[Freelance] Fallen Chapter 3

suzy

Title : Fallen | Author : Rharajose | Genre : Angst, Friendship, Romance | Rating : G | Main Cast : Bae Suzy, Byun Baekhyun, Kim Jongin | Other Cast : Park Jiyeon, Wu Yi Fan, Oh Sehun, Xi Luhan, Jung Soo Jung, Park Chanyeol

Cerita ini hanya fiktif belaka.

***

Baekhyun memberikan tonjokan kecil di bahu Jong in “ kau membuat Eommaku memiliki pemikiran aneh tentang aku menikah, but congratulation”

Jong in membalas tonjokan kecil di bahu Baekhyun “Thanks”

“Congratulation” kata Chanyeol dan Sehun sambil mengulurkan tangan mereka bersamaan.

Jong in tertawa menjabat dengan kedua tangannya,”Thanks”

“Tapi mana calon pengantin yeojanya?” tanya Sehun

“Aku berencana mengenalkan kalian dengan dia di pernikahan Soojung, jadi kalian harus datang”

“Kenapa tidak sekarang saja?”

Jong in Menyeringai, “Itu akan mengacaukan kejutan. Sabar dan tunggu besok”

“Tidak ada ciri-ciri?” tanya Chanyeol penasaran.

“Dia cantik, manis, tidak akan bosan memandangnya, dia juga baik, lembut dan masakannya membuatmu malas makan di luar”

“Kau positif terkena penyakit cinta akut dan tidak bisa diselamatkan lagi Kamjong-a” vonis Chanyeol dengan gaya dokternya.

Jong in tertawa dan mengatakan tidak ingin di selamatkan. Mereka berempat menggoda Jong in dengan candaan-candaan tentang namja yang akan berkomitmen dari yang biasa sampai rated-R.

Mereka berlima tertawa dan mulai membicarakan tentang pekerjaan dan yeoja-yeoja mereka. Chanyeol dengan pekerjaan Dokternya dan para suster cantik. Oh Sehun dengan club dan yeojanya, Xi Luhan dengan kasus-kasus yang di tanganinya sebagai pengacara dan tujuh yeojachingunya. Baekhyun dengan perusahaannya, Kriss yang di singgung soal yeoja yang membuatnya 2 bulan tidak datang ke club. Malam mereka di habiskan untuk Brother bound tanpa melibatkan yeoja.

Mata Suzy memu=bulat terkejut saat melihat Baekhyun di floristnya.

“aku tunggu di dalam” kata Baekhyun mengacungkan kotak pizzanya.

Suzy menyelesaikan pekerjaannya sebelum menyusul Baekhyun masuk ke dalam rumah. Namja itu sudah duduk santai di sofa memakan satu potong pizza di temani cola yang diambil dari lemari es Suzy.

“kenapa kamu kesini”

“main, seperti biasanya. Namchinmu sudah kembali entah ke mana atau itu jadi aku bisa datang lagi kan, kopi dong”

Suzy pergi ke dapur membuatkan kopi untuk Baekhyun setelah itu duduk di sofa lain, mengambil satu slice pizza memakannya dengan berat.

Baekhyun bisa melihat Suzy dan aura berat di sekitarnya,” kenapa mukamu? Bertengkar dengan namchinmu yang entah ada atau tidak itu?”

Suzy melotot pada Baekhyun “ dia ada!”

 “kamu ingat Kim Jong In? Satu dari empat sepupuku yang lain. Dia yang selalu ganti yeoja setiap minggu”

“ingat”

“percaya atau tidak dia akan menikah setelah dongsaengnya menikah.kamu tidak percayakan? Aku lebih tidak percaya lagi saat tahu kalau calonnya itu yeojachingunya selama 8 tahun ini” kata Baekhyun hampir histeris.

“Bagus dong dia setia. Setidaknya ada yang bermoral diantara kalian”

“menurutku malah aneh. Berpacaran dengan orang yang sama selama bertahun-tahun setelah itu menikah. Terlalu berlebihan”

“tidak ada yang aneh dari itu. Aku juga akan menikah dengan namjachinguku”

Baekhyun berhenti mengunyah,”Kamu? Menikah?”

“Ne. Doakan saja.” Suzy tersenyum sangat lebar memperlihatkan eye smilenya. Dia terlihat bahagia dan penuh mimpi.

