[Freelance] It Must Be Love Chapter 9

Title : It Must Be Love | Author : @reniilubis| Genre :  Drama, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Disclaimer: 

All casts are belong to their self and God

Poster by        : rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy Reading^^

Sebuah mobil berhenti agak jauh dari Suzy. Suzy tahu itu bukan mobil Myungsoo. Ia bermaksud tidak memperdulikan mobil itu, namun matanya melebar saat melihat siapa orang yang keluar dari dalam mobil hitam tersebut.

“Kim Jongin!”

Suzy dengan gerakan cepat segera membalikkan tubuhnya sebelum Jongin melihatnya ada disini. Jantungnya berdegup kencang, tidak mau memikirkan apa yang akan terjadi bila Jongin melihatnya. Ia hanya berharap Myungsoo segera datang, dan juga berharap Jongin tidak melihat dirinya. Saat Suzy akan menyeberang jalan, mobil Myungsoo berhenti tepat di hadapannya. Suzy menghela nafas lega saat melihat Myungsoo sudah datang.

“Myungsoo-ya!” serunya, kemudian cepat-cepat masuk ke dalam mobil.

“Waeyo?” tanya Myungsoo heran melihat tingkah Suzy seperti itu. “Kau tidak apa-apa, kan? Apa Jongin mengejarmu lagi?” tidak bisa dipungkiri lagi kalau Myungsoo benar-benar khawatir pada Suzy.

“Ani. Aku hanya lelah saja, Myungsoo-ya. Aku ingin cepat-cepat pulang ke rumah.” Suzy menatap Myungsoo sambil tersenyum manis. Sebenarnya, ia tidak ingin memberitahu Myungsoo bahwa ada Jongin di taman ini, di dekat mereka.

“Baiklah, aku akan menunggu ceritamu di rumah nanti.” Myungsoo melajukan mobilnya, lalu mengelus kepala Suzy sekilas.

*

“Aish! Ya, hyung! Darimana saja sih, kalian? Aku menunggu di sini sudah hampir 2 jam. Aish!” sungut Sungjong setengah mati kesal saat Myungsoo baru saja keluar dari mobilnya. Ia segera menghampiri Myungsoo lalu memasang tampang cemberutnya.

“Ya! Kenapa kau tidak menghubungiku, eoh?” balas Myungsoo, sama sekali tidak peduli dengan kekesalan adiknya itu.

“Kalau saja handphone ku tidak mati, aku pasti akan menghubungimu. Aish!” Sungjong segera merampas kunci rumah dari genggaman Myungsoo, sebelum sempat Myungsoo membalas perkataannya.

“Pabo! Itu kan salahmu sendiri.” Myungsoo mendengus melihat Sungjong yang kini sedang berjalan kesal ke arah pintu rumah mereka. Setelah pintu terbuka, ia langsung masuk begitu saja, dan membiarkan pintu itu tetap terbuka.

Myungsoo beralih menatap Suzy yang kini sedang tertidur lelap di mobilnya. Ia berjalan ke arah Suzy, membuka pintu mobil, dan memandangi wajah Suzy hingga beberapa saat. Perlahan, Myungsoo mencondongkan tubuhnya ke arah Suzy, mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat Suzy keluar tanpa membangunkannya. Myungsoo mendaratkan ciumannya pada bibir Suzy sekilas, lalu mengangkat gadis itu masuk ke dalam rumah mereka.

**********

Myungsoo sedang menikmati makanannya di kantin bersama teman-temannya. Sesekali, terdengar candaan Sungyeol, namun sama sekali tidak lucu di telinga Myungsoo. Ia tetap fokus melahap makanannya, tanpa memperdulikan teman-temannya yang kini sedang tertawa terbahak-bahak akibat gurauan Sungyeol.

Myungsoo memicingkan matanya saat menangkap sosok Suzy sedang berjalan memasuki kantin. Matanya dengan serius memperhatikan namja yang kini sedang mengacak rambut Suzy. Myungsoo terus memperhatikannya, dan baru teringat kalau namja itu adalah orang yang di kenalkan Suzy padanya beberapa hari yang lalu. Choi Minho.

Ia terus saja memperhatikan gerak-gerik Minho dan Suzy. Sedikit mendengus pelan saat mereka berdua terlihat sangat akrab, bahkan serasi sebagai pasangan. Ia segera memalingkan wajahnya, muak melihat mereka lama-lama, lebih tepatnya kesal. Apalagi sekarang mereka sedang tertawa terbahak-bahak. Penasaran juga, akhirnya Myungsoo kembali melihat ke arah mereka lagi. Sebelah alisnya terangkat saat ia melihat seorang namja asing kini baru saja datang dan duduk tepat di sebelah Suzy. Namja itu terlihat akrab dengan Suzy, namun sepertinya Suzy tidak terlalu memperdulikan namja itu, dan tetap melanjutkan percakapannya dengan Minho.

