[Freelance] Fallen Chapter 1

din

Title : Fallen | Author : Rharajose | Genre : Angst, Friendship, Romance | Rating : G | Main Cast : Bae Suzy, Byun Baekhyun, Kim Jongin | Other Cast : Park Jiyeon, Wu Yi Fan, Oh Sehun, Xi Luhan, Jung Soo Jung, Park Chanyeol

***

“Ya Byun Baekhyun!”

Baekhyun melepaskan tangannya dari pinggang Personal Assistant yang sedang berdiri diantara kedua kakinya yang terbuka. yeoja cantik itu buru-buru merapikan kemejanya yang sudah berkerut sambil keluar dari ruang kerja Baekhyun. Dia tidak berani melihat CEO B Corp yang juga Ahboeji dari Byun Baekhyun.

Baekhyun mendesah melihat Appanya yang datang sambil berteriak. Selalu seperti itu. Appanya benar-benar harus lebih santai sedikit. Membuka pikirannya agar tidak gampang emosi.

“Tumben datang ke sini appa, ada apa ?” tanya Baekhyun ramah.

“Kau harus berubah Baekhyun!” perintah Byun Hang In Appa Byun Baekhyun.

Baekhyun menaikkan alisnya, “berubah? Apa yang harus aku ubah Appa?”

“Kelakuanmu itu, sudah berapa banyak PA yang kamu telanjangi hah?”

Baekhyun bersiul senang “nice word dad”

“Baekhyun!” berang Hang in

Hang In menggertakkan gigi menahan amarah. Dia tidak tahu harus melakukan apa pada putra sulungnya itu. Byun Baekhyun adalah nappeun namja, suka bersenang-senang dan tidak memiliki aturan. Baekhyun melayangkan tangannya ke semua wanita cantik dan sexy yang datang padanya. Entah sudah berapa banyak pacar, tunangan bahkan suami yang mencari Baekhyun.

Dari kecil Baekhyun adalah anak yang tidak bisa diatur. Dia tidak pernah menuruti apapun keinginannya. Disaat dia ingin Baekhyun belajar, anak lelakinya itu malah menghabiskan waktu dengan bola basket. Disaat dia menyuruh Baekhyun menjadi penggantinya, Baekhyun malah mengatakan akan menjadi seorang pemain basket profesional dan pergi ke Amerika dengan beasiswa.

Hanya saat Appanya sekarat Baekhyun mau melepaskan impian konyolnya itu dan belajar bisnis. Dan lihatlah sekarang Baekyun dikenal sebagai sajangnim yang sukses di usia yang masih muda dan masuk jajaran salah satu sajangnim yang kaya dan sukses di Korea Selatan. Namun Baekhyun tidak pernah mau melihat keberhasilannya dan tetap merasa bahwa menjadi atlet basket adalah yang terbaik untuknya.

“kau harus menghentikan permainanmu itu Byun Baekhyun. Kalu tidak …”

“Aku akan digantikan kris?” potong Baekhyun

Baekhyun santai tak peduli saat Appanya tidak memberikan bantahan.

“silahkan, aku tidak keberatan sama sekali. Bahkan aku senang. Tempat ini memang dari awal milik Kris. Aku juga sudah punya rencana menghabiskan waktu santaiku.”

“apa yang kamu rencanakan?” tanya Byun Hang In dengan waspada

Baekhyun tersenyum bukan senyum manisnya tapi senyum smirk andalannya melihat keseriusan wajah Appanya. “Tenang saja Appa, na tidak akan masuk ke perusahaan saingan kita. Aku tidak selicik itu. Rencanaku ini berhubungan dengan yeoja dan kesenangan.

“kamu harus bertanggung jawab sampai Kris siap. Selama itu, kamu harus menjga sikapmu. Akau akan mengawasimu Byun Baekhyun”

“silahkan Appa”

“minggu depan Kris akan masuk ke perusahaan ini sebagai wakilmu. Appa tidak mau mendengar kamu bertengkar dengan adikmu”

“okay”

“Appa serius Baekhyun” kata Hang In menekankan dengan suara lebih tegas.

“tenang saja Appa, cukup sekali aku merasakan kesalnya tidak bisa menonjok orang yang menonjokku”.

