[The London’s Journal] Sprain Spirit

THE LONDON’S JOURNAL
sprain-sp

miss A Bae Suzy of , Alex-Oxlaide Chamberlain, Arsene Wenger, and some Arsenal’s players. | Alternate-Universe, Fluff, Life, slight!Sport | General | Ficlet

In football, there is no giving up. Even for their physiotherapist.

Happy Reading!

Pemuda Inggris itu berteriak kesakitan sembari memegang pergelangan kakinya.

Arsene melihat tidak suka dan langsung memberingkus pandang ke arah gerombolan manusia berseragam training biru donker yang tergopoh-gopoh menghampiri salah satu anak didik remajanya, Alex. Kerutan di atas wajah rentanya mungkin bertambah. Apalagi ketika mendapati kode x dari seorang fisioterapis team-nya di pinggir lapangan hijau.

Sementara itu, di pinggir lapangan, Pemuda Chamberlain itu merintih kesakitan ketika merasakan sensasi dingin dari magic spray yang membahana di atas pergelangan kaki sampai ke tumitnya. Salah seorang fisioterapis tim London Merah itu pun segera membantu Alex berdiri. Setelah menganalisa, dia pun menyimpulkan bahwa Alex mengalami ankle sprain akibat tackle dari salah satu defender Aston Villa yang mendapatkan ganjaran kartu kuning oleh wasit. Ankle sprain atau bahasa medisnya adalah kondisi ligamen penghubung antar tulang yang mengalami peregangan. Sederhananya, keselo.

Kid, sepertinya kau harus absen beberapa minggu dulu.”

“Lagi? Ah, menyedihkan!”

Alex masih mampu berjalan meski tertatih, dibantu oleh masseur pria yang usianya seperti ayahnya di rumah. Sementara itu, sang fisioterapis pun berjalan di samping Alex sambil menenteng beberapa perkakas medis.

“Well, sepertinya, aku harus mengatur kembali jadwal pemulihanmu, Lex.”

“Tentu saja, dan jangan masukan bayam ke dalam program-mu. Aku tidak suka, Suzy.”

Suzy – sang fisioterapis, tersenyum timpang.

Keadaan di Emirates Stadium sontak riuh. Tepukan apresiasi ditujukan oleh para penggemar kepada Alex Oxlade-Chamberlain yang mesti meninggalkan lapangan, tiga puluh menit lebih cepat dari waktu normal. Tampang pemuda Britania itu yang sebelumnya masam kini lebih baik ketika mendapati dukungan dari para penggemar yang men-chant namanya berulang kali. Wanita yang bertugas sebagai fisioterapis di sebelahnya pun mau tak mau tersenyum karena tingkah labil remaja tanggung bernomor punggung 16 itu.

Setenteng perabotan medis berisi perban elastis, magic spray, dan sekantung es batu disampirkan lebih erat oleh Suzy di atas bahunya yang sempit. Beberapa joke pun sempat terlontar dari mulutnya untuk menghibur Alex yang tampak murung.

Ya, bagaimana, tidak murung? Menjelang libur liga, dirinya malah berkutat pada cedera. Ya, meskipun cederanya tidak terlalu parah, tetap saja judulnya cedera. Padahal, baru empat bulan dia kembali merumput bersama tim setelah pulih dari Hamstring yang memakunya selama kurang lebih enam pekan. Walaupun cedera ankle yang dideritanya masih cukup ringan, tetap saja tidak ada untungnya. Sekali lagi, cedera adalah momok yang menakutkan tidak hanya bagi para pemain sepak bola tetapi juga semua atlet.

Bahu pemuda berkulit cokelat itu pun dihadiahi tepukan semangat dari Arsene yang dilewatinya. Segera, dirinya, Alex dan sang masseur serta satu dokter utama pun menghilang di balik lorong menuju ruang ganti pemain.

Usai London Derby melawan Aston Villa kali ini, Suzy harus segera menyelesaikan list program pemulihan Alex dari cedera. Usaha untuk recovery pun wajib dilakukan semaksimal mungkin, mengingat tingkat pemulihan Alex yang cenderung rendah dibandingkan para pemain lain.

Semangat yang membara dari para pemain di tengah lapangan dan para penggemar yang fasih men-chant untuk mendukung Mertesacker dkk. sontak tertular pada hati gadis Asia itu. Tentu saja, sebagai seorang fisioterapis, kebugaran pemain adalah prioritasnya. Dan sekarang adalah waktunya beraksi. Menunjukkan bagaimana keterampilan yang selama ini dibanggakan oleh Suzy dalam mengatasi problema cedera yang menyerang pemain.

In football, there is no giving up. Even for their physiotherapist.      

