[Chapter-4] High Society

Untitled-

mainactor

p  r  o  u  d  l  y    p  r  e  s  e  n  t  s

High   Society

a chaptered fanfiction with rating G

starring

| Suzy “Miss A” | L “Infinite’ | Chanyeol “EXO” | Seulgi “Red Velvet”|

| Krystal f(x) | Lay “EXO” | Irene “Red Velvet” | Suga “BTS” |

Untitled-1


~~~ adaptation ~~~

.

‘Kalau itu masalahnya, izinkan aku membantu hatimu memaafkan kesalahan kami.’

Perkataan Yoongi setengah jam yang lalu masih terngiang di kepala Suzy. Suzy masih ingat bagaimana ia sangat bersyukur ketika bel masuk berbunyi dan menyelamatkannya dari pernyataan itu. Setengah jam yang lalu saat Yoongi menanyakan pernyataan itu, Suzy langsung terdiam dan tak bisa mengatakan apapun. Kepalanya mendadak blank dan lidahnya terasa kelu.

Suzy masih ingat jelas sorot mata Yoongi saat itu. Tulus dan benar-benar polos. Suzy memandangnya lebih intens untuk melihat tanda-tanda iseng atau ejekan namun yang ia temukan hanyalah ketulusan dan kejujuran. Hal itu membuatnya uring-uringan sekarang. Bagaimana mungkin ia bisa menolak permintaan setulus itu? Namun hatinya juga tidak luluh hanya dengan satu pernyataan itu.

Suzy mengalihkan pandangannya yang sedari tadi tertuju ke Ms.Yoon di depan meskipun pikirannya melayang entah ke mana, ke arah Yoongi yang duduk di barisan sebelah. Ia hampir memekik saat melihat Yoongi sedari tadi memandanginya dan lalu melemparkan senyuman. Senyuman yang ia kira hanya ia bisa temukan pada Yixing atau Soojung di sekolah ini.

Myungsoo yang duduk di belakang Yoongi tak bisa menahan kekesalannya saat melihat Suzy menoleh ke arah Yoongi lalu keduanya beradu pandang seperti bicara melalui pandangan mata. Ia mendengus dan memutuskan untuk menyembunyikan kepalanya di kedua lengannya yang terlipat dan berada di atas meja.

Otaknya kembali memutar kejadian setengah jam yang lalu saat Yoongi mengucapkan satu pernyataan yang membuat Suzy terdiam. Myungsoo yang berteman dengan Yoongi sejak kecil tahu betul bahwa namja itu mengatakannya dengan tulus. Dan yang membuat detik selanjutnya Myungsoo mendengus dan menggumam ‘shit’, adalah saat ia sadar bahwa sedari tadi Suzy memikirkan kata-kata Yoongi. Terbukti dari pandangan kosong gadis itu dan saat gadis itu kembali fokus ia langsung menoleh ke arah Yoongi.

Entah kenapa semua hal itu membuat Myungsoo kesal. Ia kesal kenapa dengan mudah Yoongi bisa membuat Suzy berpikir untuk menerima maafnya sementara tampak sangat membencinya. Ia tahu betul bahwa semua hal itu juga karena kebodohonannya untuk menerima dare dari Joohyun dan egonya yang sangat ingin melihat Suzy menangis. Dan juga karena sebelumnya memang Yoongi tidak pernah ada masalah dengan Suzy. Lain dengannya yang selalu menjaili Suzy dan sering kali membuat gadis itu meledak.

Saat itu Myungsoo tersadar. Dengan senyum fake saat bertemu fans di jalan atau saat acara off-air untuk menutupi kelelahannya saja Yoongi bisa membuat berjuta-juta yeoja menggilainya. Apalagi dengan satu senyuman tulusnya? Belum lagi kalau Yoongi sampai merealisasikan ucapannya. Entah mengapa ia yakin Suzy akan luluh, menyadari bahwa di antara ketiganya Yoongi lah yang paling romantis meskipun seluruh yeoja di Myung Won berpendapat masih lebih tampan Chanyeol daripada Yoongi.

“AAAAARRRGH!”

Memikirkan semua hal itu membuat Myungsoo sesak dan tanpa sadar menjerit kesal sambil meninju mejanya, membuat Chanyeol yang sedang sibuk memperhatikan Soojung yang duduk hanya terpisah dengan lorong antar-meja di sampingnya nyaris terjungkal sangking kagetnya. Myungsoo menatap sekeliling dan terakhir Suzy yang tampak mengacuhkannya dan lebih asyik membaca komik di selipan buku biologi. Ia lalu beranjak dari bangkunya dan keluar dari pintu belakang kelas sebelum penghuni kelas sadar apa yang terjadi.

***

Bel berdering dua kali, menandakan sekarang sudah waktunya istirahat makan siang. Terdengar desahan lega dari seantereo kelas 3-2. Tiga jam pelajaran fisika yang menegangkan bersama Mr.Kim akhirnya berakhir. Setelah pria berusia setengah baya itu keluar dan menutup pintu kelas, suasana kelas langsung ribut.

Yixing meringkasi mejanya terlebih dahulu sebelum akhirnya berjalan ke bagian belakang untuk menghampiri Suzy yang terlihat masih terlelap dengan nyamannya. Yixing sejujurnya bingung, bagaimana mungkin Suzy masih bisa masuk sepuluh besar padahal kerjaannya hanya tidur di sekolah. “Dia belum bangun juga?”

Soojung mendongak ke arah Yixing lalu mengangguk frustasi. “Ini anak kalau sudah tidur pulas sekali. Dia asyik tidur sementara aku setengah mati ketakutan Mr.Kim akan mengamuk seperti minggu kemarin.”

Yixing terdiam lalu memutar otaknya mencari cara. Ia tersenyum melihat botol air minum milik Soojung. Dengan gerakan cepat ia mengabil botol itu dan mencipratkan setengah isinya ke wajah Suzy yang langsung disambut erangan kesal.

Yya!!” Terdengar Suzy memekik sambil menegakkan duduknya. Ia membuka wajahnya dan mendapati Yixing dan Soojung sudah tertawa terbahak sambil memegang kamera. “Fuck you,” desis Suzy sambil mengelap wajahnya menggunakan coat barunya dengan cuek.

“Astaga dia mengelap wajah dengan coat dari Armani!” Pekik salah seorang yeoja yang duduk di ujung kelas bagian depan.

Suzy membulatkan kedua matanya siap meledak. Soojung yang tahu gelagat Suzy langsung memberi kode ke arah Yixing dan berdiri. Dengan serentak ia dan Yixing menggeret Suzy ke arah kantin sebelum Suzy meledak dan lebih parah melayangkan tamparan ke wajah yeoja tadi, mengingat suasana hati Suzy masih belum stabil karena dibangunkan secara paksa tadi.

