Zer0 (Chapter 1)

zer0

 

Poster by PinkeuchoARTFantasy

Tittle: Zer0

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Shin Won Ho (Cross Gene)

Gendre: Romance, Action, School life

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story inspirated by The Goddess of Revenge (Hyzalfinna). All casts belong to God, their parent, and agency.

Prev:

[Teaser] | [Prolog] | …

Seorang yeoja berambut panjang berwarna coklat sedang berjalan keluar dari pintu kedatangan di Seoul Incheon International Airport sambil mendorong trolley yg terdapat beberapa koper diatasnya.

unnamed (1)

I’m back!” batinnya.

 

Tak berapa lama seorang namja paruh baya menghampirinya.

“Bae Soo Ji-ssi?” ucap namja itu.

“Ne” jawab yeoja bernama Bae Soo Ji, atau bisa dibilang nama samarannya.

“Annyeong haseyo. Saya Shin Jeong Min”

 

Tanpa berbincang lama, Shin Jeong Min menuntunnya ke mobil sedan berwarna hitam yang parkir tak jauh dari situ. Soojipun langsung duduk di kursi belakang mobil tersebut, dan Shin Jeong Min menaruh koper koper tersebut dibagasi. Setelah itu Shin Jeong Min menyetir keluar dari bandara tersebut.

 

Selama di perjalanan Sooji sibuk memandang keluar jendela melihat pemandangan kota Seoul yang menurutnya berbeda dari California.

“Sooji-ssi, disampingmu terdapat paperbag yang berisi handphone baru” ujar Shin Jeong Min.

 

Soojipun mengambil paperbag yang dimaksud, langsung membuka kotak hanphone itu yang masil bersegel dan mengeluarkan hanphone itu.

“Selama di Seoul kamu bisa gunakan hanphone tersebut, barangkali untuk menyimpan nomor teman-temanmu di sekolah. Sedangkan handphone yang kamu gunakan sekarang karena juga sudah kamu setting sistemnya jadi hanya beberapa orang penting saja yang tau” jelas Shin Jeong Min.

“Ne, arraseoyo. Hmm… Shin Jeong Min-ssi, tidak apa kan kalau aku panggil Jeongmin ahjussi” tanya Sooji.

“Tentu saja”

 

Tiba-tiba handphone Sooji yang lama bergetar, setelah dilihat telfon dari nomor asing baginya. Akhirnya diapun mengangkat telfon tersebut.

Hi Kim Ha Ni. Oops sorry, I mean Bae Soo Ji” ujar orang yang menelfon terdengar seperti suara seorang namja.

Who are you?” tanya Sooji.

I’m James

James?!

Yup! By the way, welcome to Seoul

How did you know?

Secret

What?!

“Hahaha” tawa James.

 

Entah kenapa Sooji merasa sifat namja itu tidak begitu asing baginya.

“Emm… If you need some help, I will absolutely help you. So, call me anytime” tambah James.

Why do you want to help me?” tanya Sooji penasaran.

Cause, I’m your protector

 

Sooji tercengang mendengar jawaban dari James.

We’ll talk again later. Bye Sooji

Okay, bye James

 

Telfonpun tertutup. Sooji segera mengeluarkan leptopnya dan mencolokkan usb handphonenya ke leptop. Dengan cepat Sooji mengetik keyboard di leptopnya berusaha melacak nomor James.

 

Sooji Nampak serius melihat ke layar leptopnya sendari mengetik-ngetik leptopnya itu.

And, yes!” ucapnya setelah merasa selesai.

 

1943113-white-world-map-outlines-isolated-on-black-background-abstract-vector-art-illustration

What?!” kaget Sooji

 

Ini pertama kalinya dalam Sooji gagal melacak lokasi, biasanya Sooji dapat melacaknya dengan sangat mudah. Sooji mengulang lagi melacak nomor tersebut.

A bit more” ujarnya serius.

