Can I Believe You? [Chapter 2]

aaaaacopym

Can I Believe You? [Chapter 2]

 

Starring :

Bae Suzy [Miss A] & Oh Sehun [EXO]

 

presented by Kapin with Friendship, Romance, Hurt,School Life, & AU

 General ; Chapter

.

 

Ketika seseorang kelihatan tangguh, sebenarnya ia menyembunyikan kelemahan sesungguhnya.

 

.

Disclaimer :

All cast are belong to God, but this fanfiction is mine.

Sorry for typo · DON’T BASH · DON’T PLAGIAT · COMMENT · LIKE · Thank You

Previous :  Chapter 1

∞∞

Bertemu Kyuhyun adalah hal yang paling tidak diinginkan dan dihindari Suzy seumur hidupnya setelah kejadian dimasa lalu. Ketika melihat Kyuhyun mengingatkan Suzy akan rencananya untuk mengakhiri hidupnya 2 tahun lalu. Rasa sesak mendera Suzy ketika melihat Kyuhyun tersenyum dengan tatapan sayu memanggilnya di bar seminggu lalu. Kyuhyun penyebab utama Suzy berubah yang dahulu gadis manis dan cerewet menjadi gadis pendiam dan penyendiri.

“Apa yang ia katakan pada mu ketika bertemu seminggu lalu?”

Suzy tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara sepupunya begitu pelan dan dalam. Suara Jongin seakan – akan menyiratkan dendam yang begitu besar. Suzy lantas menoleh kearah Jongin lalu menggeleng, Suzy kembali menatap jendela kamarnya dengan tatapan kosong. Jongin duduk diujung tempat tidur Suzy masih memakai seragam sekolahnya. Suzy tidak memperdulikan sepupunya itu yang entah sejak kapan berada didalam kamarnya.

“Katakan sesuatu Bae Suzy. Kau tidak mungkin diam terus-terusan kan?” Suara Jongin sedikit meninggi. Jongin begitu kesal tak kala Suzy terus – terusan diam saat Jongin bertanya perihal Kyuhyun sejak seminggu lalu.

“Aku begitu mengkhawatirkan mu. Aku ingin kau kembali seperti dulu menjadi gadis manis dan cerewet.” Nada suara Jongin kali ini terdengar sarat akan kefrustasian.

“Lihat lutut mu membiru, itu menandakan kau sedang stress kan?” Cecar Jongin.

Jongin menatap kesal Suzy yang sekarang sedang memeluk lutut seraya menenggelamkan wajahnya disela – sela lututnya. Lutut Suzy akan membiru ketika ia dirundung stress yang berkepanjangan.

“Aku hanya ingin kau memberitahu ku apa yang Kyuhyun katakan ketika ia bertemu dengan mu. Aku ingin kau membagi beban mu dengan ku. Aku tidak ingin kau menanggung beban itu sendiri, beban itu terlalu berat jika kau menanggungnya sendiri. Aku sepupu paling dekat dengan mu, tolong hargai aku.”

“Apa yang harus aku katakan? Ia hanya memanggil ku dengan tatapan sayu lalu ia berjalan kearah ku ingin memeluk ku, aku mundur lalu berlari ke meja kalian. Apa yang harus aku katakan lagi padamu? Aku sudah mengatakan semuanya padamu!” Kata Suzy menjerit. Tubuh Suzy bergetar hebat ketika ia harus mengingat lagi pertemuan dengan Kyuhyun yang sangat ia benci. Ia membenci Kyuhyun hingga sumsum tulang belakang.

Jongin menghela napas lalu memijit pelipisnya yang tiba – tiba berdenyut. Jujur, Jongin sangat membenci sifat Suzy yang satu ini, Suzy terlihat sangat lemah dan rapuh jika menyangkut masalah dengan Kyuhyun.

Jongin menggeser duduknya diranjang Suzy agar semakin dekat lalu merengkuh tubuh Suzy. Jongin merasakan tubuh Suzy semakin bergetar hebat dalam dekapannya. Jongin membiarkan kemeja seragamnya basah karena air mata Suzy dengan sedikit tercampur ingusnya.

