[Freelance] It Must Be Love Chapter 8

Title : It Must Be Love | Author : @reniilubis| Genre :  Drama, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Disclaimer: 

All casts are belong to their self and God

Poster by        : rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy Reading^^

 

 

“Perkenalkan, namaku Jonghyun. Lee Jonghyun.” Ucap namja yang bernama Jonghyun itu.

“Aku sama sekali tidak mengenalmu!” ucap Suzy lantang, lalu segera melepaskan tangannya yang masih di pegang oleh Jonghyun. Namun lagi-lagi, Jonghyun kembali menarik lengan Suzy, tidak membiarkan gadis itu pergi.

“Tapi aku mengenal namja yang bernama Kim Jongin.”

Ucapan namja itu seketika membuat Suzy membeku di tempatnya. Sebuah nama yang di ucapkan namja itu barusan membuat rasa takut Suzy kembali menyergap dirinya. Dari awal, firasat Suzy tentang namja ini memang tidak salah. Firasatnya sangat buruk tentang namja bernama Jonghyun itu.

**********

Sudah hampir satu jam lamanya Myungsoo menunggu Suzy di dalam mobil di depan halte dekat kampus mereka. Namun, sama sekali tidak ada tanda-tanda kemunculan gadis itu. Myungsoo menghela nafas, agak kesal dengan Suzy. Ia bisa saja meninggalkan Suzy dan pulang duluan, namun ia tidak tega melakukan itu. Entahlah, belakangan ini ia merasa ada yang aneh dengan dirinya bila itu berhubungan dengan Suzy. Ia juga tidak mengerti ada apa dengan dirinya, tapi setiap kali ia bersama Suzy ada suatu rasa yang membuat dia ingin selalu melindungi gadis itu. Myungsoo mengambil handphone nya, dan memutuskan untuk menghubungi Suzy saja. Namun nomor Suzy sedang tidak aktif.

“Aish! Kemana anak itu?” gumam Myungsoo pada dirinya sendiri.

Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari mobil. Myungsoo duduk di salah satu kursi halte itu. Duduk hampir satu jam di dalam mobil membuatnya benar-benar bosan. Saat Myungsoo memasukkan handphone nya ke dalam saku celananya, tiba-tiba seseorang meneriakkan namanya.

“Myungsoo oppa!”

Seketika Myungsoo menoleh ke arah sumber suara saat merasa namanya di panggil. Matanya melebar saat melihat siapa orang itu.

“Naeun?!”

*

“Apa kau bilang tadi? Kim Jongin?” tanya Suzy dengan suara bergetar. Ia memastikan Kim Jongin yang di katakan namja ini bukanlah Kim Jongin yang selama ini dia kenal.

“Ya, Kim Jongin. Kau pasti sangat mengenalnya, kan? Namja yang tergila-gila padamu sampai detik ini.” kata Jonghyun masih dengan seringaian di wajahnya.

“Ba-bagaimana kau bi-bisa mengenalnya? A-apa hubunganmu dengan dia?” tanya Suzy kelewat takut. Suzy ingin sekali kabur dari namja yang tak di kenalnya ini kalau saja tangannya tidak di pegang olehnya.

“Aku akan menjelaskan semuanya padamu. Tapi kau harus ikut denganku.” kata Jonghyun sambil menarik tangan Suzy agar mengikutinya.

“Mwo? Kau mau membawaku kemana? Lepaskan aku!” teriak Suzy sambil mencoba melepas tangannya dari genggaman Jonghyun.

“Tenang saja. Aku tidak akan menyakitimu.” kata Jonghyun sambil menghentikan langkahnya, lalu membalikkan tubuhnya untuk menghadap Suzy.

“Kalau kau takut aku berbuat yang macam-macam padamu, ambil tongkat baseball ini. Kau bisa memukulku dengan ini bila aku berbuat sesuatu yang jahat kepadamu.” Jonghyun menyerahkan tongkat baseball nya kepada Suzy.

Awalnya, Suzy ragu untuk menerima tongkat baseball itu, namun akhirnya ia mengambilnya juga. Jonghyun kembali menarik tangan Suzy, dan berjalan membawa Suzy entah kemana.

“Tolong jangan bawa aku pada Jongin.” kata Suzy pelan. Genggamannya semakin erat memegang tongkat baseball itu.

Jonghyun berbalik, lalu tertawa sebelum membalas perkataan Suzy.

“Kau lucu.” katanya sambil mengacak rambut Suzy. “Tentu saja tidak. Percaya padaku.” lanjutnya sambil terus menarik tangan Suzy yang ternyata membawanya ke tempat parkir, dimana mobil Jonghyun berada.

