[Freelance] Life Without Feeling Chapter 1

life-without-feelings-copy

Title : Life Without Feeling | Author : SLiceS | Genre : Romance, Angst | Main Cast : Kim Myungsoo & Bae Suzy | Other Cast : Bae Baekhyun, Choi Minho, and others | Rating : Teen

BIG THANKS to rosaliaaocha@ochadreamstories for the Poster

Disclaimer :

Annyeong yeorobeun!! Icsey kini comeback dg ff chapter dan lagi-lagi nggak jauh dari roma-roma galau, kkk~ this story is pure mine, jd jeongmal mianhae kalo ffnya absurd, nggak nyambung, dan… membosankan? Kali ini saya belajar chapter. Mohon RCLnya yaa reader dlm pembelajaranku kali ini? Kkk. Sudahlah, sekian… HAPPY READING & KEEP RCL ^^ DITUNGGU MASUKANNYA~

Hari semakin sore, matahari pun mulai pulang ke barat. Saat ini, beberapa kelas  Kyunghee telah mengakhiri mata kuliahnya. Kerap kali seluruh kelas jurusan Music Modern menjadi pengawal berakhirnya jam mata kuliah semua jurusan. Bahkan jurusan tersebut memiliki julukan The First Last of The Last. Namun tidak untuk kali ini, masih ada satu kelas Music Modern yang baru saja selesai, setengah jam lebih lama dari Music Modern lainnya. Penghuni di dalamnya pun berhamburan keluar kelas tanpa perasaan karena saking lelahnya. Di dalamnya terdapat dua insan, satu namja dan satu yeoja. Sang yeoja sedang sibuk merapikan barang bawaannya sedangkan sang namja justru menyunggingkan senyum yang ambigu dan terkesan cengengesan terhadap sang yeoja. Entah disengaja atau tidak, sang namja menatapi sang yeoja hampir tak berkedip dan berbinar. Sehingga buku sang yeoja jatuh pun, pandangan sang namja setia mengekor gerak-gerik sang yeoja hingga sang yeoja mulai risih dan menatap sinis sang namja yang berada tepat di sampingnya.

 “Buang senyummu itu! Tidak sembarang orang tersenyum padaku! Ada yang aneh ?” Ucapnya tegas diakhiri nada penasarannya. Akhirnya selesai juga bawaan yeoja berjaket kulit hitam itu. Sangat cantik namun terlihat garang ditambah rambut yang dikuncirnya ke bawah.

 “Ani. Hanya saja wajahmu lucu ketika kesal begitu, kekeke. Perlu bantuan ?”

 “Ne, sangat perlu. TOLONG TINGGALKAN AKU DAN JANGAN TATAPI AKU SEPERTI  ITU!!” Pekik sang yeoja geram.

 “Ani. Tak akan.” Ucapnya lagi-lagi dengan tatapan yang membuat sang yeoja risih.

 “Ya sudah.” Yeoja itu berdiri dan hendak berlalu dari kelas, namun sang namja justru mengekor di belakangnya.

 “Apa lagi ?!!” Yeoja itu berbalik namun seketika terkejut karena jaraknya dengan sang namja sangatlah dekat.

 “KKHA MINHO-YAA!!” Teriak yeoja itu dengan lantang sehingga membuat namja bernama Minho seolah tertiup angin kencang, hingga ia terpental lumayan jauh ke belakang. Sangat berlebihan.

 “Slow down Suzy-ah! Aku takkan mengganggumu, aku hanya ingin mengantarkanmu pulang…” Mendengar nada bicara Minho yang berbeda di telinganya membuat yeoja bernama Suzy itu merinding.

 “Sh*t!! Tak butuh bantuan dari penggoda sepertimu!!” Pekik Suzy dengan cepat dan tegas seraya berlalu dari kelasnya.

 “What do you say ?!!” Pekik Minho tak kalah lantangnya mengejar Suzy di depannya.

