[Chapter-3] High Society

Untitled-10 copy

mainactor

p  r  o  u  d  l  y    p  r  e  s  e  n  t  s

High   Society

a chaptered fanfiction with rating G

starring

| Suzy “Miss A” | L “Infinite’ | Chanyeol “EXO” | Seulgi “Red Velvet”|

| Krystal f(x) | Lay “EXO” | Irene “Red Velvet” | Suga “BTS” |

Untitled-1Untitled-11


~~~ a new life ~~~

.

Notes : (High Society bukan hanya terdiri dari para tokoh utama. High Society adalah sebutan untuk mereka yang memiliki ekonomi kelas atas. Dan dalam cerita ini bukan hanya para tokoh utama yang merupakan bagian High Society, hanya saja memang merekalah yang paling ditonjolkan.)

.

Suzy bisa melihat dan mendengar Sekretaris Lee yang berdeham di mulut tangga dan suasana menjadi hening seketika. “Dan, here come, putri tunggal almarhum Bae Sang Wook sekaligus pewaris sah bisnis perhotelan dari B-Corp,”

Suzy merasa ini saatnya dia turun. Dengan detak jantung meningkat dan keringat dingin, Suzy menuruni tangga itu perlahan dan akhirnya sampai di ruang tengah.

What the heck, Bae Suzy?!”

Pekikan familiar itu membuat Suzy menoleh dan tercengang kaget melihat snob princess Myung Won, Bae Joohyun sedang duduk di sofa di ruang tengah.

“Bae Joohyun?!” Pekiknya tak kalah kaget.

Suasana di ruangan itu hening. Semua orang menatap ke arah Suzy dan Joohyun bergantian dengan bingung. Sekretaris Lee adalah orang pertama yang sadar. Ia berdeham beberapa kali dan menuntun Suzy menuju Halmeoni yang duduk di kursi berlengan dengan wajah bingung.

“Kalian sudah kenal?” Tanya seorang wanita berusia sekitar lima puluhan dan terlihat sangat cantik yang duduk di samping Joohyun. Suzy menebak bahwa itu adalah ibunya Joohyun, istri dari Bae Il Wook, samchon-nya. (paman)

Joohyun terlihat masih shock dan tidak bisa berkata apa-apa. Diam-diam Suzy ingin tertawa terbahak karena berhasil memberikan snob princess itu shock therapy. Ia berdeham dan tersenyum tipis. “Nde, Joohyun adalah teman sekelasku di sekolah.”

“Kalian satu sekolah? Astaga dunia ini memang kecil.” Seru seorang pria yang sepertinya adalah Bae Il Wook dengan semangat. Pria yang sepertinya adalah samchon-nya itu mendekati Suzy dan memeluk gadis itu singkat. “Kau benar-benar mirip dengan Sang Wook,”

“Joohyun tak usah terkejut seperti itu,” Tegur Halmeoni sambil menyesap tehnya. Ia meletakkan cangkir tehnya dan menambahkan, “Suzy kenalkan dirimu pada saudara-saudaramu. Sekretaris Lee bantu dia.”

***

Bae Sang Hyuk menikahh dengan Kang Shin Ae. Keduanya sama-sama pewaris tunggal dan menggabungkan saham masing-masing dan menambah kejayaan B-Corp. Keduanya memiliki dua orang putra dan satu orang putri.

Yang pertama Bae Il Wook yang kemudian menikah dengan Shin Jin Ah dan memiliki dua anak, Bae Jonghyun dan Bae Joohyun. Sebagai anak pertama, Bae Il Wook akan mewarisi setengah dari semua bidang yang dimiliki oleh B-Corp, kecuali perhotelan dan properti serta waralaba. Dan sisanya adalah milik sepupu-sepupu Bae lainnya karena dari awal B-Corp adalah perusahaan keluarga.

Yang kedua Bae Sang Wook yang kabur dan menikah dengan Gong Ae Yeon dan memiliki Bae Suzy sebagai putri tunggalnya. Berkat kemampuan Sang Wook dalam mendesign bangunan, bisnis perhotelan dan properti berkembang pesat, dan bidang inilah yang diwarisi oleh Suzy nantinya.

Dan yang terakhir adalah seorang putri, Bae Ji Young yang menikah dengan orang Hongkong dan kemudian bercerai. Sebagai putri bungsu, Ji Young sendiri mewarisi dan mengelola bisnis waralaba milik grup B-Corp. Ji Young memiliki satu putra, Wang Jackson.

***

“Makan yang banyak Suzy-a,” Seru Jin Ah Imo (bibi) ramah sambil menambahkan daging teriyaki ke mangkuk nasi Suzy. Gadis itu hanya tersenyum sambil menggumamkan terimakasih.

