[Freelance] Business Marriage Chapter 1

myungzy

Title : Business Marriage | Author : kawaiine | Genre : Comedy, Marriage Life, Romance | Rating : PG-17 | Main Cast : Bae Soo Ji, Kim Myungsoo | Other Cast : Lee Min Ho, Kim Yoo Jung , Kim Tae Hee , Lee Junho , Park Jiyeon , Kim Do Yeon, Lee Seung Gi,eTc.

***

Author POV

Kota Seoul tengah di landa musim hujan,semua masyarakat yang melintasi kota memakai payung dan jas hujan. Kecuali seorang yeoja dan namja yang tengah berlari dari arah kanan dan kiri .Kedinginan tengah menyelimuti tubuh mungil yeoja yang bernama Bae Soo Ji tersebut,ia berlari dengan tas sebagai alat penutup kepalanya agar tidak terkena air hujan, namun kuatnya air hujan tersebut mampu menembus helai-helai rambut yang tergerai bebas di bahu yeoja tersebut. Di saat yang berlawanan, seorang namja terburu-buru dengan menggunakan tas kantor untuk menutup kepalanya. Sama halnya dengan yeoja tersebut.Tujuan mereka sama, yaitu ingin berteduh di depan toko buku. Dan disaat yang bersamaan….

BRUKKK!!
Ya,mereka bertabrakan dan terjatuh ke belakang.

“Yak! tidakkah Ajusshi lihat ada orang yang sedang berlari?” ujar Suzy. Tidak terima atas perkataannya, namja yang memakai setelan kantor lengkap itu cepat untuk berprotes. Mereka kemudian berdiri dan membenarkan bajunya.

“Mana bisa aku lihat, aku sibuk untuk menggapai tempat ini agar aku bisa berteduh. Dan aku bukan Ajusshi,paham?” tegas namja berkulit putih bermata tipis tersebut,sementara Suzy hanya memicingkan matanya,kesal.

“Setidaknya pada saat kau menduduki bangku sekolah dasar kau di ajarkan untuk meminta maaf jika kau bersalah!” tutur namja tersebut.

“Shirreo! untuk apa aku meminta maaf sedangkan aku tidak bersalah!” jawab Suzy masih dengan nadanya yang ketus.

“Oh, rupanya yeoja di sampingku ini pandai mengelak.” jawab Myungsoo. Sementara Suzy hanya memilih terdiam, ia tak memperdulikan Myungsoo di sampingnya. Ia mengeluarkan ponselnya, menelpon seseorang untuk menjemputnya. Sementara Myungsoo menyadari bahwa ponselnya bergetar di dalam tas yang ia bawa.

Siapa lagi jika bukan noona nya, gadis cantik bernama Kim Tae Hee.

“Myungie, kau dimana ? Mengapa sore ini belum pulang juga? Aku tahu kantormu sudah bubar sedaritadi siang.”

“Oh, noona.. Aku ada janji bersama temanku tadi. Lalu ketika aku akan pulang hujan turun sangat deras,aku sedang berteduh.” jawab Myungsoo. Suzy yang sedari tadi melihat tutur kata Myungsoo,terlihat sedang mencibir. Dan ketika itu pula Myungsoo menutup teleponnya, Suzy mendelikkan matanya.

“Wae? Apa maksudmu mendengarkan percakapanku di telepon?” tanya Myungsoo pada Suzy dengan gerak gerik Myungsoo yang sedikit menjauh dari gadis tersebut.

“Kau terlalu percaya diri Ajusshi! Ternyata kau adalah namja yang lemah, hujan begini saja kau mengadu.” jawab Suzy

“ Aissh, aku bukanlah Ajusshi! Oh, rupanya kau memperhatikanku eoh? Apa bedanya denganmu yang meminta di jemput!.”

“Tapi wajahmu cocok di jadikan Ajusshi dan kau juga seharusnya mengikuti casting untuk iklan bibit padi yang biasanya di ikuti oleh para Ajusshi! Kau juga memperhatikanku, eoh? Pabo!”

“Aish neo yeoja—“ tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti di depan mereka, tentu saja mereka berdua reflex menoleh ke arah mobil tersebut. Tampak seulas senyum di bibir yeoja tersebut,membuat namja bernama Kim Myungsoo itu menoleh sekilas ke arah yeoja tersebut. Melihat senyumannya, entah memikirkan apa.

