Love Me Like You Do [Chapter 1]

lmlyd

Love Me Like You Do

 

presented by Kapin

.

 

Starring :

Bae Suzy [Miss A] & Kim Jongin [EXO]

.

 

 AU, Friendship, Romance, Hurt  ||  PG-15  ||  Chapter

 

.

 

Disclaimer :

All cast are belong to God, but this fanfiction is mine.

Sorry for typo · DON’T BASH · DON’T PLAGIAT · COMMENT · LIKE · Thank You ·

.

.

.

Jongin mendekap kotak bekalnya erat seraya berjalan cepat menuju taman belakang sekolah. Seseorang tengah menunggu nya ditaman belakang. Jongin tidak mau orang itu terlalu lama menunggu.

“Kkamjong, kau terlalu lama.” Pekik Suzy kesal ketika melihat Jongin telah sampai. Suzy turun ayunan dengan cepat walau terlihat agak kesusahan dengan bekal yang ada diberada tangan kanannya. Suzy menghampiri Jongin yang sedang mengatur napasnya.

“Maafkan aku. Tadi aku bersama teman – teman harus mendekorasi kelas ku dulu untuk perlombaan antar kelas besok.” Kata Jongin dengan terengah – engah. Napasnya putus – purus, seandainya Suzy tahu bagaimana perjuangannya untuk bisa sampai ke taman belakang. Kotak bekal Jongin menjadi kotak bekal yang diperebutkan antara Mino dan Kris, – yeah, mereka adalah preman sekolah. Mereka bermain lempar – tangkap tentu saja dengan kotak bekal Jongin. Setelah kotak bekalnya dapat ia rebut kembali, Jongin segera mendekapnya lalu bergegas menemui Suzy.

Jongin tidak mungkin bercerita kepada Suzy tentang kotak bekalnya yang dilempar oleh Mino dan Kris. Mau taruh dimana harga dirinya jika Suzy tahu. Bisa – bisa ia habis di goda Suzy seharian dan itu sangat menyebalkan. Seperti saat Jongin ketahuan mengompol saat menggambar dikelas, seharian Suzy menggoda Jongin. Dan itu sangat menyebalkan, Jongin benci digoda Suzy.

“Baiklah, kali ini aku maafkan. Hari ini kau bawa apa untuk bekal?” Tanya Suzy ingin tahu. Ia sedikit mencodongkan tubuhnya kearah Kai.

“Kimbab kesukaan mu.” Kata Jongin semangat. Entahlah Jongin sangat menyukai wajah Suzy yang penasaran, membuat Jongin ingin terus tersenyum.

“Sungguh? Aku membawa nasi goreng kimchi. Bagaimana kalau kita bertukar bekal di— disana!” Suzy menunjuk suatu tempat dibawah perosotan ditaman disebelahnya terdapat pohon cukup rindang yang dapat menghalau panasnya matahari.

Dan disana lah mereka selama jam istirahat, saling bertukar bekal dengan sedikit keributan karena tanpa sengaja Jongin menggigit jemari Suzy saat menyuapkan nya kimbab. Terkadang terdengar juga suara tawa mereka yang sedang menertawakan Chanyeol. Ketika mereka melihat kepala Chanyeol yang terbentur tiang gawang.

^^^^^^^^

 

Jongin tersentak kaget, ketika mendengar bunyi alarm dari jam weker yang memekik telinganya itu membuyarkan mimpinya. Hampir saja membuat gendang telinga Jongin pecah, bagaimana tidak jam weker itu sangat dekat dengan telinganya. Jongin dengan cepat mengambil benda bulat bergambar hello kitty itu dari atas nakas lalu melempar ke dalam kolong tempat tidur. Sukses, bunyi alarm itu tidak terdengar lagi.

Sudah beberapa minggu terakhir ini Jongin selalu memimpikan kenangan nya bersama Suzy ketika semasa kecil. Kilasan – kilasan kenangan saat ia dan Suzy masih duduk dibangku taman kanak – kanak terus terulang dimimpinya.