“Dasar yeoja beringas,” sahut Seulgi sambil merapikan riasan di wajahnya. Dari cermin kecil yang sedang ia gunakan ia tahu pasti Suzy hendak meledak.

Joohyun terkekeh sambil membersihkan debu di roknya lalu berdiri dan menggandeng Seulgi. “Kajja aku sudah lapar. Min Yoongi, Park Chanyeol, ppali nawa.”

Yoongi yang sedari tadi melamun memikirkan langkah pertama mendekati Suzy terksiap dan hanya mengangguk sambil menarik Chanyeol berdiri. Keempatny berjalan ke arah yang berlainan dari trio tadi.

Di Myung Won terdapat satu kantin besar yang gratis bagi para siswa karena sudah masuk ke dalam daftar uang sekolah. Selain kantin itu terdapat juga sejenis restoran yang letaknya di bagian lain gedung kelas yang menu makanannya lebih beragam dan tentunya lebih mahal. Hampir semua high society makan di restoran ini. Selain karena lebih makanannya lebih beragam dan mewah, tempat ini juga lebih bergengsi dan memiliki pelayan. Lain dengan kantin yang mengharuskan setiap anak mengantri.

Yoongi duduk di kursi yang paling dekat dengan jendela dan langsung memesan steak karena perutnya sangat lapar hari ini. Ia kembali termenung memikirkan bagaimana cara untuk mendekati Suzy yang sangat antipati terhadapnya.

Joohyun sedikit cemberut melihat teman-temannya tidak bersuara. Seulgi yang duduk di sampingnya sibuk memperhatikan Chanyeol yang terlihat jelas masih penasaran dengan Soojung. Sedangkan Yoongi tampak asyik melamun sedari tadi. Ia berdeham dan hendak mengajak ngobrol Yoongi yang biasanya ceria saat makanan yang mereka pesan datang dan ketiga temannya langsung sibuk makan.

Mengingat kondisi perutnya, Yoongi memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Dan saat itulah desahan kecewa keluar dari mulutnya melihat porsi steak di hadapannya yang sangat kecil. Lebih mirip tester dan tidak bisa disebut satu porsi. Ia melirik ke arah tiga temannya yang nampak biasa saja dengan ukuran makanan mereka. Seulgi dan Joohyun bahkan kini mulai asyik menggosipkan seseorang yang Yoongi tak tahu wajahnya. Sementara Chanyeol terlihat hanya mengaduk-aduk pasta pesanannya tanpa minat sambil melamun.

“Apa kau benar-benar tertarik dengan Soojung?” tanya Yoongi sambil mulai mengunyah makanannya.

Chanyeol menoleh dan dengan datar menjawab, “Aku penasaran dengan gadis itu. Aku sudah mengajaknya berdansa dan dia tetap tidak tertarik padaku.”

Yoongi mengerutkan keningnya bingung, “Itu berarti dia tidak suka padamu man.”

Chanyeol hanya mendengus dan kembali memainkan pastanya. Yoongi kembali menghadap piringnya dan mendapati piringnya sudah kosong. Sebuah ide tiba-tiba terlintas di kepalanya.

***

Soojung dan Yixing meledak tertawa begitu Suzy menceritakan kisah tadi pagi bagaimana ia menggebrak meja dan mengamuk lalu keluar kelas. Ketiganya baru saja selesai mengantri dan mengambil makanan. Tadi saat Suzy tadi masuk kebanyakan anak-anak kaget melihat keberadaannya dan sudah hampir menyingkir untuk membiarkan Suzy dan kedua temannya antrian depan saat Suzy dengan cepat melarang mereka.

Dulu semua anak berpendapat alasan Yixing dan Soojung makan di kantin adalah karena rasa solidaritas mereka pada Suzy yang tidak mungkin mampu makan di restoran. Namun ternyata meskipun Suzy sudah menjadi pewaris, ketiganya tetap makan di kantin.

“Woah daebak! I wish I see how you scream at them!” Seru Soojung semangat sambil memindahkan seperempat nasinya ke tempat makan Suzy dan seperempat lainnya ke milik Yixing. Soojung yang memang kalau makan lebih sedikit dari Suzy selalu memberikan makanannya kepada Suzy dan Yixing agar tidak mubazir. Dan itu bukan ia lakukan karena ingin menjaga badan atau apa, tapi karena memang kapasitas perutnya yang darisananya kecil. Toh keduanya sama-sama dengan senang hati menerimanya. Jadi ini merupakan win-win solution tersendiri.

“Suez kalau itu manga kurasa di punggungmu sudah ada api dan matamu berkilat dan pipimu semakin melebar,” gurau Yixing disambut tawa Soojung dan dengusan dari Suzy sebelum akhirnya gadis itu tertawa juga.

“Tadi Yoongi minta izin untuk berteman denganku.”

And then?” Tanya Soojung memberik kode untuk Suzy terus bercerita sambil fokus mencapur nasinya dengan sup daging.

The bell saved me.”

Yixing menelan makanannya dan meneguk air mineralnya sebelum bekata, “I guess you need to accept it. Aku tahu hatimu masih belum sanggup. Tapi sampai kapan? Bagaimana kau tahu kalau kau tidak menerimanya eoh?”

Suzy sudah hendak membuka mulutnya untuk mengelak saat tahu-tahu Yoongi sudah berdiri di meja mereka dengan membawa tempat makanan berisi makanan kantin. “Hai! Boleh aku gabung?”

Soojung dan Yixing mengangguk santai sambil melanjutkan makanan mereka. Sekarang keputusan ada di tangan Suzy. ‘Tidak ada salahnya Suez,’ Suzy mendengar suara di kepalanya berbicara. Sambil memalingkan wajah Suzy mengangguk.

Yoongi bersusah payah untuk tidak menjerit senang saat melihat anggukan Suzy. Dengan sumrigah ia meletakkan tempat makanannya di samping Yixing dan mulai makan dengan lahap. Ia baru tahu makanan kantin seenak ini.