Hang In menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan sebelum berbicara lagi, “bagus, neo eomma menyuruhmu datang ke rumah untuk makan malam”

“okay”

Hang In pergi begitu mendengar jawaban Baekhyun. Di depan pintu, dua PA sudah menunggu dan langsung menyerahkan dokumen. Hang In datang di sela-sela pekerjaanya yang padat karena permintaan istrinya. Di keluarga Byun, orang paling berpengaruh adalah Byun Eun Hye, istri dari Byun Hang In. Baekhyun yang tak pernah mendengar Appanya pun selalu melakukan apapun yang diminta Eommanya.

Baekhyun mengambil telfon perusahaan dan memencet nomor cepat ke sekertarisnya. Tidak perlu waktu yang lam, yeoja berumur 37tahun yang sudah menjadi sekertarisnya selama 3tahun sedah menjawab panggilan Baekhyun.

“Tolong berikan alamat florist yang biasanya menyediakan bunga untuk acara kantor”

Baekhyun ingat eommanya suka sekali dengan rangkaian bunga segar yang ada di perayaan ulang tahun perusahaan. Baekhyun langsung meminta alamat florist yang menyediakan rangkaian bunga dan sekarang florist itu rajin mengirimkan bunga ke rumah eommanya setiap seminggu sekali.

Tidak lama, sekertarisnya yang selalu rapi dengan rambut yang diikat membentuk cepol kecil mengantarkan sebuah kertas memo berisikan alamat florist. Baekyun berterima kasih lalu mencari alamat tersebut di google map. Nama florist itu ‘S Flower’ dan pemiliknya bernama Suzy. Baekhyun merasa ada sesuatu menggelitik saat membaca nama pemilik florist itu. Bae Suzy.

Baekhyun hendak menghubungi florist itu untuk memesan bunga tapi remaindernya sudah berdering. Baekhyun mengurungkan niatnya dan segera memanggil Personal Assistant yang tadi bermain bersamanya.

Baekhyun menghentikan mobil Ferari-nya di pelataran parkir S Flower. Bangunan itu terlihat nyaman dan rindang dengan banyaknya bunga yang menutupi hampir seluruh permukaan dinding. Hanya jendela panjang dan papan nama florist yang tidak dirambati tanaman.

Seorang pegawai yang sedang membawa semprotan air terpaku memandang Baekhyun. Yeoja itu masih muda, tidak lebih dua puluh dua tahun. Baekhyun meraih knop pintu sederhana dan mendorongnya, membuat lonceng yang tertempel di balik pintu berdenting.

“anyeong haseyo” sapaan ceria terdengar di ruangan yang penuh bunga.

Baekhyun menoleh ke kanan- ke kiri, mencari pemilik suara itu. Dia berhenti saat melihat keranjang berbahan kaleng dengan bunga matahari mencuat dari dalam keranjang berjalan dua meter di sisi kanannya. Bunga matahari itu turun dan seorang yeoja berparas cantik dan manis dengan pipi chubynya menoleh ke arah Baekhyun.

Mata tajam Baekhyun bertatapan dengan mata hazel dengan iris coklat terang. Dengan mata yang membentuk eye smile, bentuk bibir itu terlalu menggoda untuk kesan lembutnya.

Wajah ramah yeoja itu menghilang terhantikan wajah shock “Byun Baekhyun?”

“Hai …… Sooji”

“mau apa kesini?” tanya Sooji tanpa menyembunyikan kekesalannya.

Sooji tidak seharusnya sekasar itu, tapi suara dan pandangan malas Baekhyun membuatnya kesal. Baekhyun adalah lelaki yang sederhana. Dia ramah pada yeoja cantik dan tidak memperdulikan yeoja biasa seperti dirinya. Bukannya dia ingin di pedulikan Baekhyun, hanya saja sebagai seorang manusia, siapa sih yang mau diremehkan hanya karena wajah.

Sooji tidak tahu harus merasa senang atau kesal karena Baekhyun tidak berubah semenjak terakhir kali mereka bertemu di SMA hampir 7 tahun yang lalu. Sikap tubuhnya Tegap, dagunya terangkat ke atas menunjukkan kepercayaan diri akan satus dan fisiknya.

Usia dua puluh lima tahun menambah kesan ‘matang’ sehingga sooji atau sekarang dikenal sebagai suzy yakin namja itu tidak mengalami kesulitan memikat yeoja. Bahkan saat SMA, yeoja-yeoja melemparkan diri padanya di setiap kesempatan dan namja itu menerima dengan senang hati setelah menyeleksi yang cantik dan seksi saja.

