[Freelance/Oneshoot] Rain

rainkyu-reni-copy

Title : Rain | Author : @reniilubis | Genre : Drama, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Cho Kyuhyun, Bae Suzy Kim Myungsoo

Disclaimer : 

All casts are belong to their self and God

Poster by         : rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy reading~^^

“Gwaenchana?”

Suzy tersentak kaget saat suara lembut seseorang menyapa gendang telinganya, dan dalam sekejap ia bisa merasakan sebuah tangan memeluknya dari belakang.

“Kyuhyun-ah, kau mengagetkanku.” Suzy segera membalikkan badannya dan menghadapkan tubuhnya pada namja manis yang sedang berdiri dihadapannya saat ini. Ia memasang tampang pura-pura marah sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

Kyuhyun yang melihat tingkah menggemaskan Suzy tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluk yeoja bertubuh mungil itu. Dengan cepat, ia langsung memeluk Suzy erat sambil menciumi puncak kepala Suzy beberapa kali.

“Mwoya? Apa yang kau lakukan? Ini memalukan, Cho Kyuhyun!” protes Suzy sambil berusaha mendorong tubuh Kyuhyun agar terlepas dari tubuhnya. Namun Kyuhyun tidak mempedulikannya dan tetap memeluk Suzy dengan erat.

“Kenapa harus malu? Lihat, tidak ada siapa-siapa disini.” Ujar Kyuhyun dengan nada suara yang menggoda.

Suzy yang merasa wajahnya mulai memanas segera mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Kyuhyun, menenggelamkan kepalanya pada dada bidang milik Kyuhyun. Bermaksud menyembunyikan wajahnya yang kini sudah memerah dengan sempurna.

“Apa kau sudah merasa lebih baik?” Kyuhyun melepaskan pelukannya dengan perlahan lalu menangkup wajah Suzy dengan kedua tangannya. Jarinya dengan lembut mengelus-elus pipi Suzy.

Suzy membalas tatapan Kyuhyun dengan gugup, rona merah kembali menjalari pipinya. Dengan cepat, ia kembali memeluk Kyuhyun dan menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun.

“Aish! Jangan menatapku seperti itu.” Sungutnya kesal. Ia tampak begitu malu-malu. “Aku baik-baik saja.”

Kyuhyun yang kini sedang tersenyum geli melihat tingkah Suzy, mengeratkan pelukannya pada gadis itu dan mengelus-elus rambut Suzy dengan penuh kasih sayang.

“Apa tidak bosan memandangi hujan terus-menerus, eoh?” Suzy melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun sekilas. Ia kemudian membalikkan tubuhnya menghadap ke jendela dan mulai memperhatikan tiap tetes hujan yang kini sedang turun dengan derasnya. Memperhatikan lapangan sekolah yang sudah mulai tergenang air.

“Tentu saja tidak. Mereka indah.” Seulas senyum tipis terukir di wajah manis Suzy. Sejak dulu, ia sangat menyukai hujan.

“Aku lebih suka memandangi wajahmu daripada memandangi hujan.” Kyuhyun ikut menatap ke luar jendela. Memperhatikan hujan sekilas, lalu mengalihkan tatapannya pada Suzy.

Wajah Suzy kembali memerah mendengar penuturan Kyuhyun barusan. Ia berusaha bersikap biasa saja dan mengabaikan Kyuhyun yang kini sedang menyampirkan sebuah jaket di pundaknya.

Suzy sempat mundur selangkah saat tiba-tiba wajah Kyuhyun kini berada tepat di depan wajahnya. Dalam hitungan detik, Suzy bisa merasakan Kyuhyun mengecup bibirnya cepat, lalu segera beralih dari hadapannya dan berjalan meninggalkannya tanpa dosa, membuat wajah Suzy kini sudah semerah tomat.

“Kajja kita pulang.”

“Ya! Cho Kyuhyun!”

*

Hujan kini sedang turun dengan derasnya. Seorang yeoja manis kini sedang berdiri di sebuah halte sambil sesekali menampung hujan dengan tangan mungilnya. Senyuman tak henti-hentinya menghiasi wajah cantiknya. Hey, Nona! Apa yang sedang kau lakukan disitu? Sudah hampir 2 jam lamanya kau berada disitu tanpa tujuan yang jelas. Kau akan sakit jika berlama-lama dicuaca yang dingin seperti ini. Kau tidak mau melihat si tampan Cho Kyuhyun marah, kan?

