Costola [Ficlet] – (Nuance Italia)

JALILFUNNY
PRESENTS

Costola-jalilfunny

Starring || Suzy Bae, Kim Myungsoo
Genre || Romance, Drama, Fluff
Lenght || Ficlet

Happy Reading and Sorry TYPO

————————-

Semua penduduk kerajaan berkumpul untuk bisa melihat serta menjadi saksi atas pembaktian seorang rakyat yang akan bekerja di istana kebesaran Yorey, beberapa kandidat tadinya telah diseleksi dan sudah terpilih satu pembakti pria yang nantinya akan bertugas menjaga putri Kaisar Yorey.

Tak ayal memang kalau banyak rakyat yang menunggu event seperti ini, selain gaji yang berlimpah karena kerja di istana, event kali ini juga menggiurkan karena para duda bahkan perjaka banyak yang berbondong untuk bisa diseleksi karena tugas kali ini bukanlah perang atau tugas berat lainnya, tapi hanya bertugas sebagai penjaga putri Kaisar yang sangat cantik.

Suzy Bae

Siapa warga yang tak kenal dengan Suzy, kalau tidak, mungkin saja warga tersebut baru saja pindah ke Negeri Bianco yang sangat dikenal dengan rempah-rempahnya yang sangat banyak. Sebagian besar pekerjaan warga Bianco adalah sebagai petani dan pengais rempah-rempah yang akan diolah menjadi obat atau hal berguna lainnya seperti membuat cigarette.

Saking cantiknya Suzy mungkin bisa di bilang pemuda yang ternyata masih perjaka itu terbilang sangat beruntung karena terpilih menjadi penjaga sang putri Kaisar. Setelah beberapa tradisi dilakukan seperti siraman spiritual, pembentukan masa otot bagi kandidat yang terpilih dan pembacaan beberapa doa agar tugas kandidat yang terpilih tersebut bisa lancar tanpa halangan sedikit pun.

Ketika seorang gundik mulai membacakan pengesahan naskah tertulis, “Saya selaku selir istana Bianco! Menyatakan dengan ini saudara Kim Myungsoo ditetapkan sebagai ‘Guard’ untuk sang putri Kaisar Suzy Bae….” Bla-bla-bla seperti upacara besar yang disaksikan hampir seluruh staff istana dan keluarga istana Bianco.

Sudah lelah memang Suzy daritadi diam dibalik tirai yang terbungkus emas, siapapun yang akan menjadi guard untuk dirinya—yang jelas Suzy harap masa-masanya bersama guard tersebut bisa selalu baik tanpa ada hal aneh sedikit pun.

Bajunya berlapis kain sutra tipis yang bila dilihat maka semua mata memandangnya akan melihat bagaimana cantik dan eloknya tubuh Suzy. Dirinya mulai berbaring di atas kasur empuk bertabur aroma soft di kamarnya saat ini, namun ketika suara ketukan pintu terdengar—bibir cantiknya mulai berucap, “Masuk..”

Entah ada desiran angin apa yang menusuk ke dalam tubuhnya, pemuda itu masuk dengan tergugup dan Suzy melihatnya dengan pangling karena mengapa harus gugup seperti itu? Lagipula pria itu, Guard Myungsoo, sudah menjadi penjaga bagi dirinya sekarang. Jadi, selama dua puluh empat jam sehari Myungsoo harus memantau bagaimana gerak serta gerik Suzy—kecuali bila Suzy melepas atau kecuali ketika Suzy sedang ada urusan pribadi seperti mandi, atau hal lainnya.

“Permisi putri Suzy…” ujar Myungsoo yang masih berdiri di ujung pintu yang sudah tertutup. Bagaimana dirinya bisa bertahan dari hawa nafsunya? Ternyata sulit dibayangkan sebelumnya, cantik, memang luar biasa cantik putri Suzy anak dari Kaisar Yorey. Saat Myungsoo melihat Suzy dari ujung rambut sampai ujung kaki yang terbalut gaun tipis di atas kasur sangat membuat Myungsoo merasa desire(berkeinginan).

Suzy berusaha formal dan inilah yang harus dirinya lakukan, berdiri lalu menyambut Guard barunya itu dengan senyuman dan sapaan manis. “Selamat datang Pengeran Myungsoo…” Ujar Suzy sambil terkekeh manis, suaranya sangat nyentrik saat masuk ke dalam lubang telinga Myungsoo.

Tak lama dari itu Myungsoo menahan dirinya, ini tugasnya, bukan hanya diam dan terpukau dengan aliran syahwat karena tubuh dari anak Kaisar Yorey.

“Jadi, apa yang bisa aku lakukan malam ini? Putri Suzy.”