“Oppa!” teriak Suzy pada seorang namja berbadan kekar yang berada di dalam mobil. Sementara Myungsoo hanya memperhatikan dari jauh dan sedikit mengernyitkan dahinya.

Suzy berlari ke arah mobil namja yang di bawanya tersebut, hujan memang sudah sedikit berhenti. Ia pun masuk kedalam mobil dan mobil itu melaju dengan kencang, sementara Myungsoo masih memandang seperti tadi, lalu ia kembali pada pandangannya.

“Aissh, untuk apa aku melihat yeoja aneh itu.” gerutunya pada dirinya sendiri.

“Lebih baik aku pulang saja.” Myungsoo melangkahkan kakinya hendak menuju pulang ke rumah.

Myungsoo POV

Aku melangkah malas masuk kedalam rumah, ya.. pasti pemandanganku tak jauh beda dengan melihat Noona yang sedang berdandan, dan adikku yang sedang membaca. Orang tuaku memang sibuk,super sibuk. Meskipun kini perusahaan iklannya berada di tanganku, namun itu merupakan 0,1% dari kesibukannya. Bisa kalian bayangkan 100% nya seperti apa?

“Oppa, kau sudah pulang?” tanya adikku yang bernama Kim Yoo Jung, dia memang sangat menyukai buku. Setiap hari dihabiskan untuk membaca. Di sekolahnya dia menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan. Tak heran bila ia sangat pintar,mewarisi Appa. Ia gadis yang sangat cantik, dengan kulit putih dan rambut panjangnya mampu memikat semua namja yang ada di sekolahnya, tak jarang namja yang menemuiku jika mereka ingin lebih dekat dengan Yoo Jung.

“Sudah, apakah matamu tidak lelah membaca terus menerus? Apa kau sudah makan?” tanyaku

“Ani, aku sangat menyukai ini Oppa. Bukankah Oppa mengetahuinya? Eomma bilang membaca adalah jendela dunia, Appa bilang dengan membaca kita bisa memiliki dunia dan Oppa bilang membaca itu membosankan.” jawabnya,aku hanya terkekeh pelan.

“Aku sudah makan bersama Eonni tadi. Benarkan Eonni?”

“Ne, myungie kita sudah makan tadi. Apakah kau sudah makan? Bajumu sangat basah, kau mandi dan bergantilah. Aku akan menyiapkan sup hangat untukmu.”

“Ne,aku ke atas dulu.” jawabku lalu segera menuju kamarku. Aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi.

Setelah selesai akupun menuju ruang makan, aku melihat Noona yang masih menyiapkan makanan dengan terburu-buru. Ya, aku sudah terbiasa dengan sikap buru-buru dari Noona. Itu merupakan pertanda bahwa ia harus segera pergi. Kemana lagi jika bukan ke agensinya. Noona seorang model. Ia juga sibuk,namun selalu meluangkan waktu untukku dan Yoo Jung. Wajahnya sangat cantik. Aku sangat beruntung memiliki Noona dan Yoo Jung. Karena mereka berdua membuat hampir seluruh namja jatuh cinta dan banyak mengirimkan hadiah seperti sepatu,kemeja,dasi, padaku. Aku terkadang bertanya-tanya,mereka yang menyukai kakak dan adikku mengapa harus memberi hadiah padaku. Bukankah mereka menyukai kedua yeoja ini? Mungkin ini sebuah suapan.

“Kau pergilah Noona, jika kau terlambat lagi separuh gajimu mungkin akan di potong. Biar aku yang menyiapkan semuanya.” ujarku

“Oh, Myungie.. gomawo,aku akan segera berangkat.” ujarnya lalu meninggalkanku.

Akupun segera terduduk untuk memakan sup, namun kejadian tadi membuatku tersenyum-senyum sendiri. Ckk, untuk apa aku memikirkan yeoja aneh itu.

Suzy POV

Kini aku berada di dalam mobil bersama namja yang katanya menyukaiku, aku tak pernah menganggap serius tentang orang-orang yang menyukaiku. Bukan aku tak menghargai,namun aku harus melihat dari usaha mereka terlebih dahulu.

“Kau tampak sangat lelah, tidurlah.” ucap namja yang berada di sebelahku.

