[Freelance/Vignette] The Wedding

THE WEDDING

Title: The Wedding ||  Author: danarizf  ||  Genre: Romance, Comedy|| Character(s): [Miss A] Suzy and [INFINITE] L  ||  Length: Vignette  ||  Rating: PG-17

Disclaimer:

Semua cast yang ada disini bukan milik saya tapi milik mereka sendiri. Maaf jika ada kesamaan ide, latar, dan sebagainya, tapi cerita ini murni buatan saya sendiri. Don’t be plagiator!

.

.

.

.

Cklek.

Alunan musik terdengar merdu, mengiringi langkah seorang gadis yang terlihat begitu menawan dalam balutan gaun pengantin berwarna putih gading yang menjuntai hingga ke lantai. Tubuhnya yang membelakangi cahaya matahari membuatnya terlihat seperti lukisan siluet yang begitu menakjubkan di mata Myungsoo. Di sampingnya, seorang pria paruh baya dengan begitu gagah menuntun putrinya hingga sampai ke depan altar, di hadapan Myungsoo.

Myungsoo tersenyum saat menerima uluran tangan gadisnya.

Namun ada sesuatu yang membuat Myungsoo heran. Ia bisa melihat ada yang aneh pada raut wajah gadisnya. Terlihat gugup dan… entahlah. Mungkin Ia gugup karena sebentar lagi mereka berdua akan mengikrarkan sebuah janji suci yang akan mengikat mereka sehidup semati dalam sebuah ikatan bernama pernikahan. Atau mungkin hanya firasat Myungsoo saja?

“Sooji…,” bisik Myungsoo.

Sambil menahan senyumannya, Sooji hanya menggumam, “hmm….”.

Walau terlihat ragu, akhirnya Myungsoo memberitahukan keanehan yang dirasakannya itu. “Kau… terlihat gugup, Sayang,” kata Myungsoo pelan hingga hanya mereka berdua yang bisa mendengar.

Sooji mendesah pelan. “Aku tidak gugup. Aku sedang cemas.”

Cemas? Myungsoo mengerutkan keningnya. Apa calon istrinya itu cemas karena sebentar lagi akan menikah?

“Kenapa?” tanya Myungsoo.

“Ah, jangan banyak bertanya dan cepat ucapkan janji pernikahannya!”

Baiklah, Myungsoo benar-benar tidak mengerti dengan calon istrinya itu. Apa gadis itu sedang mendapatkan tamu bulanannya? Tapi itu tidak mungkin. Lalu kenapa?

Tiba-tiba Myungsoo menyunggingkan senyum penuh arti. Sepertinya Ia tahu mengapa gadis itu cemas. Pasti calon istrinya itu sudah tidak sabar untuk menanggalkan embel-embel ‘calon’. Sama seperti dirinya.

Dalam hati Myungsoo tersenyum senang membayangkannya.

“Sepertinya kau sudah tidak sabar, Sayang.”

“Cepatlah, Oppa! Semakin cepat, semakin baik.”

….

Sebuah antrian yang begitu panjang berhasil tertangkap pupil mata Myungsoo. Ia hanya bisa melongo melihat antrian yang berhasil melibatkan banyak orang di dalamnya yang bahkan terlihat tidak lelah sama sekali.

Namun tatapan takjubnya itu seketika berubah datar saat manik matanya menangkap sosok dengan gaun pengantin putih yang begitu mencolok di antara kerumunan orang itu. Tangan kirinya menggenggam sebuket bunga mawar putih sedangkan tangan kanannya…. heh… Myungsoo hanya bisa berdecak melihat apa yang gadis itu bawa.

Heol…,” gumam Myungsoo.

Myungsoo masih menyesali keputusannya yang mengiyakan begitu saja permintaan istrinya beberapa saat yang lalu. Ia masih mengingat bagaimana raut wajah Sooji seusai mereka mengucapkan janji suci tadi.