 “PENGGODA TAK TAU MALU!!” Teriak Suzy yang membalikan badannya sebelum melanjutkan jalannya.

 “BINGO! AKU PENGGODA!! HANYA MENJADI PENGGODAMU SEPERTI YANG KAU BILANG!! TIDAK DENGAN YANG LAIN!! DAN KAU PASTI BUTUH BANTUANKU!!” Teriak Minho lebih lantang lagi. Namun kali ini ia membiarkan Suzy tidak dalam genggamannya karena biasanya ia berhasil pulang bersama Suzy dengan sikap bukan seperti ini.

 “Yaah… Gerimis!!” Suzy yang merasakan titik-titik hujan di kulitnya langsung berlari menuju halte untuk menunggu bus yang berhenti dan sekiranya sepi. Ia mengeratkan tubuhnya dalam dekapannya sendiri. Ia nampak menggigil karena hujan semakin deras.

 “Mana ini bisnya ?!! Kenapa dari tadi tidak ada kendaraan yang lewat ?!! Mungkin biayanya dinaikkan secara pribadi?  kemungkinan jam kerja dikurangi, eoh ?!! Kkk.” Ia mendelik kaget ketika melihat jam tangannya telah menunjukan jam empat sore.

 “Ini semua gara-gara namja bullsh*t itu!! Sialan kau CHOI MINHO!! Kenapa aku harus sekelas denganmu ?!!” Dari arah kanan Suzy, ternyata ada seorang namja yang menghampirinya menggunakan payung untuk melindunginya dari hujan. Namja itu berhenti di samping Suzy dan menutup payungnya.

 “Hm. Dingin juga, ne!” Namja itu mengatupkan kedua tangannya dan menggosokannya sambil menoleh ke Suzy, bermaksud mengajak ngobrol Suzy.

 “Uhm… Ne.” Balas Suzy canggung.

 “Tidak pulang ?” Tanya namja itu yang telah siap dengan payungnya.

 “Bis belum datang…” Lanjutnya sengaja ia gantung.

 “Kalau hujan seperti ini bis jarang lewat. Kajja! Aku antar!!”

 “Shirheo. Kau saja berteduh.” Tolak Suzy halus.

 “Kajja!!” Namja itu merangkul pundak kiri Suzy. Sontak awalnya Suzy kaget, dan tak lama berubah menatap sinis tangan yang merangkulnya.

 “Choesonghaeyo.” Rangkulan namja itu langsung terlepas. “Bukan maksudku kurang ajar. Waktu sangatlah berharga!” Ucap sang namja sekenanya.

 “O..Oh! Ne.” Jawab Suzy tenang walaupun sebenarnya canggung.

 “Masih ingat aku ?” Mendengar itu kening Suzy mengerut, ia menatap sang namja penuh tanda tanya.

 “Nugu..seyo ?” Tanya Suzy hati-hati.

 “Miris, kau melupakanku. Chingu sekelasmu waktu seleksi kampus awal.” Mendengar itu, Suzy mencoba memutar ulang memorinya setahun lalu dan tak lama senyumpun perlahan mengembang di bibirnya.

 “Ah, ne! Namja yang meminjamkanku pensil waktu itu! Kau baik sekali! Kamsahaeyo! Choesonghaeyo baru sekarang mengucapkannya. Siapa namamu ? Kim Miyoungsu ?”

 “Eissh, Nama saja lupa.” Namja itu pura-pura tersenyum kecut sambil menepuk dahinya.

 “Ah ne, Kim Myungsoo. Choesonghamnida.” Suzy tersenyum tidak enak menatap namja bernama Myungsoo. Karena ditatap, Myungsoo pun reflek menatapnya hingga tanpa mereka sadari debaran jantung membuncah perasaan masing-masing.