“Aku benar – benar mengkhawatirkan mu, melihat mu begitu lemah dan rapuh semenjak bertemu dengan Kyuhyun tempo hari membuat ku terus menyalahkan diri ku sendiri karena tidak bisa menjaga mu. Aku ingin sekali menghajar bajingan itu hingga mati, tapi hal itu tentu saja tidak bisa aku lakukan. Aku merasa tersiksa karena melihat ia masih hidup dan aku tidak bisa melakukan apa – apa untuk membalas apa yang telah ia lakukan pada mu. Bahkan aku sampai sekarang membenci diri ku sendiri karena tidak berguna melindungi mu.” Suara Jongin semakin lama melemah. Matanya memanas, satu hal yang bisa membuat Jongin menangis adalah Suzy. Gadis itu kelemahannya.

Jongin memejamkan matanya menahan rasa amarah yang terus membuncah  ketika mengingat Kyuhyun dan kejadian saat itu.

Dua tahun lalu Jongin menemukan Suzy tak sadarkan diri dipinggir jalan arah rumahnya. Pakaian Suzy sudah compang – camping dengan tubuh penuh luka dan lebam. Seingat Jongin tadi sore Suzy pamit ingin berkencan dengan Kyuhyun, mahasiswa tingkat 4 di Kwanghee University kakak sepupu salah satu tetangganya.

Suzy dan Kyuhyun telah menjalin hubungan selama 2 tahun. Masing – masing keluarga pun sudah saling mengenal, Suzy sudah mengenal keluarga Kyuhyun bahkan ia begitu dekat dengan Ahra, kakak Kyuhyun. Kyuhyun pun juga sudah sangat dekat dengan keluarga Suzy.

Saat ditemukan Suzy begitu lemah dan tak sadarkan diri. Ketika Suzy sadar ia berubah tak banyak bicara. Dokter menyatakan Suzy mengalami trauma berat yang menyebabkan Suzy tidak dapat berbicara dan sering melamun. Bahkan ia tidak bisa disentuh lelaki walaupun ayahnya dan Jongin, tiga bulan awal semejak kejadian itu.

Suzy menyimpan rapat apa yang ia alami pada hari itu. Suzy tidak pernah menceritakan kepada siapapun termasuk keluarganya dan Jongin.  Keluarga pun dibuat binggung dengan Kyuhyun yang menghilang seperti ditelan bumi. Jongin pun selama setahun mencari keberadaan Kyuhyun yang disembunyikan oleh keluarganya entah dimana. Jongin hanya ingin bertanya apa yang ia lakukan kepada Suzy dan meminta pertanggung jawabannya. Semenjak saat itu Jongin berjanji kepada dirinya sendiri untuk terus menjaga Suzy apapun yang terjadi. Bahkan Jongin berjanji dengan dirinya sendiri jika Suzy belum bahagia, ia tidak akan mencari kekasih.

“Ku kira setelah bertemu Kyuhyun kau akan semakin kurus kenyataannya malah sebaliknya. Aku rasa kau semakin gem— aww!”

Perut Jongin berdenyut setelah dicubit Suzy yang masih didalam dekapannya. Entah apa yang dipikirkan Jongin membuat lelucon disaat – saat seperti ini. Jongin dapat mendengar dengusan kesal Suzy karena meledeknya gemuk membuat Jongin terkekeh.

“Aku mohon demi diriku, berjanjilah untuk melupakan masa lalu mu, lupakan Kyuhyun dan terus bergerak maju jangan pernah menoleh kebelakang. Jangan sia – sia kan terapi mu yang dilakukan berbulan – bulan dengan mengingat kejadian mengerikan itu. Kau harus ingat ada aku yang menjaga mu sekarang. Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakiti mu lagi. Tidak akan pernah. Ku mohon berjanjilah padaku untuk menjadi Suzy yang dulu walau kau tidak akan sepenuhnya menjadi Suzy yang dulu.” Tiba – tiba nada suara Jongin kembali serius.

Suzy memperat pelukannya ke Jongin.

