[Freelance] Business Marriage Chapter 2

myungzy

Title : Business Marriage | Author : kawaiine | Genre : Comedy, Marriage Life, Romance | Rating : PG-17 | Main Cast : Bae Soo Ji, Kim Myungsoo | Other Cast : Lee Min Ho, Kim Yoo Jung , Kim Tae Hee , Lee Junho , Park Jiyeon , Kim Do Yeon, Lee Seung Gi,eTc.

“This plot and story is mine, sorry for typos, same characters or cast.happy reading :*”

***

Author POV

Dunia perbisnisan mungkin sekarang berubah menjadi dunia perjodohan. Suzy dan Myungsoo menjadi korbannya.

[FLASHBACK]
~London~
“Tuan Kang kini berhasil menguasai separuh dari perusahaan Korea Tuan Bae. Apa yang harus kita lakukan?”

“Kita harus segera menemukan jalannya Tuan Bae, Ny.Bae,yeobo kalau ini tidak segera di atasi perusahaan yang kita pegang akan jatuh ke tangannya.” ujar Ny.Kim

“Dunia perbisnisan mungkin akan hancur jika Tuan Kang memegang semua perusahaan di Korea, atau jika ia berhasil memegang kekuasaan 50% , kita akan ikut hancur juga. Aku telah mendapatkan informasi bahwa semua perusahaan yang ia pegang dijual ke Negara lain.” tutur Ny. Bae

“Kita tahu bahwa ia adalah seorang pejabat Negara dan pemegang perusahaan di Korea, namun tak seharusnya ia berbuat seperti ini. Kita harus memiliki banyak cara untuk mengatasi semua ini. Tapi, otak kita terlalu tua untuk menyelesaikan ini.” jawab Tuan Bae.

“Maksudmu kita harus memiliki orang muda untuk menyelesaikan ini? Ah, tidak mungkin karyawan-karyawan kita, aku tak begitu percaya.” ujar Ny.Kim

“Ne, kita harus memiliki orang muda untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Tapi, siapa?” jawab Tuan Bae. Sementara Tuan Kim memutar matanya dan mengangguk-angguk sendiri, sepertinya ia puny ide yang cemerlang,sepertinya.

“Tuan Bae, kau memiliki anak berapa?” tanya Tuan Kim

“Anakku ada 2, yang pertama seorang yeoja, yang kedua namja, putraku adalah putra angkatku.”

“Hm, yeoja? Bagus sekali. Bagaimana jika kita menikahkan mereka?” Ujar Tuan Kim dengan senyum penuh harap.

“Maksudmu uri Myungie akan di nikahkan dengan putri Tuan Bae?”

“Ne, yeobo. Bagaimana Tuan Bae?”

“Ya, itu menjadi asset kuat kita untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi kita tidak tau apakah mereka mau atau tidak. Itu menjadi penghalangnya Tuan Kim.”

“Yeobo, itu bukan masalah yang besar. Aku akan membantu meyakinkan Suzy.” ujar Ny.Bae

“Ne, aku pun akan membantu meyakinkan Myungsoo.” sahut Ny.Kim

[FLASHBACK END]

Malam ini, bukan malam yang di harapkan Suzy dan juga Myungsoo. Bagaimana bisa mereka yang baru mengenal tidak lebih dan tidak pas dari seminggu. Suzy terpaksa melakukan ini, jika bukan dia siapa lagi? Myungsoo pun sama halnya dengan Suzy. Tak mungkin Noona atau adik nya akan di libatkan dalam masalah ini.

“Yak! BAE SU—“

“Kau betul-betul menginginkannya?” ujar Myungsoo sementara Myungsoo segera menghampiri Suzy. Suzy pun menyadari penampilannya saat ini, Oh Bae Suzy. Apa yang kau lakukan tadi?

“A.. Ani! kau jangan mendekat!.”

“Kau yang membuatku ingin mendekatimu.” ujar Myungsoo sementara Suzy terus mundur ke belakang.

“Yak! Kim Myungsoo! Andwae!”

Suzy membelalakkan matanya, ia berjalan mundur ke belakang hingga menyentuh dinding. Ia pun tersadar, cuplikan itu hanyalah khayalannya saja, hanya sebuah bayangan yang terlintas.

