[Freelance/Vignette] Kisseu?

kisseu

Title: Kisseu? ||  Author: danarizf  ||  Genre: Comedy || Character(s): [Miss A] Suzy – [INFINITE] L – [INFINITE] Sunggyu  ||  Length: Vignette  ||  Rating: PG

Disclaimer:

Semua cast yang ada disini bukan milik saya tapi milik mereka sendiri. Maaf jika ada kesamaan ide, latar, dan sebagainya, tapi cerita ini murni buatan saya sendiri. Don’t be plagiator!

.

.

.

Omona! Siapa gadis cantik bergaun putih ini? Ckck… kenapa aku terlihat begitu menawan di cermin? Aigoo… pasti Myungsoo Oppa akan terpesona melihatku.”

Seorang gadis dengan gaun putih selutut tengah sibuk mematut dirinya di depan sebuah cermin besar yang terletak di salah satu sisi ruangan bernuansa merah muda itu. Wajah cantiknya terlihat semakin menawan dengan polesan make up yang tidak terlalu tebal dan rambut coklat bergelombang yang membingkai wajahnya.

“Hmmm… yeppuda. Bae Suzy memang cantik.”

Suzy segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar setelah selama bermenit-menit bertahan di depan cermin kamarnya hanya untuk mengagumi penampilannya hari ini. Dalam hati Ia terkikik membayangkan reaksi Myungsoo–kekasihnya–setelah kesal menunggunya sekian lama lalu tiba-tiba matanya menjadi berbinar karena terpesona oleh penampilannya.

“Hyung, jangan menjauh begitu!”

Langkah Suzy tiba-tiba berhenti saat mendengar suara yang familiar baginya. Yap! Suara Myungsoo. Mendengar suaranya tiba-tiba saja membuat jantung Suzy berdegub lebih kencang. Ia sudah tak sabar melihat reaksi Myungsoo.

“Myungsoo-ya, kita duduk saja ya. Aku pegal berdiri terus.”

Suzy mengerutkan keningnya. Kali ini yang terdengar adalah suara sepupunya, Kim Sunggyu. Sebenarnya apa yang sedang dilakukan kedua orang itu? Ia pun segera mempercepat langkahnya menuju ruang tamu rumahnya yang Ia yakini tempat kedua orang itu berada sekarang.

“Ah, kalau duduk tidak puas, Hyung!”

Mwo? Puas apa?” gumam Suzy.

Suzy pun melongokkan kepalanya untuk melihat apa yang dilakukan kedua pemuda itu. Pupil matanya membesar begitu melihat Myungsoo dan Sunggyu kini tengah berdiri sambil berhadapan dengan tubuh Myungsoo yang begitu condong ke arah Sunggyu hingga wajah kedua pemuda itu hanya berjarak beberapa senti saja.

“Apa yang mereka lakukan? Jangan bilang Myungsoo Oppa akan mencium Sunggyu Oppa?” batin Suzy histeris membayangkan apa yang tengah dilakukan kedua orang itu.

Mereka berdiri begitu dekat dan Suzy yakin sekali bibir mereka hanya berjarak beberapa senti saja sebelum akhirnya bersentuhan.

“Myungsoo, palli!”

“Eii.. makanya jangan mundur-mundur terus begitu!”

Omo! Eottokhae? Jadi selama ini Myungsoo Oppa adalah gay? Dan dia menyukai Sunggyu Oppa? Omo! Jangan bilang Myungsoo Oppa berpacaran denganku untuk menyembunyikan kedoknya dan juga karena dia menyukai Sunggyu Oppa? Argh… dan Sunggyu Oppa juga tidak menolak? Ihhhh!!”

Suzy kembali mengintip dua orang pemuda itu. Bola matanya kembali membulat saat melihat Myungsoo yang tiba-tiba menahan pundak Sunggyu saat pemuda sipit itu sedikit menjauhkan tubuhnya.

“Hyung, berhenti mundur terus! Aku tidak bisa melakukannya kalau Hyung menghindar terus seperti itu. Tenang saja, Hyung, ini tidak akan lama.”

