[Vignette] Photos

little-thief-jihyuniee-artdesignposter credit: jihyuniee Art&Design

Photos

written by little thief.

{Kim Myungsoo & Bae Suzy} | vignette | genre : teen | general

Disclaimer: already posted here with different main cast😀

(sequel from the previous one: Tard)

.

.

Sudah lama tidak berjumpa.

Myungsoo menguap panjang, lenguhannya menandakan dia benar-benar butuh tidur. Namun waktu tak mengizinkannya, untuk malam ini. Waktu terus mengeratkan lemnya agar bokong Myungsoo terus duduk di kursi kerjanya. Agar Myungsoo tak beranjak pergi dan lelap dalam tidur. Memaksanya menyelesaikan hal keparat semacam ini.

Di meja belajarnya, tergeletak kertas putih berserakan yang sudah digoreskan berbagai karya sketsa dari tangan Myungsoo yang kekar, lagi berurat. Myungsoo diperintahkan dosennya membuat desain interior untuk suatu ruangan. Ini memaksa Myungsoo untuk terus menggunakan imajinasinya, dan sialnya dia sudah buntu total. Sebelumnya ia sudah mengumpulkan tugas desain ini hampir dua kali oleh dosennya, namun semuanya ditolak.

Alasannya, karena temanya tidak begitu menarik.

Tema pertamanya adalah ruangan yang berlatarbelakang langit, dan jelas itu sudah sangat biasa. Tema kedua adalah fauna safari, itu juga sering diadakan di pameran. Jadi untuk yang ketiga ini, karena sudah terlampau kesal, ia menamakannya “broken lungs“. Paru-paru rusak.

Tema ini datang ketika ia sedang mencari inspirasi di taman, Myungsoo melihat seorang pria tua sedang asyik merokok, kemudian terbatuk. Sekejap tema tentang hal ini melintas begitu saja, cepat-cepat Myungsoo langsung membuat proposalnya.

Ruangan yang ia gambarkan ini, semua dindingnya bertema gelap hitam. Dan ditambah lukisan kabut, untuk menambah efek yang cemerlang. Myungsoo akan memusatkan dindingnya pada satu gambar di satu sisi, yaitu sebuah paru-paru. Sesuai dengan konsep idenya. Paru-paru yang terlihat rusak, dan seluruhnya terbuat dari pipa rokok, asap dan kabut. Luar biasa. Luar biasa aneh. Myungsoo tak yakin dengan tugasnya ini, namun untuknya, segala sesuatu yang dikiranya buruk bisa saja jadi awal yang baik.

Kini karyanya sudah hampir selesai. Ia membuatnya sehabis makan siang, sampai pukul nyaris satu malam sekarang. Namun ini semua terhenti ketika Myungsoo akan menggambarkan lukisan ‘paru-paru rusak’ tersebut. Imajinasinya terputus dan mendadak Myungsoo bingung bukan main.

“Persetan,” rutuknya.

Ia kemudian menutup tugas desainnya, dan beralih ke internet browser. Untuk menyegarkan otaknya dari hal-hal rumit di atas. Ia yakin banyak temannya yang juga gagal dalam tugas interior ruangan, sedang online untuk mengerjakan hal serupa yang dikerjakan Myungsoo. Ia membuka akun facebook miliknya.\

Yang pertama kali dilihat adalah kronologinya yang penuh dengan seni-seni rupa. Myungsoo memang membuka facebook hanya untuk foto seni yang artistik dari beberapa fanpage favoritnya. Siapa tahu ada inspirasi muncul yang bisa ia tuliskan. Ada puluhan permintaan pertemanan, dan ratusan notifikasi. Entahlah, Myungsoo lupa kapan terakhir ia membuka facebook miliknya. Saat liburan kelulusan SMA, mungkin. Sekarang dia sudah semester tiga, sudah sibuk sekarang.

Banyak temannya yang juga sedang online. Salah satunya adalah karib dekatnya saat SMA, Park Chanyeol, yang sudah mengirimkannya pesan terlebih dahulu.

Chanyeol: halo, Myung. Tumben sekali?

Myungsoo tersenyum, dan mengetikkan balasannya dengan menggebu-gebu.

Myungsoo: sahabatku Chanyeol! Apa kabarmu? Sudah lama sekali tak bertemu. Bagaimana kuliah tentang diplomatik itu? Sukses?

Chanyeol: jangan salah menilaiku. Aku selalu sukses dalam segala sesuatu.

Myungsoo terkekeh.

Myungsoo: ah, rasanya rindu melewatkan masa remaja bersamamu, Chanyeol…

Chanyeol: ya, ya. Aku mengerti. Omong-omong, aku ada urusan, jadi aku harus keluar. Mau kuberitahu sesuatu?