“Hei, Suzy-ssi.. Kau tak membawa pakaian tidur yang lebih tertutup? Cuaca sangat dingin.” ujar Myungsoo

“Mo..Mollayo.. Kau tahu sendiri, yang mempacking baju dan barang-barangku adalah Eonni,Eomma,dan Eommonim. Aku tak tau.”

“Lalu mengapa kau mundur ke belakang? Tangkap handukmu.” ujar Myungsoo, sementara Myungsoo melemparkan handuk pada Suzy. Suzy segera menangkapnya lalu berjalan ke arah koper yang tergeletak di lantai, ia mengacak-acak isinya, dan rupanya isi baju itu adalah sama, sama seperti yang Suzy pakai. Hanya beberapa dress pendek saja selain itu. Suzy menunduk frustasi.

Suzy POV

Sepintas bayangan yang mengerikan melintas di pikiranku, sehingga aku menjadi tak karuan seperti ini. Aku mengacak isi koperku, namun kembali aku temukan baju semacam baju tarzan ini, hanya beberapa dress pendek dan blazer saja selain itu semua. Bajuku mungkin masih banyak yang tertinggal di rumah. Mungkin malam ini aku harus tertidur dengan baju tarzan seperti ini.

“Pakai saja bajuku jika tidak ada. Di dalam koperku.” suara berat mampu membuat kepalaku menengadah keatas,meliriknya. Sementara tak lama kemudian aku mendengar handphone Myungsoo berbunyi. Ia segera meraihnya, lalu keluar dari kamar. Aku melihat punggungnya yang semakin jauh, ckk.. apa peduliku, untuk apa aku memikirkannya, aku segera membuka koper Myungsoo.

Setelah selesai di baju, tentunya baju kemeja Myungsoo dan celana pendeknya, aku segera turun kebawah, aku melihat Myungsoo sedang berbicara dengan seseorang di luar sana.

“Kau sudah kembali dari China? Baiklah, besok kau harus ke kantor. Pekerjaanku sangat banyak, aku tak mampu mengatur jadwalku.”

“…………..”

“Ne, aku akan membawakannya untukmu. Bunga mawar pink kan?”

“…………..”

“Arraseo, aku mengerti.. Kejadian tahun lalu tak akan terulang kembali ketika kau mencium bunga tersebut seekor kumbang menempel di hidungmu. Membuat hidungmu bengkak selama 3 hari. Aku tak akan mengulanginya.” ujarnya dengan sedikit tertawa, aku segera naik ke atas. Kembali ke kamar, entah perasaan apa ini. Aku tak tahu. Aku menyandarkan kepalaku di kepala ranjang, aku meraih handphoneku,ada sms yang belum ku baca rupanya.

From : Lee Junho
To : Suzy
“Suzy Sajangnim, besok jangan lupa.. kita akan latihan untuk charity event. Hyung-ku akan marah jika aku sms-an denganmu. Ku harap kau membacanya dan kau tak perllu membalasnya, Selamat malam.”

Aku hanya bisa tersenyum membaca sms dari Junho, ya dia adalah artis agensi ku. Lusa adalah hari dimana aku dan agensi ku melaksanakan konser penggalangan dana untuk korban gempa di Nepal. Hasil penjualan tiket akan di kirimkan kesana.

From: Lee Min Ho Oppa
To : Suzy
“Kau sulit sekali di hubungi hari ini, aku mendapat voucher gratis makan di restoran, aku ingin mengajakmu, namun kau tidak mengangkat teleponku, aku mengajak Eomma.”

Aku hanya bisa menghembuskan nafasku kasar, memang tadi adalah hari pernikahanku dengan Myungsoo, namun kami tidak merayakan apapun.  Hanya keluarga saja yang di undang dan sahabatku, Jiyeon. Handphone ku di simpan di dalam koper, aku baru bisa mengeluarkannya tadi sebelum aku mandi. Ketika aku melihat Call History memang 19 panggilan tak terjawab dari Min Ho Oppa.

Suara seseorang membuka pintu mampu membuatku menoleh ke arah pintu, namja itu mendekati ranjang dan duduk di pinggiran ranjang.