 SRRAATTT

 “KYAA!!” Hendak Suzy mengumpat terhadap mobil yang mengotori bajunya dengan air jalanan tapi karena hujan, perkataan kasar itu terurungkan keluar dari mulut cantik Suzy.

 “O’oo, sedikit basah!” Ucap Myungsoo terkejut menatap pundak Suzy.

 “Eish, seperti ini kau bilang sedikit, tch!” Desis Suzy kecewa.

 “Kau bawa ganti ?” Tanya Myungsoo khawatir.

 “Aniyo.”

 “Sepertinya rumahmu tidak dekat, bagaimana kalau kau mampir ke rumahku  untuk ganti pakaian dan menunggu hujan reda? Untuk pakaian tenang saja, aku punya yeodongsaeng, kau bisa mengenakannya…”

 “Bingo! Ternyata kau bisa membaca pikiranku, ne!! Karena jika aku pulang dengan keadaan seperti ini, pasti uri oppa langsung menghujaniku dengan omelannya… Aih… Jangan sampai hal itu terjadi!” Myungsoo tersenyum kecil mendengarnya.

 “Kajja!” Myungsoo menarik tangan Suzy yang reflek membuat sang empunya terkejut. Sama halnya dengan Myungsoo, Suzy tersenyum kecil setelahnya. Time is money, so Mereka berdua lebih mempercepat laju jalan menuju rumah Myungsoo.

 “Sampai. Masuklah! Choesonghaeyo kalau rumahnya tak nyaman untukmu.” Myungsoo membukakan pintu rumah sederhananya itu kepada Suzy.

 “Gwaenchanhayo. Eish! Jangan kau gunakan bahasa formal itu! Terasa aneh, arra?!” Kali ini Suzy mengeluarkan senyum tulusnya yang sontak membuat jantung Myungsoo berdebar kali kedua lebih cepat. Tak ingin debarannya disadari yeoja di sampingnya Myungsoo memberi jarak lebih di depan Suzy.

 “Ekhm! Sofa disediakan bukan untuk hiasan!” Sindir Myungsoo namun canda sambil menuju kamar dongsaengnya. Suzy mencibir pelan seraya duduk. Selama Myungsoo meninggalkannya, ia hanya bisa menatapi tiap ruas ruangan yang ia pijaki saat ini.

 “Yoojung-ah! Tolong sediakan air hangat di kamar mandi! Nae chingu tadi tersirat air jalanan.”

 “Nugu oppa ?”

 “Kau pasti mengenalinya.”

 “Mwo?”

 “Kajja! Jangan banyak tanya! Apa cita-citamu beralih ke wartawan, eohCha! Nanti oppa ceritakan.” Dengan kebaktiannya, Yoojung langsung mengisikan air hangat di dalam bath up kamar mandi yang ada.

 “Sudah oppa.” Yoojung keluar dari kamar mandi dengan senyum khasnya. Ia adalah dongsaeng yang baik, kebaikannya menurun dari oppanya.

 “Gomawo Yoojung-ah! Sudah sana kembalilah!” Yoojung berlalu meninggalkan mereka.

 “Cha! Mandi sana!”

 “Neo dongsaeng ?” Myungsoo mengangguk.

 “Kajja! Kau bisa masuk angin!!”

 “Ne! Siap bos!! Gomawo!!” Ucapnya berlagak namun diakhiri dengan senyum khasnya lagi sebelum berlalu menuju kamar mandi.

 “HAA!! Segarnya!!” Suzy keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

 “Selesai ?” Tanya Myungsoo yang juga baru saja turun dari kamar mandi kamarnya. Seketika ia tertegun melihat Suzy keluar dengan penampilan yang berbeda. Ia tertegun sekaligus jantungnya berdebar lagi, melihat Suzy yang hanya mengenakan dress milik Yoojung yang terlihat kecil di tubuh Suzy sehingga mau tak mau lekuk tubuh Suzy terpampang jelas di mata Myungsoo.  Ia terkejut, ia baru melihat Suzy mengenakan pakaian seperti itu, dan biasanya ia melihat Suzy dengan pakaian longgarnya. Sungguh pemandangan baru baginya dan cukup membuatnya gelisah.

