[Freelance/Vignette] C.R.A.Z.Y

CRAZY

Title: C.R.A.Z.Y ||  Author: danarizf  ||  Genre: find it by yourself (?) || Character(s): [Miss A] Suzy and [INFINITE] Sunggyu – Dongwoo – Woohyun – Hoya – Sungyeol – L – Sungjong  ||  Length: Vignette  ||  Rating: T (Teen)

Disclaimer:

Semua cast yang ada disini bukan milik saya tapi milik mereka sendiri. Maaf jika ada kesamaan ide, latar, dan sebagainya, tapi cerita ini murni buatan saya sendiri. Don’t be plagiator!

.

.

.

Siapa yang menyangka kursi bertahtakan berlian itu akan menemukan pemiliknya secepat ini. Bahkan disaat pusara Sang Raja belum menunjukkan tanda-tanda akan mengering. Namun benarkah semudah itu masalah ini terselesaikan? Hanya dengan kedatangan seorang lelaki dari dunia antah berantah yang bahkan Sang Ratu pun tak mengetahui dimana itu lalu Ia bisa dengan mudahnya menjadi penerus tahta selanjutnya begitu? Jika iya, maka cerita ini hanya akan tersusun atas beberapa kalimat saja sebelum mencapai kata tamat.

Baiklah. Aku tahu prolog ini sudah terlalu panjang dan kisah yang sebenarnya harus mulai diceritakan.

Alkisah seorang Raja yang terkenal akan keramahannya kini tengah dilanda risau berkepanjangan karena mendapati sang istri yang tak kunjung keluar dari sebuah ruangan. Berkali-kali kakinya menapak ke arah pintu lalu kembali menjauh begitu seterusnya. Wajahnya pun tak kalah melukiskan betapa cemasnya Ia menanti kabar istrinya.

Cklek….

Pintu kayu berukiran rumit itu terbuka seiring dengan munculnya sosok wanita tua dengan rambut tergelung rapi. Di sampingnya berdiri dengan anggun wanita berusia tak jauh dari wanita tua sebelumnya dengan gaun coklat keemasan yang menjuntai hingga menyentuh lantai.

“Bagaimana?”

Belum hilang raut kekhawatiran dari Sang Raja melihat kedua wanita di hadapannya. Pasalnya tidak ada sosok yang dicemaskannya sedaritadi. Sosok istrinya yang pasti masih terbaring di dalam ruangan itu.

“Selamat, Yang Mulia. Putri Anda telah lahir dengan selamat,” ucap si wanita tua dengan rambut bergelung.

Bibir pria itu tertarik, membentuk pola bulan sabit dengan sudut-sudutnya yang terarah ke atas hingga membentuk lengkungan sempurna, menampilkan senyuman dengan kilatan bahagia di manik matanya.

“Apa dia cantik?” tanya Sang Raja.

“Ya, dia begitu cantik.” Kali ini si wanita anggun yang menjawab pertanyaan Sang Raja. Wanita anggun bergelar Ibu Suri itu mengulum senyumnya, nampak begitu bahagia atas kelahiran cucu pertamanya.

Sang Raja terus tersenyum. Aura kebahagiaan yang terpancar darinya pun tak bisa tertutupi oleh jubah merah tebalnya.

“Aku akan menemui istriku.”

….

Ruangan besar dengan pilar-pilar kokoh berlapis emas yang menopangnya terlihat penuh sesak oleh para petinggi kerajaan, juga rakyat yang dengan suka cita ikut merayakan kelahiran Sang Putri Kerajaan yang diadakan begitu megah oleh pihak istana.

Raja yang penuh wibawa bersanding dengan Ratu yang terlihat begitu anggun dibalik gaun berwarna putih tulangnya. Sesosok bayi mungil terlihat begitu menggemaskan tengah tertidur di dalam gendongan sang ibu. Bayi tersebut adalah Putri Kerajaan yang baru saja terlahir di dunia.

“Suez Larcks, Putri dari Eren Larcks, Raja dari Carailles.”

….

