A WHITE PAPER CH.09 [I AM YOUR DOPPELGANGER…]

flyhigh36

A White Paper

Bae Suji; Lee Jongsuk; Kim Soohyun; Kim Myungsoo; Lee Jieun; Jung Soojung; Song Jaerim; Kim Soeun II kyunita11 II genre: melodrama, romance, angst II length : chaptered

**

******

09

“I am Your Doppelganger…”

******

Bae Suji berjalan menuju terminal bus sambil membawa tas ransel dipunggungnya. Ia mengenakan kacamata hitam dan topi dengan pinggiran lebar agar orang-orang disekitarnya tak mengenali sosoknya. Setelah membeli tiket, Suji segera masuk kedalam bus, ia memilih duduk di pinggir jendela. Dilihatnya keadaan sekelilingnya yang tidak terlalu banyak penumpang yang berpergian.

Kim Myungsoo dan keenam anggota VIXX naik kedalam bus untuk menuju villa di gunung taebaek tempat mereka mengadakan membership training.

“Aku duduk disamping jendela, ya?” pinta Myungsoo sambil meletakkan tasnya.

Begitu Myungsoo duduk dengan tenang di kursinya, ia menoleh kearah jendela. Ia menyipitkan matanya menatap seorang wanita di bus sebelah yang memakai kacamata hitam dan topi pinggiran lebar. Wajah wanita yang hanya terlihat dari samping itu tidak terasa asing bagi Myungsoo, “mana mungkin itu… Suji?”.

Bus yang ditumpangi Suji pun berangkat lebih dulu dan meninggalkan Myungsoo dengan tatapan heran.

******

awhitepaper68

Lee Jieun menyeret dua buah kopernya keluar dari kamar. Ia terlihat lebih segar setelah semalaman mabuk berat. Di dapur, Jieun melihat bibi yang membersihkan rumahnya sedang mencuci piring.

“mana oppa-ku, bi?” tanya Jieun yang kini duduk di kursi makan. Diteguknya segelas air putih untuk menghilangkan dahaga.

“tuan Lee Jongsuk masih ada dikamarnya, nona Lee Jieun!” jawab bibi.

“ck! Tumben oppa belum bangun!” ujar Jieun sambil mengunyah apel.

******

Lee Jongsuk duduk di kursi kayu di balkon kamarnya yang ada dilantai dua. Ia menutupi tubuhnya dengan selimut coklat tebal. Di meja yang berada disamping kursi, sebuah kotak berisi scraf biru muda tergeletak. Dengan tatapan kosong Jongsuk mengamati scraf rajutan seorang gadis yang amat ia cintai selama ini.

Lee Jieun masuk kedalam kamarnya dan terkejut melihat kakak lelakinya sedang melamun di balkon, “Jongsuk oppa!!! Semalaman oppa di balkon?!! Kamu bisa sakit oppa kalo kayak gini! Ayo masuk!”. Jieun memegang kepala Jongsuk yang panas dan menoleh kearah scraf biru yang ada di meja samping.

“oppa…” Jieun berjongkok dihadapan kakaknya dan mencoba untuk membuat kakaknya tersadar dari lamunannya, “keumanhae… oppa…”

“Jieunah… apa Suji menangis saat kamu melabraknya kemarin?” Jongsuk masih menatap scraf rajutan Suji.

“mwo?… itu… aku tak tahu…” jawab Jieun.

“Jieunah… Suji tak pernah menangis satu kalipun saat ia bersamaku… Suji tak pernah terlihat sedih ataupun sakit saat bersamaku… Jieunah….”  Jongsuk menatap adiknya dengan tatapan wajah penuh kesedihan.

Jieun menatap mata Jongsuk yang memerah dan bekas airmata dipipinya, “oppa… apa Suji meninggalkanmu lagi? Apa dia pergi lagi seperti empat belas tahun lalu, oppa?”

Jongsuk menggelengkan kepalanya pelan.

Jieun memeluk kakak lelaki yang paling ia cintai itu dengan penuh rasa iba. Jieun ingat sekali saat empat belas tahun lalu Bae Suji pamit pergi ke amerika kepada Jongsuk. Setelah pulang kerumah, Jongsuk langsung menyelimuti dirinya dengan selimut coklat pemberian ibunya ini dan duduk melamun di balkon sendirian, seperti hari ini.

