[Freelance] It Must Be Love Chapter 7

Title : It Must Be Love | Author : @reniilubis| Genre :  Drama, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Disclaimer: 

All casts are belong to their self and God

Poster by        : rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy Reading^^

 

 

Myungsoo mendongakkan kepalanya dan melihat ke balik tembok saat merasa Jongin sudah pergi dari sana. Ia kemudian berdiri tegak saat sudah memastikan namja itu tidak ada lagi. Myungsoo memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, lalu bersandar ke tembok yang tepat berada di belakang tubuhnya dan menghadap yeoja yang sekarang tepat berada di hadapannya itu.

“Jadi, bisa kau beritahu aku siapa namja itu?”

 

 

*

 

 

Minho mengernyit heran saat mendapati meja yang ia dan Suzy tempati semula sudah kosong. Ia sama sekali tidak melihat Suzy ada disitu. Ia meletakkan nampan berisi makanan miliknya dan Suzy ke atas meja, lalu melihat kesana-kemari untuk mencari sosok Suzy. Namun ia sama sekali tidak menemukan yeoja itu. Minho melihat kursi yang awalnya di duduki oleh Suzy, dan hanya melihat tas Suzy saja masih pada tempatnya. Ia mengeluarkan ponselnya, lalu mencoba untuk menghubungi Suzy. Namun hingga beberapa kali Minho menghubungi Suzy, nomor gadis itu selalu sibuk dan tidak bisa di hubungi untuk saat ini. Minho menghela nafas sejenak, lalu melahap makan siangnya setelah meletakkan handphonenya di atas meja. Ia berpikir mungkin Suzy sedang pergi ke toilet sebentar, jadi tidak ada salahnya jika ia makan duluan sambil menunggu Suzy kembali.

 

 

**********

 

 

Myungsoo mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali pertanda ia mengerti dengan penjelasan Suzy barusan, lalu menatap gadis yang ada di depannya itu dengan tatapan  bersalah. Entahlah, ia benar-benar merasa bersalah pada Suzy. Ia merasa bahwa sikap ketidakpeduliannya pada Suzy selama ini berujung dengan situasi seperti ini. Ia memperhatikan Suzy yang sedang melahap ice cream nya dengan penuh semangat, lalu tersenyum. Ya, saat ini Myungsoo dan Suzy sedang berada di toko ice cream yang terletak di depan kampus mereka. Myungsoo sengaja mengajak Suzy ke tempat ini untuk menenangkan gadis itu, yang ia pikir masih dalam fase ketakutannya.

“Jadi begitu…” komentar Myungsoo singkat saat Suzy selesai menjelaskan semuanya pada Myungsoo. Siapa Jongin sebenarnya, kenapa ia bisa mengenal Jongin, dan kenapa ia begitu ketakutan bila melihat Jongin, sudah ia jelaskan pada Myungsoo secara detail dari awal hingga sampai saat ini.

“Tapi sebenarnya dia tidak bermaksud jahat padaku. Dia hanya ingin membuatku mengikuti dan melakukan semua apa yang dia mau, namun dengan cara memaksa. Dia akan bersikap manis padaku, tapi kalau aku akan menuruti semua permintaannya.” jelas Suzy lagi, lalu memasukkan sesendok penuh ice cream ke dalam mulutnya.

“Jadi sebenarnya, apa maunya?” tanya Myungsoo lagi masih tetap fokus menatap Suzy yang ada di hadapannya, dan tersenyum geli saat ice cream yang ia makan berserakan di sekitar mulut Suzy, terlihat seperti anak-anak.

“Dia ingin aku kembali padanya. Padahal jelas-jelas dia tahu bahwa aku tidak bisa lagi berhubungan dengannya.”

Myungsoo mengambil tissu yang ada di atas meja, lalu memberikannya pada Suzy.

“Ya, kenapa kau kotor sekali, sih!” seru Myungsoo. “Cepat bersihkan itu.” lanjutnya.

“Benarkah? Ah! Mianhae. Gomawoyo, Myungsoo-ya.” kata Suzy cepat lalu segera mengambil tissu yang di sodorka Myungsoo padanya.
“Apa kau selalu ketakutan bila bertemu dengannya?” tanya Myungsoo penasaran.

