Zer0 (Chapter 2)

zer0

Poster by PinkeuchoARTFantasy

Tittle: Zer0

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Shin Won Ho (Cross Gene)

Gendre: Romance, Action, School life

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story inspirated by The Goddess of Revenge (Hyzalfinna). All casts belong to God, their parent, and agency.

Prev:

[Teaser] | [Prolog] | [Chap 1] | …

Myungsoo berjalan masuk ke dalam ruangan Kim Seok Won, appanya. Terlihat Kim Seok Won sibuk membalik lembaran-lembaran kertas.

Park Hae Jin 4

“Sudah siap untuk acara malam ini?” tanya Kim Seok Won pada Myungsoo.

“Ne” jawab Myungsoo dingin.

“Aku lupa memberitahumu, kalau kamu akan dijodohkan dengan anak dari pemilik BS Company”

“Shirro!” Myungsoo langsung menolaknya.

“Tidak bisa menolak kali ini. Perusahaan itu bisa jadi sangat menguntungkan untuk Hades Group”

Myungsoo geram melihat appanya beberapa kali berusaha menjodohkannya dengan anak dari beberapa perusahaan yang cukup besar. Tenang saja, Myungsoo berhasil menggagalkannya dan kali ini dia yakin bisa menggagalkannya lagi.

***

Setelah Kim Seok Won selesai berpidato para tamupun dipersilahkan menikmati hidangan. Myungsoo dan Jongin pun juga beranjak dari kursinya menuju ke salah satu meja hidangan tersebut. Mereka memilih mengambil kue-kue kecil.

Tidak berapa lama selang itu seorang namja paruh baya beserta yeoja yang sepertinya anaknya menghampiri mereka.

“Annyeong haseyo Kim Myung Soo dan Kim Jong In” sapa namja paruh baya.

“Annyeong haseyo” ujar Myungsoo dan Jongin sambil sedikit membungkukkan badan mereka.

“Saya Song Jae Rim, dan ini anak saya Song Hae Ryung. Sepertinya Kim Seok Won sudah memberi tahu anda tentang hal ini” jelasnya.

“Ne, tentu saja” Myungsoo tersenyum menanggapinya.

Jongin hanya terdiam mengerti begitu saja dan menebak hal ini pasti tentang perjodohan. Dia sudah mengenal Myungsoo cukup lama, tanpa Myungsoo cerita saja dia sudah mengerti.

“Kalau begitu saya tinggal dulu, agar kalian bisa mengenal lebih dekat”

Song Jae Rim pun pergi dari situ membiarkan Song Hae Ryung tetap disitu.

“Jadi mulai dari mana perbincangan kita?” tanya Haeryung merasa sedikit gugup.

“Tidak usah basa-basi langsung saja pada intinya” Myungsoo melihat Haeryung dengan tatapan dinginnya.

“Ya Myungsoo, dingin sekali kamu terhadap yeoja secantik ini” goda Jongin.

Saat itu Jongin melihat sesosok yeoja yang tak asing baginya.

“Bukankah itu Bae Soo Ji? Si murid baru” bisik Jongin pada Myungsoo menunjuk ke sosok yeoja memakai dress berwarna hitam dengan rambut diikat yang sedang berdiri sendirian tepat diseberangnya.

Myungsoo langsung menoleh ke arah yang Jongin maksud. Dan benar, ternyata yeoja itu memang betul Bae Soo Ji.

img_20150102_101439

“Apa yang dia lakukan disini? Sebenarnya dia anak dari perusahaan mana? Bukankah ini private party” bisik Jongin lagi.

Perfect time!” batin Myungsoo.

Myungsoo menghiraukan Jongin dan langsung pergi kearah Sooji yang terlihat mau beranjak pergi.

“Ya Kim Myung Soo” Jongin kesal dihiraukan begitu saja.

Myungsoo menggenggam lengan tangan kiri Sooji, yang sontak membuatnya terkejut.