“Aku akan tidur bersamamu, tapi aku tak akan melakukan apapun padamu.Aku berjanji. Rekaman di handphone ku selama kita tertidur akan menjadi saksinya.” ujarnya

“Kenapa kau tidak tidur di Sofa saja Myungsoo-ssi?”

“Yak! Bae Suzy! Kulitku sangat sensitive! Aku tidak bisa tertidur sembarangan.” ujarnya, aku hanya mendecak sebal. Sementara ia menoleh ke arahku dan tertawa.

“Yak! Kau mentertawai apa? Jangan-jangan kau—“

“Hahaha, kau terlihat seperti orang-orangan sawah Bae Suzy,memakai baju itu.” dengan masih tertawa

“Ini bajumu, Pabo!”

“Tapi jika dipakai olehku aku terlihat tampan dan keren.” ujarnya, sementara aku hanya mendelikkan mata ke arahnya, aku tak tahu mengapa aku masih mengingat kejadian tadi saat ia menelpon. Ia mulai naik ke atas ranjang dan berbaring di sampingku, aku bergerak seolah menjauhinya.

“Yak! jangan mendekatiku Myungsoo-ssi. Menjauhlah , ini batas wilayah antara aku dan kau.” ujarku sembari meletakkan guling di tengah-tengah.

“Aku tak akan macam-macam padamu Bae Suzy, tidurlah. Sudah malam pula.” ujarnya sembari menyelimuti ku. Aku menepiskan tangannya, lalu mengambil alih yang ia lakukan.

“Yak!”

“Wae? Kau juga tidur Myungsoo-ssi.” tuturku, lalu membalikkan badan untuk segera terlelap.

Author POV

Pagi menjelang, kedua manusia ini belum beranjak dari tidurnya. Yeoja itu kini tengah bersenang-senang dalam mimpi dengan yang ia peluk, begitu pula dengan namja di sampingnya, terlihat memeluk sesuatu dan kemudian menyadari sesuatu yang aneh, mereka membuka matanya perlahan secara bersamaan.

“YAK BAE SUZY APA YANG KAU LAKUKAN!” ujar Myungsoo menjauh dari Suzy dan menyilangkan  kedua tangannya di dadanya. Suzy, yeoja yang merasa marah atas kejadian itu menahan amarahnya.

“Ternyata kau yang melanggarnya Bae Suzy, tak ku sangka kau terobsesi denganku.”

“Aku tau aku sangat tampan dan keren, tapi bukan begini caranya Bae Suzy.”

“Kau bahkan hanya diam, yeoja macam apa kau tak mau bertanggung jawab atas kesalahanmu, sama ketika kau menabrakku di depan toko buku.” Suzy membuka selimut yang membalut dirinya, ia kemudian meregangkan ototnya dengan meremas jari tangannya, menggerakkan lehernya, membuat Myungsoo bergidik ngeri. Dan tiba-tiba kedua kaki jenjang Suzy menendang tubuh Myungsoo hingga Myungsoo terjatuh di lantai

“Yak! Bae Suzy! Appo!” protesnya,sementara Suzy menuruni ranjangnya.

“Kau terlalu banyak berbicara Myungsoo-ssi, namja sepertimu mempunyai mulut yang tak jauh dari Ahjumma yang sedang arisan!” ujar Suzy, lalu ia segera bergegas ke kamar mandi dan mengambil handuknya. Myungsoo mengusap pinggang dan punggungnya sendiri, lalu berdiri mengikuti Suzy ke kamar mandi. Bukan, ia bukan ingin mengintip yeoja yang menjadi istrinya tersebut.
Tak lama kemudian….

“Yak! KIM MYUNGSOO APA YANG KAU LAKUKAN PADA CONDITIONER KU? AKU BENAR-BENAR AKAN MENGUTUKMU!” teriak Suzy dari dalam kamar mandi, sementara Myungsoo hanya tertawa.

“BAE SUZY AKU MOHON JANGAN KUTUK AKU!” ujar Myungsoo dengan tertawa dan berlari ke kamar mandi bawah.

Myungsoo POV

Aku berlari menuju kamar mandi bawah, namun aku tak dapat menahan tawaku sedari tadi. Aku membayangkan bagaimana dia mengoleskan pasta gigi pada rambutnya itu.