Jongin mengerang kesal ketika mengingat siapa yang memasang alarm dan berbunyi sepagi ini. Astaga, Seoul masih pukul 6 pagi ketika alaram itu berbunyi. Bahkan ayam jantan enggan untuk berkokok. Buyar sudah rencana Jongin untuk bangun siang, pagi damai yang menjadi favorite Jongin sejak ia mengaku hobbinya adalah bangun siang pun harus terusik.

Jongin menggeliat kecil, bukannya malah bangun dan bersiap menuju kampus, ia malah berbalik dan memeluk seseorang disebelahnya. Seorang gadis berambut panjang dengan poni berponi berwarna hazel, berpipi tembam yang akan memerah jika Jongin memeluknya dari belakang. Gadis itu hanya memakai bra dan panties, pakaian favoritnya ketika tidur.

“Kau tidak ke kampus? Hari inikan ada mata kuliah Hwang seosaengnim.” Kata gadis itu dengan suara parau khas orang bangun tidur dengan mata yang masih terpejam. Ia menarik selimutnya hingga batas leher, menguap kecil lalu berbalik memeluk Jongin tak kalah erat.

“Tidak. Aku hari ini ingin tidur sambil memeluk mu seharian. Aku masih merindukan mu.” Bisik Jongin tepat ditelinga gadis itu lalu menyembunyikan wajahnya dileher yeoja itu.

“Kau berlebihan. Aku hanya meninggalkan mu seminggu.” Gadis itu menyembunyikan wajahnya didada Jongin agar semburat kemerahan dipipinya tidak terlihat Jongin. Bisa habis digoda Jongin jika ia ketahuan

Adegan romantis seperti di drama televisi itu harus terhenti ketika ponsel Jongin yang berada di nakas samping tempat tidur bergetar.

“Tsk. Menggangu adegan romatis ku saja.” Gerutu Jongin. Tanpa perlu repot – repot melepas pelukannya, ia menggapai ponselnya dengan tangan yang bebas. Ketika melihat ID caller, Jongin langsung duduk melepas pelukannya lalu menyandar punggungnya dikepala tempat tidur.

“Hallo, sayang. Apa tidur mu nyenyak?” Tanya Jongin setelah ketika ia menggeser layar ponselnya.

“Apa? Kau sedang dalam perjalanan menuju apartement? Yya, seharusnya kau memberitahu ku agar aku menjemput mu.”

“Baiklah. Jika kau membawa makanan untuk sarapan, ku mohon dilebihkan satu. Suez sudah kembali dari Kanada kemarin malam.” Kata Jongin seraya melirik Suzy dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Hm. Dan kau tahu sekarang ia sedang satu ranjang denganku. Tebak ia hanya memakai bra— aww!”

Jongin meringis ketika tulang keringnya ditendang oleh Suzy. Ia mendelik kesal kearah Suzy yang ternyata masih memejamkan matanya.

“Aku tidak apa – apa. Suez menendang ku, sayang. Nanti jika kau bertemu dengan nya kau juga harus menendangnya yah. Tolong balaskan dendamku.” Pinta Jongin dengan suara aegyo yang terlalu dibuat – buat.

Terdengar suara tawa renyah dari seberang yang membuat Jongin ikut menarik sudut bibirnya membuat sebuah lengkungan. Sungguh, Jongin hanya menyukai suara tawa diujung telepon itu, tidak ada yang lain.

Sementara itu Suzy bergerak seolah olah akan muntah ketika melihat senyuman Jongin yang tampak menggelikan.

“Hahahaha. Baiklah, aku tunggu.”

“Apa ia akan datang?” Tanya Suzy dengan mata menyipit membiasakan retinanya menerima cahaya yang masuk kedalam matanya seraya mengucek matanya.