Sejam lebih bersama keluarganya, Suzy merasa sudah mengenal masing-masing karakter anggota keluarganya itu. Yang pertama Halmeoni. Nenek-nya yang satu itu bijaksana sekali dan cerewet. Beliau sering sekali mengomentari apa saja yang dilakukan cucunya. Seperti sekarang, ia sedang mengomentari gaya Jonghyun yang terlalu serius. Selanjutnya Il Wook Samchon yang duduk di samping Jin Ah Imo. Pamannya yang satu ini nampaknya sangat penyayang dan perhatian. Sedari tadi ia sibuk mengambilkan lauk untuk Joohyun yang duduk di samping Suzy dengan wajah jutek. Lalu ada Jin Ah Imo yang membuat Suzy merindukan ibunya. Jin Ah Imo sangat cerewet terhadap anak-anaknya sekaligus perhatian. Ia seperti melihat versi glamour ibunya. Kemudian ada Jonghyun Oppa, kakaknya Joohyun yang duduk di samping Joohyun. Tampak serius meski komentarnya seringkali lucu. Sejujurnya, melihat keluarga Joohyun, Suzy heran darimana sifat snob princess Joohyun berasal. Lalu ada lagi satu sepupu Suzy, Wang Jackson yang memiliki darah Hongkong. Ceria dan tidak bisa diam. Dari tadi sibuk menggumamkan lirik lagu sambil meliuk-liukkan badan, membuat Suzy yang duduk di sampingnya tak bisa bergerak. Dan terakhir, Ji Young Imo, ibunya Jackson. Terlihat dingin dan begitu sibuk dengan smartphone­-nya.

Nuna, kau suka nge-dance?” Tanya Jackson saat makanan penutup datang. Sepertinya ia sudah keluar dari dunianya dan mulai sadar bahwa di sampingnya ada Suzy.

Suzy memotong pudingnya sambil mengangguk. “Tetanggaku adalah seorang street dancer dan sekarang merupakan crew-nya Bigbang.” Cerita Suzy tentang tetangganya yang dulu sering mengajarkan ia dan Yixing menari hiphop.

“Woah, jinjja? Jadi kalau gitu besok di acara ulangtahun perusahaan kau jangan jauh-jauh dariku ya Nuna, kita menari bersama. Aku malas meladeni ajakan tante-tante yang lain,” Seru Jackson semangat sambil mengajak Suzy high five. Suzy terkekeh dan mengulurkan tangannya.

Not bad lah,’ pikirnya sambil kembali melanjutkan memakan pudingnya dan mendengarkan celotehan Jackson.

Malam itu, sebelum kembali ke kamarnya yang terletak di bagian lain mansion, Jackson berbisik, “Nuna kau tahu? Aku senang sekali kau menjadi sepupuku. Kalau aku bercerita seperti tadi ke Jonghyun Hyung atau Joohyun Nuna mereka mungkin sudah menyuruhku diam sejak tadi.”

***

Yoongi memainkan ponselnya sambil menggumam, “Kirim, tidak, kirim, tidak,” Ia menoleh ke arah Chanyeol yang asyik memainkan alat DJ di podium dan Myungsoo yang sibuk dengan yeoja entah dari mana di sofa di depannya lalu mengangguk mantap dan menekan tombol send.

Yoongi kembali memainkan ponselnya sambil menunggu balasan dari Suzy. Ia baru saja mengirimkan gadis itu sebuah pesan minta maaf setelah mendapatkan nomor Suzy dari Yixing. Ya, nomor telepon. Di zaman dengan segudang aplikasi chatting seperti saat ini gadis itu masih berkirim pesan dan tidak memiliki satupun akun SNS atau aplikasi chatting.

Menit demi menit berlalu dan takada satupun balasan dari Suzy, membuat Yoongi kesal dan meneguk cepat Screwdriver milik Myungsoo.

“Yoongi-a ayo temani aku ke dancefloor,” Seru Seulgi yang baru kembali dari toilet dengan nada manja. Terlihat gadis itu sudah mulai mabuk dari pipinya yang kemerahan dan nada suaranya yang berubah menjadi super manja.

Yoongi mendengus dan menggeleng cepat. Ia menarik Seulgi duduk di sampingnya dan menutupi kaki gadis itu yang terekspos dengan jaketnya. “Kau sudah mabuk. Lagian kenapa tidak pergi bersama Joohyun saja sih?”

Seulgi terkekeh sambil memainkan topi Yoongi. “Dia sedang ada acara keluarga. Kau tahu?” Seru Seulgi sambil menarik kepala Yoongi mendekat dan berbisik, “The lost princess has been found,”

I don’t care,” Sahut Yoongi sambil kembali mengecek ponselnya yang tak menunjukkan satu notifikasi pesan pun. Lampu LED ponselnya hanya menunjukkan warna hijau yang berarti hanya ada notifikasi dari aplikasi chatting yang ia miliki.

“Aarrrghh!”

***

Jinjja? Woah kau beruntung berati keluargamu tidak snob.” Kata Soojung menanggapi Suzy yang sedang bercerita via telepon. Gadis itu sedang menceritakan acara keluarganya tadi.

“Benar. Soojung-a aku heran kenapa hanya Joohyun yang sepertinya kelainan,” Terdengar suara Suzy di sebrang sana dan suara gemericik air. Soojung yakin sekali Suzy sekarang sedang asyik berendam di bath-up.

Molla, mungkin karena ia anak bungsu,” sahut Soojung sambil melipat sebuah baju tidur. Malam itu Soojung sedang asyik memilah-milah pakaiannya yang sudah jarang ia gunakan untuk disumbangkan.

Terdengar lagi gemericik air sebelum Suzy berkata, “Apa hubungannya? Yixing bungsu tapi dia yang paling dewasa di antara saudara-saudara tirinya. Kau juga bungsu tapi super baik.”