******

awhitepaper83

Kim Soohyun berdiri di pintu rumah baru yang ia beli. Rumah yang terletak di desa kecil yang berada di gunung taebaek ini berdekatan lokasinya dengan panti asuhan haneuli, tempatnya dulu tinggal sebagai seorang anak yatim piatu. Dari lantai atas rumah barunya, Soohyun bisa melihat puing-puing bekas gudang yang empat belas tahun terbakar dan kini hampir rata dengan tanah.

“Soohyun-ah, syuting dimulai jam satu siang nanti. Kamu istirahat saja dulu! Aku akan mengecek lokasi di panti asuhan haneuli!” pinta managernya.

“ne, yeol-ah…” jawab Soohyun.

Begitu Sungyeol pergi, Soohyun mengamati vas dengan bunga krisan kuning yang terletak disamping tempat tidurnya.

******

Bae Suji melangkahkan kakinya di jalan tanjakan menuju bukit kecil tempat ia biasa memetik bunga krisan kuning ketika masih kecil dulu. Ingatannya yang perlahan kembali menuntun Suji dengan pasti di setiap langkahnya.

Begitu tiba di atas bukit, Suji membuka kacamata hitamnya dan terkesima melihat hamparan bunga krisan kuning dihadapannya yang telah mekar di musim semi ini. Suji berjalan mendekati hamparan bunga itu hingga akhirnya ia teringat pertemuan pertamanya dengan seorang gadis yang mirip dengannya, doppelganger Bae Suji, enam belas tahun lalu.

Byul membawa keranjang dan gunting untuk memotong bunga krisan kuning yang tumbuh diatas bukit. Begitu tiba disana, dia melihat seorang gadis bertopi lebar sedang berdiri sambil merentangkan tangannya di tengah hamparan bunga krisan kuning. Saat gadis itu menoleh kearah Byul, angin menerbangkan topinya dan mereka pun bertatapan dengan mata yang membesar karena terkejut dengan kemiripan satu sama lain. Byul seolah melihat bayangan sendiri di cermin, Suji juga terperangah seperti melihat diri sendiri di depan cermin. Suji melangkah mendekati Byul dan menatap gadis sebayanya itu dengan tatapan takjub.

“hai, kamu siapa?aku Suji… Bae Suji…” tanya Suji.

“namaku Byul…” jawab Byul dengan nada ketakutan. Byul memang pernah membaca bahwa didunia ini kita memiliki tujuh orang dengan wajah yang sama persis dengan kita atau yang biasa disebut doppelganger. Tapi Byul tak pernah menyangka bahwa salah satu dari doppelgangernya kini berdiri dihadapannya dengan senyum mengembang.

“namamu bagus. Kamu tinggal dimana, Byul?” tanya Suji lagi.

“itu… aku.. tinggal di panti asuhan Haneuli dibawah bukit ini…” jawab Byul yang masih tak bisa melepas pandangannya dari Suji.

“benarkah? Berarti kamu kenal dengan Lee Jongsuk?” tanya Suji, “aku kemari karena diajak Jongsuk untuk liburan sekolah… aku dari seoul…”

“anak lelaki bu panti itu? Tentu aku tahu dia. Tapi… Lee Jongsuk dan aku tak pernah benar-benar saling bertemu, apalagi saling bicara. Dia itu seperti bunga boneka beruang di etalase toko, bisa diamati tapi tak bisa dipegang sesuka hati ” jawab Byul jujur.

Suji tertawa mendengar lelucon Byul, “kamu ini lucu yaa… ohya, kamu mau apa ke bukit?”

“aku mau memetik bunga krisan kuning ini untuk hiasan dikamarku dan Reum…” jawab Byul sambil mengeluarkan gunting dan mulai menggunting beberapa tangkai bunga.

“kamu suka bunga krisan kuning?” tanya Suji.

“iya, kamu suka bunga apa, Suji?” ujar Byul.

“aku suka sekali bunga matahari… aku sering melukisnya saat pelajaran kesenian… lukisan bunga matahariku dipajang di ruang galeri sekolah loh!” ujar Suji dengan bangga.

“ohya!? Aku juga, lukisan bunga krisan kuningku juga sering dipajang di dinding kelas…” jawab Byul.

“hahaha… kita memang mirip ya… selain wajah, kita juga punya hobi melukis bunga… ” ucap Suji sambil tertawa.