“aku ingin membeli bunga untuk eommaku”kata Baekhyun sambil memasukkan tangan ke kantong celana depan.

“yang seperti apa?”

“emmaku bernama Byun Eun Hye, dia sering memesan di tempat ini. Buatkan saja dengan bunga favoritnya”

“oh untuk Eun Hye Ahjumma”

Suzy sangat tahu Byun Eun Hye, eommanya Byun Baekhyun yeoja yang cantik, anggun dan baik hati. Beberapa kali dia sendiri yang mengantar bunga sembari memberikan tips merawat bunga padanya. Eun Hye bahkan berniat mengikuti kelas merangkai bunga di tempat suzy tapi belum terlaksana sampai sekarang. Betapa malangnya yeoja itu memiliki anak seperti Baekhyun.

Suzy mengambil bunga gerberas, mawar, carnations dan beberapa dedaunan penghias. Suzy membawa bunga-bunga itu ke counter pendek. Tidak lama, suzy merangkai bunga-bunga itu dengan cantik nan elegant dan dibungkus kertas cantik berwarna putih. Suzy tersenyum melihat rangkaian bunganya. Dia hendak memanggil Baekhyun tapi namja ini sudah berdiri menjulang di depannya.

Suzy mundur selangkah saat bima merundukkan tubuhnya dan bertumpu pada tangannya yang bersangga di atas counter. Baekhyun tersenyum, suzy menelan ludah berat, ini pertama kalinya Baekhyun tersenyum padanya selain smirk andalannya. Suzy tidak mengingkari kalau Baekhyun sangat tampan, maskulin dan sensual. Jantung Suzy berdegup kencang saat Baekhyun mencondongkan tubuh mendekatinya.

“hem ….” Suzy memejamkan mata merinding saat mendengarkan desahan senang Baekhyun “ kamu wangi bunga, bukan bayi. Sudah mulai dewasa rupanya” ejek Baekhyun.

Suzy membuka mata, ekspresinya keras karena kesal. Dia bergerak ke kanan, mendekati mesin kasir. Tanpa melihat Baekhyun, suzy mulai memencet tombol-tombol, suara print kasar terdengar kemudian. Suzy menarik struk dari mesin printer kecil dan menyerahkannya pada Baekhyun.

“biaya bunganya”

Baekhyun menarik tubuhnya tegak mengambil dompet mengeluarkan beberapa ribuan won. Mereka menukarkan struk dengan uang.

“kembalianmu”

“ambil saja”

Suzy memasukka lembaran uang itu ke tip jar disamping mesin kasir.”gomawo”

“cheonma” Baekhyun mengambil rangkaian bunga pesanannya.

“gomawo sudah datang” kata Suzy dengan nada datar seperti robot.

Baekhyun memberikan smirk andalannya kepada suzy sebelum keluar dari toko. Baekhyun melihat sekali lagi pintu toko lebih lama beberapa detik sebelum mengeluarkan mobilnya ke jalanan.

Suzy mendesah berat setelah pintu floristnya tertutup. Akhirnya dia bertemu juga dengan Baekhyun yang dia hindari mati-matian setelah floristnya membuat kontrak dengan B Corp. Suzy menghindari namja itu karena mereka adalah musuh selama masa SMA.

 Semua berawal dari hari pertama mereka masuk SMA. Suzy memandang Baekhyun tak berkedip ketika cowok itu duduk disebelahnya. Dia terpesona oleh ketampanan Baekhyun yang menjadi topik setiap obrolan yeoja di sekolah. Suzy gugup saat Baekhyun melihat ke arahnya. Baekhyun mengerutkan alis dan mengangkat tangan.

“saem!” panggilnya dengan keras sehingga semua perhatian kelas tertuju padanya.

“wae”

“Memangnya sekarang SMA kita gabung dengan SD? Kok ada anak SD disini” katanya sambil menunjuk Suzy.

Seluruh kelas tertawa dan Suzy hanya bisa terdiam malu. Sejak saat itu Suzy bertekad menjauh dari Baekhyun tapi entah mengapa takdir selalu membuatnya berada di sekitar namja itu. Dia sekelas dengan Baekhyun selama 3tahun. Klien terbesarnya adalah perusahaan yang dipimpin Baekhyun. Suzy tidak mengerti apa kesalahannya sampai harus terikat terus dengan Baekhyun.

