[Freelance] L’Histoire et L’Art Chapter 4

Title : L’Histoire et L’Art (History and Art are The Best Partner) | Author : kawaiine | Genre : Family, Marriage Life, Romance | Rating : PG-15 | Main Cast : Bae Soo Ji (Suzy) , Kim Soo Hyun | Other Cast : Kim Sang Bum, Kim So Eun, Jang Wooyoung, Lee Ji Eun ,etc (find by your self)

Disclaimer :

This Fan Fiction is Fiction and this cast belong to god. This plot is mine. Sorry for typo. Happy reading guys^^,

 

“Sejarah dan seni menciptakan aliran.”—Kim Soo Hyun

2  bulan kemudian….

Author POV
2 bulan sudah usia pernikahan Suzy dan Soo Hyun, mereka mengharapkan sebuah perubahan dalam bahtera rumah tangganya. Ya, apa lagi jika bukan kehadiran seorang anak. Yang tanpa mereka ketahui di belakang sana ada orang yang tidak menginginkan hal itu terjadi. Namun, jikalau sudah takdir pasti ini terjadi. Tuhan menganugerahkan kebahagiaan pada mereka.
“Ny.Kim harus sering istirahat.” ujar seorang dokter keluarga bernama Park Cheol itu.
“Ne,Park euisanim.” jawab Soo Hyun
“Usia kandungannya baru mencapai 5 minggu,Tuan. Pastikan Ny.Kim makan makanan yang sehat.”
“Ne,Terimakasih.” jawab Soo Hyun,sementara dokter itu berlalu keluar.
Soo Hyun menggenggam tangan Suzy,diciumnya tangan putih dan lembut itu. Suzy masih dengan mata terpejamnya,sama seperti ketika ia di bawa ke rumah ini. Dan perlahan ia membuka matanya, melirik ke sampingnya. Ditemuinya namja yang sedang tersenyum ke arahnya.
“Oppa,apa yang terjadi? Mengapa aku tiba-tiba ada disini?” ucap Suzy dengan lemah
“Kau pingsan Suzy-ah,ketika sedang mengukur tubuh clientmu. Untung saja Jiyeon sekretarismu langsung sigap menangkap tubuhmu.” jawab Soo Hyun dengan tenang,sambil mengelus pipi bulat istrinya.
“Oh,begitu.Aku memang merasa pusing sekali akhir-akhir ini,Oppa. Dan mual.” jawab Suzy
“Ne,karena di perutmu sedang ada seseorang.” Soo Hyun mengusap pelan perut istrinya yang masih terbilang datar itu.
“Jinja?Oppa sedang tidak berbohong,kan?”
“Kapan aku pernah membohongimu?” jawab Soo Hyun,sementara Suzy langsung terbangun memeluk suaminya,dan Soo Hyun juga memeluk erat tubuh istrinya.
“Gomawo,Suzy-ah. Kau memberikan nafas baru di dalam kehidupanku. Saranghae,jeongmal. Aku semakin percaya bahwa sejarah dan seni menciptakan aliran.”
“Oppa, aku sangat bahagia sekali.Nado Saranghae,Soo Hyun Oppa.”
Mereka menikmati kebahagiaan yang tuhan berikan, Suzy kini menjadi sebuah pemilik butik terkenal dan tempat les seni. 2 Bulan adalah waktu yang cukup untuk Suzy merintis usahanya sendiri,dengan support dari suaminya. Kini butiknya yang bernama “Magnifique” itu telah dikenal seluruh Korea. Artis-artis terkenal dan Boyband juga Girlband banyak yang memesan kostumnya kepada Butik Magnifique itu.
Sementara di kantor Shinhan Financial Group terdapat banyak perubahan, dimana semuanya memiliki seragam untuk bekerja yang setiap harinya berganti-ganti, baju yang langka dan indah itu adalah hasil karya dari tangan seorang Bae Suzy.

