[Freelance/Songfict] Posesif

Untitled-1

Title : Posesif | Author : Dianeunsoo | Genre : Songfict | Rating : PG-13 Main Cast : Lee Minho & Suzy Miss A

Disclaimer:

Cast(s) belong to God. DO NOT copy-paste. Copyright © 2015 by dianeunsoo. || Author’s note: Thank’s for reading! Don’t forget to comment below! Cause your comment motivate me to post more ff >_<

Song: Naif-Posesif

Ketegangan telah lama menjalar dalam hati keduanya, sanubari merasa lelah namun masih ingin memiliki. Tak ada yang merasa bersalah, keduanya benar dimata masing-masing. Sekarang rasanya masalah menjadi leih keruh. Semua yang dijalani selama ini berada diunjung tanduk perpecahan.
“Aku memintamu dengan baik-baik.” Suzy menatap Minho gamang.
Mentari masih malu-malu bersinar dari ufuk timur, angin laut meniup-niup rambut keduanya. Baru pagi hari, sudah setegang ini. Minho melepaskan pandangannya pada hamparan air asin yang luas seolah sangsi melihat Suzy.
“Kau mengorek kembali lukaku,” suara Minho begitu dingin. “Aku sudah lelah memintamu jangan ikut campur.”
“Aku adalah bagian darimu, aku berhak tahu—“
“Tahu diri.” Minho menatap bola mata Suzy lekat, ada kemarahan disana, ada kebencin disana. Minho berusaha mengendalikan emosinya. “Luka lama tak sepantasnya di korek olehmu. Kau telalu banyak bertanya.”
Suzy menatap Minho nanar. Dengan lembut telapak tangan Suzy menjalari wajah Minho, berusaha meminta seluruh perhatian Minho kepada respon yang akan dia berikan. “Aku seperti ini, karena aku ingin kau menjadi milikku seorang. Tanpa tersentuh, hanya aku.”
Dengan muak Minho menyingkirkan tangan Suzy dari wajahnya. Minho bergeming cukup lama kemudian menarik napasnya dalam. “Sekarang, aku bukan milikmu.”
Pecah. Pecah sudah hati Suzy, layaknya barang pecah belah yang jatuh dari ketinggian, hancur berkeping-keping. Suzy mencoba mencegah Minho pergi, namun Minho tak acuh padanya. Minho melangkah menjauhi Suzy, langkahan yang meninggalkan jejak pada pasir yang basah. Jejak yang kemudian termakan habis oleh ombak.
Jejak langkah yang panjang yang dibawa pergi ombak ibarat kisah kedua insan ini yang telah menjejaki masa yang cukup panjang. Sekarang semuanya terhapuskan begitu saja, seakan kisah yang selama ini mereka tulis diatas pasir, bukan terukir diatas batu.
Suzy masih mematung memandangi Minho pergi dengan tatapan nanar. Kemudian dia tertawa, tertawa lepas dan berusaha berteriak mengalahkan desiran ombak pagi hari hingga hujan turun dari sudut gelap mata. Suzy menangis, menangis layaknya bayi yang dilahirkan. Hatinya remuk redam, cintanya dalam sekjap semakin mendalam, sedalam samudera yang menjadi saksi bisu tangisnya sekarang ini.
***
Suzy menarik tangan Minho dengan kasar. Dia menggiring Minho menuju lantai atas apartemennya. Dengan sangsi Minho mengikutinya, kadang tersendat dalam beberapa langkah, namun ditarik kembali oleh Suzy.
Apa kau tak lelah dengan semua ini Suzy? Entahlah, mungkin peristiwa yang terjadi selama ini belum membuat batinnya jemu. Sekuat apa kau akan bertahan Suzy? Tidakkah kau lelah dengan semua ini?
Mereka berada pada tepi gedung yang diberi pengaman setinggi lutut Minho—terlalu rendah sebenarnya.
“Kau mau apa? Kenapa kau membawaku kesini?” tanya Minho dengan ketus.
“Ada yang perlu kita selesaikan,” Suzy perlahan melangkah mendekati Minho, menatapnya dengan putus asa. Minho hanya memandangi Suzy dengan dingin.
“Apalagi yang perlu diselesaikan?”
Suzy membelai wajah mantan kekasihnya itu, memeluknya perlahan dengan erat. Angin mendesir diantara mereka berdua. Minho mengangkat tangannya mencoba melepaskan pelukan Suzy, Suzy memeluknya lebih erat.
“Kau milikku. Utuh. Kau refleksi diriku—apapun yang terjadi padaku, terjadi juga padamu,” bisik Suzy pelan diantara desiran angin. Dia menarik seringai.
Sekali lagi Minho mencba melepaskan pelukannya, Suzy tak mau lepas. “Mengapa kau seperti ini?!” Minho menjadi kesal.
“Jangan kau pertanyakan.”
Suzy mendorong dirinya kedepan, menjatuhkan diri dari gedung yang tinggi itu, beserta dengan raga sosok yang dipeluknya. Minho mecoba melepaskan diri, namun penghalang terlalu rendah—hanya selutut.
“Kau milikku, hanya milikku, utuh. Bilaku mati, kau juga mati. Walau tak ada cinta, sehidup semati. Kau akan selalu menjadi milikku hingga kehidupan selanjutnya,” bisiknya lembut pada Minho dengan menarik seringai.
Suzy membawa semuanya—seluruh jiwa dan raga Minho. Dibawanya menuju tempat dimana Minho menjadi miliknya, utuh.

15 responses to “[Freelance/Songfict] Posesif

  1. Aaah kok sifatnya suzy kayak gini 8(
    Bagus tp aku kkurang suka sama karakternya 8(
    Ditunggu ff thor yang lainnya ya hwaitingg ‘-‘)9

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s