“Ya, kadang-kadang aku ketakutan bila melihat sosoknya. Tapi aku sama sekali tidak berharap bertemu dengannya lagi. Yang aku sesalkan, kenapa aku bisa bertemu dengannya lagi? Bahkan kami berada di kampus yang sama.” kata Suzy frustasi. Raut wajahnya berubah menjadi kesal.

“Sudahlah, tidak usah terlalu dipikirkan. Kau disini tidak sendirian, kan? Masih ada aku. Kau bisa menghubungiku jika namja itu mendekatimu lagi. Arraseo?” kata Myungsoo. Nadanya terkesan memaksa saat berkata seperti itu kepada Suzy.

“Ah, benarkah? Jinjja? Kau serius, Myungsoo-ya? Kenapa kau begitu baik?” teriak Suzy saking girangnya. Bahkan beberapa orang sedang melihat ke arah mereka karena teriakan Suzy barusan.

“Aish! Ya! Pelankan suaramu. Kau membuatku malu.” kata Myungsoo cepat, lalu menatap Suzy sinis.

“Ah! Mianhae, Myungsoo-ya~ he…he…” cengir Suzy lebar ke arah Myungsoo, lalu kembali duduk di kursinya dengan tenang. Dia sangat senang dengan ucapan Myungsoo barusan. Itu berarti Myungsoo peduli padanya. Ah~ bahkan Suzy ingin sekali memeluk dan mencium namja itu saking senangnya. Ia tak henti-hentinya memandang wajah tampan Myungsoo, sementara Myungsoo hanya balas menatap datar Suzy.

“Hmm… jadi, siapa namja yang tadi pergi bersamamu ke kantin?” tanya Myungsoo,  sebenarnya sedikit ragu mau menanyakan hal itu. Sejak kapan ia sepeduli ini terhadap Suzy? Bahkan ia sendiri tidak tahu kenapa ia melakukan ini semua.

“Eoh?! Ah, Minho? Namanya Choi Minho. Dia orang yang sangat baik. Bahkan kami sudah sangat dekat padahal baru bekenalan 2 hari yang lalu.” jelasnya dengan semangat, lalu mengalihkan tatapannya pada handphone nya yang terletak di atas meja. Melihat ada pesan masuk, yang ternyata sebuah pesan dari Minho.

“Myungsoo-ya, aku harus ke kantin sekarang. Minho sedang menungguku disana.” kata Suzy, lalu berdiri bermaksud meninggalkan Myungsoo.

“Aku ikut bersamamu.” kata Myungsoo cepat, lalu berdiri. Sontak, Suzy langsung menoleh ke arah Myungsoo. Binar-binar kebahagiaan tampak jelas menghiasi bola mata hitam kelamnya. Bagaimana mungkin ia tidak bahagia menerima sebuah kenyataan bahwa Myungsoo yang sekarang sudah jauh berbeda dengan Myungsoo yang dulu saat pertama kali dia temui? Ia sungguh-sungguh bahagia sekarang Myungsoo mau bersama dengan dirinya, bahkan semua perlakuannya hari ini terkesan peduli padanya. Suzy nyaris menangis di tempatnya karena terharu, namun cepat-cepat ia tersadar dan tersenyum kepada Myungsoo.

“Myungsoo-ya, apa tidak merepotkanmu?” tanya Suzy hati-hati.

“Ani. Jam kuliah ku sudah selesai hari ini. Kau masih ada kelas setelah ini?”

“Tidak ada. Dosennya sedang berhalangan masuk hari ini. Aku berniat pulang saja. Rasanya hari ini aku lelah sekali.” cerocos Suzy sambil terus berjalan. Tanpa sadar, Myungsoo tengah tersenyum tipis pada Suzy.

Tak berapa lama kemudian, Suzy dan Myungsoo sampai di kantin. Suzy langsung menghampiri Minho saat melihat namja itu sedang asyik dengan ponsel di tangannya.

“Minho-ya!” panggil Suzy saat ia sudah sampai di dekat Minho.