“Lebih baik, butiknya kau tutup dulu untuk 2 hari. Aku juga akan mengambil cuti untuk menemanimu. Kita menginap di rumah Eomma. Eomma pasti senang, dan  kau harus banyak belajar dari Eomma yang berpengalaman. Jika saja Eommonim sedang di sini,aku akan mengantarmu kepada Eommonim.”
“Ne,Oppa..sepertinya aku harus beristirahat beberapa hari. Eomma sedang di jepang karena Sang Moon menempuh pendidikan disana. Biarlah saja Oppa,aku akan menelpon Eomma tentang kehamilanku,Oppa juga beritahu Eommonim.” Ujar Suzy
Pada akhirnya mereka menelpon orang tuanya amsing-masing, terdengar tawa dari seberang sana. Tawa kemenangan. Setelahnya,Soo Hyun membereskan bajunya dan Suzy. Lalu memasukannya kedalam tas. Suzy hanya duduk di ranjang mereka,memperhatikan Soo Hyun dan tersenyum, namun tiba-tiba rasa mual mengganggunya. Ia segera membungkam mulutnya dengan telapak tangan,dan segera berjalan setengah berlari ke kamar mandi,memuntahkan isi perutnya,namun hanya air yang ia muntahkan.
“Suzy-ah, gwenchana?Apakah sangat mengganggumu?” tanya Soo Hyun yang tanpa Suzy sadari berada di belakangnya.
“Tidak menganggu Oppa,hanya mu—“ Sebelum Suzy menyelesaikan perkataannya,Soo Hyun “mendapatkan” bibir istrinya, menciumnya dengan lembut,dan setelah 10 menit melepaskannya dengan sedikit tertawa.
“Bagaimana?” tanya Soo Hyun dengan tersenyum,melihat pipi Suzy yang memerah.
“Mualnya menghilang,Oppa.” jawab Suzy tertunduk malu,sementara Soo Hyun kembali memeluknya.
Mereka pun segera bersiap-siap untuk mengunjungi orang tua Soo Hyun. Tak jauh,hanya menempuh waktu 10 menit dari rumahnya. Setibanya disana,Suzy disambut dengan istimewa, sementara Soo Hyun menuai pujian. Tetapi,pemandangan yang janggal berada di tatapan kakak dari Kim Soo Hyun.

Soo Hyun POV
Mengapa mereka menatapku seperti itu,apakah ada yang salah? Entahlah,yang jelas tatapan tidak senang itu kembali hadir dihadapanku.Aneh
“Suzy-ah,kau pasti terkadang mual kan? Juni ahli dalam membuat herbal, kau mau mencobanya?” tawar Eomma pada Suzy
“Ah,benar. Appa sudah mencoba jamu dari Juni, kaki Appa selalu pegal. Sekarang tidak. Cobalah Suzy”
“Ne, aku ingin mencobanya. Juni-ah,buatkan aku jamu itu,ne?” pinta Suzy pada Juni. Sementara Juni menganggukan kepalanya dan segera melangkah menuju dapur.
“Suzy pernah meminta Juni membuatkan jamu untuk noona kan?apa noona Sudah mencobanya?”
“Ne,aku sudah mencobanya namun tak ada perubahan.” jawab Noona singkat
“Hanya bukan saatnya Eonni, fighting.” ucap Suzy pada mereka berdua.
“Suzy Agasshi, igeo jamu untuk Agasshi.” Juni datang dengan membawa segelas minuman berwarna kuning kecoklatan.

“Ne,gomawo Juni-ah.” ucap Suzy,sementara Suzy meneguknya,menghabiskannya.Aku hanya menatap Suzy.

“Rasanya manis, namun baunya menyengat. Tapi, efek pada tubuhku sangat baik. Aku merasa lebih baik Oppa.”Akupun tersenyum.
“Jinja? Sepertinya Juni akan menjadi ahli herbal untukmu Suzy-ah.” ujarku.
—000—

