[Freelance] Fallen Chapter 2

Title : Fallen | Author : Rharajose | Genre : Angst, Friendship, Romance | Rating : G | Main Cast : Bae Suzy, Byun Baekhyun, Kim Jongin | Other Cast : Park Jiyeon, Wu Yi Fan, Oh Sehun, Xi Luhan, Jung Soo Jung, Park Chanyeol

***

“Ada keperluan apa ya?” tanya Suzy dengan suara dan senyum terpaksa.

“Begini ya caramu berbicara dengan klien terbesarmu? Berapa nilai kontrak setiap kali ada acara di Bcorp?” tanya Baekhyun sambil menaikkan alisnya.

Suzy menarik nafas dengan kasar. Bastard, sesuai tebakannya setalah mengetahui fakta bahwa dirinya pemilik S florist, Baekhyun tidak akan melewatkan kesempatan sekecil apapun untuk  menganggunya. Seperti waktu mereka SMA dulu.

“Sepertinya tidak ada yang bisa membuat Bcorp mempertahankan kontraknya dengan S florist”

“Ya….neo jinja…kau tidak bisa seperti itu” sergah Suzy

“Alasan apa yang harus membuat kontrak itu terus dilanjutkan?”

Suzy sudah akan menjawab tapi menutup mulutnya. Dia mendapati semua yang ada di S florist melihat ke arah mereka. Mereka semua tertarik pada Baekhyun.

Suzy memindahkan bunga-bunga yang sudah di rangkainya ke dalam pot. Untung saja dia tidak sedang melayani pesanan langsung. Suzy tidak pernah mengecewakan pelanggan dan tidak akan memulainya hanya karena Baekhyun yang arogan dan childish yang tidak berubah meskipun sudah bertambah usia.

“kalau kau tidak keberatan bisakah kita bicarakan ini di tempat yang lebih private?” tanya Suzy dengan profesional.

Baekhyun hanya mengangguk dan mengikuti langkah Suzy yang berjalan ke pojok ruangan. Baekhyun tidak menyangka kalau di pojokan terdapat sebuah pintu. Pintu itu memiliki warna yang sama dengan tembok kayu dan di sekeliling terdapat banyak bunga.

“masuk” perintah Suzy

Tempat itu seperti surga kecil dengan karpet rumput hijau yang berkilau terkena cahaya matahari dan tetesan air dari penyemprot otomatis. Bunga beraneka warna yang bermekaran menjadi ornamennya.

“Ige mwoya?” tanya Baekhyun yang masih takjub.

“its myhome”

“cool”

“gomawo, kamu ingin duduk di luar atau di dalam? Di dalam sempit mungkin saja kamu merasa tidak nyaman”

“tenang saja Suzy, aku tidak memiliki phobia ruang sempit”

Suzy mendengus “syukurlah kalau begitu” katanya sambil memutar kenop pintu kayu.

“duduklah” kata Suzy sambil menarik kursi yang tidak jauh darinya.

Baekhyun duduk di kursi itu sedangkan Suzy berjalan menuju dapur kecilnya.

“kamu mau minum apa?kopi?teh?”

“kopi”

Suzy mengambil cangkir putih dan menggiling biji kopi dengan mesin giling kecil.

“Bukannya kamu tidak suka minum kopi?”

“seseorang yang sering datang suka minum kopi”

Namjachingu? Adalah pertanyaan yang terbayang di otaknya dan “Oh…” adalah yang keluar dari mulut Baekhyun.

“Silahkan” kata Suzy sambil meletakkan kopi di depan Baekhyun.

Suzy duduk di kursi lain yang ada di seberang kursi Baekhyun.

“Bisa kita bicarakan soal kontrak itu?” tanya Suzy sambil mengulurkan cangkir putih tempat gula.

“Jadi apa jawabanmu?”