 

Dan hasilnya tetap saja tidak terlacak lokasinya.

Who’s that boy? Pasti dia juga menyetting system handphonenya sama dengan punyaku” batin Sooji terheran.

 

Selagi sibuk melacak lokasi James, mobil yang mereka kendarai sudah sampai tepat di depan sebuah rumah yang lumayan besar. Mobilpun masuk ke halaman rumah setelah pintu gerbang tersebut terbuka otomatis. Setelah mobil tepat terparkir didepan rumah, Sooji pun keluar dari mobil tersebut.

6a44aea3f5245e36f818eab55cd610aa

“Wuah!” ujar Sooji terkagum.

 

Sembari berjalan masuk ke dalam rumah, Shin Jeong Min menjelaskan tentang keamanan rumah tersebut.

“Rumah ini dipasang cctv disemua sudut. Pintu gerbang & pintu rumah memakai password, yang hanya bisa dibuka dengan remote ini” jelas Shin Jeong Min sambil menyerahkan Sooji remote yang tipis hampir sama bentuknya dengan card.

 

“Remote itu juga memakai system fingerprint yang hanya bisa dipencet tombol angkanya kalau sidiknya diketahui. Kaca rumah ini anti peluru, dan orang diluar tidakbisa melihat kedalam rumah tapi bisa sebaliknya” tambahnya.

 

Shin Jeong Min juga nunjukin semua ruangan yang ada di rumah tersebut, hingga ruangan khusus untuk Sooji yang terdapat 3 komputer bersebelahan, proyektor dan layarnya, glass board, dan barang lainnya yang ada seperti di ruangan belajar.

“Oh iya. Di garasi terdapat 3 mobil, dengan mobil yang kita kendarai tadi. Yang tadi mobil sedan hitam untuk mengantar aktivitas sehari-hari, selain itu ada 2 mobil sport salah satunya sedan berwarna putih yang atasnya bisa dibuka-tutup, dan biasa berwarna biru dongker. Yang mobil sport sedan putih khusus untukmu” tambahnya lagi.

 

Sooji semakin terkagum-kagum.

“Kalau begitu, aku akan menurunkan koper-kopermu dibagasi mobil dan kamu tunggu saja di ruang tengah”

“Annieyo ahjussi, aku bantu menurunkan koper”

“Tidak perlu, aku saja”

“Gamsahamnida ahjussi”

 

Shin Jeong Min pun pergi mengambil koper-koper milik Sooji, dan Sooji berbaring di sofa ruangan tengah sambil menyalakan tvnya.

“Aku belum menghubungi appa” ucapnya langsung mengambil handphone lamanya dan segera menghubungi appanya.

 

*Flashback*

Sesampainya di Los Angeles International Airport. Sooji diatar oleh Bae Yong Joo serta bodyguardnya. Sooji dan Bae Yong Joo pun keluar dari mobil. Tanpa pikir panjang Sooji langsung memeluk Bae Yong Joo.

“Ada apa denganmu?” tanya Bae Yong Joo bingung.

“Ahjussi! Thank you very much atas semua yang udah ahjussi lakukan untukku. Aku tidak tahu harus balas budi dengan apa”

Your welcome, lagipula aku juga sudah menganggapmu sebagai anakku sendiri”

Really?!

Yes, of course

“Kalau begitu mulai dari sekarang aku akan panggil -appa-”

*Flashback End*

 

“Appa!” sahut Sooji begitu telfonnya sudah tersambung.

“Kenapa kelihatannya senang sekali?” ucap Bae Yong Joo yang sudah dianggap appanya sendiri.

“Aku sudah sampai di rumah, dan rumahnya bagus banget. Thank you!”

 

Soojipun bercerita tentang rumah tersebut.

 

***

 

Malam hari, setelah selesai mandi Sooji menuju ke ruangannya. Soojipun menyalakan komputernya itu, dan mulai menyetting semua komputer itu agar terkunci rapat dan tidak bisa diakses maupun dihack orang lain. Tentu tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Sooji untuk menyetting semua itu, karena baginya itu hal yang mudah.