“Oh, ani.. Aku tak lelah.” jawabku

“Siapa namja yang tadi bersamamu? Apakah ia artismu?”

“Bukan, ia hanya orang yang kebetulan berteduh sama denganku.”

“Begitu.. Malam ini apakah kau—“

Sebelum ia meneruskan perkataannya handphone ku berbunyi, akupun segera mengangkatnya.

“Yeoboseyo?”

“…………………..”

“Eonni,sudah ku bilang jangan memanggilku seperti itu. Kau ada pemotretan pukul 8 malam.”

“…………………….”

“Ne.” Akupun segera mematikan teleponku begitu percakapan singkat itu berakhir, aku langsung menoleh pada namja di sampingku.

“Apa yang tadi akan Oppa katakan?” tanyaku

“Ani, kau sepertinya sangat sibuk Suzy-ah.”

“Iya,akhir-akhir ini artisku banyak sekali yang diminta untuk menjadi bintang iklan.” jawabku

Aku Bae Soo Ji atau Suzy. Aku adalah seorang putri tunggal. Tetapi aku memiliki saudara angkat,bernama Bae Hyeon. Orang tuaku sedang melanjutkan bisnisnya di London. Sementara aku menetap di Korea. Hyeon memutuskan untuk kuliah di Amerika. Aku kini bekerja sebagai seorang pemilik Agensi. Aku memiliki banyak artis yang ku bina. Artis-artisku banyak yang menjadi bintang film,drama,bintang iklan, dan girlband. Aku cukup terkenal dalam dunia entertainment sebagai pemilik agensi termuda di Korea. Sementara namja yang di sebelahku bernama Lee Min Ho, Min Ho Oppa begitu aku memanggilnya. Ia bekerja di suatu perusahaan ekspor barang elektronik. Ia adalah sunbae-ku dulu sewaktu SMA. Banyak yang menggosipkan aku berpacaran dengannya. Aku hanyalah sebatas adik seniornya,tidak lebih. Namun, perhatiannya padaku membuat orang yang memandang kami sebagai sepasang kekasih. Aku tidak bisa menampiknya karena sekeras apapun aku menjelaskan pasti akan tetap mengira aku berpacaran dengannya.

“Sudah sampai.”

“Oh, ne.. Gomawo telah mengantarku pulang, salam untuk keluargamu Oppa.” ujarku sembari membuka pintu mobil. Akupun segera untuk memasuki rumah,namun tangan kekar menahanku

“Suzy-ah.”

“Waeyo Oppa?”

CUP~

Ia mencium keningku. Aku memang sedikit risih dengan perlakuannya yang seperti ini,namun aku juga tak bisa menolaknya karena kebaikannya padaku. Terkadang aku kesal dengan diriku sendiri mengapa aku bergantung padanya. Ya, semenjak kedua orang tuaku di London, kedua orang tuanya menjadi pengganti orang tuaku,mereka sangat baik.

“Masuklah.” ujarnya

Sementara aku melangkahkan kakiku kedalam rumah, membuka pintu lalu terduduk dan melemparkan tas ku di kursi. Aku membersihkan badanku, ketika aku mandi dan merelaxsasikan diriku di bathtub, aku teringat dengan kejadian Ajusshi yang bertemu denganku di toko buku. Dia memang tampan, namun menyebalkan.
Aish, apa yang ada di pikiranmu Bae Suzy. Aku menghela nafas panjang mengingat besok akan ada kerja sama dengan sebuah perusahaan.

Author POV

Dentingan bunyi alarm tak mampu membangunkan kedua manusia ini. Meskipun mereka berada di tempat berbeda, kebiasaannya sama. Sudah satu jam lebih sejak alarm berbunyi, namja dan yeoja tersebut tak kunjung terbangun.

~Kim’s House~
BRAKK !!
Suara gebrakan pintu tak kunjung membuat Myungsoo terbangun, Tae Hee yang sudah melipatkan tangan di dadanya mendengus kesal.

“Yak! Kim Myungsoo !! Ireona!! Kau harus ke kantor pagi ini agar tidak terlambat. Kau juga harus mengantar uri Jungie. Ppali Ppali!” Pekik yeoja itu sembari menarik selimut yang membalut tubuh Myungsoo. Myungsoo hanya mengerang malas.