“Tarawa” ujar Myungsoo langsung menyeret Sooji dan membawa Sooji tepat kehadapan Haeryung yang sendari tadi masih disitu.

“She’s my girlfriend, Bae Soo Ji” Myungsoo langsung menggenggam jari jemari Sooji yang tadinya memegang pergelangan tangannya.

“What?!” Sooji terkejut, sebenarnya apa yang sedang terjadi dalam pikirannya.

“Ne?” Haeryung menatap bingung Myungsoo dan Sooji secara bergantian.

Kali ini Jongin terdiam tidak mengerti apa yang sedang sahabatnya rencanakan ini.

“Annie, sebenarnya…”

Belum sempat Sooji menyelesaikan kalimatnya Myungsoo langsung mengecupkan bibirnya ke bibir lembut Sooji, dan membuatnya sangat terkejut. Haeryung membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihat, begitupula dengan Jongin benar-benar tak mengerti apa yang sedang dipikirkan Myungsoo.

Hanya beberapa detik saja kemudian Myungsoo melepaskan kecupannya itu, beruntung tidak ada yang menyadari selain mereka.

Plak! Tangan Haeryung spontan menampar pipi kiri Myungsoo, dan pergi menjauh dari situ. Sooji memaksa tangannya lepas dari genggaman Myungsoo. Dan…

Plak! Sooji juga menampar pipi kiri Myungsoo.

“Mwoya ige? Sejak kapan aku jadi pacarmu?” tanya Sooji dengan nada sinis.

“Hanya alasan untuk menggagalkan perjodohanku dengan yeoja tadi” jawab Myungsoo dingin mengelus pipi kirinya yang terlihat merah akibat tamparan tadi.

“Mwo?” Sooji menahan amarahnya, kalau bukan karena ini tempat ramai pasti sudah Sooji tonjok.

Sooji pergi begitu saja menahan amarahnya.

“Daebak Myungsoo. Seharusnya ku masukkan dalam rekor, rekor ditampar dua kali kurang dari semenit” Jongin terkekeh sambil bertepuk tangan.

“Aish” Myungsoo menoleh Jongin dengan tatapan marahnya.

“Calm down… Calm down… Hanya bercanda” tawa Jongin.

“Oops Kim Myung Soo sepertinya kamu akan mendapat masalah besar” ujar Jongin melihat Kim Seok Won berjalan menuju ke arah mereka dengan muka menahan marahnya.

***

“Arg!! Damn! Karenanya aku gagal mendapatkan note milik Kim Seok Won!” kesal Sooji sambil berjalan sendirian di taman menuju ke parkiran.

Sooji terngiang kejadian tadi, Myungsoo yang tiba-tiba mengecupnya begitu saja.

“Sial! My first kiss! Liat saja Kim Myung Soo akan ku balas nanti!” geram Sooji.

Sooji tak percaya first kissnya dilakukan oleh orang yang tak ia sangka. Dulu dia membayangkan akan menjaga first kissnya hingga dia benar-benar dilakukan oleh namja yang dia sukai. Tapi ini malah dilakukan paksa secara sepihak. Hancur sudah bayangan Sooji tersebut.

Selagi Sooji sibuk berfikir hal tersebut seseorang berpakaian jumper hitam mengenakan topi berpapasan dengan Sooji, sengaja menyenggolkan bahunya dan menjatuhkan sebuah note coklat.

yytugh

“Joegiyo” panggil Sooji ke orang itu bermaksud memberitahu barangnya terjatuh.

Orang itu tetap berjalan menghiraukan Sooji. Soojipun membuka halaman pertama note itu.

Kim Seok Won?!” batinnya begitu melihat nama dari pemilik note tersebut.

Dibawahnya terdapat sticknote berwarna kuning, yang bertuliskan…

Next time,

you should be more careful!🙂

-James

“James?!” sontak membuat Sooji menoleh ke arah belakangnya, tapi orang tadi sudah tidak terlihat jejaknya.