Gelap dan pengap. Perpaduan yang pas untuk menggambarkan ruangan sempit tanpa jendela itu. Hanya seonggok ventilasi di sudut tembok yang dapat memberikan seberkas sinar sebagai penerangan dan menjadi jalan masuknya oksigen.

“Ibu, aku takut.”

Seorang gadis mungil dengan rambut lurus sebahu hampir saja menangis kalau saja tidak ada sesosok wanita paruh baya di sampingnya yang kini tengah memeluknya erat. Ia terus menggenggam jemari ibunya sambil sesekali mengeluarkan rengekan khas bocah seusianya.

“Tenang, Sayang, sebentar lagi kita akan keluar dari sini.”

Hanya sebuah kalimat yang dilontarkan ibunya dan tak mampu membuat gadis kecil itu terbebas dari rasa takut. Matanya terlihat sayu, perpaduan antara kelelahan dan ketakutan yang tak kunjung berkurang dan justru semakin bertambah.

“Ibu….”

“Sssst, Ibu disini, Sayang. Kalau kau takut, kau bisa memeluk Ibu sambil menutup matamu.”

Seolah terhipnotis oleh apa yang dikatakan ibunya, gadis itu pun menurut. Matanya perlahan mulai terpejam tanpa mengendorkan pelukan tangannya pada sang ibu.

“Suez….”

….

Ketujuh pemuda dengan penampilan yang berbeda-beda kini tengah duduk melingkar di sebuah ruangan yang tak begitu besar namun cukup untuk mereka berbagi oksigen tanpa harus merasa sesak. Kim Sunggyu, Jang Dongwoo, Nam Woohyun, Lee Howon, Lee Sungyeol, Kim Myungsoo, dan Lee Sungjong.

Masih ada satu orang lagi yang kini ikut duduk melingkari meja kayu berwarna putih dengan taplak berwarna pastel, dia adalah Bae Suzy. Gadis itu masih menunjukkan wajah tak senangnya dengan bibir mengerucut khas orang yang sedang sebal.

“Oppa!” pekik Suzy akhirnya mendapati ketujuh pemuda di hadapannya tak kunjung mengeluarkan suara, hanya menatapnya dengan tatapan yang Ia sendiri tidak tahu apa maksudnya itu, tapi jelas Ia mempunyai firasat yang tidak enak saat melihatnya.

“Ehem.”

Kim Sunggyu, pemuda bermata sipit dengan usia yang paling tua di antara ketujuh pemuda lainnya itu mulai berdehem, memecahkan keheningan yang tercipta walau Suzy sudah mengeluarkan suaranya tadi.

“Jadi, Bae Suzy, kami sudah berdiskusi bersama dan setelah berunding selama berjam-jam, kami memutuskan untuk memilih satu hal yang kami pikir adalah yang terbaik untukmu. Kau tahu kami tidak akan pernah salah memilih apalagi ini demi kebaik–”

“Oppa!” rengek Suzy. Ia begitu sebal dengan Sunggyu yang terlalu berbelit-belit. Ia ada kencan lima belas menit lagi dan pemuda-pemuda di hadapannya ini justru membuatnya tertahan di dalam ruangan ini.

Nam Woohyun–si pemuda yang duduk tepat di samping Sunggyu–menepuk pelan pundak pemuda sipit itu, mengisyaratkan agar pemuda itu diam saja dan membiarkan Ia mengambil alih pembicaraan.

“Jadi, Suzy-ah, kami sepakat kalau kau tidak bisa melakukannya,” kata Woohyun pada akhirnya membuat hati Suzy tak menjadi lebih baik namun justru semakin kesal. Ia sungguh jengkel pada pemuda-pemuda di hadapannya ini yang tidak membiarkannya melakukan hal yang Ia suka. Benar-benar kesal.

Ia kemudian menatap pemuda yang bertampang paling imut di antara ketujuh pemuda itu, Lee Sungjong, dan berharap akan mendapatkan jawaban yang lebih baik ketimbang kalimat yang dilontarkan Sunggyu ataupun Woohyun.