[FLASHBACK]

“Wae? Kau juga tidur Myungsoo-ssi.” ujarnya,sementara aku berpura-pura tertidur.
10 menit berlalu..
Terdengar  nafas yang begitu indah dari yeoja di sampingku ini, aku mengibaskan tanganku di depan wajahnya, namun ia tak bergeming. Aku segera mengambil pasta gigi dari dalam koperku, lalu segera ke kamar mandi yang biasa Suzy pakai. Aku melihat botol-botol dimana Shampoo dan Conditioner berderet memanjang dan mengambil botol Conditioner itu lalu mengeluarkan isinya.

Akupun mengganti isinya dengan pasta gigi.

Lalu kembali ke ranjang.

Dan tertidur.

[FLASHBACK END]

Akupun membasuh muka dan membersihkan badanku. Setelahnya,aku keluar hanya memakai handuk di pinggangku, dan masuk kedalam kamar. Akupun melihat Suzy, yeoja aneh itu sedang membereskan tempat tidur. Aku hanya memasang tampang tak berdosa.
Aku menoleh ke arah Suzy, ia pun tak terlihat sedang marah. Aku mencari-cari bajuku dan mengacak isi lemari, namun tak ada, tak ku temukan. Ketika aku menoleh ke arah Suzy, sebuah sepatu melayang kepadaku. Mengenai keningku

BUGGH!

Aku terjatuh di lantai.

“BAE SUZY!”

“Wae? Kau marah? Dasar Ahjumma bermulut besar.”

“Yak! aku seorang namja!”

“Jinja? Apakah kau seorang namja? Tapi kau sangat bawel seperti Ahjumma.”

“ Oh, kau ingin melihat bukti bahwa aku adalah seorang namja?” ujarku berjalan mendekat ke arahnya, dan membenarkan posisi handukku. Suzy yang berjalan menjauh ketika aku mendekat sontak mengambil sepatu di sampingnya.

“Ne, Ne.. Jangan lakukan itu lagi Bae Suzy. Kau tidak lihat kening ku seperti Harry Potter sekarang, sayangnya bukan berbentuk petir.” Suzy hanya mencibir ke arahku.

“Kau kemanakan baju kantorku? Aku kemarin sudah meletakkannya di lemari namun tak ada!”

“Aku tidak tahu, Kim Myungsoo-ssi! Kau carilah sendiri, aku akan segera berangkat. Aku tidak memasak, kau sarapan di luar saja.” ujarnya meninggalkanku. Aku hanya mendengus kesal. Dan tiba-tiba aku mendengar teriakan yeoja itu di bawah sana. Aku membuka kaca jendela kamar, lalu melihat pemandangan yang aneh. Aku membelalakkan mata, sementara Suzy tersenyum bahagia.

“MYUNGSOO-SSI KEMARILAH BANYAK YANG AKAN MEMBELI BAJUMU! KAU LAYANI MEREKA,NE?!” teriaknya dari bawah dan masuk ke dalam mobil lalu pergi. Aku hanya mendecak sebal.

“Yak! Bae Suzy kau benar-benar—“

Aku segera turun ke halaman rumah, mendekati para Ahjumma yang sedang menyentuh bajuku. Ya, bajuku tergantung di atas pagar. Begitu pula dengan celanaku. Ketika aku mendekat, para Ahjumma itu berteriak.

“Ini tidak di jual Ahjumma, ini bajuku.” ujarku pada semua Ahjumma.

“Wae? Agasshi tadi bilang bahwa ini baju yang tidak terpakai.”

“Dia hanya bercanda, dia sedang menjahiliku, aku mohon Ahjumma sekarang pergi dari halaman rumahku, aku akan berangkat ke kantor” ujarku sembari mengambil bajuku yang tergantung di atas pagar.

“Baiklah, karena melihatmu saja yang tampan  dan seksi cukup untuk membayar ini semua, betul kan ?” ujar salah satu Ahjumma yang centil lalu menolehkan kepalanya ke arah teman-temannya.