“Aku hanya takut pada kenyataan bahwa aku masih mencintainya setelah apa yang ia lakukan kepada ku dulu.” Kata Suzy nyaris berbisik namun masih dapat ditangkap oleh pendengaran Jongin.

∞∞

Sehun butuh waktu 5 menit untuk meyelesaikan kegiatan panggilan alam di salah satu bilik kamar mandi sekolah. Sebenarnya ia hanya butuh waktu 2 menit untuk menyelesaikannya, tapi 3 menitnya lagi ia gunakan untuk melamunkan Suzy yang menghilang. Sudah seminggu yang lalu pasca kejadian di bar Suzy tidak terlihat dimanapun sudut sekolah. Ketika Sehun bertanya kepada Jongin perihal Suzy, Jongin selalu menghindar atau mengalihkan pembicaraan begitu pula Kris dan Tao. Bahkan Kris dan Tao sampai harus kembali ke China. Eugh— sebenarnya Kris dan Tao kembali ke China bukan karena menghindari Sehun namun Kris dan Tao memilih kembali ke negara asalnya untuk menuntut ilmu disana.

Bodohnya Sehun terlalu takut untuk menjenguk Suzy dirumahnya.

Sehun sudah memutar kenop pintu beberapa kali tapi tak kunjung terbuka. Sepertinya kenop pintunya macet. Kejadian di tempat makan tempo hari terulang lagi. Sehun benar – benar memiliki keberuntungan yang buruk dengan kamar mandi, buktinya ia kembali terjebak.

“Apa ada orang?” Teriak Sehun.

“Sehun? Kau kenapa? Kau terjebak lagi huh?”

“Myungsoo, kau kah itu? Syukurlah! Ya, aku terjebak bisa kau tolong aku buka pintunya dari luar?” Pinta Sehun.

Eugh— mungkin Myungsoo diluar sana sedang menahan tawanya.

Myungsoo salah satu teman seangkatan Sehun yang pernah digosipkan menjalin asamara dengan Suzy. Namun dua – duanya menepis kabar burung tersebut. Mereka beralasan mereka dekat karena mereka bertetangga dan selalu satu sekolah dari taman kanak – kanak.

“Tidak. Aku sangat sibuk sehun-aah. Aku duluan yah.”

“YAK! Jangan tinggalkan aku sendiri disini! Aku takut!” Jerit Sehun layaknya anak perempuan yang ditakuti – takuti temannya.

“Hahahaha. Aku hanya bercanda, kau mundurlah sedikit kebelakang aku akan mendobrak pintunya.”

Brak!

Setelah pintu berhasil didobrak terlihat myungsoo didepan pintu dengan senyum setengah meremehkan Sehun.

“Eyy, kau seperti tidak tahu aku saja. Aku selalu bermasalah dengan pintu toilet.” Kata Sehun membela diri seraya keluar dari bilik kamar mandi.

Kini Sehun dan Myungsoo sedang mencuci tangan diwastafel.

“Eugh— Myungsoo aku ingin bertanya? Kau sahabat Suzy sejak taman kanak – kanak kan? Kau juga bertetangga dengan Suzy?” Tanya Sehun hati – hati.

“Ya. Lalu?”  Pelipis Myungsoo berkerut menandakan ia binggung.

“Apa kau mengenal seorang namja yang bernama Kyuhyun? Aku sungguh penasaran dengan namja itu.” Tanya Sehun lagi dengan wajah binggung yang terlalu dibuat – buat.

Selesai Sehun melontarkan pertanyaaan, ia dapat melihat perubahan wajah Myungsoo yang berubah menjadi tegang lalu dingin melalui pantulan cermin didepannya.

“Tidak.” Kata Myungsoo dingin seraya menyelesaikan memcuci tangannya dan buru – buru keluar toilet sekolah.

“Aku duluan.” Pamit Myungsoo lalu menghilang dibalik pintu.

Sehun terdiam melihat Myungsoo yang sepertinya tidak menyukai Sehun bertanya soal pria bernama Kyuhyun tersebut. Sehun lantas mengedikkan bahunya seraya keluar dari toilet.

∞∞

Sementara itu di tempat lain.