Oppa…,” panggil Sooji.

Myungsoo menatap Sooji dalam-dalam.  Mereka baru saja disahkan menjadi suami istri dan saat-saat inilah yang paling ditunggu Myungsoo – dan tentunya para undangan yang datang. Apalagi kalau bukan ‘kisseu’.

“Hmm?” gumam Myungsoo, membalas panggilan Sooji tadi.

Raut itu masih setia menemani bertengger di wajah manis Sooji. Jelas Myungsoo bisa mengenali raut kecemasan pada wajah Sooji yang sedaritadi – jujur saja – menarik perhatiannya.

Oppa, aku ingin ke suatu tempat. Antarkan aku,” kata Sooji.

Kedua alis Myungsoo bertaut mendengar permintaan Sooji. Ia kemudian melirik ke sekelilingnya. Mereka masih ada di tempat upacara pernikahan mereka berlangsung. Dan lihatlah orang-orang yang ada di sana bahkan masih setia menunggu kapan kedua mempelai itu akan berciuman.

Jigeum?” tanya Myungsoo yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Sooji.

Setelah berpikir sejenak, akhirnya Myungsoo tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. “Okay, aku akan mengantarkanmu ke tempat itu sekarang tapi ada syaratnya.”

Mwonde?”

Kisseu.”

Cup.

Sooji membulatkan matanya saat merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Tentu Ia tahu apa itu. Bibir Myungsoo, suaminya. Mungkin biasanya Ia akan langsung menutup mata dan mengikuti permainan Myungsoo tapi untuk saat ini tidak bisa. Ada sesuatu yang lebih penting yang harus dilakukannya.

Dengan sedikit memaksa, Sooji melepaskan ciuman mereka.

Myungsoo menatap Sooji tak mengerti sedangkan Sooji masih melemparkan raut kecemasan yang belum juga meninggalkan wajahnya.

Oppa, kita harus pergi sekarang. Kita lanjutkan nanti saja, eoh?”

Tanpa menunggu jawaban Myungsoo, Sooji langsung saja menarik lengan suaminya itu. Tak peduli tatapan orang-orang yang terlihat kebingungan melihat tingkah kedua mempelai ini termasuk kedua orang tua pengantin.

“Tunggu! Kalian mau kemana?”

Sooji dan Myungsoo menghentikan langkah mereka saat tiba-tiba seorang wanita paruh baya memanggil dan menghampiri mereka berdua.

Eomma, aku harus pergi ke suatu tempat sekarang dan ini penting sekali jadi tanyanya nanti saja ya,” kata Sooji pada wanita paruh baya yang merupakan ibunya itu. Nyonya Bae lalu menatap Myungsoo meminta penjelasan dari perkataan Sooji.

“Eh itu… Sooji bilang Ia harus ke suatu tempat sekarang dan karena katanya penting jadi aku mengiyakannya,” kata Myungsoo.

Eomma, kami pergi dulu. Hanya sebentar kok.”

….

Oppa, bisa lebih cepat lagi atau tidak?”

Myungsoo menelan ludahnya mendengar pekikan Sooji. Ia sudah melajukan mobilnya begitu kencang dan.. astaga! Mereka bahkan masih menggunakan pakaian pengantin dan sekarang harus mengendarai mobil pengantin dengan kecepatan di atas normal?

“Sooji, ini sudah cepat,” balas Myungsoo.

Akhirnya Sooji diam di tempatnya.

“Memangnya sebenarnya kita mau kemana?” tanya Myungsoo.

Sooji mendelik kesal. Jangan bilang Myungsoo tidak tahu kemana mereka akan pergi sekarang? “Oppa, aku kan sudah mengatakan tempatnya pada Oppa tadi. Jangan bilang Oppa tidak mendengarkanku ya?” cerca Sooji.

“Bukan begitu. Maksudku untuk apa kita kesana?”

