[Chapter-6] High Society

Untitled-

mainactor

p  r  o  u  d  l  y    p  r  e  s  e  n  t  s

High   Society

a chaptered fanfiction with rating G

starring

| Suzy “Miss A” | L “Infinite’ | Chanyeol “EXO” | Seulgi “Red Velvet”|

| Krystal f(x) | Lay “EXO” | Irene “Red Velvet” | Suga “BTS” |

Untitled-1


~~~ we laugh, we listen, we care, we create happiness ~~~

.

“Kenapa kau terlihat kesal?”

Myungsoo kembali mengulangi pertanyaannya untuk Suzy yang kini sedang mengacuhkannya sambil sibuk memilah-milah buku untuk dijadikan referensi dalam tugas kelompok mereka. Gadis itu sibuk mengecek daftar isi buku yang ia ambil dari rak untuk mengecek apakah hal yang ia butuhkan ada di dalam buku itu atau tidak.

Myungsoo dan Suzy saat ini tengah berada di lorong antar rak di perpustakaan sekolah yang menyediakan berbagai macam buku mengenai tumbuh-tumbuhan. Keduanya sudah menghabiskan setengah jam terakhir di tempat itu sejak bel pulang berbunyi tadi. Myungsoo yang iseng, mengikuti Suzy dan Yoongi ke perpustakaan meskipun Suzy sendiri tak mengajak Myungsoo ataupun Yoongi.

Saat melihat Yoongi berjalan bersama Suzy tadi sambil tertawa entah mengapa Myungsoo merasa ‘gatal’ dan langsung merecoki keduanya. Beberapa menit yang lalu Yoongi izin ke toilet sehingga sekarang tinggal ia dan Suzy saja. Dan Myungsoo tidak tahan untuk tidak menjaili Suzy yang sedang terlihat serius mencari referensi.

“Kenapa kau terlihat kesal?” Lagi Myungsoo mengulangi pertanyaannya yang sedari tadi hanya dijawab helaan napas dan kedua bola mata Suzy yang berputar malas.

Suzy sendiri kembali menghela napas, mengacuhkan pertanyaan Myungsoo yang menurutnya hanya mengganggu konsentrasinya. Mood-nya masih jelek meskipun tadi Yoongi sudah memberi beberapa cerita lucu untuk membuatnya tertawa. Acara field trip yang diadakan kelas Biologi membuatnya tak bersemangat karena itu berarti ia harus berkelompok dengan Yoongi dan Myungsoo yang tak mau kerja. Janji Yoongi yang mengatakan bahwa pria itu akan berusaha semampunya untuk membuat Suzy senang tak juga membuat mood Suzy membaik.

Myungsoo menghela napas melihat reaksi Suzy. Ia memutar otaknya untuk mencari cara membuat Suzy berbicara padanya.

Saat itu Suzy dengan tatapan galaknya menyerahkan setumpuk buku ke Myungsoo sambil memberi kode pria itu untuk membawa buku-buku itu. Suzy sendiri lalu mulai berjinjit untuk meraih buku lain yang terletak di rak bagian atas.

Mendapat ide, dengan gesit Myungsoo mengambil buku yang diincar Suzy dan mengangkatnya tinggi-tinggi. ‘Satu…dua…’

“Kim Myungsoo!!!!!” Pekikan Suzy terdengar tepat saat suara kecil di kepala Myungsoo mengucapkan ‘tiga’.

Sambil berdecak, Suzy berkacak pinggang dan mencoba meraih buku dengan cover merah yang dipegang Myungsoo. “Berikan padaku!!” Desisnya sambil memanjangkan seluruh anggota geraknya untuk meraih buku itu.

Myungsoo terkekeh sambil memasang wajah menyebalkan, “Tell me first,” serunya dengan seulas smirk terukir di wajahnya. Dengan sorot mata jail ia menggoyang-goyangkan buku yang ia pegang.

Suzy berhenti melompat dan memutar otak. ‘Aku tidak mungkin menuruti perintahnya. I am not the same with those girls out there.’ Sebuah ide mendadak muncul di kepala Suzy.

Myungsoo masih memasang wajah mengejek dan mengacungkan buku yang ia pegang tinggi-tinggi saat tiba-tiba Suzy melangkahkan kakinya maju, mempersingkat jarak di antara mereka berdua. Myungsoo yang tak mengira Suzy akan berada sedekat ini dengannya refleks memundurkan langkahnya dan merasa pikirannya mendadak kosong.

Suzy tersenyum dalam hati melihat reaksi Myungsoo. Ia memejamkan matanya sebentar lalu tersenyum seperti anak kecil, dengan kedua tangan diulurkan ke arah Myungsoo ia memasang aegyo yang dulu sering ia gunakan untuk membujuk ayahnya dan terkadang untuk membujuk Yixing. “Juseyo,” Serunya dengan nada manja sambil menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, tak lupa mengerjapkan kedua matanya cepat.

Myungsoo yang menyangka Suzy akan meledak kaget setengah mati melihat gadis di depannya malah melakukan aegyo.Demi Tuhan kyeopta!!’ Suara kecil di dalam kepalanya berteriak. Dan dengan pikiran blank seperti dihipnotis ia menyerahkan buku yang sedari tadi ia acungkan tinggi-tinggi.

“Hahahahaha,” Suzy refleks tertawa melihat Myungsoo langsung menuruti permintaannya. Ia memegangi perutnya yang terasa sakit sambil menunggu tawanya reda.

Mwoyaaaa,” Keluh Myungsoo yang sadar ia sudah dikerjai Suzy. Dengan wajah cemberut ia memeluk tumpukan buku yang diberikan Suzy tadi dan berjalan menuju meja tempat tasnya, tas Suzy, dan tas Yoongi berada.

