[ Twoshoot 1/2 ] STALKER

Stalker2a

Author | Babyrosse | Tittle | Stalker

Cast | Bae Soo Ji | Oh Sehun

Support cast | Lee Sunny | Kim Minseok | Byun Baekhyun

Genre | Romance | Drama

Rated | Teens | Length | Twoshoot

Disclaimer

Story belong to babyrosse©

Keep Calm

And love your self~

.

.

.

.

.

Stalker : Who you ?

.

.

.

.

.

“ Sreet…srett… “

“ Tolong jangan bergerak… “

“ Ukkh~ “

“ Aku tidak bergerak samasekali !  “

Sunny mendelik dari balik kanvasnya, “ Ini tidak akan selesai jika kau bergerak terus… “

Suzy menyerah, dia bangkit dari bangku kecil di depan Sunny.

“ Sudahlah.. aku mau lihat hasilnya. “ dia berjalan mendekati Sunny yang masih menggoreskan pensilnya di kanvas. “ Waaah… apa aku memang secantik ini ? “

“ Tentu saja ! Ini karna aku memang berbakat ! “ sahut Sunny.

“ Aiisshh… “ dengus Suzy, kini dia menengadahkan tangannya kearah Sunny.

“ ? ? ? “

“ Kau akan memakai sketsa wajahku dalam perlombaan kan ? “

“ Eh ? Lalu ? “

“ Aku perlu bayaran, kau pikir tubuhku tidak kaku duduk seharian seperti itu. “ ujar Suzy mengerling ke tempat dimana tadi dia duduk selama hampir tiga jam hanya agar Sunny bisa melukis wajahnya.

“ Yaakk ?! Kau bilang kau melakukannya dengan sukarela. “ protes Sunny.

Suzy tertawa kecil, “ Aku hanya bercanda ! “ Suzy menyambar ranselnya bersiap pergi. “ Tapi kau punya hutang padaku oeh ? “

Suzy baru saja akan mengatakan selamat tinggal saat seseorang masuk ke ruang club Seni.

“ Oh ? Sehun sunbae ! “ seru Sunny saat orang itu masuk.

“ Bagaimana dengan lukisanmu ? Seharusnya kemarin sudah selesai bukan ? “ tanyanya samasekali tak membalas sapaan Sunny.

Nee… aku baru saja menyelesaikannya, aku memakai Suzy sebagai model ─ sangat cocok bukan ? “ sahut Sunny riang mengerling kearah Suzy.

Sehun beralih memandang Suzy. Suzy tak pernah melihat Sehun sebelumnya dan begitupun dengan Sehun.

Suzy mengerutkan keningnya karna Sehun kini menatapnya seolah menilai.

“ Kau lihat apa ? “ tanya Suzy tak ramah. Sunny berulang kali mengibas-ngibaskan tangannya dibalik punggung Sehun tapi Suzy mengabaikannya.

“ Aku akan menunnggu hasil akhirnya besok. “ kata Sehun pada Sunny mengacuhkan tatapan bertanya Suzy padanya.

“ Apa-apaan dia itu ? “ kata Suzy tak percaya setelah Sehun pergi dari ruang club. Bagaimana mungkin ada orang yang sangat menyebalkan seperti itu, menatap orang begitu lama tapi kemudian pergi tanpa berkata apa-apa. Pikir Suzy kesal.

“ Ssshh… dia ketua club, kau harusnya bersikap sopan sedikit. Dia yang akan menilai lukisan layak atau tidak dalam perlombaan nanti. “ ujar Sunny.

“ Sial sekali kau punya Ketua tidak sopan seperti itu. “ dengus Suzy.

“ Jangan dipikirkan, Ketua tidak pandai bicara padahal sebenarnya dia ingin bilang kalau wajahmu sangat cocok untuk dilukis. “

“ Haahh… terserah deh. Aku akan pulang ke rumah ─ kau masih ingin diam di Sekolah ? “ tanya Suzy.

Sunny mengangguk, “ Minseok masih ada kegiatan club, terimakasih yaa ! Kau sangat membantu ! “ teriak Sunny saat Suzy pergi.

Suzy melangkahkan kakinya keluar gerbang Sekolah, padahal sebenarnya dia masih ada latihan Taekwondo. Hanya duduk untuk dilukis saja sudah membuatnya sangat lelah.