 “Mwo? Ada yang aneh ?” Tanya Suzy langsung kepada Myungsoo yang masih tertegun.

 “Mwo? A.a.ni.” Jawabnya membuang muka sambil menyetabilkan perasaannya.

 “Kenapa diam saja ? Kemarilah. Ada yang ingin ku bicarakan.”

 “Ah, ne.”

***

 “Haa!! Masih sepi, semoga ia belum pulang…” Ucap Suzy lega ketika kepalanya menyembul masuk dalam pintu rumahnya.

 “Jinjja!! Huft!!” Ia perlahan masuk dan menutup pintu dengan hati-hati.

 “Hassh! Berhasil! Sepi ternyata! Huft!” Ucapnya lega sembari menaruh rapi sepatu dan tasnya di rak sekitar pintu masuk.

 “Mwo? Berhasil ? Memang sepi. Karena di rumah ini hanya ada kau dan oppa.” Suara yang familiar di telinga Suzy itu seketika membuat Suzy mendelik kaget dan perlahan membalikan badannya menghadap oppanya.

 “Ooh… oppa sudah pulang ? Bagaimana performanya, oppa? Sukses kan ?” Tanya Suzy berusaha mengalihkan perhatian sang oppa.

 “Geuromyo. Oppa selalu sukses dan tidak pernah gagal! Kkk…” Ujarnya bangga.

 “Ooh… Ne. Nae Baekhyun oppa jjang!! Pasti melelahkan, keutchi! Mandi sana! Oppa sangat bau!” Suzy mendorong oppanya ke dalam kamar mandi di lantai dasar.

 “YA! Oppa bisa jalan sendiri!! Neo gwaenchanha ? Seperti ada yang tidak beres dengan dirimu?!!”

 “Aniya oppa. Eobseo! Aku kan sayang sama oppa!! Aku tak ingin oppa sakit, apalagi dalam keadaan bau!” Ucapnya diakhirnya sebelum ia menutup pintu kamar mandinya. Ia bernafas lega, karena mungkin oppanya lupa akan kecurigaannya.

 “Semoga dia tak menyadarinya!” Gumamnya penuh harap. Suzy beranjak menuju kamarnya dan merebahkan dirinya di kasur.

 Keesokan harinya…

 Suzy POV

 

HACHIM Omona!! YA! Kenapa terik seperti ini ?!! Jam berapa sekarang ?

Jam weker… Neo eoddiya? Omo!! Sudah jam 8 ?!! Andwae! Aku telat!! Kepalaku masih pusing lagi, hassh!!

Aku berlari menuju kamar mandi HACHIM

Ya!! Bersin ini memang awalnya menguntungkan, karena telah membangunkanku tapi lama kelamaan sungguh menyusahkanku. Bagaimana mandinya kalau bersin terus seperti ini ??

Lebih baik aku mengikuti mata kuliah jam 10 saja, mata kuliah kedua.

Hah! Akhirnya selesai juga mandiku. Segar. Aku menuruni anak tangga dari kamarku menuju meja makan dan ternyata di sana ada oppaku yang sarapan dengan tenang. Dilihat-lihat oppaku menikmati sarapannya, namun raut wajahnya menunjukan kegelisahan. Wae? Tapi kenapa oppaku itu tak membangunkanku ?? Baru kali ini. Eish!

 “OPPA!! Kenapa kau tak membangunkanku, eoh ?!!” Teriakku yang membuatnya menatapku dengan berbinar. Ada apa lagi ya ? Isanghane.

 “Teriak.” Ucapnya yang tak ku mengerti.

 “Kau sudah sehat ?” Tanyanya tiba-tiba.