Seketika itu juga hp Sooji berdering, terlihat dilayar nama James yang menelfon

“James! Where are you?” tanya Sooji setelah mengangkat telfonnya.

“Hahaha, that isn’t important. Yang terpenting kamu mendapatkan apa yang kamu incar” jelas James mulai berbicara bahasa Korea.

“I know it! You must be Korean” tebak Sooji.

“Sebenarnya tadi ada sedikit masalah” tambahnya.

“Aku melihat kejadian tadi. Itu bukan masalah kecil Sooji-ah, berhati-hatilah lain kali”

“By the way, thank you James”

“Yup! Your welcome”

Soojipun lega. Setidaknya dia benar-benar bisa mempercayai James, entah siapa dan bagaimana aslinya James itu. Dia yakin pasti bisa mengungkapkan siapa itu James.

***

Sesampai di rumah, Sooji langsung membaca note milik Kim Seok Won itu walau sebenernya saat diperjalanan menuju pulang dia sudah membacanya. Kini dia mengeceknya lebih teliti. Berisi tentang jadwal dia meeting, bertemu klien dan lain lain tidak ada hal yang mencurigakan baginya.

“Sia-sia” keluh Sooji bersandar di kursinya.

Sooji lagi-lagi terbayang kecupan Myungsoo dibibir lembutnya itu. Entah kenapa jantungnya berdetak kencang saat ia membayangkan hal tersebut.

“Wake up Bae Soo Ji! Ini bukan saatnya memikirkan hal yang aneh” Sooji memukul pipinya dengan kedua tangannya menyadarkan dirinya sendiri, dan kembali meyusun rencana.

Sebenarnya tanpa dia sadari, seseorang mengawasinya sendari tadi. Seluruh cctv di rumah Sooji bahkan tersambung di orang itu. Shin Jeong Min pun juga tahu, tapi belum memberitahukan pada Sooji. Siapa lagi kalau bukan orang dibalik semua ini adalah James, yang bertugas mengawasi Sooji selama hampir 24 jam.

***

Pagi hari seperti biasa di Jeil high school, siswa siswi riuh di kelas berbicara ria. Myungsoo dan teman temannya masuk ke dalam kelas. Sooji yang sendari tadi memandang ke teman sebangkunya itu yang sibuk membaca novel bahasa Inggrisnya itu.

“Tertarik padaku?” tanya Wonho menyadari Sooji metapannya terus.

“Sepertinya” jawab Sooji.

“Sooji, kamu suka dengannya?” Soojung tak sengaja mendengar percakapan mereka dan langsung menimbrung, begitupula dengan Yein yang duduk tepat didepan Wonho.

“Aku tertarik padanya” Sooji masih menatap Wonho yang tetap saja membaca novelnya itu.

“Kamu harus berjuang keras Sooji, dia tidak pernah menanggapi serius semua murid disini” jelas Yein.

Seketika itu juga Myungsoo dan teman temannya masuk ke dalam kelas. Sooji muak melihat muka Myungsoo, dia meliriknya tajam kemudian membuang muka ke luar jendela. Begitupula dengan Myungsoo yang berjalan kearah bangkunya seakan tidak peduli terhadapnya.

“Kamu tidak meminta maaf kepadanya?” tanya Jongin pada Myungsoo sambil duduk dibangkunya.

“Naega wae?” balas Myungsoo dingin yang juga duduk dibangkunya.

Preeeet!! Bunyi yang bersamaan saat Myungsoo hendak duduk. Seisi kelas pun melihat kearah Myungsoo.

“Ya Myungsoo, kamu ketut ne?” ejek Jungkook sambil menutup hidungnya.

Myungsoo meraba-raba kursi yang ia rasa aneh. Dan tepat dia menemukan mainan berbentuk bantal kecil yang memang jika dipencet akan keluar bunyi kentut.

“Heol…” Jongin menutup mulutnya menahan tawa.