“kita terlalu mirip, Suji! ibumu bisa bingung nanti kalau aku muncul bersamamu…” ujar Byul.

“hmmm… tentu saja. Ibuku pasti akan menganggapmu sebagai Bae Suji kalau kamu muncul dihadapannya…” jawab Suji sambil mengamati bunga krisan kuning yang kini berada di keranjang Byul.

Airmata yang membasahi pipi Byul membuatnya tersadar dari sepenggal kenangan masa lalunya. Byul membuka ranselnya dan mengeluarkan sebuah buku diary milik Bae Suji yang diberikan oleh nyonya Bae Jonguk tadi malam padanya.

“sebelum Bae Suji pergi ke amerika untuk berobat karena penyakit kanker, ia selalu rajin menuliskan setiap kegiatannya di buku diary ini…” ujar Nyonya bae Jonguk yang duduk di samping Byul, “Suji menceritakan semuanya, termasuk tentang pertemuannya denganmu saat dia liburan ke gunung taebaek bersama Lee Jongsuk…”

“Nyonya bae…” Byul mengamati tulisan rapi di buku diary Bae Suji dengan seksama.

“Suji-ya, aku sangat berharap kamu masih mau memanggilku omma… jebal, Suji-ya…” Nyonya bae menggenggam tangan Byul dengan lembut, “dan omma akan tetap memanggilmu Bae Suji…”

“omma…” Byul menatap wanita paruh baya yang sudah merawatnya dengan penuh kasih sayang selama empat belas tahun ini, “tapi namaku…”

“Suji tidak akan keberatan… dia malah senang bisa bertemu dengan doppeldanger-nya yang sangat baik dan cantik seperti dirimu…” nyonya Bae memeluk erat gadis yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri ini.

“omma, beri aku waktu untuk berpikir tentang identitasku… izinkan aku pergi untuk memikirkan semua yang sudah terjadi selama ini… kumohon, omma…” pinta Byul, “dan omma boleh tetap memanggilku Suji jika aku kembali nanti…”

“Suji-ya… kamu ingin pergi kemana?” tanya nyonya Bae.

“aku hanya ingin mencari tempat yang tenang untuk berpikir, omma…” jawab Byul.

“tapi… Suji-ya, kamu janji akan pulang kan??” nyonya Bae khawatir Byul akan meninggalkannya seperti Suji dulu.

Byul membuka topi yang menutupi kepalanya dan membiarkan angin menerbangkan rambut hitamnya. Sambil duduk di tengah hamparan bunga krisan kuning, Byul mulai membaca buku diary milik Bae Suji.

******

flyhigh37

“mwo? Suji tidak pergi ke kantor hari ini?” Kim Soohyun tiba-tiba merasa khawatir begitu mendengar pernyataan dari Hayoung di telepon, “apa Suji tidak memberi kabar dia pergi kemana, Hayoung-ah?”

“aniyeyo, Soohyun-shi… nona bae tidak mengatakan apapun pada saya” jawab Hayoung dari ujung telepon.

“hm… baiklah, aku akan telepon lagi nanti…” jawab Soohyun sebelum menutup teleponnya. Soohyun melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul satu siang. Ia pun bergegas keluar rumah untuk menuju lokasi syuting di panti asuhan Haneuli.

******

Lee Jieun beberapa kali mendesah pelan memandangi wajahnya di cermin rias. Jung Soojung yang sedang me-rebonding rambut sang aktris pun menjadi bingung melihatnya.

Kemudian, Irene masuk ke ruang make-up dan tersenyum melihat Lee Jieun dengan wajah cemberutnya, “unnie!!”

“wae??! Don’t bother me!” ancam Jieun tanpa melihat kearah Irene.

“ck! Unnie harus nya senang karena kita sudah mulai syuting hari ini… please be nice to me, unnie!” Irene menunduk hormat kepada Jieun, “aku akan memerankan peran AhReum dengan baik, kita pasti akan terlihat seperti teman dekat nanti di kamera, aku janji! Hanbyul dan AhReum best friend forever! Pasti penonton akan senang melihat acting kita yang sangat akrab, unnie!”