Malam pun tiba,aku segera memasuki kamarku dahulu,Suzy sudah tertidur diatas ranjang,namun ada suatu hal yang aku lupakan. Aku lupa mengambil air minum,akupun melangkah keluar kembali, namun aku mendengar suara keributan kecil di dapur, aku segera menuju kesana. Dan benar saja, ada suatu keributan,aku hanya bisa mengintip di kaca yang berada di pintu,sementara seseorang menepuk pundakku dari belakang.
“Terkejut melihat pembantu kesayanganmu itu di siksa?” ujar Hyung.
“Hyung,kau dan Noona benar-benar mengerikan. Juni tidak bersalah apapun,hyung.Ku mohon hentikan.”
“Tidak bersalah? Jelas dia bersalah,sangat bersalah. Selain kau yang membuat Suzy hamil, dia juga membuatkan jamu untuk Suzy. Dia bersalah, sehingga istriku menangis semalaman gara-gara tidak bisa mengandung anak.” Jawaban Hyung mampu membuatku membelalakkan mata.
“Jika kau ingin selamat,gugurkanlah kandungan istrimu itu.” ucapnya dengan cara berbisik,dan pergi dari hadapanku. Aku hanya bisa melangkah lemas kedalam kamar,akupun membaringkan tubuhku di samping Suzy. Aku mengusap rambutnya, menggenggam dan mencium tangan lembutnya. Tak ku sangka perbuatanku mampu membuatnya terbangun.
“Wae,Oppa?” tanyanya dengan lembut.
“Ani, aku hanya merindukan istriku.. Dia sangat cantik seperti Aphrodite.” ujarku tersenyum.
“Oppa bahkan belum pernah bertatap dengan Aphrodite.”
“Di hadapanku, ada Aphrodite dari Korea.”
“Dan di sebelahku ada Akhilles dari Korea, yang sangat suka menggombal.” jawab Suzy dengan tawa.Akupun segera meletakkan tanganku di perutnya,mengusapnya dengan perlahan.
Aegy akan baik-baik saja,Oppa.”
“Ne, tapi aku takut akan terjadi apa-apa dengannya,Suzy-ah.”
“Maksud Oppa? Ada yang ingin mencelakai Aegy?”
—-000—-
Suzy POV
Aku melangkahkan kaki menuju dapur,kulihat Juni yang sedang memasak. Akupun menatap Juni dengan penuh kecemasan.
[FLASHBACK]
“So Eun noona dan hyung ingin mencelakai anak kita,Suzy-ah.” Oppa menatapku dengan berkaca-kaca.Aku terkejut bukan main
“Wae? Waeyo? Apakah aku ini orang yang sangat menyebalkan? Sehingga mereka berniat mencelakai anakku? Bahkan ia masih di dalam kandungan, ia tak mengerti apa arti membenci,apa arti celaka.Ani, ia tidak mengerti apapun selain bertahan hidup di dalam perutku,Oppa.” jawabku dengan tanpa kusadari air mata ini menetes.