 “As you see.” Bukannya aku kesal, kenapa justru aku memberikannya senyuman ? Sialan.

 “Geundae, tadi uri dongsaeng terlihat tidak sehat. Maka dari itu oppa tak tega membiarkanmu masuk hari ini.”

 “Geurae… Ya sudah oppa. Aku berangkat dulu. Bye!!” Aku sudah berlari sampai di ambang pintu utama rumahku.

 “YA!! Kau belum sarapan!!”

 “NO PROBLEM!!” Teriakku dari ambang pintu. Namun aku berlari menuju oppaku kembali dan dengan kilatnya aku mengecup pipinya.

 “BYE OPPA!! Doakan aku selamat, ne!!”

 “YA!! OMONGANMU!! KAU SELALU SELAMAT!!” Teriak oppaku yang terdengar samar-samar. Dia oppaku yang sangat baik, perhatian pula. Aku sangat sayang padanya, walaupun terkadang ia suka mengatur, tapi itu demi kebaikanku. Awalnya memang. aku kesal diaturnya terus-menerus, namun akhirnya aku dapat mengerti maksudnya mengaturku.

 “Hah!! Benarkan! Untung saja sekarang masih istirahat!” Aku sekarang dapat bernafas lega melihat kampusku tak sepi, alias waktunya istirahat. Aku berlari menuju kelasku agar tak membuang waktu.

 BRUUK

 “YA!!” Kepalaku terpental ke belakang. Aku merasakan keningku terhantam sesuatu yang besar. Sialnya rasanya sakit. Aku menggosok pelan keningku ini, mencoba menghilangkan pening yang melandaku saat ini.

 “Ch..choe..songhaeyo… Gwaenchanhayo ?” Namja asing. Suaranya terdengar asing.

 “GwaenchanhayoGeundae, ige appoyo!!” Aku masih saja meringis merasakan pening di kepalaku. Kenapa rasa ini masih saja bertahan.

 “Ne, dahimu merah.” Ucap namja yang sama sambil menatap dahiku khawatir.

 “Gwaenchanhaya. Choesonghaeyo, waktuku sempit.” Tanpa menghiraukannya lagi aku berlalu meninggalkannya menuju kelasku. Akhirnya, aku sampai juga di kelasku. Demi memastikan bahwa aku tak salah kelas, aku melihat lagi class tag yang tertera di atas pintu kelas dan benar aku tak salah kelas. Jamkkan! Aku mendengar suara canda tawa namja yeoja ? Aku familiar juga dengan suara si namja ? Minho ? Eish!! Jinjja!! Benar-benar namja bermulut buaya. Ya Tuhan… Semoga dia tak melihat ku.

Aku berjalan dengan membuang muka agar keberadaanku tak disadari namja sialan itu. Sampai aku membela-belakan berjalan dengan menempel pada dinding kelasku ini. Akhirnya… Aku sampai juga pada deretan bangkuku. Tapi belum sampai di bangkuku.

 “Ekkhmm!!” Sialan! Dia sudah sadar akan keberadaanku.

 “Nyaman apa jalan seperti itu, eoh ?”

 “Bukan urusanmu!!” Aku langsung menghilangkan image jalan menempelku pada dinding barusan, sungguh memalukan.

“Kenapa kau baru datang ?” Tanyanya sok perhatian.

 “Shut up your mouth!!” Aku menatapnya tajam. Aku membuang tasku asal di atas bangkuku. Aku membalikan badanku dan berlalu darinya entah mau kemana aku ini.

 “Awalnya bermulut ular tapi aku tidak menyangka! Ternyata mulut buaya!! Dasar namja bullsh*t!!” Aku berteriak bermaksud menyindirnya.