‘Ck. Kau harus menjelaskan semuanya nanti, Bae Suzy.’ batin Myungsoo dalam hati. Ia kemudian beranjak dari duduknya saat Hoya menarik tangannya untuk masuk ke kelas mereka.

*

“Suzy!” seru seorang namja, lalu secara tiba-tiba duduk di sebelah Suzy.

Suzy langsung menoleh ke sebelahnya saat menyadari seseorang yang baru saja datang. Suzy memandang sinis Jonghyun, lalu kembali melahap makanannya.

“Mau apalagi?” tanya Suzy tanpa menoleh ke arah Jonghyun.

“Tentu saja mau menemuimu. Boleh aku bergabung disini?” tanya Jonghyun, lalu membungkuk ke arah Minho sambil mengulurkan tangannya.

“Jonghyun, imnida.” katanya memperkenalkan diri dengan ramah.

“Choi Minho, imnida.” balas Minho. “Apa kau temannya Suzy?” tanya Minho kepada Jonghyun.

“Ani!”

“Tentu saja.”

Suzy dan Jonghyun menjawab pertanyaan Minho dalam waktu yang bersamaan. Suzy seketika langsung menolehkan kepalanya ke arah Jonghyun, dan memberikan deathglare terbaiknya untuk Jonghyun. Jonghyun balas menatap Suzy, lalu tersenyum manis. Ia kemudian mengacak rambut Suzy, lalu berkata.

“Kau lucu.” lalu Jonghyun tertawa kecil melihat tampang kesal Suzy.

Minho mengernyit heran, tidak mengerti dengan dua orang yang ada di depannya saat ini. Ia bermaksud ingin bertanya lagi, tetapi di urungkannya karena kini Jonghyun sedang menjahili Suzy sambil tertawa terbahak-bahak. Namun Suzy tampaknya begitu kesal, jadi ia hanya melahap makanannya saja dengan cepat.

“Minho-ya! Apa kau sudah selesai makan? Aku harus masuk ke kelas sekarang.” Kata Suzy tiba-tiba.

Ia sungguh tidak tahan lagi berlama-lama berdekatan dengan makhluk menyebalkan sejenis Jonghyun yang sedari tadi mengganggunya, dan entah sejak kapan sudah begitu akrab dengannya.

“Ah, baiklah. Aku juga harus masuk ke kelas sekarang.” Jawab Minho kemudian. Minho menatap Jonghyun.

“Ya! Kami pergi duluan, ne? Sampai bertemu lagi.” Minho melambaikan tangannya sekilas pada Jonghyun, lalu menyusul Suzy yang sudah terlebih dahulu pergi meninggalkan kantin. Bahkan Suzy tidak perlu repot-repot untuk berpamitan pergi pada Jonghyun. Toh dia sama sekali tidak peduli dengan namja itu.

Jonghyun tersenyum melihat kepergian mereka berdua, lalu kembali melahap makanannya.

“Aish, Suzy! Kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu! Yaa!” teriak Jonghyun tanpa sadar. Ia cengar-cengir sendiri di tempat duduknya, lalu tersadar seluruh kantin kini sedang menatap horor ke arahnya. Jonghyun tertunduk malu. Wajahnya sudah memerah saat ini. Ia buru-buru berdiri, lalu segera berlari meninggalkan kantin dengan senyuman masih menghiasi wajahnya.

-The next day-

Suzy baru saja keluar dari kamarnya. Ia belum tidur hingga selarut ini karena masih mengerjakan tugas kuliah yang harus di selesaikan sesegera mungkin. Suzy keluar dari kamarnya menuju dapur karena merasa perutnya perlu diisi sesuatu. Saat Suzy melewati kamar Myungsoo, ia mengernyit heran karena pintu kamar Myungsoo sedikit terbuka. Pelan-pelan, ia mendekati kamar Myungsoo dan melihat ke dalamnya. Ia melihat Sungjong sudah tertidur lelap dengan PSP masih di tangannya, namun ia sedikit heran saat tidak melihat Myungsoo ada disana. Penasaran juga, akhirnya Suzy memasuki kamar Myungsoo dengan hati-hati, lalu mendekati ranjang Myungsoo. Ia melihat ke seluruh penjuru kamar Myungsoo, namun tidak ada tanda-tanda bahwa Myungsoo ada di dalam kamarnya. Suzy mendekati Sungjong yang sudah tertidur pulas, mengambil PSP yang masih ditangan Sungjong dan meletakkannya di atas meja. Lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Sungjong.