“Kau terlihat lapar,” komentar Yixing sambil menambahkan sepotong sosis ke tempat makanan Yoongi untuk menunjukan rasa simpatinya dan membuat Yoongi lebih nyaman. Dari seluruh high society, Yixing memang lebih memilih Yoongi kalau diharuskan memilih satu. Dulu sebelum debut dan memiliki seabrek jadwal, Yoongi aktif sekali di klub basket. Dan itu membuatnya tahu bahwa Yoongi tidak seburuk paradigma orang tentang high society. Saat itu juga Yoongi aktif di klub lain seperti jelajah alam, radio sekolah, mading, astronomi, menjadi model untuk klub melukis dan fotografi, paduan suara, dan masih banyak ekskul lainnya. Seluruh orang selalu bertanya-tanya kapan Yoongi istirahat dengan jadwal klub yang padat seperti itu. Namun, hanya melihat senyum lelah tapi bahagia Yoongi, Yixing tahu bahwa sejujurnya pria itu hanya melarikan diri dari kesepian. Sama sepertinya yang memilih mengambil kerja paruh waktu dan memilih bermain di apartement bobrok Suzy lalu belajar menari bersama dibandingkan berada di apartement mewahnya yang kosong.

Yoongi terkekeh, “Kau tahu, fisika selalu menghabiskan energi semua orang,” Yixing mengangguk setuju bersamaan dengan Soojung yang mengacungkan jempol menunjukkan tanda ia setuju.

“Kenapa kau tidak makan di restoran saja?” Tanya Suzy tiba-tiba.

“Porsinya seperti tester. Mirip seperti makanan Soojung sekarang yang dari tadi ia kurangi untuk dibagikan ke kita,” Jawab Yoongi polos.

Soojung mendelik, “Jangan samakan porsiku dengan porsi princess princess dangkal itu,”

Oh dear, kau jauh berbeda dari mereka. Mereka makan dengan porsi tester, dan kau makan dengan porsi kucing. Porsi anjing kalau kau lagi lapar,” kata Suzy dengan nada semanis mungkin sambil menepuk-nepuk kepala Soojung yang langsung ngamuk mendengar perkataannya.

Yixing dan Yoongi sontak tertawa diikuti kedua gadis itu yang kemudian ikut tertawa setelah bermain perang-perangan dengan sumpit yang baru berakhir saat sumpit Soojung jatuh ke tempat makan.

Yoongi tertawa dengan rasa hangat di dalam hatinya. Rasa yang jarang ia rasakan karena para high society tidak bercanda sekasar ini. Mereka penuh dengan was-was akan image. Yoongi tidak bisa menyalahkan mereka. Karena mereka adalah face of the family. Para high society harus menjaga nama depan mereka dan menjauhkannya dari segala skandal dan masalah. Dan karena Yoongi adalah saah satu dari mereka, ia sangat lelah. Ia ingin merasakan bebas dari semua hal itu.

Tertawa bersama Suzy, Soojung, dan Yixing membuat hatinya terasa hangat. Candaan mereka dan pembicaraan mereka yang tidak melibatkan saham atau bentuk kekayaan lainnya membuatnya merasa alive. Normal.

***

Take care Suez! Jangan kau gebuki senpai gantengmu itu sampai hancur lagi!” Seru Soojung sambil melangkah menuju ke arah gerbang. Suzy hanya terkekeh lalu berjalan menuju lokernya untuk mengambil seragam karate-nya. Hari ini adalah hari Senin. Dan ini jadwalnya klub karate.

Suzy sampai di toilet dan masuk ke salah satu bilik lalu menguncinya. Ia mulai menanggalkan pakaiannya dan mengenakan seragam karate berwarna putih itu. Sejak kecil Suzy memang suka sekali melakukan aktifitas fisik seperti laki-laki. Ia cenderung menyukai berkegiatan fisik dibandingkan diam di rumah dan bermain dengan boneka. Sejak kecil, ayahnya adalah role-model-nya. Seluruh orang bilang bahwa Suzy adalah versi ayahnya dalam bentuk yeoja. Hanya matanya saja yang menandakan bahwa dari segi fisik ia memang anak ibunya. Penyakit yang merenggut nyawa ayahnya saat Suzy masih sangat muda membuat Suzy bertekad untuk melindungi ibunya. Dan hal itulah yang menjadi alasannya belajar karate sejak dini. Sehingga saat ini ia bahkan sudah mencampai sabuk hitam dan bisa melindungi dirinya dengan baik.

Suzy sampai di gym sekolah yang sudah cukup ramai dengan murid lain yang berpakaian karate seperti dirinya dengan beragam macam warna sabuk. Tak kurang dari lima orang yang mengenakan sabuk berwarna sama dengan dirinya. Suzy mengankat rambutnya tinggi-tinggi dan mengikatnya menjadi cepolan yang rapi. Ia bisa saja mengikat kuda rambutnya, hanya saja ia trauma. Waktu itu ia pernah dituduh curang hanya gara-gara rambut panjangnya mengenai wajah lawannya yang memang kebanyakan berambut pendek dan cepak. Hal inilah yang membuat ibunya tenang dan yakin bahwa Suzy masih memiliki sisi feminim dan tidak perlu khawatir.

“Hai Suez!” Sapa Heo Youngji, salah satu anggota klub. Suzy tersenyum sambil memberikan tendangan rendah secara main-main ke arah Youngji yang berkelit dengan cepat. Seluruh anggota klub sudah hapal bahwa Suzy akan selalu menyapa mereka dengan mengggunakan serangan dalam karate baik di dalam gym ataupun di luar. Youngji contohnya yang akan selalu kena tendangan saat kebetulan bertemu Suzy di koridor atau di kantin.

Suzy berjalan menuju matras tempat anggota berkumpul dan duduk diapit Youngji dan slaah satu temannya yang lain Park Sooyoung. Suzy sejujurnya takut para anggota klub yang sudah seperti keluarga akan melakukan hal yang berbeda padanya karena ia adalah pewaris. Namun hal itu tak terjadi. Mereka tetap memeperlakukannya seperti biasa, menyapanya sambl memainkan cepolannya dan sesekali balas menendang Suzy. Dan Suzy senang itu.

Seorang pria berusia tiga puluhan berjalan memasuki gym dengan langkah pasti dan mengurangi kebisingan para anggota klub yang sibuk membahas mengenai seri terakhir film Fast Furious yang belum lama ini keluar. Para anggota klub mengenal pria itu sebagai Kim Jaejoong atau yang biasa mereka sapa Senpai. Pria itu adalah asisten pelatih klub yang juga merupakan alumni Myung Won. Melihat tak ada Sensei di belakang Jaejoong, suara kembali ribut.

“Perhatian,” Seru Jaejoong sambil menepuk tangannya beberapa kali. Senpai yang satu ini memang lebih santai dibanding senpai yang lain juga sensei sehingga para anggota klub lebih merasa nyaman. Ia lalu melanjutkan, “Seperti yang kalian tahu, minggu pertama di setiap bulan artinya evaluasi. Jadi siapa yang mau duluan?”