“Mianhae,Jeongmal mianhae Suzy-ah. Tak seharusnya aku membawamu di dalam masalah ini,masalah keluargaku. Mungkin aku tidak seharusnya menikah denganmu,kau pasti menyesal menikah denganku,Suzy-ah.Karena menikah denganku membuatmu terjebak dalam situasi yang tidak kau harapkan,bahkan merusak kebahagiaan kita.” Ucap Oppa menangis,memelukku,membanjiri bahuku. Aku menepuk punggung Oppa,memeluknya.
“Aku tidak pernah menyesal,sedikitpun tidak pernah Oppa. Aku yang memilih Oppa menjadi pria yang terpercaya dapat menjagaku juga hatiku. Yang harus kita pikirkan bukan berlarut dalam kesedihan,Oppa. Bagaimana cara kita melawan keadaan ini, cara kita mengatasi orang-orang yang tak senang pada keluarga kecil kita,Oppa. Uljima,aku akan selalu berada di sampingmu.” ucapku yang ku harap dapat menenangkan Oppa.
“Mianhae,Mianhae..” jawab Oppa masih dengan keadaan menangis di hadapanku.Aku menatapnya dengan raut kesedihan, aku ikut merasakan kesedihan dan beban yang Oppa tanggung. Ketika pria sudah lelah, ia mengeluarkan senjata terakhirnya,yaitu air mata. Aku sadar Oppa benar-benar lelah dengan keserakahan kakaknya, dengan kejahatan mereka. Akupun menghapus air mata di wajah Oppa,menyeka dengan perlahan.
“Bukankah aku pernah mengatakan padamu, Oppa. Sejarah dan Seni saling menguatkan untuk tetap bertahan.Aku di sampingmu, Oppa. Aku akan berjuang mempertahankan kebahagiaan kita semampuku.” ujarku,Oppa menghentikan tangisnya,dan mengusap wajahku.
“Gomawo,Suzy-ah. Jeongmal Gomawo, aku sangat bersyukur memilikimu.Mianhae, aku menjadi pria yang sangat lemah sekarang di hadapanmu.” Akupun tersenyum.
“Bukankah seorang pria menunjukkan kelemahannya hanya pada orang yang ia percaya?.”
“Ani, tepatnya, pada orang yang ia cinta.” ujarnya.
“Sang Bum Oppa berbicara itu kapan,Oppa? Ku lihat hari ini Oppa tidak berbincang dengannya.”
“Sewaktu aku akan tidur, aku lupa membawa air minum. Aku kembali ke dapur untuk mengambil air  minum, aku melihat Juni sedang di pukul oleh So Eun noona. Dan hyung menepuk pundakku dari belakang, ia mengatakan itu.”
“Mwo? Juni? Aish, mengapa Eonni begitu jahat terhadap Juni,Oppa.”
“Akupun tidak tahu sebabnya Suzy-ah, maka dari itu. Kau harus menguatkan Juni,Juni adalah anak yang baik. Lindungilah ia.”
[FLASHBACK END]
“Juni-ah.”
“Oh,Agasshi.” jawabnya, mungkin sedikit terkejut.Aku melihat tangan Juni, jarinya sedikit bengkak.
“Gwenchana?” tanyaku dengan khawatir.
“Agasshi ada-ada saja, aku tidak apa-apa Agasshi,semuanya baik-baik saja Agasshi.” jawabnya dengan tertunduk.
“Dapatkah kau katakan yang sebenarnya padaku,Juni-ah?” tanyaku, mataku terasa berkaca-kaca,mungkin jika di kedipkan akan mengalir Kristal dari pelupuk mataku.
“Me-menjelaskan, Ne.. Aku memasak Sup Bakso untukmu Agasshi, tetapi baksonya baru saja akan ku buat. Bakso sapi Indonesia. Bukankah Agasshi menyukainya?” jawabnya dengan gelagapan.
“Apa yang terjadi dengan jarimu Juni-ah?”
“Oh,jariku hanya terjepit Agasshi. Ini tidak menyakitkan.”

