[DRABBLE] Involuntary Loving You

Untitled-1

mainactor

p  r  o  u  d  l  y    p  r  e  s  e  n  t  s

Involuntary Loving You

a fluff drabble with rating G

starring

| Suzy “Miss A” | L “Infinite’ |

 .

Involuntary ; (adj) bekerja secara tidak sadar atau di luar kendali

.

Setiap orang pasti pernah bermimpi untuk berkencan dengan idola masing-masing, atau bahkan menikah. Pasti menyenangkan bisa berdekatan dengan sang idola, mengambil selca sepuasnya, memeluk berkali-kali, dan bahakan mencium sang idola. Belum lagi kalau mereka satu sekolah, bisa berangkat bersama sang idola, belajar bersama, camping bareng, dan yang pasti membuat iri ratusan pasang mata yeoja. Hah, baru membayangkannya saja sudah nge­-fly­ sendiri.

Namun kita tidak hidup di dunia dongeng dan Bae Suzy tahu benar tentang hal itu. Semenjak berpacaran dengan Kim Myungsoo, salah satu idol yang sedang naik daun, Suzy memahami arti ‘Expectation is so far away from reality.’ Semua mimpinya jika berpacaran dengan idol benar-benar berbanding seratus delapan puluh derajat dengan kenyataan. Jangan harap bisa berduaan, apalagi camping bareng, mau ketemu saja susah.

Sebagai salah satu idol yang sedang naik daun, Myungsoo tentunya tidak bisa berada di samping Suzy setiap hari meskipun ia sekelas dengan gadis itu. Fakta bahwa keduanya tetangga tidak membantu sama sekali karena Myungsoo harus tinggal di dorm. Fakta bahwa keduanya duduk bersampingan di kelas juga hanya semata fakta karena mereka tidak bisa mengobrol mesra seperti Jieun dengan Gikwang atau Soojung dengan Minhyuk.

Yang membuat Suzy merasa bahwa ia adalah kekasih Myungsoo dan bukan hanya fans adalah kebiasaan keduanya mengobrol tengah malam lewat aplikasi chatting atau sesekali lewat Skype. Juga sapaan cheesy yang sering digunakan Myungsoo saat mengucapkan selamat tidur atau mengirim pesan pagi.

Sayangnya Suzy tidak puas. Ia tidak bisa mengakui Myungsoo sebagai pacarnya tanpa menyebabkan masalah bagi karir pria itu, ia tidak bisa memarahi fans Myungsoo di luar sana yang seenak jidat memanggil Myungsoo ‘oppa’ dan memeluk pria itu saat jumpa fans, ia juga tidak bisa makan berdua Myungsoo di kantin, jalan-jalan di mall, bermain sepeda di taman, atau hal-hal lainnya yang biasa dilakukan sepasang kekasih.

Seiring berjalan waktu Suzy memang bisa memahami posisinya dan ia sudah belajar untuk menguatkan hatinya bahwa meskipun mereka tidak bisa seperti pasangan normal mereka tetap bisa menjadi sepasang kekasih. Dan ketika sampai di titik hati Suzy hanya merasa gatal dan bukan lagi ingin meledak melihat Myungsoo dikerubuti oleh fans, Suzy tersadar akan satu hal.

Dirinya memang mencintai Myungsoo dengan sepenuh hati. Nama Myungsoo juga selalu terngiang di kepalanya, obrolan keduanya selalu menyemangati harinya, dan wajah Myungsoo tak pernah lepas dari otaknya. Tapi apakah Myungsoo juga melakukan hal yang sama?

Myungsoo bukan sekedar remaja biasa. Pria itu adalah idol dan kini mulai aktif dalam drama-drama. Jadwalnya padat, membuatnya super sibuk. Suatu keajaiban ia masih bisa sekolah dan mengerjakan tugas. Ada ribuan bahkan ratusan ribu fans-nya di luar sana. Ada begitu banyak wajah cantik yang ia temui dalam acara musik. Juga begitu banyak adegan romantis yang ia lakoni bersama aktris supercantik di layar kaca. Tak terhitung berapa kali pria itu berpose bersama supermodel yang membuat pria mana saja mimisan.