Suzy dengan semangat mengangkat tangannya. Ia sudah ingin menumpahkan kekesalannya sejak beberapa hari yang lalu. Salah satu alasan Suzy ikut karate adalah karena ia bisa melampiaskan emosinya ke lawan dan bukan ke orang tidak bersalah. Meskipun secara teknis lawannya tidak memiliki salah.

Para anggota lain langsung mendengus dan tidak berani melihat mata Suzy takut ditunjuk sebagai lawan. Gadis itu sudah berdiri di samping Jaejoong dengan semangat.

“Siapa yang mau jadi partner Suzy?” Tanya Jaejoong meskipun ia tahu tidak akan ada yang mau mengangkat tangan.

“Aku memilih Baekhyun saja,” Seru Suzy jail menunjuk Baekhyun yang satu level di bawahnya dan daritadi menjailinya dengan memainkan cepolnya.

Baekhyun langsung mendelik cepat. “Yya!! Andwae! Ceoltae! Sensei kau kan tahu tenaga Suzy seperti namja dan aku tidak bisa membalasnya meskipun aku ingin mematahkan tangannya karena dia yeoja!” Seru Baekhyun cepat.

Jaejoong menghela napas panjang. Setiap namja di dalam ruangan berpikiran sama. Para yeoja juga tidak ada yang levelnya mendekati Suzy. Jadi seringkali ia yang berkorban dan menjadi korban Suzy. “Kalau beg—“

“Aku saja Sensei.” Sebuah suara membuat seluruh anggota terkejut. Termasuk Suzy. Seluruh orang di ruangan mengalihkan pandangan dan lebih terkejut lagi mendapati Kim Myungsoo sudah berdiri di dekat matras dengan pakaian karate, lengkap dengan sabuk hitamnya. Rumor beredar bahwa Myungsoo ahli berbagai macam bela diri, namun mereka tidak tahu bahwa hal itu nyata. Karena Myungsoo lebih sering berantem dengan preman atau anak sekolah lain daripada mengikuti lomba bela diri. Maka dari itu mereka sedikit terkejut melihat Myungsoo dalam pakaian karatenya.

“O-oh Kim Myungsoo,” gumam Jaejoong yang mengenal Myungsoo karena namja itu adalah adik teman baiknya Kim Joongki.

Suzy langsung protes. Ia masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa bukan Myungsoo yang membuat hidupnya seperti sekarang. “Dia kan bukan anggota!”

“Tapi aku bisa membantu sensei mengevaluasi Suzy.” Sahut Myungsoo. ‘Bohong. Itu adalah alasan terakhirnya mengajukan diri. Alasan utamanya tentu saja membantu Suzy melampiaskan kesalnya. Meskipun akibatnya menjadikan ia sebuah samsak.’

“Kurasa Myungsoo benar Suez, kalau kau mau dievaluasi kau melawan dia.” Kata Jaejoong dengan nada final.

Suzy bersedekap. “Its okay. Asal Sensei tahu aku sedang sangat dalam emosi yang tidak baik dan sangat ingin melampiaskannya.”

“Aku tak masalah.” Kata Myungsoo tahu betul dialah penyebab emosi Suzy sangat meledak-ledak. Dan ia ingin setidaknya membantu Suzy melampiaskannya, daripada Suzy mengacuhkannya dan membuat dosa Suzy bertambah karena selalu memaki dirinya yang memang pantas dimaki.

Jaejoong lalu mengangguk setuju dan memberi kode pada anggota lain untuk menyingkir dari matras yang sebenarnya tidak perlu dilakukan karena setiap anggota sudah duduk hampir dua meter dari matras. Tak mau ketinggalan pertandingan seru, beberapa mengeluarkan ponsel mereka.

“Ingat Suzy aku sedang mengevaluasimu jadi gunakan semua teknik dan jurus bukan menyerang dengan barbar.”

Suzy hanya mengangguk karena kepalanya sibuk menyusun jurus-jurus paling ekstrem yang ia tahu dan membutuhkan banyak energi hingga ia bisa selesai dengan cepat dan emosinya reda.

“Dan kalau sampai Myungsoo harus dibawa ke rumah sakit, kau tidak akan mendapat partner lagi selama latihan dan harus melawan samsak sampai samsak itu jatuh dari gantungannya.” Ancam Jaejoong lagi karena sedikit panik melihat kilat di mata Suzy.

Suzy mengangguk cepat, “Iya paham. Buruan deh,” serunya tidak sabar sambil mulai melompat-lompat kecil.

Jaejoong lalu berdiri di antara keduanya dan memberi kode agar keduanya saling memberi hormat lalu memberi tanda bahwa sudah dimulai. Ia kembali ke tempatnya dan mengeluarkan papan berisi kertas evaluasi.

Myungsoo langsung memasang kuda-kuda bertahan sementara Suzy sudah mulai menyiapkan serangannya. Detik selanjutnya Suzy sudah menyerangnya dengan tendangan bawah yang sudah ia duga setelah melihat kaki Suzy bersiap-siap meskipun Suzy mencoba mengecohnya dengan menggerakan tangan seolah-olah akan memukul lenganya. Dengan gesit Myungsoo melompat dan berpindah ke belekang Suzy.

Suzy terkejut karena serangannya gagal. Para penonton pun ikut terkesiap dan berkomentar tentang kejelian Myungsoo, membuat Suzy semakin kesal dan kembali melayangkan sekarang ke kaki dengan cepat.

Myungsoo berhasil menghindar dengan cepat. Taktiknya adalah membuat Suzy emosi sekali selama beberapa menit dengan membuatnya kesal baru menyerahkan dirinya. Suzy lalu mencoba menyerang bagian atas Myungsoo namun ditangkis dengan cepat, membuatnya menggertakkan gigi kesal.

Setelah beberapa menit dan mendengar Suzy mendengus dengan mengucapkan makian akhirnya Myungsoo mengalah. Ia membiarkan Suzy menendang paha kirinya meski ia tahu serangan itu akan datang setelah ia berhasil menangkis serangan tangan Suzy. Myungsoo tahu Suzy gadis yang gesit dan meskipun sedang meledak tetap bertanding dengan taktik. Kalau saja ia bukan ahli bela diri, mungkin ia sudah akan KO melawan Suzy daritadi. Diam-diam ia tersneyum menyadari mengapa tidak ada yang mau melawan Suzy.

Suzy mengeluarkan semua kesalnya dengan beberapa kali menendang Myungsoo. Jangan tanya berapa kali ia melayangkann pukulan ke lengan atas dan perut Myungsoo. Ia juga beberapa kali mengenai dada Myungsoo yang jujur ia akui terasa lebih bidang dan tegap dibanding Baekhyun, mirip Jaejoong.