“Kau berbohong padaku Juni-ah.” ujarku pada Juni, sementara Juni mulai menangis,terisak namun tertahan.
“Mianhae Agasshi, aku gagal melindungimu.” ujar Juni,diiringi dengan gerakan berlutut dihadapanku, aku langsung meraih bahu Juni, dan berdiri berhadapan denganku.
“Ani, kau tidak perlu meminta maaf padaku,Juni-ah. Aku yang seharusnya berterimakasih padamu, ditengah ancaman-ancaman itu, kau rela membuatkan jamu kesuburan padaku saat itu,dan untuk menghilangkan mual pada saat aku hamil. Gomawo,Juni-ah. Sekarang, aku tidak tahan jika harus melihatmu tersiksa seperti ini Juni, aku hanya meminta agar dirimu melakukan apa yang mereka perintahkan padamu, berhenti untuk melindungiku, perlindunganmu membuatmu semakin dalam masuk ke jurang itu Juni-ah.”
“Agasshi, dari awal aku hanya memikirkan bagaimana cara melindungimu, aku mohon jangan memintaku untuk berhenti melindungimu. Aku telah memilih dan aku harus konsisten atas konsekuensi yang harus aku terima. Agasshi tenang saja, aku akan tetap menuruti perintah mereka, namun dengan cara yang berbeda.”
“Cara yang berbeda?” tanyaku heran.
—000—
Aku melangkahkan kaki menuju kamar, karena aku tidak melihat Soo Hyun Oppa keluar dari sana. Akupun masuk kedalam kamar, kulihat Oppa yang masih tertidur,tidak seperti biasanya.
“Oppa,ireona—“. ujarku,dengan meletakkan tangan di pipinya, aku merasa sesuatu yang aneh menyerangnya, akupun menempelkan telapak tanganku pada dahinya,sangat panas.Aku dapat melihat matanya yang berat untuk terbuka,sehingga hanya berkedip perlahan.
“Aku akan mengambil obat dahulu,dan memasak bubur untukmu Oppa.Tunggu.” Aku segera berjalan cepat ke dapur,meminta Juni membuatkan bubur untuk Oppa. Lalu mencari kotak obat.Aku panik,ini pertama kalinya aku melihat Oppa sakit. Dapat kurasakan bunyi sepatu Eommonim diatas lantai,tak ku perdulikan.Aku setengah berlari kedalam kamar,lalu tak lama Juni menyusulku dengan nampan yang berisikan bubur dan air minum.
“Oppa,bangunlah. Bersandarlah.” ujarku dengan tangan yang sibuk membetulkan posisi bantal agar Oppa nyaman bersandar di ranjang. Oppa pun bangun dan menatapku.
“Mianhae,membuatmu cemas. Aku hanya sakit biasa.” jawabnya
“Kau demam,dan suhu tubuhmu sangat panas Oppa. Makanlah, aku akan menyuapimu.” sementara aku melayangkan sendok perak ini ke udar,meniupnya. Dan memasukkannya kedalam mulut Oppa. Hingga habis.
“Sekarang,kau minum obat,ne?” tawarku. sementara Oppa mengangguk lemah. Aku membuka obat yang terbungkus,lalu memasukkannya kedalam mulut Oppa kembali,dan segera memberi Oppa minum.Akupun duduk di samping Oppa,Oppa menyandarkan kepalanya di bahuku.
“Kau sudah mandi?” pertanyaan yang aneh,mungkin ia menghirup aroma bunga mawar dari tubuhku.
“Sudah,Oppa.” jawabku
“Wangi sekali.” Ujarnya dengan tersenyum,akupun mengusap rambutnya dengan tanganku,membiarkan efek obat itu bekerja,ya..apalagi jika bukan rasa kantuk. Ia tertidur,kini aku membenarkan posisinya,menyelimutinya. Tiba-tiba Eommonim mengetuk pintu, akupun membukanya dan segera meninggalkan kamar.
“Apa yang terjadi dengan Soo Hyun,Suzy-ah?” tanya Eommonim khawatir.
“Oppa demam, Eommonim. Sepertinya kelelahan, tetapi aku sudah memberinya obat dan menyuapinya dengan bubur.” jelasku,sementara kulihat Sang Bum Oppa akan berangkat ke kantor diiringi So Eun Eonni yang membawakan tasnya. Sang Bum Oppa menoleh ke arahku
“Suzy, Soo Hyun tidak berangkat bekerja? Atau sudah berangkat?” tanyanya.
“Suamiku sedang sakit,Oppa. Lagipula ia mengambil cuti.” jawabku,sementara ia membulatkan mulutnya dan mengangguk. Lalu meninggalkanku dan Eommonim yang sedang terduduk di ruang keluarga.
“Ia sangat susah untuk makan jika sakit,dan ia seperti anak-anak jika sakit,suka mengigau.” papar Eommonim kepadaku.
“Jinja? Tapi ia tadi menghabiskan bubur yang dibuat Juni Eommonim, sepertinya Oppa lapar.” jawabku diiringi tawa Eommonim
“Suzy-ah, kau harus merawat janinmu, aku sangat senang melihatnya.” ujar Eommonim, sementara So Eun eonni masih berdiri di ambang pintu tak jauh dari tempatku dan eommonim duduk,padahal suara mobil sang bum oppa telah jauh.
“Ne,Eommonim.”
“Perutmu akan semakin membesar nantinya.”
“Ne, karena aku memiliki satu jiwa lain di perutku Eommonim.”
“Semua wanita pasti senang merasakan hal ini, kehamilan.” Aku hanya mengangguk,tersenyum.