“S florist memberikan dekorasi bunga terbaik untuk setiap pesta Bcorp. Kami menyediakan bunga terbaik dan menjaga kualitasnya. Kami tidak pernah mengecewakan pelanggan sebelumnya”

“Tapi kalian tidak ramah pada konsumen”

Suzy menggertakkan gigi “Hanya aku dan itu karena kamu”

Baekhyun menyesap kopinya “ kopimu lumayan”

“gomawo” tanggap Suzy mencoba tidak berteriak dan memaki Baekhyun dengan sumpah serapahnya.

“Untung saja kau membuat kopi yang lumayan” kata Baekhyun membuat perhatian Suzy kembali padanya.

“Mwo”

“Kontrak S florist tetap di lanjutkan”

Bae Suzy mendesah lega, dia memberikan senyum kecil kepada Baekhyun “Gomawo”

“Tapi aku tetap bisa menghentikan kontraknya”

“S florist akan memberikan yang terbaik” kata Suzy dengan semangat dan tegas penuh percaya diri.

“Aku berharap begitu, dan secangkir kopi lain waktu mungkin bisa meyakinkanku” kata Baekhyun dengan Ssmirk andalannya.

“Mwo?”

Baekhyun tetap akan menjadi Baekhyun dan tak akan bisa menjadi Kim Soo Hyun kalimat itu terlintas di pikiran Suzy.

Baekhyun berdiri “ Aku harus kembali ke kantor karena ada rapat”

Suzy mengantar Baekhyun keluar melalui pintu lain yang tidak melalui toko, tapi dari gang kecil yang ada di sisi toko. Baekhyun pergi dengan Lamborghini Aventador-nya meninggalkan Suzy penuh tanda tanya. Kopi lain waktu?

Baekhyun datang tanpa pemberitahuan. Dia datang ke florist jam setengah enam sore, dengan kemeja yang tidak di masukkan ke dalam celana dan dua kancing teratasnya tidak dikancingkan, (bayangkan saja Author aja ampe ngiler bayanginnya…wakakaka). Dia tetap bisa membius pegawai Suzy dan seorang pelanggan yang ada di sana saat itu.

Baekhyun tidak mengatakan apapun, tidak menyapa siapapun dan langsung membuka pintu pojokan menuju rumah Suzy seperti dia pemilik tempat itu. Bae Suzy yang sedang menata bunga langsung meletakkan bunga di pot dan menghampiri Baekhyun.

“Baekhyun!”

Baekhyun menoleh. Alis Suzy mengkerut saat melihat wajah Baekhyun. Entah kenapa dia terlihat seperti sedang stres. Tapi dia adalah Byun Baekhyun. Baekhyun tidak pernah peduli pada apapun, selalu menghadapi segalanya dengan santai, jadi tidak mungkin dia stres.

“Aku mau minum kopi” jawab Baekhyun tanpa rasa malu

“kenapa kau minum kopi disini? Kopiku kan hanya lumayan enak, lebih enak di kedai kopi mahal langgananmu”

“kamu tak ingat? Kamu membuatkan kopi untuk membuatku tetap mempertahankan kontrak.”

“Mwo? Eonje?” nada suara Suzy naik beberapa oktaf namun tidak membuat Baekhyun takut.

“kalau kau tak ingat tak apa-apa, aku juga tidak tahu tentang kontrak itu” Baekhyun kemudian melangkah menjauh dari pintu.

“Neo jinja….Tunggu!” Teriak Suzy yang mengacak rambutnya kesal. Baekhyun berhenti dan menaikkan alis. Suzy menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar “ okay, aku akan membuatkanmu kopi”

Baekhyun tersenyum, “syukurlah kamu sudah ingat”

Suzy membukakan pintu untuk Baekhyun, membiarkannya sekali lagi masuk ke rumah dan sekali lagi membuatkan kopi untuknya. Semua itu demi kelangsungan florist tercintanya. Kali ini Baekhyun memilih duduk di teras memandang kolam ikan kecil Bae Suzy.