Baekhyun disambut oleh pelukan eommanya yang cantik dan masih seksi di umurnya yang pertengahan empat puluh. Byun Eun Hye memakaigaun biru tua, warna kesukaan Byun Hang In, yang membungkus tubuh langsingnya dengan ketat.

“nae aedul, lama sekali eomma tidak melihatmu” kata Eun Hye dengan mata berkaca-kaca mengusap pipi Baekhyun yang lembut.

“dua minggu yang lalu eomma datang ke kantor dan kita makan siang bersama”kata Baekhyun mengingatkan.

“Tapi tetap saja rasanya lama sekali”

Baekhyun tersenyum dan melepaskan tangan eommanya dengan lembut. Baekhyun mengulurkan buket bunga,”ini untuk eomma”

Eun Hye terkesiap senang, mengambil buket bunga itu dan menciumnya.

“gomawo chagi….ini cantik sekali”

“cheonma eomma”

Byun Hang In duduk di ujung meja, disebelah kirinya adalah tempat duduk untuk sang istri. Kris ada disebelah kanan Appanya sedangkan tempat Baekhyun ada di ujung meja lainnya. Dengan panjang meja 3 meter, Baekhyun terlihat di kucilkan.

“Hallo dongsaengku, Welcome” sambut Baekhyun dengan suara ceria begitu duduk di kursinya.

“thanks”balas Kris datar

#### setelah makan malam #####

“tahu tidak, Soojung sebentar lagi akan menikah”kata Eun Hye sambil bertepuk tangan kecil, girang seperti anak kecil.

“Soojung, Jong in hyung dongsaeng?”tanya Kris yang sedang menunggu Hang In memainkan pion catur.

“Thats Right Kris” Eun Hye melihat ke arah Baekhyun yang sedang makan cemilan rumput laut sambil melihat malas kearah permainan yang menurutnya membosankan. “Dan setelahnya Jong In yang akan menikah”

“Jeongmal?”tanya Baekhyun kaget menghentikan memakan camilannya.

Baekhyun dan Jong in sangat dekat sebagai sepupu. Bersama ketiga sepupu yang lain. Meraka tidak chating setiap saat tapi pernikahan adalah topik penting yang wajib diberitahukan satu sama lain. Mereka tidak akan melewatkan informasi sepenting itu. Baekhyun mulai bertanya-tanya kenapa.

“Min ah eonni bercerita saat arisan keluarga minggu kemarin. Eomma juga kaget sekali tiba-tiba saja eonni mengatakan Jong in akan menikah. Min ah eonni selalu membawa kabar menyenangkan, setelah Soojung  lalu Jong in. Dia terlihat sibuk sekali merencanakan pernikahan, eomma jadi iri…” Eun hye memberikan wajah melas penuh maksud pada Baekhyun. Saat tidak mendapatkan tanggapan dari Baekhyun, Eun hye bertanya dengan jelas “Baekhyun-na kapan mau menikah?”

Baekhyun meletakkan camilan rumput lautnya dan meminum orange juice. Dia mencoba mengulur waktu waktu untuk kalimat yang pas agar tidsk ada pertanyaan lebih lanjut karena pernikahan dan dirinya, tidak pernah cocok. Mungkin jika Appanya sekarat dan mensyaratkan untuk menikah, dia baru akan menikah. Bukan berarti dia ingin appanya sakit, hanya perumpamaan.

“Eomma….aku dan Jong in berbeda. Jong in sudah siap untuk menikah, sedangkan aku belum” Jawab Baekhyun dengan perlahan seperti memberikan nasihat.

“kenapa belum?” tanya Eun hye tidak menyerah.

“karena belum menemukan calon pengantin seperti calon pengantin Jong in. Bukankah yang terpenting itu menemukan seseorang yang cocok, yang bisa mencintai seperti Eomma dan Appa.?” Baekhyun tersenyum lembut mendukung kalimat romantisnya.

Kris memutar bola mata mendengar bualan Baekhyun. Kris tahu jika Baekhyun tidak akan pernah menemukan calon pengantin dan mencintai lebih tepatnya dia tidak akan pernah jatuh cinta. Hidupnya selama 25 tahun sudah membuktikan itu.