Belakangan ini Suzy selalu berpikir. Bagaimana jika di tengah semua itu Myungsoo tak sempat memikirkan dirinya? Bagaimana jika sangking sibuknya Myungsoo tak sempat lagi mengingat dirinya? Bagaimana jika Myungsoo tergoda oleh salah satu idol lain dan akhirnya berpaling? Bagaimana jika akhirnya Myungsoo sadar bahwa Suzy jauh dari kata sempurna dan berhenti mencintainya?

***

“Tidakkah menurutmu L lebih cocok dengan aktris baru itu? Keduanya sangat serasi di drama kemarin! Untung sekali ia hanya second lead sehingga tidak ada kiss scene

Andwae! Aku tidak setuju. L lebih cocok dengan anggota Lovelyz itu, keduanya serasi!!”

Suzy memutar kedua bola matanya malas mendengar percakapan dua orang yeoja di sampingnya. Ia merasa ‘panas’ mendengar kekasihnya digosipkan dengan yeoja lain. Dengan wajah muram Suzy menekan bel di dekat tampat duduknya lalu keluar dari bus yang ia tumpangi. Dengan langkah gontai gadis itu berjalan menuju sekolahnya yang terletak sekitar seratus meter dari halte bus. Jalanan itu cukup lengang mengingat waktu masih menunjukkan pukul tujuh kurang. Suzy yang hari ini ada jadwal piket memutuskan untuk berangkat lebih pagi, lagipula tugas dari Mr.Choi masih ada dua nomor yang belum ia jawab. ‘Mungkin aku bisa melihat tugas Jieun nanti,’

Getaran halus di saku coat-nya membuat Suzy berhenti memikirkan cara-cara untuk membujuk Jieun yang suka tegas dan tidak mau meminjamkan tugasnya. Gadis itu melangkah memasuki gedung sekolah yang masih sepi sambil mengeluarkan benda persegi panjang putih dari saku coat-nya dan melihat pesan yang masuk.

Good morning sunshine! I miss you a lot. And once again you came into my dreams kkk~ Meet you at class sweetheart J

P.S : I hate to see your gloomy face L’

Suzy tersenyum tipis sambil membalas pesan dari Myungsoo lalu menyimpan kembali ponselnya dan mempercepat langkahnya menuju kelasnya. Semenjak otaknya berpikir mengenai ‘kemungkinan’ itu, Suzy jadi tidak bisa tersenyum dan kurang tidur, membuatnya terlihat seperti zombie yang sangat pucat.

Eh? I hate to see your gloomy face? Eottokhae..?

Pertanyaan di kepala Suzy terjawab saat ia sampai di kelas dan melihat Myungsoo sedang duduk di kusen jendela yang menghadap ke arah gerbang sambil tersenyum. Wajahnya terlihat letih dengan kantung mata namun senyum di wajahnya dan sorot matanya menunjukkan bahwa ia sedang senang. Suzy melangkah masuk ke dalam kelas dan tersadar bahwa kelas sudah bersih dan rapi.

“Aku ingin menikmati sepuluh menit sebelum kelas ini ramai berdua saja denganmu tanpa kau sibuk menyapu ruangan ini,” Kata Myungsoo sambil melompat turun dari jendela dan berjalan menghampiri Suzy. Pria itu langsung memeluk Suzy erat sambil menyandarkan dagunya ke bahu Suzy. “How I miss this aroma,” Bisik Myungsoo sambil mengeratkan pelukannya.

Suzy tersenyum sambil membalas pelukan Myungsoo dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. “I miss you too,”

Keduanya bertahan dalam posisi itu selama sekitar satu menit. Myungsoo melepaskan pelukannya dan menggandeng Suzy ke arah bangku mereka dan memberi kode Suzy untuk duduk di bangkunya sementara ia duduk di atas meja. Suzy sendiri men-setting timer selama sembilan menit agar nanti keduanya bisa bersikap normal sebelum manusia paling rajin di kelas datang.

“Kenapa wajahmu terlihat murung Suez?” Tanya Myungsoo lembut sambil menarik tangan Suzy dan mengarahkannya ke pipinya. Suzy mengelus sayang pipi Myungsoo yang terasa semakin tirus itu.