Cercah senyum di atas bibir tipis itu menguar. Sontak membuat Alex menggeleng ngeri, melihat Suzy yang senyam-senyum sendiri.[]


a/n:

saya bukan penggemar arsenal padahal…sebenarnya saya ini los blaugrana gak nanya juga, dan my favourite jugador there is the one and only Gerard pique yang syudah menjadi hot papa tapi gantengs-nya poll, hih gak nanya jugaaa -_- hoho

ide buat nulis mengenai fisioterapis dalam dunia sepak bola ini udah lama nguprek di otak saya dan sempet bercita-cita untuk menjadi fisioterapis sampai mau ambil jurusan itu tapi langsung pupus harapan karena mentok di biaya cuma baru tersalurkan sekarang aja.haha…..

ok, saya ga akan maksa teman-teman untuk ninggalin komen di setiap tulisan🙂 just feel free to do anything of appreciating people’s creature in your own way🙂

orang bijak mengatakan, Jika kau ingin dihargai maka hargailah dulu orang lain. jika kau tidak bisa menghargai orang lain, bagaimana bisa kau menghargai dirimu sendiri? ~tsaaaaah~kebanyakan nonton Ini Talkshow ini, nih.haha, lols😀

oke deh sekian. Wassalam. Wkwkwk😀

13 responses to “[The London’s Journal] Sprain Spirit

  1. Aigoo q gak begitu ngerti sama cerita.a
    apa ini gara” q bukan pencinta bola maka.a jadi gak ngerti?
    Atau justru karena otakku yg sedikit lelet .huft entahlah
    next ffnya ditunggu author Fighting

    • hehe, maaf ya, Elistya, kalau ceritanya ini membingungkan. inti dari cerita ini itu tentang semangat yang ada pada suzy sebagai seorang fisioterapis, begitu… maaf ya, saya kurang cakap dalam menyampaikan pesan dalam cerita🙂
      anyway, terima kasih sudah baca🙂

  2. Ff nya keren kok, sumpah! tapi aku tadi ngarepin ada sesi romantisnya^^ kekeke~ lupakan.
    Ditunggu karya yang lain kak🙂

    • haha, maafkan saya yang kurang romantis(?) ngga deng, emang sengaja, saya ga nyisipin romance-scene dalam ff ini🙂 tapi terima kasih sudah baca😉

  3. gilssss, ngebanyangin suzy jadi fisioterapis itu ketcehhhh sekaleee, mana wajah angel gitu pas nyembuhin cedera pasti langsung sembuh sebelum si suzy kerja nyembuhinnn hohoho sayang ini yang ditangani masih anak bawang
    hahahaha
    Oh iyaa itu yg lo jadiin ava wp kok ketceh banget sih #sorryrandom na huhuhu

    • hahah, pasti lah dia ketce abis, dan! bayangin nih, dia bawa2 temros dibahunya sambil meriksain para pemain yang cedera di lapangin, terus rambutnya dikuncir kuda gitu dan dia pake baju training gitu,ah! keren pisan!!!! plus, ditambah angelic-face itu, welehhh!!
      thanks for reading, ardanikoe and hiyaaah, for the ketjeh ava mari kita berikan applause kepada GRAZIA magz dan Mbak Suzy yang cantiknya ga nyantai itu, hehe😀
      *itsokayforrandom,toh kita ini randomizer fella(?)haha*
      anyway, thanks for mampir dan😉

  4. Bukan penggemar arsenal jd ga tau itu mukanya alex kayak gimana..abisnya cman ngefans sama om messi doang..hihi.wow kalau physiothrapisnya secantik suzy sih mana ada pemain bola yg nolak coba..bisa2 pda pura2 cidera buat liat muka kecehnya..hihi..

    • haha, alex itu mukanya kaya siapa ya, ah susah juga deskripsiinnya😀 hehe
      hahaha, lol bener banget itu😀
      eniwei, thanks udah baca, ya kak🙂

  5. Pingback: [The London’s Journal] The Lone Physiotherapist | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  6. Omo, jujur kacang ijo aku ga tau sma skali sma crtanya authornim.. Karena sya bukan peinta bola, mkanya ga mudeng.. Mianhaeyo..

    • pertama, saya mohon, panggil aja saya xian atau kalau kamu lebih muda daripada saya, cukup tambahin kak aja🙂
      dan maaf kalau kamu ga mudeng sama ceritanya, ini salah saya karena gabisa bercerita dengan baik🙂 maaf ya kalau kamu ga ngerti.
      sebenernya,cerita ini bukan cuma tentang bola. dan kalau ditanya mengenai garis besar dari cerita ini, sebenarnya ini cuma semangat membara yang ada pada diri suzy, kok. ga tentang bola😉 tapi gapapa kalau emg kamu ga mudeng. bukan salah kamu juga, kok🙂
      tp terimakasih sudah sempetin mampir dan berkomentar😉

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s