.

.

.

.

.

.

“ Aku pulang ! “ seru Suzy sesampainya di rumah.

“ Lho ? Tumben kau pulang cepat ? “ tanya Ibunya heran.

“ Oeh… “ respon Suzy, berjalan menuju dapur dan membuka lemari es untuk mengambil air. “ Sepertinya rumah sebelah sudah ada yang menempati ya ? “ tanyanya.

“ Benar, tadi pagi ada keluarga baru yang datang untuk pindah kesana ─ lihat ! Mereka memberikan kita banyak kue. “ Ibunya menunjuk keranjang kue dimeja makan.

Suzy menyibakkan sedikit tirai di jendela dapur yang berhubungan langsung denga halaman rumah tetangganya. “ Haah… padahal aku lebih suka jika rumah itu kosong… “ desah Suzy, dia jadi tidak punya bahan cerita lagi untuk keponakannya yang penakut itu.

“ Aiishh… berhentilah bercerita pada Baekhyun bahwa rumah disebelah itu berhantu ! “ tegur Ibunya.

Suzy hanya nyengir, “ Itu memang benar… aku pernah melihatnya. “ ujar Suzy dramatis.

“ Yaakk ?! Sebaiknya kau cepat mandi sana ! “ suruh Ibunya.

Noona… kau bilang rumah itu berhantu tapi kenapa ada yang tinggal disana ? “

“ Tidak ada yang tinggal disana kecuali hantu. “ sahut Suzy menanggapi pertanyaan keponakannya dengan malas, tak mengalihkan pandangannya dari televisi.

“ Tapi tadi aku melihat ada wanita cantik yang keluar dari sana ! “ ujar Baekhyun kini berdiri di depan televisi menutupi penglihatan Suzy.

“ Nah… itulah hantunya. “ kata Suzy mendorong tubuh mungil Baekhyun dengan kakinya agar menjauh dari televisi.

“ Tapi… “

“ Sudah… pergi sana, aku sedang sibuk tahu ! “

Baekhyun mencibir dan mulai mengeluarkan peralatan menggambarnya dari dalam ransel dan mulai menggambar di bawah sofa beralaskan karpet tebal. Baekhyun adalah keponakan Suzy yang baru duduk di bangku kelas 2 SD. Setiap hari sabtu dia akan berkunjung ke rumah Suzy untuk menginap.

Noona… bagaimana caranya menggambar seekor bebek ? “ setelah ketenangan yang menyenangkan, Baekhyun kembali menganggu Suzy. “ Aku ingin menggambar peternakan tapi aku tidak tahu cara menggambar beberk. “ ujarnya polos.

“ Kalau begitu gambar yang lain saja. “ suruh Suzy.

“ Baiklah… aku akan menggambar rumah. “ katanya riang tapi gerakan tangannya kemudian terhenti, “ Tapi kata Ayah hanya seorang arsitek yang menggambar rumah… “

“ Haaah… ya ampun kau pintar sekali mengajari anakmu… “ desah Suzy merutuki Kakaknya, Donghae.

“ Tolong ajari aku membuat bebek… “ Baekhyun mulai merengek lagi.

“ Aku tak bisa menggambar. “

“ Tapi gambar di kamarmu sangat bagus ! “

Suzy bangkit dari sandarannya pada sofa, tampak terkejut.

“ Siapa yang mengijinkamu masuk ke kamarku ?! “

Baekhyun mengkeret mendapat bentakan dari Suzy, “ A-aku hanya kesana meminjam penggaris… “

“ Aiisshh… “ Suzy tak sanggup marah lagi pada keponakannya ini, Baekhyun bisa menangis tanpa henti jika dia melanjutkannya.

Baekhyun menatap Suzy dengan tapapan aegyonya, “ Bagaimana dengan bebeknya ? “

Ingin sekali Suzy untuk bisa memukul kepala sok polos Baekhyun dengan remote televisi tapi diurungkannya, dia hanya melempar i-pad miliknya kearah Baekhyun yangu untungnya ditangkap Baekhyun dengan gesit.

“ Kau cari saja di internet, jangan menggangguku lagi. “ sungut Suzy.

Baekhyun merenggut, dan Suzy bisa mendengar bahwa dia menggerutu dan berguman tentang ‘ bodoh ‘ dan ‘ kasar ‘ .