Myungsoo: apa?

Chanyeol: Sooji cantik sekali, lho, sekarang.

Kemudian, benar saja, sekejap kemudian, Chanyeol sudah mematikan obrolan dan berstatus offline.

Myungsoo terdiam, terhenyak, ketika menatap pesan tersebut. Terdiam lama sekali.

Sooji. Sooji. Sooji.

Perlu waktu yang cukup lama untuk Myungsoo mencerna nama tersebut. Seakan ia baru saja menemukan satu kata asing. Waktu seperti berjalan sangat lambat. Myungsoo mengerjap beberapa kali sampai akhirnya tersadar akan sesuatu.

Sooji. Bae Sooji.

Chanyeol baru saja menyebutkan BAE SOOJI!

Mata Myungsoo melebar dengan besar, pupilnya membesar nyaris dua kali lipat. Ia baru sadar sekarang. Astaga, astaga. Kenapa ia tak cepat tanggap daritadi? Kenapa ia lamban sekali?

Myungsoo langsung mengetikkan balasan dengan cepat.

Myungsoo: Sooji? Astaga, Chanyeol. Sungguhan?

Tapi kemudian sesuatu meremukkan hatinya. Chanyeol baru saja memutuskan obrolan.

Sooji. Nama yang dahulu selalu terpatri dalam kalbunya, kini nyaris asing, usang, dan tenggelam. Ya, sudah setahun lebih sejak kegagalan mereka menjadi teman satu jurusan dan sudah setahun lebih kepergian Sooji ke Finlandia. Kalau saja Chanyeol tak menyebutkan namanya tadi, Myungsoo bisa jadi sudah melupakan nama tersebut sampai akhir hayatnya.

Namun, tak mungkin tanpa alasan Chanyeol tiba-tiba mengabarkan sesuatu padanya perihal Sooji. Saat masuk kelas sebelas, Myungsoo akhirnya membuka diri pada sahabatnya itu bahwa ia mengagumi seseorang. Myungsoo tak terkejut, namun dia gemas pada sikap Myungsoo yang hanya bisa jadi seorang pengagum. Tanpa ada aksi. Makanya ketika Myungsoo mencurahkan isi hatinya ketika Sooji pergi ke Finlandia, bukannya menghibur dan memberi masukan, Chanyeol mengomelinya. Siapa suruh diam terus, sekarang baru menyesal, begitu katanya.

Myungsoo terdiam sejenak. Sooji…apa kabar dia?

Maka Myungsoo tanpa basa-basi langsung mengetikkan nama Sooji pada kotak pencarian. Nama Sooji ada ratusan di dunia ini, begitupun di jejaring sosial facebook. Myungsoo menghela napas putus asa. Ia hendak bertanya pada Chanyeol esok hari, namun dirinya benar-benar tidak tahan mengurung rasa penasarannya.

Myungsoo lantas melirik permintaan pertemanannya yang sudah hampir mencapai ratusan orang. Ia berpikir, mungkin saja Sooji justru yang pertama mencarinya. Maka ia mengklik tombol tersebut. Matanya dengan teliti mengecek satu per satu pengguna yang mengirimkan permintaan pertemanan padanya. Sampai akhirnya, setelah cukup lama, ia terhenti pada satu nama.

Bae Sooji.

Bae Sooji mengirimkan permintaan pertemanan padanya. Benar, ‘kan, Myungsoo sudah menduganya.

Konfirmasi. Atau Hapus Permintaan.

Namun jauh dari semua itu, ia menginginkan bagaimana kabar gadis itu sekarang. Ia mengklik namanya, tanpa memedulikan apakah ia harus mengkonfirmasi atau menghapus permintaan tersebut. Myungsoo mengklik pada foto profilnya.

Wajah Sooji tercetak pada selembar polaroid. Wajahnya begitu bersinar dari nuansa ruangan nan gelap di polaroid tersebut. Di sana, Sooji sedang memegang sebuah gelas berisi air   entah air minuman apa   dan tertawa dengan cantik. Anggun sekali.  Tawanya begitu lepas. Siapapun yang memfoto ini, pasti tak disadari oleh Sooji. Rambut panjang kecokelatannya menjuntai di atas kemeja hitam yang ia pakai. Dan tertera dengan spidol tulisan tangannya:

Finland, BSJ.

Tanpa disadari Myungsoo tersenyum melihat foto tersebut. Dan tanpa ia sadari pula, jantungnya berdebar berkali-kali lebih cepat. Rasa suntuknya langsung hilang, berganti dengan emosi menyenangkan yang menjalar ke seluruh organ tubuhnya. Bahkan setelah setahun lebih tak bertemu, Myungsoo masih tak bisa mengendalikan jantungnya itu.