“kenapa kamu memilih menekuni merangkai bunga?”

Suzy menoleh ke arah Baekhyun yang sedang melihat ke arahnya “kau sedang bertanya kepadaku?” tanya Suzy mencoba menegaskan.

“memangnya ada orang lain?” tanya Baekhyun.

“kenapa?maksudku, itu pertanyaan untuk orang yang ingin sekedar mengenal atau tahu seseorang”

Suzy menjadi pani dengan konfirmasi Baekhyun. Jawaban itu mengindikasikan bahwa namja itu telah merubah tingkat kepedulian terhadap sesama pada dirina. Hal yang tidak mungkin terjadi sebelumnya.

Baekhyun tetrtawa melihat kepanikan Suzy,”aku tidak tahu kalau kau begitu memujaku sampai kebingungan hanya karena aku bertanya”

Suzy hanya bisa melongo dan membuat tawa Baekhyun semakin keras. Suzy menutup mulutnya dan ganti melotot,” sampai kiamat aku tidak akan memujamu!”

“kalau begitu jawab saja”

“karena aku suka, sudah kan? Aku sibuk dan kalau sudah selesai minum kopi, langsung pulang.” Suzy melangkah dengan cepat meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun tidak langsung pulang setelah minum kopi. Dia berdiri, bersandar di pintu melihat kegiatan yang ada di dalam florist yang sudah memasang tanda closed di pintu depan. Suzy belum menegur Baekhyun karena dia harus menyelesaikan pekerjaanannya mengecek stok bunga. Dia harus tahu bunga mana yang masih bisa dijual besok dan mana yang tidak.

Suzy menghampiri Baekhyun yang masih berdiri di tempatnya.

“kenapa masih ada di sini? Tokonya sudah tutup. Pintunya ada di sebelah sana kalau kamu bingung.” Suzy menunjuk pintu masuk dengan lonceng di pojok atas kanan.

“ternyata toko bunga sibuk juga”

“memang sibuk, sudah lihatkan ? pulang sana”

“makan malam yuk, aku yang traktir” kata Baekhyun yang membuat mulut Bae Suzy menganga.

Baekhyun tertawa dan mengulurkan tangannya, menekan dagu Suzy ke atas tapi baru ujung kulitnya menyentuh kulit Suzy, yeoja itu sudah tersentak mundur dua meter. Suzy melindungi dagunya dengan kedua tangan dan matanya menyipit serius.

“jangan sembarangan menyentuh orang!” tegurnya hampir seperti membentak kasar.

Baekhyun mengeluarkan smirknya,”tidak usah berlebihan begitu, aku hanya ingin mencegah lalat masuk ke dalam mulutmu yang terbuka lebar. Jadi, gimana kalau kita makan dekat kantorku?”

Suzy merenggut,” aku tidak mengatakan setuju pergi denganmu dan aku tidak akan pergi denganmu. Aku memasak makan malamku sendiri.”

“okay, gomawo sudah mengundang makan malam”

Suzy melongo mendengar perkataan Baekhyun. Dia tidak tahu dari mana Baekhyun menyimpulkan kalau dia mengundangnya makan malam.

“Ya…Byun Baekhyun”

Namja itu sudah menghilang, kembali ke dalam rumah. Suzy menghela nafas berat dan pasrah dengan situasi baru yang tidak pernah dia duga itu. Suzy segera menyusul Baekhyun.

“jangan mengganguku, duduk dan tunggu saja”

“masak apa?” tanya Baekhyun yang menjauh kurang dari satu langkah dari tempatnya tadi.

“ayam siram madu dan salad”

Baekhyun duduk di kursi meja makan, memperhatikan Suzy yang sedang sibuk memasak. Baekhyun tersenyum saat melihat bagaimana cepatnya Suzy memotong sayuran. Baekhyun menghela nafas, otaknya sekarang memiliki kegiatan lain selain memikirkan bagaimana Byun Hang In memojokkannya selama seminggu ini.