Myungsoo menerima serangan terakhir dari Suzy yang merupakan gerakan kombinasi dengan diakhiri tendangan kaki di pipinya yang cukup keras dan membuat bibirnya sedikit berdarah.

“Suez kau kesurupan ya?” Seru Baekhyun dengan nada bercanda sambil membantu Myungsoo berdiri sementara anggota lain heboh mengomentari pertandingan tadi. Para namja mengomentari kekuatan Myungsoo yang bertahan lebih dari lima menit sedangkan para yeoja langsung bergosip dan beramsusi bahwa Myungsoo suka dengan Suzy karena mau berkorban. Sedangkan yang lain sibuk mengupload video tadi ke SNS dengan judul ‘Sweet couple on my club!

Jaejoong berjalan dari belakang dan melayangkan jitakan ke Suzy juga ke Myungsoo. “Belilah samsak dan luapkan kemarahanmu di sana! Jangan anak orang kau pukuli Suzy!” Seru Jaejoong gemas lalu menghadap ke Myungsoo. “Ini juga! Kenapa hanya defense daritadi eoh?!”

Myungsoo hanya terkekeh dan berjalan tertatih sambil dipapah Baekhyun menuju UKS namun lalu langkahnya terhernti saat Jaejoong memanggilnya.

“Suez, kau yang antar Myungsoo. Baekhyun kembali ke sini dan cepat tunjuk satu pasangan!” Seru Jaejoong membuat Suzy yang sedang tertawa bersama Youngji dan yang lain mendengus.

Dengan terpaksa Suzy menghampiri Myungsoo dan menggantikan Baekhyun memapah namja itu. Anehnya hatinya sudah tidak merasa seperti ingin mencekik Myungsoo lagi. Hanya ada rasa ingin menggunduli rambut Myungsoo dan melemparnya ke Sungai Han, seperti perasaanya tiap kali melihat Myungsoo dulu. Dan juga setitik rasa kesal karena ia tidak bisa menyalahkan Myungsoo. Atau Yoongi. Bahkan para high society yang lain atas kejadian yang menimpa ibunya.

“Kau diam saja daritadi,” komentar Myungsoo saat keduanya sampai di UKS. Tanpa merasa risih Myungsoo melepaskan sabuknya juga pakaian karatenya, menunjukkan bagian atas tubuhnya yang telanjang dan penuh dengan lebam.

“Haruskah aku meledak?” Sahut Suzy sambil menyerahkan salep dan beberapa obat lain yang bisa digunankan untuk mengurangi sakit di setiap lebam itu dan mencegahnya bengkak atau infeksi.

Myungsoo terkekeh, “Sejujurnya aku lebih senang melihatmu meledak daripada diam dan seperti siap mencekikku.” Ia mulai mengobati lebam di lengannya. Ia menarik napas sebelum melanjutkan, “Aku ingin minta maaf. Karena kejailan itu. Juga karena tak bisa menaatapmu dan berkata lebih awal.”

Suzy tertegun melihat Myungsoo yang sedang mengobati lukanya sambil meringis sesekali. Suzy merasakan saat itu hatinya sedikit tenang. Tidak lagi uring-uringan. Meskipun masih terasa berat. Tanpa berkata apa-apa ia menarik kapas dan berjongkok sambil mengobati lebam di kaki Myungsoo.

“Kau adalah yeoja pertama yang tidak seperti cacing kepanasan melihatku setengah telanjang begini.” Kata Myungsoo berusaha mencairkan suasana. Melihat aksi Suzy ia tahu bahwa gadis itu sudah sedikit memaafkannya.

Tanpa ia sangka Suzy terkekeh. “Aku saja tidak nafsu melihat abs Yixing apalagi badan kerempeng begini,”

Dan Myungsoo hanya bisa menganga mendengar Suzy mengejek dan menertawakan tubuhnya sementara di luar sana para yeoja harus bisa membuatnya mabuk baru membuka pakaian. Dan yang lebih membuatnya menganga adalah fakta bahwa gadis itu telah melihat tubuh Yixing.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam saat Suzy mengakhiri pembicaraannya dengan Soojung dan Yixing malam itu. Ia menceritakan perasaan gundah di hatinya dan menurut kedua sahabatnya, its okay untuk memaafkan mereka. Pelan-pelan saja dan tak perlu terburu-buru.

Malam itu, sehabis makan malam dengan wajah cemberut karena Sekretaris Lee memberitahu bahwa halmeoni ingin ia mengikuti pelajaran kepribadian karena dirasa terlalu urakan, Suzy mengenakan sweatshirt-nya dan duduk di kursi malas yang terletak di pinggir kolam renang. Suzy selalu bermimpi untuk melakukan hal ini karena menurutnya ini sangat ‘drama’. Suzy tak bisa mengelak bahwa ia adalah yeoja yang juga pecinta drama. Ia ingat liburan musim dingin lalu menghabiskan puluhan drama bersama Yixing di depan TV. Soojung yang saat itu sedang berada di Swiss hanya bisa mengganggu mereka karena iri dengan menelpon tiap lima belas menit sekali.

Nunaaaa!”

Seruan Jackson membuat Suzy nyaris terjungkal karena sangking kagetnya. Ia menoleh dan mendapati sepupu yang lebih muda setahun darinya itu bergegas ke arahnya dengan ceria. Suzy heran, bagaimana anak itu masih punya cukup energi di waktu selarut ini?

“Kau berenang tidak mengajak-ajak aku!” Protesnya sambil duduk di kursi malas di samping Suzy. Suzy langsung membulatkan matanya dan menjitak pelan kepala Jackson.

“Kau ini aneh-aneh saja! Siapa juga yang mau berenang tengah malam begini. Lagian kau ke mana tadi? Aku makan malam sendirian tahu!” Hardik Suzy yang masih kesal karena hanya makan sendirian di meja makan berkapasitas dua belas orang itu.

Ganti Jackson yang membelalakan matanya. “Jinjja?!” Suzy langsung melemparkan lirikan tajam kau-kira-aku-bercanda. “Tahu kalau kau ada di rumah aku juga akan makan di rumah.” Kata Jackson pelan.

“Memangnya selama ini kau makan di mana?”

“Jajan di luar lah. Siapa yang mau makan sendirian di rumah. Masih mending makan ramen sendiri di sevel.”

Suzy menatap prihatin ke arah Jackson dan menepuk pundaknya lembut. “Kita makan bersama-sama di rumah mulai hari ini. Memangnya kau tidak kangen dengan masakan rumah?”

“Aku sih suka sekali makanan Kang ahjumma. Enak. Tapi ya itu, meskipun enak jadi hambar karena sendiri.” Jackson lalu terkekeh dan mengulurkan tanganya. “Kemarikan ponselmu, supaya aku mudah mengecek keberadaanmu,”

Suzy mengeluarkan ponsel dari kantung piamanya dan memberikannya ke tangan Jackson.