Jieun merasakan kepalanya pusing sekali mendengar ocehan Irene, “sudah bicaranya? Keluarlah…”

Irene tak menyangka Jieun sama sekali tak tertarik menanggapi ocehannya seperti biasa. Ia pun segera berbalik dan keluar dari ruang make-up. Soojung mengamati Irene yang berjalan keluar dengan wajah kesal. Ia tak menyangka bahwa karakternya akan diperankan oleh aktris secantik Irene. Jieun memejamkan matanya sambil memegangi kepalanya yang pusing memikirkan kakak lelakinya yang tadi pagi terlihat sangat lemah.

“nona Lee… saya ingin bicara…” ujar Soojung dengan hati-hati.

“tentang apa?”

“AhReum dan Hanbyul…” jawab Soojung

“karakter di drama  Sky of heaven ini? Wae?” Jieun melipat kedua tangannya didada.

“hmm… itu…” Soojung merasakan tangannya dingin sekali karena gugup, “nona Lee harus janji dulu untuk tidak marah…”

“Soojung-ah, aku bisa marah kalau kamu gak segera bicara! Cepetan bilang ada apa ini?!”

“sebenarnya… novel Sky of Heaven ini… karakter Ahreum itu adalah tentang… saya…”

“mwo??” Jieun membelalakkan matanya.

“nee… nona Lee… mungkin pernyataan saya terdengar tidak masuk akal, tapi saya bisa jelaskan semua dengan detail jika anda mau…”

“jakkaman…wae? Kenapa kamu memberitahuku sekarang?” tanya Jieun yang masih memproses otaknya untuk menerima ucapan Soojung barusan.

“karena anda terlihat tidak bersemangat dengan syuting ini… saya khawatir acting anda nanti tidak maksimal… saya ingin anda mengetahui kebenarannya sehingga saat berakting nanti, anda bisa melakukannya sepenuh hati, nona Lee…” jelas Soojung.

“oke! Jika Ahreum itu kamu.. lalu siapa Hanbyul?” tanya Jieun penasaran.

Soojung menjadi gelisah begitu menatap Jieun.

“aku janji gak akan marah… cepet bilang, Soojung! Siapa Hanbyul?” desak Jieun.

“itu… karakter Hanbyul yang anda perankan ini adalah tentang… Bae Suji…” jawaban Soojung membuat Jieun terperangah.

******

awhitepaper84

Lee Jongsuk duduk berhadapan dengan ayahnya di ruang tamu. Seorang pelayan menyediakan dua gelas teh. Setelah pelayan itu pergi, Lee Jongsuk menatap ayahnya dengan wajah tegas dan berkata, “abeoji bilang akan menceritakan semua yang kutanyakan tentang Bae Suji kan?”

“ya… abeoji pernah berjanji seperti itu… wae?” jawab tuan Lee Jinhyuk.

“ceritakan abeoji, semuanya… tentang Bae Suji… dan Byul…” pinta Lee Jongsuk.

******

Kim Myungsoo dan keenam anggota VIXX tiba di sebuah villa yang telah disewa untuk Membership Training mereka. Usai merapikan pakaian di kamar masing-masing, Myungsoo mengajak keenam pemuda itu untuk makan siang dihalaman belakang villa yang dilengkapi kolam renang.

“myungsoo hyung, aku baru dapat kabar dari manager kalau hari ini nona bae Suji gak datang kekantor” ujar Hakyeon sambil mengunyah sosis dimulutnya.

“wae??” Myungsoo mendadak teringat pada wanita yang naik bus sebelah yang dilihatnya tadi pagi.

“entahlah, padahal seharusnya nona bae Suji mengunjungi Membership Training kita nanti malam, tapi sepertinya beliau gak akan hadir…” ujar Hakyeon.

“yak! Kalian rapiin semua piring ini setelah makan siang! Aku mau jalan-jalan sebentar!” jawab Myungsoo yang segera bergegas keluar dari villa.

******

Malam hari, enam belas tahun lalu, Bae Suji menulis di lembar buku diary-nya…

“…seseorang pernah berkata padaku, siapa yang pertama kali melihat doppeldanger-nya, maka dialah yang akan meninggal dunia terlebih dulu. Pertemuanku hari ini dengan Byul menyadarkanku bahwa mungkin waktuku untuk tinggal di dunia ini tidak akan lama lagi. Aku merasa sedih sekaligus gembira tentang hal itu. Aku sedih karena memikirkan apakah temanku satu-satunya, Lee Jongsuk, akan baik-baik saja tanpa diriku. Tapi aku merasa senang bahwa aku tak harus bersedih memikirkan Lee Jongsuk lagi karena Byul pasti akan menggantikan posisiku dikehidupan pria cengeng itu… hehehe… aku yakin juga bahwa Byul akan sangat disayang oleh omma dan appa nanti… aku harus segera meminta omma untuk mengadopsi Byul sebagai saudara kembarku. Aku ingin omma dan appa tetap bahagia meskipun aku pergi nanti karena mereka masih memiliki Byul.”