 

Tepat setelah selesai, Jeongmin masuk kedalam ruangan tersebut setelah mengetuk pintu ruangan itu. Terlihat Jeongmin membawa nampan yang terdapat susu putih hangat dan beberapa cookies.

“Gomawoyo ahjussi” ujar Sooji.

 

Jeongmin meletakkan nampan tersebut dimeja Sooji dan segera mengambil beberapa berkas yang terdapat di rak buku.

“Ini data semua murid di Jeil High School lengkap dari kelas 1 hingga kelas 3, dan juga semua staff yang ada disana” ujar Jeongmin lalu meberikan berkas berkas itu.

 

Jeongmin pun keluar dari ruangan tersebut. Sooji membuka berkas itu satu persatu sekalian menghafalkannya, sambil mengotak atik komputernya untuk merentas komputer utama Jeil High School untuk mengecek kembali data-data tersebut dan tentunya mencari blueprint sekolah tersebut. Setelah berhasil ketemu, dia langsung mengeprint blueprint tersebut dan lagi-lagi menghafal setiap sudut diruangan tersebut.

 

Saat masih sibuk menghafalkan semuanya, tiba-tiba muncul 1 chat dari media social khusus untuk para hacker-hacker. Soojipun membuka chat tersebut.

 

H1llw0rm: Zer0! Can you help me? I’ll pay you!

Zer0: Sorry, I can’t. I’m so busy lately.

 

Zer0, username Sooji di media social tersebut. Siapapun disitu pasti mengenal username tersebut, karena merupakan salah satu hacker terahli. Awalnya Sooji hanya iseng-iseng saja menghacking untuk sekalian belajar menghacking. Karena semakin sulit, maka semakin besar tantangan baginya. Tapi sayangnya akhir-akhir ini Sooji berhenti membantu orang yang meminta tolong kepadanya untuk menghacking, dia ingin focus dengan kasusnya sendiri yang menimpa keluarganya tersebut.

 

J4mes: Need some help, Sooji?

 

“James?! Bagaimana dia bisa tau ini idku?” ujarnya kaget mendapat chat dari James.

 

Zer0: How did you know?

J4mes: I know everything about you

Zer0: Stalker

J4mes: I said, I’m your protector

 

Pikiran Soojipun terbesit untuk menanyakan beberapa clue tentang dirinya.

 

Zer0: Okay, I want to ask you some questions

J4mes: Yes, what?

Zer0: How old are you?

J4mes: Older than you

Zer0: Do you live in Seoul?

J4mes: Maybe

Zer0: Korean?

J4mes: It can be

 

Sooji mencatat di notenya clue tentang James, walaupun kesal dengan jawaban dari James. Dan mengakhiri chat tersebut sebelum semakin kesal.

“Terserah dia saja!” ujar Sooji kesal.

 

Soojipun kembali mengecek data-data tersebut.

“Hades Group & Company?” ujarnya begitu membaca tentang data diri Kim Myung Soo, anak tunggal dari Hades Group & Company. Dia bahkan menjadi Student President di Jeil High School.

 

Sooji ingat betul bahwa appanya pernah memberitahunya tentang saat setelah Wonder Group bubar, saham Hades Group & Company semakin meningkat. Sooji mulai membuat skema dimulai dari Hades Group, sisanya akan dilanjutkan setelah dia mendapat informasi nantinya.

 

***

 

Keesokan pagi harinya di Jeil High School.

Sesampainya di lobby sekolah, Sooji segera keluar dari mobil yang diantar oleh Jeongmin. Terlihat siswa-siswi lainnya juga keluar dengan mobil yang tak kalah bagusnya serta memiliki supir pribadi masing-masing.

 

Terdengar juga beberapa siswa yang saling berbincang.