“ Ckk… pasti didikan Donghae. “ pikir Suzy.

.

.

.

.

.

.

Suzy membalik lembar demi lembar buku sketsa yang sudah dipenuhi oleh banyak gambar. Gambar yang asing bagi Suzy, seperti taman belakang Sekolah, perpustakaan, pertandingan basket, dan masih banyak lagi yang semuanya berpusat pada kegiatan Sekolah.

Tentu saja bukan Suzy yang menggambarnya, dia hanya ahli dalam memukul, memiting dan menghajar bukan menggambar. Suzy menemukan buku sketsa ini di bangku taman setelah selesai latihan taekwondo beberapa minggu yang lalu.

Awalnya Suzy mengira bahwa ini pasti milik Sunny karna anak itu biasanya suka meninggalkan barangnya disembarang tempat, tapi setelah melihat isinya Suzy tak berpikir begitu setahunya Sunny lebih suka menggambar bunga dan pemandangan bukan kegiatan seperti ini. Niatnya untuk mengembalikanpun dia urungkan begitu melihat sketsa pada lembaran terakhir. Gambar hall olahraga Sekolah pada saat pertandingan taekwondo, yang menjadi objeknya adalah Suzy yang tengah menghindari owari  lawannya. Entah kenapa Suzy menyukai gambar ini dia terlihat sangat menajubkan, gambar itu bahkan sangat detail.

Sampai sekarang Suzy hanya menyimpan buku itu tanpa tahu siapa pemiliknya atau siapa yang membuatnya.

Buku inilah yang pasti dilihat Baekhyun tanpa sengaja, Suzy mendesah memandang kearah ranjangnya dimana Baekhyun sudah tertidur bergelung dengan boneka anjing besar.

“ Trek ! “

“ ?! “

Suzy baru menyadari bahwa kini kamar yang tepat berada di seberang kamarnya sudah berpenghuni terlihat dari lampunya yang menyala.

“ Ukkhh … ?! “ Suzy cepat-cepat berlari untuk menutup tirai balkon kamarnya begitu melihat bayangan seseorang tengah melepas pakaiannya disana.

“ D-daebakk… “ desah Suzy, Suzy pasti tidak akan sepanik itu jika itu bukanlah seorang namja. “ … Apa itu tadi seorang namja ? “

Aahh… rasanya sulit sekali membayangkan kamar di seberangnya itu adalah kamar seorang namja, Suzy terbiasa membiarkan tirai balkonnya terbuka meskipun itu saat dia mengganti pakaian.

Terdorong rasa penasaran, Suzy membuka tirainya sedikit.

Demi tuhan… dia terlonjak dari tempatnya berdiri. Namja itu kini berdiri di depan balkon kamarnya sendiri, memandang ke sekelilingnya sambil membawa mug di tangannya.

“ Kau ?! “

Suzy tanpa sadar membuka tirai balkonnya dan menunjuk namja itu.

Sehun menoleh kaget kearah Suzy yang menunjukknya dengan wajah tak ramah. Sehun merasa pernah melihat gadis yang menunjuknya itu tapi dia tak ingat, mungkin salah satu murid di Sekolahnya.

“ K-kau ?! Ketua club seni itu bukan ?! “

Sehun tak menyahut melainkan hanya mengedikkan kepalanya, sepertinya dia masih schock karna Suzy tiba-tiba saja muncul dari kamar seberang.

“ Ohh ya tuhaan… apakah kau tinggal disana ?! “ tanya Suzy tak percaya.

Suzy tak bisa menyebut ini suatu keberuntungan atau kebetulan tapi yang pasti dia tidak menyukai fakta bahwa kini dia bertetangga dengan orang yang mengacuhkannya setelah menatapnya begitu lama.

“ Yaakk… ?! Yaakk ?! Kau mau kemana he ?! “ teriak Suzy ketika Sehun berjalan masuk kembali ke kamarnya mengeleng-gelengkan kepala, mengira kalau Suzy adalah psikopat.

“ Yaakk ?! Kau belum menjawab pertanyaanku ! “

Tapi Sehun sudah menutup tirai balkonnya, Suzy masih tak berhenti untuk mengumpat. Sepertinya teriakan Suzy tadi sudah membuat Baekhyun terbangun.