“Berhentilah memanggilku Ajusshi, aku masih tampan dan muda.” Oh, rupanya dia mengigau.

Tae Hee yang sudah terlanjur kesal membawa segelas air di samping meja lampu kamar Myungsoo, lalu menyiramkan air pada namja tersebut.

“Yak! Noona ! Apa yang kau lakukan? Kau membasahi tempat tidurku!” protes Myungsoo.

“Kau pikir aku akan membiarkan Yoo Jung terlambat lagi gara-gara perbuatan kau Myungsoo? Hah? Kau ini seharusnya cepat menikah agar ada yang membangunkanmu setiap pagi. Aku lelah jika membangunkanmu dan kau seperti ini!.”

“Ne,Ne,Ne.. Aku akan segera mandi Noona. Tapi, jam berapa sekarang?”

“Sekarang? Oh, apa pentingnya kau bertanya tentang jam. Pukul Se-Te-Ng-Ah Tu-Ju-H Kim Myungsoo!” Perkataan Tae Hee mampu membuat Myungsoo terkaget-kaget, ia segera menuruni ranjang dan memasuki kamar mandi.Sementara Tae Hee terkekeh pelan karena telah membohongi Myungsoo masalah jam.

~Bae’s House~

“Agasshi, tolong bukakan pintunya Agasshi, anda akan terlambat jika seperti ini.” ujar seorang yeoja paruh baya yang diketahui bernama Bibi Nam. Bibi Nam sudah sepuluh kali membangunkan Agasshinya ini namun tak kunjung juga untuk terbangun. Bibi Nam memutuskan untuk mengguncangkan tubuh yeoja bernama Bae Suzy tersebut. Namun, Suzy hanya memutar tubuhnya membelakangi Bibi Nam. Bibi Nam sudah tampak putus asa, ia segera mengambil telepon rumah dan menelpon seseorang diluar sana.

“Ne, ia masih tidak mau terbangun. Eothokkae?” tanya Bibi Nam,sementara 5 detik kemudian Bibi Nam mengulas senyum di wajahnya dan segera menuruni tangga.

“ Bae Suzy apa yang kau lakukan,eoh? Kau masih enak tertidur! Dasar pemalas.” Dengus seorang yeoja cantik bernama Park Jiyeon. Ya, Jiyeon adalah sahabat Suzy. Sekaligus ia adalah yang berperan penting atas pembangunan agensi Suzy.

Jiyeon kini menarik selimut yang Suzy kenakan. Lalu menarik lengan Suzy.

“Yak! kau lupa sekarang ada pertemuan bersama perusahaan penting,eoh?” teriak Jiyeon pada Suzy. Sementara Suzy menjawab membelalakan matanya. Ia segera berlari ke kamar mandi. Jiyeon hanya menggeleng pelan.

“Terimakasih Agasshi.” ucap Bibi Nam pada Jiyeon.

“Tak perlu berterimakasih Bibi Nam, ia memang sulit di bangunkan. Kalau begitu aku akan kebawah dulu.” Jiyeon melangkahkan kaki indahnya. Namun Bibi Nam menahannya.

“Agasshi, apakah Suzy Agasshi bertemu dengan seorang Ajusshi kemarin?”

“Eoh? Aku tidak tahu Bibi Nam, dia pulang terlebih dahulu kemarin di waktu hujan. Wae?”

“Sedari tadi pagi ia mengigau, ia menyebutkan Ajusshi bibit padi yang sangat tampan.”

“Oh mungkin ia hanya kelelahan.”

Suzy POV
Setelah berdandan dan memakai baju yang indah pagi ini aku memutuskan untuk menuruni tangga menghampiri Jiyeon. Ah, yeoja itu sangat mengganggu tidurku, tapi jika tak ada dia aku sudah terlambat tadi. Ku lihat Jiyeon dalam balutan blazer pink dan rambutnya yang tergerai. Aku hanya memakai kemeja putih dengan ruffle yang menyembul keluar dari balutan blazer hitam,dipadukan dengan belt yang mengunci blazerku dan rok hitam selutut kesukaanku.

“Jiyeon-ah, ayo berangkat.” ajakku pada sahabatku ini.