“Hmmm, nanti deh kuminta ayahku untuk melakukan penelitian tentang hal itu,” Keduanya lalu tergelak karena celetukan Soojung.

***

Yixing sedang membuat Vanilla latte saat pintu kedai kopi tempatnya kerja paruh waktu terbuka dan memperlihatkan segerombolan remaja yang sepertinya habis pulang sekolah. Meskipun tak kekurangan satu apapun dalam hal finansial, tetap saja Yixing melakukan kerja paruh waktu. Ia melakukannya bukan untuk mendapat tambahan uang, tetapi untuk mengisi waktunya yang kosong karena tak mau sendirian di apartement pamannya.

Setelah melayani gerombolan remaja itu, Yixing sedikit terkejut mendapati Yoongi masuk bersama Seulgi yang tampak mabuk berat. “Oh kau kerja di sini?” Seru Yoongi kaget sambil mendudukan Seulgi di salah satu kursi dan membenarkan letak maskernya.

Yixing mengangguk, “Mau pesan apa?” tanyanya sambil bersiap mencatat pesanan Yoongi.

Yoongi mendekat ke konter pemesanan dan menghela napas. “Aku sudah mengirim pesan ke Suzy, tapi gadis itu belum membalasnya.”

Yixing mengecek jam di dinding dan tersenyum tipis, “Ini sih jadwal dia menggosip dengan Soojung, paling sebentar lagi dibalas. Kau mau pesan apa?”

Yoongi membulatkan matanya senang. “Serius? Baguslah. Kalau begitu buatkan aku seca—“

“SUGAAA!!” Pekik salah seorang remaja yang mengenali Yoongi dan menyerukan stage name-nya. Yoongi menelan ludahnya dan melambai sebentar ke arah fansnya dan langsung berlari keluar sebelum para fansnya mengerubunginya. Ia bisa kena marah managernya kalau ketahuan berada di tempat publik jam segini.

Yixing menghela napas melihat gerombolan remaja itu berlarian keluar mengejar Yoongi yang ceroboh. Ia meneruskan pekerjaannya mengelap-ngelap cangkir sambil bersiul pelan. Namun gerakan tangannya segera terhenti saat ia sadar masih ada Seulgi yang tertidur di sofa.

Yixing lalu menarik laci di bawah meja kasir dan mengeluarkan obat setelah mabuk yang biasanya laku di waktu-waktu dini hari karena kedai kopinya terletak berdampingan dengan sebuah pub. Ia menempatkan dua pil obat di atas piring kecil dan membawakannya bersama segelas susu dan air hangat ke meja di sofa tempat Seulgi tertidur.

Setelah itu Yixing kembali melakukan aktivitasnya membersihkan meja-meja yang berantakan setelah ditinggal pengunjung dan menyusun kembali bangku-bangku. ‘Ck, jam berapa dia sadar?’ Gumamnya sambil menyapu bagian teras kedai kopi tempatnya bekerja.

Malam semakin larut dan waktu kerja Yixing hampir berakhir. Saat itu akhirnya Seulgi menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan mengerang dan bangun dari posisi berbaringnya. Yixing mendekati gadis itu dan menyerahkan segelas air dan sebutir pil sambil memberi kode agar gadis itu meminumnya.

Seulgi yang masih bingung dan merasa pusing mengambil gelas yang disodorkan Yixing dan menelan pil itu cepat. Ia juga menghabiskan susu yang dibawakan Yixing tanpa banyak tanya. Perlahan kesadarannya memulih. “Kenapa aku di sini?” Tanyanya sambil mengikat asal rambutnya yang berantakan.

“Yoongi membawamu ke sini tadi dan dia kabur karena salah seorang fans mengenalinya.” Jelas Yixing.

Seulgi mengangguk paham dan mulai mencari tasnya. Yang sepertinya menghilang. Ia lalu teringat saat Yoongi melempar asal clutch nya dan ia menjerit kesal. “Crap. Clutch ku tertinggal di mobil Yoongi.”

Yixing menghela napas dan menyerahkan ponselnya tanpa banyak bicara. Seulgi menggeleng pelan, “Aku tidak hapal nomor supirku.” Katanya jujur. Selama ini ia selalu menggunakan speed dial.

“Nomor orangtuamu? Sekretaris mereka?”

Seulgi mendengus dan berkata dengan nada sarkas, “Eomma ku tak akan mengangkat kecuali rumah sakit atau polisi yang menelponnya.”

Yixing menghela napas lalu berdiri, “Tunggu di sini. Kutelponkan taksi,” Kata Yixing sambil mengetik nomor taksi yang ia tahu. Tempatnya kerja paruh waktu memang jauh dari jalan besar.

“Kau temani aku kan? Aku tidak boleh pulang sendirian dengan orang tuaku.”

Yixing memutar kedua bola matanya dan buru-buru mengganti pakaian kerjanya dengan pakaiannya sendiri. Ia memberi kode untuk segera berdiri ke arah Seulgi begitu taksi yang ia pesan sudah hampir sampai. Keduanya berjalan dan menunggu di depan kedai kopi.

Seulgi yang hanya mengenakan tubedress tanpa lengan merasakan malam itu sangat dingin dan giginya hampir bergemeletuk. Dengan wajah datar Yixing melemparkan jaketnya ke arah Seulgi dan langsung masuk ke dalam taksi yang baru sampai.