“Masuklah.” Ucap Jonghyun sambil membukakan pintu mobil untuk Suzy.

Suzy tampak berpikir sejenak, lalu akhirnya masuk ke dalam mobil Jonghyun. Jonghyun menutup pintu mobil itu, lalu berlari kecil untuk segera duduk di kursi kemudinya. Awalnya, Suzy sempat mempunyai niat untuk kabur saja. Tanpa pikir panjang, ia segera membuka pintu mobil itu, dan bermaksud ingin keluar dari mobil itu. Namun, dengan sigap Jonghyun lagi-lagi meraih lengan Suzy dan menahannya.

“Ya! Kau mau kemana, sih?” sungut Jonghyun kesal. Ia masih memegang lengan Suzy.

“Sebenarnya kau mau membawaku kemana?” tanya Suzy. Tidak dapat dipungkiri lagi, Suzy benar-benar sangat takut sekarang.

“Sudah ku bilang kau tenang saja. Aku tidak berbuat yang macam-macam padamu. Ku mohon percaya padaku, ne?” kata Jonghyun sambil memandang lekat wajah cantik Suzy.

“Aku tidak akan membawamu pada Jongin. Aku berjanji.” Katanya lagi untuk meyakinkan Suzy.

Secara perlahan, akhirnya Suzy mengangguk juga. Jonghyun menghidupkan mesin mobilnya, lalu keluar dari area kampus dengan kecepatan normal. Ia pasti akan gila, pikir Suzy.

*

“Myungsoo oppa! Huwaaaa aku tidak percaya akan bertemu denganmu lagi~ aku sangat merindukanmu, oppa…” yeoja itu memeluk Myungsoo dengan begitu eratnya, membuat Myungsoo sulit untuk bernafas bebas.

“Yaa, Ya! Aish! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! Kau tidak sadar kita sedang berada dimana sekarang?” kata Myungsoo dengan nada dingin.

“Ah, oppa! Waeyo? Apa kau tidak merindukanku?” tanya gadis itu sambil melepaskan pelukannya pada tubuh Myungsoo.

“Kau sedang apa disini?” tanya Myungsoo masih dengan nada dingin.

“Aku berkuliah di sini, oppa. Kau juga kuliah di sini, kan? Kenapa baru sekarang aku melihatmu? Waaa kau semakin tampan saja, oppa.” Gadis itu berkata dengan suara ceria sambil menggamit lengan kanan Myungsoo posesif.

Myungsoo yang merasa risih dengan tingkah gadis itu, segera menarik tangannya agar terlepas dari kekangan yeoja itu.

“Naeun, lepaskan aku!” seru Myungsoo kesal.

“Oppa! Biarkan aku seperti ini. Aku sangat merindukanmu, oppa!” Naeun dengan cepat kembali memeluk Myungsoo, membuat Myungsoo dengan susah payah berusaha melepaskan pelukan Naeun yang cukup erat itu.

“Aish! Ya! Sebaiknya kau ikut aku masuk ke dalam mobil.” kata Myungsoo, lalu berjalan cepat menuju mobilnya yang terparkir tepat di depan mereka.

Naeun dengan langkah semangat segera mengikuti Myungsoo masuk ke dalam mobil. Kemudian mobil Myungsoo melaju meninggalkan area halte itu.

**********

Jonghyun memarkirkan mobilnya di depan salah satu toko ice cream. Ia melepaskan sabuk pengamannya, lalu memandang ke arah Suzy.

“Ayo kita turun. Aku sedang ingin makan ice cream sekarang.” katanya sambil tersenyum.

Jonghyun turun dari mobil, dan Suzy juga melakukan hal yang sama. Mereka memasuki toko ice cream itu, lalu duduk di salah satu meja di dekat jendela.

“Darimana kau mengenalku?” tanya Suzy tanpa basa basi. Sungguh, saat ini ia merasa ingin pulang saja ke rumah.

“Ah, baiklah. Aku akan menceritakan semuanya padamu.” Jonghyun menghirup nafas sejenak, lalu menghembuskannya secara perlahan.

“Aku mengenalmu tentu saja dari Kim Jongin. Aku berteman baik dengannya, hingga saat ini. Kau tahu, dia selalu bercerita tentangmu setiap saat. Dia sangat terobsesi untuk memilikimu seutuhnya. Aku juga tidak mengerti dengan jalan pikirannya, tapi sebagai teman, aku berusaha sebisa ku untuk membantunya, walaupun kadang tidak berguna.” Jonghyun berhenti sejenak, lalu melanjutkan perkataannya.