So Eun POV
Aku berdiri di ambang pintu,mendengar percakapan menjijikkan antara Eommonim dan menantu kesayangannya, Suzy. Aku tak kuasa menahan gejolak amarah dihatiku.
“Suzy-ah, kau harus merawat janinmu, aku sangat senang melihatnya.” ya,berbalik dengan keadaanku yang sangat membenci Suzy dan anak yang ia kandung.
“Perutmu akan semakin membesar nantinya.” ya,semakin membesar pula kebencianku padamu. Suzy
“Semua wanita pasti senang merasakan hal ini, kehamilan.” Aku tidak merasakannya,disini terkadang aku merasa Tuhan tidak adil, bahkan aku membenci kehamilan yang sedang Suzy lewati.
Aku memutuskan untuk berbalik badan dan segera menuju kedapur, aku melihat Suzy yang sedang menuntun Eommonim menengok Soo Hyun dikamarnya.Akupun  melihat Juni yang sedang menyiapkan makanan untuk makan siang nanti. Aku mengeluarkan kapsul sianida dari saku celanaku.
“Berikan ini pada makanan yang akan Suzy makan, ini adalah racun yang ku janjikan kemarin.” ujarku sembari memberikannya ke tangan Juni, sementara Juni mengangguk.
Akupun melangkahkan kaki menuju kamarku, lalu aku mendengar teleponku yang berbunyi diatas meja rias.
“Ne”
“Aku sudah melaksanakannya sesuai permintaanmu dan suamimu. Data keuangannya telah kami manipulasi,dan suratnya telah selesai.”
“Gomawo.” jawabku singkat lalu teleponku kembali berbunyi
“Ne,Oppa.”
“Semuanya sudah beres,chagi-ya. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk mengemukakannya.”
“Ne,semoga usaha kita tak akan pernah sia-sia,Oppa.”
Suzy POV
So Eun eonni aneh sekali tadi,tapi apalah gunanya aku memikirkan itu. Aku memegang erat tangan Soo Hyun Oppa,dan mengompres dahinya dengan sapu tangan dan air hangat.Eommonim baru saja berkunjung melihat Oppa.Panasnya memang turun, namun sepertinya ia terlalu bermanja dengan efek obat yang aku berikan.Aku menatap Oppa yang begitu damai ketika tertidur,aku mengusap wajahnya, terlihat raut kelelahan dari wajahnya. Akupun tidur disamping Oppa,menenggelamkan kepalaku di lengannya.
“Kau sangat merindukanku?” tanyanya,aku terkejut.
“Oppa,sudah bangun.” ucapku tertunduk,malu.
“Aku sudah merasa lebih baik,Suzy-ah.”
“Ne,suhu tubuh Oppa menurun.” Tiba-tiba handphoneku berdering,kulihat ada sms masuk. Akupun membacanya.
Sianida” tulisan yang tertera di layar handphone ku.
“Oppa, apakah zat kimia bernama Sianida itu berbahaya untuk kesehatan?”
“Ne,sangat berbahaya. Efek dari zat itu dapat membuat sesak nafas internal.Wae?”

—000—
Akupun melangkahkan kaki menuju ruang makan, menuntun Soo Hyun Oppa. Setibanya aku di ruang makan, akupun menarik kursi untuk duduk,tak lama kemudian Juni datang membawa makanannya. Di ruang makan ini hanya aku,Soo Hyun Oppa, dan So Eun Eonni. Eommonim dan Appa baru saja berangkat ke Jepang dalam rangka berlibur,sehingga aku lebih bisa melancarkan aksiku.

[FLASHBACK]
“Dengan cara yang berbeda?”
“Setiap apa yang di perintahkan Ny.So Eun, aku akan memberi tahu pada Agasshi.”
“Lalu?”
“Seperti sekarang, kemarin malam ia memesan racun untuk dituangkan kedalam makanan Agasshi, aku tidak akan menaburkannya. Namun, Agasshi harus berpura-pura terkena efek dari racun tersebut. Aku tidak tahu efeknya, tapi Agasshi mungkin bisa mencarinya sendiri.” ujar Juni padaku. Sementara aku menganggukan kepalaku mantap.

[FLASHBACK END]

Aku mengambil nasi untuk Soo Hyun Oppa terlebih dahulu,lalu mengambilkan lauknya.Dan Juni datang dengan mangkuk yang berisi Sup Bakso itu, aku segera mengambilnya dan tersenyum pada Juni. Sementara So Eun Eonni terlebih dahulu menyantap makan siangnya, ia menatap sinis dan mendelik ke arahku. Aku memasukkan nasi kedalam mulutku,begitupun Soo Hyun Oppa, aku membelah bakso yang Juni berikan dengan sendok. Lalu tersenyum.
“Oppa, lihatlah begitu menggiurkan sekali isi bakso ini. Dan baksonya sangat bulat.” ujarku pada Oppa
“Ne, sepertinya sangat enak sayang.”
“Eonni, maukah kau mencobanya?” tawarku,sementara ia hanya menggeleng keras, tanda menolak. Ciihh, mana ada orang yang ingin memakan racun yang ia buat sendiri.
“Jika itu menggiurkan,mengapa tidak kau santap habis makanan itu.” ujarnya tersenyum, rupanya ingin cepat melihat aktingku.Akupun melahapnya habis, dan aku meneguk air minum di dalam gelas,lalu aku memegang dadaku seolah nafasku memang sesak, dapat kulihat Oppa yang langsung menopang punggungku,menahanku agar tidak jatuh.
“Suzy-ah!!!” ujarnya panik. Ya, tentu saja kepanikan yang dibuat-buat. Akupun berpura-pura pingsan.