“Ya. Sekarang aku harus membersihkan diri, ia tidak menyukai ku jika aku bau dan lengket seperti ini.” Kata Jongin seraya turun dari tempat tidur lalu mengambil handuk disudut ruangan.

“Ah, aku hampir lupa. Bisakah kau menyiapkan meja makan? “ Pinta Jongin sebelum punggungnya benar – benar hilang dibalik pintu kamar mandi.

Flashback ON

Jongin dan Suzy sedang menikmati bubble tea favorit mereka di halte bus dekat sekolah sembari menunggu bus untuk mereka pulang. Suzy melirik Jongin yang duduk disebelahnya, Jongin terlihat duduk dengan gelisah. Suzy juga dapat mendengar Jongin menghela napas panjang.

“Ada apa?” Tanya Suzy ingin tahu.

Jongin menggeleng lalu melanjutkan menyeruput bubble teanya. Jangan katakan Suzy sahabat Jongin, jika ia tidak tahu kalau saat ini Jongin sedang gelisah. Ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan Jongin dari dirinya.

“Katakan saja. Aku ini kan sahabat mu. Sahabat tidak saling merahasiakan sesuatu kan?” Suzy menoleh lalu tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapi. Ia bahkan melupakan bubble tea favoritenya.

“Aku— aku—“ Jongin menggigit bibir bawahnya seraya menggosok tengkuknya.

“Eyy, apa kau sedang menyukai seseorang?”

“Eugh— bisa dikatakan seperti itu.”

“Kau benar – benar menyukainya?”

“Yah. Tapi ia tidak akan menyukai ku. Mustahil.”

“Astaga, mana mungkin seorang gadis disekolah tidak meyukai pesona seorang Kim Jongin? Kau saja di elu – elukan satu sekolah saat tampil dikompetisi dance. Mereka bahkan tidak dapat menutup mulutnya saat kau tampil.”

Sebenarnya aku yang tidak dapat menutup mulutku saat melihat kau tampil.

“Tapi masalahnya— ia bukan seorang gadis. Tapi—“

“Maldo andwae. Jangan bilang ia wanita yang sudah berkeluarga?” Pekik Suzy seraya menutup mulutnya dengan kedua tanganya.

“Tidak.” Sanggah Jongin cepat.

Jongin memejamkan matanya, ia berpikir jika ia memberitahu siapa yang ia suka sudah dipastikan bola mata Suzy pasti keluar dari tubuhnya. Atau reaksi yang paling buruk adalah Suzy akan berlari menuju sungai han lalu menenggelamkan dirinya disana.

“Apa kau berjanji jika aku berkata jujur kau akan selalu disamping ku?” Tanya Jongin terkesan ragu.

Suzy mengganguk cepat.

“Apapun yang terjadi, aku akan selalu disamping mu. Aku akan selalu menempel disamping mu, karena ada lem yang membuat kita menempel.” Kata Suzy seraya tertawa tanpa suara.

“Eugh— aku menyukai Kim Jinwoo, sunbae kita disekolah.”

1

2

3

4

5

“APA?!” Pekik Suzy tak percaya.

“Jangan bercanda Kim Jongin. Ini tidak lucu. Kim Jinwoo sunbae itu seorang pria!” Suzy berusaha untuk berteriak tapi tenggorokannya tercekat seperti ada sesuatu yang menyangkut ditenggorokanya sehingga suaranya tidak dapat keluar.

“Aku— gay, Bae Suji.”

Kim Jinwoo adalah sunbae mereka disekolah.Ia terkenal dengan pria pemalu dan baik hati yang pintar dan selalu berada di perpustakaan sekolah saat jam istirahat. Walaupun Jinwoo pemalu tapi ia merupakan pria yang mudah bergaul dan murah senyum. Tak jarang banyak gadis – gadis disekolah yang menyukai dan mengelu – elukan dirinya. Ia termasuk didalam daftar deretan pria yang akan diajak ke acara prom night sekolah.

