itu berdarah, Suzy harap Sehun mau berhenti. Suzy tidak tega.

Sehun pun masih terus dalam kesibukannya, satu persatu ikatan itu pun terlepas, entah kepada siapa ia harus berteriak dan mengadu kalau saat ini dirinya sudah tidak tahan, tangannya perih sampai sudah tak terasa lagi. Pecahan botol kaca itu sudah seperti alat bunuh diri baginya. Dan sampai terakhir ikatan itu pun terlepas, Sehun berhasil tersenyum meski tubuhnya memaksanya agar terjatuh sekarang.

“Sehun …!…” Suzy berhasil bebas dari ikatan itu, ia segera merespon untuk menopang tengkuk kepala Sehun untuk sekedar memberi pria itu kenyamanan.

“Pergi dari sini, cepat …” Dengan sisa tenaganya, Sehun berbicara dan segera menyuruh Suzy untuk pergi.

“Tidak Sehun … Kita harus pergi bersama. Aku takut sendiri …” Suzy panik, air matanya kembali mengalir karena melihat sosok Sehun yang tak berdaya, ditambah ia takut kalau harus bebas sendiri. Tapi beruntung, ia lupa akan penyakitnya karena ia berpikir kalau hal ini menjurus pada panik yang sebenarnya. Suzy pun hanya bisa menangis saat ini.

“Kau harus pergi … Cepatlah!… Mungkin saja Myungsoo dan anak buahnya akan kembali.”

Suzy mendengarnya, ia pun perlahan mensejajarkan kepala Sehun, alih-alih pikirannya mengatakan kalau ia harus keluar dan mencari bantuan. Suzy pun bangkit dan mulai keluar dari tempat yang bisa di sebut gudang itu untuk mencari siapapun yang dapat membawa Sehun dan dirinya pergi dari tempat keji itu.

Suzy pun berlari entah kemana, ia berlari dan mencari sebisa yang ia mampu, hanya ada jalanan aspal dan trotoar yang sepi. Ia tak tahu pagi atau pun malam saat ini, yang jelas masih gelap, tak tahu kemana kakinya melangkah, Suzy berteriak “Tolong!” sambil berjalan agak tergopoh.

Saat ia berbelok di satu arah, Suzy terkejut ketika sebuah mobil hampir menerjangnya. Entah ada hal apa, Suzy langsung menggedor depan mobil itu untuk berhenti, ia pun menuju kaca jendela dan melihat di dalam ada seorang pria, sukurlah, pikir Suzy. Dengan keadaan gegabah Suzy mengetuk jendela itu, “Tolong! … Tolong bantu aku! …” Suzy berteriak sekuat-kuatnya supaya pria di dalam mobil mendengar, tak perduli meski seperti orang gila, setidaknya ia harus membantu Sehun yang tak berdaya di gudang sana. Harapan Suzy agar pria di dalam mobil keluar pun terkabul.

“Apa yang terjadi? Kau mengenalku?” Pria itu tampan dan berpostur tinggi, Suzy masa bodo dengan hal itu. Dengan spontan Suzy menarik-narik lengan pria itu. “Kau ini siapa?” Tanya pria itu lagi yang agak risih dengan penampilan Suzy yang lusuh, pria itu tidak menepisnya, mungkin pria itu baik, dia mengikuti Suzy kemana pun tangan wanita itu menariknya. Awalnya takut memang, tapi saat Suzy mengantarnya kesebuah tempat dengan skat kecil seperti gudang, pria itu heran ….

*


Kris di bawa ke suatu tempat, seperti gudang dengan ruang kecil, wanita aneh itu membawanya cukup jauh dari jarak mobilnya di awal. Kris berpikir kalau ini semacam tempat perkumpulan gangs busuk dan semacam hal kotor itu. Dan yang mengejutkan adalah, ketika  Kris melihat seorang yang terkulai lemas di lantai, dirinya pikir itu adalah mayat.

“Tolong… Tolong selamatkan dia, tolong selamatkan temanku…” Wanita itu berkata, Kris menepis pikiran bahwa itu adalah mayat ketika melihat gerakan kecil dari seorang pria yang terkulai itu. Entah kenapa hati nuraninya berkata kalau dirinya harus menolong wanita itu dan temannya yang bisa dibilang setengah sekarat itu.

*


Matanya mulai buram seketika, suara Suzy yang terdengar mulai hilang. Sehun melihat kalau Suzy datang bersama dengan seseorang yang tinggi –tak jelas bagaimana rupanya–, wajahnya tak sempat Sehun tilik karena dirinya sudah tak tahan. Seluruh badannya lemas dan sakit, pikiran Sehun mengatakan kalau dirinya harus memejamkan mata, dan itu Sehun lakukan.

Sehun merasakan sekarang kalau tubuhnya mulai terangkat, suasana itu begitu tenang, membuatnya masuk dalam ruangan bersih dan tak menampak suatu apapun. Dirinya mulai tenang. Sehun hanya lelah, bukan bermaksud untuk menahan rasa sakit dalam dirinya.

Apa Suzy berhasil selamat, apa dia bodoh dan kembali untuk berusaha menyelamatkanku.

—To Be Continue

Assalamualaikum wr.wb

Note : Ya beginilah jadinya, Ya semoga di chapter ini bisa memuaskan kalian, heheheh😀 Jangan biarkan komenan Sepi, Bukan berharap untuk di komen, hanya saja mau tau seberapa suka kalian dengan FF ini.

Well, Semangat buat Author sebelah, hehehhehe🙂 padahal dia lagi sibuk buat projek lagi.

And last, Thanks for all. Tunggu dan nantikan terus Chapter dari “The Moribund” selanjutnya, simak sampai akhir ya!

Wassalamualaikum wr.wb.

44 responses to “The Moribund [Chapter 3]

  1. Kyaaaa sehunn 8(
    Semoga sehun bsa sama suzy karena dia sangat mencintai suzy sehingga dia mau menolong suzy dan lebih mementingkan keselamatan suzy dibandingkan dirinya 8(
    Kurang panjanggg 8(
    Ditunggu lanjutannya ya hwaitingg😀

  2. Pingback: The Moribund [Fraction Next Chapter] – Ulasan | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  3. Pingback: The Moribund [Chapter 6] | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s