All Fakeness Behind Her Pain

unnamed (3)

All Fakeness Behind Her Pain

flcevtp

Kim Jongin — Bae Suzy — Kim Myungsoo

Daily — Angst — Hurt/Comfort

PG-15

PreviouslyLove Me Right | Deserve It

SUZY!”

Jongin berhasil membuka passcode apartment Suzy dan langsung menerobos masuk tanpa seijin penghuni apartment itu. Sejak tadi dari dirinya menekan bel dengan sabar sampai mengetuk daun pintu itu berkali-kali sambil meneriakkan nama wanita itu, dirinya tidak mendapat bisikan respon sedikit pun. Jongin baru saja menapakkan kakinya di lantai itu, sudah terdengar bunyi plastik ramyun yang baru saja diinjaknya. Bukan main. Ini rumah atau tempat pembuangan sampah, pikir pria itu. Tisu bekas, sobekan kertas, bungkus ramyun, pecahan kaca, dan bahkan sebuah bingkai foto yang terpampang foto wanita itu dengan seorang pria yang sekarang sedang menyiapkan pesta pernikahannya kini sudah terbelah dua, serta sebuah undangan pernikahan yang salah satu sisinya sudah terbakar. Jongin mengambil pecahan bingkai itu, memperhatikan setiap rautan kedua wajah dan deretan kedua pasang gigi yang rapi. Dirinya hanya bisa melihat dan melepas nafasnya berat.

Jongin lalu mengfokuskan pandangannya ke sebuah tabung kaca kecil berisi kapsul berwarna menggelinding ke arahnya. Kedua alisnya kemudian bertautan, penasaran. Tangan kanannya meraih tabung kecil itu, membaca label keterangan obat itu. Sepasang maniknya melebar seketika, membanting botol obat itu hingga pecah menjadi beberapa bagian.

SUZY!”

Jongin segera melangkahkan kakinya ke arah kamar tidur Suzy. Dirinya kemudian berusaha membuka pintu yang terkunci itu, dan akhirnya mendobrak pintu amat kasar. Kakinya yang panjang menggelayut lemas, badannya kemudian menyandar di sisi pintu berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Jongin berjalan perlahan ke arah Suzy dengan keadaan yang amat mengerikan. Mulut wanita itu menganga dipenuhi dengan busa putih, setengah badan bagian atas sampai rambutnya menggantung ke arah bawah ranjangnya, kedua kelopak matanya tertutup dengan sempurna.

SUZY!”

***

Jongin kini duduk menghadap ke seorang wanita yang tidur sebuah ranjang di depannya di kamar pasien, wanita yang sejak tadi namanya diteriakkan terus-menerus oleh Jongin. Wajahnya yang pucat pasi, kedua kelopak matanya yang masih tertutup dengan sempurna, dan kedua tangannya yang penuh dengan bekas sayatan pisau. Jongin tidak habis pikir apa yang membuat Suzy sampai frustasi tentang mantannya. Apa yang spesial? Dirinya memang tahu dari awal masalah sampai akibat yang sedang ditimpa Suzy sekarang, tetapi Jongin masih berpikir apa yang membuat pria ini spesial di matanya. Jika tentang janji-janji yang diberi pria itu menempel lekat di hati dan otak Suzy yang membuat wanita ini sampai terbaring lemah di rumah sakit, tanpa komando Jongin siap melayangkan tinjunya ke arah mulut pria jalang tersebut.

Argh..

Jongin langsung memfokuskan ke arah erangan wanita itu yang mulai tersadar.

“Di mana aku?”

“Kau di rumah sakit,”jawab Jongin dengan hangat.

“Kau membawaku ke sini? Kapan?”

“Iya, tadi pagi.”

Percakapan sedikit tadi kemudian ditutupi dengan keheningan yang cukup lama. Suzy hanya melihat sekelilingnya dan melihat Jongin yang sedang menyiapkan makan siang untuknya.

“Kau tidak datang ke pesta pernikahan Myungsoo?”

Pertanyaan itu menghentikan semua aktifitas Jongin saat itu juga. Dirinya berusaha mencari jawaban yang tepat agar Suzy berpikir yang lain-lain lagi.

“Kupikir tidak. Kesehatanmu lebih penting daripada pestanya,”jawab Jongin.