Baekhyun memejamkan mata saat merasakan perutnya bergejolak dengan rasa familiar. Baekhyun makan lebih banyak, mencoba menghentikan gejolak itu sebelum terasa lebih parah.

Suzy menggelengkan kepala saat melihat Baekhyun makan dengan lahapnya.

“apa yeoja-yeoja yang selama ini dekat denganmu tidak pernah mengomentari rakusnya makanmu?”

“tertarik pada kehidupan seksualku sekarang?” tanya Baekhyun disertai Smirk andalannya.

Suzy mengacuhkan sentilan vulgar Baekhyun,”Cuma penasaran karena hebat kalau mereka tidak ilfil sama kamu”

“mereka tidak ada yang tahu. Hubunganku dengan mereka tidak pernah se-eksklusif makan bersama. Kami bertemu dengan keadaan sama-sama horny dan berpisah setelah puas”

Suzy mengernyit jijik,”makan saja dengan tenang”

“aku kan hanya menjawab jujur”

Baekhyun makan dengan lahap, menandaskan semua makannya dengan kecepatan yang mengagumkan. Lebih hebat dari orang militir.

Baekhyun berdiri, mengangkut peralatan makan kotor di meja dan membawanya ke tempat cuci piring. Dia bukan hanya meletakkannya di sana tapi juga mulai mencucinya.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya Suzy dengan mata melebar tidak percaya.

“mencuci”

Baekhyun menyelesaikan mencuci tanpa insiden barang pecah. Dia juga mengeringkan semuanya. Suzy masih bengong di kursinya. Dia masih syok melihat seorang Byun Baekhyun mencuci piring. Melihat namja biasa mencuci piring saja seperti keajaiban, apalagi Byun Baekhyun yang jauh dari kata biasa.baekhyun menaikkan alisnya menggoda,”Wae?Tertarik olehku?”

Bae suzy melihat namja itu dengan mata menyipit “Apa kau benar-benar Byun Baekhyun?”

“Waeyo?Tidak menyangka aku bisa mencuci piring?”

Suzy mengangguk cepat,”Bagaimana bisa?”

“Aku bekerja menjadi pencuci piring di restoran China 24jam saat kuliah di Amerika. Beasiswa yang aku terima tidak cukup untuk biaya hidup sehari-hari, jadi aku harus bekerja. Rasanya piring kotor tidak ada habisnya saat itu. Bertambah dan terus bertambah sampai aku terus memimpikannya di minggu pertama. Bayarannya lumayan dan aku sering membawa pulang makanan. Pelayan wanita di tempat itu sangat menyukaiku, dimanapun aku tetap menarik”

Suzy memutar bola matanya,” syukurlah wajahmu bisa berguna, akan aku buatkan kamu kopi”

“nah itu baru anak baik, kamu punya film apa saja?”

“tidak, aku tidak punya film”

“yang benar saja. Aku rasa kamu benar-benar ketinggalan jaman zy. Tidak akan ada yang menyangka kalau kamu cucu mantan presiden Korea Selatan.”

“kalau begitu pulang saja kerumahmu”

“Jangan terlalu sinis zy. Perusahaanku memberimu keuntungan yang besar setiap ada acara, ini win win solution.”

“Bakka”

Baekhyun terkekeh,”Bagus zy sekarang kamu sudah bisa mengumpat sekarang”

Pipi Suzy memerah karena Baekhyun tahu dia sedang mengumpat meski sudah menggunakan nada bicara yang pelan.

“kau harus pulang setelah kopi itu habis”

Baekhyun terbahak “Hillarious Kitten”

“Mwo?Kitten?”

“Yup, Thats really suits you. Meaw…” Baekhyun menirukan suara anak kucing menyedihkan.

“Aku bukan anak kucing!” Teriak Suzy kesal.