Baekhyun mendecak mengejek “aku kasihan pada calonmu. Aku berharap yeojachingunya Jong in bukan yeoja sepertimu”

Kebahagiaan Suzy pudar “Maksudmu apa?”

“Jong in lebih cocok bersanding dengan yeoja cantik, sexy, bukannya chubby seperti kamu”

“Apa fisik begitu berarti untukmu?”

“Tentu saja. Begitu juga untuk sepupu-sepupuku. Kami tidak ingin mencemari keturunan kami dengan yang biasa-biasa saja”

Bae Suzy mengambil kotak pizza dan melemparkannya ke wajah Baekhyun.

Baekhyun menyingkirkan semua pizza yang menempel di wajahnya dan melotot pada Suzy “What the Helll!”

“Aku kira kamu sudah berubah ternyata masih sama. Namja arogan yang hanya mementingkan fisik, kamu menjijikkan”

“Mwo!”

Suzy masuk ke kamarnya dan keluar dengan kartu Gold Baekhyun. Suzy melempar kartu itu ke wajah Baekhyun.

“Bawa itu dan jangan kembali lagi. Aku sudah tidak peduli dengan kontrak itu.”

Baekhyun memasukkan kartu yang terkena noda saos ke sakunya “Fine! Jangan menangis memohon-mohon padaku setelahnya”

“never”

Baekhyun menatap tajam Suzy dan Suzy juga membalas sama tajamnya. Baekhyun menggertakkan giginya dan keluar dari rumah Suzy. Nafasnya memburu, Baekhyun membanting pintu mobilnya dan mengambil ponsel, menelfon sekertarisnya tidak peduli kalau dia sedang istirahat.

“Eunjung, urus pemutusan kontrak dengan S florist. Aku mau melihatnya di mejaku besok”

Baekhyun melajukan mobilnya dengan cepat ke V.I club. Dia butuh pelampiasan emosi. Baekhyun menghabiskan malam itu dengan alkohol dan yeoja. Dia tidak memikirkan apapun.

Rumah orangtua Kim jong in ramai dengan keluarga dan chingu kedua pengantin yang sengaja datang di acara pernikahan dongsaeng Kim jong in, Kim Soojung.

Baekhyun memberikan senyum ke yeoja cantik yang melihat ke arahnya seperti yang dilakukan oleh Chanyeol, Sehun dan Luhan.

Seorang yeoja cantik berhenti di depan Baekhyun. Make up smokey eyes membuat yeoja itu terlihat elegan dan menggoda.

“Annyeong” sapa yeoja cantik yang memakai long dress berkerah rendah.

“Annyeong” balas Baekhyun santai.

“Aku Taeyeon” kata yeoja itu sambil mengulurkan tangan.

“Baekhyun” baekhyun menerima uluran tangan yeoja itu.

“kamu temannya Kim jong in oppa?”

“Nope, aku sepupunya Jong in yang berarti sepupunya Soojung.”

“Omo…Jungie jahat sekali tidak memberitahuku kalau punya sepupu setampan dirimu” kata Taeyeon yang tanpa malu menyentuh perut Baekhyun yang six pack di balik kemeja dan jas itu. Matanya berbinar senang merasakan six pack Baekhyun.

Baekhyun menunduk sampai bibirnya bertemu dengan telinga Taeyeon.

“Jadi kau ingin berkenalan denganku?”

Taeyeon tercekat dan mendesah “Ne”

“Hotel resepsi ini, kamar nomer 1310” bisik Baekhyun yang kemudian memberikan tiupan lembut ke telinga Taeyeon sebelum berdiri tegak.

Taeyeon menatap Baekhyun dengan mata sayu dan menggigit bibir bawahnya, sepenuhnya mengerti dan berniat datang “See you”

Baekhyun memberikan seriangaiannya. Yeoja itu pergi dengan anggun dan tak lupa memberikan Baekhyun goyangan pinggul yang menggoda.

“Oh man, kendalikan dirimu. Kamu kesini untuk Soojung dan Jong in, bukan untuk mencari yeoja” bisik Luhan sambil menyodok lengan Baekhyun.

“Look who say” kata Baekhyun sambil melihat dua yeoja yang ada di kiri dan depan Luhan.