Suzy menghela nafas,”kupikir aku mau mendatangi pernikahannya dengan dress yang kubeli waktu itu bersamamu. Ternyata aku malah menyusahkanmu di sini.”

Jongin yang mendengar perkataan Suzy menyemburkan senyum tipisnya. Kemudian Jongin berjalan ke arah ranjangnya menyesuaikan posisi Suzy untuk makan.

“Ayo makan.”

***

Setelah selesai makan, Jongin membereskan piring dan gelas yang tadi digunakan. Suzy hanya bisa melihat tubuh Jongin yang tegap dari belakang. Akhir-akhir ini memang Suzy merasa lebih nyaman di dekat Jongin, namun setelah dirinya menerima undangan pernikahan mantannya itu, dirinya langsung frustasi hebat.

“Jika kau tidak datang tadi pagi untuk menolongku, mungkin aku sekarang bisa melihat pesta pernikahan Myungsoo dari atas sana.”

Pernyataan Suzy kembali membuat Jongin mengalihkan fokusnya ke arah Suzy. Jongin menganggap ini masalah serius, hingga dirinya meninggalkan pekerjaan kecilnya tadi dan memilih duduk untuk mendengarkan curahan Suzy.

“Kenapa kau dengan keras kepala berusaha untuk membunuh dirimu sendiri? Di dunia ini ada jutaan pria yang menunggumu di sana, bukan hanya Myungsoo.”terang Jongin serius.

“Ini memang salahku. Tidak seharusnya aku menuruti perintah si bos bodoh itu untuk memberi undangan pernikahannya itu kepadamu. Jika tidak kuberikan waktu itu mungkin kita sekarang sedang menonton film sambil meminum strawberry milkshake kesukaanmu.”

“Kupikir ajakan putusnya hanya bertahan sebentar, ternyata bertahan untuk selamanya,”jawab Suzy pasrah.

Jongin menatap Suzy nanar, “memang apa janji yang diberikan Myungsoo untukmu?”

“Jika kujelaskan, mungkin besok aku baru selesai menyebutkan janji-janji palsunya kepadaku.”

Jongin mengepalkan telapak tangan kanannya. Ternyata benar perkiraannya tentang alasan mengapa Suzy sampai seperti ini. Tangannya sudah gatal untuk menonjok pria jalang itu bertubi-tubi.

“Apa kau membawa celana piyamaku?”tanya Suzy.

Jongin menganggukan kepalanya, membuka laci lemari yang ada disampingnya, dan mengambilkan celana piyama milik Suzy. Suzy kemudian merogoh kantung celana piyamanya itu, kemudian mengeluarkan tangannya dengan balok panjang berwarna hitam.

“Maukah kau membantuku?”tanya Suzy.

“Apa saja yang kau mau, aku siap.”jawab Jongin.

“Bisakah kau mendatangi pesta pernikahan Myungsoo untukku?”

***

Jongin membanting setirnya dengan kesal. Mengklakson mobilnya kencang tak sabar. Dirinya tidak peduli apa akibatnya nanti jika dia terus melakukan kebodohannya di jalan raya. Baik tilang sampai kecelakaan, dirinya tida peduli sama sekali. Kemudian dirinya menepikan mobilnya di tepi jalan. Berusaha mendinginkan emosinya yang panas seakan ingin mendidihkannya hidup-hidup.

MYUNGSOO BRENGSEK!”teriaknya di dalam mobil frustasi.

–Flashback on Their Conversation: ON–

“Bisakah kau mendatangi pesta pernikahan Myungsoo untukku?”

Jongin hanya bisa menatap nanar ke arah Suzy. Kepalan tangannya kini lebih erat daripada sebelumnya.

“Kenapa? Dia yang membuatmu jatuh ke dalam buaian janji-janjinya. Dia yang membuatmu sampai menyayat seluruh tubuhmu bahkan hatimu. Dia yang menjadi alasan mengapa kau bunuh diri. Dan kau masih memikirkan si jalang brengsek itu? Kau hampir mati, Suzy! Myungsoo di sana akan menikah dengan bahagia tanpa memikirkanmu. Bisakah kau bangun dari kenyataan?”tanya Jongin tidak sabar.