 “Memang di depanmu aku seperti mulut ular yang mengeluarkan bisanya langsung pada mangsa yang diincarnya seperti kau. Namun aku akan menjadi mulut buaya pada yang lainnya, hanya untuk hiburan ketika hatiku kosong!! Arra?!” Mwo?!! Apa lagi yang dikatakannya ?!! Sungguh tak masuk akal!! Menyebalkan!! Lebih baik aku menenangkan diriku saja. Aku berjalan tak tentu arah, berjalan mengikuti kemana hatiku tertuju.

 “Mwo? Kenapa ricuh begitu ?” Pikirku asal menatap lapangan basket yang didominasi penonton yeoja. Aku menyipitkan mataku menatap lebih jeli kenapa bisa ricuh seperti itu. YAA!! Suzy-ah!! Neo jeongmal pabboya!! Ya lapangan basket pasti untuk pertandingan basket, Suzy-ah! Daripada aku bertransformasi seperti patung begini, lebih baik sekali-sekali aku menonton pertandingan basket. Baru pertama ini, semoga menyenangkan.

 “Chogiyo, bolehkah aku berbagi tempat denganmu?” Tanyaku pada seorang namja sambil memastikan celah duduk di sampingnya.

 “Oh, ne. Silahkan.” Ucapnya menghadapku sekaligus memberikan senyumannya yang menurutku sangat manis. Namja penolongku, senyumannya sungguh mendamaikan hati.

 “Gomawo.” Aku juga membalasnya dengan senyumanku.

 “Pertandingan kurang lima menit lagi!!” Seru panitia pertandingan dengan mikrofonnya.

 “Yaahh… Ternyata pertandingan basket tak seseru yang ku kira.” Gumamku lesu. Anehnya kenapa Myungsoo menatapku heran?

 “Ada yang aneh ?” Tanyaku spontan.

 “Baru pertama ?” Aku mengangguk.

 “Tak suka olahraga ?”

 “Hanya berenang.” Jawabku kikuk.

 “Perenang yang handal, keutchi ?”

 “Ne, begitulah. Hehe…” Aku tersenyum kikuk. Debaran ini datang tanpa diminta, melihat senyum manis dengan lesung pipinya, aigo! Baru pertama ini aku kagum pada namja manis sepertinya.

 “Selesai!! 58 untuk Kyunghee, dan 52 untuk Konkuk!! Selamat untuk kalian!!”

 “DAEBAK! GOOD JOB!” Sorak Myungsoo tiba-tiba yang membuat telingaku berdengung sontak membuatku menepuk-nepuk telingaku.

 “Eh? Mian kalau membuatmu terkejut.”

 “Gwaenchanha.

 Normal POV

Mata kuliah kedua di kelas Suzy pun berlangsung namun Suzy telat 30 menit. Kemungkinan kecil ia diperbolehkan masuk atau kompensasi dengan hukuman penggantinya menyusul. Tak terasa hari semakin sore, matahari pun tak tinggal diam, ia harus melanjutkan perjalanannya menuju waktu di mana ia wajib bekerja dan mata kuliah di kelas Suzy pun telah berakhir. Satu persatu murid di dalamnya keluar termasuk Suzy.

 “YA KAU BAE SUZY!! INGAT HUKUMANMU!!” Teriak Dosen pengajar mata kuliah terakhir yang menyadarkan Suzy akan kesalahannya dan membuatnya berhenti keluar kelas.

 “Bisa hukuman lain tidak saem, selain tambahan materi mata kuliah ?? Aku tidak dilarang pulang malam.” Ucapnya dengsan wajah memelas.

 “Saya tidak mau tau!! Semua mahasiswa mata kuliah saya tidak boleh ketinggalan materi termasuk kau, arra!! Jadi jangan membantah!!”

 “Suzy-ah ? Mau ku tunggu dan ku antar ?” Bisik Minho tiba-tiba tepat di telinga Suzy sontak membuat sang empunya bergidik ngeri akan hembusan nafas di telinganya.

 “Boleh dan sangat mau!!” Balasnya kali ini dengan sikap manisnya dengan penekanan tiap katanya.

