The Moribund [Chapter 5]

HYUNFAYOUNGIE & JALILFUNNY
PRESENTS

The Moribund

starring Suzy, Chanyeol, Sehun & Myungsoo support cast Lee Min Ho, Kim Jongin genre Romance, Angst length Chaptered rating PG

Previous: [Prolog] [1] [2] [3] [4]

the-moribund2

Myungsoo menyunggingkan senyum jahatnya, tubuhnya tertutup di balik tembok besar yang juga terhalang oleh beberapa perumahan yang besar. Sukses dirinya mengintai rumah itu dan sepertinya saingan baru itu harus hancur di tangannya. Pria itu, Chanyeol, harus hancur.


Kepalanya memang cukup berat bila digerakkan, dan bahkan tubuhnya seperti terkunci sementara setelah ia sadar dan matanya terbuka lebar. Chanyeol melihat kotak-kotak datar tersusun rapi di atasnya, menilik dan berpikir sesekali, Chanyeol baru sadar ternyata dirinya sedang menatap deretan motif atap dengan bola lampu yang memancarkan sinar tak jauh di sebelah. Pria jangkung itu pun mulai memaksa dirinya untuk bergerak, beban tubuhnya tetap sama; hanya saja entah kenapa begitu berat saat ini. Setelah menurutnya berhasil, Chanyeol mulai berusaha bangkit setengah badan dan pandangannya menyapu sosok pria dengan postur badan tak beda jauh dengannya, Pria itu tersenyum pada Chanyeol, “Hyung, Apa yang terjadi padaku?” Chanyeol bertanya setelah ia menyadari dirinya tengah duduk di sebuah ranjang.

Kakak dari Chanyeol, yaitu—Kris, hanya bisa tersenyum lalu menjawab dengan tenang. “Tidak ada, hanya sedikit insiden dan beruntung itu hanya cairan pembius biasa.” Timpalnya yang sekarang mulai mendekati sisi ranjang dimana Chanyeol terduduk.

Chanyeol berusaha mengingat kejadian sebelumnya pada memori otaknya, tapi karena tak sanggup, yang Chanyeol rasakan malah beban berat di kepalanya semakin bertambah. “Cairan pembius…” Kata Chanyeol dengan memijat-mijat keningnya sendiri.

“Ya, dan oh, wanita bernama Suzy itu meminta maaf padamu karena tak sengaja menyuntikkan cairan itu padamu. Aku pikir dia salah bertindak dan entah kenapa ekspresinya selalu saja panik saat aku melihatnnya.” Kris menjelaskan, kedua tangannya terlipat rapi pada bagian dada busungnya.

“Suzy…” Chanyeol mencerna  nama itu dan dengan cepat otaknya menyusun rupa wajah si pemilik nama Suzy itu dengan cepat. “Hyung! Dimana wanita itu sekarang?” Karena merasa kenal, Chanyeol seperti berteriak saat bicara kali ini, membuat kakaknya di hadapan agak terkejut.

“Kau kenapa?” Tanya Kris spontan, “Apa kau kenal dengan wanita aneh bernama Suzy itu? … Aku tidak tahu dimana dia sekarang, wanita itu hanya menitipkan permintaan maaf padaku untukmu lalu pergi dengan seorang pria kurus yang aku tolong waktu itu. Mereka seperti tergesa-gesa…” Kris terhenti sejenak lalu melanjutkan, “Apa mereka berdua seorang Mavia.” Lanjutnya.

Chanyeol mendengar ucapan kakaknya itu dan entah kenapa tubuhnya memaksa Chanyeol untuk segera berguling keluar dari ranjang itu. Dengan bergegas pula, Chanyeol menuju pintu untuk keluar dari ruangan itu. Lalu, Chanyeol berkata dengan cepat, “Hyung, Aku pergi dulu. Terimakasih telah menjagaku tadi.” Katanya sambil membuat kakaknya bingung dengan tingkah tergopohnya.

“Hey! Chanyeol… Kau mau kemana? Kau belum bertemu dengan ayah!” Kris berteriak namun sosok adiknya sudah hilang ketika pintu telah tertutup.

Dengan angkutan umum seperti bis mereka menuju suatu tempat, kali ini bukan rumah sakit atau rumah kesehatan lainnya, karena sepertinya Myungsoo akan cepat mengetahui keberadaan mereka jika kembali ke Rumah Sakit Jegguk. Sehun mempunyai rencana lain untuk bisa menyelamatkan Suzy dari si brengsek Myungsoo serta kawanannya, yaitu dengan hijrah ke tempat yang berbeda—mungkin.