Suzy berjalan mengikuti di belakang masih dengan tawa yang membuat perutnya sakit dan matanya berair. “Woah, Kim Myungsoo ternyata hatimu lembut sekali,”

Myungsoo mendengus pelan lalu membanting buku-buku itu ke meja. Ia lalu menarik salah satu kursi dan membanting tubuhnya ke situ.

Yya Bae Suzy, ketawamu itu bisa membuat keriput di sekitar mata,” Seru Yoongi yang baru kembali dari toilet. DI tangannya tergantung eco bag hijau dengan nama toko swalayan yang terletak di depan sekolah berisi penuh snack dan minuman ringan.

“Hahahaha, Yoongi-a kau harus lihat wajah Myungsoo tadi,” Sahut Suzy sambil mengelus perutnya dan mencoba meredakan tawanya.

“Memangnya ada apa?” Tanya Yoongi sambil melihat Suzy dan Myungsoo bergantian. Myungsoo kembali mendengus dan melempar penanya ke arah Suzy.

Melihat reaksi Myungsoo, Suzy tertawa lagi, “Kau tahu? Aku hanya menggunakan aegyo standarku dan dia langsung terhipnotis. Hahahaha mungkin sebentar lagi dia akan jatuh padaku,”

Saat itu Suzy tak tahu bahwa gurauannya membuat kedua pria itu tertegun dan tak bisa berkomentar apa-apa.

***

Suzy memutar kenop pintu kamar yang terletak di sudut ruangan dan tersenyum pelan melihat ruangan di depan matanya. Ruangan yang hampir seluas kamarnya dan terlihat bersih karena sering dibersihkan. Suzy melangkahkan kakinya sambil menarik napas dalam-dalam, menikmati aroma lavender di ruangan itu. Ia tersenyum melihat perabotan serba kayu dengan beberapa hiasan warna biru muda yang sangat khas ayahnya memenuhi ruangan itu.

Untuk pertama kalinya semenjak Suzy tinggal di mansion Bae ia berani memasuki kamar yang dulu ditempati ayahnya. Sambil memeluk erat buku harian milik mendiang ibunya, ia berjalan menuju meja kerja ayahnya yang terletak di sudut ruangan. Meja itu terlihat cukup rapi meskipun banyak sekali barang di atasnya. Action figure dan figura memenuhi bagian bawah meja sedangkan buku-buku arsitektur memenuhi rak di atasnya. Terlihat sebuah buku sketsa dan beragam pensil di tengah-tengah meja.

Suzy tak bisa menahan senyumnya melihat sebuah figura berisi foto kedua orangtuanya saat masih muda tengah bergandengan tangan di taman dekat Sungai Han. Ia juga kembali tersenyum saat menemukan album foto yang sepertinya berisi penuh kenangan orang tuanya. Tanpa pikir panjang ia lalu meletakan buku harian ibunya di meja dan mulai melihat-lhat album foto itu. ‘They look cute and happy.’

“Ayahmu, mencintai ibumu sejak sekolah menengah,”

Suara Halmeoni membuat Suzy kaget. Dengan terburu-buru ia menutup album foto itu dan mengembalikannya ke tempatnya lalu berbalik menghadap ke arah neneknya yang sedang berdiri di depan pintu.

Gwencanha, kau kan tidak dilarang berada di kamar ini.” Kata Halmeoni sambil berjalan ke arah ranjang dan memberi kode ke arah Suzy untuk bergabung. Suzy menghampiri neneknya dan duduk dengan patuh.

“Dia tahu bahwa kami tak akan menyetujui hubungannya dengan ibumu, maka ia berbuat ulah dan mencoba mengencani banyak wanita agar bisa melupakan ibumu. Namun ibumu terlalu cantik dan pesonanya sangat kuat, sehingga ayahmu menyerah dan kembali padanya. Bahkan saat ia bersekolah di luar negeri pun ia tak bisa melupakan ibumu.” Cerita Halmeoni dengan pandangan menerawang.

“Kenapa kalian membenci ibuku?”

Halmeoni tertawa pelan, “Aku tahu kau tahu pasti alasannya Suzy. Dan karena itulah kenapa kami sangat menyesal, apalagi ketika ayahmu meninggal dan tahu kehidupan cucu kami sangat susah. Namun, ayahmu keras kepala. Ia sudah terlanjur sakit hati dan tidak mau kembali.”

Suzy terdiam selama beberapa saat. Tak tahu harus bereaksi apa dengan cerita yang disampaikan oleh neneknya.

“Aku tahu kami salah, dan karena haraboji mu sudah tidak ada biarkan aku saja yang meminta maaf. Kalau kau sudah libur nanti, antarkan aku ke tempat ibumu. Aku ingin meminta maaf. Kau tahukan penyesalan selalu datang terlambat? Dan aku ingin setidaknya meminta maaf.”

Suzy hanya mengangguk dan mendekati neneknya lalu memeluknya erat. Ia tahu nenek dan kakeknya orang baik. Keadaan saja yang terlalu kejam bagi kedua orangtuanya.

Ja, aku ingin tidur. Kau tahu Suez, aku tahu kau kabur dari kelas Madam Han. Aku tidak bisa melarang. Kau sangat mirip dengan ayahmu, semakin dilarang semakin menjadi. Yang kuinginkan adalah kau berjanji untuk tidak memalukan nama Bae, arra?”

Suzy mengangguk semangat sambil kembali memeluk neneknya dan kali ini memberikan ciuman singkat di pipinya.