“Sudah jangan banyak bertanya, Oppa. Lebih baik kau fokus menyetir jadi kita bisa cepat sampai.”

Setelah Sooji mengatakan hal itu, Myungsoo pun diam. Ia tak berani bertanya lagi dan hanya bisa melajukan mobilnya menuju ke tempat yang sudah diberitahukan Sooji sebelumnya. Sebenarnya Ia merasa heran mengapa Sooji memintanya untuk mengantar gadis itu ke tempat yang Ia sebutkan tadi.

Ckiiitt….

Myungsoo mengerem mobilnya mendadak saat menyadari Ia hampir saja melewati gedung yang dimaksud Sooji. Namun sepertinya gadis itu tak peduli karena Ia langsung lari keluar mobil dan memasuki gedung tanpa menghiraukan Myungsoo.

Myungsoo pun tak tinggal diam. Ia segera turun dari mobilnya dan berjalan mendekati gedung itu. Langkahnya terhenti saat melihat sebuah tulisan yang ada di depan gedung. Keningnya berkerut dalam saat membacanya.

In-pi-ni-teu.. Infinite?”

 

Dan disinilah Myungsoo sekarang, berdiri di sudut ruangan sambil menunggui istrinya yang sedang ikut mengantri untuk mendapatkan tanda tangan dalam barisan para fangirls dari sebuah boyband bernama INFINITE.

“Sudah?” tanya Myungsoo begitu istrinya dengan riang menghampirinya. Raut cemas yang sedaritadi terpasang di wajah Sooji pun kini tergantikan oleh senyuman yang begitu lebar di bibir Sooji.

Sooji menganggukkan kepalanya. Mereka kemudian melangkahkan kaki mereka keluar dari gedung tempat fan meeting itu digelar. Sambil berjalan, Sooji mengangkat tangan kanannya dan menunjukkan pada Myungsoo sebuah album dengan gambar tujuh orang pemuda dengan sebuah tulisan Infinite di tengahnya. Ia juga bisa melihat dengan jelas tujuh tanda tangan tertera di cover album itu.

Myungsoo mengerutkan keningnya melihat album itu. Sejak kapan gadis itu membawa sebuah album? Bukankah mereka tadi langsung dari tempat pernikahan mereka? Dan ngomong-ngomong soal pernikahan….

Heol… Lihatlah dirimu, Kim Sooji. Kau meninggalkan pernikahanmu yang berharga hanya demi fan meeting konyol yang bahkan tidak bisa kau ikuti sampai selesai? Ckck….”

Sooji menyipitkan matanya menatap Myungsoo. Telinganya tentu bisa mendengar dengan jelas apa yang baru saja dikatakan Myungsoo namun Ia ingin mendengarnya sekali lagi dari bibir pemuda itu.

Oppa tadi bilang apa?”

“Memangnya aku bilang apa tadi?” tanya Myungsoo tanpa dosa.

Oppa tadi bilang kalau fan meeting ini konyol? Ya!!! Bagiku fan meeting ini sama berharganya dengan pernikahan kita! Aku sudah menunggu fan meeting ini dalam waktu yang lama! Satu tahun? Tidak, hampir dua tahun! Infinite Oppadeul akhirnya selesai menjalani wajib militer dan fan meeting ini adalah fan meeting pertama mereka setelah mereka keluar dari militer dan Oppa bilang fan meeting ini konyol?” cerca Sooji.

Myungsoo berdecak kesal. “Tentu saja konyol! Mana ada orang yang meninggalkan pernikahannya sendiri hanya demi sebuah fan meeting?”

Ya! Ini semua juga karena Oppa! Kalau saja Oppa tidak melakukan hal itu sampai aku hamil, pernikahan kita tidak akan dipercepat! Lalu aku bisa datang ke fan meeting dengan tenang tanpa perlu pergi ditengah-tengah acara pernikahan kita!”

Mwo? Kenapa kau menyalahkanku? Kau juga tidak menolak saat melakukan itu!”