“See? You are Meowing now”

Suzy mengepalkan tangannya dan melakukan apa yang selalu dia lakukan sejak SMA begitu dia kalah berdebat, “Byun Baekhyun Byeonte menyebalkan!”

Baekhyun tertawa terbaha-bahak.

################################

Baekhyun merasa bebas datang ke rumah Bae Suzy. Kebanyakan untuk minta kopi dan makan. Porsi makan Baekhyun yang tidak sedikit mempengaruhi keadaan makanan Suzy. Sekarang kulkasnya lebih banyak di idi udara dingin daripada bahan makanan.

“Malam ini masak apa?” Tanya Baekhyun yang duduk di kursi meja makan. Di hadapannya sudah ada laptop dan berkas-berkas pekerjaan.

“samgyumtal, white kimchi dan nasi” jawab Suzy datar, dia ingin menunjukkan bahwa dia tidak senang.

“Owh…itu kedengaran cukup menggiurkan” Tanggap Baekhyun tidak keberatan.

Suzy menarik nafas panjang lalu berbalik melihat Baekhyun yang ternyata sedang melihat ke arahnya. Dia tiba-tiba kehilangan keberanian sehingga dia tidak berbalik lagi. Suzy melihat kulkasnya kosong.

Kamu harus melakukannya, Suzy. Demi kelangsungan hidupmu.

Suzy berbalik lagi, Baekhyun masih melihat ke arahnya. Dia mengumpulkan udara bersamaan dengan mengumpulkan keberanian. Mata hazelnya menatap langsung ke mata Baekhyun.

“Baekhyun, aku tidak bisa memberimu makan lagi.” Kata Suzy dalam satu nafas.

“Wae?”

Cara Baekhyun bertanya seperti seorang anak kecil polos membuat emosi Suzy terpancing. Semua rasa tidak enaknya menghilang begitu saja. Yang benar saja, masa dia tidak merasa.

“Porsi makanmu membuat kulkasku kosong. Aku tidak sekaya pemikiranmu”

Suzy mengabaikan wajahnya yang panas. Dia tidak pernah membicarakan masalah keuangannya pada orang lain. Topik itu terlalu pribadi dan sensitif.

“Tapi kalau kopi …aku masih bisa memberimu kopi” tambah Suzy dengan suara bergetar karena masih merasa malu.

“Mian.” Kata Baekhyun yang membuat Suzy kaget “I will pay”

“Huh”

Baekhyun mengeluarkan dompet dari saku celananya. Dia membuka dompet armani hitamnya, mengambil satu kartu di antara beberapa kartu goldnya. Baekhyun meletakkan kartu itu di meja, mendorongnya ke ujung meja lain dekat dengan Suzy.

“Kamu bisa memakai kartu ini untuk membeli bahan makanan yang kita makan.”

Suzy merasakan wajahnya memanas karena sebab lain. Marah.

“Aku bukan…Urrrgggh……singkirkan kartu itu. Kita sudah sepakat tentang kopi yang aku berikan padamu.”

Baekhyun tertawa dalam hati. Kalimat yang di keluarkan dengan polos itu memiliki makna lain yang lebih mesum di otaknya. Tentu saja dia tidak akan mengatakannya pada Suzy.

Suzy akan melempar Baekhyun dengan kimchi jika ia tidak segera menyingkirkan kartu debitnya yang melukai harga dirinya. Dia tidak menyangka Baekhyun menganggap dia meminta uang darinya. Demi Tuhan, dia hanya ingin namja itu tidak meminta makan lagi.

“Tolong jangan salah paham zy. Aku sedang minta tolong padamu saay ini. Aku tinggal di apartemen, aku selalu makan di luar dan sepertinya itu tidak membuatku begitu sehat.” Baekhyun mengusap perutnya yang rata “Jadi aku minta tolong padamu, satu waktu makan saja. Jebal”

Suzy jijik mendengarnya dan ekspresi Baekhyun membuatnya memutar bola matanya, bukannya prihatin.