***

‘Err, hallo Bae Suzy, ini aku Min Yoongi. Aku tahu waktu itu kami sangat keterlaluan maka dari itu aku ingin minta maaf mewakili semua yang ada di situ. Maafkan kami yang keterlaluan dan tidak bisa bicara langsung kepadamu. Kami sangat menyesal.’

Suzy membaca pesan yang masuk dari nomor tak dikenal itu dengan wajah datar. Ia hampir saja menghapus pesan itu saat teringat perkataan Yixing. Dengan enggan gadis itu mengetik balasan ‘Ya.’

Tanpa menunggu notifikasi apakah pesannya terkirim atau tidak, Suzy meletakkan ponselnya ke atas nakas dan bersiap tidur.

***

What the heck?” Yoongi memekik kesal melihat balasan yang ia terima. Ia bangkit dari posisi duduknya dan langsung menelpon nomor Suzy. Ia baru saja sampai di rumah dan merasa sangat senang melihat balasan Suzy, namun melihat balasan itu hanya berisi sepotong kata ia menjadi kesal sendiri.

Terdengar nada sambung yang cukup panjang sebelum akhirnya terdengar suara serak dari sebrang sana.

Yeo..boseyo,” Yoongi sedikit deg-degan mendengar suara Suzy disebrang sana yanng terdengar serak seperti orang habis bangun tidur.

“Hai Bae Suzy, ini aku Yoongi aku hanya ing—“

Klik. Sambungan terputus.

“Aaaaaargh!”

***

People : THE LOST PRINCESS IS FOUND!

Korean News : PUTRI ALMARHUMAH GONG AE YEON ADALAH PEWARIS SAH B-CORP!

InMagz : PEWARIS SAH B-CORP SUDAH DITEMUKAN!

Times : THE QUESTION HAS BEEN ANSWERED, BAE SUZY IS THE LEGAL INHERITOR OF B-CORP’S HOTEL BUSSINES!

“…. Sampai sekarang pihak B-Corp belum berkomentar apapun kecuali pernyataan dari juru bicara B-Corp, Lee Jinsang, yang membenarkan bahwa Bae Suzy, putri dari almarhumah Gong Ae Yeon adalah cucu Kang Shin Ae, presiden grup B-Corp…”

***

You know what Suez? Media masa sedang menggila. Akhirnya pewaris bisnis perhotelan B-Corp terjawab sudah.” Kata Soojung sambil menunjukkan layar ponselnya yang menunjukkan berbagai tajuk headline yang berkaitan dengan dirinya.

Suzy terkekeh, “Mana aku tahulah kalau Bae ku adalah Bae-nya B-Corp.” Ia menyilangkan kakinya sambil kembali fokus dengan teka-teki logaritma di hadapannya. Sesekali ia melirik jam dan mendesah kecewa karena waktu seperti tidak berjalan dan membuatnya merasa tersiksa karena harus merasakan panas dari alat yang ia tidak ketahui namanya apa.

Suzy dan Soojung saat ini berada di salah satu salon ternama yang merupakan langganan Soojung dan juga rekomendasi Jin Ah Imo. Kebetulan nanti malam adalah perayaan ulangtahun B-Corp dan Halmeoni merasa ini adalah saat yang sangat tepat untuk memperkenalkan Suzy ke keluarga besar dan relasi bisnis. Dan hal itulah yang menyebabkan saat ini Suzy berada di salon. Tempat yang bahkan waktu kunjungannya bisa ia hitung dengan jari semasa delapan belas tahun hidupnya. Suzy yang tidak mau ditemani Joohyun memutuskan untuk didampingi Soojung yang untungnya dipercaya bisa membantu Suzy mempersiapkan diri untuk acara malam ini.

“Semua orang berkomentar bahwa kau mendapat lotre. Dan hampir semua high society di kelas mulai mencari akun SNS juga LINE mu Suez,”

“Terserahlah mereka mau berpendapat apa. Dan aku bahkan tidak memiliki akun SNS, for godshake!” Sahut Suzy sambil menggeleng tak percaya bagaimana para high society itu jadi memperhatikannya padahal dulu mungkin mereka bahkan tidak tahu kalau dirinya ada.

Soojung hanya terkekeh, “You know, they have two faces. Sudahlah jangan bicarakan mereka. Setelah ini kau masih harus mengepas gaun, Suez.”

“Ugh! Aku lebih ingin berada di sekolah dan bermain basket bersama Yixing dan tim inti sekolahan. Hari ini jadwalnya three on three.”

Soojung mendecak kesal, “Hari ini jadwalku membantu di penampungan hewan eoh! Dan lihat aku malah menemani sahabatku yang tidak tahu diri di tempat yang sama sekali tidak berjiwa sosial ini!”

Detik selanjutnya keduanya tergelak karena celetukan masing-masing dan bagaimana pikiran mereka sejalan.

***

“Jadi semua berita itu benar?” Tanya Seulgi ke arah Joohyun yang sedang memilih-milih sepatu di rak ‘New Shoes’. Keduanya sedang berada di butik milik salah seorang teman ibu Seulgi yang baru buka di daerah Gangnam.