Bisa dibilang Myungsoo itu adalah manusia dengan hidung anjing, karena dia itu macam orang yang bisa mengendus bau mangsanya dan mengetahui dimana mangsanya dengan cepat. Atau mungkin seperti komplotan mata-mata yang memiliki bawahan banyak sehingga keberadaan Sehun dan Suzy dapat cepat di temukan, buktinya di Rumah Sakit Jegguk; Myungsoo menemukan Suzy tanpa ada yang mengira satupun. Seperti peribahasa mengatakan Habis air telaga, arang dibasuh tak putih.

Entah sudah berapa lama dirinya diam dan memandangi sekujur kota dari balik jendela bis, Suzy berpikir kalau dirinya akan kembali ke rumah, tapi sepertinya tidak. “Kau mau ikut denganku, Suzy?” Sehun yang berada di sebelah mulai bertanya, Suzy pun mulai melihat pria kurus itu dengan beberapa perban di wajah yang ada di sebelahnya.

“Ikut? Denganmu? Kemana?” Tanya wanita itu dengan rasa penasaran.

Sehun hanya tersenyum dan tak menjawab, setelah sampai di halte pemberhentian ia mengeluarkan beberapa uang koin sisa dari sakunya, kemudian membayar ongkos bis. Dengan cepat pula Sehun menggenggam lengan Suzy untuk segera turun dari bis. “Kita mau kemana?” Tanya Suzy lagi, tapi lengan dan dirinya terus terbawa oleh pria yang sedang menariknya saat ini.

Sehun terus menariknya menuju suatu tempat, tempat yang Tak asing, bahkan tak aneh.

Tak asing bagi Sehun tapi mungkin masih asing di benak Suzy, mereka sampai di bangunan rumah besar dan bisa di bilang sebuah rumah yang mewah. Hal yang tak terpikirkan oleh Suzy adalah kenapa Sehun mengajaknya kesini? Apakah ini rumahnya? Apakah Sehun sekaya itu?

Mereka pun memasuki rumah tersebut, membuat suasana sepi di rumah tersebut langsung terusik karena keberadaan mereka yang datang tiba-tiba dengan terburu-buru. “Jongin!” Sehun bersahut, seperti memanggil seseorang, kemudian di susul dengan sosok pria berkulit kecoklatan yang datang menghampiri dengan berpakaian jaz rapi lengkap dengan dasi pita terikat di leher.

“Astaga Tuan, kau kemana…” Pria bernama Jongin itu berucap karena terkejut, namun segera terputus  karena Sehun langsung memotongnya.

“Kumohon jangan banyak bicara, sekarang tolong siapkan pakaianku dan masukkan dalam koper besar, dompet, ATM, dan juga siapkan sebuah mobil…” Sehun memotongnya dengan berbicara cepat, membuat Jongin kebingungan saat ini. “Oh iya, Jongin, kalau tidak salah kau pernah bilang kalau orangtuamu tinggal di Masan ‘kan?” Lanjut Sehun dengan bertanya.

“Ya Tuan, memangnya kenapa?”

“Untuk sementara kita akan tinggal di sana, jangan  tanya kenapa dan apa lagi, karena aku tidak mau mendengarnya. Jadi, sekarang siapkan saja semua yang aku perlukan tadi.” Sehun sepertinya tergesa-gesa, bahkan Suzy sampai diam tak berucap sepatah kata pun. Yang jelas Suzy pikir kalau pria bernama ‘Jongin’ itu adalah pelayan atau juga mungkin pekerja yang di bayar oleh keluarga Sehun di sini.

Sebenarnya Jongin kuatir dengan sosok Sehun kali ini, tidak biasanya orang yang bisa dibilang baik hati macam Sehun kembali ke rumah dengan keadaan wajah yang penuh dengan perban dan plester—apa dia berkelahi? Sepertinya mungkin begitu. Jongin juga melihat seorang wanita cantik, ia pikir wanita itu adalah pacarnya Sehun. Tapi karena Sehun tak mau mendengar pertanyaan lagi darinya maka Jongin segera bergegas menyiapkan apa yang tadi dipinta oleh Sehun.