“Nyonya, tuan muda terus mengamuk didalam kamarnya. Apa yang harus kami lakukan?” Tanya seorang pria tegap dengan setelan jas dan kacamata hitam berdiri disamping seorang wanita paruh baya dengan mata sembab.

“Biarkan saja. Tunggu tuan dan Ahra sampai di korea. Aku menyerah membujuknya.” Kata nyonya Cho sambil memejamkan matanya menandakan ia lelah.

“Baik nyonya.” Pria tegap tersebut membungkuk untuk pamit lalu berjalan menghilang dibalik pintu meninggalkan sendiri nyonya Cho didalam ruang kerja suaminya.

“Kyuhyun, bisakah kau berubah. Jangan sakiti dirimu sendiri lagi nak. Cukup.” Nyonya cho kembali menangis dalam diam.

Menangisi anak bungsu laki – laki yang begitu ia sayangi akhir-akhir ini menjadi kebiasaannya. Tuan dan nyonya Cho menaruh harapan besar kepada Kyuhyun sebagai penerus perusahan keluarga Cho. Namun Kyuhyun terus – terusan menyakiti dirinya sendiri dengan pergi ke club dan mabuk. Kyuhyun pun ketahuan nyonya Cho sering menggunakan obat penenangnya dibatas wajar. Sifat Kyuhyun berubah semenjak 2 tahun lalu.

Tuan dan nyonya Cho tidak mengerti kenapa Kyuhyun berubah begitu drastis dari pria yang menyenagkan menjadi pria penyendiri. Ahra sebenarya tahu apa yang membuat Kyuhyun berubah namun ia bersikeras tidak menceritakan dan menyembunyikan nya dari tuan dan nyonya Cho.

“Kyuhyun tidak apa-apa. Ia hanya butuh waktu.”

 

Kata – kata itu terlontar dari Ahra untuk menjelaskan yang terjadi pada Kyuhyun. Tuan dan Nyonya Cho tidak mengerti tentang waktu yang dibicarakan oleh Ahra. Sebenarnya apa yang telah Kyuhyun perbuatan sehingga sangat berdampak besar pada sifatnya sekarang.

Prang

“ARGGGHHHHHH!”

Keadaan kamar Kyuhyun yang selalu bersih dan rapi  kini sirna tergantikan kamar Kyuhyun yang berantakan dengan banyak pecahan kaca yang berserakan. Kyuhyun baru saja meninju cermin yang menyebabkan sela – sela jarinya mengeluarkan darah segar. Kyuhyun tidak memperdulikan tangannya yang terluka. Aroma akohol begitu menyengat dari tubuhnya, entah sudah berapa botol wine yang ia habiskan malam ini.

Keadaan Kyuhyun semakin memburuk setelah bertemu Suzy seminggu lalu. Ia semakin sering mabok dan menggunakan obat penenangnya melebihi dosis. Rasa sesak didadanya tidak hilang begitu saja ketika ia mabuk

Setelah puas membanting apapun yang ada dikamarnya. Kyuhyun memilih meringkuk disalah satu sudut kamarnya.

“Aku sangat merindukan mu, sayang. Tolong, maafkan aku.”

Ahra dan tuan Cho telah sampai dikediaman mereka setelah menempuh dari Tokyo ke Seoul dengan jet pribadi keluarga Cho. Mereka kembali setelah mendapat telepon dari nyonya Cho memberitahu Kyuhyun kembali mengamuk.

“Sebenarnya apa yang  dilakukan Kyuhyun dua tahun lalu?” Tanya tuan Cho tegas kepada Ahra yang kini sedang memeluk ibunya yang terus menangis sesampainya mereka disana.

Mereka bertiga sekarang berada di ruang keluarga.

“Aku tetap tidak akan menceritakannya pada ayah dan ibu. Ku mohon jangan menanyakan lagi apa yang Kyuhyun lakukan dua tahun lalu.” Kata Ahra dengan nada penuh penekanan.

“Apa ini ada hubungannya dengan Suzy?” Kini nyonya Cho  yang bertanya disela isak tangisnya.

Ahra terdiam. Berfikir untuk mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan yang terlontar dari nyonya Cho.