Ige mwoya?!” Pekik Jackson histeris sambil membalik-balik ponsel Suzy. Ia membuka flip ponselnya dan mendelik horor melihat papan tombol yang belum qwerty itu. “Astaga Bae Suzy!! Kau pemegang saham terbesar keempat B-Corp dan kau memakai benda pra-sejarah ini?!” Cerocos Jackson dengan histeris.

Suzy hanya menganga mendengar omelan Jackson. Dia mencoba berpikir jernih. Dia baru saja dimarahi hanya karena menggunakan ponsel yang ia beli dengan uang tabungan sendiri saat SMP. Karena meskipun sudah banyak model saat itu, tetap saja ia hanya bisa membeli ini.

“Memangnya halmeoni tidak tahu?” Tana Jackson dengan lebih tenang sekarang sambil masih meneliti benda itu.

“Tahu. Dia menyuruhku untuk menggunakan smartphone yang sudah ia belikan. Tapi aku masih sayang dengan bend—“

Dan kata-kata Suzy terhenti saat melihat Jackson dengan santai melempar benda itu ke kolam renang. Menghasilkan bunyi ‘plung’ yang cukup keras. Suzy masih belum bereaksi saat benda mungil kesayangannya itu melayang di dalam kolam dan akhirnya menyentuh dasar dengan bunyi ‘duk’.

“W..wa.. WANG JACKSON!!!!”

***

Myungsoo mengusap luka di bibirnya dengan penuh sayang meskipun luka itu esok akan menimbulkan bekas biru, seperti memar lain di tubuhnya yang meskipun suddah diobati tetap saja berwarna biru dan terasa nyeri. Sambil tersenyum, Myungsoo mengulang kejadian tadi saat Suzy menggebukinya habis-habisan di gym. Setiap pukulan yang diberikan Suzy membuat perasaannya lebih ringan meskipun hanya sesaat. Rasa bersalah itu tetap ada, namun tak semenyakitkan kemarin saat Suzy masih mengacuhkannya.

Myungsoo lalu naik ke ranjangnya dan membaringkan tubuhnya dengan senyuman. Tak peduli meskipun untuk beberapa hari kedepan tubuhnya akan susah untuk digerakkan dan besok akan diomeli oleh kakaknya habis-habisan karena babak belur begini.

***

Malam itu untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun Yoongi tertidur di kasurnya dengan piama dan wajah senang. Untuk pertama kalinya hatinya terasa sangat nyaman dan lega. Semua hal itu karena siang tadi ia menghabiskan istirahatnya bersama Suzy, Soojung, dan Yixing yang berhasil membuatnya sakit perut karena tertawa dan memutar otak untuk membalas kalimat-kalimat sarkas mereka. Belum lagi sore tadi Yixing yang tahu ia sedang tidak ada jadwal mengajaknya bermain basket saat Yoongi sedang membuat invitation untuk party. Dengan senang Yoongi setuju dan bergabung bermain basket bersama anak-anak klub basket yang tidak bisa sehari saja tidak bermain basket.

Bukannya Yoongi tidak pernah senang hang out bersama para high society atau bersama Chanyeol dan Myungsoo, hanya saja untuk hang out bersama mereka, Yoongi akan merasa lelah. Karena bahkan dengan teman terdekatnya sekalipun para high society masih harus bisa menjaga image mereka dan tak bisa sepenuhnya percaya. Mereka masih harus waspada satu sama lain karena semua orang berpotensi menjadi pengkhianat.

Chanyeol dan Myungsoo sesungguhnya asyik. Asyik sekali. Keduanya adalah teman terdekatnya yang ia percayai untuk melihat semua yang ia lakukan, baik atau buruk. Hatinya juga senang menghabiskan waktu dengan mereka. Namun senang yang saat ini ia rasakan berbeda. Entah di bagian mana.

Yang menjadi hipotesa nya saat ini adalah tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu yang membuatnya berbeda. Dan Yoongi tidak bisa menyalahkan Myungsoo ataupun Chanyeol untuk hal itu. Karena kedua anak itu pun sama dengannya. Hanya tahu cara membeli kebahagiaan dan bukan menciptakannya.

Dan lagi kedua orang itu sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Yang bisa Yoongi prediksi untuk saat ini, Chanyeol pasti akan jatuh di tangan Soojung. Ia berani mempertaruhkan karirnya untuk itu.

***

Chanyeol berjalan di lorong rumah sakit dengan langkah santai. Malam itu ia ditelpon ayahnya untuk menjenguk kakeknya yang sudah dirawat di rumah sakit selama seminggu belakangan. Kakeknya itu memang paling menyayangi Chanyeol di antara cucunya yang lain. Sehingga ia selalu ingin bertemu Chanyeol setiap beberapa hari sekali. Dan karena saat ini ia sedang sakit, permohonannya itu lebih mirip perintah karena ia sangat ngotot.

Chanyeol sudah hampir masuk lift saat mata awasnya menangkap sosok Soojung yang masih mengenakan seragam sekolahnya lengkap dengan coat merah marun yang ia kenakan di sekolah tadi, sedang asyik menimang seorang bayi yang nampak sangat senang digendong oleh Soojung.

Chanyeol mengundurkan niatnya untuk naik ke lift dan mendekati dirinya ke pintu kaca yang membatasi ruangannya dengan ruangan tempat Soojung berada yang penuh dengan ranjang dan anak kecil.

Chanyeol hampir terjatuh saat sadar anak kecil yang digendong Suzy memiliki bekas cakaran di wajahnya dan matanya terlihat lebam. ‘Astaga! Siapa yang tega menganiaya anak sekecil itu?!’ pikir Chanyeol. Sedingin-dinginnya ia, ia masih memiliki hati.

Tak lama kemudian ia melihat Soojung menyerahkan bayi itu ke seorang suster dan menghampiri seorang anak berambut panjang yang sebagian wajahnya melepuh karena luka bakar dan menyisir rambut anak itu dengan penuh perasaan dan mengepangnya menjadi kepangan cantik seperti di film Barbie yang sering Chanyeol lihat saat sepupunya bermain di rumahnya.