“Ah, mianhae. Aku tadi ada urusan mendadak dan tidak sempat memberitahumu.” kata Suzy, lalu duduk di kursinya semula.

Minho memperhatikan Suzy, lalu perhatiannya teralih pada sosok namja yang tadi datang bersama Suzy.

“Hmm… nugu?” tanya Minho sambil memperhatikan Myungsoo yang sudah duduk di sebelah Suzy.

“Eoh! Aku hampir lupa. Perkenalkan, ini Kim Myungsoo.” kata Suzy memperkenalkan Myungsoo kepada Minho.

“Kim Myungsoo imnida.” kata Myungsoo sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Minho.

Minho segera membalas uluran tangan Myungsoo sambil tersenyum ramah. “Choi Minho imnida.”

Tak ada percakapan berarti yang terjadi di antara mereka bertiga karena Suzy sudah kembali sibuk dengan makanan yang tadi di pesannya.

 

 

-Skip Time-

 

 

Malam itu, tepat pukul 8 malam, bel rumah Myungsoo dan Suzy berbunyi.

“Biar aku saja yang membukanya.” tawar Suzy cepat sebelum Myungsoo sempat membuka mulutnya.

Suzy berjalan ke depan, lalu membuka pintu. Senyumnya otomatis melebar saat menemukan wajah Sungjong di sana.

“Sungjong-ah~~~”

“Noona, maaf baru datang sekarang.” kata Sungjong sambil menarik kopernya masuk ke dalam rumah.

Ya, hari ini Sungjong akan menginap di rumah Myungsoo dan Suzy selama satu minggu penuh dikarenakan appa mereka mendapat tugas ke luar kota dan eomma nya ikut bersama appa nya. Sungjong sama sekali tidak mau tinggal sendirian di rumahnya.

“Myungsoo hyung!!!” teriak Sungjong kelewat keras sambil menghampiri Myungsoo dan memeluk namja itu erat.

“Aish! Ya! Yaa! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” Myungsoo meronta-ronta di pelukan Sungjong. Jujur saja, sejak dulu, dia memang agak risih bila Sungjong memeluknya. Entahlah, ia merasa tidak nyaman.

“Sungjong-ah, ayo makan malam bersama.” kata Suzy ceria sambil memberikan piring kosong kepada Sungjong.

“Gomawoyo, Suzy noona….”

Acara makan malam mereka kali itu terasa berbeda, tentu saja karena adanya kehadiran Sungjong di rumah mereka.

 

 

-20 menit kemudian-

 

 

“Hyung, kau belum tidur?” tanya Sungjong memasuki kamar Myungsoo. Ya, Sungjong akan tidur di kamar Myungsoo hingga seminggu ini.

“Wae?” tanya Myungsoo dengan suara beratnya.

“Ani. Hanya bertanya saja.” Sungjong memposisikan dirinya duduk di sebelah Myungsoo yang sedang membaca buku, sedangkan ia segera mengeluarkan PSP hitam kesayangannya dari dalam tasnya.

“Hyung, besok sepertinya aku akan menginap di rumah Taemin. Karena ada beberapa makalah yang harus kami selesaikan dalam waktu 2 hari ini. Aku juga tadi sudah memberitahunya pada Suzy noona,” kata Sungjong sambil matanya tetap fokus pada PSP nya.

“Terserah kau saja.” Kata Myungsoo singkat sambil membalik halaman bukunya. Benar-benar kakak yang cuek. -_-

Sungjong melirik sekilas pada Myungsoo lalu mencibir pelan.

“Bagaimana mungkin Suzy noona bisa bahagia tinggal bersamamu kalau pada adikmu saja kau cuek seperti ini?”

“Ya! Jangan pancing aku untuk bertengkar denganmu saat ini. Aku sedang tidak mood.” Myungsoo menutup buka yang di bacanya tadi, lalu beranjak keluar dari kamar, meninggalkan Sungjong yang kini sedang melongo parah melihat tingkah ajaib kakaknya itu.

Saat Myungsoo berjalan mendekati kulkas, ia melihat Suzy baru keluar dari kamar mandi.