“Aku menambah chingu”

Baekhyun memutar bola mata,”Yeah….whatever”

“Annyeong”

Perhatian mereka teralih pada Kim jong in yang baru menyapa mereka. Kim jong in tersenyum pada dua yeoja yang ada di dekat Luhan, satu yeoja di Chanyeol dan satu yeoja di Sehun, “Sorry ladies mereka harus bertemu dengan Soojung untuk mengucapkan selamat”

Yeoja-yeoja itu dengan cepat memberikan kode untuk para namja. Mereka pasti akan bertemu lagi setelah mengucapkan selamat.

“Omo…kapan terakhir kali kita bertemu? Lama sekali” kata Soojung melihat ke empat sepupunya dengan pandangan rindu. Soojung menatap ke arah Baekhyun, “Tadi aku sudah bertemu dengan Kriss, semakin lama dia semakin mirip kamu”

Baekhyun memberikan seringaian kecil dan memeluk Soojung, “Chukae Jungie-a”

“Gomawo baekh”

Baekhyun melepaskan pelukannya dan memberi selamat ke Kim Myungsoo yang ada di sebelah Soojung,”Dia punya darah drama queen, jadi kau harus tabah”

Myungsoo tertawa dan menggenggam tangan Baekhyun dengan tegas “Arra, gomawo”

Sehun, Chanyeol dan Luhan menyusul setelah Baekhyun. Mereka tidak bisa lama-lama karena di belakang Luhan masih ada tamu yang ingin memberi selamat.

“Tunggu di sini, jangan menggoda yeoja manapun, aku akan memanggil Ji-yah” kata Jong in dengan tegas sebelum dia pergi.

“Mereka datang” kata Baekhyun memberitahu sepupu-sepupunya agar mereka berhenti bermain mata.

Mereka berdiri diam menunggu dengan senyum penantian. Senyum Baekhyun pudar saat melihat siapa yang memakai dress selutut berwarna putih. Tidak, Tidak mungkin dia.

“kenalkan ini Ji-yah ku. Chagi, kenalkan ini Luhan, Chanyeol, Sehun dan Baekhyun. Sepupu-sepupuku yang tampan”kata Jong in sambil menunjuk satu persatu sepupunya.

“Annyeong, Bae Sooji imnida. Jong in yeojachingu.”Kata Suzy  sambil tersenyum gugup.

“Ohhh…jadi ini Ji-yah yang disembunyikan Jong in selama bertahun-tahun. Ternyata dia tidak membual, kamu cantik”

“Aku berharap dia mau jadi chinguku” Kata Luhan menjulurkan tangannya.

Suzy menerima uluran tangan juna dan tersenyum, “Ne”

Luhan mengerutkan kening dan memperhatikan Suzy lebih dekat, “Chakkaman, kamu musuh Baekhyun saat SMA kan?”

Suzy menunduk dalam-dalam saat Sehun dan Chanyeol ikut memperhatikannya.

Chanyeol tertawa keras,”Pantas dari tadi muka Baekhyun kusut. Kau membuat musuhnya menjadi calaon sepupu iparnya, Kamjong-a”

Baekhyun tiba-tiba tertawa, tawa yang tidak menyenangkan. Tawa yang menusuk seperti tatapan matanya.

“cantik?baik?” Baekhyun mendengus “Bagus Suzy, kau pembohong menjijikkan”

“Baekhyun!” sergah Jong in cepat.

Baekhyun mendorong Jong in dan pergi ke luar ruangan tanpa berbicara apapun dan atau menoleh pada mereka. Suzy menunduk tidak berani melihat siapapun. Dia merasa malu pada apa yang dikatakan Baekhyun.

“bisakah kau membeawaku pergi?” bisik Suzy serak.

“Ji-yah jangan perdulikan kata-kata Baekhyun.”

“Dia benar Jong in-na, aku membohonginya selama ini. Aku jahat.”

Jong in mengusap airmata Suzy yang mengalir deras, “Kamu terpaksa melakukannya. Kita berdua melakukannya, aku juga akan meminta maaf padanya juga.”

Jong in menarik Suzy ke pelukannya dan mengelus punggungnya lembut. Suzy membalas pelukan Jong in dan menangis lagi karena kebohongan yang lain. Kebohongan pada Jong in. Suzy hanya menceritakan Baekhyun beberapa kali mampir membeli bunga untuk eommanya dan mengobrol. Dia tidak menceritakan tentang belanja bersama dan makan bersama dengan Baekhyun sampai malam di rumahnya.

