[The London’s Journal] Stranger

THE LONDON’S JOURNAL
tlj-strange

xianara presents

Bae Suzy of miss A and A Special Guest #1 | Alternate-Universe, Fluff(?), Life slight!Sport | ficlet | disclaimer beside the poster and story-line, i own nothing!!

Ini sudah ketiga kalinya orang asing itu memanggil Suzy sementara gadis itu masih bertahan dalam geming keduanya.

JUNE, 2015©

part of THIS

Ritual minum bir di London adalah salah satu ritual yang paling dihindari oleh Suzy ketika Arsenal menang atas lawan di pertandingan setiap minggu.

Berbagai alasan pun dikemukakan supaya dirinya tidak perlu menenggak minuman keras yang biasanya diminum oleh warga London untuk menghangatkan badan. Suzy tahu, orang-orang Eropa dan bangsa yang tinggal di daerah yang memiliki empat musim menganggap minum bir adalah hal yang normal. Namun tidak bagi gadis Korea tersebut.

Sewaktu di Korea saja dia tidak menyentuh sekalipun kaleng bir ataupun botol soju. Menghirup aromanya saja, dia sudah mual. Meminumnya? Uh, lebih baik meminum sebotol gochujang, pikirnya.

Alex adalah teman yang cukup pengertian. Di saat, pemain Arsenal lainnya mendesak Suzy untuk ikut bergabung, ia malah memberikan excuse kepada teman-temannya agar menghormati keputusan Suzy.

“Hargailah dia. Kita tidak bisa mengubah pendiriannya, lagipula memaksa dia untuk ikut bergabung dengan kita itu termasuk melanggar hak asasi, lho. Kalau FA mengetahui kita melakukan ini, tamatlah riwayat kita!”

Suzy mau tidak mau tersenyum receh mendengar guyonan Alex yang pakai membawa federasi sepakbola Inggris tersebut untuk menyelamatkannya.

Jadinya, di sinilah Suzy berada.

Di pinggir jalan, menapaki trotoar jalan yang dipenuhi supporter Arsenal yang menyambut gembira kemenangan timnya atas Tottenham Hotspur dalam London Derby lainnya.

Saat dia sedang berjalan, pandangan orang sekitar pun mulai tertuju padanya. Suzy pun berpikir apa ada yang salah dengan celana training dan mantel puma berlogo Arsenal yang dikenakannya? Tapi, toh, gadis itu tetap bersikap masa bodoh. Mungkin mereka mengenali dia sebagai fisioterapis Arsenal meskipun wajahnya hanya sekelebat disorot kamera Sky Sport, sedang berjalan kaki di pedestrian. Oh, ayolah mereka tidak mungkin seperti itu. Warga London tidak seeksis warga di Seoul.

Sebenarnya, Suzy tidak suka berjalan-jalan di jalanan kota apalagi pada malam hari seperti ini.

Pasalnya, tingkat kriminalitas di London terhitung cukup tinggi dan berasal dari sektor kekerasan yang terjadi akibat drunk – tuh, mabuk dan bir. Makanya kalau bertemu dengan orang yang kelihatan teler dan sempoyongan, segeralah menghindar. Atau kalau perlu jangan pernah keluar malam-malam, sendirian.

“Nona, “

Tahu-tahu, gadis itu pun dikagetkan oleh interupsi gelombang udara. Baritone itu mengentakkan Suzy saat sedang merogoh oyster card (digunakan untuk membayar tube (kereta bawah tanah ala London), bis, dan fasilitas publik lainnya: semacam T-Money di Seoul) di dalam kantong mantelnya.

“Maaf?”

Suara pria yang mengudara tiba-tiba itu membuat buluk kuduk Suzy meremang. Oke, gadis itu lahir pada waktu pagi hari – lalu hubungannya apa? – sehingga sisi paranoid-nya gampang kambuh. Terlebih dalam situasi seperti ini: malam hari dengan kondisi jalanan yang sialnya mulai sepi, serta seorang pria asing. Ancaman itu pun bersarang di dalam diri gadis itu.

Sang fisioterapis pun enggan membalikkan tubuh. Dirinya berusaha menerka apa orang asing ini mempunyai motif kejahatan kepadanya atau tidak. Tunggu, dia pun segera meraba saku celana training yang belum sempat diganti sehabis pertandingan. Bersiap-siap untuk segera menghubungi polisi kalau ada kejadian yang tak diinginkan. Aman, ponselnya masih bersemayam di sana.

“Nona, “

Orang asing ini kembali memanggil Suzy.

Kabur menjadi pilihan teratas gadis itu saat ini. Hei, ayolah, jangan berpikir negatif dulu! Siapa tahu, orang asing ini ingin meminta bantuan padamu, Suzy.

“Nona, “

Ini sudah ketiga kalinya orang asing itu memanggil Suzy sementara gadis itu masih bertahan dalam geming keduanya. Suzy menengok dan melihat seorang pemuda berkulit kuning langsat dengan mata yang lonjong. Dari logat saat orang asing itu memanggilnya, terdengar logat inggris yang kurang faseh dan mirip dengan dialek Seoul. Dia orang Asia.