“Aiish, aku memang tampan dan seksi Ahjumma.” ujarku. Aku kembali ke dalam rumah dan segera memakai bajuku. Dasar, ini semua gara-gara yeoja bernama Bae Suzy itu.

Aku segera berangkat ke kantor.

Suzy POV

Aku sampai di kantor Agensiku sekarang, aku melihat Min Ho Oppa yang sedang duduk di kursi panjang lobby. Aku menghampirinya

“Oppa, untuk apa kau disi—“ ucapanku terpotong , ia segera bangkit dan memelukku.

“Aku merindukanmu, Bae Suzy.” aku mengusap punggungnya pelan.

“Kau harus ke kantor,Oppa. Jika tidak kau akan kesiangan. Lagipula kita masih bisa bertemu di luar,nanti.” ujarku ,sementara ia melepas pelukannya.

“Aku ada tugas kantor selama seminggu penuh dimulai besok. Aku ingin seharian ini kau bersamaku.” ujarnya.

“Mianhae, Oppa. Bukannya aku menolak, aku sibuk. Tapi, aku pastikan bahwa nanti sore aku bisa menemanimu.” jawabku dengan sedikit senyuman.

“Baiklah, kau sms saja aku jika sudah pulang ya.” pintanya. aku hanya menganggukan kepalaku.

Aku memasuki ruanganku, tak lama kemudian Jiyeon datang dengan kostum latihan.

“Suzy-ah, Junho sudah menunggumu untuk latihan.”

“Ne, aku sebentar lagi ke ruang latihan. Aku ganti baju terlebih dulu.”

“Kau tampak tidak bersemangat. Apakah Myungsoo melakukan itu padamu? Kau seharusnya senang.”

“Yak! apa maksudmu? Dia tak melakukan apapun, lagipula aku tak mau. Aku hanya kelelahan mungkin”

“Baiklah, aku menunggumu di ruang latihan.” ujarnya meninggalkan ruanganku.

Akupun melangkahkan kaki menuju ruang latihan, disana sudah ada Junho yang menungguku.

“Sajangnim, tadi hyung-ku bilang dia kesini, mencarimu.”

“Ne, aku tau dan sudah bertemu dengannya.”

“Begitu, baiklah. Kita mulai latihannya sajangnim.”

“Kau tak perlu memanggilku sajangnim, kau bahkan lebih tua dariku Junho Oppa!” ujarku, ia hanya tertawa dan kami pun segera latihan.

Selesai latihan, ponselku berbunyi dan itu dari ajudanku yang mengurus panggung charity event tersebut. Mengabarkan bahwa panggung sudah selesai, aku dan para artis yang akan mengisi acara langsung pergi ke tempat charity event tersebut untuk latihan di atas panggung.

Myungsoo POV

Sesampainya aku di kantor, aku melihat Seung Gi sedang berdiri di depan pintu ruanganku. Aku heran, akupun menghampirinya.

“Kenapa kau disini hyung?” tanyaku.

“Do Yeon ada di sini, Myung.” jawabnya

“Ne, aku tahu..kemarin ia menelponku.”

“Really? Istrimu bagaimana? Kau sudah di nikahkan dengannya tapi kau masih bermain-main dengan Do Yeon.” ujarnya. Ya, Seung Gi memang hadir pada saat acara pernikahanku. Aku mempersilahkannya datang agar ia tahu. Sekaligus agar aku ada teman untuk bercerita.

“Dia tak tahu Do Yeon.”

“Perlahan ia akan tahu,Myung.”

“Ne, aku sudah memikirkannya.” sementara Seung Gi hanya menggelengkan kepalanya, menepuk bahuku lalu pergi. Akupun segera masuk ke ruanganku, ku lihat Do Yeon yang sudah duduk di kursiku.

“Yeon-ah..” ucapku.

“Myungsoo Oppa!” ujarnya sembari menghampiriku, berhambur ke pelukanku. Aku memeluknya erat. Namun ia melepaskan pelukannya, lalu ia berjinjit ke atas. Mencium bibirku. Aku terbelalak kaget. Terlintas rasa bersalah pada Suzy. Bukankah aku namja beristri? Ah tapi apa peduliku.

“Aku merindukanmu, Oppa!”  Akupun tersenyum.