Suzy keluar dari kamar Myungsoo, lalu menutup pintunya. Ia berjalan ke ruang depan untuk mencari Myungsoo, dan baru menyadari bahwa TV masih menyala. Suzy yakin bahwa Myungsoo belum tidur dan masih menonton TV. Suzy mendekati Myungsoo yang sedang duduk di sofa, lalu memanggilnya.

“Myungsoo-ya…”  panggil Suzy pelan, namun tak ada jawaban dari Myungsoo.

Suzy semakin berjalan mendekati Myungsoo, dan memicingkan matanya saat mendapati Myungsoo ternyata sudah tertidur pulas sambil memegang remote TV. Suzy sedikit heran bagaimana bisa Myungsoo teridur di sofa dengan keadaan duduk seperti itu.

Suzy bermaksud untuk membangunkan Myungsoo dan menyuruhnya pindah ke kamar, namun diurungkannya. Ia duduk di sebelah Myungsoo, dan menatap wajah Myungsoo hingga beberapa lama, dan tidak sadar bahwa kini ia sedang tersenyum-senyum masih sambil memandangi wajah tampan Myungsoo. Suzy menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa, dan memiringkan posisi duduknya untuk lebih leluasa memandangi wajah Myungsoo. Entahlah, sudah menjadi hoby Suzy memandangi wajah Myungsoo secara diam-diam seperti ini, dan itu sudah mampu membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasannya. Hingga beberapa menit ia masih dalam posisi seperti itu. Sebenarnya, ia ingin sekali menyentuh wajah Myungsoo, namun tidak berani, karena takut akan mengganggu tidur Myungsoo.

Myungsoo tampaknya terusik dengan keadaan sekitarnya, lalu bergerak dan memiringkan tubuhnya ke samping tepat menghadap ke wajah Suzy. Dan kini, jarak antara wajah Myungsoo dan Suzy sangat dekat, hanya berjarak beberapa sentimeter saja. Suzy sontak merasa kaget, namun tetap mempertahankan posisi duduknya seperti itu. Itu merupakan salah satu keuntungan bagi Suzy karena dengan jelas dapat melihat wajah Myungsoo dengan jarak sedekat ini. Bahkan nafas Myungsoo yang keluar lewat hidungnya bisa Suzy rasakan berhembus menerpa wajahnya.

Ah~ rasanya Suzy ingin dalam posisi seperti ini hingga waktu yang lama.

Ah~ rasanya Suzy ingin mencium Myungsoo saat ini juga.

“Apa tidak lelah memandangiku terus, hm?” Suzy kaget setengah mati saat Myungsoo dengan tiba-tiba membuka matanya dan benar-benar mengagetkan Suzy yang sedang serius dengan pikirannya tadi.

Suzy dengan cepat menegakkan posisi duduknya, dan mulai salah tingkah. Wajahnya sudah sangat memerah sekarang. Ia sungguh-sungguh malu karena tertangkap basah oleh Myungsoo sendiri.

“Myungsoo-ya… mi-mianhae karena aku mengganggu tidurmu.” kata Suzy gugup, tepatnya salah tingkah. Rasanya ia ingin mati saja sekarang saking malunya.

“Myungsoo-ya~ aish! Jangan melihatiku seperti itu!” Suzy segera memalingkan wajahnya ke arah lain saat menyadari Myungsoo sedang menatapnya saat ini.

Myungsoo tersenyum geli melihat tingkah malu-malu Suzy yang terlihat menggemaskan menurutnya.

“Sebaiknya aku kembali ke kamarku.” Suzy segera berdiri bermaksud ingin kembali ke kamarnya, namun tangannya di tarik oleh Myungsoo dan memaksanya agar kembali duduk.

“Kenapa kau belum tidur?” tanya Myungsoo menahan senyumannya. Bahkan sekarang Suzy sama sekali tidak berani melihat ke arah Myungsoo.

“Aku tadi baru saja dari kamar mandi.” jawab Suzy cepat.

Sungguh, saat ini ia benar-benar ingin masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya dengan cepat.

Myungsoo segera menselonjorkan tubuhnya di sofa, lalu meletakkan kepalanya di paha Suzy. Myungsoo tersenyum kecil ke arah Suzy, mencubit pipi Suzy pelan, lalu memejamkan matanya untuk tidur.

“Aku ingin tidur. Kau bisa sepuasnya memandangi wajahku. Tapi jangan sampai menciumku, arraseo?” Myungsoo berkata begitu dengan mata tertutup, membuat rona merah kembali menjalari wajah Suzy. Suzy tersenyum, dan kali ini senyuman yang benar-benar bahagia.