“Saham perusahaan appaku lagi meningkat, bahkan dia bilang kalau mau membelikan handbag limited edition milik V Brand” ujar salah satu siswa

“Appaku baru saja membelikan ku kalung berlian” ujar siswa lainnya sambil menunjukkan kalung tersebut.

 

Sooji tahu betul dan sengaja memilih sekolah disini, karena merupakan sarangnya. Jeil High School memang merupakan sekolah hanya untuk anak-anak orang terkaya di Korea, chaebol. Sekolah paling besar di Korea. Gedung olah raganya saja bahkan ada yang indoor maupun outdoor, seperti fasilitas umtuk golf memiliki lapangan golf indoor dan outdoor. Bahkan di kantin saja menyediakan makanan lengkap dari semua negara di dunia dimasak oleh koki koki terhandal, dan gratis untuk siswa siswi disini. Seragamnya juga dijahit dengan bahan pakaian yang berkualitas tinggi. Jadi tidak mungkin sembarang orang bisa masuk ke sekolah ini.

 

Sooji berjalan dikoridor sekolah ke ruangan guru, tidak susah baginya mencari ruangan guru tersebut karena dia sudah menghafal semuanya tadi malam. Sesampainya disana Sooji langsung menghampiri salah satu seongsaenim disitu.

“Annyeong haseyo” sapa Sooji.

“Ne, annyeong haseyo. Ada keperluan apa?” tanya seongsaenim tersebut.

 

Sooji langsung menyerahkan lembaran data dirinya ke seongsaenim itu.

“Murid baru?” tanya seongsaenim sambil melihat data diri Sooji.

“Ne” jawab Sooji.

“Pas sekali. Aku yang akan menjadi wali kelasmu. Panggil saja Chae ssaem”

“Ne, Chae ssaem”

“Karena sebentar lagi akan bel masuk sekolah, jadi kajja kita ke kelas”

 

Soojipun mengikuti Chae ssaem tersebut menuju kelas, dan tepat sesuai dugaan bel sekolah pun berbunyi.

 

Sesampainya di depan kelas. Chae ssaem masuk terlebih dahulu, Sooji masih menunggu di depan kelas.

Good morning! Kali ini kita akan kedatangan murid baru pindahan dari California. Silahkan masuk” ujar Chae ssaem mempersilahan masuk.

 

Soojipun masuk ke dalam kelas, sembari melihat siswa siswi di kelas tersebut. Sooji sedikit menyeringai begitu menyadari dia masuk di kelas yang sangat tepat, sekelas Kim Myung Soo.

 

“Wuah jinjja yeppuda” bisik salah satu siswa ke temannya.

“Maja!” balas temannya.

 

“Silahkan perkenalkan dirimu” ucap Chae ssaem.

“Annyeong haseyo. Jeireumeun Bae Soo Ji imnida. Mannaseo bangapsseumnida” sapa Sooji.

“Bae Soo Ji, bisa duduk disebelah situ” ujar Chae ssaem menunjuk ke salah satu kursi kosong tepat disamping jendela dan bagian tengah.

 

Soojipun berjalan ke kursinya kemudian duduk disitu.

“Shin Won Ho, sebagai ketua kelas tolong nanti antaran Bae Soo Ji berkeliling disekolah disaat jam istirahat” pinta Chae ssaem, menyuruh Shin Won Ho yang duduknya tepat disebelah Sooji.

 

Great!” batin Sooji.

 

Entah kenapa Sooji penaran dengan Shin Won Ho. Karena dia satu-satunya murid di sekolah ini yang data dirinya menurut Sooji tidak begitu lengkap dan jelas.

 

“Annyeong Bae Soo Ji. Naneun Jung Soo Jung, panggil saja Soojung” sapa Soojung yang duduk tepat didepan Sooji

“Naneun Jeon Ye In, Yein” sapa Yein yang duduk diseblah Soojung.

“Ne annyeong” balas Sooji.