“Aku juga. Ah, ini.” ujarku meraih bunga mawar di tas kantorku.

“Gomawo..” jawabnya sembari tersenyum. Dan mencium bunga itu. Aku hanya berpikir mengapa hatiku menjadi tiba-tiba teringat pada Suzy. Apakah aku berdosa masih berpacaran dengan Do Yeon? Ah,tepatnya bukan berpacaran. Aku sendiri tak tahu apa yang tepat untuk menamakan ini. Belum tentu Suzy memikirkanku ketika bersama namja jangkung yang katanya sunbae sewaktu dia SMA.

“Aku sudah membaca agendamu Oppa, oh kau belum bisa membagi jadwal rupanya. Aku akan segera menatanya besok.”

“Wae? Mengapa harus besok?”

“Hari ini aku ingin bersamamu Oppa, kita jalan-jalan. Bagaimana?” tanyanya padaku, aku hanya mengangguk dengan senyuman. Ia pun segera memelukku, lagi.

—000—

Sore hari tiba, aku dan Do Yeon akan berjalan-jalan mengunjungi Mall. Do Yeon bilang bahwa ia ingin membeli banyak baju. Ah aku bingung mengapa yeoja sangat suka memiliki baju yang sangat banyak. Aku dan Do Yeon memasuki Mall tersebut, membeli semua keperluan Do Yeon. Aku duduk di bangku panjang ketika Do Yeon membayar semua belanjaannya, aku melihat yeoja yang tak asing lagi untukku, bersama namja lain.

BAE SUZY!

Apa yang dia lakukan bersama namja itu, huh. Dan apa yang namja itu lakukan, memegang tangan Suzy. Aku berniat menghampiri mereka, namun aku berpikir bahwa apa yang aku lakukan mungkin lebih dari yang Suzy lakukan. Biarlah saja, kami tidak saling mencintai. Namun, apa namanya ini? Menggerutu sendiri, hati terasa panas.

“Myungsoo Oppa, bagaimana jika kita makan malam dahulu?” Do Yeon mengalihkan pandanganku.

“Ani, kita jalan-jalan terlebih dahulu.” ujarku menarik tangan Do Yeon dan segera mengikuti Suzy dari belakang. Aku melihat mereka berhenti di toko perhiasan, namja itu tampak mengambil suatu kotak kecil yang di berikan oleh pelayan toko tersebut. Dan menyematkan benda yang di dalam itu di jari manis Suzy. Aku dapat melihatnya dengan jelas dan memutar kembali ingatanku ketika menyematkan cincin pernikahan di jari manisnya. Namun, ia mengatakan bahwa ia tak mau memakai cincin pernikahan kecuali jika berhadapan dengan keluarga kami.

“Kau ingin membelikanku cincin Oppa? Apakah kita akan segera bertunangan? Lihatlah namja yang disana, ia tampak romantis bersama istrinya” ujar Do Yeon, aku hanya menghembuskan nafas kasar.

“Dia bukan istrinya, dia adalah yeojachingunya. Aku kenal dengan namja tersebut.”

“Oh, bisa saja mereka akan menikah esok,lusa. Jika kau mengenalinya mengapa kau tidak menghampirinya Oppa? Kau malah mengikutinya.” Aku dan Do Yeon segera berjalan ke belakang dan kami segera makan malam. Aku tak mau melihat Suzy bersama namja itu. Entah mengapa rasa benci ketika Suzy bersama namja itu muncul.

Suzy POV

Aku kini sedang berjalan-jalan bersama Min Ho Oppa, ia mengajakku ke Mall. Ia berkata bahwa ia ingin membeli cincin untukku yang telah ia pesan beberapa minggu lalu. Setibanya di Mall cincin itu tak lama kemudian tersemat di jari manisku, jari tempat cincin pernikahanku bersama Myungsoo tersemat juga, namun aku tak peduli. Myungsoo mungkin juga tak peduli jika ia melihat cincin lain di jariku.

“Kita makan malam terlebih dahulu.” ujar Min Ho Oppa

“Aku ingin makan di rumah saja, lagipula ini sudah pukul 9 malam.”

“Baiklah jika begitu, tetapi Bibi Nam mungkin tak akan memasak untukmu selarut ini, membeli makanannya saja lalu kau membawanya ke rumah, bagaimana?”