Suzy menangis 3 hari 3 malam tanpa henti, ketika mengetahui Jongin seorang gay. Mengurung dirinya didalam kamar, meringkuk didalam selimut dan tidak menyentuh makanan sama sekali. Kau akan kehilangan selera makan mu, jika mengetahui seseoarang yang kau sukai mempunyai penyimpakan seksual. Serius.

Jongin pun tak ada ubahnya seperti Suzy mengurung diri didalam kamar dan tidak menyentuh makanan sama sekali. Jongin merasa bersalah ketika ia harus jujur kepada Suzy tentang bagaimana keadaan dirinya yang sebenarnya. Suzy sahabatnya sejak kecil, Suzy bahkan belahan jiwa Jongin. Suzy selalu ada ketika Jongin membutuhkannya.

Tapi, Jongin tahu ia bukan pria tampan yang normal, ia hanya pria tampan yang memiliki penyimpangan seks.

Jongin tidak pernah menceritakan alasan kenapa ia bisa menjadi seorang penyuka sesama jenis. Ia selalu berkelit ketika Suzy menanyakan hal tersebut. Menurutnya, hanya waktu yang dapat mengungkap alasan dibalik Jongin seperti ini. Tapi seingat Suzy, Jongin pernah menjalin kasih dengan seorang gadis saat sekolah menengah pertama.

Orang tua Jongin serta orang tua Suzy menyangka mereka adalah sepapsang kekasih yang memutuskan untuk berpisah. Jadi kedua orang tua mereka tidak pernah membahas masalah ini dihadapan mereka.

Flashback Off

Lamunan Suzy dibuyarkan suara pintu yang terbuka ketika mendengar suara pintu yang dibuka. Tanpa perlu repot – repot menerka – nerka siapa yang datang, Suzy sudah tahu siapa yang berani datang ke apartement Jongin pukul 8 pagi.

“Hai Suzy.”

Sapa namja yang telah mengganti sepatunya dengan sendal bulu berwarna biru seraya membawa dua kantung yang berada disamping kanan kiri tubuhnya. Ia tampak cekatan membawa dua kantung belanjaan yang isinya keperluan memasak untuk satu minggu.

“Hai, Jinwoo oppa.” Suzy sebentar menghentikan kegiatannya hanya untuk membungkukkan tubuhnya, memberi salam.

“Apa kabar, Suez? Kau tampak semakin cantik.” Sapa Jinwoo seraya menaruh dua kantung besar belanjaan tersebut diatas counter dapur.

“Baik. Bagaimana dengan mu, Jinwoo oppa?”

“Aku selalu baik. Dan setiap hari akan semakin bertambah baik dengan Jongin yang selalu berada disamping ku.” Kata Jinwoo dengan wajah yang tersipu malu seraya mengeluarkan 3 kotak yang kemungkinan besar adalah sarapan untuk mereka bertiga.

“Bagaimana Kanada? Ku dengar kau sedang dekat dengan seseorang disana? Tanya Jinwoo seraya meniriskan makanan dipiring dimeja makan.

Suzy menghentikan kegiatannya menata piring dimeja makan. Yah, apa yang dikatakan Jinwoo memang benar ia sedang dekat dengan seorang namja keturunan Korea – Kanada yang bernama Cho Kyuhyun. Ia dapat bertemu dan berkenalan dengan Kyuhyun berkat campur tangan Jongin.

Ku dengar Kyuhyun hyung orang yang sangat baik. Aku harap setelah kalian saling mengenal kalian bisa menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih suatu saat nanti.

“Eugh— yah. Bagaimana kau tahu? Apa Jongin yang menceritakannya?”

“Yya, dia menceritakan apapun tentang dirimu.” Kata Jinwoo seraya menggangguk lalu tersenyum. Jinwoo tampak menggemaskan dengan lesung pipit yang akan muncul jika ia tersenyum.

