[Ficlet] Timeless

24.-Timeless

Miss Of Beat R

with

Bae Suzy and Kris and other cast

Ficlet | Romance | Angst | Sci-fi | PG

inspired by

VIXX – ERROR

“Your memory will be my last.”

Kiev, Ukraina

Wilayah perbatasan dengan negara Rusia

Kris, am i ever meant to you more than as your experiment?”

Suara yang sangat Kris kenal merupakan  suara yang ia dengar terakhir sebelum akhirnya otaknya mengatur membuka kedua matanya. Masih dalam keadaan terbaring, kedua irisnya menatap langit-langit ruangan yang ia tempati saat ini.

“Kau sudah sadar, Prof. Duizhang?”

Kris mendengar suara bariton itu menyapanya dan saat saat ia melirik ke arah pintu, dilihat sesosok laki-laki dengan setelan jas lab putih. Kris kenal dengan laki-laki itu. Dia adalah rekan kerja Kris asal Korea selatan bernama Junmyeon.

Melihat Kris yang tidak menunjukkan reaksi apapun, Junmyeon akhirnya memeriksa keadaan temannya itu.

Dengan beberapa step yang biasa Junmyeon kerjakan seperti memeriksa denyut nadi, atau mengecek tekanan darah, maka dapat disimpulkan bahwa Kris masih dalam keadaan shock ringan saat ini.

“Dimana Suzy?”

Itulah hal yang pertama kali Kris lontarkan setelah beberapa menit dirinya tak bersuara. Ia tak akan bertanya hal bodoh seperti ‘dimana dia sekarang’ atau ‘bagaimana dirinya bisa disini’ karena Kris mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi  untuk mengetahui bahwa saat ini ia berada di salah satu ruang laboraturium markas dan daya ingatnya tergolong kuat untuk mengingat ada suatu kejadian sebelum kesadarannya menghilang.

Yang ditanyapun—Junmyeon—tak langsung menjawabnya. Ia mempunyai perhitungan bahwa tidak bijak mengatakan situasi yang cukup rumit kepada pasien yang baru saja siuman.

“Kutanya sekali lagi, dimana Suzy sekarang?” Kini Kris bertanya seraya memaksakan dirinya untuk bangkit ranjang dan mencoba melepas beberapa selang infus sehingga membuat darah keluar dari permukaan kulitnya yang sudah sepucat kulit Edward Cullen.

“Profesor, kau tidak boleh memaksakan dirimu. Kau baru saja sadar.” sahut Junmyeon sambil menahan tubuh Kris yang agaknya lebih besar darinya.

“Kalau begitu katakan padaku, dimana Suzy?” kini suara Kris menggelegar seisi ruangan.

“Suzy dibawa oleh aliansi Rusia. Mereka akan membawa Suzy ke laboraturium Moscow malam ini.” jelas Junmyeon.

Kris akhirnya tergulai lemah. Ia gagal. Ia gagal untuk menjaga Suzy dari orang-orang yang akan memanfaatkan dirinya. Padahal bukan itu tujuan Kris menciptakan Suzy.

“Jam berapa sekarang?” Kris bertanya kembali. Ia yakin otaknya yang cerdas pasti berguna untuk keadaan mendesak seperti ini.

“Jam 5 sore. Kita masih punya waktu sekitar 2 jam untuk menghentikan mereka menuju Moscow.” Akhirnya Junmyeon menyerah. Ia tidak tega membiarkan Kris terpuruk dalam penyesalannya. “Let’s go.”

Kris dan Junmyeon kini berlari mengejar waktu yang mereka miliki sebelum aliansi dari Rusia berhasil meninggalkan Ukraina  dan berhasil atas apa yang akan mereka rencanakan.

—oOo—

3 bulan yang lalu

“Prof. Duizhang? Jadi itu adalah nama anda tuan?”  tanya seonggok mesin yang dibuat sedemikian rupa menjadi sesosok gadis berusia 20-an.

Kris membuka lensa kacamatanya. “Untukmu, kau dapat memanggilku dengan sebutan apapun.” jawabnya dengan nada hangat yang jarang ia tunjukkan pada orang lain.

“Benarkah aku boleh memanggilmu apa saja? Tunggu, siapa namaku?” tanya gadis bersurai nilon itu dengan antusias.

“Namamu—” ada jeda yang menggantung diantara jawaban yang akan dilontarkan Kris, ”Suzy. Bae Suzy.” jawabnya berhati-hati.

Nama yang disebutkan oleh Kris barusan adalah sebuah sandi suara yang otomatis akan mengaktifkan salah satu memori yang terpasang oleh gadis itu, dan setelah itu gadis humanoid itu terpejam untuk mencernanya. Helm yang melingkupi kepalanya bersambungan langsung dengan monitor membuat Kris tahu apa yang gadis itu pikirkan.