***

D-day

Jarum jam baru saja menunjukkan pukul tujuh kurang, namun Myungsoo sudah siap di depan cermin di kamar mandinya. Ia memandang puas rambut hitamnya yang sudah ia tata sedemikian rupa hingga tidak akan jatuh menutupi dahinya. Ia juga sudah memastikan bahwa ia menyemprotkan parfum agar tubuhnya tidak berbau aneh.

Setelah puas dengan refleksinya di cermin, ia keluar dari kamar mandi dan meraih ransel hitamnya. Setelah memastikan barangnya tidak tertinggal, Myungsoo keluar kamar dan langsung menuju meja makan yang belum dihuni satu orang pun. Dengan santai ia duduk di tempatnya dan memakan pancake.

Something good happends?” Tanya Jongki yang baru kembali lari pagi. Myungsoo hanya menggeleng sambil melanjutkan makannya. Jongki mengendikkan bahunya lalu menuju kamarnya sendiri.

Setelah selesai dengan makanannya, Myungsoo langsung menuju garasi dan menemui Gong Ahjussi untuk minta diantar ke sekolah.

***

Yoongi mengenakan snapback hitam trademark-nya dengan terbalik seperti biasa lalu mengecek isi ranselnya sebelum ia keluar kamar. Alat tulis, cek. Buku, cek. Hasil riset, cek. Charger, cek. Headset, cek. Snacks, cek. ‘Good, I am ready!

Yoongi lalu menutup tasnya dan mencangklongkan di bahu lalu keluar kamar sambil bersiul-siul pelan. Tanpa protes melihat menu sarapan seperti pagi-pagi sebelumnya ia duduk dan mulai menantapnya. Ia bahkan menghabiskan sup kacang merah yang ia benci tanpa protes sambil meng-update SNS-nya, mengucapkan selamat pagi untuk seluruh fans-nya.

Masih dengan senyum ceria di wajahnya, Yoongi menyelesaikan sarapannya lalu berjalan menghampiri mobil dan supirnya yang sudah menunggu di luar untuk berangkat ke sekolah.

***

Lain dengan Myungsoo dan Yoongi yang bangun pagi dan menyambut senang datangnya Jum’at pagi itu, Suzy membuka matanya dengan helaan napas panjang setelah membanting jam digital di atas nakasnya, mencopot baterai ponselnya, dan mengerang beberapa kali saat Lee ahjumma membangunkannya. Dengan enggan Suzy bangun dan pergi menuju ke kamar mandi.

Setelah mandi dengan tingkat kemalasan super tinggi, Suzy akhirnya selesai berpakaian. Meskipun seperti biasa dasi summer uniform-nya hanya ia lilitkan asal di lehernya. Dengan tak bersemangat gadis itu meraih sisir dan mengikat rambutnya menjadi ekor kuda. Setelah itu ia menyemprotkan parfum asal dan mengoleskan lip balm di bibirnya yang terasa kering.

It’s gonna be a long day,” gumamnya sambil menggigit sandwich tuna yang ia ambil dari meja makan untuk dimakan di mobil tadi.

Sambil menikmati sandwich-nya, pikiran Suzy melantur ke mana-mana. Skenario terburuk mulai terbayang di kepalanya. Di tengah teriknya matahari awal musim panas ia akan berkeliaran sendiri di hutan buatan itu, mencari sample tumbuhan. Lalu untuk mengejar waktu ia akan makan siang sambil mengidentifikasi tumbuh-tumbuhan itu. Yoongi? Pasti akan sibuk menghindari fangirl-nya yang terhitung jumlahnya itu. Myungsoo? Dia datang saja sudah bagus.

“Kita sampai Suez,” Suara Kwon ahjussi menyadarkan Suzy dari lamunannya. Dengan enggan Suzy membuka pintu mobil dan berjalan keluar setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih. Suzy sendiri memang tidak mau diperlakukan seperti Joohyun atau princess lainnya yang untuk membuka pintu saja tidak bisa dan ransel mereka harus dibawakan oleh supir. Ia bahkan meminta Kwon ahjussi memanggilnya Suez dan bukan Miss.

Good morning Suez!!” Sapa Yoongi ceria sambil merangkul bahu Suzy yang menurutnya pagi itu sangat cantik dengan rambut diikat seperti saat ini. Terlihat cocok dengan summer uniform milik Myung Won.

Suzy melepaskan tangan Yoongi yang merangkulnya dan mendengus, “Jangan dekat-dekat kalau nanti kau hanya sibuk dengan fangirl-mu dan membuatku mengerjakan tugas sendiri,”

Yoongi terkekeh dan kembali merangkul Suzy, “Tidak akan, aku janji! Hari ini aku akan bekerja keras!!” Seru Yoongi semangat sambil mengulurkan jari kelingkingnya.

Melihat tingkah Yoongi, mau tak mau Suzy terkekeh dan menautkan kelingkingnya di tangan Yoongi. “Kalau sampai ada satu saja fangirl-mu yang membuat kau tidak mengerjakan tugas, ku-hack SNS-mu!” Ancam Suzy dengan nada bercanda. Yoongi hanya tertawa sambil mengangguk.

Good morning fellas!!!” Seru Myungsoo yang entah datang dari mana sambil memisahkan Suzy dan Yoongi. Detik selanjutnya ia sudah berada di antara Suzy dan Yoongi, merangkul keduanya sambil tersenyum jail.

Mwoyaaa, kau mengganggu tahu,” Seru Yoongi kesal. Ia melepaskan rangkulan Myungsoo dan berpindah ke sisi kiri Suzy lalu merangkul gadis itu, membuatnya berada di tengah antara ia dan Myungsoo.