Myungsoo pun melihat teman kelasnya melihat kearahnya semua, kecuali Bae Soo Ji yang menatap keluar jendela.

Screenshot_2015-05-07-16-25-35

“Ya Bae Soo Ji!” geram Myungsoo beranjak langsung mengeret Sooji keluar dari kelas.

“Ini ulahmu kan?” tanya Myungsoo menunjukkan bantal mainan tersebut.

“Annie” jawab Sooji berpura-pura memasang wajah polosnya itu.

“Tapi kamu memang pantas mendapatkannya” tambahnya kemudian pergi kembali menuju ke kelas.

Yaps. Memang betul itu ulah Sooji. Sooji sengaja datang paling pertama untuk meletakkan mainan tersebut ke kursi Myungsoo. Dia tidak begitu peduli dengan cctv di sekolah yang menyala, karena menurutnya dia hanya berbuat iseng yang normal seperti murid-murid lain lakukan. Bukan untuk mengambil file penting dan sejenisnya.

***

Bel istirahat pun berbunyi, murid-murid mulai berhamburan menuju ke ruang makan.

“Sooji-ah, mau ke ruang makan? Sepertinya Soojung memilih makan dengan Minhyuk” Yein mencoba mengajak Sooji yang barusaja beranjak dari kursinya.

“Ne” Sooji mengiyakan.

“Kajja!” Yein merangkul Sooji dengan ramah membawanya ke kantin.

Sooji sendiri memang mempunyai niat iseng di ruang makan, jadi tak perlu repot tinggal mengikuti mereka saja. Sesampainya disana setelah mengambil makan siang mereka, mereka pun duduk di meja kosong. Mata Sooji sibuk mencari-cari letak Myungsoo duduk, selagi Soojung dan Yein asik mengobrol. Dan tak perlu berlama-lama Sooji berhasil menemukan Myungsoo dan teman-temannya yang juga sedang makan.

“Sooji, kamu tidak mendengarkan?” tanya Yein.

“Ah mian. Aku sedang tidak fokus” sontak Sooji berbohong.

“Kenapa kamu pindah ke Seoul padahal sekolah di California kan lebih bagus dibandingkan disini?” Yein mengulang pertanyaannya.

“Emm… Geunyang aku hanya ingin bersekolah di tempat asalku” bohong Sooji.

“Hanya itu?” tanya Yein tak percaya.

“Ne” Sooji mengangguk, kemudian matanya masih sibuk sesekali melirik ke arah Myungsoo.

Disisi lain. Myungsoo tengah asik menyantap makanannya, bersana kedua temannya itu.

“Jadi apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Jungkook penasaran.

“Mwoga?” Myungsoo masih sibuk menyantap makanannya.

“Kejadian tadi pagi, pasti terjadi hal yang aneh” Jungkook masih penasaran.

“Myungsoo mencium Bae Soo Ji” jawab Jongin, melihat Myungsoo sepertinya tak berniat menjawab pertanyaan itu.

“Heol… Bukannya dia bilang tak tertarik pada Bae Soo Ji?” cela Jungkook tak percaya.

“Aku yang melihat dengan kedua mataku saja masih tak percaya” tambah Jongin.

“Aku hanya memanfaatkannya karena masalah perjodohan” Myungsoo akhirnya berbicara walaupun dengan nada seperti tidak bersalah.

“Kamu harus meminta maaf kepadanya” suruh Jungkook.

“Aku sudah menceramahinya dari kemarin” jelas Jongin.

“Kalo kalian masih berdebat, aku pergi duluan” ujar Myungsoo langsung beranjak dari kursinya.

Myungsoo menghiraukan teman-temannya itu, dan berjalan menuju ke luar ruang makan.

Bruk! Tepat saat mau keluar Myungsoo menabrak seseorang, minuman orange juice yang orang itu bawa pun tumpah di blazer dan kemeja Myungsoo.