-The next, next, next day-

Suzy baru saja keluar dari toilet. Hari ini dosennya tidak datang, jadi Suzy keluar lebih cepat dari hari biasanya. Saat Suzy baru akan memasuki kelasnya, seseorang menghalangi jalannya. Suzy mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang itu, dan hampir pingsan di tempat saat menyadari orang itu adalah Kim Jongin.

Suzy berniat akan kabur, namun terlambat. Jongin sudah lebih dahulu menangkap lengannya.

“Ya! Jangan selalu menghindar dariku. Aku lelah harus selalu berlari mengejarmu.” kata Jongin sambil menatap Suzy.

“Kau mau apa?” tanya Suzy takut. Ia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Jongin.

“Aku hanya ingin berbicara denganmu. Apa tidak boleh?” Jongin masih setia memandangi wajah Suzy.

“Kenapa kau selalu ketakutan bila melihatku? Apa aku terlihat seperti manusia setengah hantu?” Jongin mencoba bercanda kepada Suzy. Jujur saja, dia tidak suka melihat Suzy seperti ini. Sebenarnya, apa yang membuat dia takut?

“Suzy-ya… kau tidak perlu takut padaku. Aku tidak akan menyakitimu. Aku berjanji.” Jongin menundukkan sedikit kepalanya untuk melihat wajah Suzy yang ternyata sedang menangis.

“Kau sebenarnya mau apa?” tanya Suzy. Wajahnya terangkat untuk menatap Jongin.

“Aku hanya ingin menemuimu. Aku tahu, kita tidak akan bisa seperti dulu lagi. Tapi, asal kau tahu, aku masih mencintaimu, Suzy. Perasaanku padamu sejak dulu sampai sekarang tetap sama. Tidak pernah berubah. Apa kau tidak mengerti juga?” Jongin menatap dalam manik mata Suzy. Ia berharap Suzy mengatakan sesuatu hal yang bisa mengobati rasa sakit hatinya selama ini.

“Jongin-ah… aku mengerti. Tapi kau juga harus mengerti dengan posisiku sekarang. Keadaannya sudah berbeda, dan…dan aku sudah tidak mencintaimu lagi.” Suzy kembali meneteskan air matanya lagi. Entah kenapa, di saat-saat seperti ini ia ingin merasakan pelukan hangat Myungsoo.

Jongin melepaskan lengan Suzy yang sedari tadi di pegangnya. Ia mengusap kasar wajahnya, lalu memegang kedua bahu Suzy.

“Apa kau mencintai namja itu?” tanya Jongin dengan nada yang serius.

“Tentu saja. Aku mencintainya, Jongin-ah. Aku sungguh-sungguh mencintainya.” Jawab Suzy bersungguh-sungguh.

“Kita masih bisa berteman, kan? Aku percaya kau pasti bisa menemukan yeoja yang lebih baik dari ku.” Suzy tersenyum tulus kepada Jongin. Ini pertama kalinya ia tidak merasakan takut sejak mereka bertemu di kampus ini.

Jongin masih memegang bahu Suzy, masih setia memandangi wajah Suzy. Secara tiba-tiba, seseorang membekap mulut Suzy dari belakang menggunakan sapu tangan. Suzy meronta-ronta, namun beberapa saat kemudian ia jatuh pingsan akibat obat bius yang ada di sapu tangan yang membekap mulut Suzy. Jongin segera menggendong tubuh Suzy yang sudah tak sadarkan diri, lalu memandang orang yang ada di depannya itu.

“Jonghyun-ah, temukan orang yang bernama Kim Myungsoo itu, dan bawa dia ke hadapanku. Arraseo?” Jongin menyeringai lebar, lalu memandang wajah Suzy yang sedang pingsan di gendongannya.

“Kau akan menjadi milikku lagi, baby~”

T

B

C

Note: Hayooooo udah ada feeling belom kalau Jonghyun itu jahat atau baik? Kkkkkkkkk~ Chapter ini cepet, kan? Hehe makasih banyak yang selalu setia menunggu kelanjutan ff ini~ maaf kalau chapter ini pendek ya karena saya lagi galauin IE >< *maaf jadi curhat* akhir kata, leave your comment, pleaseeeee~~

48 responses to “[Freelance] It Must Be Love Chapter 9

  1. astaga aku ikut ketipu sma jong in . aduhh mau diapain ya . padahal tadi baru abis terjadi adegan romantis pas myung tidur di paha suzy ehh sekarang malah tegang. nice story k reni . fighting

  2. Ajongku tentu saja baik ……
    Namja tampanku …… Jonghyun-ah …

    Walaaaaaaaa… Sooji kidnapped …..
    Yya… Jongin … Kidnap si mpok nunun ja Napa …. Aish

    Myungsoo -ah … Noe eoddisseo ……

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s