“Okay…okay. aku tahu. Hentikan itu”

Baekhyun tertawa terbahak-bahak dalam hati karena sudah berhasil menjebak Suzy.

“Hanya makan malam, okay?”

“okay”

Interaksi mereka dulu hanya sebatas di sekolah, bertengkar dan mendengar dari gosip. Suzy tidak benar-benar mengenalnya, yang dia tahu hanyalah dia hanya seorang playboy- sekarang pun seperti itu, menyebalkan – sekarang pun seperti itu.

“Selamat siang Baekhyun Sajangnim” sapa Eunjung yang baru datang.

“Siang”

“Kriss Busajangnim membuat janji dengan anda jam 3 sore nanti, di ruangan anda” kata Eunjung sambil berjalan di belakang Baekhyun.

Eunjung tidak berhenti meski laporannya sudah selesai. Dia ikut masuk ke dalam ruangan Baekhyun bahkan sampai namja itu duduk di kursinya. Eunjung berdiri di sebelah Baekhyun, menggigit bibir merahnya, sorot matanya yang sayu mengatakan dia menunggu sesuatu.

Eunjung menunggu Baekhyun memintanya untuk melakukan tugas tambahan yang tidak tercantum dalam kontraknya. Dia tahu Baekhyun sedang mengalami masa-masa sulit karena banyak tekanan dari pekerjaan dan Appanya. Baekhyun selalu menyalurkan stres nya ke hal lain. Disitulah Eunjung selalu membantunya dengan senang hati.

#################

“Finally, the missing man is coming!” Sehun merentangkan tangan, menyambut kedatangan Baekhyun.

Baekhyun tertawa dan memberikan pelukan lalu tepukan di punggung Sehun.

“Hai man!” sapa Park Chanyeol. Dia langsung berdiri dan memeluk Baekhyun setelah Sehun.

“Hai Baekhyun” sapa Xi Luhan yang terlihat cantik dan putih mulus.

Baekhyun duduk di sebelah Luhan dan bertukar salam dengan jabat tangan dan tepukan kecil di pundak. Luhan memang bukan tipe touchy seperti Chanyeol dan Sehun. Dia punya sedikit masalah dengan touchy kepada lelaki sejak mereka SMP. Dulu dia bisa bercanda lepas namun tidak semua menganggapnya sebatas pertemanan dan akhirnya memiliki perasaan pada Luhan.

“Jadi, mana yang punya acara? Belum datang?” yanya Baekhyun saat tidak melihat si pengirim sms tadi sore.

“Katanya sebentar lagi. Baru pulang dari rumah yeojachingunya” jawab Luhan.

“Bicara soal yeojachingu. Kemana saja kamu 2 bulan ini Byun Baekhyun?”

Baekhyun menyeringai “ Miss me huh?”

Sehun tertawa “My girls missed you”

“I miss this red liquid” Baekhyun menuang anggur ke gelas dan menyesapnya penuh perasaan.

“so?” tanya Sehun tidak menyerah

Baekhyun memutar gelasnya perlahan, dia melihat ke tiga sepupunya yang menunggu dengan penasaran. Baekhyun mendesah, dia tidak bisa menghindar.

“Aku sibuk”

“Sekretarismu tidak mengatakan begitu” kata Sehun.

“Kamu seperti Kim Jong In saja, menghindar terus kalau di tanya soal yeojachingunya” kata Luhan.

“Si ji-yah itu? Dia masih pacaran dengan orang yang sama?” tanya Park Chanyeol tidak percaya.

“Yap. Kalau di hitung dari SMA, 8 tahun mereka pacaran.”

Baekhyun sudah senang saat perhatian sepupu-sepupunya berpindah darinya ke yeojachingu misterius Kim Jong In namun kelegaannya menghilang dengan kalimat Sehun.