Ingin rasanya Suzy pergi dari sana sekarang juga karena tak tahan melihat pemandangan itu. Jika Myungsoo benar-benar menyukai sepupunya, berarti selama ini Ia hanya dipermainkan. Suzy benar-benar tidak terima melihat semua ini. Melihat Myungsoo yang semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Sunggyu dengan manik mata menatap lurus tepat ke mata sipit Sunggyu.

Suzy pun melangkah mendekati kedua pemuda itu dengan perasaan yang sudah campur aduk.

“Ah, Hyung! Aku menyerah!” seru Myungsoo tiba-tiba. Ia kemudian mengalihkan pandangannya pada Suzy yang kini tengah berjalan ke arahnya. Melihat kekasihnya itu sontak membuat senyum di bibir Myungsoo melebar.

Sedangkan Suzy? Jangan ditanya lagi bagaimana raut muka Suzy apalagi saat melihat senyum Myungsoo yang terlihat begitu manis itu tapi…. ugh memuakkan.

“Kebetulan sekali kau disini, Suzy-ah. Hyung, aku akan melakukannya dengan Suzy saja. Akan lebih puas kalau dengan Suzy,” kata Myungsoo.

Mata Suzy melotot. Hidungnya ikut kembang-kempis mendengar perkataan Myungsoo. Melakukan dengan Suzy? Myungsoo berniat mencium Suzy setelah berciuman dengan kakak sepupunya yang… seorang laki-laki?

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Myungsoo begitu Suzy berdiri di hadapannya. Myungsoo terpaku. Ia benar-benar tak menyangka Suzy akan menamparnya. Bahkan Sunggyu sudah membulatkan matanya yang sipit saking terkejutnya.

Mwo? Melakukan denganku? Jangan bermimpi, Kim Myungsoo!”

Chagiya, apa yang kau lakukan?”

Suzy sudah menatap Myungsoo muak. Kemarahannya sudah benar-benar mencapai ubun-ubun. “Apa yang kulakukan? Harusnya aku yang bertanya begitu padamu, Kim Myungsoo! Apa yang kau lakukan?”

Myungsoo benar-benar tak mengerti dengan sikap Suzy yang tiba-tiba marah padanya.

“Suzy-ah, kau ini kenapa?”

“Tidak usah berpura-pura lagi, Oppa! Aku sudah tahu semuanya! Aku tahu apa yang baru saja kau lakukan dengan Sunggyu Oppa! Aku juga tahu tujuanmu menjadikanku kekasihmu! Aku tahu semua termasuk kepribadianmu! Kau masih mau mengelak? Tidak mau menjelaskan yang sebenarnya?”

“Menjelaskan apa, Suzy?”

Suzy menatap sinis Myungsoo yang kini terdiam di hadapannya. “Oppa, sudahlah jangan berpura-pura lagi. Kenapa tidak katakan saja kalau Oppa dan Sunggyu Oppa saling menyukai? Kalian bahkan akan berciuman tadi!”

Myungsoo–dan juga Sunggyu–terdiam sambil menatap Suzy tak mengerti.

“Kenapa aku harus menyukai Sunggyu Hyung? Aku menyukaimu, Chagi. Dan berciuman apanya? Kapan kami akan berciuman?”

“Aku melihatnya, Oppa. Tadi kalian berdua akan berciuman kan?”

Mwo? Tidak.”

“Jangan bohong!”

Jinjjaro! Aku tidak punya niatan seperti itu.”

“Lalu tadi itu apa? Dekat-dekat Sunggyu Oppa sampai-sampai saat Sunggyu Oppa mundur, Oppa menahannya!”

Myungsoo benar-benar tak mengerti apa yang dikatakan Suzy.

“Aku sedang mengaca, Chagi.”

Suzy menatap Myungsoo tak percaya. Mengaca? Alasan konyol macam apa itu? Mana ada mengaca saling berhadapan dengan dekat begitu. Bukankah tadi Myungsoo juga menahan tubuh Sunggyu saat pemuda itu akan mundur? Apa itu yang disebut mengaca? Jelas-jelas terlihat Myungsoo akan mencium Sunggyu!

Oppa! Mengaca apanya? Jangan beralasan!”

“Aku tidak beralasan. Aku memang sedang mengaca, Suzy-ah.”

Geojitmal!”

Sunggyu yang sedaritadi diam saja ikut mengerutkan keningnya seperti Myungsoo karena sejujurnya Ia juga tak mengerti apa yang dikatakan adik sepupunya itu. Memangnya sejak kapan Ia menyukai Myungsoo dan punya niatan berciuman dengan pemuda itu?