“Kau sudah meminum obatmu?” tanya Myungsoo sambil membuka pintu kulkas.

“Ne. Aku sudah meminumnya, Myungsoo-ya.” jawab Suzy sambil terburu-buru memasuki kamarnya. Entahlah, Suzy merasa ada yang aneh pada perutnya. Ia merasa mual sejak kemarin sore. Dia pun tidak tahu apa penyebabnya.

Myungsoo yang menyadari ada sesuatu yang aneh dari Suzy hanya menaikkan sebelah alisnya saja, heran.

 

 

**********

 

 

Hari ini, Myungsoo dan Suzy hanya tinggal berdua saja di rumahnya, karena Sungjong akan menginap di rumah temannya malam ini. Suasana di rumah mereka tentu saja seperti hari-hari sebelumnya. Seperti tak berpenghuni. Sepi, sunyi, tenteram(?).

Pada malam harinya, Myungsoo memeriksa handphone nya dan melihat ada sebuah pesan masuk yang ternyata dari Sungyeol.

 

From: Sungyeol

Myungsoo-ya, malam ini kami akan datang ke rumahmu. Aku bersama dengan Hoya, Woohyun, Dongwoo, dan yang lainnya akan menyusul. Tunggu kedatangan kami, ne? 5 menit lagi kami akan sampai.

 

Mata Myungsoo sontak melebar sesaat setelah ia selesai membaca pesan dari Sungyeol. Ia mulai panik sekarang. Teman-temannya akan datang sekarang tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Myungsoo mulai berpikir apa yang harusnya ia lakukan sekarang, terutama pada Suzy. Ia benar-benar tidak mempunyai waktu yang banyak saat ini, apalagi berpikir jernih. Tepat saat ia ingin memanggil Suzy, saat itu pula Suzy baru saja keluar dari kamarnya. Myungsoo dengan cepat menghampiri Suzy, dan meraih sebelah tangan Suzy lalu menariknya keluar rumah menuju mobil mereka yang terparkir di garasi. Suzy yang heran dan tidak tahu apa-apa, akhirnya bertanya pada Myungsoo.

“Myungsoo-ya, ada apa? Kita mau pergi kemana malam-malam begini?” tanya Suzy.

“Tunggu disini,” kata Myungsoo cepat sebelum Suzy bertanya lebih banyak lagi.

Suzy hanya memandang kepergian Myungsoo yang masuk ke dalam rumah dengan sangat heran. Beberapa saat kemudian Myungsoo kembali, lalu masuk ke dalam mobil di bagian jok belakang mobil tempat ia memasukkan Suzy tadi. Di tangannya, tampak beberapa utas tali dan sebuah sapu tangan berwarna hitam.

“Myungsoo-ya, sebenarnya ada apa?” tanya Suzy semakin heran.

Myungsoo memegang bahu Suzy lembut, lalu mengelus kepala Suzy pelan.

“Suzy, maafkan aku. Aku akan menjelaskan semuanya tapi tidak sekarang. Aku tidak punya banyak waktu. Sungguh, aku benar-benar minta maaf padamu.” Kata Myungsoo terburu-buru, lalu menarik kedua tangan Suzy ke belakang. Dengan cepat, Myungsoo mengikat tangan Suzy dengan tali yang ia bawa tadi. Tidak terlalu kuat, tapi berhasil membuat Suzy meringis karena gesekan kasar tali itu dengan kulitnya.

“Myungsoo-ya, apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengikatku seperti ini?” tanya Suzy dengan suara bergetar menahan tangis. Suzy benar-benar takut sekarang. Ia takut Myungsoo akan melukai atau menyakitinya saat ini.

“Maafkan aku. Aku berjanji, setelah semua ini selesai aku akan menjelaskannya padamu. Aku benar-benar minta maaf padamu.” Myungsoo mengambil seutas tali lagi, lalu mengikat kaki Suzy menjadi satu.

Akhirnya, tangis Suzy pecah begitu saja. Entahlah, ia benar-benar takut sekarang. Ia tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi sampai Myungsoo melakukan ini padanya.