Tuan Cho berkerut melihat gelagat aneh Ahra yang terdiam setelah istrinya bertanya perihal Suzy.

“Aku akan ke kamar Kyuhyun untuk melihat keadaanya.” Kata ahra seraya melepas pelukannya lalu menjauh menuju kamar Kyuhyun dilantai dua.

Dengan menggunakan kunci cadangan Ahra dapat menyelinap masuk ke kamar Kyuhyun. Saat Ahra sudah berada didalam kamar Kyuhyun ia segera  mendekap mulutnya dengan kedua tangannya agar isakannya tak terdengar. Matanya tiba – tiba buram akibat genangan air mata yang siap meluncur. Hati seorang kakak mana yang tak terenyuh ketika melihat adik yang disayanginya dulu begitu kuat sekarang sangat rapuh. Dengan penerangan yang sangat minim Ahra masih dapat melihat dengan jelas betapa kacaunya kamar Kyuhyun. Pecahan kaca yang dipukul Kyuhyun pecah hingga berkeping – keping memenuhi lantai serta botol – botol wine yang berserakan disetiap sudut kamar Kyuhyun.

Ahra dapat melihat Kyuhyun tidur meringkuk disudut kamarnya. Disamping tubuh Kyuhyun jendela besar itu dibiarkan terbuka oleh Kyuhyun membuat angin malam dibiarkan masuk. Dengan langkah hati – hati dan pelan Ahra mendekati Kyuhyun.

Sesampainya disebelah tubuh Kyuhyun, ahra berjongkok membuat jaraknya dengan Kyuhyun semakin dekat. Dengan hati – hati Ahra mengusap surai pendek coklat gelap itu. Rasa sesak didadanya semakin menjadi – jadi tak kala  melihat tatapan kosong Kyuhyun yang menatap tembok didepannya.

“Aku bertemu dengan—Suzy di club. Ia masih begitu cantik dan mem—pesona  tapi tatapan matanya ke diriku yang berubah. Ia begitu ketakutan ketika melihat ku— tubuhnya bergetar hebat. Suzy berlari ketika aku ingin memeluknya. Aku ingin sekali memeluknya. Rasa rindu yang membuncah dihati ku membunuh ku perlahan – lahan noona. Aku— ingin— mati— saja.” Kata Kyuhyun terbata – bata tanpa menatap Ahra sekalipun.

Ahra mati – matian menahan laju air matanya dan pertahannya runtuh ketika melihat Kyuhyun terisak pelan. Ia segera memeluk Kyuhyun memcoba memberi keuatan kepada Kyuhyun.

“Suzy tidak akan pernah memaafkan aku noona. Tidak akan pernah.” Racau Kyuhyun tidak jelas. Isakan Kyuhyun berubah menjadi raungan mana kala Kyuhyun merasakan dadanya semakin sesak sehingga tidak bisa bernapas. Rasanya benar – benar sakit setelah menyakiti orang yang kita cintai.

“Suzy akan memaafkan mu, Kyuhyun.”

∞∞

Ahra keluar dari kamar Kyuhyun setelah membersihkan sedikit kekacauan didalam dan memastikan Kyuhyun tidur dengan nyaman diranjang miliknya.

“Paman.” Panggil Ahra pada seseorang yang berdiri tak jauh dari kamar Kyuhyun.

“Apa nona memanggil saya?”

Kini Pria yang dipanggil paman oleh ahra itu sudah sampai disampingnya.

“Apakah paman dapat menemukan informasi tentang Bae Suzy?”

“Nona Suzy?” Tanya Paman Lee.

Ahra mengganguk.

“Yah. Tolong carikan informasinya untuk ku. Aku sendiri yang akan bertemunya dengannya. Kau hanya bertugas mencari informasinya.”

“Baik nona.” Kata paman Lee patuh seraya sedikit membungkukkan tubuhnya.

Ahra meninggalkan paman Lee didepan pintu kamar Kyuhyun. Baru beberapa melangkah, Ahra berhenti sejenak.

“Secepatnya.”

TBC

21 responses to “Can I Believe You? [Chapter 2]

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s