Byul mendengar suara gemerisik dari angin yang bergesekan dengan lembaran daun bunga krisan disekelilingnya. Hati Byul merasa sedih sekali membaca lembar demi lembar tulisan tangan gadis yang sangat mirip dengannya namun memiliki nasib yang jauh berbeda dengan dirinya. Di lembar terakhir buku diary, Byul mendapati sebuah tulisan yang menyentuh hatinya dari Bae Suji.

“… seandainya nanti, omma merindukanku dan akhirnya memanggil Byul dengan namaku, Bae Suji, aku akan dengan senang hati mengizinkannya. Aku akan memohon dengan penuh senyuman pada Byul, ‘nama ‘Bae Suji’ ini adalah satu-satunya yang bisa kuhadiahkan untukmu, Byul, Jadikanlah nama ‘Bae Suji’ sebagai kunci untuk mendapatkan kebahagiaanmu… hehehe’ (aku harus berlatih untuk menghayati ucapanku ini nanti ^^).

Mungkin Byul akan kerepotan karena Lee Jongsuk yang tak senang jika nama Bae Suji digunakan orang lain. Tapi aku sudah tahu cara untuk menaklukan pria yang dianggap Byul sebagai ‘boneka beruang pajangan etalase’ itu, hehehe… aku akan bilang pada Byul untuk membuat Lee Jongsuk mengerti dengan cara membentaknya. Hahaha… aku sangat yakin Lee Jongsuk hanya perlu waktu sendiri untuk mengerti keadaan itu nanti. Jongsuk pria yang baik, tak mungkin dia berani menyakiti Byul hanya karena dia memakai nama Bae Suji, aku yakin sekali!…”

******

awhitepaper68

Lee Jongsuk menancap gas mobilnya dalam-dalam. Masih terngiang di pikirannya ucapan dari abeoji tentang Bae Suji dan Byul tadi,

“Bae Suji memiliki seorang doppeldanger bernama Byul… gadis panti asuhan Haneuli yang hilang ingatan karena pil Anti Memory Depressant empat belas tahun itu diangkat anak oleh nyonya Bae sebagai pengganti Suji yang meninggal dunia karena kanker…” jelas tuan Lee Jinhyuk , “apa Byul sudah bisa mengingat semuanya, Jongsuk-ah? Apa dia membatalkan pertunangan kalian, hah?”

“tidak… Byul, maksudku Bae Suji tidak membatalkan pertunangan ini… karena sejak awal aku yang memaksanya untuk bertunangan denganku…” terang Jongsuk dengan mata berapi-api.

“apa maksudmu, Jongsuk-ah?” tuan Lee Jinhyuk bingung mendengar ucapan putranya, “kamu tidak perlu menutupi kebenaran ini, Jongsuk-ah. Kamu harus memanfaatkan rahasia keluarga Bae untuk mengambil alih Staragency..”

“abeoji!” Jongsuk mengepalkan tangannya, “ternyata abeoji masih dendam karena nyonya Bae menyuruh abeoji mundur dari posisi CEO dulu?! Apa abeoji lupa apa yang sudah terjadi empat belas tahun lalu di perusahaan Staragency? Skandal dan kasus suap besar-besaran… abeoji lepas tangan dan kabur keluar negeri untuk menghindari semua itu kan!”

“Jongsuk-ah! Beraninya kamu…!”

“abeoji, keumanhaseyo… jangan memanfaatkan situasi saat ini untuk kepentingan pribadi abeoji!”  Jongsuk berusaha mencegah kelakuan licik abeoji-nya.