Monitor yang menterjemahkan isi kepala Suzy kini tergambar layaknya televisi tanpa antena. Bising seperti layaknya kumpulan semut yang berlari di dalamnya. Namun perlahan tapi pasti monitor tersebut menunjukkan potongan-potongan memori yang telah Kris submit sebelumnya. Tergambar jelas bahwa ada cuplikan tentang dirinya dengan gadis yang menyerupai Suzy sedang menghabiskan waktu musim panas di California, USA. Ada pula cuplikan tentang dirinya dan gadis itu sedang melakukan perang bola salju saat mereka melakukan hiking ke Mount Everest.  

Tak terhitung berapa lama mereka melakukan kilas balik dan tanpa Kris sadari sudah ada garis bening berasal dari pelupuk matanya membentuk jalan di sekitar pipinya. Kris sungguh merindukan momen tersebut. ia merindukan Suzy yang memang pernah hadir dalam hidupnya.

Suzy—si humanoid—pun menitikkan air matanya. Ia yang mengalami lintas memori tersebut bisa merasakan bahwa di memorinya ada kenangan kuat antara Kris dengan gadis yang ia yakini pemilik asli bernama Suzy.

Manik caramel Suzy pun kini terbuka dan sosok yang ia temukan adalah Kris yang kini dengan mata yang telah sembab.

“Aku tahu, aku harus memanggilmu apa.”

“Katakan.”

“Kris.”

Untuk pertama kalinya, setelah 2 tahun terakhir Kris menghabiskan waktunya dengan bersahabat dengan kegelapan, senyum yang terpatri oleh ciptaanya membuat ia bisa kembali mengingat  cahaya yang ia lupa seperti apa wujudnya.

—oOo—

Intelegensi tinggi yang selalu diagung-agungkan milik Kris kini seolah hanya isapan jempol belaka. Kini ia sudah tertunduk lemah  dengan lebam memenuhi sekujur tubuh atletisnya ketika dengan sembrono, dirinya melakukan serangan membabi buta untuk membebaskan Suzy. “Saya mohon, Mr. Park. Jangan bawa dia ke Moscow. Saya berjanji akan membuatkanmu yang lain, tapi kumohon jangan bawa dia.” Pinta Kris dengan lirih.

“Maaf, kami tidak bisa menunggu karya anda untuk 2 tahun yang lain, Prof. Duizhang.” Balas si pemimpin pasukan yang membawa Suzy dan melakukan operasi pada humanoid tersebut untuk memenuhi kebutuhan militer Rusia.

Selama ini Kris selalu disebut sebagai ilmuwan gila tiap ia mengajukan proposal mengenai pembuatan robot humanoid namun hanya negara Rusia lah yang menyadari bahwa penemuan Kris bisa saja berhasil dengan tujuan apabila mereka mempunyai pasukan humanoid dalam kekuatan militer mereka maka dengan pasti mereka bisa menang atas Amerika yang sampai saat ini menjadi lawan utama mereka.

“Kalau begitu izinkan aku bertemu dengannya untuk terakhir kalinya.” Ucap Kris yang kini merendahkan dirinya bersujud di hadapan pemimpin pasukan tersebut.

Si pemimpin hanya bisa mendengus kesal. “Kau tahu Prof. Duizhang, jika anda macam-macam maka nyawa anda taruhannya.” Gertak Mr.Park.

“Sersan Brown, keluarkan robot itu!” titahnya membuat seisi pasukan mendelik terkejut. Katakan saja si pemimpin pasukan adalah tipikal yang mudah iba atas hal sepele. Sejujurnya terlalu muda untuk mengambil misi ini dan memimpinnya.

Tabung yang membungkus Suzy kini dibiarkan terbuka dan membuat Suzy berlari  menghampiri Kris yang mungkin hanya memiliki kekuatan sebanyak 25 persen.

I’m sorry, Kris.” Ucap Suzy seraya memeluk Kris lebih erat. Ini memang salahnya. Seharusnya ia menuruti Kris untuk tidak keluar dari lab. Seharusnya ia tahu diri bahwa Kris menganggapnya hanya sebuah robot ketika Kris tidak menjawab pertanyaan darinya.

You asked me are you ever meant to me more than as my experiment, but i didn’t answer yet right?” Ucap Kris yang kini memfokuskan seluruh atensinya kepada manik caramel Suzy. suzy pun hanya mengangguk setuju. Ia memang belum mendengar jawaban langsung dari Kris.

Kris pun menangkup kedua pipi Suzy dengan kedua tangannya.“You-are-really-meant-to-memore-than-anything.” ucap Kris mengeja setiap kata yang ia ucap kepada gadis itu.

And i love you, Bae Suzy.” tepat setelah Kris mengucapkan kalimat yang dianggap tabu oleh Suzy, gadis itu merasakan sesuatu yang hangat mengunci bibirnya dan itu adalah bibir milik penciptanya—Kris. Sejujurnya tak ada program yang dapat Suzy jalankan ketika hal yang berada di luar kapasitasnya sebagai humanoid  terjadi dan secara naluriah yang entah darimana akhirnya Suzy  memejamkan matanya, membiarkan sensasi aneh itu berjalan sampai pada waktu yang tidak ia ketahui kapan berakhir.