V.I club adalah club terkenal di daerah gangnam, Club itu bisa disebut privat club dimana keanggotaannya tidak sembarangan diberikan.

Baekhyun masuk dari pintu sebelah kanan yang dijaga oleh namja berbadan tinggi besar dan anjing yang terlatih mengendus obat-obatan terlarang di sisinya. Baekhyun melewati dance floor yang masih belum ramai menuju lift khusus ke lantai 3 , lantai khusus VVIP.

Baekhyun berjalan ke lorong dengan empat pintu ber-plang. Dia membuka pintu dengan plang “Oh Sehun”

Baekhun langsung duduk di sofa empuk berwarna hitam yang ada di depan meja tanpa meminta izin pada pemilik ruangan itu.

“sepi sekali. Kemana yang lain?” tanya Baekhyun.

“Chanyeol masih lembur kerja, Luhan ada makan malam dengan pacar rabu-nya dan baru datang jam 12. Jong in tidak mampir.” Jawab Oh sehun yang duduk di belakang meja.

“sudah berapa lama Jong in tidak mampir?”

“hampir enam bulan.” Jawab Sehun tanpa mengalihkan matanya dari buku besar V.I club.

“Menteri yang baik” kata Baekhyun yang membuat Sehun terkekeh.

“tumben kamu ke sini jam pagi” kata Sehun

Jam dan keadaan diluar sana sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi bagi Sehun seperti pukul 10 pagi. Jadwal kerjanya yang dimulai malam hari membuat perspektifnya tentang malam dan pagi jadi berbeda dengan masyarakat umum.

“baru saja makan malam dirumah, manyambut kedatangan Kris”

Baekhyun berdiri untuk menghampiri lemari alkohol Sehun. Dia mengambil anggur merah dan membawanya ke sofa. Dengan pelan, dia menuangkan cairan merah itu ke gelas anggur.

“jadi Kris sudah siap menggantikanmu?”

“mungkin dua atau tiga tahun lagi. Dia masih harus belajar dan aku yang harus mengajarinya.” Jawab Baekhyun sambil memutar-mutar tangkai gelas red wine dengan pelan lalu mencium aromanya.

“busajangnim kalau begitu?”

“yup”

Baekhyun sedang  memikirkan tentang musuh SMA –nya yang baru dia temui lagi tadi sore. Cia tidak menduga kalau selama ini mereka sangat dekat. Florist yang sudah setahun berpartner dengan perusahaanya adalah milik Bae Sooji a.k.a Suzy, yeoja chubby, manis dan galak.

Baekhyun tersenyum mengingat bagaimana dulu mereka sering beradu mulut, mengejek satu sama lain. Baekhyun senang membuat masalah dengan yeoja itu karena gampang sekali dipancing dan bereaksi manarik. Gejolak aneh muncul diperutnya, membuat senyum Baekhyun menghilang.

Baekhyun meneguk red winenya dengan cepat, mencoba menghilangkan gejolak itu. Gejolak aneh menyebalkan itu selalu muncul setiap kali Suzy terlibat. Hal itu membuat Baekhyun kesal karena dia tidak tahu bagaimana menghilangkannya. Baekhyun mencoba pada yeoja lain dengan ciri-ciri yang sama tapi tidak ada reaksi aneh. Jadi pasti, dia alergi dengan Suzy.

Baekhyun menghabiskan red wine nya dan segera turun ke bawah. Dia menghabiskan malamnya seperti biasa. Minum, bertemu sepupunya, bersenang-senang dengan yeoja cantik dan seksi yang bisa dia tiduri, dan kemudian pulang ke apartemennya yang mewah dan ekslusif di lokasi strategis di Seoul. ( Bayangin apartemnnya Kim Soo Hyun di drama you who came from the star)

Baekhyun membeli apartemen itu setelah diusir Appanya karena membuat masalah dengan Kris. Kris memergoki Baekhyun tidur dengan yeojanya di atas ranjang miliknya. Kris menghajar habis-habisan. Baekhyun tidak bisa membalas karena Eun hye berteriak histeris melihat anaknya dipukuli. Baekhyun tidak ingin eommanya lebih sedih karena anaknya yang lain dipukuli juga.

TBC

21 responses to “[Freelance] Fallen Chapter 1

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s