“Jongsuk-ah, jika identitas asli Suji diketahui public, perusahaan akan mengalami collapse dan kita bisa membelinya dengan harga murah. Kamu tahu kan, memiliki Staragency akan menjamin masa depanmu… jika perusahaan itu menjadi milikmu, kamu akan seperti memegang kunci emas untuk hidup bahagia di masa depan nanti…” tuan Lee Jinhyuk masih berusaha meyakinkan Jongsuk untuk menyebarkan kebohongan identitas Suji kepada masyarakat.

“aku tidak menginginkan Staragency, abeoji!! Aku sama sekali tak berminat memiliki kunci emas!!!” bentak Jongsuk.

“Jongsuk-ah…” tuan Lee tidak menyangka putranya akan sangat marah padanya.

“abeoji, jika aku memutuskan hubunganku dengan Bae Suji dan Byul… jika aku berjanji akan melupakan Bae Suji, apa abeoji berjanji akan menjual seluruh saham abeoji di Staragency dan memulai bisnis lain dari awal?” Jongsuk menatap ayahnya dengan tatapan memohon.

“kamu tahu kan, tidak mudah melupakan orang yang paling kamu cintai” tuan Lee menatap foto istrinya, Nyonya Lee Jinri, yang menempel di dinding, “kamu sudah mencintai Bae Suji sejak kecil, tidak akan mudah bagimu melupakannya…”

“Bae Suji yang kukenal sudah tak ada lagi di dunia ini, abeoji… aku tak punya alasan untuk mencintai gadis yang hanya seorang doppeldanger dari Bae Suji…” suara Jongsuk terdengar gamang ditelinga tuan Lee.

“buktikan padaku, Jongsuk-ah! Buktikan kalau kamu tidak akan menemui Byul lagi!”

Lee Jongsuk membanting setirnya ke pinggir jalan dan berhenti mendadak. Emosinya meluap dan tak mampu ia tahan. Jongsuk memukul setir mobilnya berkali-kali untuk melepaskan rasa frustasi dihatinya karena merasa dikhianati oleh orang yang ia cintai.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan segera diangkat oleh Jongsuk , “halo, ada apa Hayoung-ah?”

“Tuan Lee Jongsuk, apa anda tidak kekantor? Ada beberapa vendor yang datang ingin menawarkan kerjasama untuk boyband baru Staragency” ujar Hayoung.

“bukannya CEO yang harusnya mengurus itu semua?? Mana Suji??” tanya Jongsuk.

“iya, tuan Lee… hmm… tapi saya sama sekali tidak bisa menghubungi ponsel nona Bae Suji dari tadi pagi…” ucap Hayoung.

Lee Jongsuk mengerutkan keningnya dan mulai panik, “mwo?! kamu sudah coba telepon semua ponsel Suji? kamu sudah menghubungi telepon rumahnya juga?”

“sudah tuan lee… tapi tak ada satupun yang mengangkatnya. Tuan dan Nyonya bae hari ini sedang ke Jeju untuk menghadiri launching buku…” jelas Hayoung.

“arasso, Hayoung-ah… kamu urus vendor itu! Aku akan mencari Suji!” jawab Jongsuk dengan cepat sebelum akhirnya memutuskan sambungan telepon. Ia pun segera menyalakan gps yang memang sengaja ia sambungkan dengan ponsel Suji. Dilihatnya dari jejak gps itu bahwa sinyal ponsel Suji terakhir terlacak di terminal bus dekat dengan panti asuhan Haneuli. Ia pun segera menancap gasnya dengan wajah kalut dan cemas.

‘mianhae… abeoji… aku tak bisa menepati janji untuk tidak menemui Byul!’ batin Jongsuk.

******

please leave a comment or like. see you next chapter. thanks.

40 responses to “A WHITE PAPER CH.09 [I AM YOUR DOPPELGANGER…]

  1. kayaknya yg paling kasihan itu Byul yaa😦 dia harus jadi suji bertahun2 , berpura2 dan kayaknya dia juga suka sama jongsuk tapii…. ahh begitulah

  2. Yaaaah jangan gtu dong jongsuk 8( nanti menyesal loh kalau byul diambil sama soohyun atau engga myungsoo xD wkwkkw
    Nexttt ya thoorr ppali penasaran sama lanjutannya hwaitingg😀

  3. Yaaaah jangan gtu dong jongsuk 8( nanti menyesal loh kalau byul diambil sama soohyun atau engga myungsoo xD wkwkkw
    Nexttt ya thoorr ppali penasaran sama lanjutannya hwaitingg neee😀

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s