“Tapi ngomong-ngomong, apa benar kau sudah di jodohkan?” tanya Jonghyun penasaran.

“Tentu saja. Untuk apa aku berbohong?” sanggah Suzy dengan suara lantang.

“Yah~ sayang sekali. Padahal aku tertarik padamu. Kau itu cantik. Pantas saja Jongin sangat tergila-gila padamu.” Jonghyun terlihat tidak malu-malu saat berkata seperti itu pada Suzy. Ia sedikit terkekeh saat tanpa sengaja matanya melihat Suzy masih saja memegang tongkat baseball miliknya.

“Apa maksudmu?” tanya Suzy semakin mengeratkan pegangannya pada tongkat baseball milik Jonghyun.

“Sudahlah, lupakan saja. Aku bertekad untuk melindungimu dari Jongin. Pasti tadi Jongin mengejarmu lagi, kan?” tanya Jonghyun, lalu memakan ice cream nya dengan lahap.

“Kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi, aku akan segera pulang.” Suzy beranjak dari duduknya, lalu dengan langkah cepat ia segera berjalan keluar dari toko ice cream itu. Tepat setelah ia melewati pintu keluar, lagi-lagi Jonghyun menarik lengan Suzy untuk menghentikan langkah gadis itu.

“Ya, aku serius mau melindungimu dari Jongin.” Katanya tiba-tiba saat ia berhasil menghentikan Suzy.

“Tidak perlu repot-repot. Aish! Aku mau pulang!” Suzy menatap sinis Jonghyun sambil berusaha menarik lengan kirinya dari genggaman Jonghyun.

“Itu tidak merepotkan. Aku bersungguh-sungguh, Suzy.” katanya lagi terus memaksa Suzy.

“Maukah kau berteman denganku?” tanya Jonghyun. Tangannya masih enggan untuk melepaskan lengan kiri Suzy.

“Kau berteman dengan Kim Jongin!” kata Suzy sarkastis lalu dengan sekali hentakan ia berhasil meloloskan tangannya dari genggaman Jonghyun. Suzy melemparkan tongkat baseball Jonghyun yang sedari tadi di pegangnya begitu saja di hadapan Jonghyun. Ia segera berlari menghindari Jonghyun sebelum namja itu menarik tangannya lagi.

Jonghyun hanya berdiri terdiam di tempatnya sambil memperhatikan punggung Suzy yang semakin menjauh dan menghilang di balik keramaian kota. Ia mengambil handphone dari saku celananya, dan membaca pesan masuk dari Jongin.

From: Kim Jongin

Apa kau sudah menemukan Suzy?

Jonghyun menyeringai sesaat setelah ia selesai membaca pesan tersebut. Ia mengambil tongkat baseball nya, lalu memasuki mobilnya dan segera pergi meninggalkan toko ice cream itu.

*

“Oppa, aku masih menyayangimu.” kata Naeun setelah terjadi aksi diam di antara mereka berdua beberapa menit yang lalu.

“Tapi aku tidak.” Kata Myungsoo malas dengan nada cepat dan dingin.

“Waeyo, oppa?” Naeun tampak hampir menangis mendengar pengakuan menyakitkan itu dari mulut Myungsoo.

“Aku sudah di jodohkan oleh orang tuaku.” jelas Myungsoo singkat. Ia sungguh malas untuk meladeni Naeun kali ini. Jujur saja, semenjak ia dan Naeun putus satu setengah tahun yang lalu, Myungsoo sama sekali tidak menyesal, dan bahkan sekarang sudah melupakan Naeun. Myungsoo pun berharap dia tidak akan bertemu dengan Naeun lagi. Namun kenyataan berkata lain.

“Jeongmalyo?” seru Naeun shock. “Siapa yeoja itu, oppa?” lanjutnya.

“Kau tidak perlu tahu tentang urusanku, Naeun. Sebaiknya kau jangan menemuiku lagi.” Ucapan itu berhasil membuat Naeun menumpahkan air matanya. Hatinya serasa di tusuk ribuan jarum saat mendengar pernyataan tajam itu dari Myungsoo, orang yang masih ia cintai.

“Oppa, apa kau mencintai yeoja itu?” tanya Naeun dengan suara bergetar dan serak.

Myungsoo tampak berpikir sejenak. Ia terdiam, tampak sedang memikirkan sesuatu. Myungsoo menghela nafas sesaat sebelum ia menjawab pertanyaan Naeun.

“Ya. Aku mencintainya.”