Joohyun yang memutuskan untuk mencoba sebuah pump shoes berwarna hitam mengangguk. “Dan yang lebih menyebalkan semua orang tampak menerimanya.” Kata Joohyun yang masih tidak terima bahwa sekarang ia bukan lagi satu-satunya princess di keluarga Bae.

Yeoja serampangan itu terlalu beruntung,” sahut Seulgi sambil mengulurkan stiletto hitam ke arah Joohyun. “Yang jelas ia tidak mungkin bisa cocok dengan kita,”

Joohyun tersenyum tipis, “Sebaiknya urusan dia biar aku yang khawatir. Kau harus khawatirka pangeranmu. Dia mulai mencari informasi tentang Putri-Sok-Baik itu.”

Gerakan tangan Seulgi yang seperti memainkan piano di rak sepatu itu terhenti. Ia menoleh ke arah Joohyun yang dengan cepat memasang wajah serius untuk meyakinkan Seulgi.

***

Myungsoo membaca hot news di smartphone-nya dengan wajah tanpa ekspresi meskipun dalam hati ia sangat senang dan bersyukur mengetahui bahwa Bae Suzy akan memiliki masa depan yang terjamin meskipun kehilangan ibunya. Saat melihat Suzy menangis kemarin perasaan bersalahnya semakin besar ditambah dengan pikiran bagaimana kehidupan Suzy nantinya. Dan karena saat ini ia sudah tahu bahwa Suzy adaah bagian dari B-Corp ia sungguh lega, meskipun perasaan bersalahnya masih saja menumpuk.

Myungsoo tersenyum tipis saat teringat ia mengelak bahwa ia merasa bersalah dari Yoongi kemarin. Jujur saja, saat itu ia langsung merasakan dirinya adalah pengecut terburuk yang pernah ada. Ia sendiri bingung kenapa ia tidak ingin orang lain tahu bahwa ia sesungguhnya peduli dan merasa bersalah. Inilah kelemahannya sejak dulu. Sejak kecil Myungsoo paham bahwa yang paling peduli adalah yang paling menderita, maka dari itu ia tidak mau menunjukkan rasa pedulinya itu sama sekali.

Beberapa saat kemudian, Myungsoo menemukan dirinya iseng memberi berbagai komentar dan ucapan semangat untuk Suzy di setiap berita yang membicarakan gadis itu sambil tersenyum sendiri. Entah mengapa jemarinya bergerak menuliskan semua hal itu. Mungkin ini adalah salah satu caranya mengungkapakan rasa pedulinya. Prinsipnya, world no need to know wheter you already done something right or wrong.

Are you sick?” Tanya Jongki yang sudah berdiri di depan kamar Myungsoo dengan rambut acak-acakan sehabis mandi yang belum disisir.

Myungsoo mendongak cepat dan menyembunyikan ponselnya lalu duduk dengan posisi yang benar sambil melirik tajam kakaknya. Jongki terkekeh dan masuk ke dalam kamar Myungsoo. “Kau sedang nonton hentai ya?”

Ani!” Jawab Myungsoo cepat. Siapa juga yang suka nonton begituan versi kartun sementara versi ‘real’ banyak beredar dan ia juga bisa melakukannya sendiri kalau mau.

Melihat reaksi Myungsoo, Jongki hanya tertawa. Pria itu masuk ke kamar mandi Myungsoo dan mencari benda yang ia butuhkan. “Aku minta pomade ya, belum sempat beli.” Serunya sambil mulai menata rambutnya sendiri.

“Kau mau kemana hyung?” Tanya Myungsoo sambil menutup aplikasi browser di smartphone-nya.

“Ulang tahun B-Corp.”

Otak Myungsoo bekerja cepat menganalisa setelah mendengar jawaban Joongki. Ia mendekati kakaknya itu dan berdeham pelan, “Aku ikut ya?”

***

Yoongi masih tidak percaya dengan berita yang ia lihat di layar smartphone-nya. Ia masih tidak percaya bahkan setelah menelpon Joohyun yang menjawab dengan menjerit kesal. Dan sekarang setelah mendapat balasan dari Yixing yang juga mengatakan bahwa hal itu benar pun Yoongi masih sedikit tidak percaya.

“Kenapa kau hobi sekali bengong seperti itu Yoongi?” Tanya Nyonya Min yang sedang merapikan tangkai-tangkai bunga tulip yang nantinya akan ia susun di vas. Ia merasa putranya itu sedari tadi hanya melamun sambil menatap layar ponselnya saja.

Yoongi yang hari itu memang tidak ada jadwal memang hanya bermalas-malasan sejak siang tadi di kursi malas di ruang TV. Ia bahkan belum mandi dan masih mengenakan piamanya karena terlalu shock untuk melakukan hal lain.

“Ternyata teman sekelasku adalah pewaris B-Corp.”

“Aah iya Eomma sudah dengar beritanya. Nanti malam Eomma dan Appa akan pergi ke acara B-Corp, kau ikut saja.”

Yoongi hanya mengangguk sambil memperhatikan foto Bae Suzy yang ia dapat dari website Myung Won di bagian biodata murid.