Noona … kau sedang apa ? Kau tidak tahu aku sedang tidur ? “ Baekhyun mengucek-ngucek matanya.

Sial, gaya bicara Baekhyun benar-benar mirip dengan Ayahnya. Rutuk Suzy.

“ Kau juga berisik ! Besok libur kau tahu ? Tidur saja sepuasmu ! “

Baekhyun langsung kembali meringkuk, dia tahu mood Bibinya sedang tidak bagus.

.

.

.

.

.

“ Oh Sehun ? Jadi namanya Oh Sehun ? “ ulang Suzy.

“ Benar, dia sekelas dengan Suho sunbae kau tidak tahu ? “

“ Ckk… aku tidak punya urusan dengan sepupuku itu. “ kata Suzy memindahkan gagang telpon ke telinga kirinya.

“ Yaakk… ? Jadi kau menelponku hanya untuk bertanya tentang hal itu ? “

“ Aku agak penasaran dengannya… “ aku Suzy jujur.

“ Sehun sunbae  memang tidak terlalu menonjol siih… padahal dia sangat jenius. Oii…oii… kau tidak sedang jatuh cinta padanya kan ? “

“ Jangan bicara sembarangan. “ sahut Suzy.

Terdengar kekehan Sunny dari seberang.

“ Sudah yaa… aku sedang sibuk menyelesaikan lukisanku ─ byee… “ dan Sunny sudah menutup telponnya sebelum Suzy sempat bertanya lebih jauh.

Noona… “ panggil Baekhyun menarik-narik ujung baju Suzy.

“ Apa ? “ tanya Suzy meletakkan gagang telpon pada tempatnya.

“ Aku lapar… “

Suzy melirik jam di dinding, ini baru pukul 10 pagi. Baekhyun sudah sarapan tadi dan sekarang dia ingin makan lagi ?

“ Minta sama Nenek sana. “ suruh Suzy.

“ Nenek sedang pergi keluar. “

Suzy lupa Ibunya saat ini sedang pergi keluar dan hanya meninggalkan makanan beku di kulkas. Suzy memasang senyum termanisnya untuk Baekhyun.

“ Naah… kau sudah besar kan ? Kau pasti sudah bisa menggunakan microwave hmm… ? “ kata Suzy dengan nada manis yang dibuat-buat, dia masih banyak urusan yang lebih penting daripada harus mengurus Baekhyun.

“ Boleh aku memakai kompor ? “ Baekhyun tampak antusias.

“ Tidak ! Tidak boleh… kau belum cukup umur menghidupkan kompor. “ sahut Suzy cepat.

Baekhyun langsung berlari menuju dapur  penuh semangat. Sementara Suzy, mengambil notes dan ballpoint lalu mulai membuat coretan tak jelas.

Oh Sehun

Ketua club Seni

Kelas 3-1

Hanya itu yang dapat Suzy tulis dalam notesnya karna hanya itu yang dia tahu mengenai namja  bernama Oh Sehun itu.

Tunggu bukankah Suho sepupunya sekelas dengan Sehun ?

Tapi Suzy kemudian menggeleng dengan cepat, Suho pasti akan curiga kalau dia tiba-tiba bertanya tentang Oh Sehun padanya. Suzy berguling-guling diatas sofa tak karuan.

Noona boleh aku makan kue di meja ? “ teriak Baekhyun dari dapur.

“ Oeh… kau habiskan saja. “ balas Suzy, kali ini dia mengandalkan i-pad ditangannya. Membuka laman web Sekolah, mengecek tiap group di social media Sekolah berharap menemukan info seorang Oh Sehun.

Tapi yang dia temukan hanyalah data umum siswa di web Sekolah.

“ Apa dia lahir di jaman batu ? “ rutuk Suzy tak menemukan akun social media manapun milik Sehun.

Noona… kau mau ? “ tawar Baekhyun membawa piring berisi pizza hangat ditambah dengan salad ke ruang keluarga.

“ Ehk… ? “

Suzy sampai lupa dengan Baekhyun yang berkutat di dapur, salad ? darimana Baekhyun mendapatkannya.