“Yeah kau tahulah, overthinking,” Jawab Suzy sambil tertawa paksa, karena saat itu suara dalam kepalanya menjerit, ‘Itu bukan hanya overthinking! Itu pertanda,’

Myungsoo terlihat tidak suka dengan jawaban Suzy. “Overthinking tentang?” Tanyanya cepat. Jujur ia sangat tidak tahan melihat wajah mendung Suzy yang membuat hatinya terasa sakit.

“Kau. Aku. Kita.” Jawab Suzy pelan, melepaskan tangannya dari genggaman Myungsoo dan menariknya cepat ke pangkuannya. Dan seperti biasa ketika ia cemas ia meremas kuat kedua tangannya.

“Maksudnya?” Tanya Myungsoo tak mengerti. Ia melompat turun dari kursi yang ia tempati dan berpindah ke samping Suzy.

Melihat Myungsoo yang sepertinya tak memahami maksud Suzy membuat Suzy menghela napas panjang. Ia mengacuhkan Myungsoo yang kini duduk di sampingnya dan memandang ke luar jendela. Hening menyelimuti ruangan itu selama beberapa saat.

I don’t know Myung, aku takut. Kau tahu kan overthinkingku parah? Aku takut kalau kau sampai di titik bahwa kau tidak mencintaiku lagi dengan segala kesibukanmu juga dengan segala macam yeoja cantik yang kau temui di luar sana. Aku takut Myung. Aku tahu kau sibuk dan aku sudah tidak mempermasalahkannya. Yang aku takut itu kau. Aku takut kau—“

TIRIIRIT TIRIIRIT’

Penjelasan Suzy terhenti saat ponselnya berbunyi nyaring dan menampilkan layar aplikasi timer yang disett Suzy menunjukkan angka nol. Suzy yang merasakan matanya mulai memanas dan berair langsung berjalan keluar kelas menuju toilet wanita.

Myungsoo sendiri masih shock mendengar penjelasan Suzy. Ia bingung harus mengatakan apa mengenai pemikiran kekasihnya yang sangat tidak ia duga itu.

Ia baru saja hendak mengejar Suzy saat beberapa orang yeoja mendekatinya sambil membawa cokelat dan hadiah. ‘Shit,’ gumam Myungsoo saat sadar ia tidak bisa mengejar Suzy dan menjelaskan bahwa Suzy terlalu overthinking.

***

Sepanjang hari itu Suzy sama sekali tidak menoleh ke arah Myungsoo yang duduk di sampingnya. Gadis itu sibuk mencatat atau melihat keluar jendela setiap kali Myungsoo mencoba mengajaknya berbicara. Dan saat istirahat gadis itu langsung menghambur ke tempat Jieun dan Soojung sementara dirinya dikerubungi fans.

Myungsoo berniat mengajak Suzy berbicara saat bel pergantian pelajaran nanti, namun sayang Ms.Kim, guru Biologi, langsung masuk begitu Mr.Choi meninggalkan kelas. Lagi-lagi Myungsoo hanya bisa menghela napas panjang. Dengan enggan ia membuka buku pelajarannya dan mulai mendengarkan penjelasan Ms.Kim, sementara Suzy terlihat sekali sedang melamun meskipun pandangannya terpaku ke papan tulis.

Myungsoo merasakan hatinya perih melihat Suzy menjadi melamun dan sedih seperti itu karenanya.

“… dalam tubuh kita terdapat tiga jenis otot. Dua otot bekerja secara involuntary atau tidak sadar dan di luar kehendak, sementara yang satu bekerja berdasarkan perintah kita, atau voluntary. Sekarang aku ingin kalian mendeskripsikan ketiga jenis otot ini dan buat tabel perbedaannya dalam sepuluh menit.”

Saat itu Myungsoo tersenyum, ia sudah menemukan cara untuk menjelaskan kepada Suzy bahwa gadis itu hanya overthinking.

***

Suzy menekan tombol berwarna merah di remote control tepat ketika layar hitam yang menggantung di dinding kamarnya menunjukkan adegan seorang aktor dan aktris berpelukan di pantai. Dengan kesal Suzy membanting remote itu ke sudut kamar dan menghasilkan suara prang keras.