“Woah kau jahat sekali. Kita kan sudah bersama sejak masih dalam kandungan, Yoongi-a” Seru Myungsoo dengan nada manja.

Suzy memutar kedua bola matanya malas. Ia melihat Yixing berjalan di koridor lalu melepas kedua tangan para namja itu dan berlari menghampiri sahabatnya. Dengan manja ia merangkul lengan Yixing, “Appa oraenmaniyeyo!!” Serunya. Yixing yang kadang selalu memberi Suzy nasihat dan melarang ini itu serta sering kali mengajari Suzy banyak hal memang sering dipanggil Appa oleh Suzy.

Baik Myungsoo maupun Yoongi sama-sama mengerutkan keningnya tak suka melihat kedekatan Suzy dan Yixing. Cemberut terlihat semakin jelas di wajah keduanya saat Yixing mengacak rambut Suzy dan memberikan gadis itu permen.

Keduanya berjalan mengikuti Suzy dan Yixing dalam diam, menuju pelataran parkir tempat bus yang akan mengangkut mereka berkumpul. Di depannya, Suzy asyik berceloteh mengenai Jackson dan Halmeoni-nya pada Yixing yang mendengarkan dengan sabar sambil sesekali berkomentar. Persis seperti ayah dan anak.

“Kita tidak ada apa-apanya jika dibanding Yixing,” Gumam Yoongi dengan nada frustasi sambil bersandar di bus dan memperhatikan Yixing dan Suzy dengan sorot mata iri.

Mata,” sahut Myungsoo yang tiba-tiba teringat fakta bahwa bahkan Yixing memiliki abs yang sempurna. Diam-diam ia menyesal lebih sering menghabiskan waktunya di nightclub dan tidak di gym atau di klub olahraga.

You guys are pathetic,” Suara Chanyeol mengalihkan fokus kedua namja tadi. Chanyeol terkekeh sambil ikut bersandar di bus dan bersedekap dengan angkuh.

“Hah, memangnya kau dan Soojung sudah sejauh apa sih?” Sahut Myungsoo sambil tertawa mengejek mengingat bahwa Chanyeol hanya sering menemani Soojung ke rumah sakit atau ke panti asuhan dan terkadang penampungan hewan.

Mata, memangnya bisa kau menciumnya di depan anak-anak itu,” Tambah Yoongi yang membuatnya kompak tertawa dengan Myungsoo sambil ber-high five.

Chanyeol mendengus lalu menggeplak kepala kedua temannya, “Asal kalian tahu, Soojung itu beda. I’ll kiss her on the right time,”

Myungsoo dan Yoongi hanya mengangguk sambil bertepuk tangan. “Kau benar-benar menyukainya ya?”

Sedikit gugup dan salah tingkah Chanyeol menjawab, “Tidak ada salahnya kan?”

***

Bus yang membawa rombongan kelas 3 Myung Won sampai di hutan buatan yang menjadi tempat field trip sekitar pukul sebelas siang. Seperti biasa, Suzy yang mudah terlelap sudah dari awal perjalanan meringkuk di kursi di samping jendela sambil memeluk lengan Soojung. Soojung hanya bisa pasrah dijadikan ‘bantal’ oleh Suzy dan mengobrol tentang film baru dengan Yixing yang duduk di kursi di sebrangnya.

“Ck, ini sih bukan Putri Bae namanya, Putri Tidur,” Sahut Yixing sambil kembali menciprati wajah Suzy dengan air mineral karena gadis itu tak mau bergerak dari posisi tidurnya saat ini.

“Zhang Yixiiiiing,” Erang Suzy sambil mengerjapkan matanya. Dengan cemberut di wajah gadis itu mengelap wajahnya yang basah dengan tisu yang disodorkan Soojung.

“Makanya bangun saja kok susah,” Sahut Yixing lagi sambil menarik ranselnya dan keluar dari bus, mengikuti murid-murid lain yang sudah keluar.

Ja, ppali ppali, waktu kalian hanya satu setengah jam untuk menjelajah hutan ini. Ingat tugas yang telah kuberikan. Kita kumpul untuk makan siang pukul setengah satu di tempat ini lagi. Arra?” Jelas Ms.Wang yang merupakan guru Biologi kelas 3-2 sekaligus pembina mereka hari ini.

Nde!!”

Geurae, semuanya berkumpul dengan kelompok masing-masing. Kalian sudah memegang peta kan? Di sana ada nomor petugas yang bisa dihubungi kalau tersesat. Kajja!!”

Suzy masih sibuk mengendalikan kantuknya saat Yoongi dengan semangat menghampirinya dan melingkarkan tangannya di tangan Suzy lalu setengah mengegret gadis itu memasuki hutan buatan itu.

“Wooah, udaranya sangat sejuk Suzy-a,” Seru Yoongi semangat. Di tangannya terlihat smartphone-nya yang menampilkan aplikasi kamera.

Arra pabbo-ya,” Sahut Suzy yang memang masih mengantuk sambil mengikuti saja langkah kaki Yoongi.

Setiap kelompok kali ini diberi tugas untuk membuat laporan tentang hutan buatan yang mereka kunjungi juga mencari sepuluh jenis tanaman yang berbeda lalu mengklasifikasikannya sekaligus membuat herbarium-nya.

Myungsoo melihat Yoongi sudah asyik berceloteh sambil bergandengan dengan Suzy yang masih mengantuk. Lagi-lagi hatinya merasa ‘gatal’. Dan entah mengapa ia kembali melerai keduanya sambil berjalan di tengah-tengah.