“Myungsoo-ya…..hiks……” Suzy tidak bisa menahan tangisnya lagi.

“Suzy, aku benar-benar minta maaf. Ini tidak akan lama. Aku tidak berniat jahat padamu. Percaya padaku, ne?” kedua tangan Myungsoo terulur untuk menghapus air mata Suzy yang mengalir begitu deras di pipinya. Hatinya mencelos, bercampur dengan rasa tidak tega, melihat Suzy yang menangis di hadapannya ini sekarang. Sungguh, ia tidak bermaksud apa-apa melakukan ini semua, apalagi ingin bermaksud jahat. Saat ini, karena terlalu panik, dan waktu yang sangat terbatas, ia sama sekali tidak bisa berpikir jernih. Hanya ini yang terbesit di otaknya sekarang. Kalian pasti tahu kenapa Myungsoo melakukan ini semua, kan? Tentu saja ia tidak mau nanti teman-temannya datang dan melihat Suzy ada di rumahnya. Ia benar-benar tidak mau hal itu terjadi.

“Suzy, jeongmal mianhae……” Myungsoo memeluk Suzy, membiarkan Suzy menangis di dadanya. Sebuah suara klakson mobil menyadarkan Myungsoo dan Suzy. Myungsoo sontak menegakkan tubuhnya, lalu dengan cepat mengambil sapu tangan berwarna hitam yang tadi di bawanya, dan langsung mengikatkannya pada mulut Suzy sehingga mulut Suzy kini sudah tertutup dengan sapu tangan itu. Mengantisipasi bila tiba-tiba Suzy akan berteriak.

“Aku akan segera kembali.” kata Myungsoo, lalu cepat-cepat keluar dari mobil dan tidak lupa mengunci mobilnya.

Myungsoo keluar dari garasi, dan menemukan Woohyun sudah berdiri di depan pintu rumahnya.

“Eh, kalian sudah datang?” tanyanya basa basi sambil menutup pintu garasi.

“Myungsoo-ya! Kami membawa banyak makanan. Ayo kita berpesta……..” dan suara tawa khas mereka menggelegar di seluruh penjuru rumah itu. Sepertinya malam ini mereka akan bersenang-senang.

 

 

*

 

 

Suzy bergerak-gerak gelisah dalam duduknya. Tidak ada yang bisa ia lakukan dengan keadaan terikat seperti ini. Tangannya sudah mulai sakit karena sudah hampir satu jam tertekuk ke belakang. Sedari tadi ia melihat-lihat ke belakang, berharap Myungsoo akan datang dan melepaskan ikatannya. Ia akhirnya mengerti kenapa Myungsoo melakukan ini padanya. Ternyata teman-teman Myungsoo datang, dan tentu saja Myungsoo tidak ingin teman-temannya tahu bahwa ia tinggal bersama dengan seorang yeoja. Tapi yang mengganjal dipikirannya, Myungsoo seharusnya tidak perlu melakukan ini padanya. Ia rasa, Myungsoo cukup mengatakan kalau Suzy harus melakukuan sesuatu, yang penting teman-temannya tidak tahu dengan keberadaan Suzy, Suzy akan dengan senang hati melakukan apa pun. Bahkan kalau perlu ia bersedia pergi dari rumah sampai teman-teman Myungsoo pulang.

Suzy hanya menghela nafas pasrah. Ini semua sudah terjadi, pikirnya. Suzy menyandarkan kepalanya pada kursi mobil, lalu memejamkan matanya. Tak berapa lama kemudian, ia sudah terlelap.

 

 

-02:00 a.m-

 

 

Myungsoo membuka pintu mobilnya, dan melihat Suzy sudah tertidur pulas di sana. Ia masuk ke dalam mobil, lalu memandangi wajah Suzy lama. Hatinya merasa sakit saat ia tersadar apa yang telah di lakukannya pada Suzy saat ini. Sebelah tangannya terulur bermaksud untuk mengelus kepala Suzy. Suzy tersentak secara tiba-tiba dari tidurnya karena merasa ada sebuah sentuhan di kepalanya. Ia membuka matanya, lalu mengerjapkan matanya beberapa kali.