“Boleh, ayo.”

Aku dan Min Ho Oppa memasuki sebuah restoran yang terkenal di Mall tersebut, aku melihat namja sedang bersama seorang yeoja hendak keluar dari restoran itu. Aku tak yakin bahwa namja itu adalah dia, namun pada saat namja itu menoleh ke samping, aku dapat melihat jelas bahwa itu Myungsoo. Sedang bersama siapa ia? Mungkin temannya. Ah, mana mungkin temannya semesra itu.

“Aku ingin ayam dan sup macaroni seperti biasanya.”

“Sejak kau menoleh ke belakang sudah ku pesankan dan sebentar lagi akan datang. Oh, here you go Miss Bae.” ujarnya memberikan bungkusan makanan kepadaku.

“Gomawo, Oppa.”

Kami melangkah keluar dari restoran tersebut, lalu bergegas pulang.

“Aku membeli rumah baru, jadi sepertinya Oppa antarkan aku ke rumah yang baru saja.”

“Kapan kau membelinya? Mengapa tak memberitahu ku? Siapa yang membantumu pindah?”

“Sudah lama, namun baru aku tempati sekarang. Appa. Appa pulang dari London.”

“Oh, Ayahmu sudah pulang? Ada di rumah barumu itu? Bolehkah aku bertemu dengannya?”

“Dia pergi ke Eropa bersama Eomma.”  Memang, Appa,Eomma, Appa Myungsoo dan Eomma Myungsoo sedang berlibur ke Eropa. Menenangkan pikirannya,mungkin.

“Baiklah, kemana arah jalan rumah barumu?” aku segera menunjukkan pada Min Ho Oppa, lalu tak lama kemudian aku sampai di rumah, tak ku dapati mobil Myungsoo, entah ia sudah pulang atau belum. Atau mobilnya di garasi.

“Terimakasih sudah mengantarku pulang Oppa.” ujarku, tetapi Min Ho Oppa kini seperti biasa menahan tanganku. Aku menghadap ke arahnya, lalu memejamkan mata. Sudah pasti ia akan mencium keningku.

Tapi..

Cupp~

Ia mencium bibirku, aku membuka mata. Ia mengambil ciuman pertamaku. Aku menggerutu keras dalam hati.

“Mian, aku hanya terlalu merindukanmu. Bahkan berada di dekatmu.”

“Tapi, kau mengambil ciuman pertamaku.”

“Wae? Apakah telah kau sediakan untuk orang lain?”

“Untuk suami masa depanku.”

“Mianhae, jeongmal.”

“Ne, aku masuk dulu ke dalam. Oppa hati-hati di jalan.” Ia segera keluar dari gerbang rumahku dan menghilang bersama mobilnya. Aku membuka pintu lalu masuk kedalam. Tak ku lihat Myungsoo.
Aku masuk ke kamar, lalu ku lihat ia sedang duduk di ranjang. Dan, sejak kapan ranjang menjadi dua.

“Myungsoo-ssi. Kau membeli ranjang?” tanyaku.

“Ne, agar tidak tidur bersamamu lagi.” jawabnya, aku hanya mendengus kesal.

“Kau tadi berjalan-jalan ke Mall?”  tanyaku kembali

“Ne, bersama sekretarisku. Oh kau memakai cincin dari sunbae mu itu? Yang ia belikan tadi.”

“Mengapa kau tahu?”

“Aku melihatmu tadi. Melihatmu pula sedang berciuman dengannya. Pada saat hari pernikahan pun kau tidak ku cium.”

Aku tersentak mendengarnya, raut wajah Myungsoo juga terlihat tidak bersahabat.

“Itu..Aku, tidak menginginkannya.”

“Tapi kau tidak terlihat menolaknya.”

Justru aku ingin memukulnya tadi.

“Apakah kau marah?”

Myungsoo POV

Aku memasang kedua mataku  di jendela kamar ketika Suzy tiba di rumah, aku melihatnya dengan mataku sendiri. Ia berciuman dengan namja itu. Dan kini ia ada di hadapanku.