***

Malam itu Chanyeol tak bisa melepaskan pandangannya dari Soojung yang sedaritadi tertawa bersama Suzy di dekat lukisan pemandangan. Saat semua orang sibuk dengan berita Suzy, pria itu malah sibuk dengan pikirannya dan egonya yang masih merasa tidak terima karena diacuhkan oleh Jung Soojung. Sedari awal Chanyeol memang jarang tertarik dengan berita di kalangannya. Prinsipnya tidak mau ikut campur pada masalah yang ia tidak perlu untuk terlibat. Dan berita Suzy adalah contoh berita yang ia tidak perlu terlibat di dalamnya.

“Jadi benar kata Joohyun, kau mengincar gadis sok baik itu.” Chanyeol menoleh dan mendapati Seulgi dengan gelas koktailnya sudah berdiri di sampingnya. Ia mendengus pelan dang mengacuhkan perkataan Seulgi. “Kau tahu Chanyeol, kau akan dijodohkan denganku.”

Chanyeol menoleh dan menghela napas. Belakangan ini entah mengapa Seulgi menjadi seperti sangat terobsesi padanya semenjak kedua orangtua mereka berencana untuk menjodohkan mereka. Chanyeol menunduk sebentar memandangi lantai marmer yang berkilauan karena tertimpa cahaya lampu lalu menatap lurus Seulgi di depannya.

“Kurasa kau butuh sup pengar,”

Setelah berkata begitu Chanyeol meninggalkan Seulgi yang nampak terluka dengan perkataannya. Chanyeol menghela napas panjang. Ia juga tidak ingin menyakiti teman semasa kecilnya itu. Namun kalau Seulgi sudah tidak lagi melihatnya sebagai teman, ia harus mengambil langkah tegas.

Joohyun menghampiri Seulgi yang terlihat pucat dan bertanya ada apa namun Seulgi hanya menggeleng dan menyerahkan gelas koktailnya lalu berjalan cepat menuju toilet.

***

Suzy sedang menertawakan wajah kocak Yixing yang terpampang di layar smartphone Soojung saat Sekretaris Lee datang. Saat ini Yixing memang tak bisa datang ke acaranya meskipun pamannya adalah General Manager salah satu anak perusahaan B-Corp karena sedang ada pertandingan basket.

“Suez, kau harus bertemu dengan beberapa kenalan Hwejang-nim,” Kata Sekretaris Lee ke arah Suzy, secara tidak langsung merusak kesenangan Suzy, Soojung dan Yixing. Suzy menunjukkan wajah sedihnya ke arah Soojung sambil berjalan setengah ditarik oleh Sekretaris Lee menuju bagian lain ballroom.

Soojung terkekeh dan bersama Yixing menertawakan Suzy yang nampak seperti anak kecil sedang ditarik pulang oleh ayahnya. Ia melanjutkan mengobrol dengan Yixing sampai tiba-tiba wajah Yixing tau-tau menjadi datar.

“Sepertinya ada yang mencarimu,” Kata Yixing sambil tersenyum jail dan memutuskan koneksi Skype-nya dengan Soojung.

Soojung berbalik dan mendapati Chanyeol. Ia memutar kedua bola matanya sambil menyilangkan kedua tangannya dan bersandar ke dinding di belakangnya. “Apalagi?”

Tepat saat itu sebuah lagu klasik diputar dan pembawa acara mempersilahkan para undangan untuk menari. Chanyeol mengeluarkan smirk andalannya dan langsung menarik Soojung ke dancefloor.

Yya! Neo micheoseo?!” Pekik Soojung sambil memukul tangan Chanyeol yang kini sudah berada di pinggangnya.

“Silahkan terus mengamuk dan kau akan dimarahi karena buat keributan di pesta orang,” Chanyeol dengan santai mulai menggerakan kakinya mengikuti irama musik. Soojung merutuk dalam hatinya karena tidak bisa berbuat apa-apa.

Suzy yang baru selesai ‘berkenalan’ dengan undangan lain hendak menghampiri Soojung dan terkejut melihat temannya itu sudah menghilang. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri lalu mengumpat pelan saat tak menemukan wajah familiar.

“Ke mana Jackson di saat seperti ini?” gumamnya sambil menjauhi kerumunan dan berdiri di sudut ruangan yang tidak terlalu diperhatikan. Ia memanjangkan lehernya mencari sosok sepupunya yang katanya akan menari bersamana sepanjang malam itu. ‘Duh mana kakiku sakit sekali,’ batinnya sambil memperhatikan tumitnya yang mulai memerah karena berdiri terlalu lama di atas high heels.

“Sepupumu sedang menari dengan orang di sana,” suara familiar yang tahu-tahu muncul membuat Suzy nyaris kehilangan keseimbangan karena kaget. Ia menoleh ke samping dan mendapati Kim Myungsoo. Tanpa mengucap sepatah katapun Suzy langsung berjalan ke arah lain. ‘Sekalian cari tempat duduk,’ pikirnya.

GREB!

Suzy merasakan tubuhnya tertarik ke belakang saat tangan Myungsoo menariknya. Ia memekik dan memukul tangan pria itu dengan kesal. “Yya?! Wae irae?!”

Myungsoo mengacuhkan pekikan Suzy dan berjalan cepat ke arah pintu keluar yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Ia mendorong pintu raksasa itu dan setengah menarik Suzy. Setelah menemukan apa yang ia cari ia melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Suzy. “Duduklah, kakimu terlihat merah.”