“Ah jesunghamnida” orang itu berusaha meninta maaf.

“Ya Bae Soo Ji!” bentak Myungsoo begitu mengetahui yang menabraknya adalah Bae Soo Ji.

Seisi ruang makan langsung menoleh kearah mereka begitu mendengar bentakan Myungsoo.

“Oops Myungsoo mian, aku benar-benar tidak sengaja” Sooji meminta maaf, walaupun sebenarnya dalam hatinya tertawa terbahak-bahak.

Bagaimana mungkin Sooji tak senang, karena rencana dia berhasil mengerjai Myungsoo untuk yang kedua kalinya. Sooji melihat ekspresi Myungsoo semakin geram terhadapnya.

“Ah mian, aku buru-buru” Sooji memasang fake smilenya itu kemudian langsung berlari keluar ruang makan dengan cepat sebelum Myungsoo berhasil mengeluarkan emosinya.

unnamed (7)

“Ya!” geram Myungsoo mencoba berlari mengejar Sooji tidak ia sangka cepat juga larinya.

“Kim Myung Soo! Jangan berlari di koridor dengan baju kotor seperti itu!” Yong ssaem, guru BK sekolah ini yang berusaha menghentikan langkah Myungsoo keluar dari ruang makan.

Aish jinjja” batin Myungsoo kesal.

***

Sooji berlari menjauh dari Myungsoo, dan memilih berhenti di taman belakang sekolah. Sooji masih terengah-engah mengontrol nafasnya.

“Shikkeuro” ujar seseorang yang tengah berbaring di kursi taman tak jauh dari sana.

“Shin Won Ho?” tanya Sooji begitu mengenali wajahnya.

“Kamu mengganggu tidur siangku” Wonhopun terbangun dari tidurnya, masih duduk dibangku itu.

big13-00191

“Mian, aku tidak bermaksud” Sooji mencoba mendekati Wonho, jika diperhatikan dari dekat mata Wonho seperti orang yang memiliki waktu sedikit untuk tidur.

“Begadang nonton film yadong?” canda Sooji mencairkan susasana, iapun langsung duduk dibangku tersebut.

Setidaknya ini waktu tepat untuk Sooji Wonho malah beranjak dari duduknya menghiraukan Sooji.

“Changkkamman” Sooji menahan Wonho pergi.

“Wae?” Wonhopun akhirnya berhenti.

“Bukannya tadi pagi aku bilang, kalau aku tertarik padamu”

“Lalu? Kamu mencoba menembakku? Aku akan langsung menolakmu”

“Annie, bukan itu maksudku”

“Oke. Kamu memiliki waktu 1 menit untuk bertanya padaku”

“Ne?” Sooji sontak terkaget.

“Dimulai dari sekarang” ujar Wonho sambil melihat ke jam tangannya.

“Kudengar appamu pemilik perusahaan besar Korea di Jepang, perusahaan seperti apa?” Sooji langsung to the point, tanpa bertele-tele.

“Kamu hanya penasaran dengan perusahaan appaku, atau berapa penghasilan appaku?”

“Bukan itu juga maksudku” kelak Sooji.

“Ku tanya balik, bukannya appamu juga pemilik perusahaan besar Korea di California? Apa nama perusahaannya?” tanya Wonho, membuat Sooji membulatkan matanya beberapa detik untuk berfikir.

“Hanya sebuah perusahaan biasa, tidak begitu besar” jawab Sooji, baru kali ini dia tercengang susah menjawab pertanyaan.

“Kalau begitu sama” tanggap Wonho singkat.

“Ne?”

Tanpa mereka sadari dua orang namja paruh baya menghampiri mereka.

Park Hae Jin 1

“Bae Soo Ji-ssi?” tanya salah satu namja tersebut.

Kim Seok Won!” batin Sooji terpatung begitu menyadari orang yang berbicara padanya.

“Jadi kamu benar Bae Soo Ji? Bukannya kamu pacarnya Myungsoo? Lalu kenapa malah berduaan dengan namja lain?” tanya Kim Seok Min sini.