Baekhyun meresapi dinginnya air yang mengalir dari kepala sampai ujung kakinya, menghapus peluh dan menyegarkan tubuhnya. Dia baru saja selesai dengan yeoja yang dia temui di acara pernikahan Soojung dan ingin segera pergi sebelum yeoja itu bangun.

Baekhyun tidak ingin mengambil resiko di buat kesal dengan rengekan manja yeoja yang tidak ingin di tinggal.

Dua bulan dia percaya dengan Suzy. Dua bulan itu Baekhyun benar-benar menganggap Suzy temannya. Mereka makan bersama, jalan-jalan dan berbelanja bersama dan bahkan bercerita segala hal. Tapi ternyata Suzy meninggalkan cerita paling penting bahwa dia yeojachingu sepupunya.

“What do you want?” suara Baekhyun tajam dan pandangannya begitu menusuk.

Suzy takut pada Baekhyun yang saat ini terlihat mengimintidasi. Dia tidak pernah melihat Baekhyun semenyeramkan ini sebelumnya. Bahkan sebenarnya dia tidak pernah melihat Baekhyun marah padanya. Baekhyun yang melihat Suzy ketakutan  dan itu membuatnya merasa bersalah.

“Mwo?” tanya Baekhyun kali ini dia lebih lembut.

Suzy menelan ludah berat, “aku…aku ingin bicara”

“bicara apa ? kebohongan lagi ?”

Suzy menggeleng “Alasan kenapa kami tidak jujur”

“Aku tidak tahu itu penting”

“Itu penting karena kamu yang membuat kami harus menyembunyikan semua ini”

Baekhyun mendengus, “Bulshit”

“Bisakah kamu berhenti sinis seperti itu saat seharusnya aku yang marah?” sentak Suzy

“Bagaimana bisa kamu yang marah saat aku yang di bohongi?”

“Apa kamu akan menerimaku jika kamu tahu hubungan kami saat kita masih SMA ? Jawabannya pasti tidak. Jong in pasti harus memilih antara aku dan kamu. Siapa yang akan dia pilih? Jawabannya kamu.” Suzy menarik nafas panjang, matanya mengerjap-ngerjap cepat “kamu tidak perlu mengatakan aku tidak pantas untuk Jong in karena aku sadar itu. Tapi kamu juga tidak bisa mencelaku karena aku sudah berusaha keras untuk bisa sampai di titik ini dengan Jong in. Jadi aku mohon. Jangan kacaukan hubungan kami.”

Baekhyun terdiam,  tidak ada tanggapan sinis keluar dari mulutnya. Suzy berfikir itu yang terbaik karena saat ini dia sedang menahan emosinya agar tidak tumpah. Suzy berbalik meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun mengikuti dengan matanya kemana Suzy pergi. Yeoja itu melewati tamu-tamu dan menuju Jong in. Dia menggelayut manja di lengan Jong in dan Jong in tersenyum padanya. Perut Baekhyun bergejolak menyakitkan.

###############

Suzy datang ke rumah Jong in tepat pukul 7 pagi untuk sarapan bersama dengan  eomma dan appanya Jong in juga Jong in. Ini bukan pertama kalinya Suzy sarapan di rumah Jong in. Dia sudah sering datang, bahkan dianggap keluarga, apalagi dengan Eommanya Jong in Yoon Ha Na. Yeoja itu sudah menganggap Suzy sebagai putrinya sendiri, dia mendesak Suzy dan Jong in untuk segera menikah.

Yoon Ha Na, Suzy dan Jong in duduk di ruang tamu membahas semua persiapan yang telah mereka lakukan. Jong in sebenarnya tidak ikut andil, dia menyerahkan semuanya pada eommanya dan Suzy.

“Cincinnya bagaimana? Kalian sudah beli?”

Jong in melihat Suzy, “kamu belum membelinya?”

Yoon Ha Na memukul kepala Jong in “membeli cincin itu harus berdua.. kalian belinya hari ini saja. Besok kan kamu sudah kembali bekerja”

“Ne Eomma” patuh Jong in tidak ingin berdebat

Suzy memberikan kerlingan terimakasih pada Yoon Ha Na. Jong in sudah memintanya membeli cincin yang dia inginkan tapi Suzy ingin masuk toko perhiasan bersama Jong in. Suzy takut meminta jadi dia meminta tolong pada Eommanya Jong in dan dia puas dengan hasilnya.

Suzy mengaitkan tangannya dengan tangan Jong in begitu mereka turun dari mobil. Dia ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk berdekatan dengan Jong in.