Suzy yang mendengar setumpuk fakta pilunya hanya bisa melengos. Jongin memang benar. Myungsoo yang membuatnya frustasi selama seminggu penuh. Myungsoo yang membuatnya setiap hari menyayat bagian tubuhnya hingga dirinya kekurangan darah. Myungsoo yang membuat hatinya tercabik-cabik. Namun masih ada satu usaha yang harus Suzy tuntaskan bila ingin melepas Myungsoo sepenuhnya.

“Aku tahu dirinya lah yang membuatku seperti ini. Tetapi aku hanya ingin meminta tolongmu agar aku bisa melepas Myungsoo sepenuhnya.”

Jongin melirik Suzy penasaran, “jika itu akan membantumu melepas si brengsek itu, aku tidak keberatan.”

“Tolong berikan kotak ini kepada Myungsoo.” Suzy menyodorkan kotak hitam itu kepada Jongin.

“Apa ini?”tanya Jongin penasaran.

“Cincin pertunangan palsu yang diberikan Myungsoo waktu itu dan beberapa foto yang sudah kusobek.”

–Flashback on Their Conversation: OFF–

Jongin memparkirkan mobilnya di tempat parkir lalu keluar dari mobilnya. Dirinya tidak peduli dengan penampilannya yang berantakan. Di saku jasnya tersimpan kotak titipan Suzy dengan aman. Langkahnya hanya memiliki 1 tujuan: panggung di mana Myungsoo dan istrinya sekarang–Krystal berdiri.

Jongin menaiki lift, keluar, dan masuk ke sebuah hall pesta itu. Mewah? Pasti. Warna biru pastel yang mendominasi setiap dekorasinya dan kue pernikahan yang amat tinggi dikelilingi dengan bunga mawar penuh warna di setiap sisi. Kemewahan pesta itu tidak mengalihkan kemarahan dan fokusnya sedikit pun. Mangsanya yang semakin lama semakin dekat makin membuat emosinya ingin membakarnya hidup-hidup saat itu juga.

Jongin berjalan cepat ke arah Myungsoo dan Krystal yang saat itu bahagia menyambut para tamu. Tatapan Myungsoo kemudian beralih ke kedua manik Jongin yang semakin dekat arahnya. Myungsoo berpikir Jongin akan memberi selamat kepada pasangan baru tersebut dan,

Buk.

Myungsoo tersungkur ke bawah karpet panggung. Tonjokan Jongin yang melayang ke arah wajahnya membuat darah segar mengalir dari hidung dan mulutnya.

“Dasar pria brengsek!”teriaknya sambil melayangkan tonjokan terakhirnya ke arah bibir Myungsoo.

Jongin kemudian melempar kotak titipan Suzy itu ke wajah Myungsoo yang penuh dengan aliran darah dari mulutnya dan penuh pertanyaan.

“Dari mantan palsumu dengan penuh kepiluan dan kebencian.”pesan Jongin terakhir sebelum dirinya langsung keluar dari pesta pernikahan itu.

FIN

a/n: mungkin kelanjutan abs ini dibikin chapter *lirik ff chapter lain belom kelar smua* atau kelar smp sini doang. btw, hyemi sm choi youngdo main drama bareng ihiy❤

20 responses to “All Fakeness Behind Her Pain

  1. kasian suzy, jongin gentle banget >< moga ada deh chapternya hehe xD biar suzy bahagianya sama jongin aja /?

  2. Yaa Tuhan… ini nyesek banget sumpah… myungsoo brengsek.. nappuen.. dia berfikir jongin akan memberi selamat??? Heol..
    Jongin oh jongin…
    Suzy kasian banget.. terpuruk sampe mau bunuh diri.. semoga suzy bisa move on…
    Ditunggu ff chapternya…
    Fighting….

  3. Kasihan uri suzy…. Kai memang jaanggg… Senang sama karakternya Kai..🙂
    Ditunggu chapternya ya thorrr ^^

  4. Kerwn.. baru ngeh kl ini kelanjutan dr deserve it…. hehe….
    Penasaran dg kelanjutannya kak.. apa Suzy jadian sm Jongin? Trs Myung jadi nikah nggak? Mudah2an dia tau kondisi Suzy yv sdh dia permainkan perasaanx meski krn orang tua sih… penasaran sm akhir ceritanya.

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s