Suzy mengibas-ngibaskan tangannya yang basah ke udara dengan gerakan yang menggemaskan. Ia meremas jaketnya sekilas, lalu merogoh saku jaketnya dan meraih ponselnya dari sana. Ia membuka sebuah pesan, lalu tersenyum manis.

“From: Evil Cho

Kau sudah pulang ke rumah, kan?”

 

Suzy mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali, tampak memikirkan sesuatu. Ia kemudian tersenyum sambil mengetikkan sesuatu di ponselnya.

“To: Evil Cho

Aish! Kau mengganggu tidur siangku.”

 

Tanpa menunggu waktu yang lama, ponselnya kembali bergetar. Suzy hampir saja tertawa terbahak saat membaca pesan balasan dari Kyuhyun. Ia merasa Kyuhyun sangat mudah dibohongi.

“From: Evil Cho

Ah, mianhae! Kau boleh memarahiku nanti >< Aku mencintaimu.”

 

Tanpa berniat membalas pesan dari Kyuhyun, Suzy memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jaketnya. Ia merapatkan jaketnya karena merasa cuaca sangat dingin. Suzy kembali memandangi hujan yang masih setia mengguyur kota Seoul sejak tadi pagi. Ia sudah merasa sangat kedinginan, namun tidak berniat pulang ke rumah. Memandangi hujan seperti ini adalah hal yang paling dia sukai sejak dulu. Ia juga menyukai aroma hujan.

Suzy mengulurkan tangannya dan kembali memainkan air hujan. Ia menengadahkan kepalanya ke atas, menikmati pemandangan langit yang gelap. Suzy kembali tersenyum. Dengan perlahan ia beranjak menjauhi halte dan berjalan di tengah guyuran hujan yang membasahi tubuhnya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang basah kuyub, ia tidak peduli dengan dinginnya cuaca saat ini. Ia terus melangkahkan kakinya dengan riang, tidak peduli dengan tatapan aneh orang-orang yang berjalan melewatinya. Apa kau akan pulang dengan keadaan seperti itu, Bae Suzy? Bagaimana kalau Cho Kyuhyun melihatmu? Aish!

*

Suzy berusaha memasang tampang innocent nya dihadapan Kyuhyun yang kini sedang sibuk mengaduk bubur dengan wajah menahan kesal. Sesekali ia memamerkan cengiran polosnya saat Kyuhyun dengan jelas sedang menahan mulutnya untuk tidak menyemprot Suzy dengan kata-kata yang bahkan Suzy sendiri sudah sangat menghafalnya.

“Buka mulutmu.” Suzy melayangkan sebuah senyuman singkat sebelum ia membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Kyuhyun. Ia mengunyah dengan perlahan, dengan tatapan tak lepas dari Kyuhyun.

“Kau benar-benar keras kepala.” Ujar Kyuhyun sambil menatap Suzy lelah. Ia lelah terus-terusan menasehati gadis ini. Nyatanya, tak satupun nasehatnya yang didengarkan oleh Suzy.

“Aku minta maaf, Oppa.” Cengir Suzy lagi. Biasanya, Kyuhyun akan luluh padanya bila Suzy memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’. Ia mengedip-ngedipkan matanya lucu mencoba untuk menggoda Kyuhyun yang masih setia memasang tampang kesalnya.

“Jangan coba-coba menggodaku seperti itu. Aku sedang marah saat ini.”

“Aku tidak akan mengulanginya lagi.” Kata Suzy lagi sambil memasang wajah memelas.

Kyuhyun menghela nafas sejenak. Ia meletakkan mangkuk yang sudah kosong itu ke atas meja, lalu meraih segelas air dan memberikannya kepada Suzy.

“Aku sudah mendengar itu ribuan kali dari mulutmu.” Kyuhyun membuka bungkusan obat dan memberikan beberapa pil untuk Suzy. Ia memperhatikan Suzy yang kini sedang menatap obat-obat itu ngeri.