“Ah, mianhae aku telah mengganggu tidurmu.” Kata Myungsoo pelan lalu kembali menarik tangannya.

“Mmhhh…..” balas Suzy masih mengerjap-ngerjapkan matanya.

Myungsoo lalu cepat-cepat membuka ikatan sapu tangan itu, lalu melepaskannya dari mulut Suzy.

“Myungsoo-ya, sejak kapan kau ada disini? Kau belum tidur?” tanya Suzy dengan suara yang sedikit serak.

“Suzy-ya, mianhae. Ternyata teman-temanku menginap di rumah kita malam ini. Aku sama sekali tidak tahu.”

“Myungsoo-ya, bisa tolong lepaskan ikatan di tanganku? Tanganku terasa sakit.” keluh Suzy lalu menggerak-gerakkan tangannya yang terikat di belakang punggungnya.

“Ah! Maafkan aku. Aku benar-benar lupa.” Myungsoo dengan cepat segera melepaskan ikatan di tangan dan di kaki Suzy.

“Apa sangat sakit?” tanya Myungsoo, raut wajahnya sedikit khawatir.

“Ani. Hanya sakit sedikit saja. Kau tenang saja.” balas Suzy sambil tersenyum.

Myungsoo meraih kedua tangan Suzy lalu mengelus-elus pergelangan tangan Suzy yang terikat tadi.

“Maafkan aku.” Katanya sekali lagi.

“Kau tidak perlu minta maaf, Myungsoo-ya. Aku baik-baik saja.”

“Kau pasti sangat marah padaku, kan? Aku tahu kau pantas marah karena aku memperlakukanmu seperti ini. Besok, setelah mereka pulang, kau bisa berbuat apapun padaku semaumu. Kau bisa menghukumku, memarahiku, atau bahkan jika kau mau memukulku, lakukan saja. Aku akan menerimanya, dan aku pantas menerimanya.”  Ucap Myungsoo sepenuh hati sambil menatap dalam manik mata Suzy.

“Myungsoo-ya, apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak marah. Sungguh.”

“Aku benar-benar minta maaf, Suzy.” Kata Myungsoo untuk yang kesekian kalinya.

“Myungsoo-ya, lupakan saja. Itu tidak masalah buatku.” Suzy tersenyum sambil mengelus punggung tangan Myungsoo. “Apa mereka sudah tidur?” lanjutnya.

“Ne, mereka sudah tidur.”

Myungsoo memandang Suzy lekat-lekat. Tanpa mengatakan apapun, Myungsoo dengan cepat memajukan tubuhnya ke arah Suzy, lalu menempelkan bibirnya dengan bibir Suzy. Suzy yang terkejut dengan apa yang dilakukan Myungsoo padanya hanya bisa membeku di tempatnya. Ia sama sekali belum bisa mencerna apa yang terjadi sekarang. Hingga beberapa detik kemudian, ia baru tersadar bahwa kini Myungsoo sedang menciumnya. Suzy memperhatikan wajah Myungsoo yang sangat dekat itu, dan melihat Myungsoo sedang memejamkan matanya. Suzy sama sekali tidak ada niatan untuk menolak ciuman Myungsoo, apalagi untuk menghentikannya. Ia hanya menikmati ciuman Myungsoo yang lembut menyentuh bibirnya.

Myungsoo menekan tengkuk kepala Suzy untuk memperdalam ciuman mereka. Melumat pelan bibir Suzy hingga beberapa kali. Dengan sedikit keberanian, Suzy sesekali membalas ciuman Myungsoo.

Dan malam itu adalah malam terindah bagi Suzy, karena mendapatkan sebuah ciuman yang ia rasa manis yang di berikan Myungsoo. Adegan berciuman mereka berlangsung dalam waktu yang lumayan lama.

 

 

-Skip time-

 

 

Beberapa hari kemudian, mereka sudah melakukan aktivitas mereka seperti biasa, yaitu berangkat kuliah. Dan seperti biasa pula, Myungsoo menurunkan Suzy di depan halte kampus mereka.