“Heishh… Itu memang kesalahanmu! Seharusnya aku bisa bertemu uri Oppa tanpa harus terburu-buru begini,” umpat Sooji.

Myungsoo menghela nafas panjang. Jika Ia terus membalas perkataan Sooji, bisa-bisa mereka terus berdebat di sini sampai fan meeting ini selesai. Belum lagi kini orang-orang benar-benar memusatkan perhatian pada mereka. Bayangkan saja sepasang pengantin sedang bertengkar – berdebat – di tengah umum, lebih tepatnya di depan gedung tempat fan meeting sebuah boyband bernama Infinite.

“Hmmh… Sudahlah, lebih baik kita kembali,” kata Myungsoo.

Sooji pun akhirnya menuruti Myungsoo walaupun raut wajahnya masih terlihat tidak enak. Ia hanya bisa pasrah saat Myungsoo menggandengnya menuju tempat mereka memarkirkan mobil pengantin mereka.

“Tunggu!”

Tiba-tiba Sooji menghentikan langkahnya yang mau tak mau membuat Myungsoo ikut berhenti. Ia menoleh ke arah Sooji dan menatapnya penuh tanda tanya.

Oppa, aku melupakan sesuatu. Aku harus kembali ke dalam,” kata Sooji sambil melepaskan genggaman Myungsoo.

“Melupakan apa?”

“Aku… aku lupa memberikan buket bungaku untuk Sunggyu Oppa,” kata Sooji.

Myungsoo mendelik mendengar perkataan Sooji. Ia memang tak bisa mengerti jalan pikiran istrinya itu. Untuk apa Sooji memberikan buket bunganya pada Sunggyu?

“Untuk apa, Sayang?”

Oppa, aku benar-benar harus memberikannya pada Sunggyu Oppa. Aku sudah menikah sekarang dan karena aku tidak bisa menikah dengannya, setidaknya Ia harus menemukan seseorang yang lebih baik dari aku. Tunggu sebentar ya, Oppa!”

Myungsoo membeku di tempatnya. Ia melongo setelah mendengar penuturan gadis itu.

Ya! Sooji-ah!”

Akhirnya Myungsoo hanya bisa pasrah melihat kelakuan istrinya yang kini sudah kembali masuk ke dalam gedung itu. Ia heran mengapa Ia bisa memiliki istri yang begitu fanatik pada boyband bernama Infinite itu terutama leader-nya, Kim Sunggyu.

Heol… Kenapa dia bisa begitu tergila-gila pada pemuda sipit itu? Padahal sudah jelas-jelas masih tampan aku. Semua orang juga tahu wajahku sebelas dua belas dengan visual boyband Infinite.”

….

Fin.

….

Haaaiiiiii~~~~~

Lagi-lagi aku bikin fanfic absurd wkwk. Kenapa ceritanya aneh kayak gini? Nggak tahulah pokoknya tiba-tiba aku dapet inspirasi habis baca artikel tentang Sunggyu Oppa gara-gara disitu ada salah satu fans yang dateng ke fan meeting pakai pakaian pengantin.

Genre-nya comedy tapi aku nggak tahu apa cerita ini lucu apa enggak. Maaf kalau garing. Ini fanficnya buat selingan aja sambil nungguin New Destiny hehe.

Jangan lupa RCL yaaaa😀

59 responses to “[Freelance/Vignette] The Wedding

  1. Ahaha.. MyungZy kocak bgt.. Bayangin aj ada penganten di fanmeet boyband.. Apa infinite ga kaget ya ada penganten ngantri mnta ttd..
    Sama myungsoo blg mukanya 11 12sm visualnya infinite.. Itu mah ud pasti..

  2. Lol ini lucu, awalx mikir Suzy kebelet pdhal pen hadirin FMnya Infinite, ga nyadar yh Zy husbandx i2 salah satu memberx

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s