 

Mereka berdua sepertinya ramah, tapi sayang Sooji tidak begitu mau terlalu dekat dengan siswa siswi di sekolah ini, karena menurutnya bisa membahayakannya.

 

“Okay, mari kita mulai pelajarannya” ucap Chae ssaem.

 

***

 

Tet… Tet… Tet…

Bel istirahat pun berbunyi. Seongsaenim yang mengajarpun mengakhiri pelajarannya. Siswa-siswi juga berhamburan satu persatu menuju ke kantin. Sooji sendari tadi memperhatikan gerak gerik Myungsoo, yang walaupun duduknya di belakang pojokan dekat dengan pintu. Yang dia lakukan hanya tertidur di kelas.

“Myungsoo-ah, kajja!” ajak salah satu temannya yang bernama Jungkook.

 

Myungsoo dan Jungkook pun keluar kelas, tentu dengan Jongin dan Minhyuk. Mereka dikenal sebagai F4 merupakan anak-anak paling kaya dan berkuasa di sekolah ini. Setahu Sooji hasil dari mengecek data semalam, Myungsoo memiliki sifat yang keras kepala, Jongin sering bergonta ganti pasangan, Jungkook memiliki kembaran Jeon Ye In, dan Minhyuk memiliki tunangan yang bernama Jung Soo Jung.

 

Shin Won Ho berdiri menghampiri Sooji.

tumblr_m65v1rs8tk1rxftejo8_1280

“Bae Soo Ji. Aku tidak mau membuang jam istirahatku, kamu bisa download aplikasi sekolah ini di handphone. Disitu sangat lengkap, dan ada petanya juga” ujar Shin Won Ho, kemudian langsung berjalan keluar kelas.

 

476

Heol… Ketua kelas macam apa dia” batin Sooji kesal.

 

Sooji merasa Wonho memiliki hawa-hawa misterius, seperti banyak hal yang dia sembunyikan terlihat jelas dari sorotan matanya. Sendari tadi di kelaspun Sooji memperhatikan dia tidak berbincang dengan siswa lain, seperti sama dengan dirinya yang menghindari berdekatan dengan siswa lain.

 

Daripada lama memikirkan hal itu, Sooji akhirnya berkeliling sekolah tersebut sendirian selagi dia juga tidak begitu lapar.

 

***

 

Di kantin. Myungsoo dan teman-temannya sedang memakan-makanan mereka.

“Anak baru tadi, lumayan cantik juga ya, yakan Myungsoo?” ujar Jungkook.

“Aku tak tertarik” jawab Myungsoo.

“Aku pasti bisa mendapatkannya” ucap Jongin dengan semangat.

“Annie, aku duluan yang akan mendapatkannya” balas Jungkook.

“Ya Jongin-ah, urus saja itu yeoja-yeojamu yang lain” timbrung Minhyuk.

“Minhyuk-ah, kamu juga harusnya mengurus tunganmu dengan benar” ujar Jongin sambil tertawa.

 

***

 

Sepulang sekolah, Sooji dijemput oleh Jeongmin ahjussi. Setidaknya hari pertama sekolah tidak begitu buruk baginya, walau dia masih belum mendapatkan apa-apa. Tiba-tiba handphone Sooji bordering, Soojipun segera mengangkat telfon tersebut.

gtbswrfgq2wr

“Sooji” ucap orang yang menelfon Sooji.

What happens James?” tanya Sooji.

Tonight Hades Group has a party. Do you want to come? I got the invitation

Yes, I want!

Okay, I’ll send you the invitation

Yup, thanks! Btw, how abaout you? Will you come to the party?

Dunno

 

Telfonpun ditutup oleh James. Tak berapa lama setelah itu terdapat pesan masuk dari James yang berisi scan dari undangan tersebut.

“Assa! Jeongmin ahjussi, let’s party tonight!” ujar Sooji dengan senangnya.