“Apa?” sahut Sungjong saat gadis itu menatapnya dengan tampang yang super duper memelas.

Suzy berdecak kesal. Bahkan Sungjong yang biasanya paling peka padanya pun kini hanya menatapnya tak peduli. Pasti dia sudah di pengaruhi hyunghyung-nya supaya tidak membantunya.

Ia pun kemudian berpaling pada seorang pemuda yang duduk paling ujung. Namun harapannya agar pemuda itu membantunya kini terbuang sia-sia karena nyatanya pemuda itu kini tengah terbang di alam mimpinya tanpa menghiraukan dirinya yang kini tengah kesusahan akibat ulah para pemuda itu.

“Eish.. Dongwoo Oppa juga tidak bisa diandalkan! Bisa-bisanya Ia tertidur sekarang!” desis Suzy.

“Sudahlah, Suzy-ah, kau tidak usah melakukannya, eoh?”

Kali ini Suzy beralih pada pemuda yang duduk tepat di sampingnya. Ia menatap pemuda itu dengan sebal. Bibirnya bahkan sudah manyun sedaritadi menandakan tingkat kekesalannya sudah mencapai puncak.

Ya! Kim Myungsoo! Kenapa kau juga tidak membantuku? Kalau kau membantuku kita bisa pergi berkencan sekarang!” pekik Suzy pada pemuda itu.

Sedangkan pemuda bermata tajam itu hanya mengorek kupingnya mendengar teriakan Suzy yang tepat menyentuh gendang  telinganya.

“Astaga, Bae Suzy! Kau tinggal menurutinya dan kita bisa langsung berkencan sekarang, eotthe? Ah, dan jangan lupa memanggilku Oppa!” sahut Myungsoo.

“Ahh waeyo? Kenapa kalian semua melarangku melakukannya?” rengek Suzy.

“Sungyeol-ah,  jawab!”

Lee Sungyeol, pemuda yang duduk di samping Myungsoo itu mendesis sebal saat Hoya justru melemparkan tugas menjawab pertanyaan Suzy padanya. Seharusnya kan yang menjelaskan alasan itu Sunggyu sebagai yang tertua, kenapa harus Ia yang melakukannya?

Geure! Geure! Aku akan menjelaskannya jadi dengarkan aku Bae Suzy,” kata Sungyeol.

Suzy menatap Sungyeol masih dengan tampang kesalnya. Ia benar-benar akan membunuh ketujuh pemuda di hadapannya jika alasan yang dilemparkan Sungyeol adalah alasan yang tidak masuk akal mengingat ketujuh pemuda ini memiliki pemikiran yang cukup gila. Ah, ani, tapi benar-benar gila!

“Eish.. Ya! Lee Howon, kau saja yang menjelaskannya, aku tidak bisa,” kata Sungyeol.

Suzy memutar bola matanya melihat Sungyeol yang tidak jadi memberitahukan apa alasan Ia tidak boleh melakukan hal itu. Ia kemudian berpaling pada Hoya dan berharap pemuda itu benar-benar memberikannya alasan yang jelas mengapa Ia tidak bisa melakukannya.

“Sudah, biar aku saja yang menjelaskannya,” potong Sunggyu tiba-tiba sebelum Hoya menjelaskannya.

Andwae! Kau terlalu berbelit-belit, Oppa! Biarkan Hoya Oppa yang menjelaskannya,” sahut Suzy.

Hoya pun berdehem pelan sebelum membuka kalimatnya. “Jadi begini, Suzy-ah, kami semua sudah melihatnya dan tidak mau kau melakukannya karena… Ya! Harusnya kau tahu alasannya tanpa harus kami beritahu!”

Suzy mengepalkan tangannya  erat-erat. Ingin rasanya Ia memukul Hoya tepat di hidung pemuda itu agar menjadi pesek karena saking kesalnya. Sepertinya kencannya benar-benar batal hari ini.

“Beritahu saja alasannya!” teriak Suzy sudah tidak sabar.