Pacarnya saja tak pernah diajak ke pantai!’ Serunya kesal sambil menarik kursi di meja belajarnya dan membuka buku cetak Kimia-nya dengan kasar.

So you want me to take you to the beach?”

Suara familiar yang selalu membuat Suzy meleleh membuat gadis itu membalikkan badannya cepat dan terkejut mendapati sosok Myungsoo di dalam kamarnya. Di belakangnya terlihat pintu penghubung kamar dan balkonnya terbuka lebar. Suzy refleks merutuki dirinya yang lupa mengunci pintu pembatas itu dan merutuki kemampuan memanjat Myungsoo yang sangat baik.

“Suez,” Panggil Myungsoo sambil memberi kode ke arah Suzy untuk duduk di ranjang. Dengan enggan dan wajah tak bisa diartikan Suzy menghampiri Myungsoo dan dnegan patuh duduk di ranjangnya.

Myungsoo tersenyum senang dan berlutut di depan Suzy sambil mengeluarkan setangkai mawar putih yang ia sembunyikan di balik jaketnya.

“Aku kabur dan hanya punya waktu sejam sebelum Manager-ku sadar. Jadi kumohon Suez dengarkan aku baik-baik,” Kata Myungsoo sambil meletakan bunga itu di pangkuan Suzy.

“Dua tahun lalu aku menyatakan perasaanku padamu. Aku sudah mengatakan bahwa since the first time you laughed and waved to me I’ve fallen for you. Sejak saat kita bertetangga, sampai aku menjadi trainee, dan akhirnya menjadi idol, bahkan sampai detik ini, aku tetap merasakan getaran yang sama setiap kali aku melihat wajahmu atau mendengar namamu. Sejak saat itu juga Suez, senyummu tak pernah meninggalkan otakku dan selalu menjadi vitamin tersendiri. Tak peduli berapa banyak yeoja yang sudah kutemui. Tak peduli pose apa yang kugunakan saat photoshoot dan adegan apa yang kulakukan di TV, semuanya terlihat nyata karena aku selalu membayangkan bahwa lawanku itu kau Suez. Bagiku kau jauh lebih cantik dari mereka. Dibandingkan kau, mereka tidak ada apa-apanya Suez.”

Myungsoo menghela napas sebentar lalu kembali melanjutkan, “Bahkan sampai saat ini aku selalu merasakan hal yang sama tentangmu Suez. Tak pernah sedetik pun aku tidak memikirkan atau membayangkanmu. Kau tahu seberapa tersiksanya aku setiap harus ke luar kota atau negeri dan hanya bisa melihatmu melalui Skype. Suez, you have to know, even the smallest part of myself love the smallest part and things about you.”

“Seperti otot jantung yang bekerja tanpa sadar dan di luar kehendak pemiliknya, aku jatuh cinta padamu Suez. Seluruh hati dan pikiranku mencintai setiap hal kecil dari dirimu. I am...”

“…involuntary loving you, Suez.”

Suzy tak bisa menahan air mata haru yang sudah memenuhi pelupuk matanya mendengarkan penjelasan Myungsoo. Dengan perasaan hangat yang memenuhi hatinya ia menghambur ke pelukan Myungsoo.

I love you too,”

~~~

46 responses to “[DRABBLE] Involuntary Loving You

  1. allways myungzy tuh selalu sweet gatau mau comment mereka apa lagi aku aja udh ngefly sama sikap myungsoi

  2. Ya aku juga tanpa sadar mencintai kalimat demi kalimat yg disusun penulis dlm cerita ini..

  3. Keren.. nae suka critanya.. ntah mngapa klw bca ff myungzy tuh slalu ngefeel bda sma ff ff lain..

  4. Aaahhhh so sweetnyaaa><
    Myung tipe cowo setia, cowo idaman aarrgghhhh segalanya^^
    suzy~yaaa kau hrus percaya sma myung ya, myung bakalan setia kok kekekeke~

  5. Heh..suez beruntung banget. Si myung disini romabtis dan sweet banget lagi…hohoho seneng deh. Meskipun myung idol, tapi hatinya tetep buat suez.

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s