 

***

 

Sesampainya di rumah Sooji segera menyalakan komputernya dan langsung menghacking salah satu komputer di kantor Hades Group untu mengecek siapa saja tamu yang akan datang. Dengan cepat Sooji mengetik-ngetik, kemudian mudah baginya mendapatkan list para tamu tersebut. Diapun mencari tahu tentang tamu-tamu tersebut, sebagian besar nama tamunya tak asing baginya karena orang tua dari siswa siswi di Jeil High School.

 

Setelah selesai, Sooji kemudian mandi lalu berdandan untuk ke pesta tersebut. Jeongmin memberikan Sooji sebuah gelang yang bisa berfungsi sebagai microphone penghubung mereka dan headseat kecil seukuran kancing yang diselipkan di lubang telinga. Microphone tersebut akan terhubung ke radio mobil sedan putih yang akan mereka gunakan, selagi Sooji masuk ke pesta tersebut dan Jeongmin memantaunya dari dalam mobil.

 

***

 

Sesampainya di lokasi acara, Sooji keluar dari mobil berjalan masuk kedalam hall tersebut yang dijaga ketat dan hanya orang-orang yang memiliki undanganlah yang bisa masuk. Setelah masuk ke dalam sana, mata Sooji langsung berkerja cepat mengidentifikasi siapa saja orang yang ada di dalam sana. Bahkan dia melihat Kim Myung Soo dan Kim Jong In sedang duduk semeja dengan appa mereka beserta pemegang saham terbesar di Hades Group. Sooji memilih tempat duduk di pojokan agar tidak terlalu tersorot.

 

Acarapun dimulai. Kim Seok Won -appa Myungsoo- naik keatas panggung untuk berpidato.

“Terima kasih kepada hadirin yang telah menyempatkan datang ke acara ini. Karena kalian Hades Group & Company semakin meningkat seiringnya waktu…”

 

sooji9

Semakin meningkat dengan cara menghancurkan perusahaan lain maksudnya?” batin Sooji kesal.

 

Kim Seok Won pun meneruskan pidatonya.

 

Setelah selesai para tamupun dipersilahkan menikmati hidangan. Sooji memilih berdiri tak jauh dari Kim Seok Won, sembari menikmati makanan dan mengamati gerak geriknya. Sendari tadi beberapa kali Sooji melihat Kim Seok Min terlihat mengeluarkan note kecil dari dalam saku jasnya. Sooji penasaran dengan isi note tersebut. Soojipun berusaha semakin mendekati ke arah Kim Seok Min.

 

“Bae Soo Ji” ujar seorang namja langsung memegang pergelangan tangan Sooji.

 

Sontak membuat Sooji langsung membalikkan badan ke arahnya.

jhgthjtuyj

 

Kim Myung Soo?!” batin Sooji kaget.

 

Sooji baru ingat dia hanya terfokus pada Kim Seok Min, tidak mengecek Myungsoo sama sekali. Sooji merasa dirinya kali ini bodoh sedikit teledor.

 

“Tarawa” ujar Myungsoo langsung menarik Sooji jauh dari Kim Seok Min.

“Huh?”

 

Myungsoo membawa Sooji tepat ke hadapan seorang gadis yang tak dia kenal.

She’s my girlfriend, Bae Soo Ji” ucap Myungsoo langsung menggenggam tangan Sooji yang tadinya memegang pergelangan tangannya.

What?!

 

=To Be Continue=

 

Gimana gimana? Masih garing ya huhuhu😦 Ini aku sengaja belum masukin actionnya soalnya masih awal. Sorry lama juga ngepostnya, soalnya aku beberapa kali harus ngedit alurnya, tapi tetep aja zonk😦 Butuh saran & kritik dong gimana nanti next chapternya🙂

68 responses to “Zer0 (Chapter 1)

  1. ceritanyaaa kereeen penasaran orngtua suzy kemana terus suzy bisa kaya terus suzy kerja apa sebenarnya sampe hacker gitu ceritanyaaa bagus thor🙂

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s