Suzy terlihat ngos-ngosan di salah satu tembok sambil mendudukkan dirinya begitu saja di lantai. Hari ini, Jongin kembali mengejarnya. Padahal, 2 hari yang lalu ia sama sekali tidak melihat namja itu. Suzy sudah berlari sejauh yang ia bisa, dan sekuat yang ia bisa. Lagi, ketakutan itu kembali menyergap dirinya saat Jongin kembali mengejar-ngejar dirinya.

Ia duduk sambil menghirup nafas dalam-dalam. Suzy melihat ke sekelilingnya, takut bila Jongin menemukan dirinya sedang berada di sini. Sebisa mungkin Suzy menahan tangisnya agar tidak meledak saat itu juga. Ia sungguh lelah hari ini. Tenaganya habis terkuras karena berlari menghindari kejaran Jongin. Suzy benar-benar tidak habis pikir, sebenarnya apa mau namja itu hingga ia selalu mengganggu kehidupan Suzy hingga saat ini. Sekarang, ia sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pikirannya sudah tidak bisa lagi di ajak kompromi. Ia sibuk memikirkan Jongin, Jongin, dan Jongin. Ia sudah sangat lelah untuk kabur saat ini. Akhirnya, air mata Suzy jatuh membasahi pipinya. Ia benar-benar takut sekarang, apalagi tersadar bahwa tak ada yang bisa ia lakukan saat ini.

Di tengah-tengah tangisannya, Suzy sangat terkejut saat seseorang secara tiba-tiba menghentakkan sebuah tongkat baseball dengan kencang tepat di depannya. Suzy sontak mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang melakukan itu, dan hanya pasrah saja bila orang itu adalah Jongin. Namun, ia mengernyit heran saat mendapati seorang namja asing sedang tersenyum di hadapannya.

“Hai, manis. Kenapa kau menangis?” kata namja itu sambil menyeringai kepada Suzy.

“Nu-nuguseyo?” tanya Suzy gugup, tepatnya sedikit takut.

Namja itu sekali lagi menghentakkan tongkat baseball nya di hadapan Suzy, otomatis membuat Suzy kembali terkejut karena suara hentakan tongkat itu sangat kuat.

Tangan kiri namja itu terulur bermaksud mengapus air mata Suzy yang masih setia mengalir di pipinya, namun dengan cepat Suzy beranjak dari duduknya bermaksud akan pergi dari tempat itu. Namun, baru 2 langkah Suzy berjalan, langkahnya terhenti saat merasa lengannya di tahan oleh namja itu.

“Tidak perlu takut seperti itu. Apa aku terlihat seperti hantu?” tanya namja itu masih setia memperlihatkan seringaiannya.

“Siapa kau sebenarnya? Apa mau mu?” tanya Suzy dengan sisa keberaniannya. Ia punya firasat buruk tentang namja ini, dan itu membuatnya semakin takut.

“Perkenalkan, namaku Jonghyun.”

 

T

B

C

 

 

Note: Huwaaaaaa maaf ya kalo chapter ini lamaaaaaa banget T,T akhir-akhir ini aku lagi sibuk banget jadi ff ini terbengkalai. Maaf kalo chapter ini kurang memuaskan, dan terima kasih yang masih setia menunggu ff ini^^ leave a comment yaaaa~~ *throw lots of love*

 

 

 

 

53 responses to “[Freelance] It Must Be Love Chapter 7

  1. Siapa lagi Jonghyun? Banyak bgt castnya.. hahahaha.. jd bgung. Yg 1 blm slsai, udh muncul yg lainnya.. wkwkwkwkwkwk..

    Myung knp gk kenalin suzy aja c ke temen2ny. Kasian anak org smpe diiket2 sgala. Hahahahaha..
    Tapi ad ad sweet moment myungzy. Myung udh mulai suka kan ma suzy?

  2. Lee jonghyun ……
    Omona ….

    Horrayyyy bersaing ketat … Myungsoo , Kai , Minho , jonghyun …
    Huaaaaaaààa .. Sooji disarang penyamun ….
    Omo … Myungsoo minjam tali nya min-hwa ya …

    Kkkkkl

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s