“Eish, Jongin pasti lama kalau sudah berhubungan dengan kamar mandi.” Gerutu Jinwoo dengan suara kecil. Namun gerutuan nya masih dapat didengar oleh Suzy.

Kini mereka bertiga sudah berada dimeja makan untuk sarapan yang dapat dikatakan terlambat karena sekarang waktu sudah menunjukkan jam 10 pagi. Waktu yang tidak biasa untuk sarapan. Suzy tampak fokus menghabiskan sarapannya karena ia tidak ingin melihat keromantisan antara Jongin dan Jinwoo yang ada dihadapannya sekarang.

Suzy lagi – lagi harus melihat tatapan penuh cita antara Jongin dan Jinwoo di meja makan – Suzy sudah terlalu bosan melihat Jongin dan Jinwoo yang selalu menunjukan kemesraan di meja makan setiap waktu. Suzy memutar bola matanya malas, bukan sarapan dengan benar mereka malah saling menggengem tangan dan saling menatap penuh cinta.

Suzy telah menyelesaikan sarapannya lalu beranjak dari meja makan untuk membersihkan piring kotor. Jangan tanya apakah Jongin dan Jinwoo sudah menyelesaikan sarapannya atau belum, mereka masih senang saling menatap penuh cinta saat Suzy meninggalkan mereka untuk membersihkan diri.

Suzy telah selesai membersihkan  diri, kini ia tampak cantik dengan kemeja warna hitam sedikit longgar, ripped jeans ditambah dengan sneaker high. Rambut warna hazel miliknya digulung asal sehingga menampakkan lehernya yang jenjang, wajahnya pun diulas make up tipis membuat wajah Suzy tampak lebih segar dengan lipstick berwarna orange.

Suzy melihat jam tangan yang melingkar manis dipergelangan tangan kirinya, sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang.

“Shit.” Umpat Suzy ketika menyadari ia sudah terlambat. Ia segera merogoh kedalam tas mencari sesuatu yang berharga untuknya.

“Ada apa?” Tanya Jongin heran ketika melihat Suzy tampak sibuk mencari sesuatu didalam tas nya.

“Apa kau melihat buku ku?”

“Buku apa?”

“Buku bersampulkan kertas merah muda. Buku itu sangat penting. Astaga, kenapa disaat – saat seperti ini buku itu harus hilang.” Gerutu Suzy seraya mencarinya di ruang televisi.

“Yak! Apa kau mau mengacak – ngacak ruang televisi ku huh? Nanti akan aku carikan dan jika aku menemukannya aku akan menyimpannya untuk. Jadi sekarang kau pergi. Mengganggu saja.”

Suzy mencari bukunya di ruang televisi dengan sedikit membabi buta.

Jinwoo yang merebahkan dirinya di pangkuan Jongin hanya tersenyum simpul ketika mendengar pertengkaran antara sahabat dari kecil tersebut. Saat pertama kali ia melihat pertengkaran antara Suzy dan Jongin ia merasa terganggu. Namun setelah sekian lama kini ia sudah mulai terbiasa.

“Jika kau menemukannya, tolong langsung kabari aku.” Suzy yang kini sudah berada didepan pintu apartement harus sedikit berteriak agar Jongin mendengarnya setelah itu terdengar suara pintu yang ditutup.

Sepeninggal Suzy apartement Jongin kembali sunyi hanya sesekali terdengar suara tawa Jongin yang melihat acara variety Show ditelevisi. Sedangkan Jinwoo masih sibuk dengan buku yang sedang ia baca.

“Aku suka bunyi detak jantung mu.”

Jongin lantas menghentikan tawanya lalu menunduk melihat Jinwoo yang kini sudah tersenyum manis melihatnya.

“Apa?