“Eish.. tentu saja kami tak setuju kau melakukannya! Bagaimana bisa kau mengirimkan sebuah cerita yang bahkan belum sampai setengah jadi ke sebuah majalah! Kami semua sudah membacanya dan pendapat kami semua sama. Kau hanya menulis bagaimana putri bernama Suez itu lahir, lalu mengadakan pesta, lalu Ia tiba-tiba berada di ruangan gelap bersama ibunya dan merasakan ketakutan, setelah itu ceritanya selesai. Mana bisa cerita seperti itu kau kirimkan ke majalah? Kau akan ditolak bahkan sebelum naskahmu diserahkan ke editor. Mereka bisa rugi kalau menerbitkan ceritamu di majalah mereka!”

Suzy menautkan kedua alisnya, mencoba mencerna–entah berapa–kalimat yang diucapkan Hoya dengan menggebu-gebu itu. Ia kemudian menatap satu-persatu pemuda di hadapannya yang tengah saling mengangguk-angguk karena setuju pada apa yang dikatakan Hoya. Bahkan kekasihnya pun ikut menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya.

Kini gadis itu terdiam. Sedetik kemudian matanya melotot diikuti dengan geraman yang keluar dari bibirnya.

YA! JUGULLAE? JADI KITA BERLAMA-LAMA DISINI DAN KALIAN MENAHANKU UNTUK TAK MENGIRIM CERPENKU KE SEBUAH MAJALAH HANYA KARENA CERITAKU BELUM SELESAI??” pekik Suzy.

Sungjong mengernyitkan keningnya lalu menggelengkan kepalanya bersamaan dengan jari telunjuknya yang bergerak ke kanan dan ke kiri.

Ani, ani. Yang kami katakan itu benar. Membuat cerita sampai selesai itu adalah point penting sebuah cerpen. Cerita yang tidak selesai tidak akan bagus,” kata Sungjong.

Suzy mengangkat kedua tangannya lalu mengacak rambutnya frustrasi membuat ketujuh pemuda di hadapannya terkejut melihat tingkah gadis itu.

Ya! Ya! Jangan kau rusak rambutmu! Kau bisa sakit kepala saat menyisirnya!”

Suzy menatap tajam Myungsoo yang kini tengah sibuk merapikan rambutnya. Bisa-bisanya pemuda itu justru mengkhawatirkan bagaimana cara Ia menyisir rambutnya!

YAAAA!!! OPPA!!! teriak Suzy yang mau tak mau membuat pemuda-pemuda di hadapannya berjengit karena kaget. “Kalian pikir aku sebodoh itu apa mengirimkan cerita yang belum selesai ke majalah? Aku hanya meminta pendapat kalian bagaimana kalau aku mengirimkan ceritaku ke majalah dan kupikir kalian tidak membolehkannya karena ceritaku tidak menarik atau cara penulisanku yang masih jelek, dan ternyata…. arghhh! Michigetta!”

Eoh? Jadi cerita itu masih ada lanjutannya?” tanya Sungyeol dengan tampang tanpa dosanya.

Suzy melemparkan tatapan membunuhnya pada pemuda itu. “Tentu saja!”

“Ah.. geure, kalau begitu selesaikan dulu ceritamu dan kami akan memberikan pendapat kami lagi setelah membaca full ceritanya, eotthe?” saran Woohyun.

Namun Suzy sudah terlanjur frustrasi menghadapi kegilaan dan juga kebodohan pemuda-pemuda di hadapannya. Bagaimana Ia bisa mempunyai sepupu, sahabat, dan juga pacar yang sama gilanya? Apa tadi mereka bilang? Mengirimkan cerita yang belum selesai? Ia juga tahu kalau itu tidak boleh!

Suzy kemudian beranjak berdiri dari duduknya dalam sekali hentak lalu menatap ketujuh pemuda di hadapannya satu-persatu, termasuk Dongwoo yang masih tertidur nyenyak.

“Aku tidak akan membiarkan kalian membaca ceritaku untuk kedua kalinya! Argghh… Aku bisa gila!”