“Kau belum sarapan, pabo! bagaimana jika kau pingsan ketika presentasi? Yak! Apakah kau akan kembali ke masa SMA tahun 70-an,eoh? Lihatlah panjang rokmu. Kau harus memakainya di atas lutut. Ingat, kau akan presentasi di depan pendiri perusahaan terkenal Suzy-ah.” ujarnya, aku hanya mendengus kesal lalu melinting bagian atas rok sehingga lutut putih ku terekspos.

“Ayo,berangkat. Sarapanmu sudah ku siapkan di dalam tas, kau makan di mobil saja.” tutur Jiyeon sementara aku hanya mengikutinya. Ya, Jiyeon sudah seperti kakak perempuanku bahkan ibuku.

Kini aku berada dalam mobil dan sedang mengunyah sarapanku.

“Apakah kau bertemu seorang Ajusshi?” tanya Jiyeon,sementara aku kaget dan tersedak.

“K..Kau tau darimana Jiyeon?” tanyaku
“Sajangnim, aku tahu dari Bibi Nam. Bibi Nam bilang kau mengigau. Cihh, rupanya kau sekarang menjadi Ajusshi Sarang.Aku tidak menyangka pemilik BS Agency menyukai seorang Ajusshi.”

“Yak! kita adalah sahabat kau tak perlu memanggilku sajangnim! Aku kemarin bertemu dengan seorang namja yang menyebalkan. Dia tampak seperti seorang Ajusshi.”

“Menyebalkan? Atau tampan?”

“Yak!.”

“Kau sendiri yang menyebutnya dalam racauanmu yang di dengar oleh Bibi Nam.”

Aku mendelikkan mataku pada Jiyeon, Jiyeon terkekeh pelan. Tak lama kemudian aku dan Jiyeon sampai di perusahaan tempat kami akan meeting. Di meja resepsionis aku mengisi buku tamu terlebih dahulu dan memakai nametag berwarna hijau tua. Aku dan Jiyeon melangkahkan kaki menuju sebuah conference room, aku segera duduk disana. Sementara seorang namja membuka pertemuan kami pagi ini.

“Selamat pagi para hadirin semua, saya Lee Seung Gi wakil Direktur KMS Advertising. Sementara Direktur kita belum datang, kita mulai saja pertemuan kali ini,pertama—“

BRAKK!!

“Tunggu, aku disini—“ ucap seorang namja masuk dari luar sana, aku menoleh ke arahnya dan membelalakan mata. Jiyeon menyenggol sikutku dengan sikutnya.

“Ya, berhubung direktur kita sudah datang mari kita mulai saja. Kim Sajangnim, silahkan.” Ujar namja tadi, aku hanya menggeleng tak percaya, Ajusshi yang bertabrakan denganku kemarin ternyata seorang direktur perusahaan yang akan kerja sama dengan agensiku. Jika kerjasama ini di tolak aku akan kehilangan peluang yang besar,dan lebih parahnya aku akan presentasi disini, namun aku tak kehabisan akal.

“Jiyeon-ah, kau saja yang presentasi,Ne? gantikan aku, jebal. Akan aku jelaskan setelah pertemuan ini selesai.”

“Yak! Bae Su—“

“Jebal.” Pintaku pada Jiyeon.

“Ne.” ucapnya, aku hanya bisa mengelus dada menandakan rasa tenang. Sementara aku merasakan ada tatapan mengerikan dari sebrang sana. Siapa lagi jika bukan Direktur Perusahaan ini.

“Baiklah, menanggapi permintaan kerja sama BS Agency, aku ingin melihat beberapa lembar slide presentasi dari BS Agency.” ucap Ajusshi itu, aku hanya menundukkan kepala dan Jiyeon segera kedepan untuk presentasi.
Jiyeon presentasi dengan lancar, dan sekarang giliran perusahaan iklan ini untuk berbicara.

“Menarik. Aku akan mempertimbangkannya dan besok akan ku beritahu pada kau, siapa namamu?” tunjuknya pada Jiyeon.

“Park Jiyeon, sajangnim.”

“Ya, kau Park Jiyeon. Kau sendiri kan kesini?” Aku saling bertatap dengan Jiyeon.

“Ah, ani.. Aku kesini bersama Pemilik BS Agency, namun ia sedang sakit tenggorokan oleh sebab itu ia tak bisa presentasi.”