Soo Hyun POV
Suzy dan aku memang sengaja melakukan ini, tentu saja dengan Juni. Aku menggotong tubuh Suzy ke kamar, lalu aku membentak So Eun noona ,menyuruhnya untuk menelpon Dr.Park Cheol. Yang sudah aku hubungi sebelumnya.

[FLASHBACK]

“So Eun Eonni menyuruh Juni memasukkan zat kimia itu kedalam makananku,Oppa.” jawabnya,sementara aku terkejut.
“Mwo? Tetapi bagaimana bisa kau mengetahuinya?” tanyaku
“Ne, karena Juni memberitahuku,Oppa. Dia bilang aku harus berpura-pura untuk terkena efek dari zat itu. Dan ketika aku terkena efek tersebut, pasti Oppa langsung menghubungi Dokter,namun.. Dokter mana yang akan aku ajak untuk masuk kedalam tim kita,Oppa?”
“Serahkan itu padaku.” jawabku,lalu aku segera meraih ponselku, menelpon Dr.Park Cheol
“Park Euisanim apakah kau mau membantuku?” sementara aku tersenyum bahagia mendengarkan jawaban Dr.Park, lalu Suzy pun menyusul senyuman itu.

[FLASHBACK END]

Akupun melihat Dr.Park memasuki kamar kami, lalu Dr.Park menyuruh semuanya keluar,termasuk aku. Aku meronta tidak mau, tetapi akhirnya akupun keluar. Ya,bagian dari skenario.
“Soo Hyun,apakah Suzy mempunyai penyakit Asma?” tanya Noona padaku,sementara aku menunduk sedih,menggelengkan kepala pelan. Mungkin ia sedang bersorak karena merasa menang. Seraya hatiku menjawab Ne, akan benar-benar terjadi jika Juni tidak memberitahuku dan Suzy. Kau memang wanita yang jahat. Seperti suamimu.Tiba-tiba Dr.Park keluar dari kamarku.
“Park Euisanim, bagaimana keadaan Suzy dan bayinya?” tanyaku cemas
“Ny.Kim mengalami keracunan Zat Sianida.Tetapi, dengan meminum air putih sebelumnya, itu menetralkan metabolism tubuhnya, dan melepaskan kembali efek zat yang sedang mengikat darah pada Ny.Kim,dan aku juga telah menyuntikan zat penetral racun pada tubuh Ny.Kim,sejauh ini keadaannya hanya butuh istirahat,bayinya baik-baik saja.” Akupun segera memasuki kamar,aku melihat noona dengan ujung mataku,mendelik sebal rupanya.Aku menutup kamarku, lalu menghampiri Suzy.

Author POV
2 hari sudah Suzy dan Soo Hyun tinggal di rumah Nyonya Kim, pagi ini Suzy terlihat sibuk mengepak barang-barangnya,namun ia merasa bosan. Ia melangkahkan kaki ke taman belakang rumah, ia memerintahkan Juni mengambil peralatan melukisnya. Suzy duduk di single garden chair, lalu meraih handphone di saku bajunya lalu memainkan music klasik untuk ketenangannya. Ia mulai melukis, lukisan yang sangat indah menurutnya,namun tiba-tiba Soo Hyun datang membawa susu ibu hamil ke meja dekat handphone Suzy.
“Minumlah.” ujar Soo Hyun sembari memerhatikan lukisan Suzy,dan ia terbelalak kaget.
“Wae? Mengapa melukis ini?Bukankah dia..”
“Ne, dia adalah Kronos, dewa yang paling serakah dalam mitologi yunani,bukankah itu benar Oppa?”
“Ne,dan dia juga tidak segan membunuh anaknya untuk mendapat tahtanya sendiri.” jawab Soo Hyun
Suzy meminum susu ibu hamil yang dibawakan Soo Hyun, Soo Hyun meneruskan lukisan Suzy. Ia menorehkan warna merah sebagai background lukisan tersebut.