“Apa aku harus memakan ini semua?” Seru Suzy sambil melebarkan matanya. Ya Tuhan, obat-obatan ini sungguh banyak!

“Kau sudah terbiasa dengan itu. Kenapa kali ini kau bereaksi berlebihan begitu?”

“Tapi, lihat! Obat ini sungguh besar!” Teriaknya berlebihan. Ia memperhatikan obat-obatan itu dengan seksama, sesekali merasa mual saat indera penciumannya menangkap aroma yang menyengat dari obat itu.

“Kau akan memakannya sekarang juga atau aku yang akan memaksa obat itu masuk ke mulutmu?” Suzy menatap Kyuhyun cepat. Apa maksudnya?

“Kau mau membantuku memakannya?” tanya Suzy polos. Ia sungguh tidak menyadari kalau Kyuhyun kini sedang menyeringai jahil ke arahnya.

Kyuhyun sepertinya mendapatkan ide cemerlang untuk mengerjai gadis ini. Dengan gerakan cepat, ia beranjak mendekati Suzy yang duduk di tempat tidur, lalu memposisikan tubuhnya menghadap Suzy sambil tetap memasang seringaian itu di wajahnya.

Melihat tingkah Kyuhyun yang tiba-tiba seperti itu, Suzy mengerutkan dahinya. Ia menyadari kalau wajah Kyuhyun kini sangat dekat dengan wajahnya. Ia mengerjap beberapa kali.

“Kau sungguh mau membantuku?” tanya Suzy lagi masih dengan wajah polosnya. Ia membuka telapak tangannya, memandangi obat-obat itu nanar, lalu menatap Kyuhyun yang kini wajahnya semakin mendekat. Suzy seketika merasa gugup. Apa yang dilakukan namja ini?

“Kau mau apa?” Tanpa berkata apa-apa, Kyuhyun mencium Suzy dengan gerakan cepat, membuat Suzy mau tidak mau merasa wajahnya memanas.

Suzy berdegup kencang saat Kyuhyun melepaskan ciumannya, lalu menatap Kyuhyun dan menyadari tatapan namja itu seolah-olah akan memakannya detik ini juga.

“Kau makan obatmu, atau…”

“Arraseo. Aku akan memakannya sendiri.” Kata Suzy cepat sebelum Kyuhyun sempat menyelesaikan perkataannya. Sepertinya ia tahu arah pembicaraan Kyuhyun.

Aish! Dasar namja mesum!

*

Dan disinilah Suzy sekarang. Duduk didalam mobil Kyuhyun dengan tampang yang luar biasa cemberut. Ia menekuk wajahnya sambil memandang kesal ke luar jendela dan menyaksikan pemandangan jalanan Seoul yang basah oleh hujan yang turun dengan derasnya. Ia bahkan hampir menangis seperti anak kecil meminta mainan pada ayahnya saat Kyuhyun dengan tegas melarangnya keluar dari mobilnya. Suzy sengaja mendiamkan Kyuhyun sejak tadi, menunjukkan kalau ia benar-benar kesal saat ini.

Kenapa?

Itu karena Kyuhyun mengurungnya di dalam mobil. Kyuhyun memarahinya saat ia mendapati dirinya sedang bermain hujan. Bukan bermain hujan dalam artian Suzy berlari-lari dibawah guyuran hujan, tetapi ia hanya memainkan hujan dengan tangannya, seperti menampungnya dengan telapak tangannya. Namun, Kyuhyun sudah sangat marah dan dengan tegas segera menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Suzy sempat berontak, tapi Kyuhyun malah menyeretnya dan dirinya berakhir seperti ini. Terkurung di dalam mobil Cho Kyuhyun.

“Mau sampai kapan kau mendiamkanku seperti ini?” Suzy berusaha menulikan telinganya. Ia tetap fokus memandang keluar kaca mobil tanpa menghiraukan Kyuhyun yang kini sedang menghela nafas di sebelahnya.

“Bae Suzy.” Suzy tidak bergeming. Ia malah memejamkan matanya, mencoba untuk tidur. Rasanya dirinya sangat tersiksa hanya dengan memandangi hujan seperti ini.

“Suzy-ya, aku minta maaf.”