“ Aku membuatnya karna dikulkas banyak ada sayuran. “ sahut Baekhyun seolah menjawab pertanyaan Suzy. Suzy segera melesat ke dapur, berpikir bahwa dapur kini pasti berantakan. Namun kenyataannya tidak, semuanya masih rapi.

“ …… “ Suzy memandang Baekhyun takjub, mungkin Baekhyun menuruni kepintaran Ibunya – Jessica.

Noona… siapa Oh Sehun ini ? “ tanya Baekhyun membaca apa yang tertulis di note Suzy.

Ahh… mungkin Baekhyun memang anak yang pintar tapi menyebakan, desah Suzy.

“ Kembalikan padaku ! “ Suzy merebut kembali notesnya, “ Ini adalah rahasia tahu ! “

“ Apa dia adalah hyung yang ada disebelah ? “

Hyung … ? “

“ Benar… kemarin aku bermain bola dengannya, namanya Sehun hyung ─ aku sudah bilang kan rumah itu tidak berhantu ! “

Tiba-tiba saja sebuah ide melintas di pikiran Suzy, dia menjetikkan jarinya dan mencodongkan tubuhnya.

“ Baekhyun-ah… kau suka bermain detectiv kan ? “

“ Aku suka ! Aku suka ! Aku mau jadi Sherlock Holmes ! “ seru Baekhyun semangat.

“ Baiklah… baiklah… terserahmu ─ Nah… untuk tugas pertamamu aku ingin agar kau… “

“ Tunggu dulu ! Holmes adalah detectiv independent, dia tidak menerima tugas dari siapapun. Dialah yang mencari kasusnya sendiri. “ potong Baekhyun.

“ Ckk dasar anak sok pintar. “ gumam Suzy dalam hati, “ Ngg… baiklah, kalau begitu aku adalah clientmu bagaimana ? “

“ Baiklah, itu boleh juga… “ kata Baekhyun penuh gaya.

“ Kalau begitu aku ingin agar kau menyelidiki tetangga sebelah. “

“ Eh ? Ada apa dengan mereka ? “

“ Bukan… kau hanya perlu menyelidiki tentang orang bernama Oh Sehun ini. “

“ Ada apa dengan Sehun hyung ? “

Suzy memutar bola matanya malas, anak ini terlalu banyak bertanya.

“ Ngg… karna dia adalah yang menjadi penjahatnya !  “

Baekhyun tampak berpikir sebentar, “ Tapi orang sebaik Sehun hyung tidak pantas menjadi penjahat… “

“ Heeii… dia samasekali tidak baik kau tahu ? “

“ Dia baik kok… dia mau bermain bersamaku kemarin. “

“ Oke baiklah… baiklah… intinya kau harus mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentangnya ! Kebiasannya, sifatnya, hal kesukaannya, hal yang tidak disukainya dan ─ ngg… apa itu terlalu banyak ? “ tanya Suzy karna Baekhyun hanya menatapnya.

“  Itu jadi terdengar seperti stalker… “  kata Baekhyun lamat-lamat.

S-stalker ? Darimana kau tahu istilah seperti itu bocah ? “

“ Karna kakak kelas ku Taeyoon pernah mengatakan itu kepadaku… padahal aku kan hanya menemaninya sepanjang hari. “ kata Baekhyun yang lebih terdengar seperti keluhan.

“ Kau mengikutinya dan itu memang stalker ! “ kata Suzy dengan jitakan di kepala Baekhyun.

“ Aww ─ jadi Noona menyuruhku untuk menjadi stalker ? “ tanya Baekhyun dengan wajah polos.

“ B-bukan seperti itu maksudku ! “

.

.

.

.

.

“ Ahahaha ! Lempar padaku hyung ! “

“ Kau pintar ! Ayo pukul lagi ! “

“ Awaas… ini akan menjadi homerun ! “

Suzy mengawasi dari jendela loteng rumahya yang berhadapan dengan halaman belakang, dimana Baekhyun tengah bermain baseball bersama Sehun.

Rasanya Sehun kemarin samasekali tidak tersenyum padanya, tapi kali ini Suzy bisa melihatnya tertawa bersama Baekhyun.

“ Cckk… harusnya dengan badan seperti itu dia bisa terpilih jadi team basket. “ gumam Suzy memutar-mutar lensa teropongnya agar terfokus pada objek. “ Bukannya menjadi seniman aneh … “

Suzy sudah merencanakan agar Baekhyun bermain dengan Sehun, kemudian setelah itu dia bisa muncul berpura-pura membawa minuman untuk Baekhyun kemudian dia bisa mendekati Sehun dengan mudah.