“Oh, begitu. Baiklah. Pertemuan kita kali ini akan aku akhiri. Terimakasih untuk perhatiannya.” ujarnya,sementara aku melihat namja itu keluar. Jiyeon keluar terlebih dahulu karena ingin ke toilet. Sementara aku masih terdiam di ruangan dan ketika aku melangkahkan kaki keluar tiba-tiba tangan kekar menahanku.

“Kau rupanya seorang pemilik BS Agency. Aku tak menyangka yeoja aneh sepertimu mampu mendirikan Agensi Artis yang terkenal.”

“Yak! Ajusshi jaga bicaramu!”

“Yak! kau berbohong,eoh? Kau bilang sedang sakit tenggorokan namun kau bisa berteriak seperti ini. Cihh, selain tidak sopan kau juga sangat pandai berbohong,jangan harap aku akan menerima permintaan kerja sama dari Agensimu.”

“Apa kau sedang mengancamku? Aku tidak takut, silahkan jika tidak akan kau terima batalkan saja. Aku juga tak akan rugi!” ujarku meskipun jantungku berdegup kencang mengingat jika peluang ini tidak berjalan.

“Baiklah, namun aku tak sejahat itu. Sebagai gantinya kau harus mentraktirku.”

“Bilang saja kau ingin dekat denganku Ajusshi bibit padi!.”

“Yak!” sementara aku menjulurkan lidahku dan meninggalkannya. Aku melangkahkan kaki menuju parkiran. Jiyeon sudah ada disana, ku lihat ia sedang berdandan. Aku memasuki mobil dengan wajah yang kesal. Dan menceritakan semua yang terjadi pada Jiyeon

Myungsoo POV

Ternyata yeoja itu pemilik Agency Artis terkenal di Korea. Aku tak menyangka jika ia sepandai itu membina suatu Agensi yang cukup besar itu. Dan dia sangat galak, tidak sopan, pandai berbohong Aku melangkahkan kaki hendak menuju ruanganku, namun sesuatu bertali hijau menyangkut di sepatuku.

“Bae Soo Ji.” gumamku, nama yang cantik,seperti aslinya. Yak, Kim Myungsoo apa maksudmu. Aku mengambil nametag itu lalu memasukkannya kedalam saku. Aku tak kehilangan akal untuk mengerjai yeoja itu, segera ku hampiri resepsionis di pintu awal.

“Kau tau gadis bernama Bae Soo Ji ? BS Agency.” ucapku

“Ah, ne sajangnim.. Ia tadi menuliskan identitasnya disini.”

“Termasuk nomor handphone nya?”

“Silahkan lihat disini sajangnim, sepertinya iya.” Aku tersenyum penuh kemenangan, lalu aku mencatatnya di ponselku. Aku melangkahkan kaki kedalam ruanganku, akupun duduk di kursi kerjaku lalu memainkan ponselku. Aku terbayang wajahnya,wajah bersinar seperti rembulan. Aku tersenyum singkat lalu menggerutu kebodohanku.

–000–
Hari sudah sore, aku memutuskan untuk pulang. Sesampainya aku di rumah ku lihat mobil kedua orang tuaku terparkir di halaman rumah, aku sontak cepat memasuki rumah, kulihat mereka yang sedang memanjakan Yoo Jung dan Noona.

“Myungie, kau sudah pulang. Kemarilah ada yang ingin Eomma bicarakan denganmu.”

Aku bertanya-tanya penuh keheranan.

“Kau segeralah menikah.” ujar Appa

“MWO?” Teriakanku, Noona, dan Yoo Jung secara bersamaan mampu membuat Appa dan Eomma mengelus dadanya masing-masing.

“Dengan siapa ia akan menikah Appa? Bahkan aku tak dapat melihat ia berdekatan dengan yeoja selama ini.” ujar Noona.

“Temanku banyak yang menyukai Oppa, namun ketika mereka mengetahui Oppa tak mempunyai yeojachingu mereka mengira Oppa seorang gay.” tutur Yoo Jung.

“Yak! teman-temanmu terkutuk!” ujarku

“Myungie, demi mempertahankan bisnis kita semua dan masa depan kalian, Appa mohon kau menikahi putri tunggal rekan bisnis Appa.”

“Mwo? Siapakah itu Appa? Aku tak mau. “

“Oppa akan di nikahkan hanya karena urusan bisnis Eomma,Appa?” tanya Yoo Jung

“Jungie, kau pasti tidak mau kan Oppa di nikahkan dengan background bisnis?” tanyaku penuh harap.