Kyuhyun menghela nafas untuk yang kesekian kalinya. Yeoja ini benar-benar keras kepala. Astaga, kalau gadis ini bukan kekasih yang dicintainya, sudah dipastikan ia mengusir Suzy dari mobilnya sejak tadi. Kyuhyun mengusap wajahnya kasar. Sebelah tangannya terulur untuk mengelus rambut Suzy.

“Bae Suzy, aku minta maaf.” Ujarnya lembut.

“Kalau begitu keluarkan aku dari sini.” Dingin. Nada suara Suzy benar-benar dingin. Kyuhyun bahkan sempat merinding beberapa saat. Apa dia sebegitu marahnya?

“Kau tahu aku tidak akan melakukan itu.”

“Kalau begitu tolong tutup mulutmu.” Ya Tuhan! Mereka bertengkar lagi hanya karena hujan? Hanya karena Kyuhyun melarang Suzy untuk bermain hujan?

Terkadang Kyuhyun mengutuk air hujan tanpa dosa itu kenapa Tuhan menciptakannya. Terkadang ia sangat membenci saat-saat dimana hujan turun, karena bisa dipastikan ia akan bertengkar dengan Suzy. Terkadang Kyuhyun merasa frustasi kenapa hanya karena hujan mereka selalu bertengkar. Mengapa hujan selalu menjadi pemicu pertengkaran mereka? Sungguh, melihat Suzy yang marah seperti ini sangat menyiksanya. Kenapa yeoja cantik itu harus menyukai hujan?

Kyuhyun kembali fokus memperhatikan Suzy yang masih memejamkan matanya. Ia menghela nafas lagi, kemudian membuka pintu mobil dan berjalan keluar. Suzy segera membuka matanya, dan mengerutkan dahi saat melihat Kyuhyun kini sedang berjalan mendekati pintu di sebelahnya.

Ia hanya bisa melongo saat Kyuhyun membuka pintu dan mengulurkan tangannya untuk menyuruh Suzy segera keluar.

“Kajja.” Suzy memperhatikan tangan Kyuhyun sejenak, kemudian beralih menatap Kyuhyun yang kini sudah basah kuyub.

“Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan?” tanyanya heran. Ia juga merasa khawatir dengan Kyuhyun yang sudah basah kuyub seperti itu.

“Ini yang kau inginkan, kan?” Sebuah senyuman manis otomatis terukir di wajah cantik Suzy. Tanpa membuang-buang waktu, ia segera menyambut tangan Kyuhyun, dan dengan bahagianya ia segera keluar dari dalam mobil.

Ia tak henti-hentinya melompat-lompat kecil di tengah guyuran hujan yang membasahi tubuhnya. Suzy menatap Kyuhyun, lalu memeluk namja itu dengan erat.

“Kyuhyun-ah, gomawoyo~”

“Kau tidak marah lagi padaku?” Kyuhyun membalas pelukan Suzy, lalu mengelus-elus kepala Suzy beberapa kali.

“Ani. Aku sangat bahagia sekarang. Aku sungguh-sungguh mencintaimu, Kyuhyun-ah.” Suzy melepaskan pelukannya, lalu memberikan cengiran polosnya seperti biasa pada Kyuhyun.

“Tapi besok, sudah ku pastikan aku akan menemukanmu terbaring tak berdaya di tempat tidurmu.”

“Itu tidak masalah selama kau bersamaku.” Merasa gemas, Kyuhyun segera menarik tengkuk kepala Suzy dan meraup bibir manis itu dengan cepat, memberikan ciuman lembut di bibir Suzy.

Ia melepaskan ciumannya, lalu menatap Suzy sambil tersenyum.

“Aku mencintaimu.” Katanya cepat, lalu kembali mencium Suzy tanpa memberikan kesempatan pada gadis itu untuk berkata apapun.

Kyuhyun mengabaikan setiap tatapan orang yang memperhatikan mereka berdua yang sudah basah kuyub seperti ini. Ia tidak peduli. Mulai saat ini, Kyuhyun rasanya akan menyukai hujan juga. Karena hujan adalah saksi bisu seberapa cintanya ia pada Suzy.

-END-

17 responses to “[Freelance/Oneshoot] Rain

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s