Saat itu Chanyeol tertegun. Ia benar-benar terdiam. Melihat Soojung yang dengan nyaman bermain bersama anak-anak membuat Chanyeol merasakan sesuatu dalam tubuhnya berdesir cepat. Melihat gigi-gigi putih Soojung saat gadis itu tertawa menanggapi celotehan anak-anak itu membuat Chanyeol merasakan perasaan yang jarang ia rasakan. Terharu. ‘And for godshake those children aren’t even normal!’ Batinnya setelah melihat tulisan di samping pintu kaca itu. “Tempat Pengobatan Anak Korban Penganiayaan”

Beberapa saat kemudian Soojung terlihat mengulaskan sebuah pout saat seorang pria dengan jas dokter mendekatinya. Chanyeol mengenali pria itu sebagai kakak Soojung. Chanyeol tidak percaya melihat Soojung yang selalu dewasa terlihat merajuk seperti anak kecil karena disuruh pulang seperti saat ini. Chanyeol ingin sekali mencium Soojung dengan ekspresi seperti itu yang menurutnya sangat cute.

Ia lalu menemukan dirinya berpura-pura bertanya pada resepsionis saat melihat Soojung keluar dengan kakaknya.

Oppa kau tega sekali!” Ia mendengar Soojung merajuk dengan nada manja.

“Astaga Soojung ini sudah hampir jam satu! Salah sendiri tadi asyik ngerumpi dengan Suzy bukannya memanfaatkan waktumu dengan anak-anak itu.”

What the heck, apa kau menyalahkan sahabatku sekarang?!”

Seruan Soojung tak terdengar lagi karena ia sudah menghilang di balik lift. Meninggalkan Chanyeol dengan perasaan aneh terdiam di tempatnya berdiri sekarang.

***

Keesokan harinya saat sarapan mata Suzy masih sembap dan wajahnya terlihat sekali sehabis menangis. Di sampingnya Jackson sedang mengutak-atik smartphone­-nya agar nanti Suzy bisa langsung menggunakannya tanpa ribet menginstal aplikasi-aplikasi lain. Hal ini Jackson lakukan karena ia sedikit merasa bersalah atas kejadian tadi malam dan karena ia tahu Suzy masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan smartphone-nya. Tak lama kemudian ia menyerahkan benda persegi panjang berwarna putih itu ke arah Suzy.

“Nah, sudah jangan sedih Suzy, kau juga Jackson lain kali jangan terlalu iseng.” Kata Halmeoni yang duduk di ujung meja.

Pagi itu Suzy yang semalaman menangis sehabis ngambek ke Jackson karena ponselnya jadi rusak masuk ke ruang makan dengan wajah sembap. Halmeoni langsung menanyakan alasan matanya begitu dan Suzy menceritakan semuanya dengan Jackson yang mati-matian menahan tawa. Ia tahu betul sepupu bandelnya itu sangat menikmati kejadian semalam. Dan dengan keputusan bijak, Halmeoni meminta Jackson membantu Suzy, yang menurut Suzy tidak sebanding.

Suzy hanya diam dan mengangguk sambil mengantungi ponselnya di saku jaket yang ia kenakan. Jackson menyenggol kaki Suzy beberapa kali sampai gadis itu menoleh ke arahnya dan memasang aegyo sambil meminta maaf.

Suzy hanya mendengus lalu menjitak kepala Jackson yang semalam sudah ia jitak berkali-kali dan hampir ia piting kalau namja itu tak menjerit meminta ampun, dengan sekuat tenaga. Membuat Jackson meringis dan tersenyum senang karena tahu Suzy sudah tidak ngambek lagi. Sebagai usaha menyogok, Jackson menambahkan sosis ke mangkuk Suzy, membuat gadis itu tertawa terbahak dan merangkulnya sayang.

***

Yoongi baru saja keluar dari mobilnya saat ia melihat Suzy juga baru turun dan sedang asyik dengan ponselnya. Ia terdiam beberapa saat melihat Suzy yang nampak cantik sekali pagi itu. Rambut panjang hitam Suzy yang biasanya tergerai polos kini terlihat lebih manis dengan kepangan kecil di sisi kanan dan sisi kiri kepalanya yang lalu disatukan dengan jepitan berbentuk bintang di bagian belakang. Rambut Suzy terlihat sangat halus dan berkilau pagi itu. Suzy juga nampak manis meski hanya mengenakan jaket berwarna putih dari bahan parasut untuk menghalau angin musim semi yang berhembus kencang belakangan ini. Dan yang paling membuat Yoongi senang adalah wajah polos Suzy yang masih terlihat sangat cantik meski hanya tersapu bedak tipis dan lipgloss serta aroma citrus yang tercium saat angin berhembus.

Good morning Suez!” Serunya semangat sambil menyentuh kedua pundak Suzy dari belakang dengan maksud bercanda.

Suzy terkejut sampai nyaris menjatuhkan smartphone barunya saat Yoongi tahu tahu mengejutkannya dari belakang. Ia membalik badannya menghadap ke Yoongi dan siap meledak. Namun omelannya terhenti di pangkal lidah saat Yoongi merebut smartphone-nya.

“Woah, kau pakai smartphone!!” Seru Yoongi semangat sambil mencari aplikasi chatting di ponsel Suzy dan langsung memasukkan username-nya.

Suzy mendengus sambil berjalan memasuki gedung sekolah, “Dasar udik,” katanya dengan nada seperti high society mengatai orang semaunya.

Yoongi yang tahu maksud Suzy mengembalikan ponsel Suzy sambil terkekeh, “Woah, you are being a jerk now!” Godanya.

Suzy tertawa, “An extraordinary jerk,” sahutnya dengan nada angkuh, membuat Yoongi tertawa dan meninju pelan lengan Suzy. Suzy menaikkan sebelah alisnya dan dengan santai menendang paha belakang Suzy.

Oh my god Suez! Kalau kau melakukan tendangan seperti itu orang akan bisa melihat pakaian dalammu!” Pekik Yoongi sambil memperhatikan sekitar yang terlihat tidak peduli karena memang pakaian dalam Suzy tidak terlihat.

“Tidak semua siswa berpikiran sekotor kau Yoongi, sampai mereka menunggu saat yang tepat ketika para yeoja menendang.”

Yoongi mengangguk pelan dan kembali terkekeh. Ia kembali berjalan sambil mengamati wajah Suzy dan langsung terkejut melihat mata Suzy sedikit sembap. “Kau habis menangis?” Tanyanya panik sambil mencengkram bahu Suzy, membuat langkah gadis itu terhenti.

Dengan sekali gerakan Suzy berhasil menyingkirkan tangan Yoongi. Ia kembali melanjutkan perjalanan mereka ke kelas sambil menceritakan kejadian semalam. Yoongi terkekeh menanggapinya.

Suzy tidak tahu kalau Yoongi terkekeh karena lega mengetahui bahwa kekhawatirannya tidak terjadi. Yoongi sempat mengira Suzy mulai menikmati posisinya sebagai princess dan takut lambat laun gadis itu akan berubah. Namun ternyata kekhawatirannya tidak terjadi. Maka dari itu ia bisa terus tersenyum lega sambil berjalan menuju kelas.