“Suzy-a aku akan mengambil foto-foto untuk tugas kita,” Seru Myungsoo, mengacuhkan lirikan kesal Yoongi karena ia tahu-tahu memisahkannya dengan Suzy.

Suzy yang mulai fokus mengerutkan keningnya dan memandang curiga ke arah Myungsoo, “Kau yakin? Kau tahu kan kalau sampai kau lalai kau akan berakhir di rumah sakit?” Seru Suzy sambil menyipitkan matanya.

Arra,” Jawab Myungsoo santai sambil mulai beraksi dengan kamera DSLR yang ia bawa. Seperti ahli ia mengangkat benda itu, mengatur zoom dan menekan shutter.

“Suez, kalau tanaman ini bagaimana? Mudah diklasifikasi nih,” Seru Yoongi sambil menunjuk ke arah semak besar yang ada di sampingnya.

Suzy mendekati semak itu sambil mengangguk-angguk pelan, “Boleh, kau petik lalu masukkan ke sini. Kita cari yang lain. Myungsoo-a illeowa” Seru Suzy sambil memanggil Myungsoo yang sedang asyik memotret bunga mawar dan memberinya kode untuk memotret tanaman yang ditunjukkan Yoongi tadi.

“Woaah Suez kita akan menyebrangi sungai nanti,” Seru Yoongi senang sambil menunjukkan peta yang ia pegang ke arah Suzy.

“Asal jangan ada yang jatuh saja aku sih senang,” sahut Suzy cuek sambil mengecek tanaman yang dipetik Yoongi tadi.

Yoongi sendiri mengeluarkan kaca pembesar miliknya dan menyerahkannya ke Suzy agar gadis itu lebih mudah mengamati. Suzy menerimanya dengan senang.

“Woah, matamu besar sekali!” Gurau Suzy sambil mendekatkan kaca pembesarnya ke arah Yoongi, membuat pria itu terkekeh dan merebut kaca pembesar dari tangan Suzy.

“Pipimu overdose Suez,” Serunya sambil menempelkan kaca itu ke pipi Suzy, membuat gadis itu tertawa sambil menonjok pelan lengannya.

Saat itu Myungsoo yang baru selesai memotret langsung merasa mood-nya turun dan tanpa sadar melempar Suzy dan Yoongi dengan dedaunan di tangannya. “Fokus dong,” Serunya kesal sambil berjalan lebih dulu.

Suzy dan Yoongi bertukar pandangan tak mengerti sambil tertawa lalu sama-sama menyusul Myungsoo yang berada beberapa langkah di depan mereka. Keiganya kembali berjalan beriringan mencari-cari tanaman untuk diklasifikasi. Yoongi dengan semangatnya yang full, Suzy dengan keseriusannya saat mengerjakan tugas dan terkadang menjaili Yoongi, dan Myungsoo dengan kameranya yang tak berhenti memotret alam juga… Suzy.

***

“Zhang Yixing!! Bisakah kau lebih pelan? Kami ini yeoja!!” Pekik Joohyun yang sudah nyaris kehabisan napas karena mengikuti jalan Yixing yang sangat cepat. Belum lagi perbedaan tinggi mereka yang membuat langkah Yixing terasa dua kali lebih panjang dari langkah normalnya.

God! you girl are too slow,” Seru Yixing sambil mendengus. Di tangannya terdapat plastik bening berisi beberapa macam tumbuhan untuk diklasifikasi sedangkan di tangan satunya samrtphone-nya sibuk memotret alam sekitar.

“Hei satu langkahmu itu sama dengan dua langkah kami tahu!” Seru Joohyun sambil memukul gemas lengan Yixing. Ketiganya sudah sampai di tempat sungai buatan dengan beragam ikan di dalamnya.

Yixing hanya memutar kedua bola matanya sambil memberi kode ke Joohyun untuk menyebrangi bebatuan sungai terlebih dahulu. Joohyun yang masih kesal dengan Yixing langsung menyebrang dengan mudah. Meskipun ia terkesan manja ia masih cukup akrab dengan alam karena saat kecil ayahnya sering mengajak ia dan kakaknya kemah dan memancing.

Beda dengan Seulgi yang sangat canggung dengan alam dan sudah beberapa kali terpeleset atau tersandung batu tadi dan kini benar-benar sudah kehabisan napas. Sejak sepuluh menit pertama napasnya telah habis, membuatnya tidak bisa ikut protes sepert Joohyun.

“Kang Seulgi kau bisa? Aku di belakangmu,” Seru Yixing yang sedikit tidak tega melihat wajah pucat Seulgi. Namun karena sedari tadi gadis itu hanya diam ia juga ikut diam.

Seulgi merasa di titik itu ia sudah tak bisa berpikir jernih lagi. Dan hanya mengangguk lalu melangkahkan kakinya untuk menyebrang. Ia melihat Joohyun di sebrang memberinya kode untuk segera menyebrang sambil mengacungkan botol air mineral miliknya dan juga nano spray yang membuat Seulgi ingin cepat-cepat sampai di sebrang.

“Kang Seulgi kau harus hati—“

BRUK!

Benar saja, belum selesai Yixing mengingatkan Seulgi sudah terjatuh karena menginjak bagian batu yang ditumbuhi lumut. Gadis itu refleks mengerang sambil memandang horor ke arah kakinya yang kini teredam air dan pakaiannya yang basah.

“Seulgi-a!!” Pekik Joohyun shock melihat Seulgi terjatuh. Dengan panik ia memasukan barang bawaannya ke dalam tas dan bersiap menolong Seulgi.