“Annyeong Haseyo” sapa pegawai toko perhiasa begitu mereka masuk.

Suzy tersenyum lebar, bangga saat memasuki toko perhiasan bersama Jong in.

“tolong yang itu” Kata Suzy menunjuk cincin emas dengan ukiran melingkar dan tiga permata kecil menghiasinya.

Suzy mencoba cincin itu di jarinya dan menunjukkannya ke Jong in. “Bagus tidak? Aku suka yang ini”

“Bagus. Cocok untukmu”

Suzy tersenyum lebar, “Aku mau yang motifnya seperti ini tapi bahannya platinum.”

Jong in berbisik pada Suzy “Yang sederhana saja. Tidak perlu ukiran atau berlian”

Suzy memesan cincin Jong in tanpa hiasan tapi didalamnya ada ukira “Milik Suzy selamanya”. Suzy merahasiakan ukiran itu pada Jong in. Jari mereka di ukur dan bisa diambil 2minggu lagi. Mereka membayar cincin di muka dengan uang tabungan bersama.

“Jong in-na?” tanya Suzy ketika Jong in tiba-tiba berhenti.

“itu ada Baekhyun” jawab Jong in menunjuk coffe shop yang terbuka.

Baekhyun sedang duduk di sana bersama seorang namja yang memakai kemeja parlente. Sepertinya mereka baru selesai bicara. Mereka berjabat tangan dan rekan Baekhyun pergi.

“kita ke sana” Jong in membawa Suzy ke tempat Baekhyun.

Baekhyun terkejut saat melhat Jong in dan Suzy yang berjalan ke arahnya. Jong in tersenyum sedangkan Suzy menunduk. Baekhyun yang melihat hal yang berbeda dari Suzy yang selama dua bulan bersamanya dan Suzy yang bersama dengan Jong in.

Bae Suzy yang sedang bersama Jong in seperti yeoja seoul kebanyakan. Make up, baju stylish dan high heels. Padahal Suzy yang dia tahu selalu memakai baju casual, sneakers, dan make up yang tipis bahkan kadang tanpa make up. Baekhyun seperti tidak mengenal yeoja yang berada di sebelah Jong in.

“ini kan sudah masuk jam makan, kami ingin makan bibimbap. Bagaimana kalau kau ikut?”

“Boleh”

Mereka bertiga berjalan bersama ke restoran yang menyediakan menu bibimbap. Jong in dan Suzy duduk bersebelahan, sedangkan Baekhyun duduk di depan Jong in.

“Baru selesai rapat?” tanya Jong in setelah mereka memesan.

“Anio, hanya mengobrol biasa. Kalian dari mana?”

“membeli cincin pertunangan, karena besok aku harus bekerja kembali. Aku ingin membicarakan kebohongan itu baekh”

Baekhyun mengangkat tangannya meminta Jong iin berhenti, “No problem Bro. I know”

“Jinja?”

“Ne. Aku bereaksi berlebihan. Itu hak kalian untuk memberitahuku atau tidak.”

Jong in tertawa, “neo arra, aku merasa kau yang bijaksana itu seperti udang di balik batu”

“Wow. Kau benar-benar meremehkan ku Baekh. I am big boy now.” Baekhyun memukul pundak Jong in dan dua lelaki itu tertawa.

Pesanan mereka tiba. Suzy memberikan telur yang ada di bibimbapnya  untuk Jong in karena Jong in suka dengan telur. Meski Suzy juga suka, tapi dia lebih suka kalau Jong in yang memakannya.

“Ouchhhh……” Suzy terbatuk karena tersedak saat memakan bibimbapnya.

Baekhyun langsung mengulurkan air minum. Suzy meneguk cepat minuman yang di sodorkan oleh Baekhyun.

“Gomawo Baekh” kata Jong in yang kemudian memesankan minuman lagi untuk Baekhyun “Neo gwencana suz?”

“nan gwencana. Gomawo Baekhyun-si”

“cheonma”

Baekhyun tidak bicara lagi dengan Suzy, dia hanya bicara dengan Jong in. Suzy tidak bisa protes, dia sudah lega Baekhyun akrab lagi dengan Jong in. Dia tidak mau Jong in sedih karena di jauhi Baekhyun.

Suzy mengeluarkan kartu debet saat bill mereka datang. Baekhyun langsung menarik bill itu dari Suzy.