“Aku suka sekali bunyi detak jantung mu jika sedang berkelahi dengan Suzy. Jangan tanya alasannya kenapa, aku bahkan tidak tahu alasannya. Aku hanya menyukainya. Apakah aku aneh?” Jinwoo kini menutup bukunya lalu meletakannya diatas dadanya.

Jongin mengkerutkan keningnya binggung.

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Sungguh. Dan soal kau aneh itu, yah kau memang aneh sayang— tapi aku menyukainya.”

“Suatu saat kau akan mengerti mengapa aku menyukainya.” Jinwoo mengedipkan sebelah matanya lantas mengangkat kepalanya mendekatkan wajahnya dengan wajah Jongin. Jinwoo mengecup bibir Jongin sekilas seraya mengusap pipi tirus Jongin.

“Dan yak! Jangan katakan aku aneh!” Kata Jinwoo seraya mencubit kedua pipi tirus Jongin. Sedangkan yang dicubit hanya tersenyum lebar.

^^^^^^^^

Flashback ON

Suzy dan Jongin saat ini sedang berada di coffee shop langganan mereka. Mereka berjanji bertemu disana hari ini, hari sabtu. Ini pertemuan pertama setelah Jongin jujur tentang keadaan yang sebenarnya. Ia sadar suasana tak akan lagi sama setelah kejadian itu. Ia pun sudah pasrah jika Suzy memperlakukan nya berbeda dari biasanya.

Pemilik dari coffee shop itu adalah teman sekelas Suzy disekolah, Oh Sehun. Mereka berdua mendapatkan potongan harga setiap memesan coffee disana. Kini coffee shop itu tampak masih sepi karena waktu masih menunjukkan pukul 11 pagi, coffee shop akan ramai ketika sudah memasuki waktu jam makan siang.

Sudah hampir 1 jam berlalu namun tak ada satupun yang ingin memulai percakapan, Suzy ataupun Jongin masih tampak berkutat dengan pikirannya masing – masing. Suzy maupun Jongin masih diam seribu bahasa.

“Ku mohon demi sepatu ballet kesayanganku, jangan beritahu orang tua ku tentang penyimpangan yang terjadi pada ku. Aku tidak ingin mereka mendapatkan serangan jantung mendadak atau mati berdiri. Aku mengerti betapa sulitnya dirimu untuk merahasiakan ini. Tapi— bisakah kau membantu ku? Aku akan memikirkan cara untuk memberitahu orang tua ku nanti. Tapi untuk saat ini sepertinya sulit, aku hanya butuh waktu yang tepat.” Jongin membuka percakapan dengan suara lirih. Terdengar suara Jongin yang parau.

Jongin memainkan jemarinya dengan meremasnya tanda ia sedang dilanda gugup. Jongin menundukkan wajahnya menyembunyikan air mukanya yang sedih. Jongin lantas mendongak ketika merasakan tangannya digenggam oleh tangan Suzy. Suzy tersenyum tulus walau Jongin tahu bahwa Suzy sedang mencoba untuk menenangkan nya.

“Aku berjanji untuk merahasiakan nya, Kim Jongin.”

Suzy tidak pernah menceritakan bagaimana hatinya hancur saat mengetahui Jongin seorang gay kepada siapapun. Bagaimana Suzy merasa sangat kecewa dan terluka. Ia hanya menampakan wajahnya yang selalu tersenyum didepan Jogin. Entah sampai kapan ia dapat bertahan dengan topeng yang ia pakai terus untuk menutupi betapa hancur hatinya.

Semenjak saat itu Suzy berjanji didalam dirinya ia bersumpah akan melindungi Jongin hingga titik darah penghabisan. Suzy rela melakukan apa saja agar Jongin bahagia. Walaupun harus menyakiti dirinya sendiri atau membohongi orang tua Jongin yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri.

Suzy tidak pernah menjauhi Jongin ketika ia mengetahui bahwa kenyataannya Jongin adalah seorang gay. Ini bukan hanya tentang bagaimana kau memperlakukan seseorang, tapi ini tentang bagaimana kau tidak terlalu menghakimi seseorang dengan hal yang kadang kita tidak mengerti.