So Eun POV
Aku melangkahkan kaki ku cepat ke arah dapur, ku lihat Juni yang sedang memasakkan sup sayur untuk Suzy. Akupun mendekat,mengambil pisau yang berada di atas meja.
“Kau harus mencampurkan ini pada makanan untuk Suzy.”
“Apa ini? Mengapa harus aku yang melakukannya, bukan kau saja Nyonya So Eun.”
“Jadi kau ingin aku yang melakukannya.” jawabku dengan menggerakkan pisau di depan mulut Juni
“N…Ne Nyonya,maafkan aku. Aku akan melakukannya” jawabnya
“Baguslah, karena aku tidak akan segan-segan memotong mulutmu jika kau menentang perintahku.”
“Ne, maafkan aku Nyonya. Tapi, apakah aku boleh bertanya apa racun ini?”
“Racun garam, menyebabkan janin menghitam di dalam dan keluar dengan sendirinya.” jawabku
Dapat kulihat Juni yang membelalakkan matanya, dan…
TREEENGG!!
Bunyi panci yang jatuh di dekat pintu membuatku dan Juni menoleh, dan itu adalah..
SUZY!
Ya, Suzy yang mungkin akan mengetahui semuanya, ia menutup mulutnya. Ia menatap ke arahku, dengan air matanya yang bercucuran, ia pun membalikkan badannya berlari dan..
DUGGH!!
Suara orang terjatuh di tangga yang menghubungkan dapur dengan ruang makan keluarga membuatku reflex berlari kesana, melihat pemandangan yang sangat menakjubkan,menyenangkan, dan membuatku
merasa memenangkan ini semua.
———————————————–TBC——————————————–

Chapter 5
“Ia terbentur cukup keras,dan bayinya tidak bisa—“ Park euisanim
“Oppa, kita harus menyelamatkan Juni—“ Suzy
“Apa yang harus aku lakukan untukmu So Eun Noona?” (unknown)
“Aku tidak menyangka kau melakukan ini pada sahabatku—“ Lee Ji Eun
“Minumlah ini Agasshi, ini akan menyelamatkan kita. Jebal—“ Juni
“Aku akan membunuhnya dengan caraku, dengan tanganku, tidak akan membawa Juni—“ So Eun
“Silahkan jelaskan saja di kantor polisi, Tuan Kim Soo Hyun.”Police

Haiiiii readers maafin kelamaan update chapter 4, berhubung kegiatan kampus belum berakhir,ketambah tugas akhir semester yang entah kapan beresnya, hiks😥 dan belum menghadapi UAS dan libur panjang, kayanya chapter 5 juga bakalan agak lama. Maaf ya, gimana menurut kalian FF chapter 4? Makin ganyambung kan? Hehe, Don’t forget to RCL ya readers. See You :*

 

9 responses to “[Freelance] L’Histoire et L’Art Chapter 4

  1. Aigoo…..semakin menegangkan…. Siapa yang terjatuh, dan next nya…… Semoga apa yang di katakan tuan park, bukan kabar buruk semoga kelanjutan ucapannya ada sebuah harapan disana, dan kenapa KSH di minta police menjelaskan di kantor, apa yang sebenarnya terjadi. Penasaran…. Next.. Author hwaiting…. Gomawo.

    *BOW*🙂

  2. aigo,gimana dengan kehamilan suzy .so eun sama kim bum jahat bget thor,demi ambisi mereka rela ngejahatin saudara sndri,semoga mereka dapat balasan yang setimpal,di tunggu next part ny thor fighting..

  3. Mengerikan suami istri yg gila,tega2nya mereka menyakiti suzy dan soohyun,orang tamak akan harta dan tahta INSYAALLAH akan mendapatkan balasan yg setimpal,semoga bayi suzy selamat dan sehat walau suzy jatuh,amin

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s