“Ah, ini kisah yang menarik Myungsoo Oppa. Kau tau, aku akan membuat buku berjudul Business Marriage, betulkan Eonni?” Sementara Noona menganggukkan kepalanya,aku hanya bisa berdecak kesal.

“Eomma mohon, untuk menyelamatkan kalian semua dan juga kami, jika kau tidak segera menikahinya, kami akan rugi besar. Semua perusahaan kami akan di tutup dan di ambil alih oleh orang-orang yang licik.”

“Wae?”

“Kau tau? Tuan Kang yang menjadi teman Appa mu? Pemilik perusahaan asuransi se Korea? Dia ingin menguasai semua dunia perbisnisan, dia serakah.Dia menjebak banyak perusahaan sehingga hampir 30% perusahaan di Korea atas nama dirinya, hanya 70% lagi, 35% milik kami, 35% milik calon mertuamu. Appa dan Eomma juga calon mertuamu berpikir keras,selama kami di London kami memikirkan bagaimana caranya agar masalah ini cepat selesai, ketika kami tahu bahwa ia memiliki seorang anak gadis yang cantik, Eomma dan Appa yakin jika kalian mampu mengatasi semua ini.”

Aku berpikir cukup lama, jika aku tak mengambil alih masalah ini semua bisa hancur, terlebih Yoo Jung yang masih sekolah, jika kami kehilangan segalanya kami bisa-bisa tidak dapat hidup kembali.

“Jika kau bersedia, malam ini juga calon mertuamu akan datang bersama calon istrimu.”

“Ne.” jawabku singkat, mereka berteriak cukup keras sehingga mampu membuat telingaku tuli sesaat.

“Yak!”

Sementara di kediaman Suzy, terjadi hal yang sama. Orang tua Suzy pulang tadi siang,menceritakan masalah yang sama, dan berakhir dengan masalah yang sama.

Suzy POV

Aku mendengus kesal ketika duduk di meja rias yang berada di kamarku, aku menguraikan rambutku.Aku terkadang kesal dengan semua ini, mengapa harus aku. Jika aku tak menerima bagaimana dengan para artisku? mereka terancam tidak dapat berkarir lagi jika seperti ini.

“Agasshi, Nyonya dan Tuan sudah menunggu.”

“Ne.”

Aku melangkahkan kakiku keluar, lalu segera menemui kedua orang tuaku, mereka memujiku. Aku hanya tersenyum, bagaimana dengan Min Ho Oppa jika mengetahui semua ini, ah sudah lah. Aku pusing.

Ting Tong~
Begitu bunyi bel yang berasal dari tombol yang berada di samping pintu ini. Dan tak lama kemudian seorang yeoja cantik yang kira-kira usianya berada di bawahku membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk. Ya, rumah yang mewah dan megah. Aku terpaku dengan yeoja cantik di hadapanku, ia sangat menyenangkan rupanya karena aku mengobrol banyak dengannya.
Tiba-tiba seorang namja memakai pakaian rapi menuruni tangga.

“Myungie, kemarilah calon istrimu sudah menunggu.”

Akupun menoleh ke arah namja tersebut.

“MWO?” Teriakku dengannya secara bersamaan.

“Aku tak mau di jodohkan dengan Ajusshi bibit padi ini Eomma, Appa, ayo kita pulang!” ujarku sementara kedua orang tuaku berlaga kebingungan.

“Yak! yeoja aneh! kau pikir aku mau di jodohkan denganmu? Menikah denganmu? Aku menolak keras atas perjodohan ini! Eomma, Appa, hentikan semua ini!” ujarnya ketus menatap tajam ke arahku.

“HENTIKAN!!!” Teriak Eomma, Appa, dan kedua orang tua Ajusshi itu yang mampu membuat kami tersentak.

“Tak bisakah kalian bersikap dewasa? Kalian  tidak mau membantu kami? Lihat! kalian bisa sehebat ini berkat pendidikan yang kalian tempuh! Kami yang menyekolahkan kalian! Kami tak meminta sesuatu yang besar, hanya ini.!” ujar Appa Ajusshi itu.

“Tetapi, Appa.. Cinta itu tak bisa di paksakan.” ujarnya

“Kau memiliki yeojachingu Oppa? Bukankah—“ ujar yeoja cantik di sebelahku.