 “Eotte ?” Tanya Suzy mengangguk berharap.

 “Apa imbalannya jika aku menurutimu ?” Balas Minho mencondongkan wajahnya sontak membuat Suzy memundurkan wajahnya.

 “Kau mau apa ?” Tanya Suzy balik.

 “I want your… ipsure.” Bisik Minho lebih dekat lagi di telinga Suzy. Seketika Suzy mendorong wajah Minho jauh-jauh dari hadapannya dengan telunjuknya.

 “YA!! Dasar namja byeontae!! Pulang sana! Enyahlah kau dari sini!” Desis Suzy menendang kursi Minho.

 “Ya sudah. Bye yeobo!!”

 “Mwo? Yeobo ?” Tanya dosen tiba-tiba.

 “Animida, saem. Perkataan namja tadi bukan seperti yang saem pikirkan.”

 “Kalian… suami istri ?” Tanya dosen Jang tercekat.

 “Jangan sampai saem… Memiliki namjachingu seperti dia saya tidak bisa membayangkannya, apalagi memiliki suami seperti dia.” Suzy menghembuskan nafasnya mencoba untuk menenangkan dirinya.

 “Ya sudah, ayo kita mulai!”

 “Selesai. Sekarang sudah jam setengah enam. Hati-hati di jalan, ne. Semoga mata kuliah ini bermanfaat untukmu.” Ucap dosen Jang dengan entengnya langsung meninggalkan Suzy sendirian di kelas dengan waktu yang sudah petang, di luar dugaannya. Dia kira dosen Jang akan bermurah hati, tapi nyatanya sekali tidak tetap tidak.

 “Teganya…” Ucapnya hampir menangis. Suzy keluar dari kelasnya dengan gontai. Ia bingung karena harus pulang sendirian di tengah petang seperti ini.

 “Semoga saja aman, yeoja sepertiku pulang sendirian di tengah petang seperti ini.”

 “Pulang bersama ?” Suara namja yang dihantamnya tadi pagi kini membuatnya terkejut.

 “Mwo? Sunbaenim ? Kenapa baru pulang?”

 “Cukup panggil aku Kangjun oppa.” Ucap Kangjun lembut dengan senyum dan lesung pipi manisnya. “Sama sepertimu, akibat pertandingan, aku harus mengikuti tebusan jam mata kuliah yang tak ku ikuti.” Lanjutnya tetap tersenyum.

 “Eotteohkkeyo ? Pulang bersama ?” Tanya Kangjun lagi karena tak mendapat jawaban dari Suzy.

 “Ne. Apa rumah oppa sejalan denganku ?”

 “Molla. Lihat saja nanti.” Itulah percakapan terakhir mereka sebelum keheningan pun melanda mereka.

 “Suzy-sshi ?”

 “Ne ?”

 “Bagaimana jawaban yang tadi ?”

 “Mwonde? Jawaban apa ?”

 “Pasca pertandingan basket tadi?.”

~~To Be Continued~~

Eotte? Pahamkah? Uda ada yg bisa nebak alurnya? Ato bahkan nggk paham sama sekali karena membosankan dan absurd? CHOESONGHAMNIDA. Di sini baru pengenalan, kkk~ jadi kutunggu penilaian dan masukan dari para reader!! Aku khawatir kalo ff ini nggantung di tengah jalan karena kurangnya ide, hmm… KEEP RCL READER ^^ I LOVE YOU

26 responses to “[Freelance] Life Without Feeling Chapter 1

  1. Masih bingung–di pertandingan suzy ketemu sama namja penolongx myungsoo kan? knp dan kapan kangjun menyatakan sesuatu pd Suzy?

    Minho ceritax player n suka Suzy y??? Myungsoo cowok sederhana n baik hati sering membantu suzy —kakak suzy yg baik hati baekhyun?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s