Suzy mengajarkan Jongin suatu hal yang tidak dapat ia pelajari dari siapapun. Kebenaran cinta. Bagaimana Suzy tetap mencintai Jongin sebagai sahabatnya walaupun sudah mengetahui rahasia terbesar Jongin.

Jongin membisikkan sesuatu yang dapat mengeluarkan bola mata Suzy dari tubuhnya saat jam pelajaran olahraga berlangsung.

“Jinwoo sunbae juga menyukai ku.”

Kata – kata itu terus terngiang – ngiang didalam kepala Suzy, membuat kepalanya berputar hebat. Ia merasakan bagaimana kata – kata yang keluar dari mulut Jongin sendiri itu sukses menghancurkan hatinya hingga berkeping – keping. Hatinya remuk seperti digenggam terlalu kuat. Tak ada kata – kata yang dapat mendeskripsikan bagaimana hati Suzy saat itu. Suzy juga masih ingat reaksi Jongin saat itu.

Suzy tak pernah melihat Jongin sesenang ini sebelumnya, seperti telah berhasil menang lotere dengan hadiah ratusan juta won. Wajahnya tampak secerah matahari pagi tanpa awan gelap yang menghalanginya. Beda halnya dengan wajah Suzy sekarang. Mimik wajahnya tak terbaca sama sekali. Antara senang, terkejut dan tak percaya. Senang cinta sama sahabatnya tak bertepuk sebelah tangan. Terkejut dan tak percaya sunbaenya yang terkenal dengan tampan dan baik hati itu juga penyuka sesama jenis.

Seandainya saja Suzy bisa terjun menenggalamkan dirinya disungai han, mungkin ia akan melakukannya. Namun sayang temperatur air disungai han saat itu sangat dingin jadi Suzy membatalkan niatnya untuk mengakhiri hidupnya.

Flashback Off

Suzy sudah hampir 1 jam duduk disudut ruangan menunggu Sehun – teman satu kampusnya yang dulu juga teman sekolahnya. Sehun terkenal dengan sifat narsis setingkat dewa. Sehun berjanji akan memberikan catatan selama Suzy tidak masuk selama seminggu kemarin.

“Jika ia datang, aku akan segera merobek dadanya lalu melempar hatinya untuk dimakan para penggemarnya.” Desis Suzy. Well, itu terlalu sadis Bae Suzy.

Ia sudah menghabiskan 2 cangkir Irish Coffee tapi Sehun tak kunjung datang.

Tiba – tiba tubuhnya menegang. Suzy tidak berkedip selama beberapa detik hinga disadarkan oleh senyum milik seseorang yang ia kenal. Seseorang yang ia temui 1 minggu lalu. Namja yang selalu membuat Suzy merasa bersalah karena namja tersebut memberikan seluruh hatinya hanya untuk Suzy.

“Hallo, Suez. Aku merindukan mu.”

TBC     T.T

27 responses to “Love Me Like You Do [Chapter 1]

  1. moga aja kai cepet sembuh..kasian suzy bertepuk sebelah tangan
    di tnggu kelanjutanya thor^^

  2. ini ff bagus bget …
    penasaran sama kelanjutanyaaa …
    itu siapa yg di ketemu suzy ya ? penasaran
    semangat ya thorrr …
    fighting

  3. Suzy sabar bgt ya org nya.. Ckckck.. Salut aku sama Suzy, walaupun Jongin gay dia tetep setia berada disamping Jongin..
    Keren thor, aku suka ama ceritanya, NEXT CHAP DITUNGGU ^^ FIGHTING!!! ^^

  4. Omooo egga nyangka jongin gayy 8(
    Semoga dia nanti kembali normal itu pria yg disukai suzy siapa??
    Nextt ya thor hwaitingg😀

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s