“Apakah kau marah?” tanyanya padaku, aku terkejut mendengarnya. Lalu segera menampiknya.

“Untuk apa aku marah, tidak. Aku tidak marah, untuk apa aku marah.”

“Baguslah. “ Suzy segera meninggalkanku lalu berlalu ke kamar mandi. Aku terdiam beberapa saat, kemudian handphone ku berbunyi.

To: Myungsoo
From : Noona

“Esok Suzy akan tampil di Charity Event. Kau datanglah, kau harus melihat bakatnya.”

To: Noona
From : Myungsoo

“Baiklah.”

Tak lama Suzy keluar dari kamar mandi. Aku melihat wajah lelahnya, ia segera naik ke ranjang.

“Kau besok ada konser?” tanyaku

“Iya, mengapa?”

“Aku ingin menontonnya, bolehkah?”

“Boleh saja, tapi kau tidak boleh macam-macam.”

“Yak!  Macam-macam apa maksudmu?”

“Aku tak ingin melihatmu berbuat aneh di konserku nanti.”

“Jika kau tampil jelek aku akan naik ke atas panggung dan akan bilang bahwa aku suamimu.”

“Yak! jangan kau lakukan itu! atau kubuat tanda Harry Potter lagi di keningmu.”

“Kau harus tampil bagus. Aku tahu ini untuk korban gempa di Nepal. Tak ku sangka yeoja galak sepertimu memiliki jiwa social yang sangat tinggi.” ujarku.

“Yak! Kim Myungsoo, jaga bicaramu Ahjumma!”

“Aku bukan Ahjumma!” Sementara Suzy menggelengkan kepalanya.

“Kau tahu darimana aku akan tampil besok?”

“Noona memberitahuku.” Suzy menganggukan kepalanya.

“Ada yang ingin aku tanyakan soal Tae Hee Eonni.”

“Tanyakan saja.”

“Ia sudah menikah kan?”

“Betul, tapi suaminya sedang melakukan perjalanan bisnis, bisnisnya sudah dimana-mana. Suaminya sedang di Amerika sekarang.”

“Begitu. Terimakasih atas penjelasannya Myungsoo Ahjumma”

“Yak! Berhenti memanggilku Ahjumma Suzy-ssi!”

“Ne,Ahjussi bibit padi.”

“Yak! Akan ku ganti sabun pencuci mukamu dengan pasta gigi!”

“Yak! Kim Myungsoo Ahjumma!” Aku bangkit dari ranjang lalu menghampiri Suzy.

“Aku seorang namja!”

“Wae? Kembalilah ke ranjangmu!, menjauhlah Myungsoo-ssi.”

“Shirreo, kau memanggilku Ahjumma dan aku ingin membuktikan bahwa aku seorang namja!”

“Baiklah, buktikan!”

Aku mendekat ke arahnya, sementara ia menjauh dariku. Aku menghalangi jalannya untuk mundur dengan tanganku. Tangan kananku meraih tengkuknya. Ia menatap heran, menatap kesal, aku mendekatkan wajahku ke arahnya hendak mencium bibirnya. Dan….

Aku terbatuk.

Sial.

_TBC_

Haii readers, seneng deh baca komentar kalian di ff Business Marriage chapter 1. Aku senyum-senyum sendiri ngebaca komentar kalian loh, hehe. Makasih ya sebelumnya udah baca,udah comment, udah like. Ini hari selasa mau UAS, tapi tangan gatel aja pengen ngetik, nyuri-nyuri waktu hehe. Buat chapter 3 agak lama ga apa-apa yaa? Gimana nih chapter 2?. Bocoran buat chapter 3 nih, banyak lagi moment Myungzy😀 . Oh iya, buat L’Histoire et L’Art belum disambung karena itu chapter 5 panjaaaang banget. hehe. Oke deh, makasih banget ya sekali lagi buat kalian yang baca,like,comment. See u in Chapter 3 :*

97 responses to “[Freelance] Business Marriage Chapter 2

  1. Myungzy itu berantem terus, apa mereka tidak cape? Cobalah untuk saling bertingkah layaknya suami-istri. Aigoo !

    Mwoya doyeon cium2 myung, minho juga cium2 suzy ! Menyebalkan sekali ;-(

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s