PicsArt_1439144683331

“Aku bukan siapa-siapanya” cela Wonho sambil tersenyum menyeringai.

“Well Sooji, waktumu habis” Wonho melihat jamnya, kemudian pergi begitu saja.

“Tolong tinggalkan kami berdua, ada hal penting yang ingin kubicarakan pada Bae Soo Ji” Kim Seok Won menyuruh sekertarisnya untuk meninggakkan mereka.

“Baiklah”

***

Jungkook berlari sekuat tenaga menuju ke ruang ganti.

“Ya Kim Myung Soo!” panggilnya begitu menemui Myungsoo dan Jongin baru saja keluar dari ruang ganti.

“Mwo?” Myunsoo tak berniat menanggapinya.

“A… aku… melihat mobil appamu ada di lobby sekolah” jelas Jungkook yang masih terengah-enggah.

“Mwo?!” Myungsoo sontak terkejut.

“Ada apa?” tanya Minhyuk menghampiri mereka bersama dengan Soojung.

“Appanya Myungsoo sepertinya datang sekolah” jelas Jongin.

krystal-the-heirs-korean-drama-fashion1

“Eoh… tadi aku melihatnya mengampiri Sooji dan Wonho di taman belakang” tambah Soojung.

“Hwaksire?” tanya Minhyuk meyakinkan.

Soojung menganggung, menandakan iya.

“Aish…” tanpa pikir panjang Myungsoo langsung berlari cepat menuju ke taman belakang.

Sesampainya disana memang betul terlihat appanya dan Sooji sedang berbincang di taman, Myungsoo sejenak mendengarkan perbincangan mereka terlebih dahulu.

Sooji berusaha untuk merelekskan dirinya, otaknya berputar-putar menyusun rencana.

“Jadi benar kamu berpacaran dengan Myungsoo?” tanya Kim Seok Won.

“Seperti yang dia katakan” jawab Sooji padahal sebenarnya ingin mengatakan tidak, tapi kali ini bisa jadi bahan pancingannya.

“Apa nama keluarga perusahaanmu hingga beraninya kamu mendekati Myungsoo?”

“Bukan perusahaan besar” jawaban yang sama Sooji jawab seperti perbincangannya tadi dengan Wonho.

“Ku dengan Myungsoo beberapa kali dijodohkan dengan anak dari pemilik perusahaan Korea di luar, tapi Myungsoo selalu berhasil menggagalkannya? Sayang sekali Myungsoo tak bisa merasakan cinta yang sebenarnya” tambah Sooji padahal barusaja menyelidiki hal ini semalam.

Myungsoo yang sendari tadi menguping, tercengang mendengar perkataan Sooji.

“Tepat sekali. Kali ini aku akan membuatnya benar benar tidak bisa menggagalkannya”

“Sudah kuduga ini akan terjadi. Haruskan aku putus dengannya?” pancing Sooji.

“Tidak perlu!” cela Myungsoo yang sudah tak tahan lagi, iapun menghampiri mereka.

Sooji membulatkan matanya begitu melihat Myungsoo muncul dihadapan mereka.

“Jadi kamu serius dengan yeoja ini?” Kim Seok Min menoleh ke arah Myungsoo.

shutup14-00100

“Serius apa tidaknya bukanlah urusanmu” Myungsoo menatap tajam ayahnya itu.

Sooji memandang keduanya secara bergantian, “Mwoya ige? Jadi mereka benar-benar tidak akur?” batinnya meyakinkan apa yang ia selidiki semalam ternyata memang benar.

“Dengar Kim Myung Soo, mau kau punya pacar atau tidak, kedepannya kamu menikah dengan siapa semua aku yang mengurus” Kim Seok Won mengakhiri perbincangan itu, dia pun berjalan jauh dari situ.