“Tadi Myungsoo sedang mengaca di mataku, Suzy-ah. Dia bilang butuh cermin tapi tidak mau ke kamarku atau ke kamar mandi jadi dia meminjam mataku,” jelas Sunggyu yang diikuti anggukan kepala Myungsoo.

Suzy terdiam. Apa? Mengaca? Meminjam mata?

“Tunggu… Oppa… tapi tadi kalian… bukannya… cium… Myungsoo Oppa….”

“Aku tadi mengaca, Suzy. Tapi mata Sunggyu Hyung terlalu sipit jadi saat kau datang, aku ingin mengaca di matamu saja. Pasti lebih kelihatan dan puas.”

Suzy benar-benar termenung. Ia kembali mengingat-ingat apa yang Ia lihat tadi. Memang benar kalau kedua pemuda itu tidak benar-benar menempelkan bibirnya seperti akan berciuman. Tapi….

“ARGHHH!!!! MWOYAA!!!!! SUZY PABOYA!!!!!”

….

Sunggyu sedang berkutat dengan majalah di tangannya saat tiba-tiba Myungsoo mengeluarkan suaranya setelah sekian lama berdiam diri sambil menunggu Suzy yang belum selesai berdandan.

“Hyung…,” panggil Myungsoo.

Tanpa mengalihkan pandangannya. Sunggyu hanya bergumam pelan menyahuti perkataan Myungsoo. “Hmmm…,” gumamnya.

“Hyung, kau punya cermin?”

“Di kamar,” jawab Sunggyu singkat.

“Kau tidak bawa cermin kecil?”

“Tidak.”

“Heh… padahal aku ingin mengaca.”

“Di kamar mandi ada.”

“Heish.. aku malas beranjak, Hyung. Aku ingin membenarkan rambutku. Kalau aku ke kamar mandi atau ke kamarmu, nanti aku malah bertemu Suzy dan dia bisa melihat rambutku yang belum rapi.”

Sunggyu meletakkan majalahnya lalu menatap Myungsoo.

“Terus?”

“Aku pinjam matamu ya, Hyung.”

Kedua mata sipit Sunggyu sedikit melebar saat mendengar perkataan gila seorang Kim Myungsoo. Meminjam matanya? Benar-benar tak waras pemuda itu.

“Ya! Mana bisa kau meminjam mataku! Kau ingin melepasnya?”

“Eii maksudnya aku ingin mengaca di matamu saja, Hyung. Oke?”

“Hmm? Memang bisa?”

Myungsoo menganggukkan kepalanya dengan mantap.

“Geure, cobalah!”

“Berdiri saja, Hyung. Biar lebih puas.”

Sunggyu pun berdiri dari duduknya mengikuti Myungsoo yang sudah berdiri terlebih dahulu.

“Hyung, buka matamu lebih lebar lagi! Jangan mundur-mundur! Aku tak bisa melihat wajahku!”

“Eii.. cepatlah! Aku pegal!”

“Sebentar, Hyung. Rambutku masih belum rapi.”

“Palli! Palli! Palli! Mataku sudah pedas!”

“Hyung, sudah kubilang jangan mundur!”

“PALLIWA!!!”

….

Fin.

….

OKE! Fix ini adalah cerita absurd lain (yang bahkan lebih absurd dari sebelumnya) yang tiba-tiba muncul di otak. Sebenernya  ini udh lama selesainya. Kalau nggak salah aku bikinnya sambil nungguin MV Bad-nya Infinite keluar tp males bikin cover-nya. Giliran mau bikin malah keduluan The Wedding wkwk. Sumpah ini absurd banget ceritanya. Aneh, nggak jelas, garing. Dan lagi-lagi Sunggyu Oppa muncul di cerita jadi orang ketiga haha.

Maaf banget kalau ceritanya kayak gini T.T

New Destiny chapter 11? Tungguin aja.

Terakhir jangan lupa RCL ya😀

75 responses to “[Freelance/Vignette] Kisseu?

  1. Hohhohho …. masak yo ngaca pake mata. Ga punya hape apa Myung myuuung….
    Udah gitu yg dipake ngaca matanya sipiiit

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s