Yixing yang sedari tadi sudah menduga Seulgi akan jatuh menghela napas dan mendekati gadis itu lalu membantunya bangun. Dengan mudah ia mengangkat Seulgi setelah merangkul dan mengalungkan tangannya di bawah lutut Seulgi.

“Beri dia air,” Serunya ke arah Joohyun begitu ia sampai di sebrang. Dengan patuh dan tanpa komentar Joohyun menyerahkan botol berisi air mineralnya.

Sambil menunggu Seulgi selesai minum dan istirahat Yixng bergegas memetik beberapa tumbuhan untuk melengkapi jumlah tumbuhan yang harus mereka klasifikasi. Ia juga menyerahkan smartphone-nya ke Joohyun.

“Kita langsung kembali saja, waktu tidak lama lagi dan kita tinggal mengklasifikasi tanamannya saja,” Kata Yixing tenang sambil menyimpan semua tumbuhan yang ia dapatkan dan meneguk air lemon yang ia bawa.

“Aaah kakiku,” Pekik Seulgi saat Joohyun dan Yixing membantunya berdiri. Joohyun refleks menggigit kuku ibu jarinya sambil melihat kaki Seulgi.

“Apa sakit sekali?” Tanya Yixing sambil menyuruh Joohyun memegangi Seulgi sementara ia membuka sepatu Seulgi yang basah. Terlihat mata kaki Seulgi yang mulai membiru.

Tanpa berkata apa-apa Yixing memindahkan ranselnya ke depan dan menggendong Seulgi di punggungnya. “Joohyun, ambil jaket di dalam ranselku dan pakaikan ke Seulgi,” Kata Yixing sambil mengarahkan ranselnya ke Joohyun.

“Apa kau baik-baik saja? Seulgi cukup berat loh,” Seru Joohyun sambil menutupi paha Seulgi yang terlihat karena mengenakan rok dan langsung disambut pelototan Seulgi.

Yixing hanya terkekeh, “Suzy lebih berat dari ini.” Sahutnya sambil mulai berjalan, mau tak mau kedua gadis itu ikut tertawa lega.

Good, berarti aku masih jauh lebih ringan,” Seru Joohyun senang. Yixing menoleh ke arahnya dengan pandangan dasar-cewek­.Girl is girl Yixing,” serunya sambil terkekeh.

***

Kelompok Soojung adalah salah satu kelompok yang tiba paling awal di tempat mereka berkumpul tadi. Tempat yang berupa lapangan itu kini sudah berubah menjadi tempat piknik dengan meja panjang di salah satu sisi yang berisi banyak makanan dan hampir seluruh permukaannya ditutupi oleh mat untuk duduk.

“Woah, fotomu boleh juga,” Puji Jungkook yang sedang mengecek hasil foto Chanyeol yang diambilnya tadi setelah Soojung mengomel karena Chanyeol tidak melakukan apa-apa. Chanyeol hanya tersenyum cool sambil melirik Soojung untuk melihat reaksi gadis itu, yang seperti biasa terlihat biasa saja dan tidak tertarik sama sekali.

Tak lama kemudian Jungkook pamit untuk menemui yeojachingu-nya, meninggalkan Chanyeol dan Soojung berdua. Tanpa berkata apa-apa, Soojung berjalan ke arah meja makanan dan mulai antri.

“Hmm lapar sekali,” Gumam Soojung sambil meraih piring kertas yang disediakan, “Jangan tambahkan asinan, gamsahamnida” Serunya ke arah ahjumma dari kantin yang hari ini juga melayani makan siang field trip.

Chanyeol yang mengantri tepat di belakang Soojung diam-diam menghapal kebiasaan gadis itu yang selalu menolak asinan dan tidak menyukai jika nasinya dicampur dengan sayuran. Dan seperti biasa, Chanyeol mengikuti Soojung duduk di salah satu mat dan mulai makan.

“Mana sih Suzy dan Yixing?” Gumam Soojung sambil memanjangkan lehernya mencari kedua sahabatnya.

“Memangnya kenapa?” Tanya Chanyeol sengaja membuka topik pembicaraan karena Soojung sudah berhenti berbicara sejak Jungkook memutuskan untuk makan bersama yeojachingu-nya tadi.

“Aku tak akan habis makan nasi sebanyak ini,” Jawab Soojung tanpa menoleh ke arah Chanyeol. Kedua matanya masih sibuk mencari sosok yeoja dikucir satu dan namja berwajah ke-Cina-Cina-an.

“Buatku saja kalau begitu, aku masih kurang,” Kata Chanyeol cepat. Ia juga ingin menampung makanan Soojung seperti yang dilakukan Yixing dan Suzy.

Soojung mengerutkan keningnya sebentar lalu mengendikkan bahunya dan memberikan Chanyeol setengah dari nasinya lalu mulai makan.

“Woah kalian sudah makan duluan, tidak adil” Seru Yixing yang baru datang sambil menghampiri mereka dengan Seulgi di punggungya dan Joohyun di sampingnya.

Eoh¸ Kang Seulgi kau kenapa?” Seru Soojung kaget melihat Seulgi yang ada di punggung Yixing. Dengan cepat ia bergeser untuk memberi tempat untuk Seulgi dan tanpa sadar menjadi lebih dekat dangan Chanyeol. Tak ada yang menyadari senyum bahagia Chanyeol saat itu.

“Dia terpeleset,” Jawab Joohyun yang sudah mengambil tempat di sebrang Chanyeol dan mengeluarkan kotak bekalnya yang berisi salad dan kentang goreng tanpa protes karena Yixing mengajak mereka makan bersama Soojung yang kemungkinan besar sebentar lagi akan bergabung juga dengan Suzy.