Suzy melirik ke arah jam dinding besar yang tertata di sebelah jendelanya, “Sudah pukul sebelas malam, ini sudah sangat larut. Kau boleh istirahat.” katanya dan mulai kembali untuk menyibak tubuhnya di atas ranjang tidur.

Pikirnya melayang, ‘Apa ini tugas seorang Guard?’ menurut Myungsoo ini tidak sesusah apa yang ia pikirkan sebelumnya, ternyata selain cantik, putri Suzy menurutnya sangat simple dan tidak banyak basa-basi. Sejauh ini mungkin menurut Myungsoo masih tahap aman.

Myungsoo duduk di sebuah sofa empuk, melihat putri yang daritadi seperti orang bingung, entah kenapa, Myungsoo tak tahu. Dengan selembar kertas yang tertulis kenapa bisa membuat wanita itu bingung, Myungsoo melihat Suzy dan bertanya.

“Putri… Ada yang bisa kubantu?”

Suzy tak yakin kalau itu memang sebuah kata-kata yang terlontar dari mulut Myungsoo, sepertinya kurang nyaman kalau pemuda itu memanggilnya ‘Putri’—Suzy menengok dan melihat sosok Guard yang sepertinya cemas.

Dovrei essere in grado di memorizzare questo accento. Volete aiutare?”

Aksen? Sebuah naskah? atau ini cuman jebakan, Myungsoo mengerti, tapi entah kenapa hanya kata “Hah?” yang keluar dari mulutnya karena terkejut dengan respon Suzy.

“Kau mau membantu ‘kan? Ini naskah dengan lirik Italia, aku setengah mati menghafalkannya, dan beruntung aku tahu sedikit. Aku juga tidak tahu siapa orang yang menaruh kertas ini di atas kasurku.” Suzy melihatnya, ini baru pertama kali Myungsoo terlihat seperti seorang kakak bagi seorang putri Kaisar. Myungsoo melihat selembar kertas yang diberikan pada Suzy. Wanita itu hanya meringkuk heran sambil berpangku dagu di pundak Myungsoo.

Myungsoo pun tersenyum  ketika membaca sedikit naskah Italia itu dari selembar kertas yang di berikan Suzy, wanita itu melihatnya, “Kau mengerti?” tanya Suzy. Myungsoo terkejut, ternyata ini miliknya.

“Ini sebuah puisi?”

“Puisi? Jadi, apa maksud dari tulang rusuk disitu?”

Myungsoo tak menjawab, dan hanya bertanya, “Mau kubacakan?”

Suzy mengangguk dengan antusias.

L’amore è come un seme
Quando innaffiato, l’acqua continuerà a crescere.
[Cinta itu seperti biji
Bila disiram terus dengan air maka akan tumbuh.]

Anche se qui sotto e sopra di voi,
si scopre che mai voi stessi vantato in modo che mi ha fatto capire che tu sei perfetto di ogni perfezione.
[Meskipun aku di bawah dan kau di atas,
ternyata kau tak pernah menyombongkan dirimu sehingga membuatku sadar kalau kau sempurna dari segala kesempurnaan.]

Ho troppo da sapere.
sei bella, elegante e sexy.
[Aku belum terlalu banyak mengenalmu.
kau cantik, elok dan seksi.]

Non a causa della lussuria, anche se inizialmente lo è, ma mi sono reso conto che Dio mantiene ancora un angelo come te in questo palazzo.
[Bukan karena nafsu, biarpun awalnya memang begitu, tapi aku sadar ternyata tuhan masih menyimpan bidadari sepertimu di istana ini.]

Un giorno, io voglio che tu sia parte delle mie COSTOLA.
[suatu hari, aku mau kau menjadi bagian dari tulang rusukku.]

—Fin

Hay, ya ampun lagi sibuknya pada puasa baca FF gaje kayak gini pasti tambah bete yaaa? hehehhehe maaf, ini akibat dari keisengan aku karena sambil menunggu author sebelah publish FF “The Moribund” Chapter 6. semangat ya buat Hyunfayoungie.

Oke, ini tentang nuansa Italia dan zaman dulu aja sih. Heheheh sok tahu tentang bahasa Italia gitu sambil ngarang puisi sendiri, moga sukses puisinya karangan ABDUL JALIL HANAFI ATTAMIMI(jalilfunny) heheheheh… Thanks udah mau baca, beri komentar ya sahabatku😀❤

Kalau bingung dengan FF ini, perhatikan ada tulisan merah di akhir cerita itu yaaaaaaa.. ^_^

37 responses to “Costola [Ficlet] – (Nuance Italia)

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s