*

Suzy duduk di salah satu kursi taman yang ramai dengan orang bersepeda. Hari sudah mulai gelap. Ia sesekali menarik nafas, lalu menhembuskannya lewat mulut secara kasar. Ia merasa sangat lelah seharian ini. Suzy duduk di sini untuk beristirahat sejenak, dan berharap tidak bertemu dengan Jonghyun lagi, apalagi Kim Jongin. Ia melihat-lihat kesana-kemari, benar-benar asing dengan tempat ini. Suzy sama sekali tidak tahu sekarang ia berada dimana, dan tentu saja juga tidak tahu jalan untuk pulang ke rumahnya. Suzy segera mengambil handphone nya, lalu menghubungi Myungsoo. Tak beberapa lama kemudian, sambungan teleponnya terhubung dengan Myungsoo.

“Myungsoo-ya~”

“Ya, Suzy! Kau kemana saja? Kenapa baru menghubungiku sekarang?”

“Mianhae, Myungsoo-ya. Aku akan menjelaskannya nanti di rumah.” Suzy tampak menghela nafasnya menunggu jawaban dari Myungsoo.

“Sekarang kau dimana?”

“Aku juga tidak tahu. Bagaimana ini, Myungsoo-ya?” Suzy sedikit panik. Pasalnya, ia sama sekali tidak tahu sedang dimana ia berada sekarang. Dan untuk memberitahu Myungsoo pun ia agak kesusahan.

“Mwo? Kau sedang tidak di kampus?” nada suara Myungsoo terdengar sedikit panik dan khawatir.

“Ani. Aku sedang berada di sebuah taman sekarang.” jawab Suzy. Ia kemudian menjelaskan objek-objek yang bisa di temukan Myungsoo dengan mudah. Memberitahu setiap detail tempat ia berada sekarang, agar Myungsoo mudah menemukannya.

“Ah! Sepertinya aku tahu tempat itu. Baiklah, aku akan segera kesana. Kau jangan kemana-mana, ne?”

Suzy menutup sambungan teleponnya dengan Myungsoo. Ia berharap Myungsoo cepat datang, dan mereka segera pulang ke rumah. Suzy menghela nafas untuk yang ke sekian kalinya. Ia sedikit cemas bila berada terlalu lama di sini. Ia takut sendirian, apalagi jika tak ada seorang pun yang ia kenal disini. Suzy memasang sikap was-was, mengantisipasi bila Jongin menemukannya disini. Suzy menoleh ke kanan dan ke kiri, untuk memastikan Myungsoo sudah datang atau belum. Ia mulai panik, karena hingga 15 menit berlalu Myungsoo belum datang juga.

Sebuah mobil berhenti agak jauh dari Suzy. Suzy tahu itu bukan mobil Myungsoo. Ia bermaksud tidak memperdulikan mobil itu, namun matanya melebar saat melihat siapa orang yang keluar dari dalam mobil hitam tersebut.

“Kim Jongin!”

T

B

C

Note: Annyeonggggg~ maaf yaaa ff nya lama (seperti biasa) huhuhu maaf bangetttt T_T makasih banyak bagi yg setia menunggu ff ini, makasih banyak bagi yg selalu ngasih komentar buat ff ini *terharu* Btw, silahkan caci-maki Myungsoo disini. Silahkan hina-hina dan marahin Myungsoo disisni kkkkkk~ saya sengaja menistakan(?) Myungsoo di ff ini hahahahahaha… Baiklah silahkan kasih komentarnya yaaaa~~ SARANGHAEYOO~^^

51 responses to “[Freelance] It Must Be Love Chapter 8

  1. oh tidak jongin muncul!! myungsoo oppa cpat dtng.. suzy ngumpet cpt di mna gek.. jonghyun itu mihak syp sih

  2. sumpah setelah jatuh cinta (?) sma k ira dan k ogi aku jga jtuh cinta sma k renu muach muach muach keren buanget ffx . aduh jong in muncul lgi . aku slalu tegang setiap ada jong in . nice k reni . fighting ne bwat nulis ffx.

  3. Jonghyun temen jongin itu baik atau gak c?
    Naeun mantannya myung? Hyuh.. bikin sebel.. wkwkwkwkwwk…

    Duhh.. suzy kayak anak kecil aja gk tau jalan pulang..
    Myungsoo cptlah dtg sblum jongin mcm2in suzy lg..

  4. Maja…. Lee jonghyun … Ajong-ah ….. Saranghae
    Geundae …. Nunun … Oh my god ….. Please let me kick her from this story ( hehe , berharap aku auhtornya) …. Wkwkwkwkwkkwwk..
    Reni- mianhe ….
    Astejong … Kai again ….. Myungsoo , ppali wasseo ….

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s