“Kamu tahan memiliki ayah seperti itu?” Sooji bertepuk tangan, seperti menunjukkan kalau Myungsoo hebat bisa tahan dengan ayahnya.

“Bukan urusanmu juga” ujar Myungsoo sinis.

“Berikan handphonemu” pinta Myungsoo.

“Untuk apa?” tanya Sooji, tanpa lama Myungsoo merogoh saku rok Sooji dan mendapatkan hanphoneya.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” kesal Sooji melihat Myungsoo mengotak atik handphonenya, beruntung dia meletakkan handphone satunya di saku celana pendeknya,

“Ini nomorku simpan, aku juga sudah menyimpan nomormu” Myungsoo melempar pelan handphone Sooji kearahnya.

“Aku tak perlu menyimpannya” Sooji meraih handphone nya.

“Ah! Berarti aku berperan menjadi pacar bohonganmu?” Sooji menebak.

Myungsoo malah menghiraukan Sooji dan berjalan menuju kedalam gedung, Sooji yang kesalpun segera mencegatnya.

“Ya Kim Myung Soo. Pertama, kamu berhutang banyak padaku. Kedua, aku bukan bawahan ataupun pesuruhmu yang bisa mengikuti apa saja perkataanmu” Sooji menatap Myungsoo tajam.

Myungsoo terkejut dengan perkataan Sooji, dan akhirnya malah Sooji yang pergi meninggalkannya masuk terlebih dahulu.

***

Saat Kim Seok Won sudah pergi menjauh dari mereka, asistennya pun kembali menghampirinya.

“Cari tahu tentang Bae Soo Ji” suruh Kim Seok Won.

“Baik”

***

Saat dalam perjalanan pulang, Sooji sendari tadi berfikir sebenarnya tidak buruk juga menjadi pacar palsu Myungsoo, karena siapa tau hal ini bisa menguntungkan baginya nanti dia jadi bisa berada di dekat orang-orang Hades Group tanpa perlu bersusah payah.

“Ada apa Sooji-ssi?” tanya Jeongmin ahjussi yang sendari tadi memperhatikannya di kaca spion tengah.

“Tidak ada apa apa, ahjussi” bohong Sooji.

***

Tengah malam hari Sooji berniat untuk mengembalikan note Kim Seok Won dengan cara meletakkan di meja kerja yang ada di rumahnya, sekalian memasang cctv kecil berbentuk seperti flashdisk.

Tiba-tiba James menelfon Sooji, sesaat Sooji dan Jeongmin ahjussi sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Kim Seok Won, yang tentunya rumah bagi Kim Myung Soo juga.

“Ada apa?” Soojipun megangkat telfon tersebut.

“I can help you more easily to enter Kim Seok Won’s house. Kamu mencoba untuk masuk ke dalam rumah Kim Seok Won kan?”

“Lagi-lagi tepat dugaanmu tuan James” jawab Sooji mulai terbiasa dengan sikap James.

“Kamu tahu kan headset dan microphone yang kamu gunakan saat private party nya Hades Group?”

“Ne”

“Itu sebenarnya juga menyambung ke tempatku. Jadi bisa gunakan itu, dan aku memonitorimu dari sini”

“Ah hampir saja, tadi aku mengirimkan paket berisi jam tangan. Tapi jika kamu mengetuk layarnya 2 kali, layarkan agak berganti menjadi seperti GPS” tambah James lagi.

Jeongmin ahjussipun menyerahkan Sooji sebuah kotak yang sendari tadi dibangku penumpang sampingnya. Soojipun melihat dikotak tersebut yang hanya ada tertilis -James-, bahkan tidak ada alamatnya. Ia membuka kotak yang memang berisi jam berwarna hitam dan langsung ia kenakan.

“Daebak” Sooji tak percaya saat mengketuk layar jam tersebut langsung berganti menjadi GPS, bahkan jika di zoom Sooji bisa melihat bentuk isi gedung-gedung yang ia lewati.

“Bagaimana?” tanya James yang masih terhubung ditelfon.