“Astaga, kau tidak apa-apa?” Tanya Soojung prihatin sambil melihat ke arah mata kaki Seulgi yang kini sudah membiru dan sedikit bengkak.

Gwencanha,” Jawab Seulgi canggung sambil mengeluarkan kotak bekalnya dari dalam tasnya seperti Joohyun dan mulai makan.

“Nah ketemu, untung aku bawa,” Seru Yixing sambil mengeluarkan sebuah botol terbuat dari stainless steel. Ia berjongkok di depan Seulgi dan membuka penutup benda itu yang ternyata sebuah spray dan menyemprotkan isinya ke mata kaki Seulgi yang bengkak. “Ini salah satu obat ampuh yang kami pakai kalau cedera saat bermain basket, sampai rumah kau kompres saja, dalam dua hari akan membaik,”

Setelah berkata begitu Yixing kembali berdiri dan menuju meja makan untuk mengambil makan siangnya. Meninggalkan Seulgi yang terdiam dalam keterpanaan. Gadis itu merasa jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Jarang sekali ada orang yang segitu perhatiannya pada dirinya. Ia menoleh ke samping dan mendapati Soojung tanpa disangka-sangka sedang asyik membahas tentang boyband baru dengan Joohyun dan Chanyeol yang sedang sibuk memandangi Soojung. ‘Apakah reaksi ku yang berlebihan?’ pikir Seulgi sambil memakan saladnya.

Nde! You know B.I is so damn hot!” Seru Soojung semangat sambil tertawa begitu tahu bahwa ia baru saja bertemu fangirl lain.

That’s it!! Kau tahu saat di SMTM dan dia nge-rap?! Oh my god so cool!!” Seru Joohyun sambil mengangkat tangannya untuk mengajak Soojung high five.

“Jadi sebenarnya dia itu cool atau hot?” Celetuk Yixing yang sudah kembali dari meja makan dan kini asyik makan di sebrang Seulgi.

Shut up!” Seru Soojung dan Joohyun kompak. Soojung menarik napas sebnetar, “Kau lihat di WIN? Saat dia—“

“Jung Soojung bogoshipeo!!!” Seruan Suzy menghentikan celotehan Soojung tentang bias terbarunya itu. Dengan langkah panjang Suzy menghampiri Soojung yang sedang asyik makan sambil mengobrol dengan Joohyun.

“Dan putri rusuh kita datang,” Sahut Joohyun sambil dengan santai memakan yogurt-nya yang langsung dihadiahi pelototan oleh Suzy.

“Suzy-a kau tidak akan percaya! Joohyun juga mencintai B.I!!” Seru Soojung semangat sambil mengipasi wajahnya dengan tangan.

“Oh please, lebih cool Minooo!!” Seru Suzy sambil terkekeh yang langsung ditanggapi protes dengan Joohyun dan Soojung.

“Suez ini makananmu,” Seru Yixing mencoba mengganti topik tentang anggota boyband yang sudah bosan ia dengar.

Namun sepertinya taktik itu hanya berpengaruh pada Suzy yang kini asyik makan sambil duduk di samping Yixing dan menceritakan tentang ikan di sungai tadi. Di samping Suzy terlihat Yoongi yang sudah mengambil makanannya dan memaksa Joohyun bergeser agar ia bisa duduk di samping Suzy. Sementara Myungsoo hanya mengikuti Chanyeol, duduk diam sambil makan.

And for godshake, B.I have abs and look at his arm! So yummy!!” Seru Joohyun semangat sambil mengeluarkan iPad-nya dan menunjukkan koleksi foto B.I di situ. Soojung refleks memekik sambil menggeser layar memperhatikan foto-foto itu.

Oh my god! Kau dapat dari mana?!! Curang!!!” Seru Soojung yang seperti tersihir dengan foto-foto B.I milik Joohyun.

Jakaman, memangnya si B.I ini apa? Puding? Kok yummy?” Sahut Myungsoo yang tidak mengerti pembicaraan Joohyun dan Soojung.

Oh my god! Kau pasti tidak punya TV,” Seru Joohyun galak lalu mengacuhkan Myungsoo dan kembali mendiskusikan website penyedia foto dengan Soojung.

But girls, masih hot-an Mino!!” Seru Suzy yang sudah selesai makan ikut kembali dalam perbincangan, membuat Yixing menghela napas.

Seulgi yang melihat kesempatan untuk mengucapkan terimakasih langsung membuka mulutnya, “Yixing, gomawo,”

Yixing yang sedang membersihkan piring kertasnya dan Suzy mendongak lalu terkekeh sambil mengangguk, “Hitung-hitung bayaranku karena telah melihat permainan piano-mu.” Dan seperti magic keduanya tenggelam dalam pembicaraan tentang musik, mngacuhkan pekikan-pekikan para yeoja yang masih meributkan B.I dan Mino serta komentar bodoh dari Myungsoo-Chanyeol-dan Yoongi.

No no no, Mino itu terlalu ganteng. Kalau B.I masih ada unsur imutnya,” Seru Joohyun membela bias-nya bersama Soojung.

“Aku imut dan ganteng,” Seru Yoongi yang tak percaya bahwa pesonanya kalah dengan hoobae-nya di industri musik itu.

Oh please, you are sooo last year,” Seru Suzy kejam sambil kembali memberikan argumentasinya. “Mino itu hot as hell like Kim Woobin,”

“Memang kau sudah pernah ke neraka Suez?” Sahut Myungsoo kembali memberikan komentar tidak penting.