Tiba-tiba, pemuda itu pun mendekat kepada Suzy, sontak membuat gadis itu menjadi agak sedikit gelagapan namun dalam gaya yang elegan. Perlahan tapi pasti, Suzy melipir ke sisi kirinya. Dan dalam hitungan ketiga, ia siap kabur dari situ.

Masa bodoh lagi dengan persepsi orang asing tersebut yang mengira dirinya apalah-apalah. Yang terpenting dia ingin segera kabur dari orang asing itu.

Satu,

Dua,

Ti –

“Bagian belakang jaketmu ada brosur yang menempel. Maaf, kulepaskan, ya.”

– ga.

Ne?!

Tanpa sadar Suzy memekik menggunakan Bahasa Korea. Pemuda asing itu pun tersenyum tipis setelah membuang brosur elektronik yang menempel dengan erat di punggung mantel Suzy.

Gadis itu pun merasa malu seketika. Dia pikir pria asing barusan adalah maniak namun ternyata dia hanya orang asing yang ingin membantunya. Ingin sekali rasanya dia mengadukan kepalanya dengan tiang listrik di dekatnya lalu kabur tanpa mengucapkan terimakasih kepada pria asing itu.

“Oh, terimakasih.”

“Sama-sama. Orang Korea, ya?”

Pertanyaan pria asing di hadapannya itu dijawab oleh anggukan pasti Suzy.

“Kau juga.”

Suzy membalas dengan pernyataan tanpa sanggahan.

“Ah, senangnya bertemu dengan saudara setanah air.”

Kedua bola mata gadis itu bergerak kikuk. Astaga, ternyata dia orang Korea. Rasa malu yang dideranya seketika bertambah.

Pria asing itu menjulurkan telapak tangan kanannya, “aku Kim, kau?”

“Suzy.” gadis itu enggan membalas uluran telapak tangan itu dan memilih menundukkan kepala.

Pemuda bernama Kim itu pun segera menarik tangannya dan tersenyum simpul. Tidak sedkitpun dirinya mempermasalahkan penolakan gadis yang terpatri pada ekspresi wajahnya.

“Kim? Bukankah itu nama belakang? Lalu, nama depanmu?”

“Myungsoo. Kim Myungsoo.”

Oh jadi pria asing yang diketahui asalnya dari Seoul itu bernama Myungsoo. Kim Myungsoo. Baik, Suzy akan berusaha mengingat itu.[]

6/23/2015 12:50 AM

27 responses to “[The London’s Journal] Stranger

  1. Babang myung…!!!!kamu muncul di cerita ini..
    Aciacia..kakanda anu pang kasepna..#eh keluar aslinya#
    Hehe..
    Makin suka sama project ini..abis ga terduga ceritanya..semangat selalu ya xia..moodbooster dikala nahan haus dan lapar..

    • aciaciaa, akang myungsoo kitu…. kasepna mani ngapang ka luhur, jauhna sampi ka awang-awang, ceunah~ #ehhh, ketahuan juga kan aku, hehe#

      terimakasih kak sudah menyukai project abal-abal ini,❤🙂
      dan, ah senengnya ternyata project ini ada manfaatnya juga. yuk, tetep semangat ibadahnya sampai maghrib nanti😉

  2. Nongol juga tuh si myung.🙂
    Ternyata tadi myungsoo hanya mau ngelepasin brosur di blakang maantel suzy? Hahaaa
    Ngakak aja. Poor suzy. Kkkekekee
    Awal pertemuan yg unik dan pasti akan selalu terkenang. Ayeeeee

  3. Setelah marah eeeee sekarang cekikikan gegara ngebayangin suzy yg wajahx memerah menahan malu… Ampuuunn, ngebayanginx pun aku ikut merona eehhh tersipu… Hahahahahaha… Aku punya panggilan untukmu Xia-ku… Skrg semua penulis kesayangan aku kasih nama…

    Dont let me down, dear…
    Emmmm coz i, proud of you…

    • etttt, kamu marah kenapa? :////
      syukur,alhamdulillah, kalo kamu juga ikut tersipu kek Suzy..
      wow, saya speechless.serius…..thanks banget, Baiq🙂 *anyway, kalau boleh tau kamu line berapa ya? takutnya, kamu di atas saya deh, en jadinya kurang respect kalo saya hanya panggil nama..*
      NO, YOU DONT HAVE TO SAY LIKE THAT :”””
      sekiranya masih belum ada hal yang bisa dibanggakan dr penulis amatiran kek saya :”’ but thanks for your supports❤❤❤

  4. Whoooaa..
    Ada myungsoo nya jga kekeke..
    Ini ga cccma selingan kan authornim??
    Myungsoo bkal jadi bagian dr crta london’s journal ini kan??
    Aku myungzy shipper soalnya, brharap bgt myungsoo jdi ada sswtu sma uri suzy hehe

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s