***

“Jadi video itu benar?” Tanya Joohyun sambil mengimbangi langkah kaki Myungsoo yang tidak secepat biasanya. Ia sengaja menunggu Myungsoo di mulut koridor utama untuk menanyai perihal video yang beredar semalam.

Myungsoo terkekeh sambil mengangguk. “Beredar di mana?” Tanyanya sambil memikirkan berbagai SNS yang mungkin.

“Path,” jawab Joohyun datar. “Kau masih merasa bersalah kan? Makanya kau melakukan semua itu?”

Myungsoo mengangguk sambil tersenyum tipis. Senang bahwa setidaknya teman semasa kecilnya itu memiliki rasa peka dan membuatnya sadar bahwa setidaknya teman dekatnya benar-benar memahami dirinya dan memenuhi peran sebagai teman dekat dengan baik..

Joohyun mendengus, “Kau tahu itu bukan kesalahanmu! You, Yoongi, are too melodramatic!” Seru Joohyun kesal sambil mempercepat langkahnya.

Myungsoo tertawa, “Hyunnie-a,” Joohyun berhenti dan menoleh sebentar. “I know, you only hate her because she is the first girl who dare to insult you and the fact that because of her you are not the only princess anymore in Bae. Aku tahu kau gadis baik. Aku tahu kau tidak benar-benar membencinya.”

Joohyun terdiam lalu melanjutkan langkahnya sebelum berseru “Fuck you,” yang membuat Myungsoo tertawa karena artinya semua pemikirannya dan hipotesa Yoongi benar.

Myungsoo tahu, ia, Yoongi, Joohyun, Seulgi, dan Chanyeol adalah anak yang baik. Mereka hanya snob karena status mereka dan posisi mereka. Sesungguhnya kelimanya hanyalah anak yang tidak tahu harus berbuat apa dan akhirnya berkumpul untuk setidaknya menguatkan satu sama lain karena hanya merekalah yang mengerti satu sama lain. Meski ego dan hati mereka keras, Myungsoo tahu bahwa ia dan teman-temannya tidak jahat. They are just lost kid who don’t know what is and how is love.

***

Siang itu cukup terik namun angin berhembus dengan kencang, membuat Suzy yang duduk di samping jendela mengambil posisi enak untuk tidur dan mulai memejamkan matanya. Suasana kelas yang tenang membuat Suzy semakin ingin tidur, apalagi hari ini Soojung membawa boneka yang nantinya akan ia kasih ke salah satu pasien di rumah sakit yang sedang berulang tahun.

Setengah jam yang lalu, wali kelas mereka, Ms.Lee membertitahu bahwa sekarang adalah waktu untuk belajar mandiri. Dan menit selanjutnya setelah Ms.Lee pergi hampir setengah kelas pergi keluar entah ke mana. Myung Won memang terkenal dengan akademisnya, namun tidak dengan kedisiplinannya. Maka dari itu kini Suzy sudah siap terjun ke alam mimpi.

“Bae Suzy! Andwae! Kau tidak boleh tidur!” Pekik Soojung sambil menggoyangkan bahu Suzy. Membuat gadis itu mengerang kesal. “Yixing-a!!” Seru Soojung memanggil Yixing yang pasti sudah sibuk dengan kumpulan latihan soal di tempat duduknya.

Suzy bisa mendengar Yixing beranjak dari tempatnya menuju ke tempat mereka dan mendengus kesal. “Suez bangunlah! Kau tahu kan kimia-mu jelek sekali! Jad—“

Sebelum Yixing mulai memberikan ceramah Suzy sudah bangun dengan gusar. “Aku mau cuci muka,” serunya pendek sambil berjalan keluar kelas. Ia bisa mendengar suara high five Yixing dan Soojung di belakangnya.

Dengan mata setengah terpejam, gadis itu berjalan menuju tangga. Ia sengaja memilih toilet di lantai dua agar sekalian melemaskan ototnya dan menyegarkan pikirannya. Suzy melewati jendela kelas-kelas lain yang juga sedang jam kosong dengan tertawa melihat kebanyakan murid tidaak pada di tempatnya, sebagian besar tidur atau mengobrol, dan bisa dihitung dengan satu tangan yang benar-benar belajar. ‘Guru seharusnya tidak pernah memberikan belajar mandiri kepada siswanya,’ pikir Suzy sambil mulai menuruni tangga.

Suzy yang sejujurnya masih mengantuk tidak melihat genangan kecil sirup jeruk yang ada di tangga lengkap dengan beberapa bongkah es batu dan gelas plastiknya. Ia tidak sadar terlah menginjak genangan itu dan tergelincir lalu kehilangan keseimbangan.

Ia masih tidak sadar bahwa ia sedang melayang di udara dan hanya dalam sepersekian detik ia akan membentur lantai marmer sekolahan dan mendapat patah tulang atau gegar otak ringan.

Ia baru sadar saat kerasnya marmer tak kunjung menghantam tubuhnya. Memberanikan diri membuka mata, Suzy terkejut melihat tempat pendaratannya.

Tempat pendaratannya adalah sesosok manusia hidup yang memandnagnya dengan cemas dan panik sementara ia hanya bisa melongo. “Neo gwencanha?!”

To be continued…

 


 

QUESTION OF THIS CHAPTER :

CAN YOU WRITE DOWN ALL OF YOUR OTP?! TELL ME WHO YOU SHIP THE MOST! J


 

TERIMAKASIH UNTUK SEMUA COMMENT KALIAN MY BELOVED READERS!!!! :”) KALIAN LUAR BIASA!!!😀😀😀

KASIH TAHU AKU YA PENDAPAT KALIAN TENTANG CHAP INI JUGA POSTER BARU YANG ISENG AKU BUAT WKWKWK😀

 

128 responses to “[Chapter-4] High Society

  1. myungzy for loveship/?
    jackzy for brosistship/?
    soozy for friendship
    dan apakah joohyun tidak akan mendapat pasangan? yoongi mungkin? atau yixing? lalu seulgi? bagaimana nasibnya?😀

  2. Setiap ada cinta segitiga.. Aku merasa kasihan ma orang ketiga itu.. (yongii) tp mau gmana lagi pemeran utamanya ttp suzy ma myungsoo
    Eh t aku suka myungzy

  3. chanyeol akan cinta dengan soojung hahaha, aaaah myung so sweet bgt sama suzy, aaah yoongi mulai bergabung di geng suzy, sumpah ngakak bgt jackson pas ngelempar handphone suzy

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s