“ Eh tunggu dulu ! “ Suzy tersentak melepas teropongnya, “ K-kenapa aku jadi ingin mendekatinya ? Aku kan hanya penasaran saja… “

Terlihat Baekhyun berlari menghindar dari lemparan bola Sehun, mereka sepertinya sangat menikmati permainannya.

Suzy segera turun ke dapur mengambil botol minuman dari kulkas dan pergi ke halaman belakang, sesuai dengan rencananya.

Melihat Suzy datang, Baekhyun meletakkan tongkat basseballnya dan berlari menghampiri Suzy.

“ Noona… ! ! “

“ Oh… kau pasti lelah hmm… ? “ kata Suzy penuh senyum menyodorkan minuman kearah Baekhyun. Suzy mengalihkan pandangannya kearah Sehun dan tersenyum.

“ Maaf… kalau Baekhyun merepotkanmu. “ kata Suzy membungkuk pelan.

“ Tidak masalah. “ balas Sehun datar.

“ Ngg… soal kemarin juga, aku tidak bermaksud untuk berteriak kepadamu semalam aku benar-benar minta maaf… “ ucap Suzy lagi.

“ Tidak masalah. “

Suzy tak percaya Sehun masih saja bersikap dingin kepadanya padahal dia sudah bersikap manis.

“ K-kita belum berkenalan secara resmi bukan ? Pertemuan kita di club kemarin ─ apa kau ingat ? Aku Bae Soo Ji yuniormu… “

“ Oh Sehun… “ Sehun menyebutkan namannya, melepas sarung tangan basseballnya anehnya dia tersenyum kecil, “ Bagaimana dengan permainan detectiv kalian ? “ tanyanya.

“ Eh… ?! “

“ Aku yang jadi penjahatnya bukan ? “

“  Ehh… ? “ Suzy mendelik gusar kearah Baekhyun yang menatapnya balik dengan tatapan polos. Sial sepertinya Baekhyun mengatakan semuanya pada Sehun, rutuk Suzy dalam hati.

“ Ehehe… “ Suzy mengelus-ngelus tengkuknya merasa sangat malu, jika ada lubang pasti dia sudah masuk kesana dan mengubur dirinya saat itu juga.

Sehun tersenyum, yaa benar ! Suzy melihatnya tersenyum geli.

“ Kau tidak keberatan aku mengajari Baekhyun membuat bebek ? “ tanya Sehun.

“ Sehun hyung sangat pandai menggambar, dia bisa membuat bebek yang cantik. “ sahut Baekhyun menimpali.

“ Ohh… t-tentu saja, aku tidak keberatan… nggg sudah waktunya Baekhyun untuk mandi dan minum obatnya. “ kata Suzy masih diliputi perasaan malu, “ K-kalau begitu sampai nanti. “

“ Byee… hyung ! Nanti aku akan main ke rumahmu ! “ seru Baekhyun sebelum dia diseret jauh oleh Suzy.

Jika saja Baekhyun bukan keponakannya pasti sudah lama Suzy mengulitinya hidup-hidup. Tapi setidaknya dia harus berterimakasih karna berkat Baekhyun rencananya sedikit tidaknya sudah berhasil.Terserah Baekhyun mengatakan dia seorang stalker atau apa tapi yang penting rasa penasarannya bisa terbayarkan.

.

.

.

.

.

To be continued ~

.

.

.

.

.

“ Mari berdoa sejenak untuk The missing child Angeline  “

27 responses to “[ Twoshoot 1/2 ] STALKER

  1. kirain aq sehun loh yg jd stalker’a.. trnyata suzy eonni mana pke nyuruh baekhyun lg

  2. euuyyyyy sweeet bgt ceritanya,karakter suzy,sehun dan baek jg mnrik. yg bkin aku ktwa itu pas suzy pngen mnguliti baek hdup2,ngakak hbs! good thor.

  3. Hihihihihi lucu… baek baekk… namanya juga anak2 ya ga bisa simpan rahasia…
    Pertamanya kupikir Sehun yg jd stalker ternyata kebalikannya

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s