Setelah mengatakan itu, Suzy segera keluar dari ruangan berisi pemuda-pemuda itu dan masuk ke dalam kamarnya.

Ya! Ya! Suzy-ah, masalahnya kan sudah selesai! Ayo kita kencan!” teriak Myungsoo.

SHIREOYO!! KENCAN SAJA DENGAN SUNGJONG ATAU SUNGYEOL OPPA!!! ATAU DONGWOO OPPA!!!!”

Myungsoo memanyunkan bibirnya lalu melirik Sungyeol dan Sungjong yang juga tengah menatapnya. Kemudian beralih pada Dongwoo yang masih tidur nyenyak ditengah keributan yang terjadi. Ia pun bergidik ngeri dan segera berlari menuju kamar Suzy.

“Suzy-ah, mana mungkin aku berkencan dengan mereka? Aku maunya denganmu!”

NAN SHIREO KIM MYUNGSOO!”

“YA! PANGGIL AKU OPPA!”

“SHIREO!”

Keenam pemuda yang masih berada di ruangan itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka mendengar teriakan-teriakan sepasang kekasih itu. Ah, sebenarnya hanya kelima pemuda karena kini Dongwoo yang baru saja terbangun dari alam mimpinya hanya menatap yang lainnya penuh tanda tanya.

“Jadi Suzy mau menuruti kita dan tidak jadi mengirimkan ceritanya kan?”

….

Fin.

….

WHAAT??? CERITA APA INI??

Pasti banyak dari kalian yang mikir gitu karena aku sendiri juga mikir gitu. Sumpah demi apa cerita ini absurd banget! Nggak jelas abis! Dari yang sebenernya mau dibikin cerita fantasy dengan tokoh utama Suzy sebagai seorang putri (kayak di potongan cerita pertama) terus direbutin tujuh pangeran eh malah jadi ancur gini. Mana nggak lucu lagi ceritanya.

Aku sengaja nggak ngasih genre-nya karena aku sendiri bingung ini cerita jenis apa. Lucu enggak, sedih enggak, romance enggak, dan misteri apalagi. Fic ini cuma buat selingan aja sih sebenernya buat hiburan dikala suntuk sama rumus dan hafalan-hafalan buat tes *curcol*. Juga buat selingan para reader sambil nungguin ff New Destiny (Loh? Siapa saya? Kok tahu New Destiny?). Iya saya yang nulis cerita abal-abal itu. Ada yang nungguin nggak sih? Semoga ada.

Oh ya dan maafkan saya karena di ff saya selalu pake cast member Infinite. Maklumi saya yang tergila-gila dengan 7 orang gila itu T_T

Terakhir, jangan lupa RCL! Annyeong~~~

– danarizf –

43 responses to “[Freelance/Vignette] C.R.A.Z.Y

  1. Kocak seru dgn tingkah member infinite, lucu ….
    Saya sangat sangat sangat suka dgn infinite, apalagi ketika d satukan dgn bae suzy d ff
    lanjutin dong kak ff ny seru^^

  2. aku baru baca deh yg ini, aku kirain ini ttg masa lalu masa depan kyk new destiny, eh trnyata suzy bikin cerpen😀
    dibikin lanjutannya dong thor, aku sukaa❤ sampe2 td aku dikirain gila gr2 ketawa pdhl aku baca ini😦😀 *loh kok malah curhat?*

  3. hahah lucu bgt..
    sunggyu lucu bgt sii pasti klo ngomong selalu berbelit-belit bwat suzy kesel aja..
    itu jga Myungppa masihh smpat” memperhatikan rambutnya Suzy yg sedang frustasi gara” ke gilaan ketujuh namja itu..
    ehh salah maksudnya cuma 6 kan Dongwoo oppa lgi asyik” tuhh tidur…
    myungppa udah tahu suzy ngambek malah ngajak kecan lgi… hahah lucunya oppadeul Infinite..

  4. Ijin baca:D
    ini ff sesuai judulnya “CRAZY” wkwk
    kecian myung, kencannya jdi batal hahaha
    sabar myung oppa^^
    Nice story author kekeke~

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s