Bukan berarti hatinya tak pernah melirik ke hati yang lain. Pernah, Myungsoo pernah jatuh cinta dan menjalin hubungan beberapa kali dengan gadis lain. Namun mereka semua selalu berpisah dengan alasan yang tak menyenangkan dan begitu kekanakan. Dan, setiap kali putus cinta, Sooji selalu ada di benaknya. Pada gadis itulah hati Myungsoo memang benar-benar berlabuh.

Myungsoo menilik kronologi Sooji dari atas sampai ke bawah. Mulai dari foto, minat, dan lainnya. Banyak sekali foto Sooji dengan temannya di sana. Tampaknya, kepribadian Sooji berubah drastis, dari yang tadinya anti sosial menjadi penuh kawan. Dan tiap ekspresi yang ditunjukkan Sooji di fotonya    baik kesal, sedih, marah, senyum, ceria, atau lainnya    tak pernah gagal membuat Myungsoo berdebar terus-terusan.

Ia sangat berbeda sekarang. Semakin bersinar, seperti bintang. Benar kata Chanyeol. Ia semakin cantik sekarang. Cantik luar, cantik pula di dalam.

Sooji yang begitu disegani. Berbeda ketika SMA, ia selalu dikuclikan. Gadis itu kalau dilihat dari profilnya, suka mengikuti kegiatan amal. Mendapat nilai terbaik di kelas kuliahnya. Paling menyenangkan. Penuh wawasan yang luas. Myungsoo tersentil dan merasa terharu, ia merasa begitu beruntung pernah mengaguminya. Sooji memang pribadi yang pantas untuk dikagumi.

Dan yang lebih penting, Myungsoo merasa beruntung pernah memiliki kedekatan sementara dengannya.

Dan, kenapa Sooji justru yang pertama mencarinya? Sudah pasti ia mengetikkan nama Kim Myungsoo di kotak pencarian sebelum mengirim permintaan pertemanan. Kenapa? Myungsoo tersenyum miring. Dia tak tahu.

Maka dengan hati berbunga, penuh berdebar, ia mengklik tombol ‘konfirmasi’. Selanjutnya, ia mengirim sesuatu di dinding kronologi profil gadis itu. Pesan pertamanya setelah hampir satu tahun lalu.

Satu tahun lalu, setelah tidur lelapnya pada hari penyelenggaraan orientasi. Myungsoo tahu Sooji mengirimkan beberapa balasan, namun ia tak ingin membukanya. Dengan sengit Myungsoo menghapus nomor gadis tersebut saking sedihnya, menghapus SMS-nya bahkan sebelum dibuka, dan kemudian agar gadis itu tak lagi mencarinya, ia mengganti nomornya. Juga membuang buku telepon yang ia curi dari teman gadis itu.

Namun kali ini, Myungsoo mengaku menyesal dan akan memperbaiki semua tindakan bodoh itu. Faktanya, hatinya tak bisa terlepas darinya. Maka, diketikannya pesan pertama pada Sooji. Dia harus melakukannya. Mau, atau tidak mau.

Hai, Soo. Ini aku, Myungsoo. Bagaimana kabarmu? Rindu sekali rasanya.

Hanya dengan pesan sederhana itu, rasa rindu Myungsoo seolah tuntas seketika.

Bagaimana perasaan Sooji di ujung sana?


30664e4a8168f99c7d06b4304a399794

author note.

kenapa tiba-tiba sudah ada sequelnya?

well, ada satu hal yang belum kuceritakan. Cerita ini diangkat dari kisah nyataku, begitupun di ff Tard yang sebelumnya. Jadi, gimana…ngenes banget ya kisah cinta gue?😀 sequelnya sudah ada, karena ada hal baru yang terjadi di kehidupanku yang bersangkutan dengan ff ini🙂 makanya kalau misalnya tiba-tiba ada sequel lagi beberapa tahun ke depan, yah, karena ada hal baru yang terjadi. bakal langsung dijadiin cerita kok, HA HA.

Muuph jadi curhat. Kritik dan saran kalian kutunggu dengan tangan terbuka.🙂

 

41 responses to “[Vignette] Photos

  1. Hahaha jd myung ceritanya sakit hati sm suzy… Ahh sumpah myung tu sikapnya ngegemesin….penasaran gmn blsan pesan suzy ke myung… Secara udah 1 tahun berlalu… Keren deh sequelnya…

  2. waahh dari kisahnyata toh…. buakalan puanjang banget nggak ya ff seriesnya nih….
    gemes gimana gitu bacanyaa

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s