Semua orang yang menyaksikan kejadian itu menunjukkan keterkejutan yang sama. Tak ada yang menyangka bahwa Kris yang menciptakan gadis itu baru saja menyatakan perasaannya kepada mesin berbentuk manusia tersebut dan berakhir dengan memberikan pagutan yang cukup intens kepadanya.

Kris mencoba memperdalam ciuman mereka dengan menarik tengkuk Suzy namun ada maksud lain yang Suzy rasakan ketika Kris memberi sedikit jarak kepada mereka dan berbisik, “I’m sorry, Suzy.”

Dengan hanya dalam kedipan mata, Kris nekat mencabut kabel utama yang tersembunyi di balik surai nilon tersebut, memutuskan seluruh akses utama program yang terancang dalam tubuh Suzy dan semuanya baru menyadari bahwa Kris masih berusaha memusnahkan.

Setelah dengan gilanya Kris memutuskan kabel tersebut, laki-laki itu menatap raut Suzy yang perlahan mulai kehilangan kuasanya. “You know, Kris. Your-memory-will-be-my-last.” Ucap Suzy dengan senyum terpatri di setiap sudut bibirnya. Senyum yang sama saat ia dinyalakan pertama kali. Senyum yang sama ketika ia tahu harus memanggil laki-laki itu dengan nama Kris. Senyum yang selalu mengingatkan Kris seperti apa wujud cahaya baginya itu.

Kris pun memeluk Suzy dengan erat di detik-detik terakhir yang ia miliki. Ia sadar bahwa sebentar lagi beberapa peluru akan merangsang masuk ke dalam tubuhnya sebagai hukuman telah memusnahkan cikal bakal sumber kekuatan Rusia nanti.

And i love you too, Kris Duizhang.” Bisik Suzy terakhir kalinya sebelum akhirnya ia benar-benar menghilang. Dan merupakan suara yang Kris dengar untuk terakhir kalinya sebelum puluhan peluru berpacu menuju tubuhnya.

Finish

Arghhhhhhhh, ini kok absurd parah banget sih????? huftttt, mianhae, ini pertama kalinya bikin yang dibilang action ngga, dibilang sci-fi engga, feelnya kayaknya ngga nendang gini dan malah gatot gini hufttt

awalnya ini birthday fic buat ultah xianara tapi akibat kesalahpahaman tanggal berasal dari saya, jadinya dipos lebih cepat mumpung ada fasilitas yang mendukung juga hahahaha

oh iyaa, bedeweyyyy

hello guys, aku selaku author yang jarang update mengucapkan

marhaban ya ramadhan bagi yang menjalankannya~~~

moga tahun ini puasanya diberi kelancaran ampe akhir dan amal ibadahnya dilipat gandakan di bulan penuh barokah ini, moga dapet THR di hari raya nanti bbuanyakkk, bwahahahaha / gils, ini baru hari pertama puasa dann -_-”/

okey, i really miss to say

See Ya

and

Keep Bust A Move

40 responses to “[Ficlet] Timeless

  1. AAAHH INI KEREN SUMPAHH

    pertama baca saya kira yang jadi humanoidnya kris. ternyata suzy, dan kris! kamu kasihan bangett huhu untung saja mereka gak berakhir dengan amat tragis, hanya tragis aja (loh?)

    saya pernah juga baca fanfict, disitu dikatakan kalau kris itu ilmuwan gila, disini dia juga jadi ilmuwan gila. sepertinya wajah dia memang cocok jadi ilmuwan (gila) hahaha

    aku sukak sukak sukak scifinya ^^ apalagi lokasinya di ukraina dan sebut-sebut rusia, menambah kesan keren (aku ngefans ama kedua negara itu hahaha)

    • hai mila~~~~
      mungkin karena Kris berkulit pucat jadi itu adalah faktor pendukung para author membuatnya jadi ilmuwan gila(?) hahahaha
      makasih banyak yaa atas komennya❤

  2. Huwaaa ini bagus dan karakternya cocok xD si galaxy oppa jd ilmuan gila/? Yg seksi dan kelemahannya itu wanita yang dia cintai xD
    Ditunggu karya yang lainnya thor hwaitingg😀

  3. thor.. tanggung jawab gara” buat gue nangis baca ceritanya T_T . akhirnya bagus , pesan nya nyampe ke gue*bahasa gue apa banget dah* i like it ^^ .

  4. thor.. tanggung jawab gara” buat gue nangis baca ceritanya T_T . akhirnya bagus , pesan nya nyampe ke gue*bahasa gue apa banget dah* i like it ^^ . wkwk kris ilmuwan gila atau ilmuwan tampan nan seksi thor? wakakak😀

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s