Suzy sedikit terkejut saat sadar bahwa Myungsoo menggiringnya keluar ballroom dan menemukan sofa untuknya beristirahat. Suzy hampir saja mengucapkan terimakasih dan duduk di sofa itu saat ia teringat kata-kata Myungsoo, ‘Ah kurasa aku mabuk. Mian,’ dan di kepalanya tergambar jelas sticky note dengan tulisan tangan ibunya yang tertempel di dekat telepon.

Dengan tanpa ekspresi Suzy melepas high heels-nya dan berjalan meninggalkan Myungsoo ke arah toilet. Meskipun otaknya sudah sepenuhnya menerima apa yang terjadi malam itu, tetap saja hatinya masih merasa sakit. Maka daripada ia lepas kendali dan mencaci maki Myungsoo atau menghajar pria itu, Suzy memutuskan untuk meninggalkan Myungsoo sendirian.

Myungsoo menghela napas panjang dan memilih duduk begitu bayangan Suzy menghilang ke dalam toilet. Ia mengacak rambutnya kesal dan mengumpat pelan. ‘Lebih baik dia meledak dibandingkan diam tanpa mengucap satu kata pun seperti itu

Tak lama kemudian Myungsoo melihat Soojung berjalan tergesa menuju toilet. ‘Suzy pasti sudah menghubunginya’ pikir Myungsoo sambil berdiri dan berjalan kembali ke ballroom.

Myungsoo tidak sadar dari arah luar seseorang memperhatikannya sedari tadi dengan pandangan heran.

***

Gosh look this is the princess!”

“Jadi ini yang dari kemarin jadi perbincangan?”

“Astaga aku tak pernah mengira Suzy adalah high society,”

“Kenapa dia beruntung sekali? Padahal margaku juga Bae,”

“Dulu tasnya saja bukan Jansport dan sekarang dia pakai MCM!!”

Suzy mempercepat langkahnya menuju koridor tempat loker berada untuk menyimpan tas sekolah (baru) nya, yang sangat mengundang perhatian, dan mengambil buku-bukunya lalu diam di kelas seperti biasa. Semenjak ia turun dari mobil pagi ini sampai di perjalanannya menuju kelas semua orang memperhatikannya. Mereka langsung berkasak-kusuk begitu Suzy lewat sampai membuat Suzy merasa risih dan memaksa Kwon Ahjussi untuk mengecek apa roknya kotor atau badannya bau atau ada noda di wajahnya.

Suzy berhasil sampai di kelas dan langsung duduk di mejanya. Seperti biasa, ia menyimpan buku pelajarannya ke laci dan mengeluarkan komik sewaannya lalu mengambil posisi setengah berbaring di meja dan mulai membaca tanpa menghiraukan keadaan kelas yang sepertinya terlihat berbeda dari biasanya.

Benar saja firasat Suzy kalau kelasnya itu terlihat berbeda. Entah mengapa setiap murid di kelas itu (kelas Suzy merupakan kelas dengan populasi high society terbanyak) mendadak memperhatikannya dan memberinya senyuman bersahabat yang jarang sekali ia lihat. Suzy mendengus dan membalikkan wajahnya menuju tembok, ‘Setelah tahu aku pemegang saham terbesar keempat B-Corp, mereka mendadak menjadi baik’ batin Suzy dengan nada sarkas. Diam-diam ia merutuki Yixing dan Soojung yang belum terlihat batang hidungnya.

“Suzy-a apa kau sudah sarapan? Ibunya Minah membuat banyak onigiri.”

Sekitar tiga orang siswi mendekati Suzy. Suzy menoleh dan mengenali ketiganya sebagai Bang Minah, Oh Hayoung, dan Jung Yerin. Suzy menggeleng dan menolak dengan sopan. Ia bersiap kembali ke posisinya namun ketiga orang itu malah duduk di kursi di sekitarnya sambil mengajaknya membahas tentang Mochi entah apa namanya.

Seperti belum cukup, dua siswi lain dari klub drama yang Suzy tidak tahu namanya ikut mendekat dan mengajaknya ke pesta ulang tahun anak kelas sebelah. Dan semakin lama tempat Suzy semakin ramai dengan siswi lain yang mengajaknya ke butik itu, resto ini, pesta si anu, dan membahas hal yang Suzy sama sekali tidak tahu.

Hal itu membuat Suzy merasa kepalanya pusing. Suzy menarik napas dan berdeham beberapa kali, namun sepertinya para siswi itu tak mau berhenti bicara. Suzy menghela napas panjang dan dengan satu gerakan cepat berdiri sambil memukul mejanya sendiri.

BRAK!

Seketika para siswi itu berhenti bicara. Suasana di kelas juga menjadi hening.

My lovely classmates, berhenti bicara padaku seolah-olah kalian akrab padaku! Kita tak pernah bicara satu sama lain! You guys never noticed me untill two days ago so be it! Do not notice me! Jebal!” Seru Suzy frustasi lalu menerobos kerumunan yang mengelilinginya dan menuju keluar kelas.

Di pintu kelas ia berpapasan dengan Seulgi, Joohyun, dan Myungsoo yang nampaknya ikut shock melihat amukannya tadi. Tanpa berkata apa-apa Suzy bergegas keluar dan tanpa sengaja menabrak bahu Myungsoo.