Jongin mulai dari menyiapkan pakaian Sehun dari berbagai setelan, sebenarnya ia agak risih kalau juga harus menyiapkan pakaian dalam pria kurus itu ke dalam koper, tapi yasudahlah, ini adalah tugasnya—Sehun memberi perintah segera dia laksanakan. Kemudian dompet dan beberapa kartu ATM yang ia siapkan di dalam dompet. Sebenarnya jika Sehun menginap di rumah orang tuanya di Masan tidak akan jadi masalah, tapi kondisi rumah di sana yang kecil apa mungkin cukup untuk menampung Sehun dan wanita itu lagi? Sedangkan ibu dari Jongin saja sudah berbagi lapak dengan adik lelakinya di sana.

Setelah semuanya siap dan Jongin siap pula dengan mengantongi kunci mobil dalam saku jaznya, ia pun segera keluar karena ternyata Sehun dan wanita itu sudah meninggu di sebelah mobil. Kemudian dengan menggeret koper besar, Jongin menaruh koper itu di bagasi setelah berada di sekitar mobil. Jongin lantas memberikan kunci mobil yang ia simpan di saku pada Sehun.

“Kau mau ikut ‘kan? Jongin…” Sehun bertanya, dan itu membuat Jongin bertanya heran juga.

“Uh… Aku ikut?” tanyanya kembali, “Lalu bagaimana jika Tuan dan Nyonya Oh datang nanti?” Lanjut Jongin bertanya.

“Ayahku sedang ada perjalanan bisnis di luar kota dan mungkin akan lama kembali, kemudian ibuku sedang ada pameran seribu wajah di Tiongkok. Mereka pasti masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.”

“Lalu siapa yang akan mengurus rumah di sini, Tuan Sehun?” Tanya Jongin lagi dengan wajah berkerut di bagian kening.

“Kau ini banyak pertanyaan!” Sehun menyentak kata-katanya, “Setelah kita sampai di Masan, segera kau langsung hubungi Dongmoo dan Junjae, mereka bisa mengurus rumah ini sampai orang tuaku datang. Jelas? Jadi sekarang jangan banyak bicara dan ikutlah dengan kami.” Sehun mungkin lelah kalau harus selalu menjawab pertanyaan si pria cerewet macam Jongin, terlalu di bawa susah, itu hal yang tidak disukai Sehun.

Chanyeol bahkan tidak tahu pasti di mana ia harus mencari wanita itu—sore ini hanya bisa memakai instingnya untuk setidaknya bisa tahu dimana Suzy sekarang. menurutnya kalau Suzy memang benar-benar wanita misterius yang mungkin saja datang dari negeri dongeng dan tersesat di dunia modern seperti sekarang. Kali ini Chanyeol berdiri di skat gerbang berwarna silver dan melihat jelas rumah yang berada di tengah dengan kondisi yang cukup sepi.

Tulang punggungnya bersandar pada bagian tembok yang asal ia tumpu, membuat gestur senyaman mungkin agar dirinya leluasa melihat rumah sepi itu yang entah nantinya akan keluar makhluk seperti apa. Mungkin saja kurcaci, atau mungkin unicorn, atau bisa jadi yang keluar adalah pangeran tampan dengan mahkota emas yang menetap di atas kepalanya. Ya ampun, bahkan rumah kediaman Suzy saja ia pikir adalah tempat para makhluk fiksi itu bersemayam.

Tapi dirinya terusik ketika keluar sosok pria dengan rambut agak ikal yang ia pikir kalau itu adalah orang yang dekat dengan Suzy. Lalu kemudian ia bergerak dan mendekati pria yang baru saja keluar dari rumah tersebut. “Permisi Tuan…” ujar Chanyeol yang sepertinya pria itu lebih tua darinya.

Pria itu tersenyum pada Chanyeol, ternyata sedang ingin membuang selembaran sampah. “Ya, sedang cari siapa ya?” tanya pria itu yang membuka gerbang silver agar Chanyeol bisa lebih dekat lagi berinteraksi.

“Saya…” Chanyeol terhenti untuk berbicara, apa dia harus bicara kalau dia adalah teman dari Suzy, sepertinya itu alasan satu-satunya yang masuk akal agar pria tersebut tidak heran. “Saya teman satu kampus bersama Suzy, apa…. Dia ada di rumah?” tanyanya dengan sopan.

“Suzy? Oh, itu yang aku kuatirkan. Sudah sekitar tiga hari ini adikku itu tidak kembali, Apa kau tahu sebelumnya dia ada di mana? Aku sepertinya harus memberitahu polisi sekitar karena Suzy sudah tak ada kabar lebih dari dua puluh empat jam.” Kata pria itu, adiknya? Oh pikir Chanyeol pasti pria itu adalah kakaknya Suzy.