“Take mine” Baekhyun mengeluarkan dompetnya. Sampai kapanpun dia tidak akan di bayari oleh yeoja dan dia tidak mengira Jong in akan membiarkan Suzy membayar.

“Kami yang mengajakkmu Baekh. Jadi kami yang membayar”

“Pakai kartu ini saja Ahjumma” kata Suzy menyerahkan kartu dan bill.

Jong in tersenyum melihat keraguan Baekhyun, “Gajiku selalu di transfer ke rekening Suzy. Nanti dia yang memberiku uang bulanan dan sisanya untuk rekening bersama. Untuk persiapan pernikahan kami.”

“kalau dia marah bisa-bisa kamu tidak dikasih uang untuk jajan”

Jong in tertawa, “Ji-yaku tidak pernah marah”

“Tidak pernah?”

“Saat pertama kali aku mendekatinya dia galak sekali, tapi setelah itu dia manis. Dia selalu mendukung dan mengerti apa yang aku lakukan. Dia tidak pernah cerewet seperti yeojachingu temanku yang lain.”

Baekhyun menaikkan alisnya, “Jinja?…dia terdengar menyenangkan”

“kamu hanya belum mengenalnya dengan baik Baekh.” Jong in memeluk pundak Suzy “dia sempurna untukku”

“sepertinya begitu” Baekhyun mengeluarkan smirknya.

Untuk Suzy, smirk itu seperti menyimpan makna dan itu membuat Suzy waspada terhadap Baekhyun.

##############

Baekhyun tahu hari ini Jong in akan melakukan acara pertunangan dengan Suzy . Makan siang bersama dengan Jong in dan Suzy membuat Baekhyun mual. Baekhyun mual dengan kepalsuan Suzy yang terus-terusan di perlihatkan dan Jong in yang tanpa curiga terus-terusan menerima itu sebagai kesempurnaan.

Yeoja yang di tunggu Baekhyun akhirnya turun dari Mini coopernya. Suzy terlihat stylish hari ini, dia memakai drees selutut  dan heels berhak 8cm.

“Sooji”

Suzy berhenti mendengar ada yang  memanggilnya.

Baekhyun mendekati Suzy yang membelakangi dan tidak menjawabnya.

“Aku sempat percaya dengan apa yang kamu katakan di pernikahan Soojung dulu. Mengharukan sekali sampai membuat kisah sedih. Tapi aku tidak bisa membiarkanmu menipu Jong in. Dirimu yang bersamanya semuanya palsu dan itu menjijikkan. Palsu di luar lebih terhormat daripada palsu di dalam sepertimu”

Suzy tertawa sinis,”seperti Jong in akan mendengarmu huh. Aku sudah melakukannya selam 8 tahun tanpa cela Baekhyun-si. Apa kamu yakin bisa membuatnya berfikir sebaliknya tentang aku?. Menyerah sajalah. Sebentar lagi aku akan menikah dengan sepupumu itu Kim Jong In”

Suzy membuka pagar dan menghilang ke dalam. Baekhyun menendang tembok dan mengumpat keras karena tahu Suzy benar.

Baekhyun mengalihkan perhatiannya ke sekliling dan matanya berhenti pada mata seorang yeoja cantik yang berdiri di di depan pagar. Yeoja yang memakai gaun ketat dan seksi itu langsung mendatangi Baekhyun. Baekhyun tersenyum angkuh.

“Baekhyun?” sapa yeoja itu sambil memeluk Baekhyun akrab. Yeoja dengan bibir merah membara itu melepaskan Baekhyun dan memberinya senyum lebar”Aku senang kamu masih ingat aku”

“kamu siapa?”

“Jiyeon. Park Jiyeon. Yeoja menarikmu di Js Hotel.” Jiyeon mengusap lengan Baekhyun, tidak peduli kurangnya perhatian Baekhyun pada pertemuan mereka dulu “Mau aku ingatkan lagi?”

“kamu temannya Jong in?”

“aku sepupunya”

Jiyeon memekik senang, “Omo … kita akan menjadi sepupu ipar. Aku tidak menyangka akan berbesan dengan kelurga Kim. Hebat sekali.”

Baekhyun memperhatikan Jiyeon dari atas sampai bawah, “Kau tidak mirip Suzy”

“tentu saja. Kami saudara tiri. Appanya menikah dengan Eommaku tapi jangan mengira kalau rumah ini milik mereka. Rumah ini milik Eommaku. Appanya Suzy bangkrut dan dia menikahi Eommaku  hanya untuk mendapatkan harta. Tapi untunglah parasit itu akhirnya melakukan hal yang benar untuk kami.” Jiyeon terlihat sangat senang.