“Astaga! Kenapa yeoja itu begitu sok sih?!” Pekik Oh Hayoung yang tidak terima diamuk begitu oleh Suzy. Suasana kelas kembali normal dan kerumunan itu bubar ke habitatnya masing-masing.

Myungsoo yang melihat kejadian itu menggeleng tak percaya sambil meletakkan buku-bukunya. ‘Mereka menjilat Suzy dalam detik pertama dan menghujatnya detik berikut, ckck,’ batinnya sambil berlari keluar kelas mengejar Suzy.

Sementara Suzy sudah berada di taman sekolah. Ia berjalan dengan langkah panjang dan cepat menuju toilet untuk menenangkan dirinya. Suzy yang sedang sangat kesal dan dalam kondisi yang tidak baik berjalan dengan kecepatan penuh tanpa memperhatikan sekitarnya.

BRUK!!

Tanpa sadar gadis itu menabrak seseorang di tikungan. Keduanya terjatuh bersamaan dan piring kertas berisi kimbap serta gelas kertas berisi teh hangat yang sepertinya dibawa oleh ‘korban’ Suzy jatuh berhamburan.

“Astaga, joseobhamnida!” Pekik Suzy sambil membantu pria yang ia tabrak. Namun gerakan tangannya terhenti saat melihat siapa yang ia tabrak. “Neo…?!

Yoongi tersenyum ramah sambil berdiri sendiri dan mulai membersihkan makanannya yang berantakan. “Gwencanha,”

Suzy berdiri diam karena bingung. Ia yang masih kesal ingin meninggalkan saja Yoongi, namun pelajaran tentang tanggung jawab yang ia dapat dari ayahnya membuatnya tak bisa menggerakan kakinya.

Yoongi lalu membuang makanannya ke tempat sampah terdekat dan kembali ke samping Suzy dengan senyuman ramah. Suzy mendecak kesal dan memutuskan untuk berbalik pergi.

“Bae Suzy tunggu,” seru Yoongi cepat sambil berjalan ke depan Suzy, memblokir jalan gadis itu.

“Apa?” Tanya Suzy malas sambil menyilangkan kedua tangannya.

“Aku hanya ingin minta maaf mewa—“

“Sudah kumaafkan!” Potong Suzy cepat. Malas membahas hal yang masih belum bisa diterima oleh hatinya.

“Tapi kau masih jutek dan terlihat kesal,”

Suzy menghela napas panjang. “Kuberitahu ya, otakku sudah memaafkan kalian karena secara logika ini bukan kesalahan kalian. Hanya saja hatiku masih belum bisa memaafkan kalian! Aku tidak tahu sampai kapan karena sekarang adalah masalah perasaan, bukan logika. Dan aku tidak bisa mengontrolnya.”

Yoongi terdiam mendengar penuturan Suzy. Perlahan ia mengankat wajahnya dan memandang lurus-lurus ke arah Suzy, “Kalau itu masalahnya, izinkan aku membantu hatimu memaafkan kesalahan kami.”

To be continued…

 


 

Ah iya tolong dijawab ya :

APA BAGIAN/ADEGAN/SCENE FAVORIT KALIAN DI CHAP INI?

Selanjutnya di setiap chap aku bakal minta pendapat kalian terus secara spesifik biar kalian ga bingung buat kasih komen.

 


 

Hai! Harusnya ini dipost tanggal 18 kemarin, hanya karena masalah sinyal baru bisa dipost sekarang😀

Pertama-tama always, Thankyou buat kalian semua yang udah komen di chap sebelumnya dan ngebuat aku semangat buat cepet update hihihi. Aku kasih tahu ya, komentar itu ibarat chat dari doi. Menyemangati. Semakin banyak komentar dari kalian semakin para penulis ngerasa bahwa karyanya dihargai dan ingin terus cepet update karena ngerasa sayang banget dan gamau ngecewain readernya. Komentar kalian itu efeknya dahsyat banget asal kalian tahu :”)PhotoGrid_1434571138420

Di chap ini aku ingin minta maaf karena belum bisa ngasih banyak momen MyungZy, aku sih cuman pengen bikin kalian penasaran aja wkwkwk😀 *ditimpuk sendal*

Di chap ini juga aku udah mulai kasih clue tentang loveline hehehe, semoga dengan fanfic ini OTP kalian akan bertambah/? #plak

Terakhir jangan lupa untuk terus ingetin aku ya kalau alurnya kecepatan atau bahasanya aneh atau karakterisasi kurang atau ada hal yang ganjal tentang fakta-fakta di fanfic ini hehe😀

140 responses to “[Chapter-3] High Society

  1. Favorit scene ku adalah waktu semua interaksi MyungZy dong.. Hehehe
    Temen sekelasnya suzy penjilat.. waktu Suzy bukan orang kaya, dia didiemin. Tp waktu lg d atas dia d baik baikin.. ckckckc..

  2. Temen” nya suzy sok perhatian. Eh bukan temen.. Merka nggak nganggep suzy tmen. Tp waktu tau suzy anak orang kaya eh mereka ndeketim suzy

  3. aaaaaaaaaahh kesukaanku soojung chanyeol hahaha, oooh ternyata pangeran seulgi itu chanyeol, baik banget sih yoongi sama suzy, aaah suka banget sama karakter suzy, chayooooo

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s