Sudah hampir tiga hari? Ya ampun, apa mungkin kakaknya juga tidak tahu kalau Suzy pernah di rawat di rumah sakit Jegguk? Bahkan Chanyeol berpikir keras atas hal itu, sebenarnya perjalanan hidup macam apa yang dijalani oleh wanita misterius seperti Suzy itu?

“Huh…” Sebenarnya Chanyeol terkejut, sebisa mungkin dirinya mencari perkataan yang mungkin akan membuat pria itu tidak kembali kuatir tentang Suzy. “Jangan … Tidak udah laporkan ke polisi. Apakah Hyung bisa memberi nomer ponselnya? Mungkin saja dia sedang menginap di rumah temannya, karena mahasiswa sekarang sedang gencar ujian praktik dan belajar kelompok.” Chanyeol memang sungguh cepat mencari alasan. Teman? hah, bahkan selama ini dirinya tahu kalau Suzy adalah mahasiswi yang pendiam dan tak memiliki banyak popularitas di kampus.

“Oh baiklah, aku harap memang seperti itu…” Minho(Kakak dari Suzy) mungkin bisa kembali tenang saat ini dengan penjalasan dari teman Suzy itu, tapi tidak menutup kemungkinan kalau mungkin saja Suzy memang benar di culik—itu yang dipikirkan Minho. “Nomer handphone adikku? Ini…” Minho menuturkan satu-persatu nomer ponsel adiknya itu pada Chanyeol, pria yang baru ia kenal itu yang berstatus mahasiswa dan temannya Suzy.

Setelah dapat, Minho saling memberi nomer ponsel dengan Chanyeol supaya berjaga mungkin saja pria itu tahu keberadaan adiknya.

“Park Chanyeol…”

“Lee Min Ho..”

Myungsoo menyunggingkan senyum jahatnya, tubuhnya tertutup di balik tembok besar yang juga terhalang oleh beberapa perumahan yang besar. Sukses dirinya mengintai rumah itu dan sepertinya saingan baru itu harus hancur di tangannya. Pria itu, Chanyeol, harus hancur.

Setelah cukup aman, Myungsoo mengeluarkan ponselnya, menghubungi bawahannya yang dengan cepat merespon. “Halo? Ya ini aku… Kau lacak segera pria bernama Park Chanyeol, cari dimana pun dan kumpulkan data-datanya. Lupakan tentang kakaknya, lupakan tentang Lee Min Ho. Sekarang aku butuh data tentang Park Chanyeol, Mengerti? … Lakukan…” ujarnya pada seseorang di balik ponsel.

Lantas ia segera pergi, tak lupa Myungsoo bergumam dalam lisan jahatnya, “Siapapun yang mungkin akan jadi penghalang bagiku dan berusaha menyelamatkan wanita itu, dia akan mati.

—To Be Continue

Author Note : Hai Readers, maaf atas keterlambatan aku untuk posting chapter ini. Kemudian maaf juga kalau nggak terlalu panjang, tapi semoga bisa membuat kalian terhibur. Selamat berpuasa juga bagi umat muslim, Jangan lewatkan terus ya chapter selanjutnya dari “The Moribund”

Wassalamualaikum wr.wb.

32 responses to “The Moribund [Chapter 5]

  1. aduuh myungsoonya kejem amat siih
    kasian kan chanyeolnya ga salah apa apa
    semoga ntar chanyeol tetep selamaaat
    dan ketemu sama suzyy😀

  2. Ditunggu chapter berikutnya authornim… seru pastinya. Cek terus hampir tiap hari ini…
    Please updatee asap yah…♥

  3. Iihhh myung kok jahat banget -_- maunya apa sih dia -_-
    Kasihankan suzy, sehun dan chanyeol 8(
    Ituuuu kenapa dia nyelidiki chanyeol?
    Aku comment dulu ya likenya nanti pas buka pc dan pake paket modem 8(
    Dituunnggu lanjutannya hwaitingg😀
    Aku suka hunnzy😀

  4. Thor….maaf lahir batin yaaa
    Update dooong hehehe…
    Dah nunggu ni.. penasaran ma perjuangan Sehun n Chan u melindungi Suzy

  5. Pingback: The Moribund [Fraction Next Chapter] – Ulasan | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  6. Ihh myungsoo ko gitu sihh. Tapi sehun sama suzy so sweet banget… semoga chanyeol sama sehun bisa jagain suzy dari myungsoo. Penasaran sama lanjutannya… di tunggu yahh…🙂

  7. Pingback: The Moribund [Chapter 6] | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s