“Thank you so much James!”

“Yup!!”

Setelah telfon terputus. Sooji segera bersiap-siap, memasang headset seperti kancing di salah satu kupingnya, memasang gelang microphonenya tersebut, dan tentu saja mengecek jam tangannya tadi itu. Tak lama kemudian mereka tepat parkir disamping pagar rumah Kim Seok Won, karena menurutnya tempat yang paling aman. Sooji memasang masker hitamnya tersebut, dan keluar dari mobil.

“Waktumu hanya sedit Sooji, aku akan memanipulasi cctv di rumah itu, jadi kamu tidak perlu terlalu susah memasukinya. Yang harus kamu perhatikan hanyalah penjaganya” jelas James yang suaranya terdengar dari headset tersebut.

“Arraseo” tanggap Sooji singkat.

Sooji melihat kearah tembok pagar rumah tersebut yang tingginya kurang lebih 3 mater. Itu bukanlah hal yang susah bagi seorang Bae Soo Ji untuk memanjatnya, karena dia sudah terlatih. Hanya dalam hitungan detik Sooji berhasil memanjat tembok pagar tersebut dan masuk ke halaman samping rumah itu.

7fc068a9077e561af9b615c35436ff9c495da06

Dengan cepat tapi berhati-hati Sooji berjalan ke rumah yang jaraknya lumayan jauh dari pagar tadi. Tenang saja Sooji juga sudah menghapal blue print rumah tersebut, dan kamar Myungsoolah merupakan tempat yang aman dan tercepat untuk menuju ke ruang kerja Kim Seok Won, padahal letaknya berada. Sooji tak bisa langsung masuk ke dalam ruangan kerja Kim Seok Won, karena jendelanya tidak bisa dibuka tutup. James masih terus memantau gerak gerik Sooji di layar computernya.

Beruntung terlihat kamar Myungsoo sudah gelap, dengan mudah Sooji memanjat ke teras Myungsoo dan sedikit mengotak-atik pintu teras Myungsoo. Tak perlu menunggu lama-lama pintupun berhasil dibuka, dengan langkah pelan Sooji masuk ke dalam kamar Myungsoo. Terlihat Myungsoo sedang terlelap dalam tidurnya.

“Eomma… eomma hajima!! Jebal hajima!!” suara Myungsoo mengigo sontak mengagetkan membuat badan Sooji terpatung.

Untungnya Myungsoo hanya mengigo saja. Entah kenapa Sooji sedikit penasaran dan mendekatkan ke arah Myungsoo.

“Sooji, what are you doing?” tanya James di headset, melihat Sooji masih berada didalam ruangan tersebut.

Sooji menghiraukan James. Dia melihat Myungsoo dari dekat seperti gelisah tak nyaman tidur, bahkan wajahnya sedikit berkeringat padahal AC kamar Myungsoo sudah dingin.

“Eomma jinjja hajima” Myungsoo terisak.

Sooji merasa sedikit kasian terhadap Myungsoo yang mungkin sedang bermimpi buruk. Sooji tiba-tiba teringat kalau di data tentang Myungsoo, menjelaskan juga eommanya meninggal saat usianya 10 tahun.

“Ya Sooji! Kamu tak mendengarkanku” kali ini James berbicara dengan nada agak tinggi yang menyadarkan Sooji.

Ash! Sooji-ah, kembali ke tujuan utama” batin Sooji.

Soojipun berjalan menuju ke pintu kamar Myungsoo, baru saja Sooji membukanya.

“Eomma!” teriak Myungsoo tersentak dirinya terbangun.

Sial!” batin Sooji shock.

=To Be Continue=

52 responses to “Zer0 (Chapter 2)

  1. Omo apa suzy akan ketahuan oleh myungsoo nantinya? Dan siapa sebenarnya james dan seperti apa dia?
    Next partnya ditunggu author fighting,pliss dilanjutin ya ff ini author

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s