“Aku juga penasaran seperti apa yeoja yang membuat Baekhyun tidak minum anggur selama 2 bulan. A good girl. I suppose”

Chanyeol tertawa, “ Oh God. Kasihan sekali yeoja itu. Apa dia tahu kamu brengsek Kyun-na?”

“Tentu saja dia tahu.” Kesal Baekhyun. Dia memang brengsek tapi dia bukan seorang pembohong.

“Jadi yeoja ini yeoja baik. Tahu kamu brengsek tapi masih mau bersamamu, yeoja itu tergila-gila padamu?” tanya Luhan.

Baekhyun tertawa mengingat sikap Suzy padanya. Yeoja itu jauh dari klasifikasi ‘tergila-gila’. Dia kitten  yang suka mendesis galak, cerewet, suka mengatur-atur dan mengesalkan. Sampai dua hari yang lalu.

“Telfon dari siapa?” tanya Baekhyun

“Telfon dari Namchinku” jawab Suzy menekankan kata terakhir.

Baekhyun kaget sampai perutnya bergejolak hebat,”Ternyata kamu laku juga ya tapi kenapa pacarmu tidak pernah terlihat?”

“Dia bekerja di luar kota tapi besok dia pulang”Kata Suzy dengan semangat yang tidak bisa di tutupi, ekspresinya kemudian berubah menjadi tajam “jadi jangan menganggu!”

Baekhyun merasa perutnya lebih bergejolak lebih hebat tapi dia sempat mengeluarkan seringaiannya.

“jangan-jangan dia tidak tahu aku sering datang ya?”

“Tentu saja dia tahu. Kamu fikir ke siapa aku menumpahkan sumpah serapahku dan kekesalanku karena kamu?”

“dia tidak cemburu?”

“kenapa kamu perhatian dia cemburu atau tidak?”

Sehun bertukar pandang dengan Chanyeol dan Luhan yang pasti memikirkan hal yang sama. Yeoja yang dekat dengan Baekhyun itu pasti istimewa. Ini pertama kalinya mereka melihat Baekhyun melamun memikirkan yeoja bukan dengan ekspresi byeonte.

“Hai Brothers” sapa namja dengan suara tegas itu.

Sehun dan Chanyeol langsung berdiri menyambut Kim Jong In dengan pelukan dan tepukan di punggung. Baekhyun menunggu di belakang dua namja itu bersama dengan Luhan. Mereka rindu sepupu mereka yang satu ini. Pekerjaanya sebagai seorang menteri membuatnya jarang bisa bertemu karena kesibukannya.

Kim Jong In duduk di kursi single dan tersenyum pada ke empat sepupunya.”Aku rasa kalian pasti sudah dengar kalau soojung akan menikah bulan depan”

“Ya. Eomma heboh karena dongsaengmu itu akan menikah di antara generasi kita.” Kata Luhan yang di amini oleh Byun Baekhyun, Sehun dan Chanyeol.

“selain itu mereka heboh soal kau yang akan menikah setelahnya” tambah Baekhyun.

Jong in meringis.

“jadi itu benar Kamjong-a?”

“serius?”

Jong in memberi senyum ke Chanyeol dan Sehun, “Deadly serious”

Luhan tertawa dan memberikan tonjokan kecil di bahu Jong in, “Congratulation”

“Oh Fuck!” teriak Chanyeol dan Sehun tidak maksud buruk.

Author mind : Finally Kim Jong In muncul juga walupun dikit…..di chapter selanjutnya kalian akan tahu siapa pacarnya Kamjong di pernikahan Soojung..kekekeke..comment dan like ya. Mian kalu ceritanya amburadul….soalnya ceritanya di kebut.hehe

Advertisements

26 responses to “[Freelance] Fallen Chapter 2

  1. Baekhyun enak banget datang makan trus ngopi. Dah kek warteg rumahnya suzy…dari penuturan suzy keknye jongin deh yg pacarnya suzy, byunbaek siap”potek dah hahahaahaaaa

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s