“Oh, Myungsoo kau kan juga sering,” sambar Joohyun disambut gelak tawa yang lain. “Oke, sebenarnya memang ada yang lebih hot dari B.I”

“Nam Joohyuk!!!” Seru Soojung semangat sambil menunjukan lock screen ponselnya. Suzy dan Joohyun refleks memekik bersamaan.

“Kau benar!! Tingginya itu astaga!!!”

“Kau lihat aktingnya? Gosh I am melting!!!”

“Kalian suka dia karena tinggi?” Sela Myungsoo sambil meneguk cola nya. Kompak ketiga yeoja itu mengangguk senang.

“Dan wajahnya!”

“Dan rambutnya!!!”

“Chanyeol juga tinggi,” Sela Yoongi kali ini sambil terkekeh bersama Myungsoo dan Chanyeol.

“Beda kalau Chanyeol itu mirip Lee Kwangsoo!” Seru Suzy membuat semuanya tertawa. Chanyeol hanya mendengus sambil melempar Suzy dengan bekas tisunya.

“Kau tahu kan dramanya sebentar lagi tayang?”

“Yup! Can’t wait!!”

Chanyeol mendekatkan dirinya ke arah Soojung, “Soojung-a, kau benar-benar suka si B.I dan Nam Joohyuk ini ya?” Soojung mengangguk dengan semangat. Suzy dan Joohyun berhenti mendiskusikan tentang aktris yang beruntung dalam drama itu dan mendengarkan apa yang Chanyeol hendak katakan. Begitu juga dengan Myungsoo dan Yoongi.

“Kalau begitu kau beruntung. Aku adalah perpaduan antara keduanya,” Seru Chanyeol percaya diri sambil menunjuk ke arah lengan dan perutnya lalu berpose seperti model.

“HUUUUUUU” Sorakan protes sontak bersahutan begitu Chanyeol mengatakan pemikirannya, diiringi dengan lemparan tisu dan gelas plastik.

Perlahan Myungsoo merasa tawanya berhenti. Meskipun orang di sekitarnya masih asyik tertawa dan melempar satu sama lain. Kedua matanya hanya terfokus pada satu titik. Sedari pagi tadi ia berusaha mengalihkan pandangan matanya dari titik itu, hanya saja seperti tertarik oleh magnet matanya kembali fokus ke titik itu. Bahkan lensa kameranya pun terus menerus mengabadikan titik itu. Saat iitu Myungsoo merasa sesuatu menyalakan lampu di kepalanya dan ia terasadar. Alasan kenapa matanya hanya terfokus pada titik itu, alasan mengapa pagi tadi ia senang, alasan mengapa ia mau melukai tubuhnya, dan alasan hatinya selalu gatal melihat titik itu tertawa bersama orang lain. ‘I think you got me Suez,’

***

Myungsoo berjalan bersama Yoongi keluar dari bus yang membawa mereka kembali ke sekolah. Keduanya duduk bersama di kursi panjang yang terletak di dekat koridor utama sambil sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Myungsoo-a menurutmu Bae Suzy itu gimana?” Tanya Yoongi tanpa menoleh ke arah Myungsoo. Senyum terukir di wajahnya dan kedua matanya terpaku dengan selca-nya bersama Suzy tadi saat di sungai.

Myungsoo merasakan detak jantungnya menjadi tidak normal dan firasatnya tidak enak. “Maksudmu?”

I think I have fallen for her. Dia seperti memiliki charm yang membuatku terpesona setiap harinya. Man can you believe it?!

Dan saat itu jantung Myungsoo terasa berhenti. Firasatnya benar.

To be continued…


 

tumblr_mtlfx6r6Af1so5xe8o1_500

Halo! ^^

Terimakasih buat semua yang udah komen di chap sebelumnya, as usual guys you make my day so much better kkk~ Untuk siders, aku capek banget sama kalian T.T Seenaknya nikmatin karya aku tanpa ngasih feedback T.T Aku gak bisa gak ngelanjutin FF ini karena banyak juga readers yang beradab dan tahu diri. Jadi buat siders siap-siap aja kalau beberapa chapter nanti ku-protect! Kalian tahu guys sabar itu ada batasnya🙂 Buat kalian yang always komen aku lumayan hapal nama kalian atau gravatar kalian hahaha, jadi untuk kalian my lovely readers, aku bakal ngasih password dengan mudah, lewat nomor hp aku juga lewat email karena aku pake email di hp jadi kalo kalian minta langsung bisa di bales. Hehehe😀

Di chapter ini padahal jumlah wordnya 4.895, total 14 halaman, tapi kok aku ngerasa ini chapter pendek banget dah :”D Aku minta maaf kalau ternyata memang chapternya kependekan hehehe… I hope you guys enjoy reading High Society🙂

Sepert biasa kalau ada keluhan kasih aja misalnya typo bahasa korea atau semacamnya atau alur yang ga jelas hehehe😀

Sekali lagi terimakasih🙂🙂🙂 *senyum gula*

tumblr_n86cgoY28a1sy55zfo1_500

 


134 responses to “[Chapter-6] High Society

  1. myung dan yoongi suka sma suzy ..
    seulgi suka sma yixing ..
    chanyeol suka sma soojung ….
    di part ini mreka kumpul smua , ketawa breng tnpa ada ynk mikirin image ,, suka bnget di part ini….

  2. hmmm… apakah myungsoo akan mengalah? hei dia itu sensitif kan? lalu kembali mengakrabkan diri dengan joohyun. its so dramatic. okay. I believe in you author! ㅋㅋㅋㅋ

  3. aaaaaaaaaaaaaah cinta bgt, bikin ikutan ketawa, momentnya seru bgt, pengen deh ada di antara mereka hahaha, good job, good story!!

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s