Baekhyun sudah terbiasa melihat yeoja gila uang dan kekuasaan, tidak akan membuatnya kaget jika ada yang memperlihatkannya dengan jelas. Tapi Baekhyun terkejut mendengar keadaan keluarga Suzy. Apakah itu alasan dia tinggal sendiri? Itukan kenapa dia tidak pernah membicarakan keluarganya? Ah, tapi Suzy seorang penipu.

“Kita tidak perlu pergi dari sini. Kita bisa ke kamarku” bujuk jiyeon.

Baekhyun melepakan tangan Jiyeon. “Aku harus bicara dengan Jong in.”

“aku ikut”

“ini pribadi”

Jiyeon mendecak kesal, “Baiklah kalau sudah selesa, aku ada disini”

Baekhyun tidak membalas, dia segera masuk kedalam ruangan dan bejalan menuju Jong in.

“Hai man.”

“Aku belum mengucapkan selamat kepada Suzy”

Jong in tersenyum geli sedangkan Suzy tersenyum datar. Baekhyun mengulurkan tangannya, “Chukae” katanya dengan nada malas.

Suzy membalas jabat tangan Baekhyun “Gomawo”

Baekhyun segera menarik tangannya tapi di tahan Jong in. Suzy dan Baekhyun memandang tidak mengerti ke Jong in.

“kalian akan menjadi teman lagi kan? Demi aku ?”

Suzy dan Baekhyun terdiam. Suzy akhirnya mengangguk dan memberikan senyum ke Jong in. Jong in menoleh ke Baekhyun dan Baekhyun menjawab pendek, “Ne”. Jong in tersenyum lebar dan melepaskan tangan mereka. Baekhyun segera pergi setelahnya.

“sudah tidak ada masalah lagi. Kita bisa after party dengan tenang di apartemen Bakehyun. Eomma juga sudah mengurus eomma tirimu jadi kamu tidak usah khawatir.”

“Gomawo Jong in-na. Nae saranghae”

Suzy lega mendengarnya karena dia tidak akrab dengan eomma tirinya. Acara pertunangan di laksanakan di rumah eomma tirinya karena eomma Jong in meminta ke eomma tirinya. Suzy juga sudah berjanji, eomma tirinya tidak harus melakukan apapun, cukup meminjamkan ruangan dan acara itu ditangani profesional.

Jong in tersenyum lebar dan mengenggam tangan Suzy erat. “aku akan menjagamu. Nan sa……..” Jong in tiba-tiba tergugu “….menyayangimu, ji-ya ku”

Suzy segera memberikan senyum. Menghilangkan ekspresi kekecewaanya “Aku juga menyayangimu, Kim Jong In”

Auhor note : mian karena ceritanya kayak gini. Mian juga dengan penulisan ceritanya. Karena setiap penulis mempunyai cara menulis sendiri. Mianhe… jeongmal mianhe…tetep dukung ya…..tetep comment dan like ya chinguduel…..sekali lagi mian.

16 responses to “[Freelance] Fallen Chapter 3

  1. maksudnya suzy nipu apa sih? aku ga mudeng hehe…. penasaran….

    kaya banyak banget rahasia diantara mereka

  2. sepertinya ada yang disembunyiin dari suzy sama jongin
    knpa jongin ragu2 mau balas bilang saranghae? ditunggu lanjutannya

  3. Apa yg disembunyiin sama suzy jongin?
    Perasaan mereka yg sebenernya itu kyk mana?
    Oouuuhh… Aku penasaran,, Next chap ditunggu thor..
    Fightinng!!! (^-^)9

  4. tukan tukan.., udah duga dari awal kalau calon kai itu suzy…,,, hhuaaaa,,, knapa gini?? mereka berdua punya rahasia msing, dan sepertinya kai gak cinta ama suzy.., thorr,, gue suka konfliknya. please lanjjutt,, jebaalll.fighting thorr

  5. aduuuhhh rumit bgt hubungan tiga org ini,apa yg d smbunyikn sz dr jong in,aaakkkhhhh pnsrn bgt. thor please lnjutin chapter slnjutnya nympe end. ini fanfic favourite aku jebaaaallll

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s