“ Dia yang memiliki namjachingu, bukan aku yang memiliki yeojachingu.” ucap namja tersebut.
Aku terkejut, memutar ingatanku, ya mungkin ia mengira Min Ho Oppa yang menjadi namjachinguku.

“Dia bukan namjachingu ku, dia hanyalah sunbae-ku sewaktu di SMA.”

“Aigoo, Oppa.. kau cemburu pada Eonni cantik ini?”

“ANI!” Bantahnya keras.

“Kami mohon pahami keadaan kami sekarang, hanya kalian yang bisa kami andalkan.” ucap Appa.

“Bagaimana Suzy? Myungsoo?” ucap Eomma Ajusshi tersebut.

Aku melihat ke arah namja bernama Myungsoo tersebut, lalu tak lama kemudian aku melihat anggukan dari kepalanya. Di ikuti oleh anggukanku.

—–0000—–

Aku terdiam ketika Tae Hee Eonni menggenggam erat tanganku. Ya, aku baru mengetahui jika aku akan menikah dengan adik dari Tae Hee Eonni, yang tanpa ku sangka kembali Tae Hee Eonni merupakan artis Agensiku. Proses pernikahan berjalan dengan lancar, kini aku menyandang status menikah. Namun, aku dan Myungsoo belum dapat mengungkap status kami. Eomma,Appa,dan kedua orangtua Myungsoo pergi berlibur ke Eropa untuk menenangkan pikiran mereka, mungkin.

“Kau dan Myungsoo adalah asset keluarga kami,dan keluargamu.” ujar Tae Hee Eonni.

“Eonni.”

“Bantu kami Suzy-ah.”

“Aku tak bisa berjuang sendiri.”

“Myungsoo akan membantumu, aku yakin itu.”
Aku menganggukan kepalaku, sementara namja yang berstatus suamiku kini berada di sampingku membawa beberapa tas besar. Dia berjalan ke mobil , aku mengikutinya. Di perjalanan kami hanya terdiam.

“Eomma dan Appa membelikan kita rumah, kita akan menempatinya hari ini.”

“Ne.” jawabku singkat.

Tibanya di rumah aku segera membersihkan badanku, aku melepas gaun yang ku kenakan tadi. Sial, aku tak membawa baju ganti ke kamar mandi. Untungnya Myungsoo mandi di kamar mandi yang berada di bawah, sehingga aku bisa mengambil terlebih dahulu bajunya. Namun, baju apa ini? Aku terlihat seperti Tarzan kota memakai ini. Aku bercermin di kamar mandi, aku melihat bayanganku disana, handukku ku letakkan di bahu dan segera  berjalan ke ranjang.

“Yak! mengapa kau disini? Bukankah kau akan tidur di ruangan lain?” tanyaku ketika mendapati Myungsoo sedang bersantai di ranjang berwarna emas itu.

“Ruangan apa maksudmu? Tak ada ruangan lain disini! Aku akan tidur disini,denganmu!.” ujarnya

Aku kelewat kesal, ku lemparkan handuk yang membalut bahuku tadi kepadanya.

“Yak! BAE SU—“

“Kau betul-betul menginginkannya?” ujarnya sementara ia segera menghampiriku. Aku pun menyadari penampilanku saat ini, Oh Bae Suzy. Apa yang kau lakukan tadi?

“A.. Ani! kau jangan mendekat!.”

“Kau yang membuatku ingin mendekatimu.” ujarnya sementara aku terus mundur ke belakang.

“Yak! Kim Myungsoo! Andwae!”

_TBC_

Hello readers, ini ff keduaku. FF pertamaku berjudul L’Histoire et L’Art. Yang castnya Hyunzy, namun kesini-sini aku tertarik juga ingin ngebuat ff Myungzy. Maafin kalo ffnya gajeee, don’t forget to RCL yaaaaaa, heheee. See U in chapter 2!

Advertisements

139 responses to “[Freelance] Business Marriage Chapter 1

  1. Readers baru thor .. ijin baca fanfic.ny ya , Gomawo 😊 lucu bgt pertemuan pertama MyungZy ,, aduh mb Suz . Ms Myung nya ganteng masih muda gitu dipanggil ahjussi kkkkkk

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s